Anda di halaman 1dari 59

PAPER

TEKNIK MENJAHIT
DISUSUN OLEH :
AGHNIA NUR AZIZAH
5525102772
PENDIDIKAN TATA BUSANA
JURUSAN ILMU KESEJAHTERAAN KELUARGA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat,
hidayah serta kekuatan, sehingga penulis dapat menyelesaikan paper akhir teknik menjahit.
Terwujudnya paper ini tidak lepas dari bantuan beberapa pihak yang telah mendorong dan
membimbing penulis, baik tenaga, ide-ide, maupun pemikiran. Oleh karena itu dalam
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
!. Tuhan "ang #aha $sa
%. &bu $sty 'urbaeti (Arrsy, S.Pd., #.)es, selaku dosen mata kuliah teknik menjahit
yang telah membimbing penulis.
Semoga segala bantuan yang tidak ternilai harganya ini mendapat imbalan di sisi Allah
SWT sebagai amal ibadah, Amin.
Penulis menyadari bahwa paper ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik
saran yang membangun dari berbagai pihak sangat penulis harapkan demi perbaikan-
perbaikan ke depan. Amin Yaa Rabbal Alamiin
*akarta, *uni %+!!
Penulis
DAFTAR ISI
)ATA P$',A'TA-
.A/TA- &S&
0A0 & P$'.A1232A'
!.! 3atar 0elakang
0A0 && &S&
%.! #acam-macam Alat *ahit
A. Alat #enjahit Pokok
0. Alat #enjahit Pendukung
%.% Tusuk 1ias .asar
A. Tusuk *elujur
0. Tusuk Tikam *ejak
4. Tusuk /eston
.. Tusuk /lanel
$. Tusuk Tangkai
/. Tusuk Pi5uar
,. Tusuk 0alut
%.6 )ampuh
A. )ampuh 0uka
!. )ampuh buka penyelesaian setik mesin
%. )ampuh buka penyelesaian tusuk hias
6. )ampuh buka penyelesaian obras
7. )ambuh buka penyelesaian rompok 8kumai serong9
:. )ampuh buka penyelesaian gunting ;ig-;ag
0. )ampuh 0alik
4. )ampuh Perancis
.. )ampuh Pipih
$. )ampuh Sarung
%.7 Penyelesaian Tepi Pakaian
A. Serip
0. .epun
4. -ompok
.. )elim
$. #enggunting )ampuh
%.: Penutup 0usana
A. -umah )ancing
0. -itsluiting
4. 0elahan
%.< )erah
A. )erah Tegak
0. )erah Setengah Tegak
4. )erah -ebah
%.= Saku
A. Saku 3uar>Saku tempel
0. Saku .alam
4. Saku 0obok
!. Saku passepoille
%. Saku ?est
6. Saku klep
%.@ 3engan
%.A ,arniture
0A0 &&& P$'2T2P
6.! )esimpulan
BAB II
ISI
2.1 Maca!aca A"a# Ja$%#
Berdasarkan penggunaaanya, peralatan menjahit dibagi dalam 2,
yaitu: alat menjahit pokok dan alat menjahit pendukung.
A. Alat menjahit pokok
Alat menjahit pokok merupakan peralatan menjahit utama yang
pertama kali harus dipersiapkan karena digunakan secara langsung
pada proses menjahit.
1. Mesin Jahit
Mesin jahit adalah suatu alat yang digunakan untuk menjahit
dengan segala perlengkapannya.
a. Mesin Jahit Manual
Mesin jahit manual adalah mesin jahit yang menggunakan
kaki/tangan untuk menggerakan mesinnya. Mesin jahit ini terdiri dari
mesin jahit engkol tangan dan mesin jahit manual yang
menggunakan gerakan kaki. Mesin jahit dengan engkol tangan sudah
jarang dipergunakan. Mesin jahit manual dengan gerakan kaki masih
banyak dipergunakan. Mesin ini bila menggunakan dinamo atau
motor listrik maka penggeraknya adalah tenaga listrik.
Mesin jahit manual dengan engkol tangan dan Mesin jahit manual dengan
injakan kaki
eterangan :
1. !ermukaan dasar mesin
2. Badan mesin
". !enutup badan mesin
#. $oda atas
%. $oda ba&ah 'njakan
2.2 T&'&( H%a' Da'a)
A. T&'&( J*"&+&)
"aitu tusuk yang mempunyai arah hori;ontal ukuran dan jarak turun naik tusuk diatur
sama panjang. Tusuk jelujur merupakan salah satu dari tusuk yang paling mudah sederhana
dan sangat cepat kerjanya, jahitan tusuk jelujur ini merupakan dasar menjahit secara
menjelujur lipitan atau sambungan pada kain secara cepat.
,una tusuk jelujur adalah untuk membuat jahitan menjadi sempurna dan untuk
memindahkan tanda-tanda pola pada bahan yang siBatnya sementara untuk mengerut,
digunakan pula untuk sulaman holben dan asisi. Tusuk jelujur dapat dibedakan menjadi 6
bentuk.
1. T&'&( J*"&+&) B%a'a
Tusuk jelujur biasa, yaitu tusukan yang menggunakan jarak tidak sama.
4ara mengerjakannya
1. 0uatlah terlebih dahulu garis di atas kain sebagai pedoman arah dalam mengerjakan
tusuk jelujur ini.
2. Tusuk jarum dari bawah kain dan keluar pada permulaan ujung garis kanan.
". )emudian tusukkan arah ke depan pada garis,serta keluar pada garis yang terletak di
depannya lagi.
#. 0egitu seterusnya hingga selesai.
%. Arah menyulam berjalan maju dari arah kanan ke kiri.
2. T&'&( J*"&+&) ,*-.a- +a)a( #*)#*-#&
Tusuk jelujur dengan jarak tertentu, yaitu tusukan dengan jarak yang sama 8konsisten9
berguna untuk tusuk sementara pada smook.
4ara mengerjakannya
!. 0uatlah terlebih dahulu garis di atas kain sebagai pedoman arah dalam mengerjakan
tusuk jelujur ini.
%. Tusuk jarum dari bawah kain dan keluar pada permulaan ujung garis kanan.
6. )emudian tusukkan arah ke depan pada garis,serta keluar pada garis yang terletak di
depannya lagi.
7. 0egitu seterusnya hingga selesai.
:. Arah menyulam berjalan maju dari arah kanan ke kiri.
/. T&'&( J*"&+&) R*-..a-.
Tusuk jelujur renggang, yaitu tusukan dengan menggunakan sengkelik dengan spasi
satu. Tusukan jelujur renggang ini digunakan untuk tanda, dengan menggunakan benang
rangkap yang nantinya digunting diantara tusukan tersebut sehingga meninggalkan jarak
benang yang biasa dijadikan tanda dalam menjahit busana.
4ara mengerjakannya
!. 0uatlah terlebih dahulu garis di atas kain sebagai pedoman arah dalam mengerjakan
tusuk jelujur ini.
%. Tusuk jarum dari bawah kain dan keluar pada permulaan ujung garis kanan.
6. )emudian tusukkan arah ke depan pada garis,serta keluar pada garis yang terletak di
depannya lagi.
7. 0egitu seterusnya hingga selesai.
:. Arah menyulam berjalan maju dari arah kanan ke kiri
B. T&'&( T%(a J*+a(
"aitu tusuk jahitan dengan bentuk jika dilihat dari bagian atas tusuknya kelihatan seperti
jahitan mesin dan bila dilihat dari bagian bawah tusukannya seperti jahitan rangkap. *arak
tusukan bagian bawah dua kali jarak tusukan bagian atas. Tusuk tikam jejak berguna untuk
pengganti jahit mesin.
4ara mengerjakannya
!. 0uatlah terlebih dahulu garis di atas kain sebagai pedoman arah dalam
mengerjakan tusuk tikam jejak.
