Anda di halaman 1dari 31

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Hipertensi
2.1.1 Definisi
Hipertensi adalah keadaan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan
tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Berdasarkan JNC VII tahun 200! tekanan
darah disebut normal apabila tekanan sistolik " 120 mmHg dan tekanan diastolik " #0
mmHg. Berdasarkan hasil dari beberapa randomized clinical drug trials, hipertensi
telah dide$enisikan dan diklasi$ikasikan berdasarkan tingkatan tekanan darah.
%lasi$ikasi ini telah ditetapkan oleh JNC VII pada tahun 200! &ang dapat dilihat pada
tabel berikut.
'abel %lasi$ikasi 'ekanan (arah untuk (e)asa
%ategori
*istolik
+mmHg,
(iastolik
+mmHg,
Normal
-re Hipertensi
Hipertensi
*tage 1
*tage 2
"120
120 . 19
140 . 1/9
0110
dan
atau
atau
atau
"#0
#0 . #9
90 . 99
0 100
Sumber : The Joint National Committee VII (JNC)
Hipertensi sering disebut sebagai the silent disease karena penderita umumn&a
tidak mengetahui dirin&a mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan
darahn&a.
+4,
2.1.2 Epidemiologi Hipertensi
*troke! hipertensi dan pen&akit 2antung meliputi lebih dari sepertiga pen&ebab
kematian! dimana stroke men2adi pen&ebab kematian terban&ak 1/!43! kedua
hipertensi 1!#3! pen&akit 2antung iskemik /!13! dan pen&akit 2antung 4!13 +Hasil
4iskesdas 2005,. (ata 4iskesdas 2005 2uga disebutkan pre6alensi hipertensi di
Indonesia berkisar 03 dengan insiden komplikasi pen&akit kardio6askular lebih
ban&ak pada perempuan +/23, dibandingkan laki7laki +4#3,.
2.1.3 Etiologi
Berdasarkan pen&ebabn&a! hipetensi dibagi men2adi dua! &aitu hipertensi
essensial8primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi essensial8primer adalah 2enis
hipertensi &ang pen&ebabn&a masih belum dapat diketahui. *ekitar 903 penderita
hipertensi menderita 2enis hipertensi ini. 9leh karena itu! penelitian dan pengobatan
lebih ban&ak lagi ditu2ukan bagi penderita hipertensi essensial. Hipertensi sekunder
adalah 2enis hipertensi &ang pen&ebabn&a dapat diketahui! antara lain kelainan pada
pembuluh darah gin2al! gangguan kelen2ar tiroid! pen&akit kelen2ar adrenal atau
pemakaian obat7obatan seperti pil %B! kortikosteroid! simpatomimetik amin +e$edrin!
$enile$rin! $enilpropanolamin! am$etamin,! siklosporin! dan eritropoetin.
*ampai saat ini pen&ebab hipertensi esensial tidak diketahui dengan pasti.
Hipertensi primer tidak disebabkan oleh $aktor tunggal dan khusus. Hipertensi ini
disebabkan berbagai $aktor &ang saling berkaitan. Hipertensi sekunder disebabkan
oleh $aktor primer &ang diketahui &aitu seperti kerusakan gin2al! gangguan obat
tertentu! stres akut! kerusakan 6askuler dan lain7lain. :dapun pen&ebab paling umum
pada penderita hipertensi maligna adalah hipertensi &ang tidak terobati. 4isiko relati$
hipertensi tergantung pada 2umlah dan keparahan dari $aktor risiko &ang dapat
dimodi$ikasi dan &ang tidak dapat dimodi$ikasi.
;aktor7$aktor &ang tidak dapat dimodi$ikasi antara lain $aktor genetik! umur!
2enis kelamin! dan etnis. *edangkan $aktor &ang dapat dimodi$ikasi meliputi stres!
obesitas dan nutrisi.
a. !"tor geneti"
:dan&a $aktor genetik pada keluarga tertentu akan men&ebabkan
keluarga itu mempun&ai risiko menderita hipertensi. Hal ini berhubungan
dengan peningkatan kadar sodium intraseluler dan rendahn&a rasio antara
potasium terhadap sodium Indi6idu dengan orang tua dengan hipertensi
mempun&ai risiko dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi dari pada
orang &ang tidak mempun&ai keluarga dengan ri)a&at hipertensi. *elain itu
didapatkan 507#03 kasus hipertensi esensial dengan ri)a&at hipertensi dalam
keluarga.
#. Um$r
Insidensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan umur.
-asien &ang berumur di atas 10 tahun! /0 . 10 3 mempun&ai tekanan darah
lebih besar atau sama dengan 140890 mmHg. Hal ini merupakan pengaruh
degenerasi &ang ter2adi pada orang &ang bertambah usian&a.
Hipertensi merupakan pen&akit multi$aktorial &ang mun<uln&a oleh
karena interaksi berbagai $aktor. (engan bertambahn&a umur! maka tekanan
darah 2uga akan meningkat. *etelah umur 4/ tahun! dinding arteri akan
mengalami penebalan oleh karena adan&a penumpukan =at kolagen pada
lapisan otot! sehingga pembuluh darah akan berangsur7angsur men&empit dan
men2adi kaku. 'ekanan darah sistolik meningkat karena kelenturan pembuluh
darah besar &ang berkurang pada penambahan umur sampai dekade ketu2uh
sedangkan tekanan darah diastolik meningkat sampai dekade kelima dan
keenam kemudian menetap atau <enderung menurun. -eningkatan umur akan
men&ebabkan beberapa perubahan $isiologis! pada usia lan2ut ter2adi
peningkatan resistensi peri$er dan akti6itas simpatik. -engaturan tekanan
darah &aitu re$le> baroreseptor pada usia lan2ut sensiti6itasn&a sudah
berkurang! sedangkan peran gin2al 2uga sudah berkurang dimana aliran darah
gin2al dan la2u $iltrasi glomerulus menurun.
%. Jenis "el!min
-re6alensi ter2adin&a hipertensi pada pria sama dengan )anita. Namun
)anita terlindung dari pen&akit kardio6askuler sebelum menopause. ?anita
&ang belum mengalami menopause dilindungi oleh hormon estrogen &ang
berperan dalam meningkatkan kadar High Densit !i"o"rotein +H(@,. %adar
kolesterol H(@ &ang tinggi merupakan $aktor pelindung dalam men<egah
ter2adin&a proses aterosklerosis. A$ek perlindungan estrogen dianggap sebagai
pen2elasan adan&a imunitas )anita pada usia premenopause. -ada
premenopause )anita mulai kehilangan sedikit demi sedikit hormon estrogen
&ang selama ini melindungi pembuluh darah dari kerusakan. -roses ini terus
berlan2ut dimana hormon estrogen tersebut berubah kuantitasn&a sesuai
dengan umur )anita se<ara alami! &ang umumn&a mulai ter2adi pada )anita
umur 4/7// tahun.
d. Etnis
Hipertensi lebih ban&ak ter2adi pada orang berkulit hitam dari pada
&ang berkulit putih. *ampai saat ini! belum diketahui se<ara pasti
pen&ebabn&a. Namun pada orang kulit hitam ditemukan kadar renin &ang
lebih rendah dan sensiti$itas terhadap 6asopressin lebih besar.
e. &#esit!s
Berat badan merupakan $aktor determinan pada tekanan darah pada
keban&akan kelompok etnik di semua umur. Benurut National Institutes #or
Health $S% (NIH, &''()! pre6alensi tekanan darah tinggi pada orang dengan
Indeks Bassa 'ubuh +IB', C0 +obesitas, adalah #3 untuk pria dan 23
untuk )anita! dibandingkan dengan pre6alensi 1#3 untuk pria dan 153 untuk
)anita bagi &ang memiliki IB' "2/ +status gi=i normal menurut standar
internasional,.
