Anda di halaman 1dari 19

Isolasi dan Uji Kualitatif

Mikroba Penghasil Selulosa dari Tanah Dekat Area Pengrajenan


BAB 1
PENDAU!UAN
1"1 !atar Belakang
Mikroba adalah makhluk yang mempunyai ukuran sangat kecil dan
tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Klasifikasi mikroba meliputi bakteri,
virus, protozoa, alga, dan fungi. Mikroba mempunyai peranan penting dalam
kehidupan manusia. Salah satu produk metabilsme dari bakteri adalah enzim.
Enzim yang dihasilkan antara lain enzim amilase, selulase, protease dan
lipase. Enzim yang dihasilkan tersebut bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Seperti selulase yang bermanfaat dalam industri kertas, makanan dan
minuman, industri detergen dan industri ternak dan pertanian. Selulosa dapat
dihasilkan oleh fungi dan bakteri. Fungi penghasil selulosa antara lain genus
Tricoderma (Tricoderma viride), Aspergillus (Aspergillus oryzae dan
Aspergillus niger) dan Penicillium. Sedangkan bakteri pengahasil selulosa
antara lain Bacillus, Cellulomonas, Micrococcus, Cellevebrio,
Sporosphytopagha Bakteri penghasil sesulosa disebut dengan bakteri
selulotik. Bakteri selulotik adalah bakteri yang mempunyai kemampuan untuk
menguraikan selulosa menadi monomer glukosa dan menadikannya sebagai
sumber karbon dan energi. !emanfaatan bakteri selulitik yaitu sebagai
penghasil enzim selulase yang digunakan untuk menghidrolisis selulosa.
Selulosa adalah karbohidrat berpolimer berantai lurus bebentuk seperti
serabut, liat, tidak larut dalam air dan ditemukan dalam dinding sel pelindung
tumbuhan terutama pada tangkai, batang, dahan dan semua bagian berkayu
aringan tumbuhan dan pada tanah dekat area penggraenan. Enzim yang
dihasilkan adalah enzim selulase yang mempunyai banyak manfaat. "ndonesia
masih menggantungkan dirinya pada negara asing dalam produki enzim
selulase dan harganya pun tidak murah. #leh karena itu penelitian pada kali
ini bertuuan untuk mengisolasi bakteri selulosa yang mana dapat
menghasilkan enzim selulase sehingga dapat memproduksi selulase sendiri
dengan harga yang auh lebih murah. $eknik isolasi yang digunakan dari
daerah tanah dekat area penggraenan karena area tersebut mudah ditemukan
dan dalam pengambilan samplenya tidak sulit.
#"# $u%usan Masalah
%dapun rumusan masalah dari study lapangan kali ini adalah&
'. Bagaimana cara mengisolasi mikroba penghasil selulosa dari tanah dekat area
penggraenan (serbuk kayu bekas)*
+. Bagaimana cara ui kualitatif mikroba penghasil selulosa dari tanah dekat area
penggraenan (serbuk kayu bekas)*

1"# Tujuan
$uuan dari study lapangan kali ini adalah&
'. Mengetahui cara mengisolasi mikroba penghasil selulosa dari tanah dekat area
penggraenan (serbuk kayu bekas).
+. Mengetahui cara ui kualitatif mikroba penghasil selulosa dari tanah dekat
area penggraenan (serbuk kayu bekas).
1"& Manfaat
Manfaat dari study lapangan kali ini adalah&
1" Memberikan informasi mengenai cara mengisolasi mikroba penghasil
selulosa dari tanah dekat area penggraenan (serbuk kayu bekas).
#" Memberikan informasi mengenai cara ui kualitatif mikroba penghasil
selulosa dari tanah dekat area penggraenan (serbuk kayu bekas).
BAB #
KA'IAN PUSTAKA
#"1 Bakteri Selulolitik dan En(i% Selulosa
Bakteri selulolitik adalah bakteri yang mampu menghidrolisis kompleks
selulosa menadi oligosakarida yang lebih kecil dan akhirnya menadi glukosa.