%. Tusuk jarum dari bawah kain dan keluar hampir di ujung garis sebelah kanan.
6. )emudian tusukkan tusukkan lagi di depan tusukan pertama, arah sedikit
bergeser ke belakang garis dan keluar melewati lubang tusukan pertama juga tetap
pada garis.
7. 0egitulah seterusnya dapat dilakukan secara sama seperti pada permulaan.
:. Setiap kali tusukan harus mengambil jarak yang sama dan teratur.
<. Arah tusukan maju dari kanan ke kiri.
0. T&'&( F*'#1-
Adalah tusuk yang mempunyai dua arah yaitu arah ?ertikal dan arah hori;ontal, kaki
tusuk arah ?ertikal dan arah hori;ontal mempunyai pilinan. Tusuk ini berguna untuk
menyelesaikan tiras seperti tiras lingkar kerung lengan atau pada pinggiran pakaian bayi dan
memperkuat bagian tepi kain pada kampuh buka, membuat trens, mengelim, dan menghias
busana. Tusuk Beston juga berBungsi sebagai hiasan bila benang yang digunakan adalah
benang hias atau benang sulam dengan kombinasi warna yang serasi.
4ara mengerjakannya
!. Terlebih dahulu buatlah garis pada kain sebagai pedoman arah pada
waktu mengerjakan tusuk Beston.
%. Tusukkan jarum dari bawah kain dan keluar pada ujung garis sebelah
kiri.
6. )emudian tusukkan di luar garis atau sebelah dalam bidang kain, serta
keluar di tempat semula yaitu tusukan pertama.
7. Selanjutnya tusukkan di luar garis dan keluar pada garis kembali.
:. Tetapi bersamaan dengan itu sisipkan benang di bawah jarum, agar
nantinya benang terkait.
<. Setelah benang ditarik, maka satu tusuk ?eston sudah jadi.
=. 0egitu seterusnya hingga selesai.
@. Arah tusukan maju dari kanan ke kiri.
D. T&'&( F"a-*"
"aitu merupakan dua baris tusuk lurus yang berlawanan arah serta saling bersilangan
dibagian hampir ujung sebelah atas dan bawah. Tusuk Blanel biasa digunakan untuk mengelim
pinggiran busana yang diobras. Tusuk Blannel sering digunakan, terutama untuk busana yang
dibuat dari bahan yang harganya mahal, disamping itu tusuk Blannel juga dapat digunakan
sebagai hiasan, sebagai tusuk dasar dan sulaman bayangan, untuk sulaman bayangan dengan
jarak yang lebih rapat 8dirapatkan9 dan dapat juga mengikuti motiB dekorasi. 2ntuk
mendapatkan hasil tusukan yang halus pada bagian bawah busana atau dimanapun tusuk
Blannel digunakan, lakukan dengan halus>tipis waktu menusukkan jarum ke bahan busana,
dengan demikian hasil yang didapatkan juga halus dan tipis bila dilihat dari bagian balik
8bagian buruk busana9.
4ara mengerjakannya
!. 0uatlah terlebih dahulu dua buah garis sejajar pada kain,
dengan jarak yang ditentukan.
%. Tusuk jarum dari bawah kain dan keluar pada garis sebelah
bawah ujung kiri atau pada garis atas sebelah kiri.
6. )emudian tusukkan arah menyerong ke kanan pada garis atas
serta keluar arah lurus ke depan juga pada garis di atas.
7. Selanjutnya tisik arah menyerong ke kanan pada garis bawah,
serta keluar arah lurus ke depan juga pada garis di bawah tersebut.
:. .emikian seterusnya.
<. Arah menyulam berjalan mundur dari kiri ke kanan, denga jarak
teratur tepat pada garis sebelah atas dan garis sebelah bawah.
E. T&'&( Ta-.(a%
"aitu tusuk yang mempunyai arah diagonal dan setengah dari ukuran tusuk masing-
masing saling bersentuhan. 2ntuk membuat tangkai yang lebih besar maka jarak tusukan
dirapatkan dan mengaitkan kain lebih banyak 8besar9. Tusuk batang>tangkai biasa digunakan
untuk membuat batang, ranting, dan untuk mengisi bidang.
4ara mengerjakan
!. Terlebih dahulu buatlah garis pada kain sebagai pedoman arah pada waktu
mengerjakan tusuk tangkai.
%. Tusukkan jarum dari bawah kain dan keluar pada garis di ujung sebelah kiri sedikit
di atas garis.
6. )emudian tusukkan pada kain dengan arah sedikit menyerong ke kanan awah garis
dan keluar pada pertengahan sedikit di atas garis antara tusukan pertama dan kedua.
7. 0egitu seterusnya hingga selesai.
:. Arah tusukan berjalan mundur dari kiri ke kanan.
F. T&'&( P%2&a)
"aitu tusuk yang mempunyai arah diagonal ke kiri dan ke kanan. Tusuk ini biasanya
berBungsi untuk memasangkan bulu kuda pada jas atau mantel. .isamping itu tusuk ini dapat
juga digunakan sebagai tusuk hias pada busana atau lenan rumah tangga.
4ara mengerjakan
!. 0uatlah terlebih dahulu dua buah garis sejajar pada kain, dengan jarak yang
ditentukan.
%. Tusukkan jarum dari bawah kain pada garis yang bawah di ujung garis sebelah
kanan.
6. )emudian tusukkan arah menyerong ke kiri atas, beri jarak sedikit ke samping dan
keluar dengan arah menyerong ke kiri bawah kembali pada garis. *arak dan
kemiringan garis, disesuaikan dengan yang di kehendaki.
7. 0egitu pula seterusnya hingga selesai.
:. Arah menyulam berjalan dari kanan ke kiri.
G. T&'&( Ba"&#
"aitu tusuk yang mempunyai arah diagonal yang dilakukan di atas benang lain atau pada
pinggir ragam hias yang dilobangi. Tusuk balut berBungsi untuk menyelesaikan tiras pada
kampuh untuk klim rol. Tusuk balut juga dapat digunakan untuk penyelesaian pinggir teknik
aplikasi.
4ara mengerjakan
!. 0uatlah terlebih dahulu dua buah garis sejajar pada kain, dengan jarak yang
ditentukan.
%. Tusukkan jarum dari bawah kain pada garis yang bawah di ujung garis sebelah
kanan.
6. )emudian tusukkan arah menyerong>diagonal ke kiri atas, kembali ke bawah dengan
mengikuti serong dari tusukan awal. )esan benang dari tusukan agak miring.
7. 0egitu pula seterusnya hingga selesai.
:. Arah menyulam berjalan dari kanan ke kiri.
2./ Ka3&$
A. Ka3&$ B&(a
)ampuh terbuka yaitu kampuh yang tiras sambungannya terbuka>di buka. Teknik
peyelesaian tiras ini ada beberapa cara
1. Ka3&$ #*)4&(a ,*-.a- 3*-5*"*'a%a- '*#%(a- *'%-
Penyelesaian tiras dengan cara melipat kecil pinggiran tiras dan disetik dengan mesin
sepanjang pinggiran tersebut.
3angkah )erja
a. 0uat kain ukuran =C!: cm 8sudah termasuk kampuh % cm9
b. 0eri tanda untuk kampuh
c. Temukan bagian baik kain dengan bagian baik kain
d. *ahit sesuai tanda pola
e. 3ipat tepi kampuh +,: cm
B. Setik ! mm pada lipatan
2. Ka3&$ #*)4&(a ,*-.a- 3*-5*"*'a%a- #&'&( $%a'
Penyelesaian tiras di sepanjang pinggiran tiras diselesaikan dengan tusuk balut.