Benurut Hall +1994, perubahan $isiologis dapat men2elaskan hubungan
antara kelebihan berat badan dengan tekanan darah! &aitu ter2adin&a resistensi
insulin dan hiperinsulinemia! akti6asi sara$ simpatis dan sistem renin7
angiotensin! dan perubahan $isik pada gin2al. -eningkatan konsumsi energi
2uga meningkatkan insulin plasma! dimana natriuretik potensial men&ebabkan
ter2adin&a reabsorpsi natrium dan peningkatan tekanan darah se<ara terus
menerus.
f. Pol! !s$p!n g!r!m d!l!m diet
Badan kesehatan dunia &aitu )orld Health *rganization +?H9,
merekomendasikan pola konsumsi garam &ang dapat mengurangi risiko
ter2adin&a hipertensi. %adar sodium &ang direkomendasikan adalah tidak lebih
dari 100 mmol +sekitar 2!4 gram sodium atau 1 gram garam, perhari.
%onsumsi natrium &ang berlebih men&ebabkan konsentrasi natrium di
dalam <airan ekstraseluler meningkat. Dntuk menormalkann&a <airan
intraseluler ditarik ke luar! sehingga 6olume <airan ekstraseluler meningkat.
Beningkatn&a 6olume <airan ekstraseluler tersebut men&ebabkan
meningkatn&a 6olume darah! sehingga berdampak kepada timbuln&a
hipertensi.
%arena itu disarankan untuk mengurangi konsumsi natrium8sodium.
*umber natrium8sodium &ang utama adalah natrium klorida +garam dapur,!
pen&edap masakan monosodium glutamate +B*E,! dan sodium +arbonat.
%onsumsi garam dapur +mengandung iodium, &ang dian2urkan tidak lebih dari
1 gram per hari! setara dengan satu sendok teh. (alam ken&ataann&a!
konsumsi berlebih karena buda&a masakmemasak mas&arakat kita &ang
umumn&a boros menggunakan garam dan B*E.
g. 'ero"o"
Berokok men&ebabkan peninggian tekanan darah. -erokok berat dapat
dihubungkan dengan peningkatan insiden hipertensi maligna dan risiko
ter2adin&a stenosis arteri renal &ang mengalami ateriosklerosis.
(alam penelitian kohort prospekti$ oleh dr. 'homas * Bo)man dari
Brigmans and )omen,s Hos"ital! -assachussetts terhadap 2#.21 sub&ek
&ang a)aln&a tidak ada ri)a&at hipertensi! /13 sub&ek tidak merokok! 13
merupakan perokok pemula! /3 sub&ek merokok 1714 batang rokok perhari
dan #3 sub&ek &ang merokok lebih dari 1/ batang perhari. *ub&ek terus
diteliti dan dalam median )aktu 9!# tahun. %esimpulan dalam penelitian ini
&aitu ke2adian hipertensi terban&ak pada kelompok sub&ek dengan kebiasaan
merokok lebih dari 1/ batang perhari.
(. Tipe "epri#!di!n
*e<ara statistik pola perilaku tipe : terbukti berhubungan dengan
pre6alensi hipertensi. -ola perilaku tipe : adalah pola perilaku &ang sesuai
dengan kriteria pola perilaku tipe : dari 4osenman &ang ditentukan dengan
<ara obser6asi dan pengisian kuisioner sel# rating dari 4osenman &ang sudah
dimodi$ikasi. Bengenai bagaimana mekanisme pola perilaku tipe :
menimbulkan hipertensi ban&ak penelitian menghubungkan dengan si$atn&a
&ang ambisius! suka bersaing! beker2a tidak pernah lelah! selalu dike2ar )aktu
dan selalu merasa tidak puas. *i$at tersebut akan mengeluarkan katekolamin
&ang dapat men&ebabkan pre6alensi kadar kolesterol serum meningkat! hingga
akan mempermudah ter2adin&a aterosklerosis.
*tress akan meningkatkan resistensi pembuluh darah peri$er dan <urah
2antung sehingga akan menstimulasi akti6itas sara$ simpatis. :dapun stress ini
dapat berhubungan dengan peker2aan! kelas sosial! ekonomi! dan karakteristik
personal.
2.1.) Kl!sifi"!si
Beberapa klasi$ikasi hipertensiF
a. %lasi$ikasi Benurut JNC VII
%omite eksekuti$ dari National High Blood -ressure Adu<ation
-rogram merupakan sebuah organisasi &ang terdiri dari 41 pro$essional
sukarela)an! dan agen $ederal. Bereka men<anangkan klasi$ikasi JNC VII
(Joint Committe on .re/ention, Detection, 0/aluation, and Treatment o#
High 1lood .ressure) pada tabel di ba)ah ini.
'abel
%lasi$ikasi Benurut JNC (Joint National Committe on .re/ention,
Detection, 0/aluatin, and Treatment o# High 1lood .ressure)
K!tegori
Te"!n!n D!r!(
men$r$t JN* +
K!tegori
Te"!n!n D!r!(
men$r$t JN* ,
Te"!n!n
D!r!( Sistol
-mmHg.
d!n/
!t!$
Te"!n!n
D!r!( Di!stol
-mmHg.
Normal 9ptimal " 120 dan " #0
-ra7Hipertensi 120719 atau #07#9
7 Nornal " 10 dan " #/
7 Normal7'inggi 10719 atau #/7#9
HipertensiF
HipertensiF
'ahap 1
'ahap 1 14071/9 atau 90799
'ahap 2
7
0 110 atau 0 100
7
'ahap 2 1107159 atau 1007109
'ahap 0 1#0 atau 0 110

(ata terbaru menun2ukkan bah)a nilai tekanan darah &ang sebelumn&a
dipertimbangkan normal tern&ata men&ebabkan peningkatan resiko
komplikasi kardio6askuler. (ata ini mendorong pembuatan klasi$ikasi baru
&ang disebut pra hipertensi.
b. %lasi$ikasi Benurut ?H9 +?orld Health 9rgani=ation,
?H9 dan International *o<iet& o$ H&pertension ?orking Eroup
+I*H?E, telah mengelompokkan hipertensi dalam klasi$ikasi optimal!
normal! normal7tinggi! hipertensi ringan! hipertensi sedang! dan hipertensi
berat.
'abel
%lasi$ikasi Hipertensi Benurut ?H9
K!tegori Te"!n!n D!r!(
Sistol -mmHg.
Te"!n!n D!r!(
Di!tol -mmHg.
9ptimal
Normal
Normal7'inggi
" 120
" 10
10719
" #0
" #/
#/7#9
'ingkat 1 +Hipertensi 4ingan,
*ub7groupF perbatasan
14071/9
1407149
90799
90794
'ingkat 2 +Hipertensi *edang,
1107159 1007109
'ingkat +Hipertensi Berat,
0 1#0 0 110
Hipertensi sistol terisolasi
+Isolated s&stoli<
h&pertension,
*ub7groupF perbatasan
0 140
1407149
" 90
"90
<. %lasi$ikasi berdasarkan hasil konsesus -erhimpunan Hipertensi Indonesia.
-ada pertemuan ilmiah Nasional pertama perhimpunan hipertensi
Indonesia 1714 Januari 2005 di Jakarta! telah dilun<urkan suatu
konsensus mengenai pedoman penanganan hipertensi di Indonesia &ang
ditu2ukan bagi mereka &ang mela&ani mas&arakat umumF
1, -edoman &ang disepakati para pakar berdasarkan prosedur standar dan
ditu2ukan untuk meningkatkan hasil penanggulangan ini keban&akan
diambil dari pedoman Negara ma2u dan Negara tetangga! dikarenakan
data penelitian hipertensi di Indonesia &ang berskala Nasional dan
meliputi 2umlah penderita &ang ban&ak masih 2arang.
2, 'ingkatan hipertensi ditentukan berdasarkan ukuran tekanan darah
sistolik dan diastolik dengan meru2uk hasil JNC dan ?H9.
, -enentuan strati$ikasi resiko hipertensi dilakukan berdasarkan
tinggin&a tekanan darah! adan&a $aktor resiko lain! kerusakan organ
target dan pen&akit pen&erta tertentu.
