Anda di halaman 1dari 9

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Degradasi tanah telah menjadi masalah sejak manusia menetap tanah
dan mulai mengolah tanah dan menyerempet hewan peliharaan. Kadang-
kadang, degradasi lahan telah menjadi begitu parah yang telah memberikan
kontribusi terhadap penurunan peradaban, contohnya untuk pembukaan lahan
untuk perkebunan dan pertanian, pembabatan hutan, dan lain sebagainya
mengakibatkan tekanan terhadap sumber daya alam. Tidak jarang aktivitas
dilakukan tanpa mempertimbangkan kemampuan lahan. Pada akhirnya, tidak
sedikit lahan mengalami degradasi dan berubah menjadi lahan kritis.
Banyaknya lahan pertanian yang sering dimanaatkan sebagian
penduduk tidak menutup kemungkinan rusaknya tanah sebagai media
pertanian apabila kurang terawat. Ditambah lagi karena terkontaminasi
bahan-bahan kimia dan bencana alam. Penggunaan dan pemanaatan
lahan!tanah ini juga harus diimbangi dengan perbaikan dan pencegahan
supaya tidak terjadi erosi tanah.
Konservasi tanah adalah serangkaian strategi pengaturan untuk
mencegah erosi tanah dari permukaan bumi atau terjadi perubahan secara
kimiawi atau biologi akibat penggunaan yang berlebihan, salinisasi,
pengasaman, atau akibat kontaminasi lainnya. "da banyak strategi yang
digunakan untuk menangani erosi tanah, antara lain# pemilihan vegetasi
penutup lahan, pencegahan erosi, pengaturan kadar garam, pengendalian
keasaman, meningkatkan kelestarian organisme tanah yang menguntungkan,
pencegahan dan remediasi tanah dari kontaminasi, dan mineralisasi. $ntuk
itu konservasi tanah perlu ditingkatkan khususnya di %ndonesia.
&alah satunya konservasi tanah dan air dengan cara kimia, konservasi
tanah ini diarahkan pada tiga perlakuan pokok, yaitu# '() perlindungan tanah
dari butir-butir hujan dengan cara meningkatkan jumlah tutupan tanah dengan
bahan organik dan tajuk tanaman* '+) mengurangi jumlah aliran permukaan
melalui peningkatan iniltrasi, kandungan bahan organik* dan ',) mengurangi
kecepatan aliran permukaan sehingga kecepatan erosi dapat dikurangi.
B. Tujuan
Tujuan yang dapat dirumuskan dalam pembuatan makalah ini antara
lain untuk mengetahui#
(. "pa yang dimaksud dengan konservasi tanah secara kimia.
+. -etode yang digunakan dalam konservasi tanah secara kimia.
II. TINJAUAN PUSTAKA
-enurut &itanala "rsyad '(./.), Konservasi Tanah adalah penempatan
setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah
tersebut dan memperlakukkannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan
agar tidak terjadi kerusakan tanah. &edangkan konservasi "ir menurut Deptan
'+001) adalah upaya penyimpanan air secara maksimal pada musim penghujan
dan pemanaatannya secara eisien pada musim kemarau. Konservasi tanah dan
konservasi air selalu berjalan beriringan dimana saat melakukan tindakan
konservasi tanah juga di lakukan tindakan konservasi air, konservasi air pada
prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah seeisien mungkin, dan
pengaturan waktu sehingga tidak terjadi banjir yang merusak dan terdapat cukup
air pada waktu musim kemarau. &etiap perlakuan yang diberikan pada sebidang
tanah akan mempengaruhi tata air pada tempat itu dan tempat-tempat hilirnya.
2leh karena itu maka konservasi tanah dan konservasi air merupakan dua hal
yang berhubungan erat, berbagai tindakan konservasi tanah merupakan juga
tindakan konservasi air.
Teknik konservasi tanah di %ndonesia diarahkan pada tiga prinsip utama
yaitu perlindungan permukaan tanah terhadap pukulan butir-butir hujan,
meningkatkan kapasitas iniltrasi tanah seperti pemberian bahan organik atau
dengan cara meningkatkan penyimpanan air,dan mengurangi laju aliran
permukaan sehingga menghambat material tanah dan hara terhanyut '"gus et al.,
(...). -anusia mempunyai keterbatasan dalam mengendalikan erosi sehingga
perlu ditetapkan kriteria tertentu yang diperlukan dalam tindakan konservasi