3angkah )erja
a. 0uat kain ukuran =C!: cm 8sudah termasuk kampuh % cm9
b. 0eri tanda untuk kampuh
c. Temukan bagian baik kain dengan bagian baik kain
d. *ahit sesuai tanda pola
e. ,unakan tusuk hias pada tepi kampuh
/. Ka3&$ #*)4&(a 5a-. ,%'*"*'a%(a- ,*-.a- 14)a'
Penyelesaian di sepanjang pinggiran tiras diselesaikan dengan diobras. 4ara ini pada saat
sekarang banyak di pakai terutama untuk busana wanita dan busana pria 8celana pria9.
3angkah )erja
a. 0uat kain ukuran =C!: cm 8sudah termasuk kampuh % cm9
b. 0eri tanda untuk kampuh
c. Temukan bagian baik kain dengan bagian baik kain
d. *ahit sesuai tanda pola
e. Obras tepi kampuh dengan mesin obras
6. Ka3&$ #*)4&(a ,%'*"*'a%(a- ,*-.a- )131(
Penyelesaian ini hanya dipakai untuk busana yang dibuat dari bahan>kain tebal.
)egunaannya untuk menyambungkan 8menjahit9 bagian-bagian bahu, sisi badan, sisi rok,
sisi lengan, sisi jas, sisi mantel, sisi celana, dan belakang celana.
3angkah )erja
a. 0uat kain ukuran =C!: cm 8sudah termasuk kampuh % cm9
b. 0eri tanda untuk kampuh
c. Temukan bagian baik kain dengan bagian baik kain
d. *ahit sesuai tanda pola
e. 0uat kain serong dengan ukuran 6C!: cm
B. 3alu lipat dan stik dengam mesin jahit
5. Ka3&$ #*)4&(a ,*-.a- 3*-5*"*'a%a- .&-#%-. 7%.!7a.
Penyelesaian tiras di sepanjang pinggiran tiras diselesaikan dengan menggunakan
gunting ;ig;ag.
3angkah )erja
a. 0uat kain ukuran =C!: cm 8sudah termasuk kampuh % cm9
b. 0eri tanda untuk kampuh
c. Temukan bagian baik kain dengan bagian baik kain
d. *ahit sesuai tanda pola
e. ,unting tepi kampuh menggunakan gunting ;ig-;ag
B. Ka3&$ Ba"%(
)ampuh balik yaitu kampuh yang dikerjakan dengan teknik membalikkan dengan dua
kali jahit dan dibalikkan.
)egunaan kampuh balik untuk
a. #enjahit kebaya yang dibuat dari bahan tipis
b. #enjahit kemeja
c. Pakaian tidur dsb.
3angkah )erja
!. 0uat kain ukuran <C!: cm 8sudah termasuk kampuh ! cm9
%. 0eri tanda untuk kampuh
6. *ahit bagian buruk menghadap bagian buruk 8bagian baik9 yang bertiras dengan lebar
tiras dengan ukuran 6 mm, jika memungkinkan dibuat lebih halus>kecil
7. )emudian dibalik dan di jahit dari bagian buruk menghadap bagian baik dengan pinggir
tirasnya masuk kedalam, hasil kampuh ini paling besar +,: cm.
0. Ka3&$ P*)a-c%'
)ampuh perancis adalah kampuh yang hanya terdiri dari satu jahitan yang didapatkan
dengan cara menyatukan dua lembar kain. )ampuh perancis ini cocok dipakai untuk menjahit
bahan yang tipis.
3angkah )erja
!. 0uat kain ukuran =C!: cm 8sudah termasuk kampuh % cm9
%. 0eri tanda untuk kampuh
6. )ain bagian baik berhadapan sesama baik, tetapi tidak sama lebar> pinggirnya 8selisih
lebarnya ! cm9
7. 3ipatkan pinggir kain yang satu 8kain yang lebih lebar9 dengan kain yang lain
:. 3alu jahit tiras dengan lebar +,: cm
D. Ka3&$ P%3%$
)ampuh pipih yaitu kampuh yang mempunyai bekas jahitan pada satu sisi sebanyak dua
setikan, dan sisi yang sebelahnya satu setikan, kampuh ini bisa dipakai untuk dua sisi 8untuk
bagian luar atau bagian dalam yang mana keduanya sama-sama bersih9. )ampuh ini dipakai
untuk menjahit kain sarung, kemeja, celana, jaket, pakaian bayi, dsb.
3angkah )erja
!. 0uat kain ukuran =C!: cm 8sudah termasuk kampuh % cm9
%. 0eri tanda untuk kampuh
6. )ain bagian baik berhadapan sesama baik, tetapi tidak sama lebar> pinggirnya 8selisih
lebarnya +,: cm9
7. 3ipatkan kain yang pinggirannya bertiras selebar !,: cm menjadi +,: cm
:. Tutup tirasnya dengan lipatan yang satu lagi
<. 3alu jahit
E. Ka3&$ Sa)&-.
)ampuh sarung adalah kampuh yang tampak dari kedua sisinya. )egunaan kampuh
sarung ini adalah untuk menjahit kain sarung pelakat 8kain sarung bercorak>kotak-kotak9
ketika menjahit corak>kotaknya harus sama juga untuk menjahit kemeja, jas, dan jaket.
3angkah )erja
!. 0uat kain ukuran <C!: cm 8sudah termasuk kampuh ! cm9
%. 0eri tanda untuk kampuh
6. )ain bagian baik berhadapan sesama baik, sama besar
7. )ampuh semula ! cm lalu keduanya di kumpul berpadu
:. Tiras dilipat dengan posisi saling berhadapan dan dapat dibantu dengan jelujuran
<. Tirasnya sama-sama di lipat menjadi +,: cm lalu dijahit pinggirannya dari bagian buruk.
2.6 P*-5*"*'a%a- T*3% Pa(a%a-
A. S*)%3
Serip adalah penyelesaian tepi suatu busana> lenan rumah tangga dengan menjahitkan
lapisan yang diarahkan keluar yang berBungsi sebagai hiasan.
1. S*)%3 "*$*) 4&"a#
3angkah )erja
!. ,unting kain sesuai pola untuk bagian badan dan lapisan serip
%. Satukan bagian badan depan dan belakang juga bagian lapisan serip depan dan
belakang
6. Satukan serip dengan bahan utama dengan posisi bagian baik serip dengan bagian
buruk bahan
7. )ampuh yang dibutuhkan ! cm untuk bagian lipatan dalam, 6 cm untuk lebar serip
dan ! cm merapikan sisa tiras.
:. Setelah kampuh dijahit ! cm, sisa kampuh ditipiskan +,: cm dan diberi guntingan
dalam agar bisa membentuk lengkung
<. Sisa kain dilipat ! cm mengikuti bentuk leher
=. )emudian tindas ! mm sesuai bentuk leher
2. S*)%3 "*$*) 4&"a# ,*-.a- (&a% '*)1-.
3angkah )erja
!. ,unting kain sesuai pola untuk bagian badan dan untuk lapisan serip menggunakan
kumai serong
%. Satukan bagian badan depan dan belakang juga bagian lapisan serip depan dan
belakang
6. Satukan serip dengan bahan utama dengan posisi bagian baik serip dengan bagian
buruk bahan
7. )ampuh yang dibutuhkan ! cm untuk bagian lipatan dalam, 6 cm untuk lebar serip
dan ! cm merapikan sisa tiras.
:. Setelah kampuh dijahit ! cm, sisa kampuh ditipiskan +,: cm dan diberi guntingan
dalam agar bisa membentuk lengkung
<. Sisa kain dilipat ! cm mengikuti bentuk leher
=. )emudian tindas ! mm sesuai bentuk leher
/. S*)%3 "*$*) '*.% #%.a8 9 V:
3angkah )erja
!. ,unting kain sesuai pola untuk bagian badan dan lapisan serip
%. Satukan bagian badan depan dan belakang juga bagian lapisan serip depan dan
belakang
6. Satukan serip dengan bahan utama dengan posisi bagian baik serip dengan bagian
buruk bahan
7. )ampuh yang dibutuhkan ! cm untuk bagian lipatan dalam, 6 cm untuk lebar serip
dan ! cm merapikan sisa tiras.