'abel
%lasi$ikasi Hipertensi Benurut -erhimpunan Hipertensi Indonesia
K!tegori Te"!n!n D!r!(
Sistol -mmHg.
d!n/!t!$ Te"!n!n
D!r!( Di!stol
-mmHg.
Normal "120 (an "#0
-rehipertensi 120719 :tau #07#9
Hipertensi 'ahap
1
14071/9 :tau 90799
Hipertensi 'ahap
2
01107159 :tau 0100
Hipertensi *istol
terisolasi
0140 (an "90

%lasi$ikasi hipertensi menurut bentukn&a ada dua &aitu hipertensi
sistolik dan hipertensi diastolik +*mith! 'om! 19#1F5,. -ertama &aitu hipertensi
sistolik adalah 2antung berden&ut terlalu kuat sehingga dapat meningkatkan
angka sistolik. 'ekanan sistolik berkaitan dengan tinggin&a tekanan pada arteri
bila 2antung berkontraksi +den&ut 2antung,. Ini adalah tekanan maksimum
dalam arteri pada suatu saat dan ter<ermin pada hasil pemba<aan tekanan
darah sebagai tekanan atas &ang nilain&a lebih besar.
%edua &aitu hipertensi diastolik ter2adi apabila pembuluh darah ke<il
men&empit se<ara tidak normal! sehingga memperbesar tahanan terhadap
aliran darah &ang melaluin&a dan meningkatkan tekanan diastolikn&a. 'ekanan
darah diastolik berkaitan dengan tekanan dalam arteri bila 2antung berada
dalam keadaan relaksasi diantara dua den&utan. *edangkan menurut :r2atmo '
dan Hendra D +2001, $aktor &ang mempengaruhi pre6alensi hipertensi antara
lain ras! umur! obesitas! asupan garam &ang tinggi! adan&a ri)a&at hipertensi
dalam keluarga.
%lasi$ikasi hipertensi menurut ge2ala dibedakan men2adi dua &aitu
hipertensi 1enigna dan hipertensi -aligna. Hipertensi 1enigna adalah
keadaan hipertensi &ang tidak menimbulkan ge2ala7ge2ala! biasan&a ditemukan
pada saat penderita di<ek up. Hipertensi -aligna adalah keadaan hipertensi
&ang membaha&akan biasan&a disertai dengan keadaan kega)atan &ang
merupakan akibat komplikasi organ7organ seperti otak! 2antung dan gin2al.
2.1.0 P!tofisiologi
'ekanan darah arteri adalah tekanan &ang diukur pada dinding arteri dalam
millimeter merkuri. (ua tekanan darah arteri &ang biasan&a diukur! tekanan darah
sistolik dan tekanan darah diastolik. 'ekanan darah sistolik diperoleh selama kontraksi
2antung dan tekanan darah diastolik diperoleh setelah kontraksi se)aktu bilik 2antung
diisi. Ban&ak $aktor &ang mengontrol tekanan darah berkontribusi se<ara potensial
dalam terbentukn&a hipertensi! $aktor . $aktor tersebut antara lain F
Beningkatn&a akti$itas sistem sara$ simpatik +tonus simpatis dan8atau
6ariasi diurnal,! mungkin berhubungan dengan meningkatn&a respons
terhadap stress psikososial dll
-roduksi berlebihan hormon &ang menahan natrium dan 6asokonstriktor
:supan natrium berlebihan
'idak <ukupn&a asupan kalium dan kalsium
Beningkatn&a sekresi renin sehingga mengakibatkan meningkatn&a
produksi angiotensin II dan aldosteron
(e$isiensi 6asodilator seperti prostasiklin! nitrik o>ida +N9,! dan peptide
Natriuretik
-erubahan dalam ekspresi sistem kallikrein7kinin &ang mempengaruhi
tonus 6askular dan penanganan garam oleh gin2al
:bnormalitas tahanan pembuluh darah! termasuk gangguan pada
pembuluh darah ke<il di gin2al
(iabetes mellitus
4esistensi insulin
9besitas
Beningkatn&a akti6itas /ascular gro2th #actors
-erubahan reseptor adrenergik &ang mempengaruhi den&ut 2antung!
karakteristik inotropik dari 2antung! dan tonus 6askular
Berubahn&a transpor ion dalam sel
2.1., Di!gnosis
(iagnosis &ang akurat langkah a)al dalam penatalaksanaan hipertensi.
:kurasi <ara pengukuran tekanan darah dan alat ukur &ang digunakan! serta
ketepatan )aktu pengukuran! pengukuran tekanan darah &ang dian2urkan
dilakukan dilakukan pada posisi duduk setelah beristirahat / menit dan 0
menit bebas rokok dan ka$ein +-rod2osud2adi! 2000,. -engukuran tekanan
darah dapat dilakukan pada posisi berdiri atau berbaring namun dapat
mempengaruhi hasil tekanan darah. *ebaikn&a alat ukur &ang dipilih adalah
s$igmomanometer air raksa dengan ukuran cu## &ang sesuai. Cara pengukuran
tekanan darah &aitu balon di pompa sampai 2070 mmHg di atas tekanan
sistolik &aitu saat pulsasi nadi tidak teraba lagi! kemudian dibuka se<ara
perlahan . lahan. Hal ini dimaksudkan untuk mengindari auscultor ga" &aitu
hilangn&a bun&i setelah bun&i pertama terdengar &ang disebabkan oleh
kekakuan arteri +-rod2osud2adi! 2000,
-engukuran ulang hampir selalu diperlukan untuk menilai apakah
peninggian tekanan darah menetap sehingga memerlukan inter6ensi segera atau
kembali ke normal sehingga han&a memelukan kontrol &ang periodik. *elain itu
diperlukan pemeriksaan penun2ang untuk menilai $aktor resiko kardio6askuler
lain seperti hiperglikemi atau hiperlipidemi &ang dapat dimodi$ikasi dan
menemukan kerusakan organ target akibat tinggin&a tekanan darah seperti
hipertro$i 6entrikel kiri atau retinopati hipertensi pada $unduskopi. 'entu sa2a
sebelum melakukan pemeriksaan $isik diperlukan anamnesis &ang baik untuk
menilai ri)a&at hipertensi dalam keluarga! ri)a&at penggunaan obat
antihipertensi atau obat lain ge2ala &ang berhubungan dengan gangguan organ
target! kebiasaan dan ga&a hidup serta $a<tor psikososial +-rod2osud2adi! 2000,.
2.1.+ 1e2!l! Klinis
Indi6idu &ang menderita hipertensi kadang tidak menun2ukkan ge2ala sampai
bertahun7tahun. 9leh karena itulah hipertensi dikenal sebagai silent +iller. -ada
pemeriksaan $isik! tidak di2umpai kelainan apapun selain tekanan darah &ang tinggi!
tetapi dapat pula ditemukan perubahan pada retina! seperti pendarahan! eksudat
+kumpulan <airan,! pen&empitan pembuluh darah! dan pada kasus berat akan
mengalami edema pupil. Cor)in! +2000,! men&ebutkan bah)a sebagian besar ge2ala
klinis timbul setelah mengalami hipertensi bertahun7tahun +4ohaendi! 200#, F
a. N&eri kepala saat ter2aga! kadang7kadang disertai mual dan muntah! akibat
peningkatan tekanan darah intrakranial
b. -englihatan kabur akibat kerusakan retina akibat hipertensi.
<. :&unan langkah &ang tidak mantap akibat susunan sara$ pusat telah rusak
d. Nokturia karena peningkatan aliran darah gin2al dan $iltrasi glomerolus
e. Adema dependen dan pembengkakan akibat peningkatan tekanan kapiler
Ee2ala lainn&a &ang umumn&a ter2adi pada penderita hipertensi &aitu pusing!
muka merah! sakit kepala! keluarn&a darah dari hidung se<ara tiba7tiba! tengkuk terasa
pegal dan lain7lain.