,lukosa tersebut digunakan sebagai sumber karbon dan sumber nutrisi bagi
pertumbuhan organisme ini. Bakteri selulolitik mensintesis seperangkat enzim yang
mampu menghidrolisis selulosa. Enzim tersebut adalah kompleks selulase. Enzim ini
disintesis oleh mikroba selama tumbuh dalam media selulosa ("brahim -
Eldi.an,+//0).
Mikroba yang mampu mendegradasi selulosa kristal dapat mensekresikan
kompleks selulase (Shimada et al '112). Selulase dihasilkan sebagai respon terhadap
adanya selulosa pada lingkungannya. !roses ini berlangsung apabila teradi kontak
langsung antara sel bakteri dan permukaan selulosa (Busto et al '113). Kemampuan
biosintesis selulase dimiliki oleh banyak mikroba (4aza - shafi567r64ehman +//8).
Mikroba penghasil selulase secara ekstraseluler tersebar pada kapang dan bakteri.
Meskipun bakteri selulolitik memiliki sistem metabolisme yang berbeda dengan
kapang dan sedikit sekali data tentang bakteri penghasil enzim ini, akan tetapi,
umumnya diasumsikan memiliki tingkah laku yang sama (Fikrinda +///). Mikroba
selulolitik dari kelompok bakteri memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat sehingga
.aktu yang dibutuhkan untuk memproduksi selulase menadi lebih pendek. Selain
itu, tingkat variasi genetik kelompok bakteri sangat beragam sehingga
memungkinkan dilakukan rekayasa genetik untuk optimasi produksi maupun aktivitas
selulasenya (%lam et al +//2). Setiap bakteri selulolitik menghasilkan kompleks
enzim yang berdeda6beda, tergantung dari gen yang dimiliki dan sumber karbon yang
digunakan. Selain itu, umlah dan komponen selulase yang dihasilkan dipengaruhi
oleh enis substrat, konsentrasi substrat, dan suhu (%guiar +//').
,ambar'.' Enzim selulase
Beberapa mikroba, misalnya fungi, yeast, bakteri, dan kelompok
actinomycetes memiliki kemamapuan selulolitik dan mampu mengubahnya menadi
gula yang sama (glukosa). !roses dekomposisi selulosa memerlukan suatu enzim
yang komplek disebut dengan selulase. $erdapat tiga tipe dari aktivitas enzim ini pada
bakteri. Komponen dari sistem selulase pertama diklasifikasikan berdasarkan pada
model aksi katalitiknya dan saat sekarang diklasifikasikan berdasarkan sifat
strukturalnya. $iga tipe utama dari aktivitas enzimatik yang ditemukan9 (')
Endoglucanase atau ',26B6:6glucanase, termasuk ',26B6:6glucan626glucano6
hydrolase (E; <.+.'.2), (+) e=oglucanase, termasuk ',26B6:6glucan glucanohydrolase
(uga dikenal sebagai cellode=trinase) (E; <.+.'.02) dan ',26B6:6glucan
cellobiohydrolase) (cellobiohydrolase) (E; <.+.'.1'), dan (<) B6glucosidase atau B6
glucosida glucohydrolase (E;. <.+.'.+'). Endoklukanse memotong secra acak pada
tempat internal tidak beraturan dari rantai polisakarida selulosa sehingga
menghasilkan oligosakarida dengan berbagai macam panang dan selanutnya uung
rantai baru. E=oglukanase bertindak untuk proses reduksi atau uung reduksi dari
rantai polisakarida selulosa sehingga membebaskan baik glukosa (glukanohydrolase)
atau selebiosa (selebiohidrolase) sebagi produk utama. E=oglukanase dapat berperan
pada mikrokristal selulosa dengan melepaskan rantai selulosa dari struktur mikro
kristal B6,lukosidase menadi cellode=trin dan selebiosa untuk dirubah menadi
glukosa (persson et al., '11'9 >ynd et al., +//').