:. Setelah kampuh dijahit ! cm, sisa kampuh ditipiskan +,: cm dan diberi guntingan
dalam agar bisa membentuk sudut
<. Sisa kain dilipat ! cm mengikuti bentuk leher
=. )emudian tindas ! mm sesuai bentuk leher
6. S*)%3 "*$*) '*.% *3a#
3angkah )erja
!. ,unting kain sesuai pola untuk bagian badan dan lapisan serip
%. Satukan bagian badan depan dan belakang juga bagian lapisan serip depan dan
belakang
6. Satukan serip dengan bahan utama dengan posisi bagian baik serip dengan bagian
buruk bahan
7. )ampuh yang dibutuhkan ! cm untuk bagian lipatan dalam, 6 cm untuk lebar serip
dan ! cm merapikan sisa tiras.
:. Setelah kampuh dijahit ! cm, sisa kampuh ditipiskan +,: cm dan diberi guntingan
dalam agar bisa membentuk sudut
<. Sisa kain dilipat ! cm mengikuti bentuk leher
=. )emudian tindas ! mm sesuai bentuk leher
5. S*)%3 "*$*) '*.% "%a
3angkah )erja
!. ,unting kain sesuai pola untuk bagian badan dan lapisan serip
%. Satukan bagian badan depan dan belakang juga bagian lapisan serip depan dan
belakang
6. Satukan serip dengan bahan utama dengan posisi bagian baik serip dengan bagian
buruk bahan
7. )ampuh yang dibutuhkan ! cm untuk bagian lipatan dalam, 6 cm untuk lebar serip
dan ! cm merapikan sisa tiras.
:. Setelah kampuh dijahit ! cm, sisa kampuh ditipiskan +,: cm dan diberi guntingan
dalam agar bisa membentuk lengkung dan sudut
<. Sisa kain dilipat ! cm mengikuti bentuk leher
=. )emudian tindas ! mm sesuai bentuk leher
B. D*3&-
.epun adalah penyelesaian tepi suatu busana dengan menjahitkan kumai serong yang
diarahkan kedalam dengan lebar depun paling banyak ! cm untuk menghindari kerutan.
1. D*3&- "*$*) 4&"a#
3angkah )erja
1. ,unting kain sesuai pola untuk bagian badan dan lapisan depun
2. Satukan bagian badan depan dan belakang juga bagian lapisan depun depan dan
belakang
6. Satukan depun dengan bahan utama dengan posisi bagian baik saling berhadapan
7. )ampuh yang dibutuhkan ! cm untuk lipatan dalam,! cm untuk lebar depun dan ! cm
untuk lipatan sisa tiras.
:. Setelah kampuh dijahit ! cm, sisa kampuh ditipiskan +,: cm dan diberi guntingan
dalam agar bisa membentuk lengkung baru kemudian ditindas.
<. Sisa kain dilipat ! cm mengikuti bentuk leher
=. *ahit tindas !mm pada lapisan
@. Selesaikan dengan sum lapisan dengan bahan utama sesuai bentuk leher
2. D*3&- "*$*) 4&"a# ,*-.a- (&a% '*)1-.
3angkah )erja
!. ,unting kain sesuai pola untuk bagian badan dan untuk lapisan depun menggunakan
kumai serong
%. Satukan bagian badan depan dan belakang juga bagian lapisan depun depan dan
belakang
6. Satukan depun dengan bahan utama dengan posisi bagian baik saling berhadapan
7. )ampuh yang dibutuhkan ! cm untuk lipatan dalam,! cm untuk lebar depun dan ! cm
untuk lipatan sisa tiras.
:. Setelah kampuh dijahit ! cm, sisa kampuh ditipiskan +,: cm dan diberi guntingan
dalam agar bisa membentuk lengkung baru kemudian ditindas.
<. Sisa kain dilipat ! cm mengikuti bentuk leher
=. *ahit tindas !mm pada lapisan
@. Selesaikan dengan sum lapisan dengan bahan utama sesuai bentuk leher
/. D*3&- "*$*) '*.%#%.a8 9V:
3angkah )erja
!. ,unting kain sesuai pola untuk bagian badan dan lapisan depun
%. Satukan bagian badan depan dan belakang juga bagian lapisan depun depan dan
belakang
6. Satukan depun dengan bahan utama dengan posisi bagian baik saling berhadapan
7. )ampuh yang dibutuhkan ! cm untuk lipatan dalam,! cm untuk lebar depun dan ! cm
untuk lipatan sisa tiras.
:. Setelah kampuh dijahit ! cm, sisa kampuh ditipiskan +,: cm dan diberi guntingan
dalam agar bisa membentuk sudut baru kemudian ditindas.
<. Sisa kain dilipat ! cm mengikuti bentuk leher
=. *ahit tindas !mm pada lapisan
@. Selesaikan dengan sum lapisan dengan bahan utama sesuai bentuk leher
6. D*3&- "*$*) '*.% *3a#
3angkah )erja
!. ,unting kain sesuai pola untuk bagian badan dan lapisan depun
%. Satukan bagian badan depan dan belakang juga bagian lapisan depun depan dan
belakang
6. Satukan depun dengan bahan utama dengan posisi bagian baik saling berhadapan
7. )ampuh yang dibutuhkan ! cm untuk lipatan dalam,! cm untuk lebar depun dan ! cm
untuk lipatan sisa tiras.
:. Setelah kampuh dijahit ! cm, sisa kampuh ditipiskan +,: cm dan diberi guntingan
dalam agar bisa membentuk sudut baru kemudian ditindas.
<. Sisa kain dilipat ! cm mengikuti bentuk leher
=. *ahit tindas !mm pada lapisan
@. Selesaikan dengan sum lapisan dengan bahan utama sesuai bentuk leher
5. D*3&- '*.% "%a
3angkah )erja
!. ,unting kain sesuai pola untuk bagian badan dan lapisan depun
%. Satukan bagian badan depan dan belakang juga bagian lapisan depun depan dan
belakang
6. Satukan depun dengan bahan utama dengan posisi bagian baik saling berhadapan
7. )ampuh yang dibutuhkan ! cm untuk lipatan dalam,! cm untuk lebar depun dan ! cm
untuk lipatan sisa tiras.
:. Setelah kampuh dijahit ! cm, sisa kampuh ditipiskan +,: cm dan diberi guntingan
dalam agar bisa membentuk lengkung dan sudut baru kemudian ditindas.
<. Sisa kain dilipat ! cm mengikuti bentuk leher
=. *ahit tindas !mm pada lapisan
@. Selesaikan dengan sum lapisan dengan bahan utama sesuai bentuk leher
0. R131(
4ara penyelesaian dengan rompok yaitu penyelesaian tepi menggunakan kumai serong,
dari bagian baik dan buruk bahan terlihat +,: cm.
3angkah )erja
!. ,unting kain sesuai pola badan depan dan badan belakang
%. 0uat kumai serong dengan menggunting miring kain dengan sudut 7:
6. Satukan bagian badan depan dan bagian badan belakang
7. #emasang kumai serong pada bagian baik bahan kemudian dilipat kebagian buruk
bahan
:. )umai serong dan bahan utama disetik satu kali kira-kira +,: cm dari tepi
<. )umai serong dibalik ke bagian buruk kain dilipat dan dijahit pada setikan pertama
=. 3ebar rompok untuk penyelesaian kerung leher antara +,: cm sampai ! cm
.. K*"%
!9 #engelim
#engelim dipakai untuk bawah rok, blus, kebaya, ujung lengan dsb. 2ntuk mengelim
bagian-bagian busana tesebut di atas, lebar kelim berkisar antara 6 s.d : cm,caranya
!. 3ipatkan pinggir rok sesuai lebar yang kita inginkan
%. Tirasnya dilipatkan kedalam lebih kurang ! cm dan
dibantu dengan jelujuran
6. )emudian di sum dengan jarum, upayakan dalam
lipatan betul-betul rata dan dijahit dengan jarum tangan.