2.1.3 Pen!t!l!"s!n!!n
Ter!pi Nonf!rm!"ologi
Benerapkan ga&a hidup sehat bagi setiap orang sangat penting
untuk men<egah tekanan darah tinggi dan merupakan bagian &ang penting
dalam penanganan hipertensi. *emua pasien dengan prehipertensi dan
hipertensi harus melakukan perubahan ga&a hidup (isamping
menurunkan tekanan darah pada pasien7pasien dengan hipertensi!
modi$ikasi ga&a hidup 2uga dapat mengurangi berlan2utn&a tekanan darah
ke hipertensi pada pasien7pasien dengan tekanan darah prehipertensi
+:nonima! 2001,.
-engobatan non7$armakologik &ang utama terhadap hipertensi adalah
pembatasan garam dalam makanan! penga)asan berat badan! dan membatasi
minuman alkohol. Inter6ensi terhadap $aktor di atas dapat digunakan sendiri7
sendiri atau dalam kombinasi. -engobatan ini mungkin benar7benar berguna
bila tekanan darah diastolik antara 9079/ pada penderita dengan usia "/0
tahun &ang tidak mempun&ai $aktor . $aktor resiko kardio6askuler lkainn&a
seperti F hiperkolesterolemia! diabetes mellitus! laki7laki! kulit hitam! ri)a&at
keluarga! atau bukti7bukti adan&a kerusakan organ target. -engobatan non7
$armakologi diberikan sebagai tambahan pada penderita7penderita &ang
mendapat terapi dengan obat7obat +'agor! 1991,.
Pem#!t!s!n 1!r!m D!l!m '!"!n!n
-ada beberapa orang dengan hipertensi ada &ang peka terhadap garam +
salt3sensiti/e , dan ada &ang resisten terhadap garam. -enderita . penderita &ang
peka terhadap garam <enderung menahan natrium! barat badan bertambah dan
menimbulkan hipertensi pada diet &ang tinggi garam. *ebalikn&a! penderita
&ang resisten terhadap garam <enderung tidak ada perubahan dalam berat badan
atau tekanan darah pada diet garam rendah atau tinggi. 4eaksi terhadap garam
ini menerangkan mengapa beberapa orang &ang mempun&ai panurunan tekanan
darah &ang tidak sesuai pembatasan garam dalam makanan! sedang pada orang
lain tekanan darah tetap tidak berubah. (ari penelitian diketahui bah)a diet
&ang mengandung 11007200 mg natrium8 hari! dapat menurunkan rata7rata
tekanan darah sistolik sebesar 971/ mmHg dan tekanan diastolik sebesar 5711
mmHg. -embatasan garam sekitar 2000 mg natrium8 hari dian2urkan untuk
pengelolaan diet pada keban&akan penderita hipertensi.
'eng$r!ngi Ber!t B!d!n
Insiden hipertensi meningkat /4 sampai 142 3 pada penderita7penderita
&ang gemuk. -enerunun berat badan dalam )aktu &ang pendek dalam 2umlah
&ang <ukup besar biasan&a disertai dengan penurunan tekanan darah. Beberapa
peneliti menghitung rata7rata penurunan tekanan darah sebesar 20!5 sampai 12!5
mmHg dapat men<apai penurunan berat badan rata7rata sebesar 11!5 %g.
terdadapat hubungan &ang erat antara perubahan berat badan dan perubahan
tekanan darah dengan ramalan tekanan darah sebesar 2/81/ mmHg setiap
kilogram penurunan berat badan.
Pem#!t!s!n Al"o(ol
9rang7orang &ang minum atau lebih minuman alkohol per hari
mempun&ai tingkat tekanan darah &ang tinggi. *ekarang diperkirakan
bah)a hipertensi &ang berhubungan dengan alkohol mungkin merupakan
salah satu pen&ebab sekunder paling ban&ak dari hipertensi! kira7kira
sebana&ak /7123 dari mengurangi minum alkohol dapat menurunkan
tekanan darah + 'agor! 1991,. ;akta7$akta berikut dapat diberitahu kepada
pasien supa&a pasien mengerti rasionalitas inter6ensi diet +:nonima!
2001,F
a. Hipertensi 2 . kali lebih sering pada orang gemuk dibanding
orang dengan berat badan ideal
b. @ebih dari 10 3 pasien dengan hipertensi adalah gemuk
+o6er)eight,
<. -enurunan berat badan! han&a dengan 10 pound +4./ kg, dapat
menurunkan tekanan darah se<ara bermakna pada orang
gemuk
d. 9besitas abdomen dikaitkan dengan sindroma metabolik! &ang
2uga prekursor dari hipertensi dan sindroma resisten insulin
&ang dapat berlan2ut ke (B tipe 2
e. (iet ka&a dengan buah dan sa&uran dan rendah lemak 2enuh
dapat menurunkan tekanan darah pada indi6idu dengan
hipertensi.
$. ?alaupun ada pasien hipertensi &ang tidak sensiti$ terhadap
garam! keban&akan pasien mengalami penurunaan tekanan
darah sistolik dengan pembatasan natrium.
JNC VII men&arankan pola makan dengan diet &ang ka&a dengan
buah!sa&ur! dan produk susu redah lemak dengan kadar total lemak dan
lemak 2enuh berkurang. Natrium &ang direkomendasikan " 2.4 g +100
mAG,8hari. :kti$itas $isik dapat menurunkan tekanan darah. 9lah raga
aerobik se<ara teratur paling tidak 0 menit8hari beberapa hari per minggu
ideal untuk keban&akan pasien. *tudi menun2ukkan kalau olah raga
aerobik! seperti 2ogging! berenang! 2alan kaki! dan menggunakan sepeda!
dapat menurunkan tekanan darah. %euntungan ini dapat ter2adi )alaupun
tanpa disertai penurunan berat badan. -asien harus konsultasi dengan
dokter untuk mengetahui 2enis olah7raga mana &ang terbaik terutama
untuk pasien dengan kerusakan organ target. Berokok merupakan $aktor
resiko utama independen untuk pen&akit kardio6askular. -asien hipertensi
&ang merokok harus dikonseling berhubungan dengan resiko lain &ang
dapat diakibatkan oleh merokok.
Ter!pi f!rm!"ologi
%elas obat utama &ang digunakan untuk mengendalikan tekanan darah
adalah F
1. (iuretik
(iuretik menurunkan tekanan darah dengan men&ebabkan diuresis.
-engurangan 6olume plasma dan Stro+e Volume +*V, berhubungan dengan
dieresis dalam penurunan <urah 2antung +Cardiac *ut"ut, C9, dan tekanan
darah pada akhirn&a. -enurunan <urah 2antung &ang utama men&ebabkan
resitensi peri$er. -ada terapi diuretik pada hipertensi kronik 6olume <airan
ekstraseluler dan 6olume plasma hampir kembali kondisi "retreatment.
a. 'hia=ide
'hia=ide adalah golongan &ang dipilih untuk menangani hipertensi!
golongan lainn&a e$ekti$ 2uga untuk menurunkan tekanan darah.
-enderita dengan $ungsi gin2al &ang kurang baik @a2u ;iltrasi
Elomerolus +@;E, diatas 0 m@8menit! thia=ide merupakan agen
diuretik &ang paling e$ekti$ untuk menurunkan tekanan darah. (engan
menurunn&a $ungsi gin2al! natrium dan <airan akan terakumulasi maka
diuretik 2erat Henle perlu digunakan untuk mengatasi e$ek dari
peningkatan 6olume dan natrium tersebut. Hal ini akan mempengaruhi
tekanan darah arteri. 'hia=ide menurunkan tekanan darah dengan <ara
memobilisasi natrium dan air dari dinding arteriolar &ang berperan
dalam penurunan resistensi 6as<ular peri$er.
b. (iuretik Hemat %alium
(iuretik Hemat %alium adalah anti hipertensi &ang lemah 2ika
digunakan tunggal. A$ek hipotensi akan ter2adi apabila diuretik
dikombinasikan dengan diuretik hemat kalium thia=ide atau 2erat
Henle. (iuretik hemat kalium dapat mengatasi kekurangan kalium dan
natrium &ang disebabkan oleh diuretik lainn&a.