Selulosa adalah senya.a organik yang paling melimpah di alam. %da dua tipe
dasar selulosa yang terdapat di alam, yaitu pektoselulosa dan lignoselulosa. ;ontoh
pektoselulosa seperti rami yang mengandung 8/? selulosa dan contoh lignoselulosa
yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Sebagai senya.a utama penyusun
dinding sel tanaman, selulosa mencakup sekitar </? dari keseluruhan material
tumbuhan (1/? dari kapas dan 3/? dari kayu merupakan selulosa)(Bob, +/'+).
!emanfaatan selulosa telah dilakukan di berbagai bidang, diantaranya untuk
produksi kertas, !iber, dan senya.a kimia turunannya untuk industri plastik, film
fotografi, rayon, dan lainnya. !roduk hidrolisis selulosa yaitu gula (glukosa) uga
merupakan senya.a yang vital dalam industri bioproses. #leh karena itu penggunaan
selulosa sebagai sumber glukosa, di samping sebagai sumber energi terbarukan yang
murah dan melimpah untuk berbagai keperluan semakin berkembang. @idrolisis
selulosa dapat dilakukan dengan menggunakan asam kuat maupun enzim
selulase.@e.an herbivora dapat menggunakan selulosa sebagai bahan makanan
karena memiliki rumen mikroflora untuk menghasilkan enzim selulase. 4umen
mikroflora merupakan komunitas dari berbagai enis mikroorganisme yang hidup di
dalam perut he.an herbivora tersebut (Bob, +/'<).
+.'.' Kapang Aspergillus
Aspergillus sp, seperti Penicillium sp., berasal dari ordo yang sama yaitu
@ypomycetes. Aspergillus sp membentuk badan spora yang disebut konidium
dengan tangkainya konidiofor. Aspergillus sp memiliki ciri khas yaitu memiliki
sterigma primer dan sterigma sekunder karena phialidesnya bercabang + kali. Salah
satu contoh amur ini adalah Aspergillus orizae yang digunakan untuk pembuatan
tempe dan Aspergillus !lavus yang memproduksi aflato=in, zat karsinogenik terkuat
yang pernah ditemukan (4obinson, +//').
,ambar +.+ Koloni Aspergillus
,ambar +.< Koloni bakteri Aspergillus nidulaus
+.'.+ Fungi Tricodaerma
Banyak spesies dari Tricoderma termasuk dalam selulotik. (Kapang tersebut
mempunyai kemampuan mendegradasi selulosa dan menghasilkan enzim selolase
dalam umlah yang besar). Tricoderma banyak ditemukan dalam kayu busuk, produk
kayu, tekstil, buah, sayur dan tanah disekitar daun6daunan kering. Trichoderma sp
penting dalam pembuatan antibiotic
,ambar+.< Tricoderma
#"# Isolasi Bakteri Penghasil Selulosa
Kaian mengenai keanekaragaman bakteri penghasil selulosa pada berbagai
habitat alami dilakukan dengan mengisolasi bakteri dari habitat alaminya berupa
buahdan inokulum nata. Bakteri diisolasi secara selektif dengan menggunakan media
@S ("estrin and Schraam) dan discreening kemampuannya menghasilkan selulosa
menggunakan media produksi air kelapa yang mengandung 3? glukosa dan
ammonium sulfat /.3? pada p@ 3. Selanutnya, isolat bakteri penghasil selulosa
dikarakterisasi dan identifikasi secara fenotipik dan molekular. @asil penelitian
menunukkan bah.a +1 isolat bakteri penghasil selulosa berhasil diisolasi dari habitat
alaminya yaitu buah (anggur, eruk, salak, mangga) dan inokulum nata. Keseluruhan
isolat merupakan kelompok bakteri gram negatif berbentuk batang dan mampu