#engelim>menusukkan benang kebahan pada bagian bawah lebih kurang 6 helai benang,
sehingga tidak kelihatan bekas tusukannya, cara ini dilakukan terus-menerus sampai selesai.
Supaya hasilnya kuat dan hasil tusukan tidak gampang lepas lebih kurang setiap < langkah
tusukan dimatikan agar tidak lepas
,ambar 6<. #engelim
%9 )elim sumsang
Teknik mengerjakan>caranya sama dengan mengelim, tapi beda kerjanya pada cara
memasukkan jarumnya yaitu dua kali dalam satu lubang sehingga benangnya mati dan
tidak mudah lepas. *ika ada yang putus kegunaan sama dengan mengelim.
,ambar 6=. )elim sungsang
69 )elim tusuk Blanel
)elim tusuk Blanel yaitu kelim yang bahan pinggirnya di obras, tanpa melipatnya kedalam.
Terutama dipakai untukteknik pengerjaan yang kelimnya lebih rapi dan lebih berkualitas dan
juga untuk bahan yang tebal, untuk rok, blus, ujung lengan dan sebagainya. 4aranya
a( .ilipitkan pinggir rok, selebar yang dinginkan dan di bantu dengan jelujurD
b( .ijahit dengan tusuk Blanel yang satu diatas keliman tidak tembus sampai keluar dan
yang satunya dibawah kelim dekat pinggir lipatan dengan langkah mundur
c( 1asil dari bagian baik hanya tampak satu baris dengan jarak +.: 4#
,ambar 6@. )elim tusuk Blannel
79 )elim yang dirompok
)elim yang di rompok terutama untuk bahan yang tebal seperti jas, mantel, teknik
pengerjaannya sama dengan disum, cuma tiras pinggirnya tidak dilipatkan tapi dirompok
dengan bahan yang tipis agar tidak terlalu tebal, kemudian baru di sum.
,ambar 6A. )elim yang dirompok
:9 )elim palsu
)elim palsu yaitu kelim untuk mengatasi masalah bila panjang kain tidak cukup untuk
dibuat keliman, atau bahan yang terlalu tebal untuk dikelimkan, maka dibuat kelim palsu.
#embuat kelim palsu yaitu dengan cara menyambungkan kain untuk kelim, kain yang
digunakanbisa bahan yang sama atau bahan lain yang lebih tipis8jika bahan yang akan
disambung terlalu tebal9 tetapi warna kain penyambungnya sama dengan bahan pakaian. 4ara
penggabungannya adalah ,unting kain sesuai dengan bentuk yang akan disambung, lalu
disatukan dan dikelim dengan som. 3ebar hasil setikan penyambungan tidak lebih dari +.:
cm. 2ntuk kelim, kelim som, kelim sumsang, tusuk Blanel dan kelim rompak di kerjakan
dengan jarum tangan, tapi untuk merompok biasa dikerjakan dengan jahit mesin dan untuk
mensom keduanya tetap dengan tangan.
,ambar 7+. )elim palsu
<9 )elim tindas
)elim tindas yaitu kelim yang dijahit dengan mesin. 4ara mengerjakan kelim tindas
adalah, kelim dilipitkan sesuai dengan keinginan dan dilipatkan kurang lebih ! cm, kemudian
ditindas dengan mesin, hasil tindasan hanya satu jahitan yaitu pada pinggir kelim. &ni biasanya
dipakai untuk pinggiran kemeja, ujung kaki piyama, kaki celana, bawah rok, blus, dsb.
=9 )elim kon?eksi
)elim kon?eksi yaitu kelim yang sering dipakai untuk menjahit pakaian kon?eksi,
yaitu untuk keliman rok, blus, kemeja, ataupun kaki celanan. 4aranya sama dengan kelim
tindas tapi perbedaannya terletak pada tusukannya. Tusukan kelim kon?eksi terdiri dari %
baris yaitu di atas dan dibawah 8double9 dan lebarnya kurang lebih ! cm. )elim rol. .apat
dibuat dengan dua cara
a9 )elim yang dibuat dengan mesin serbaguna dengan memakai sepatu rol serta setikan ;ig-
;ag.
b9 )elim juga dapat dibuat dengan cara manual, dengan memakai jarum tangan dengan cara
menggulung kecil tiras, kemudian dijahit dengan tusuk balut. )egunaan adalah kelim rol
untuk mengelim pinggiran kain yang tipis, pinggiran baju kerut>rimpel, ujung lengan poB,
dsb.
,ambar 7!. )elim rol
A9 )elim som mesin
)elim som mesin ini adalah kelim yang bekasnya di bagian baik seperti som tangan
tetapi dengan menggunakan mesin, caranya
a9 Pinggir kain dikelim dengan jelujur sesuai dengan yang diinginkan
b9 )emudian kelim dilipatkan dengan bagian keliman kebawah sebesar keliman
yandisisakan biasanya +.% cm
c9 .ijahit pada sisa keliman dengan cara sepatu mesin sedikit di angkat
d9 )emudian turunkan sepatu mesin dan jahit terus berulang-ulang sampai selesai
e9 )elim som dapat dijahit dengan memakai mesin serbaguna
,ambar 7%. )elim som mesin
$. M*-..&-#%-. Ka3&$
#enggunting kampuh berBungsi untuk membentuk sudut dan lengkungan yangterdapat
pada busana agar terlihat rapih.
)ampuh busana yang harus digunting
!9 Pada bagian yang cekung kampuh digunting segitiga
%9 Pada bagian cembung kampuh digunting lurus
69 Pada bagian yang runcing 8untuk membentuk sudut9 digunting tegak lurus dengan sudut
tersebut
2.5 P*-&#&3 B&'a-a
A. R&a$ Ka-c%-.
)ancing dan rumah kancing dipakai untuk menutup belahan yang terdiri atas % lapis
yang bertumpukan yaitu pada bagian kiri dan bagian kanan busana. Pemasangan kancing pada
umumnya di bagian tengah muka, tengah belakang dan ada juga yang disisi ataupun pada
bahu, letaknya tersebut disesuaikan dengan desain. 2ntuk busana wanita letak belahan yang
bagian kanan diatas dan bagian kiri dibawah atau rumah kancing terletak sebelah kanan dan
kancing baju terletah disebelah kiri. Sedangkan untuk pria belahan bagian kiri diatas dan
belahan bagian kanan dibawah 8kebalikan dari letak belahan pakaian wanita9. Posisi rumah
kancing ada yang memanjang dan ada melebar>membujur, tergantung jenis belahannya.
0elahan yang pelapisnya mengarah kedalam, rumah kancingnya dibuat melebar, sedangkan
belahan yang pelapisnya mengarah keluar, atau belahan yang memakai serip, letak lobang
kancing membujur.
Teknik membuatnya
a9 *elujur garis tengah muka dan tentukan jarak atau tempat lobang kancing.
b9 #emberi tanda pada tempat yang akan dilobangi, ukurannya dilebihkan +,% mm dari
garis tengah kancing, agar kancing leluasa keluar masuk. )emudian tanda tadi dilobangi
dengan gunting yang tajam dengan pendedel, lalu dijelujur rapat disekeliling lobang
kancing
untuk penahan.
c9 )emudian lobang kancing dijahit dengan tusuk rumah kancing dengan menggunakan
teknik rumah kancing atau dengan tusuk Beston, biasanya digunakan untuk blus wanita,
kemeja, atau busana anak-anak.
B. R%#'"&%#%-.
0elahan tutup tarik adalah belahan yang dipasangkan tutup tarik 8retsleiting9. belahan
ini pada umumnya dipakai untuk tengah belakang rok, gaun, baju kurung, celana, dan
sebagainya. 0anyak bentuk 8model9 dari tutup tarik dan banyak pula cara 8teknik9
pemasangannya yang disesuaikan dengan Bungsinya. /ungsi utama dari tutup tarik adalah
untuk memudahkan membuka dan memakai pakaian, disamping itu tutup tarik juga berBungsi
untuk menambah keindahan pakaian tersebut.