tanah.disertakan dalam merancang teknik konservasi tanah adalah nilai batas erosi
yang masih dapat diabaikan 'tolerable soil loss). Ketiga teknik konservasi tanah
secara vegetati, mekanis dan kimia pada prinsipnya memiliki tujuan yang sama
yaitu mengendalikan laju erosi, namun eektiitas, persyaratan dan kelayakan
untuk diterapkan sangat berbeda. 2leh karena itu pemilihan teknik konservasi
yang tepat sangat diperlukan.
Pada dasarnya konservasi tanah secara vegetati adalah segala bentuk
pemanaatan tanaman ataupun sisa-sisa tanaman untuk mengurangi erosi.
Tanaman ataupun sisa-sisa tanaman berungsisebagai pelindung tanah terhadap
daya pukulan butir air hujan maupun terhadap daya angkut air aliran permukaan
'runoff), serta meningkatkan peresapan air ke dalam tanah '&etihadi, +0(+).
Keberadaan perakaran mampu memperbaiki kondisi siat tanah yang disebabkan
oleh penetrasi akar ke dalam tanah, menciptakan habitat yang baik bagi organisme
dalam tanah, sebagai sumberbahan organik bagi tanah dan memperkuat daya
cengkeram terhadap tanah '3oth, (..4, Killham, (..5, "gus et al., +00+).
Perakaran tanaman juga membantu mengurangi air tanah yang jenuh oleh
airhujan, memantapkan agregasi tanah sehingga lebih mendukungpertumbuhan
tanaman dan mencegah erosi, sehingga tanah tidak mudah hanyut akibat aliran
permukaan, meningkatkan iniltrasi, dan kapasitas memegang air.
Kemantapan struktur tanah merupakan salah satu siat tanah yang
menentukan tingkat kepekaan tanah terhadap erosi. 6ang dimaksud dengan cara
kimia dalam usaha pencegahan erosi, yaitu dengan pemanaatan soil conditioner
atau bahan-bahan pemantap tanah dalam hal memperbaiki struktur tanah sehingga
tanah akan tetap resisten terhadap erosi 'Kartasapoetra dan &utedjo, (./4). Bahan
kimia sebagai soil conditioner mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap
stabilitas agregat tanah. Pengaruhnya berjangka panjang karena senyawa tersebut
tahan terhadap mikroba tanah. Permeabilitas tanah dipertinggi dan erosi
berkurang. Bahan tersebut juga memperbaiki pertumbuhan tanaman semusim
pada tanah liat yang berat '"rsyad, (./.)
I. ISI
Kerusakan yang dialami oleh tanah dan air karena aktor-aktor yang
merugikan, merupakan satu kesatuan oleh karena itu setiap perlakuan yang
diberikan pada sebidang tanah akan mempengaruhi tata air pada tempat itu dan
tempat-tempat hilirnya. 2leh karena itu maka konservasi tanah dan konservasi air
merupakan dua hal yang berhubungan erat, berbagai tindakan konservasi tanah
merupakan juga tindakan konservasi air.
1. Konservasi tana !an air se"ara Ki#ia
Teknik konservasi tanah secara kimiawi adalah setiap penggunaan
bahan-bahan kimia baik organik maupun anorganik, yang bertujuan untuk
memperbaiki siat tanah dan menekan laju erosi.
7ara kimia dalam usaha pencegahan erosi, yaitu dengan pemanaatan
soil conditioner atau bahan-bahan pemantap tanah dalam hal memperbaiki
struktur tanah sehingga tanah akan tetap resisten terhadap erosi. Bahan kimia
sebagai soil conditioner mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap
stabilitas agregat tanah. Pengaruhnya berjangka panjang karena senyawa
tersebut tahan terhadap mikroba tanah. Permeabilitas tanah dipertinggi dan
erosi berkurang. Bahan tersebut juga memperbaiki pertumbuhan tanaman
semusim pada tanah liat yang berat.
8ambar soil conditioner
Bahan kimiawi yang termasuk dalam kategori ini adalah pembenah
tanah 'soil conditioner) seperti#
a. -7&, campuran dimethyldichlorosilane dan methyl-trichlorosilane'9an
Bavel, (.40). Berupa cairan yang mudah menguap, gas yang terbentuk
bercampur dengan air tanah. &enyawa yang terbentuk membuat agregat
tanah stabil.
a. Krilium ':.P. -artin ; 8. Taylor, (.4+). -erupakan garam natrium dari
polyacrylonitrile yang terhidrolisa.
Bahan kimia lainnya yang sering digunakan untuk konservasi tanah
dan air#
a. Polimer tak terionisasi# Polyvinyl alcohol 'P9")
b. Polyanion#