<. :ntagonis :ldosteron
:ntagonis :ldosteron merupakan diuretik hemat kalium 2uga tetapi
lebih berpotensi sebagai antihipertensi dengan onset aksi &ang lama
+hingga 1 minggu dengan spironolakton,.
2. Beta Blo<ker
Bekanisme hipotensi beta bloker tidak diketahui tetapi dapat
melibatkan menurunn&a <urah 2antung melalui kronotropik negati$ dan
e$ek inotropik 2antung dan inhibisi pelepasan renin dan gin2al.
a. :tenolol! beta>olol! bisoprolol! dan metoprolol merupakan
kardioselekti$ pada dosis rendah dan mengikat baik reseptor H
1
daripada reseptor H
2
. Hasiln&a agen tersebut kurang merangsang
bronkhospasmus dan 6asokontruksi serta lebih aman dari non selekti$ H
bloker pada penderita asma! pen&akit obstruksi pulmonari kronis
+C9-(,! diabetes dan pen&akit arterial peri$er. %ardioselekti6itas
merupakan $enomena dosis ketergantungan dan e$ek akan hilang 2ika
dosis tinggi.
b. :<ebutolol! <arteolol! penbutolol! dan pindolol memiliki akti6itas
intrinsik simpatomimetik +I*:, atau sebagian akti6itas agonis reseptor
H.
. Inhibitor An=im -engubah :ngiotensin +:CA7inhibitor,
:CA membantu produksi angiotensin II +berperan penting dalam
regulasi tekanan darah arteri,. :CA didistribusikan pada beberapa 2aringan
dan ada pada beberapa tipe sel &ang berbeda tetapi pada prinsipn&a
merupakan sel endothelial. %emudian! tempat utama produksi angiotensin
II adalah pembuluh darah bukan gin2al. -ada ken&ataann&a! inhibitor :CA
menurunkan tekanan darah pada penderita dengan akti6itas renin plasma
normal! bradikinin! dan produksi 2aringan :CA &ang penting dalam
hipertensi.
4. -enghambat 4eseptor :ngiotensin II +:4B,
:ngiotensin II digenerasikan oleh 2alur renin7angiotensin +termasuk
:CA, dan 2alur alternati$ &ang digunakan untuk en=im lain seperti
<h&mases. Inhibitor :CA han&a menutup 2alur renin7angiotensin! :4B
menahan langsung reseptor angiotensin tipe I! reseptor &ang
memperentarai e$ek angiotensin II. 'idak seperti inhibitor :CA! :4B tidak
men<egah peme<ahan bradikinin.
/. :ntagonis %alsium
CCB men&ebabkan relaksasi 2antung dan otot polos dengan
menghambat saluran kalsium &ang sensiti$ terhadap tegangan sehingga
mengurangi masukn&a kalsium ekstra selluler ke dalam sel. 4elaksasai
otot polos 6askular men&ebabkan 6asodilatasi dan berhubungan dengan
reduksi tekanan darah. :ntagonis kanal kalsium dihidropiridin dapat
men&ebabkan akti6asi re$leks simpatetik dan semua golongan ini +ke<uali
amilodipin, memberikan e$ek inotropik negati6e.
Verapamil menurunkan den&ut 2antung! memperlambat konduksi
nodus :V! dan menghasilkan e$ek inotropik negati6e &ang dapat memi<u
gagal 2antung pada penderita lemah 2antung &ang parah. (iltia=em
menurunkan konduksi :V dan den&ut 2antung dalam le6el &ang lebih
rendah daripada 6erapamil.
1. :lpha blo<ker
-raso=in! 'eraso=in dan (o>a=osin merupakan penghambat reseptor I
1
&ang menginhibisi katekolamin pada sel otot polos 6as<ular peri$er &ang
memberikan e$ek 6asodilatasi. %elompok ini tidak mengubah akti6itas
reseptor I
2
sehingga tidak menimbulkan e$ek takikardia.
5. Vasodilator langsung
Hedrala=ine dan Binok>idil men&ebabkan relaksasi langsung otot
polos arteriol. :kti6itasi re$leks baroreseptor dapat meningkatkan aliran
simpatetik dari pusat $asomotor! meningkatn&a den&ut 2antung! <urah
2antung! dan pelepasan renin. 9leh karena itu e$ek hipotensi dari
6asodilator langsung berkurang pada penderita &ang 2uga mendapatkan
pengobatan inhibitor simpatetik dan diuretik.
#. Inhibitor *impatetik -ostganglion
Euanethidin dan guanadrel mengosongkan norepine$rin dari terminal
simpatetik postganglionik dan inhibisi pelepasan norepine$rin terhadap
respon stimulasi sara$ simpatetik. Hal ini mengurangi <urah 2antung dan
resistensi 6askular peri$er .
-engobatan hipertensi mas&arakat dengan menggunakan herbal F
a. Ba&am
Ba&am merupakan sumber magnesium &ang sangat baik. 'idak han&a
melindungi :nda dari pen&akit 2antung! tetapi 2uga dapat mengurangi
tekanan darah. *elain itu! kandungan $olat dalam ba&am dapat
melindungi tubuh dari homosistein &ang membuat bahan kimia
berbaha&a. -enelitian telah menun2ukkan bah)a tingkat tinggi asam
amino +homosistein, dapat men&ebabkan serangan 2antung dan stroke.
b. Bi2i bunga matahari.
%andungan magnesiumn&a sangat tinggi dan bi2i bunga matahari
mengandung pitosterol! &ang dapat mengurangi kadar kolesterol dalam
tubuh. %olesterol tinggi merupakan pemi<u tekanan darah tinggi!
karena dapat men&ebabkan pen&umbatan pembuluh darah. 'api!
pastikan mengonsumsi kua<i segar &ang tidak diberi garam
<. %a<ang7ka<angan
%a<ang7ka<angan! seperti ka<ang tanah! almond! ka<ang merah
mengandung magnesium dan potasium. -otasium dikenal <ukup e$ekti$
menurunkan tekanan darah tinggi
d. -isang
Buah ini tidak han&a mena)arkan rasa le=at tetapi 2uga membuat
tekanan darah lebih sehat. -isang mengandung kalium dan serat tinggi
&ang berman$aat men<egah pen&akit 2antung. -enelitian 2uga
menun2ukkan bah)a satu pisang sehari <ukup untuk membantu
men<egah tekanan darah tinggi.
e. %edelai
Ban&ak sekali keuntungan mengonsumsi ka<ang kedelai bagi
kesehatan. *alah satun&a adalah menurunkan kolesterol 2ahat dan
tekanan darah tinggi. %andungan iso$la6onn&a memang sangat
berman$aat bagi kesehatan.
$. %entang
Nutrisi dari kentang sering hilang karena <ara memasakn&a &ang tidak
sehat. -adahal kandungan mineral! serat dan potasium pada kentang
sangat tinggi &ang sangat baik untuk menstabilkan tekanan darah.
g. Cokelat pekat +dark <ho<olate,
%arena kandungan $la6onoid dalam <okelat dapat membantu
menurunkan tekanan darah dengan merangsang produksi nitrat oksida.
Nitrat oksida membuat sin&al otot7otot sekitar pembuluh darah untuk
lebih relaks! dan men&ebabkan aliran darah meningkat.
h. :6okad
:sam oleat dalam a6okad! dapat membantu mengurangi kolesterol.
*elain itu! kandungan kalium dan asam $olat! sangat penting untuk
kesehatan 2antung
2.1.4 Kompli"!si
-en&akit 2antung dan pembuluh darah
(ua bentuk utama pen&akit 2antung &ang timbul pada penderita
hipertensi! &aitu pen&akit 2antung koroner +-J%, dan pen&akit 2antung
hipertensi. Hipertensi merupakan pen&ebab paling umum dari
hipertro$i 6entrikel kiri. ?aktu &ang lama dan naikn&a tekanan darah
tidak mutlak sebagai timbuln&a hipertro$i 6entrikel kiri! karena adan&a
$aktor7$aktor lain selain peninggian tekanan darah &ang penting untuk
perkembangann&a.