1. R%#'"&%#%-. B%a'a
Tutup tarik ini biasanya dipasangkan pada belahan yang memakai kampuh seperti tengah
belakang rok, blus, gaun, dan ada juga yang ditengah muka atau sisi.
Teknik pemasangannya
a9 0eri tanda panjang tutup tarik pada bagian dalam pakaian
b9 *ahit kampuh pakaian sampai pada batas tutup tarik
c9 0ukakan kampuh dan pres
d9 3etakan tutup tarik pada bagian dalam pakaian, dan jelujur dari bagian luar pakaian
e9 Tutup tarik di setik menelengkup pada bagian kiri lebih kurang % mm dari tanda kampuh.
B9 )embangkan kampuh dan rapikan 8tekan dengan sterika9, kemudian setik bagian kanan
lebih kurang E s.d ! cm dengan posisi tutup tarik bagian luar menghadap keatas.
2. R%#'"&%#%-. J*3a-.
Tutup tarik ini pada umumnya dipakai pada belahan belakang baju kurung, gaun, rok,
blus, dsb. Pemakaian tutup tarik ini pada prinsipnya harus pada tempat belahan yang memakai
kampuh. Alat 8sepatu mesin9 yang dipakai adalah sepatu khusus untuk tutup tarik jepang yang
mempunyai dua lekukan 8terowong9 gigi restleiting.
3angkah )erja
a. 0eri tanda panjang restleiting 6 cm dari titik bukaan, lalu dijahit kampuh sisa
b. 3etakan tutup tarik pada bagian dalam pakaian dan dijelujur bagian kiri dan bagian kanan
tepat pada pinggir gigi
c. 3alu di jahit dengan memakai sepatu khusus dan gigi restleiting tepat 8masuk9 ke tempat
lekukan sepat mesin kiri, sampai ujung restleiting 86 cm9 melewati titik bukaan
d. *ahitkan lagi yang bagian kanan seperti menjahitkan yang bagian kiri.
). B*"a$a-
0elahan adalah guntingan pada pakaian yang berBungsi untuk memudahkan membuka
dan menutup pakaian. .isamping itu juga berBungsi untuk hiasan atau ?ariasi pada pakaian,
karena pada belahan nantinya akan dilengkapi dengan kancing>penutup belahan.
0elahan pada umumnya terdapat pada tengah muka, tengah belakang, ujung lengan ataupun
di tempat-tempat lain pada bagian-bagian pakaian.
1. B*"a$a- Sa#& La+&) 0a)a 1
3angkah )erja
a9 ,unting bahan utama ukuran !:C!+cm, kumai serong %+C:cm, dan ?iselin %+C: cm
b9 0uat hidung jahitan
c9 ,unting belahan
d9 3apisi kumai serong menggunakan ?iseline
e9 )umai serong dijelujur pada kampuh belahan +,: m dan dijahit dengan mesin
B9 *ahitan disetrika
g9 Tiras kumai serong dilipat +,: cm, dijelujur pada jahitan mesin, sehingga lebar lidah
belahan menjedi % cm
h9 3idah belahan dilipat dua
i9 0entuk belahan menjadi segitiga dan jahit
j9 /ragmen disetrik
2. B*"a$a- Sa#& La+&) 0a)a 2
3angkah )erja
a9 ,unting pola badan depan dan belakang.
b9 Potong bahan utama dan ?iselin ukuran !+C< cm dan !+C6 cm
c9 0uat hidung jahitan
d9 ,unting belahan
e9 Pasangkan bahan belahan ukuran !+C6 cm yag sudah diberi ?iseline pada belahan sebelah
kanan dan ukuran !+C< cm pada belahan sebelah kiri
B9 3ipat belahan sebelah kiri dan dijahit mesin sehingga lebar lidah belahan menjadi % F
cm.
g9 3idah belahan kiri dilipat +,: cm dan disom
h9 2ntuk penyelesaian obras sekeliling Bragmen
/. B*"a$a- Pa''*31%"*
3angkah )erja
a9 potong kain utama dengan ukuran !:C!+, kumai serong !6C !+ cm, dan ?iseline !6C!+cm
b9 beri tanda pada tempat belahan dengan ukuran panjang belahan !+ cm dan lebar % cm
kanan kiri.
c9 3apisi kumai serong dengan ?iseline
d9 )umai serong yang sudah dilapisi dengan ?iseline diberi tanda tempat belahan
e9 Tumpukkan tepat pada tempat belahan di bahan Bragmen
B9 *ahit pada tanda belahan
g9 ,unting belahan
h9 )ampuh dibuka dan disetrika
i9 3apisan kumai serong dibalik ke bagian buruk
j9 /ragmen dibalik
k9 3idah belahan dilipat menjadi % cm kiri dan kanan. Tiras kumai serong dilipat +,: cm dan
jelujuran pada jahitan mesin
l9 .iselesaikan dengan cara disom atau dijahit pada bagian baik di alur jahitan
m9 Sisa kumai srong bagian bawah belahan dirapihkan.
n9 0entuk segitiga dijahit dengan mesin
o9 Setrika Bragmen
6. D&a La+&)
3angkah )erja
a9 ,unting bahan sesuai dengan pola badan depan dan belakang dan sediakan % lembar lajur
dengan ukuran sama dengan panjang belahan, ditambah 6 cm, untuk lajur belahan
lebarnya % kali lebar belahan ditambah kampuh % cm.
b9 Tentukan tempat belahan, panjang belahan !+ cm, lebar belahan setelah dijahit 6 cm
c9 0erilah tanda kampuh pada sekeliling lajur, ujung lajur ditipiskan
d9 3etak lajur kanan pada sisi kanan dan lajur kiri pada sisi kiri. Sematkan ! cm ke kiri dan
ke kanan dari tempat yang akan digunting kemudian disetik
e9 ,unting belahan ! cm sebelum ujung belahan, buat guntingan menyudut atau segitiga
B9 3ipat lajur bagian buruk menurut tanda yang telah ditentukan. Tepi lajur yang bertiras
dibuat lipat kedalam. Semat dengan dijahit mesin
g9 Setik ujung belahan dengan mesin dari bagian baik, selesaikan ujung belahan bagian
buruk dengan setikan mesin.
2.; K*)a$
)erah merupakan salah satu penyelesaian pinggir pakaian yang dipasangkan pada
leher. )erah mempunyai bermacam-macam bentuk, desain dan ukuran. .ari berbagai bentuk
desain kerah akan memberikan kesan atau nilai tersendiri bagi si pemakai.
A. K*)a$ T*.a(
3angkah )erja
!. 0uat pola badan dan kerah
%. Potong bahan sesuai dengan pola badan
6. Satukan bagian bahu depan dan belakang
7. )erah digunting sesuai pola ditambah kampuh ! cm
:. Agar bentuknya bagus diberi pelapis ?isline dengan ukuran sama dengan pola
<. .ijahit dengan setikan mesin selebar kampuh kecuali pada bagian leher
=. Tirasnya digunting kecil-kecil sampai pada batas setikan dengan jarak ! s.d % cm,
tujuannya agar bentuk kerah tidak kaku 8menurut bentuk9 lalu di press 8 ketika
menggunting tiras jangan sampai tergunting benang setikan 9
@. *elujur kerah dengan badan agar hasilnya rapi
A. 3alu dijahit dengan mesin pada sekeliling lingkar leher sesuai dengan tanda pola
!+. Selesaikan tiras menggunakan gunting ;ig-;ag
B. K*)a$ S*#*-.a$ T*.a(
3angkah )erja
!. 0uat pola badan dan kerah
%. Potong bahan sesuai dengan pola badan
6. Satukan bagian bahu depan dan belakang
7. )erah digunting sesuai pola ditambah kampuh ! cm
:. Agar bentuknya bagus diberi pelapis ?isline dengan ukuran sama dengan pola.