Polyvinyl acetate 'P9a),

Polyacrylonitrile setengah terhidrolisa '<p P"=),

Poly acrylic acid 'P""),

Vinyl acetate malcic acid copolymer '9"-")


c. Polication# Dimethylaminoethylmetacrylate 'D">-")
d. Dipole polimer 'gugus ? dan -)# Polyacrylamide 'P"-). 7ontoh
penggunaan P"- bersiat non-hidroobik, memiliki bagian akti amide
yang mengikat -2< pada butir liat melalui ikatan hidrogen.
7ara aplikasi#
Liat
O
H
H
N
N
O
C R Polimer
P"- dicampur air dengan perbandingan volume tertentu. Dicampur
tanah dengan menyemprotkan emulsi tersebut ke permukaan tanah kemudian
diaduk dengan cangkul!garu.
Pengaruh terhadap perbaikan struktur tanah dipengaruhi:

B- polimer, optimum P"- (0


1

Kandungan air tanah, optimum pada titik lengkung terbesar pada kurva
p3.

Konsentrasi emulsi, tanah berkadar liat tinggi lebih sedikit daripada


tanah berpasir.
e. >mulsi Bitumen. Bitumen Preparat termurah, mengandung gugus akti
7arbo@yl. Pengaruhnya menyebabkan tanah lebih hidroobik sehingga
sangat bermanaat bagi pembentukan agregat tanah yang mudah mengeras
Kelompok a,b,c ; d bersiat non hidroobik* Kelompok e bersiat non-
hidroilik* Kelompok b ; e dapat meningkatkan KTK.
Bahan-bahan ini diaplikasikan ke tanah dengan tujuan untuk memperbaiki
struktur tanah melalui peningkatan stabilitas agregat tanah, sehingga tahan
terhadap erosi. Kemantapan struktur tanah merupakan salah satu siat tanah yang
menentukan tingkat kepekaan tanah terhadap erosi. Penggunaan bahan-bahan
pemantap tanah bagi lahan-lahan pertanian dan perkebunan yang baru dibuka
sesunggunya sangat diperlukan mengingat#
a. Aahan-lahan bukaan baru kebanyakan masih merupakan tanah-tanah virgin
yang memerlukan banyak perlakuan agar dapat didayagunakan dengan
eekti.
b. Pada waktu penyiapan lahan tersebut telah banyak unsur-unsur hara yang
terangkat.
c. Pengerjaan lahan tersebut menjadi lahan yang siap untuk kepentingan
perkebunan, menyebabkan banyak terangkut atau rusaknya bagian top soil,
mengingat pekerjaannya menggunakan peralatan-peralatan berat seperti
traktor, bulldoBer dan alat-alat berat lainnya.
d. Pada waktu penyiapan lahan tersebut telah banyak unsur-unsur hara yang
terangkat, sehingga diperlukan pasokan unsur hara tambahan.
e. Pengerjaan lahan tersebut menjadi lahan yang siap karena penambahan
bahan kimia,sehingga tanah menjadi lebih subur.
Teknik konservasi dengan kimiawi jarang digunakan petani jika
dibandingkan dengan cara konservasi mekanik ataupun vegetasi, terutama karena
keterbatasan modal, sulit pengadaannya serta hasilnya tidak jauh beda dengan
penggunaan bahan-bahan alami. &elain itu sebagian tanah sensiti terhadap
penggunaan bahan kimia, dengan penggunaan yang dilakukan terus-menerus
maka tanah tersebut tidak akan produkti.
III. SI$PULAN DAN SA%AN
A. Si#&ulan
(. Teknik konservasi secara kimiawi adalah setiap penggunaan bahan-bahan
kimia baik organik maupun anorganik, yang bertujuan untuk memperbaiki
siat tanah dan menekan laju erosi.
+. Konservasi tanah dan air secara Kimia, dengan menggunakan soil conditioner
dan bahan kimia lainnya seperti polimer tak terionisasi Polyvinyl alcohol
'P9"), Polyanion, dan bitumen.