-en&akit hipertensi serebro6askuler dapat timbul karena pendarahan
atau eteroemboli.
Anse$alopati hipertensi &aitu sindroma &ang ditandai dengan
perubahan7 perubahan neurologis mendadak atau sub akut &ang timbul
sebagai akibat tekanan arteri &ang meningkat! dan kembali normal bila
tekanan darah kembali diturunkan. Biasan&a ditandai oleh rasa sakit
kepala hebat! bingung! lamban dan sering disertai dengan muntah7
muntah! mual dan gangguan penglihatan.
2.2 Pos#ind$
2.2.1 Definisi Pos#ind$
-osbindu merupakan kegiatan dengan mengutamakan peran serta
mas&arakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan $aktor
resiko -'B utama! &ang dilaksanakan se<ara terpadu! rutin! dan periodik.
;aktor resiko tersebut meliputi merokok! konsumsi minuman beralkohol! pola
makan tidak sehat! kurang akti$itas $isik! obesitas! stress! hipertensi!
hiperglikemi! hiperkolesterol. *elain itu! -osbindu 2uga menindaklan2uti se<ara
dini $aktor resiko &ang ditemukan melalui konseling kesehatan dan segera
meru2uk ke $asilitas pela&anan kesehatan dasar &aitu puskesmas.
%elompok -'B Dtama adalah -enderita diabetes mellitus! kanker!
pen&akit 2antung dan pembuluh darah +-J-(,! pen&akit paru obstrukti$ kronis
+--9%,! dan gangguan akibat ke<elakaan dan tindak kekerasan.
2.2.2 T$2$!n
Belakukan peningkatan peran serta mas&arakat dalam pen<egahan dan
penemuan dini $aktor resiko -'B.
2.2.3 S!s!r!n Kegi!t!n
*asaran utama kegiatan ini adalah kelompok mas&arakat sehat!
mas&arakat dengan $aktor resiko dan mas&arakat dengan -'B berusia 1/
tahun ke atas.
2.2.) Kegi!t!n
-osbindu dapat dilaksanakan terintegrasi dengan upa&a kesehatan
bersumber dari mas&arakat &ang sudah ada! di tempat ker2a atau klinik
perusahaan! di lembaga pendidikan! tempat lain dimana mas&arakat dalam
2umlah tertentu berkumpul8berakti6itas se<ara rutin seperti di mas2id! gere2a!
klub olahraga! pertemuan organisasi politik maupun kemas&arakatan.
Integrasi &ang dimaksudkan adalah memadukan pelaksanaan -osbindu
dengan kegiatan &ang sudah dilakukan meliputi kesesuaian )aktu dan tempat!
serta meman$aatkan sarana dan tenaga &ang ada.
2.2.0 Pel!"$ Kegi!t!n
-elaksanaan -osbindu dilakukan oleh kader kesehatan &ang telah ada
atau beberapa orang dari masing7masing kelompok8organisasi8lembaga8tempat
ker2a &ang bersedia men&elenggarakan posbindu -'B! &ang telah mengikuti
pelatihan se<ara khusus! dibina atau di$asilitasi untuk melakukan pemantauan
$aktor resiko pen&akit tidak menular di masing7masing kelompok atau
organisasin&a. Berikut ini adalah kriteria kader untuk -osbinduF
7 Berpendidikan minimal *@':
7 Bau dan mampu melakukan kegiatan terkait dengan -osbindu
2.2., Bent$" Kegi!t!n
-osbindu meliputi 10 +sepuluh, kegiatan &aitu F
1. %egiatan penggalian in$ormasi $aktor resiko dengan )a)an<ara sederhana
tentang ri)a&at -'B pada keluarga dan diri peserta! akti$itas $isik!
merokok! kurang makan sa&ur dan buah! potensi ter2adin&a <edera dan
kekerasan dalam rumah tangga! in$ormasi lain 2uga ditan&akan untuk
mengidenti$ikasi masalah kesehatan berkaitan dengan ter2adin&a -'B.
%egiatan ini dilakukan saat pertama kali kun2ungan dan berkala sebulan
sekali.
2. %egiatan pengukuran berat badan! tinggi badan! Indeks Bassa tubuh
+IB',! lingkar perut! analisis lemak tubuh! dan tekanan darah sebaikn&a
diselenggarakan 1 bulan sekali. :nalisa lemak tubuh han&a dapat
dilakukan untuk anak usia lebih dari 10 tahun! pengukuran tekanan darah
disesuaikan dengan ukuran mansetn&a dengan ukura lengan atas.
. %egiatan pemeriksaan $ungsi paru se<ara sederhana dilakukan 1 tahun
sekali bagi &ang sehat! sementara bagi &ang beresiko dilakukan bulan
sekali dan penderita gangguan paru dian2urkan 1 bulan sekali. -emeriksaan
:-A +:rus -un<ak Akspirasi, dengan "ea+ #lo2 meter pada anak dimulai
usia 1 tahun. -emeriksaan $ungsi paru sederhana baik dilakukan oleh
tenaga kesehatan &ang sudah terlatih.
4. %egiatan pemeriksaan gula darah bagi indi6idu sehat paling sedikit
diselenggarakan tahun sekali dan bagi &ang telah mempun&ai $aktor
resiko -'B atau pen&andang diabetes melitus paling sedikit 1 tahun
sekali. Dntuk pemeriksaan glukosa darah dilakukan oleh tenaga kesehatan
+dokter! pera)at8bidan8analis laboratorium dan lainn&a,.
/. %egiatan pemeriksaan kolesterol total dan trigliserida! bagi indi6idu sehat
disarankan / tahun sekali dan bagi &ang telah mempun&ai $aktor resiko
-'B 1 bulan sekali dan penderita dislipidemia8gangguan lemak dalam
darah minimal bulan sekali. Dntuk pemeriksaan gula darah dan
kolesterol darah dilakukan oleh tenaga kesehatan &ang ada di kelompok
tersebut.
1. %egiatan pemeriksaan IV: +Inspeksi Visual :sam :setat, dilakukan
minimal / tahun sekali bagi indi6idu sehat! setelah hasil IV: positi$!
dilakukan pengobatan krioterapi! diulangi setelah 1 bulan! 2ika negati6e
dilakukan pemeriksaan ulang / tahun! bila positi$ lagi dilakukan krioterapi
kembali. (ilakukan oleh bidan8dokter &ang telah terlatih dan tatalaksana
lan2utan dilakukan oleh dokter terlatih di puskesmas.
5. %egiatan pemeriksaan kadar alkohol perna$asan dan tes am$etamin urin
bagi pengemudi umum! dilakukan tenaga kesehatan +dokter!
pera)at8bidan8analis laboratorium dan lainn&a,.
#. %onseling dan pen&uluhan! harus dilakukan setiap pelaksanaan -osbindu.
Hal ini penting dilakukan karena pemantauan $aktor risiko kurang
berman$aat bila mas&arakat tidak tahu <ara mengendalikann&a.
9. %egiatan akti$itas $isik dan atau olahraga bersama! sebaikn&a tidak han&a
dilakukan 2ika ada pen&elenggaraan -osbindu -'B namun perlu dilakukan
rutin setiap minggu.
10. 4u2ukan ke $asilitas pela&anan kesehatan dasar di )ila&ahn&a dengan
peman$aatan sumber da&a tersedia termasuk upa&a respon <epat sederhana
dalam penanggulangan pra7ru2ukan.