<. .ijahit dengan setikan mesin selebar kampuh kecuali pada bagian leher
=. Tirasnya digunting kecil-kecil sampai pada batas setikan dengan jarak ! s.d % cm,
tujuannya agar bentuk kerah tidak kaku 8menurut bentuk9 lalu di press 8 ketika
menggunting tiras jangan sampai tergunting benang setikan 9
@. *elujur kerah dengan badan agar hasilnya rapi
A. 3alu dijahit dengan mesin pada sekeliling lingkar leher sesuai dengan tanda pola
!+. Selesaikan tiras menggunakan gunting ;ig-;ag
0. K*)a$ R*4a$
)erah rebah disebut juga kerah baby karena kerah ini banyak dipakai untuk busana
bayi, busana anak-anak, dan busana wanita.
3angkah )erja
!. 0uat pola badan dan kerah
%. Potong bahan sesuai dengan pola badan
6. Satukan bagian bahu depan dan belakang
7. )erah digunting sesuai pola ditambah kampuh ! cm
:. Agar bentuknya bagus diberi pelapis ?isline dengan ukuran sama dengan pola.
<. .ijahit dengan setikan mesin selebar kampuh kecuali pada bagian leher
=. Tirasnya digunting kecil-kecil sampai pada batas setikan dengan jarak ! s.d % cm,
tujuannya agar bentuk kerah tidak kaku 8menurut bentuk9 lalu di press 8 ketika
menggunting tiras jangan sampai tergunting benang setikan 9
@. *elujur kerah dengan badan agar hasilnya rapi
A. 3alu dijahit dengan mesin pada sekeliling lingkar leher sesuai dengan tanda pola
!+. *ahit kumai serong pada tanda pola yang terdapat di bagian atas kerah sebagai lapisan
agar kerah terlihat rapih
!!. Selesaikan tiras menggunakan gunting ;ig-;ag
2.7 Sa(&
a. Sa(& L&a)8T*3*"
*enis saku ini adalah saku yang dipasang atau dijahit menempel pada busana dan terlihat
bentuknya dari luar. Saku luar atau saku tempel dengan berbagai bentuk umumnya dipasang
pada kemeja atau blus. 'amun, sering juga dipasang pada sekitar panggul belakang sebuah
rok, gaun, atau celana.
3angkah )erja
!9 ,unting kain ukuran !:C!: cm dan untuk saku !7C!+ cm 8kampuh masing-masing sisi !
cm9
%9 0uat pola pada bahan utama ukuran !+C@ cm
69 )elim bagian atas saku dengan hasil jadi % cm
79 *ahit saku sesuai pola yang sudah di buat
:9 -apihkan sisa tiras dengan obras
4. Sa(& Da"a
Saku dalam adalah saku yang dipasang atau dijahit di dalam atau tersembunyi sehingga tidak
tampak dari luar. Saku dalam bisa digunakan pada blus, rok, gaun, celana, maupun jaket.
M1,*" 1
3angkah )erja
!9 Potong bahan utama ukuran !:C!: cm, lapisan !:C<, dan Buring !+C!:
%9 0uat pola pada bahan utama ke samping 6 cm dan ke bawah !+ cm dan garis satukan dua
titik tersebut.
69 *ahit lapisan dan kantong 8lapisan diatas kantong9 sesuai garis
79 0alik lapisan ke belakang dan setik ! mm pada bibir
:9 Satukan lapisan dengan Buring
<9 *ahit saku dan obras untuk merapihkan tiras
M1,*" 2
3angkah )erja
!9 Potong bahan utama ukuran !:C!: cm, lapisan !:C<, dan Buring !+C!:
%9 0uat pola pada bahan utama ke samping = cm dan ke bawah = cm dan satukan dua titik
tersebut membentuk lengkungan
69 *ahit lapisan dan kantong 8lapisan diatas kantong9 sesuai pola
79 0alik lapisan ke belakang dan setik ! mm pada bibir
:9 Satukan lapisan dengan Buring
<9 *ahit saku dan obras untuk merapihkan tiras
c. Sa(& B141(
1. Sa(& 3a''*31%""*
*angkah erja :
a( potong bahan utama dengan ukuran 1%+1% cm, bibir saku
menggunakan kumai serong ukuran ,+12 cm, lapisan -uring saku
1%+". cm
b( *apisan kantong saku, agar kain saku tidak kelihatan diberi
lapisan saku dari bahan pokok.
c( Buat pola persegi panjang pada bahan utama ukuran 1+12 cm
d( *apisan untuk bibir passepoille menggunakan /iseline
e( Jelujur lapisan dengan bahan utama sesuai dengan pola
-( Jahit sesuai pola persegi panjang
g( 0unting bagian tengah dan diberi sudut segitiga
h( Balik lapisan dan buat masing1masing bibir atas dan ba&ah 2 cm
lalu setik mesin
i( Jahit kampuh bibir ba&ah dengan -uring kantong dan bagian
-uring kantong yang satu lagi diberi lapisan bahan utama dan di
jahit dengan kampuh bibir atas
j( Jahit sisi kantong mele&ati sudut segitiga
k( $apihkan sisi kantong dengan di obras dan sisi bahan utama
dengan gunting 3ig3ag
2. Sa(& <*'#
*angkah erja :
a( !otong bahan utama dengan ukuran 1%+1% cm, /est ukuran 1#+,
cm, lapisan ,+12, dan lapisan -uring saku 1%+". cm
b( *apisan kantong saku, agar kain saku tidak kelihatan diberi
lapisan saku dari bahan pokok.
c( Buat pola persegi panjang pada bahan utama ukuran 1+12 cm
d( !asang /iseline pada bahan yang akan dibuat /est
e( Jelujur /est dengan lapisan sesuai pola pada bahan utama
-( Jahit sesuai pola persegi panjang
g( 0unting bagian tengah dan diberi sudut segitiga
h( Balik /est dan lapisan
i( Jahit lapisan ba&ah dengan -uring kantong dan bagian -uring
kantong yang satu lagi diberi lapisan bahan utama dan di jahit
dengan kampuh bibir atas
j( Jahit sisi kantong mele&ati sudut segitiga
k( *ekatkan sisi /est pada bahan saku dengan tusuk balut/som
l( $apihkan sisi kantong dengan di obras dan sisi bahan utama
dengan gunting 3ig3ag
/. Sa(& ("*3
*angkah erja :
a( potong bahan utama dengan ukuran 1%+1% cm, bibir saku
menggunakan kumai serong ukuran ,+12 cm, bahan untuk klep
1#+%cm, dan lapisan -uring saku 1%+". cm
b( *apisan kantong saku, agar kain saku tidak kelihatan diberi
lapisan saku dari bahan pokok.
c( Buat pola persegi panjang pada bahan utama ukuran 1+12 cm
d( *apisan untuk bibir passepoille menggunakan /iseline
e( Jelujur lapisan dengan bahan utama sesuai dengan pola
-( Jahit sesuai pola persegi panjang
g( 0unting bagian tengah dan diberi sudut segitiga
h( Balik lapisan dan buat masing1masing bibir atas dan ba&ah 2 cm
lalu setik mesin
i( !otong /iseline ukuran pas pola yaitu 12+" cm, satukan dengan
bahan klep dengan setrika, dan jahit keliling
j( !asang klep diantara bibir passepoille
k( Jahit kampuh bibir ba&ah dengan -uring kantong dan bagian
-uring kantong yang satu lagi diberi lapisan bahan utama dan di
jahit dengan kampuh bibir atas
l( Jahit sisi kantong mele&ati sudut segitiga
m( $apihkan sisi kantong dengan di obras dan sisi bahan utama
dengan gunting 3ig3ag
1.4 L*-.a-
3engan menurut konstruksinya ada %, yaitu
A. L*-.a- Pa'a-.
3engan pasang yaitu lengan yang berdiri sendiri sendiri dengan cara memasangkannya
pada kerung leher.
