Anda di halaman 1dari 1

125 Buletin 3, Halaman

Fotokopi: Restu Fotokopi (0274 -7001172)


Thyroid&antithyroid
Dr.Akhmad Edy


Edited by : ^LM^









Assalamualaikum wr wb. Kuliah kali ini, dr. Akhmad edi hanya menjelaskan sekilas tentang obat-obatan antitiroid
sehingga pembahasan yang ada diedisi ini kebanyakan diambil dari farmakologi katzung,,

Obat-obatan yang digunakan pada tiroid disease:
- Hipotiroidisme :Thyroxin (T4) dan thriiodothyronin (T3)
- Hipertiroidisme :Thioamide, Iodide, Ipodate dan 131i (iodine radioaktif)

Obat-obat Antitiroid
1 1. . T Th hi io oa am mi id de e T Th hi io oa am mi id da a m me et ti im ma az zo ol l d da an n p pr ro op pi il lt ti io ou ur ra as si il l ( (P PT TU U) ) m me er ru up pa ak ka an n o ob ba at t u ut ta am ma a u un nt tu uk k
p pe en ng go ob ba at ta an n t ti ir ro ot to ok ks si ik ko os si is s. .
Farmakokinetik PTU :
Diabsorpsi cepat (diakumulasikan pada kelenjar tiroid).
Kadar puncak setelah 1 jam.
Diekskresi oleh ginjal dalam waktu 24 jam sebagai glukoronid yang tidak aktif.
Waktu paruh (t
1/2
) yaitu 1,5 jam
Farmakokinetik Metimazol
Diabsorpsi sempurna tetapi kecepatannya dapat bervariasi
Diakumulasikan dengan mudah dalam kelenjar tiroid.
Sebanyak 65-70% diekskresikan lewat urin dalam waktu 48 jam (lebih lambat dibanding PTU)
Kedua Thioamide ini melintasi sawar plasenta dan diakumulasikan oleh tiroid janin, sehingga pemberian
pada ibu hamil harus hati-hati. Untuk ibu hamil, PTU lebih baik daripada metimazol karena ikatan
proteinnya kuat sehingga tidak banyak melintasi plasenta.
Farmakodinamik
Kerja utama dari thioamide adalah untuk mencegah sintesis hormon dengan penghambatan
reaksi katalis-peroksidase tiroid untuk menghambat organifikasi Iodium.
Selain itu, obat ini menghambat penggabungan iodotirosin
PTU dan metimazol (dalam tingkat yang lebih rendah) menghambat deiodinasi T4 dan T3 di
perifer.
Efek samping
paling umum dijumpai : kelainan kulit berupa makulopapular denggan rasa gatal disertai
tanda sistemik berupa demam
Jarang ditemui : urtikaria, vaskulitis, artralgia, reaksi miriplupus, ikterus kolestatik, hepatitis,
limfadenopati, hipoprotombinemi dan agranulositosis.
2. Iodida
Iodida bekerja menghambat organifikasi dan pembebasan hormon serta mengurangi ukuran dan
vaskularitas kelenjar tiroid yang hiperplastik. Pada individu-individu yang sensitif, iodide dapat
menginduksi hipertiroidisme (jodbasedow). Pada dosis farmakologik (6mg/hari), efek utamanya
adalah menghambat pembebasan hormone, melalui penghambatan protelisis tiroglobulin.
3. Kontras media teiodinasi ipodate dan asam iopanoat.
Obat yang cepat menghambat konversi T4 menjadi T3 di Hati, ginjal, kelenjar hipofise dan otak.
4. Yodium radioaktif
Pemberian peroral terdapat dalam larutan sebagai Natrium I131. Absorpsinya cepat,
dikonsentrasikan oleh tiroid. Efek terapetiknya bergantung pada emisi sinar beta dengan waktu
paruh efektif 5 hari dan kisaran penetrasi 400-200m. Kontraindikasi: wanita hamil dan menyusui
karena dapat melintasi plasenta dan diekskresikan ke dalam ASI.
5. Obat-obat penghambat adrenoreseptor
Obat ini untuk mengurangi gejala yang ditimbul pada tirotoksikosis. Obat penghambat
adrenoreseptor-beta merupakan obat terpilih. Propanolol termasuk dalam golongan ini dan paling banyak
digunakan walaupun harus hati-hati karena dapat memperparah bronkospasme. Ada yang selektif dan tidak
selektif, tetapi lebih baik mengunakan yang selektif pada jantung.
T
T
H
H
Y
Y
R
R
O
O
I
I
D
D
&
&
A
A
N
N
T
T
I
I
T
T
H
H
Y
Y
R
R
O
O
I
I
D
D


dr.Akhmad Edy

Sabtu, 15 November 2008 Pukul 12.30-14.30
Fotokopi: Restu Fotokopi (0274 -7001172)
T TH HY YR RO OI ID D & & A AN NT TI IT TH HY YR RO OI ID D
dr.Akhmad Edy