mengoksidasi etanol menadi asam asetat dan diidentifikasi sebagai anggota familia
Acetobacteraceae. @asil karakterisasi dan identifikasi dengan menggunakan metode
pro!il matching menunukkan bah.a keseluruhan isolat dikelompokkan dalam tiga
genus berbeda, yaitu Acetobacter, #luconacetobacter, dan #luconobacter. %da '+
isolat yang dikelompokkan kedalam genus Acetobacter yang teridentifikasi sebagai
strain anggota 3 spesies yang berbeda, yaitu A Pasteurianus (M,%+), A $rleansis
(M,%'), A lovaniensis (S>K', A4K<, M,%B ), A indonesiensis (%,40, %,48,
%,41, %,4'/, %,4 '0) dan A tropicalis (A4K', M,%3) Selanutnya isolat yang
teridentifikasi sebagai anggota genus #luconacetobacter, dan #luconobacter
masingmasing berumlah '/ dan 0 isolat. Sebanyak '/ isolat yang dikelompokkan
dalam genus #luconacetobacter teridentifikasi sebagai strain anggota 3 spesies
berbeda, yaitu #a hansenii (,:C+3, %,4'8, %,4'1), #aoboediens (,:C<'), #a
%ylinus (A4K+), #a s&ingsii (C:;"'', C:;"'++ ), dan #a rhaeticus (,:C+<,
C:;"'<), selanutnya sebanyak 0 isolat yang dikelompokkan dalam genus
#luconobacter teridentifikasi sebagai strain anggota < spesies berbeda, yaitu #
o'ydans ($C"+B, ,:C<+), # cerinus (,:C<+, M,%2,%,4<, %,42), dan #
thailandicus (M,%<) %nalisis filogenetik berdasarkan se(uence gen 'BS r4C%
menunukkan bah.a kedua isolat M,%B dan M,%< teridentifikasi sebagai strain
anggota spesies A lovaniensis. Aadi dapat disimpulkan, pada penelitian ini berhasil
diisolasi beranekaragam bakteri penghasil selulosa dan ada diantaranya isolat yang
memiliki kemampuan unggul dalam menghasilkan selulosa.
Enzim hasil produksi mikrobia memiliki banyak keuntungan dengan produksi
dalam kuantitas besar mengunakan teknik metode fermentasi yang telah ditetapkan.
!roduksi enzim erat kaitanya dengan cara pengontrolan mikroorganisme sehingga
produktivitas dapat ditingkatkan dan dimodifikasi dengan kontrol ini. @asil selulase
yang diproduksi tergantung pada hubungan komplek yang melibatkan beragam faktor
seperti p@, suhu, .aktu inkubasi, kation, sumber karbon dan nitrogen.7ntuk
menghasilkan proses fermentasi yang baik, maka diperlukan suatu mikroorganisme
yang mampu mengahasilkan secara melimpah metabolit yang diinginkan. :iperlukan
sebuah penyelidikan yang rumit guna membangun sebuah kondisi optimum untuk
meningkatakan skala produksi enzim dalam proses fermentasi sendiri. Beberapa
peneliti telah menunuukan bah.a biaya produksi selulase erat terkait dengan
produktivitas strain mikroba pengahasil enzim (#moasola dan Ailani, +//8). !roses
seperti itu akan mengatasi kekuranagn akan bahan makanan dan pakan ternak,
memecahkan permasalahan pembuanagan sampah modern, dan mengurangi
ketergantungan manusia pada bahan bakar fosil dengan penyedian sumber energi
ramah dan terbarukan dalam bentuk glukosa dimana dapat digunakan untuk produksi
etanol, asam organik, dan senya.a kimia lainnya (@idayat, Dahyu +/'').
#"& Uji %ikroba )enghasil selulase
#"&"1 Menggunakan *M*
;arbo=y Methyl ;ellulose (;M;) merupakan turunan selulosa yang mudah
larut dalam air. #leh karena itu ;M; mudah dihidrolisis menadi gulagula sederhana
oleh enzim selulase dan selanutnya difermentasi menadi etanol oleh bakteri.