2.2.+ Pengelompo"!n Tipe Pos#ind$
Berdasarkan 2enis kegiatan deteksi dini! pemantauan dan tindak lan2ut
&ang dapat dilakukan oleh -osbindu -'B! maka dapat dibagi men2adi 2
kelompok tipe -osbindu -'B! &aitu F
a. -osbindu -'B dasar meliputiF
(eteksi dini $aktor resiko sederhana le)at )a)an<ara terarah melalui
penggunaan instrument untuk mengidenti$ikasi ri)a&at pen&akit tidak
menular dalam keluarga dan &ang telah diderita sebelumn&a! perilaku
berisiko! potensi <edera dan %(4'
-engukuran berat badan! tinggi badan! lingkar perut! indeks masa
tubuh +IB',
:nalisa lemak tubuh
-engukuran tekanan darah
-emeriksaan u2i $ungsi paru sederhana
-en&uluhan mengenai pemeriksaan pa&udara sendiri.
b. -osbindu -'B Dtama meliputi pela&anan -osbindu -'B dasar ditambahF
-emeriksaan gula darah
-emeriksaan kolesterol total dan trigliserida
-emeriksaan klinis pa&udara
-emeriksaan IV: +Inspeksi Visual :sam :setat,
-emeriksaan kadar alkohol pernapasan dan tes am$etamin urin bagi
kelompok pengemudi umum
(engan pelaksana adalah tenaga kesehatan terlatuh +dokter! bidan8pera)at
kesehatan8tenaga analis laboratorium8lainn&a, didesa8kelurahan! kelompok
mas&arakat! lembaga8institusi. Dntuk pen&elenggaraan -osbindu -'B utama dapat
dipadukan dengan -os %esehatan (esa atau %elurahan *iaga :kti$! maupun di
kelompok mas&arakat8lembaga8instituasi &ang tersedia tenaga kesehatan tersebut
sesuai dengan kompetensin&a.
2.2.3 Kemitr!!n
(alam pen&elenggaraan -osbindu pada tatanan desa8kelurahan perlu
dilakukan kemitraan dengan $orum desa8kelurahan siaga! industri dan klinik
s)asta untuk mendukung implementasi dan pengembangan kegiatan.
%emitraan 2uga dilakukan dengan klinik s)asta untuk komunikasi dan
koordinasi dalam mendapat dukungan dari pemerintah daerah. (ukungan
dapat berupa sarana8prasarana lingkungan &ang kondusi$ untuk men2alankan
pola hidup sehat misaln&a $asilitas olahraga atau sarana pe2alan kaki &ang
aman dan sehat.
Belalui klinik desa siaga dapat dikembangkan sistem ru2ukan dan
dapat diperoleh bantuan teknis medis untuk pela&anan kesehatan. *ebalikn&a
bagi $orum desa siaga dapat memper<epat pen<apaian desa8kelurahan siaga
akti$.
%emitraan dengan industri khususn&a $armasi berman$aat dalam
pendanaan dan $asilitasi alat! <ontohn&a glu<ometer! tensimeter &ang
berman$aat dalam pelaksanaan -osbindu -'B dengan standard lengkap.
2.2.4 5!ng"!( Pen6elengg!r!!n Pos#ind$ PT'
:, -ersiapan
%abupaten 8 %ota berperan untuk melakukan inisiasi dengan berbagai
rangkaian kegiatan dan -uskesmas berperan untuk mensosialisasikan
tentang -'B! mempersiapkan sarana dan tenaga puskesmas
B, -elatihan -'B tenaga pelaksana 8 %ader -osbindu -'B
o Bemberikan pengetahuan tentang -'B! $aktor resiko! dampak! dan
pengendalian -'B.
o Bemberikan pengetahuan tentang -osbindu -'B
o Bemberikan kemampuan dan keterampilan dalam memantau $aktor
resiko -'B.
o Bemberikan keterampilan dalam melakukan konseling serta tindak
lan2ut lainn&a.
C, %egiatan %ader -elaksana -osbindu -'B
*etelah dilatih %ader melakukanF
1.
Belaporkan kepada pimpinan organisasi 8 pimpinan )ila&ah
2.
Bempersiapkan dan melengkapi sarana &ang dibutuhkan
.
Ben&usun ren<ana ker2a
4.
Bemberikan in$ormasi kepada sasaran
/.
Belaksanakan )a)an<ara! pemeriksaan! pen<atatan dan ru2ukan bila
diperlukan setiap bulan
1.
Belaksanakan konseling
5.
Belaksanakan pen&uluhan berkala
#.
Belaksanakan kegiatan akti$itas $isik bersama
9.
Bembangun 2e2aring ker2a
10.
Belakukan konsultasi dengan petugas bila diperlukan
!4
2.2.4 Pel!"s!n!!n Pos#ind$ PT'
1. 7!"t$ pen6elengg!r!!n
-osbindu -'B dapat dilakukan sebulan sekali! bila diperlukan dapat
lebih dari satu kali dalam sebulan untuk kegiatan pengendalian $a<tor
resiko -'B lainn&a! misaln&a olahraga bersama! sarasehan dan lainn&a.
Hari dan )aktu &ang dipilih sesuai dengan kesepakatan serta dapat sa2a
disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.
2. Temp!t
'empat pelaksanaan sebaikn&a berada pada lokasi &ang mudah
di2angkau dan n&aman bagi peserta. -osbindu -'B dapat dilaksanakan di
salah satu rumah )arga! balai desa atau kelurahan! salah satu kios di pasar!
salah satu ruang perkantoran atau klinik perusahaan! ruangan khusus di
sekolah! salah satu ruangan di dalam lingkungan tempat ibadah! atau
tempat tertentu &ang disediakan oleh mas&arakat se<ara s)ada&a.
3. Pel!"s!n!!n "egi!t!n
-osbindu -'B dilaksanakan dengan / tahapan pela&anan &ang disebut
s&stem / me2a! namun dalam situasi kondisi tertentu dapat disesuaikan
dengan kebutuhan dan kesepakatan bersama. %egiatan tersebut berupa
pela&anan seteksi dini dan tindak lan2ut sederhana serta monitoring
terhadap $a<tor risiko pen&akit tidak menular! termasuk ru2ukan ke
-uskesmas. (alam pelaksanaann&a! pada setiap langkah se<ara sederhana
dapat diuraikan sebagai berikut F
Eambar Bagan sistem / me2a
+*umberF 4I! %. %. +2012,. 1u+u .intar 4ader .enelenggaraan .osbindu .T-.
JakartaF %ementerian %esehatan 4I,.
-embagian peran %ader -osbindu -'B F
1. %oordinator
%etua dari perkumpulan dan penanggung2a)ab kegiatan serta
berkoordinasi terhadap puskesmas dan para pembina terkait di
)ila&ahn&a.
2. %ader -enggerak
:nggota perkumpulan &ang akti$! berpengaruh dan komunikati$
bertugas menggerakkan mas&arakat! sekaligus melakukan )a)an<ara
dalam penggalian in$ormasi.
. %ader -emantau
:nggota perkumpulan &ang akti$ dan komunikati$ bertugas melakukan
pengukuran $aktor resiko -'B
4. %ader %onselor8Adukator
:nggota perkumpulan &ang akti$! komunikati$ dan telah men2adi
panutan dalam penerapan ga&a hidup sehat! bertugas melakukan
konseling! edukasi! moti6asi serta menindaklan2uti ru2ukan dari
puskesmas.
/. %ader -en<atatan
:nggota perkumpulan &ang akti$ dan komunikati$ bertugas melakukan
pen<atatan hasil kegiatan -osbindu -'B dan melaporkan kepada
%oordinator -osbindu -'B
'ugas &ang dilakukan oleh kader F
-ada H71 tahap persiapan F
a. Bengadakan pertemuan kelompok untuk menentukan 2ad)al kegiatan
b. Ben&iapkan tempat dan peralatan &ang diperlukan
<. Bembuat dan men&ebarkan pengumuman mengenai )aktu
pelaksanaan
-ada hari H tahap pelaksanaan F
a. Belakukan pela&anan dengan s&stem / me2a atau modi$ikasi sesuai
dengan kebutuhan dan kesepakatan bersama
b. :kti$itas bersama seperti berolahraga bersama! demo masak!