#acam G macam lengan pasang
!. 3engan licin yaitu lengan yang bentuk lingkar kerung
lengannya licin, yang ada hanya kerutan semu pada lengan yang tujuannya agar
pemasangan lengan tidak kaku dan enak dipakai, terutama pada puncak lengan.
4ara pemasangannya adalah sebagai berikut
a. Siapkan badan yang sudah dijahit garis bahu dan garis sisi.
b. *ahit puncak kerung lengan dengan setikan jarang dua lajur, garis pola terletak
diantara setikan, dengan jarak antara setikan +,: cm.
c. *ahit sisi lengan
d. 2kur lingkar kerung lengan badan dan samakan dengannukuran lingkar kerung lengan
pada lengan.
e. Pasangkan lengan, dengan posisi bagian baik badan menghadap bagian baik lengan
dengan bantuan jarum pentul atau jelujuran dan posisikan garis bahu tepat pada titik
puncak lengan. *ahit sekeliling lingkar kerung lengan pada garis kampuh.
2. 3engan poBB yaitu lengan yang bagian puncaknya licin dan bagian lingkar
lengannya berkerut dengan bantuan manset, lengan ini banyak dipakai oleh wanita dan
anak-anak.
4ara pemasangannya adalah sebagai berikut
a. Siapkan badan yang sudah dijahit garis bahu dan garis sisi.
b. *ahit lingkar bawah lengan dengan setikan jarang dua lajur, garis pola terletak diantara
setikan, dengan jarak antara setikan +,: cm. 3alu dikerut sesuai kebutuhan>desain
c. *ahit sisi lengan
d. 2kur lingkar kerung lengan badan dan samakan dengan ukuran lingkar kerung lengan
pada lengan.
e. Pasangkan lengan, dengan posisi bagian baik badan menghadap bagian baik lengan
dengan bantuan jarum pentul atau jelujuran dan posisikan garis bahu tepat pada titik
puncak lengan. *ahit sekeliling lingkar kerung lengan pada garis kampuh.
6. 3engan kop, yaitu lengan yang puncaknya berkerut sedangkan bagian lingkar
lengannya licin 8tidak ada kerutan9.
4ara pemasangannya adalah sebagai berikut
a. Siapkan badan yang sudah dijahit garis bahu dan garis sisi.
b. *ahit puncak kerung lengan dengan setikan jarang dua lajur, garis pola terletak
diantara setikan, dengan jarak antara setikan +,: cm. 3alu dikerut sesuai
kebutuhan>desain
c. *ahit sisi lengan
d. 2kur lingkar kerung lengan badan dan samakan dengan ukuran lingkar kerung lengan
pada lengan.
e. Pasangkan lengan, dengan posisi bagian baik badan menghadap bagian baik lengan
dengan bantuan jarum pentul atau jelujuran dan posisikan garis bahu tepat pada titik
puncak lengan. *ahit sekeliling lingkar kerung lengan pada garis kampuh.
B. L*-.a- S*#a"%
3engan setali adalah lengan yang menyatu>setali dengan garis leher atau lengan yang
digunting bersatu dengan badan. 3engan setali dibuat menyatu dengan badan, ada yang
mempunyai garis bahu dari leher sampai panjang lengan atau tidak mempunyai garis bahu
8garis bahu dibuat pada lipatan kain9.
4ara menjahitnya
a. Satukan garis lengan bagian muka dengan bagian belakang baik sebelah kiri ataupun
sebelah kanan kanan 8untuk yang ada jahitan di bahu9.
b. *ahit sisi lengan terus ke sisi badan dengan demikian lengan sudah dibentuk
#acam G macam lengan setali
!. 3engan dolman adalah lengan yang ditarik dari garis bahu menuju bagian badan putus ke
sisi blus>pakaian.
%. 3engan reglan adalah lengan yang tidak mempunyai lingkar kerung lengan tetapi
mempunyai garis serong dari leher sampai ketiak 8sisi badan9 baik bentuk bagian muka
maupun bagian belakang.
4ara menjahitnya adalah
a. Satukan badan muka dengan lengan muka
b. Satukan badan belakang dengan lengan belakang
c. Satukan sisi dari ujung lengan sampai batas bawah busana kiri dan kanan.
6. 3engan kimono adalah lengan yang digunting setali dengan bagian belakang.
2.= Ga)-%#&)*
macam-macam garniture
A. R*-,a
-enda 8dari bahasa Portugis renda9 adalah kerawang 8biku-biku9 dibuat dari benang dirajut
yang biasa dipasang di tepi baju, kain, bantal dan sebagainya.
Ada berbagai jenis renda
!9 -enda jarum renda yang dibuat menggunakan benang dan jarum.
%9 4utwork renda yang dibuat dengan mengambil benang dari kain yang
ada.
69 0obbin lace renda yang dibuat dengan bobbin 8sepul benang9 dan bantal.
79 -enda rajut renda yang dibuat dengan rajutan.
:9 -enda kait renda yang dibuat dengan mengait.
B. P%#a
Pita banyak macamnya, misalnya dari segi bahannya ada pita satin, pita organdi, pita katun,
dan lain-lain
). Ka-c%-.
)ancing atau buah baju adalah alat kecil berbentuk pipih, dan bundar yang dipasangkan
dengan lubang kancing untuk menyatukan dua helai kain yang bertumpukan, atau sebagai
ornamen. Selain berbentuk bundar, kancing juga dibuat dalam berbagai bentuk seperti bulat,
persegi, dan segitiga.
0ahan yang paling umum untuk kancing adalah plastik keras. Selain itu, kancing dibuat dari
bahan-bahan sintetis lainnya seperti seluloid, gelas, logam, dan bakelit, atau bahan-bahan
alami seperti tanduk, tulang, gading, kerang, kayu.
3etak kancing merupakan bagian dari desain busana. )ancing dapat dipasang di bagian muka
tengah 8kemeja, jas, blus, kebaya9, bagian belakang gaun, ujung lengan kemeja dan jas, atau
bahu 8epolet9. Pada belahan baju wanita, kancing dipasang di sisi kiri dan lubang kancing di
sisi kanan. Sebaliknya, kancing baju pria berada di sisi kanan dan lubang kancing di sisi kiri.
Sehelai pakaian umumnya dipasangi kancing-kancing dengan bentuk, ukuran, warna, dan
motiB yang sama
*enis kancing
)ancing lubang dua, kancing lubang empat
.i permukaan kancing terdapat lubang-lubang tempat lewat jalur benang jahitan. )ancing
seperti ini dapat dipasang dengan jahitan tangan atau mesin jahit.
)ancing jepret 8kancing tekan atau kancing hak9
)ancing jenis ini terdiri dari dua bagian bagian cembung dan bagian cekung. )edua bagian
mengunci bila ditekan, dan terlepas bila ditarik.
)ancing bungkus
)ain digunakan untuk membungkus kancing. 3ubang untuk jalur benang berada di bagian
belakang kancing.
)ancing sengkelit
)ancing dipasangkan dengan rumah kancing berupa sengkelit dari lipatan kain. )ain tidak
dilubangi untuk lubang kancing sehingga sesuai untuk kain tipis.
)ancing cina
)ancing dan rumah kancing dibuat dari simpul-simpul tali kor.
BAB III
PENUTUP
".1K*'%3&"a-
.alam mata kuliah ini di pelajari tentang berbagai teknik pembuatan bagian-bagain
busana mulai dari kampuh, kelim,saku, kerah, lubang kancing, dan lain sebagainya.
.engan demikian setelah mempelajari dan mengerti teknik pembuatan bagian-bagian
busana itu kita bisa menerapkan pada busana secara keseluruhan hingga tercipta
busana yang diharapkan