!eneltian ini bertuuan untuk menentukan kondisi optimum aktivitas enzim selulase
dari bekicot (Achatina !ulica) beserta karakternya dan mempelaari pola fermentasi
etanol dari hidrolisat ;M; menggunakan Eymomonas mobilis. Kadar ,lukosa yang
dihasilkan dari proses hidrolisis dianalisa dengan menggunakan metode Somogyi6
Celson, sedangkan kadar etanol dari proses fermentasi dianalisa dengan Kromatografi
,as (,;). :ari penelitian ini diperoleh enzim selulase dengan aktivitas ()ilter Paper
Ase) sebesar /,/+ mmolFm> per menit (/,/+ 7nit) dan aktivitas spesifik sebesar /,/+<
7nitFmg protein. Enzim selulase beraktivitas optimum pada p@ 3,+, temperatur 3/o;,
dan konsentrasi substrat 2? serta memiliki parameter kinetik Gm sebesar /,//+
mgFm> per menit dan Km sebesar /,//3 mgFm>. !ada kondisi optimum enzim
selulase dari bekicot (%chatina fulica) mampu menghidrolisis Carbo'y Methyl
Cellulose (;M;) dengan kadar glukosa /,+23 gF'//m>(B',23 mg glukosaFg ;M;).
Fermentasi dengan menggunakan substrat hidrolisat Carbo'y Methyl Cellulose (;M;
menghasilkan etanol sebesar /,230 gFg glukosa atau yield etanol sebesar 81,B ?
dibanding teori (/,/+8 g etanolFg ;M;) (@artanti, +/'/ Aurnal "solasi dan Seleksi
Bakteri Selulotik halaman '/).
Menurut Khairani, +//0, penstabil digunakan untuk menstabilkan
(menghindari teradinya pemisahan antara padatan dan cairan) atau mengentalkan
hasil olahan. Beberapa bahan penstabil yang digunakan adalah gelatin, agar6agar,
;M;, dan pektin. ;M; banyak digunakan sebagai stabilizer dalam pembuatan salad
dressing.
;arbo=y Methyl ;ellulose (;M;) adalah turunan dari selulosa dan ini sering
dipakai dalam industri makanan untuk mendapatkan tekstur yang baik. Fungsi ;M;
ada beberapa terpenting, yaitu sebagai pengental, stabilisator, pembentuk gel,sebagai
pengemulsi, dan dalam beberapa hal dapat merekatkan penyebaran antibiotik
(Dinarno, '183).
!enggunaan ;M; di "ndonesia sebagai bahan penstabil, pengental,
pengembang, pengemulsi dan pembentuk gel dalam produk pangan khususnya seenis
sirup yang diiinkan oleh Menteri Kesehatan 4", diatur menurut !!. Co. +<3F
MECKESF !E4F G"F '101 adalah '6+?.
Sebagai pengemulsi, ;M; sangat baik digunakan untuk memperbaiki
kenampakan tekstur dari produk berkadar gula tinggi. Sebagai pengental, ;M;
mampu mengikat air sehingga molekul6molekul air terperangkap dalam struktur gel
yang dibentuk oleh ;M; (Manifie, '181).
Menurut Khairani, +//0, penstabil digunakan untuk menstabilkan
(menghindari teradinya pemisahan antara padatan dan cairan) atau mengentalkan
hasil olahan. Beberapa bahan penstabil yang digunakan adalah gelatin, agar6agar,
;M;, dan pektin. ;M; banyak digunakan sebagai stabilizer dalam pembuatan salad
dressing.