pen&uluhan! konseling! sarasehan dan peningkatan keterampilan bagi
para anggotan&a termasuk ru2ukan ke -uskesmas8%linik s)asta84*
-ada HJ1 tahap e6aluasi
a. menilai kehadiran para anggota! kader dan undangan lainn&a
b. mengisi <atatan pelaksanaan kegiatan
< mengidenti$ikasi masalah &ang dihadapi
d. men<atat hasil pen&elesaian masalah
e. melakukan tindak lan2ut berupa kun2ungan rumah bila diperlukan
$. melakukan konsultasi teknis dengan -embina -osbindu 9'B
-eran -etugas -uskesmas
-uskesmas memiliki tanggung 2a)ab dalam pembinaan -osbindu -'B
di )ila&ah ker2an&a sehingga kehadiran petugas -uskesmas dalam
kegiatan -osbindu -'B sangat diperlukan dalam )u2ud F
a. memberikan bimbingan teknis kepada para kader -osbindu -'B dalam
pen&elenggaraann&a
b. memberikan materi kesehatan terkait dengan permasalahn $a<tor risiko
-'B dalam pen&uluhan maupun kegiatan lainn&a
<. mengambil dan menganalisa hasil kegiatan -osbindu -'B
d. menerima! menangani! dan memberi umpan balik kasus ru2ukan dari
-osbindu -'B
e. melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan lain &ang
terkait
-ara -emangku %epentingan +Sta+e Holder, F
1. Camat
Bengkoordinasikan hasil kegiatan dan tindak lan2ut -osbindu -'B di
)ila&ah ker2an&a selaku penanggung 2a)ab )ila&ah ke<amatan serta
melakukan pembinaan dalam mendukung kelestarian kegiatan -osbindu
-'B
2. @urah8%epala (esa atau sebutan lain
Bengkoordinasikan hasil kegiatan dan tindak lan2ut -osbindu -'B di
)ila&ah ker2an&a selaku penanggung 2a)ab )ila&ah desa8 kelurahan serta
melakukan pembinaan dalam mendukung kelestarian kegiatan -osbindu
-'B
. -ara pimpinan kelompok8lembaga8instansi8organisasi
Bendukung dan berperan akti$ dalam kegiatan -osbindu -'B sesuai
dengan minat dan misi kelompok8lembaga8instansi8organisasi tersebut
4. 'okoh8-enggerak Bas&arakat
Benggerakkan mas&arakat untuk berpartisipasi se<ara akti$ dan
mendukung dengan sumber da&a &ang dimiliki terhadap pen&elenggaraan
-osbindu -'B
/. (unia Dsaha
Bendukung pen&elenggaraan -osbindu -'B dalam bentuk sarana dan
pembia&aan termasuk berperan akti$ sebagai sukarela)an sosial
). Pem#i!6!!n
(alam mendukung terselenggaran&a kegiatan -osbindu -'B! diperlukan
pembia&aan &ang memadai baik dana mandiri dari perusahaan8kelompok
mas&arakat8lembaga atau dukungan dari pihak lain &ang peduli terhadap
permasalahan pen&akit tidak menular di )ila&ah masing7masing F
7 (ana Bantuan 9perasional %esehatan
7 (ana *ehat atau mekanisme pendanaan lainn&a. Kang berasal dari
mas&arakat
7 (ana dari lembaga donor &ang dia2ukan le)at proposal
7 (ana dari pihak s)asta melalui C*4 +Cor"orate Social 5es"onsibilit, 8
'anggung Ja)ab *osial -erusahaan.
7 -embia&aan dari pemerintah daerah setempat.
-eman$aatan Bia&a tersebut adalah untukF
7 9perasional -osbindu -'B
7 -engganti bia&a per2alanan kader
7 Bia&a pen&ediaan bahan habis pakai
7 -embelian bahan pemberian makanan tambahan +-B',
7 Bantuan bia&a ru2ukan bagi &ang membutuhkan
7 -en&elenggaraan pertemuan
7 Bantuan bia&a duka bila ada anggota &ang mengalami
ke<elakaan8kematian.
0. Pen%!t!t!n d!n Pel!por!n
-en<atatan hasil kegiatan -osbindu -'B dilakukan oleh kader. -etugas
-uskesmas mengambil data hasil kegiatan -osbindu -'B &ang digunakan untuk
pembinaan dan melaporkan ke instansi terkait se<ara ber2en2ang. Dntuk pen<atatan
digunakan F
1. %B* ;47-'B +%artu Benu2u *ehat ;aktor 4isiko -en&akit 'idak
Benular,
-ada pelaksanaan pemantauan! kondisi $a<tor risiko -'B harus
diketahui oleh &ang diperiksa maupun &ang memeriksa. Basing7
masing peserta harus memiliki alat pantau indi6idu berupa %B* ;47
-'B. Dntuk men<atat kondisi $a<tor risiko -'B. %artu ini disimpan
oleh masing7masing peserta dan harus selalu diba)a ketika berkun2ung
ke tempat pelaksanaan -osbindu -'B. 'u2uann&a agar setiap indi6idu
dapat melakukan ma)as diri dan melakukan tindak lan2ut &ang
diperlukan sesuai dengan kondisi peserta -osbindu.
;ormat %B* ;47-'B men<akup nomor identitas! data
demogra$i! )aktu kun2ungan! 2enis $a<tor risiko -'B dan tindak lan2ut.
-ada %B* ;47-'B &ang berguna sebagai in$ormasi medis 2ika
pemegang kartu mengalami kondisi darurat di per2alanan. Hasil dari
setiap 2enis pengukuran atau pemeriksaan $a<tor risiko -'B pada
setiap kun2ungan akan di<atat pada %B* ;47-'B oleh kader.
2. Buku pen<atatan hasil kegiatan -osbindu -'B
(iperlukan untuk men<atat identitas dan keterangan lain men<akup
nomor! no %'-8kartu identitas lain! nama! umur! dan 2enis kelamin.
Buku ini merupakan data pribadi peserta &ang berguna untuk
kon$irmasi 2ika suatu saat diperlukan. (ipegang oleh %oordinator.
,. Tind!" l!n2$t (!sil Pos#ind$ PT'
'u2uan dari pen&elenggaraan -osbindu -'B &aitu agar $a<tor
risiko -'B dapat di<egah dan dikendalikan lebih dini. ;aktor risko -'B
&ang telah terpantau se<ara rutin dapat selalu ter2aga pada kondisi normal
atau tidak masuk dalam kategori buruk! namun 2ika sudah berada dalam
kondisi buruk! $a<tor risiko tersebut harus dikendalikan pada kondisi
normal. 'idak semua <ara pengendalian $a<tor risiko -'B harus
dilakukan dengan obat7obatan.
-ada tahap dini kondisi $aktor resiko -'B dapat di<egah dan
dikendalikan melalui diet &ang sehat! akti$itas $isik &ang <ukup dan ga&a
hidup sehat seperti berhenti merokok! pengelolaan stress dan lain7lain.
Belalui konseling dan atau edukasi dengan kader konselor atau edukator!
pengetahuan dan keterampilan mas&arakat untuk men<egah dan
mengendalikan $a<tor resiko dapat ditingkatkan. (engan proses
pembela2aran di atas se<ara bertahap! maka setiap indi6idu &ang memiliki
$a<tor risiko akan menerapkan ga&a hidup sehat se<ara mandiri.
'abel $rekuensi dan 2angka )aktu pemantauan $a<tor resiko -'B
+*umberF 4I! %. %. +2012,. 1u+u .intar 4ader .enelenggaraan .osbindu .T-.
JakartaF %ementerian %esehatan 4I,.
+. 8$2$"!n Pos#ind$ PT'
:pabila pada kun2ungan berikutn&a +setelah bulan, kondisi $a<tor
risiko tidak mengalami perubahan +tetap pada kondisi buruk,! atau sesuai
dengan kriteria ru2ukan! maka untuk mendapatkan penanganan &ang lebih
baik! maka peserta dengan kondisi &ang buruk dan tidak mengalami
kema2uan +sesuai kriteria ru2ukan, maka dilakukan peru2ukan ke
puskesmas sesuai kebutuhan. Namun tetap melakukan pemantauan resiko
-'B.
Eambar Bagan alur tindak lan2ut dan ru2ukan hasil deteksi dini di -osbindu -'B
+*umberF 4I! %. %. +2012,. 1u+u .intar 4ader .enelenggaraan .osbindu .T-.
JakartaF %ementerian %esehatan 4I,.