Anda di halaman 1dari 3

Penyuluhan Diare Di Puskesmas Cabenge

Kabupaten Soppeng

I. Latar Belakang
Kesehatan adalah hal yang sangat berharga bagi manusia, dan selain
sebagai hak, dimana setiap orang berhak untuk mendapatkan hidup yang sehat.
Namun kesehatan juga merupakan sebuah kewajiban dimana setiap individu
berkewajiban untuk menjaga kesehatan dirinya masing-masing. Apabila individu
lalai dalam menjaga kesehatan dirinya maka individu tersebut akan jatuh sakit dan
tidak dapat beraktivitas dengan maksimal.
Diare adalah peningkatan volume, keenceran atau frekuensi buang air
besar. Diare yang disebabkan oleh masalah kesehatan biasanya jumlahnya sangat
banyak, bisa mencapai lebih dari 500 gram/hari. Orang yang banyak makan serat
sayuran, dalam keadaan normal bisa menghasilkan lebih dari 500 gram, tetapi
konsistensinya normal dan tidak cair. Dalam keadaan normal, tinja mengandung
60-90% air, pada diare airnya bisa mencapai lebih dari 90%.

II. Permasalahan di Masyarakat
Penyakit diare masih sering menimbulkan KLB (Kejadian Luar Biasa)
seperti halnya kolera dengan jumlah penderita yang banyak dalam waktu yang
singkat. Namun dengan tata laksana diare yang cepat, tepat dan bermutu kematian
dapat ditekan seminimal mungkin.
Kabupaten Soppeng merupakan wilayah dengan curah hujan yang cukup
tinggi dan sering mengalami musibah kebanjiran, yang merupakan salah satu
faktor resiko dari penyakit diare.
III. Perencanaan dan Pemilihan Intervensi
Melihat keadaan diatas selain dilakukannya pemeriksaan dan penanganan
diare di Puskesmas, Kami selaku medis merencanakan untuk melakukan
Pelaksanaan Penyuluhan di Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Cabenge Kab.
Soppeng.

IV. Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dibagi menjadi 2 tahap, yaitu:
1. Tahap Perkenalan dan Penggalian Pengetahuan Peserta
Setelah memberi salam dan perkenalan pemateri terlebih dahulu menyampaikan
maksud dan tujuan diberikan penyuluhan sebelum materi disampaikan. Kemudian
pemateri memberi pertanyaan pembuka untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta
(pretest) tentang materi yang akan diberikan.
Pertanyaan yang diberikan, sebagai berikut:
Apakah pengertian diare?
Bagaimana penanggulangan diare, yang biasa dilakukan warga selama ini?
Peserta menjawab pertanyaan pemateri dengan bahasa mereka, dimana sebagian besar
peserta dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Setelah itu penyaji langsung masuk
pada materi penyuluhan.
2. Tahap Penyajian Materi
Penyajian materi sesuai dengan materi penyuluhan yang teerlampir pada SAP. Disela-
sela materi yang disampaikan, pemateri memberikan kesempatan pada peserta untuk
bertanya langsung apabila ada materi yang tidak dimengerti. Setelah materi disampaikan
semua, pemateri melakukan demonstrasi pembuatan larutan gula garam.
V. Evaluasi
Evaluasi Struktur
Dokter dan petugas kesehatan datang sebelum waktu yang ditetapkan untuk
mempersiapkan sarana dan prasarana untuk kegiatan penyuluhan. Semua peserta
datang tepat waktu. Penyuluhan dimulai setelah acara tiba sampai selesai.
Evaluasi Proses
Peserta yang hadir 35 (hampir seluruh peserta hadir). Pelaksanaan penyuluhan
berjalan sebagaimana yang diharapkan dimana peserta antusias menjawab pertanyaan
yang diajukan pemateri dan hampir sebagian besar peserta aktif melontarkan
pertanyaan.



Evaluasi Hasil
Lebih dari 75% dari peserta yang hadir mampu menjawab pertanyaan dari
pemateri tentang materi yang disampaikan. Hal ini membuktikan bahwa peserta
memperhatikan materi yang disampaikan.
Pertanyaan yang muncul dari peserta antara lain:
1. Apakah anak yang diare boleh diberikan susu?
2. Bagaimana cara pemberian oralit/larutan gula garam pada balita yang terkena
diare?
3. Apakah anak diare boleh makan yang manis-manis?
Jawaban yang diberikan:
1. Anak diare tetap diberikan ASI atau susu botol selama anak tersebut tidak alergi
terhadap susu botol tersebut. Pemberian ASI sangat penting pada anak yang diare
untuk menambah tenaga karena anak yang terkena diare biasanya menjadi lemas
akibat banyak cairan tubuh yang keluar.
2. Tiga (3) gelas dalam 3 jam pertama selanjutnya 1 gelas setian anak diare.
3. Boleh, yang terpenting anak tidak boleh diberi makanan yang merangsang,
seperti: makanan pedas, asam.