;M; adalah ester polimer selulosa yang larut dalam air dibuat dengan
mereaksikan Catrium Monoklorasetat dengan selulosa. Catrium karbo=ymethyl
selulosa merupakan turunan selulosa yang digunakan secara luas oleh industri
makanan adalah garam Ca karbo=yl methyl selulosa murni kemudian ditambahkan
Ca kloroasetat untuk mendapatkan tekstur yang baik. Selain itu uga digunakan untuk
mencegah teradinya retrogradasi dan sineresis pada bahan makanan. %dapun reaksi
pembuatan ;M; adalah sebagai berikut&
4#@ H Ca#@ 46#na H @#@
46#Ca H ;l ;@+;##Ca 4;@+;##Ca H Ca;l
;arbo=y Methyl ;ellulose (;M;) merupakan turunan selulosa yang mudah
larut dalam air. #leh karena itu ;M; mudah dihidrolisis menadi gulagula sederhana
oleh enzim selulase dan selanutnya difermentasi menadi etanol oleh bakteri
(Masfufatun, +/'/).
;arbo=y Methyl ;ellulose (;M;) adalah turunan dari selulosa dan ini sering
dipakai dalam industri makanan untuk mendapatkan tekstur yang baik. Fungsi ;M;
ada beberapa terpenting, yaitu sebagai pengental, stabilisator, pembentuk gel,sebagai
pengemulsi, dan dalam beberapa hal dapat merekatkan penyebaran antibiotik
(Dinarno, '183).
!enggunaan ;M; di "ndonesia sebagai bahan penstabil, pengental,
pengembang, pengemulsi dan pembentuk gel dalam produk pangan khususnya seenis
sirup yang diiinkan oleh Menteri Kesehatan 4", diatur menurut !!. Co. +<3F
MECKESF !E4F G"F '101 adalah '6+?.Sebagai pengemulsi, ;M; sangat baik
digunakan untuk memperbaiki kenampakan tekstur dari produk berkadar gula tinggi.
Sebagai pengental, ;M; mampu mengikat air sehingga molekul6molekul air
terperangkap dalam struktur gel yang dibentuk oleh ;M; (Celaeska !utri,+/'').
Kultur bakteri yang telah ditumbuhkan dalam media cair yang
mengandung substrat ;M; '? disentrifugasi pada kecepatan '/ /// g selama
'3 menit. Bagian supernatan digunakan untuk penguian aktivitas enzim
ekstraseluler. Sebanyak ' m> supernatan dicampur dengan ' m> ;M; '?
pada bufer Mc "lvaine p@ 0,+ (dengan komposisi bufer seperti pada >ampiran
+). Setelah itu, campuran diinkubasi pada 33 I; selama B/ menit. 4eaksi
tersebut dihentikan dengan penambahan < m> pereaksi :CS. Kontrol negatif
merupakan enzim yang langsung diinaktifasi dengan :CS. ;ampuran divorteks,
kemudian dididihkan selama '3 menit dalam penangas air mendidih, lalu
didinginkan terlebih dahulu. Setelah itu, dilakukan pengukuran serapan dengan
spektrofotometer pada panang gelombang 32/ nm. Sebagai standar digunakan
larutan glukosa dengan konsentrasi /./'6/.' mgFm>. %ktivitas enzim dihitung
dengan persamaan kurva standar dari larutan enzim yang menghasilkan gula
pereduksi. $ahapan seleksi bertuuan mengetahui bakteri yang memiliki aktivitas
selulolitik. %ktivitas tersebut ditunukkan oleh kemampuan bakteri dalam
menghidrolisis substrat ;M;. Bakteri yang mampu menghidrolisis ;M; akan
membentuk zona bening di sekitar koloni. Seleksi ini menggunakan koloni6
koloni bakteri yang telah diisolasi. Setiap koloni dipindahkan ke dalam ca.an
master dan replika yang berisi media agar Thermus dengan substrat ;M; '?.
Koloni bakteri yang dipindahkan ke dalam ca.an master langsung dipindahkan ke
dalam ca.an replika. :engan demikian, koloni dalam ca.an master dan replika
merupakan koloni yang sama. !e.arnaan merah kongo dilakukan pada koloni
dalam ca.an replika untuk memperelas zona bening yang dihasilkan. Koloni
yang berada dalam ca.an master digunakan sebagai stok bakteri yang
menghasilkan zona bening. $eknik pe.arnaan dilakukan menggunakan pe.arna
merah kongo /.'? (@artanti,+/'/ Aurnal isolasi dan seleksi bakteri selulotik
halaman 8).
$ermofil pada Media ;M; ;air .Sebanyak /,3 m> suspensi kompos yang
telah dibuat sebelumnya diinokulasikan dalam 3/ m> media ;M; cair, diinkubasi
pada suhu 33 o; selama < hari (%l Bashori, +/''). Setiap '// m> media ;M;
cair mengandung ekstrak ragi /,+ g, beef e=tract /,2 g, pepton /,3' g, K@+!#2 /,'
g, MgS#2.0@+# /,/+ g, ;a;l+ /,< g, Fe;l< /,/+8 g, Ca+@!#2 /,' g, dan
;M; /,3 g . @asil inkubasi akan dilanutkan pada proses penentuan suhu
optimum inkubasi(%lam,dkk, +/'< "solasi Bakteri Selulotik $ermofilik Kompos
!ertanian halaman'1')
#"&"# Uji Benedi+t
7i Benedict digunakan untuk mendeteksi zat ui mengandung gula pereduksi
atau gula invers. !ereaksi benedict terdiri dari kupri sulfat, natrium sitrat, dan natrium
karbonat. Ke dalam 3 ml pereaksi dalam tabung reaksi ditambahkan 8 tetes larutan
contoh, kemudian tabung reaksi ditempatkan dalam air mendidih selama 3 menit.
$imbulnya endapan .arna hiau , kuning, atau merah orange menunukkanadanya
gula pereduksi. !ada ui benedict, teori yang mendarsarinya adalah gula yang
mengandung gugus aldehida atau keton bebas akan mereduksi ion ;u+H dalam
suasana alkalis, menadi ;uH, yang mengendap sebagai ;u+# (kupro oksida)
ber.arna merah bata. !ada ui Benedict, indikator terkandungnya ,ula 4eduksi
adalah dengan terbentuknya endapan ber.arna merah bata. hal teresebut dikarenakan
terbentuknya hasil reaksi berupa ;u+#. Berikut reaksi yang berlangsung&
# #
J J
4K;K@ H ;u+H +#@6 L 4K;K#@ H ;u+#
,ula !ereduksi Endapan Merah Bata. :ari hasil ui benedict, larutan ui postif
terdapat gula pereduksi adalah glukosa, maltosa, sukrosa, galaktosa, fruktosa, laktosa,
arabinosa dan air kelapa muda. Sedangkan yang tidak memiliki gula pereduksi adalah
amilum (%le=, +/'+).
7i benedict digunakan mendeteksi secara semikuantitatif (kasar) adanya
glukosa
7i benedict tidak spesifik terhadap glukosa karena gula lain yang mempunyai
sifat mereduksi dapat uga memberi hasil yang positif
!rinsip ui benedict adalah & adanya gugus aldehid atau keton bebas gula akan
mereduksi kuprioksida dalam pereaksi Benedict menadi kuprooksida yang
ber.arna (merah bata)
,A$NA PENI!AIAN KADA$
Biru ernih ( 6 ) /
@iauFkuning hiau ( H ) M /,3 ?
KuningFkuning kehiauan ( HH ) /,3 N ',/ ?
Aingga ( HHH ) ',/ N +,/ ?
Merah ( HHHH ) O +,/ ?
,ambar +.2 $ahap6tahapan hidrolisis selulosa
BAB &
MET-D-!-.I
&"1 Alat dan Bahan
Alat Bahan
6 '' ;a.an !etri
6 '+ $abung reaksi
6 Aarum ose
6 !embakar spirtus
6 Erlenmeyer +3/ ml
6 4ak tabung reaksi
6 Kapas dan kassa
6 $ali
6 %utoclave
6 Korek api
6 !ipet mikro
6 $ip pipet mikro steril
6 !ipet ukur steril '/ ml
6 Ball pippet
6 Gorte=
6 "ncubator shaker
6 #ven
&"# Prosedur Kerja
'. Mengambil ' gram tanah dekat area penggraenan dan memasukannya
dalam tabung reaksi
+. Menuangkan '/ ml air steril dalam tabung reaksi
<. Menghomogenkan larutan dalam tabung reaksi selama beberapa menit
2. Mendiamkannya hingga air dan tanahnya berpisah diba.ah tabung
reaksi
6 Media C%
6 Media !:%
6 ;M;
6 Ethanol 0/ ?
6 Biakan mikroba dari tanah dekat area
penggraenan
6 %ir steril
6 $issue
6 Benedict (;uS#2 , Catrium Sitrat ,
dan Ca+;#<)
3. Mengambil ' ml air yang berada diatas tabung menggunakan pipet
mikro
B. Melakukan pengenceran sampai '/60
0. Melakukan isolasi ca.an tuang
8. Melakukan pengamatan dalam mikroskop
1. Melakukan isolasi ca.an gores
'/. Melakukan pengamatan dalam mikroskop
''. Memindahkannya dalam media agar miring
'+. Melakukan pengamatan dalam mikroskop
1 ml 1 ml 1 ml 1 ml 1 ml 1 ml
' ml ' ml ' ml ' ml ' ml ' ml

'/ ml
' ml ' ml ' ml ' ml ' ml ' ml
:igoreskan :igoreskan

:igoreskan :igoreskan
$anah ' gram
:itambah
%ir Steril
Botol kaca
:ikocok -
:ihomogenkan
:idiamkan
Mengambil ' ml
super natan
$abung
4eaksi ""
('/
6+
)
$abung
4eaksi """
('/
6<
)
$abung
4eaksi "G
('/
62
)
$abung
4eaksi G""
('/
60
)
$abung
4eaksi G"
('/
6B
)
$abung
4eaksi G
('/
63
)
$abung
4eaksi "
('/
6'
)
%ir Steril
:ihomogen
kan pada
Gorte=
Mi=er
:ihomogen
kan pada
Gorte=
Mi=er
:ihomogen
kan pada
Gorte=
Mi=er
:ihomogen
kan pada
Gorte=
Mi=er
:ihomogen
kan pada
Gorte=
Mi=er
:ihomogen
kan pada
Gorte=
Mi=er
:ihomogen
kan pada
Gorte=
Mi=er
%gar
C%F!:
% 'F<
bag.
%gar
C%F!:
% 'F<
bag.
%gar
C%F!:
% 'F<
bag.
%gar
C%F!:
% 'F<
bag.
%gar
C%F!:
% 'F<
bag.
%gar
C%F!:
% 'F<
bag.
%gar
C%F!:
% 'F<
bag.
Sterilisasi
:isumbat
:iaduk
:itambah 3//
ml a5uades
panas
Menimbang '/
gram C% F !:%
Erlenmeyer
:iputar -
:ibekukan
"nkubasi + = +2 am
:iamati dengan
Mikroskop
%gar
C%F!:%
beku 'F<
bag.
%gar C%
F!:%
beku 'F<
bag.
%gar C%
F !:%
beku 'F<
bag.
"nkubasi + = +2 am
:iamati dengan
Mikroskop
%gar
Miring
%gar
Miring
%gar
Miring
"nkubasi + = +2 am
>aporan @asil !enelitian Study >apangan
Mata Kuliah Bioproses
/Isolasi dan Uji Kualitatif Mikroba Penghasil Selulosa
dari Tanah Dekat Area Pengrajenan0
#leh&
%hmad "lmid :avi5 (C"M. '<<'2'/'+1)
%dvie %lfian (C"M.'<<'2'//<<)
%nindita :yah !alupi (C"M. '<<'2'//12)
%nnissa 4isky %malia (C"M.'<<'2'//01)
Bekti Pustikaningrum (C"M. '<<'2'//02)
Cela.ati $ri 4ahayu (C"M.'<<'2'//'B)
$EKC"K K"M"%
!#>"$EKC"K CE,E4" M%>%C,
Aalan Soekarno @atta /1
Covember +/'<