Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA
PENENTUAN ALB PADA MINYAK GORENG

DI SUSUN OLEH :
1. Firman Harris (061340411509)
2. Galuh Wicaksono (061340411510)
3. Ikshan Nopratama (061340411511)
4. Ichsan Sandypratama (061340411512)
5. Karina Thohirah (061340411513)
6. Khoirun Naimah (061340411514)
7. Lidya Lorenza (061340411515)
8. Lusiana Apridayani (061340411516)
Kelas : 1EGA
Dosen Pembimbing : Zurohaina, S.T., M.T.
JURUSAN TEKNIK ENERGI
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PENENTUAN ASAM LEMAK BEBAS (ALB) PADA MINYAK GORENG

I. TUJUAN
Mahasiswa dapat melakukan penentuan asam lemak bebas pada minyak goring
dengan cara titrasi.

II. RINCIAN KERJA
Standarisasi larutan baku KOH
Penentuan kadar asam lemak bebas pada CPO

III. TEORI
Minyak kelapa sawit mempunyai peranan penting dalam perdagangan dunia.
Berbagai industry, baik pangan maupun nonpanganbanyak yang menggunakannya
sebagai bahan baku. Berdasarkan peranan dan kegunaan minyak sawit itu, maka mutu
dan kualitasnya harus diperhatikan sebab sangat menentukan harga nilai komoditas
ini. Dalam hal ini syarat mutu diukur berdasarkan spesifikasi standar mutu
internasional, yang meliputi kadar ALB, air, kotoran, logam, peroksida dan ukuran
pemucatan.
ALB dengan konsentrasi tinggi dalam minyaksawit sangat merugikan. Tingginya
ALB ini mengakibatkan rendeman minyak turun sehingga mutu minyak menjadi
menurun. Apabila kadar ALB pada CPO meningkat melebihi standar mutu yang telah
di tetapkan maka CPO tersebut tidak dapat dijual. Hal ini menyebabkan kerugian
pada perusahaan penghasil CPO.
Kenaikan kadar ALB ditentukan mulai dari saat tandan buah sawit dipanen sampai
tandan diolah di pabrik. Pembentukan ALB pada buah disebabkan pecahnya
membrane vacuola (yang memisahkan minyak dari komponen sel) sehingga minyak
bercampur dengan air sel. Dengan dikatalisir oleh enzim lipase, lemak terhidrolisa
membentuk ALB dan gliserol. Semakin lama reaksi ini berlangsung, maka semakin
banyak ALB yang terbentu.
Reaksi hidrolisis pada minyak sawit :



Penentuan ALB pada CPO menggunakan metode titrasi asam basa, dengan
menggunakan titran larutan KOH dengan indicator thymol blue. Sebelumnya larutan
baku KOH distandarisasi terlebih dahulu dengan asam palmitat.

Asam Palmitat
Salah satu asan lemak yang paling mudah diperoleh adalah Asam Palmitat atau
asam heksadekanoat. Tumbuh-tumbuhan dari famili Palmaceae, seperti kelapa (Cocos
nucifera) dan kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan seumber utama asam lemak
ini. Minyak kelapa bahkan mengandung hamper semuanya palmitat (92%). Miyak
sawit mengandung sekitar 50% palmitat. Produk hewani juga banyak mengandung
asam lemak ini (dafri mentega, keju, susu, dan juga daging).
Asam palmitat adalah asam lemak jenuh yang tersusun dari 16 atom karbon
(CH
3
(CH
2
)
14
COOH). Pada suhu ruang, asam palmitat berwujud padat berwarna putih.
Titik leburnya 63,1
o
C.
Dalam industri, asam palmitat banyak dimanfaatkan dalam bidang kosmetika dan
perwarnaan. Dari segi gizi, asam palmitat merupakan sumber kalori penting namun
memiliki daya antioksidasi yang rendah.

IV. ALAT DAN BAHAN
1. Alat yang digunakan :
Kaca Arloji
Erlenmeyer
Buret
Pipet Ukur
Gelas Kimia
Labu Takar
Spatula
Bola Karet
2. Bahan yang digunakan :
Minyak Goreng sebagai cuplikan
KOH
Asam Palmitat
Indicator thymol blue
Aquadest

V. LANGKAH KERJA
1. Standarisasi Larutan Baku KOH dengan Asam Palmitat
Membuat larutan 0,1N KOH sebanyak 250ml dalam labu ukur
Menempatkan didalam buret 50ml
Menimbang 1 gram asam palmitat yang telah dilarutkan dengan etanol
96% 50ml kedalam Erlenmeyer 250ml
Menambahkan indicator thymol blue
Menitrasikan dengan KOH, catat volume titran
Menghitung normalitas larutan KOH
2. Penentuan Kadar ALB pada CPO
Menempatkan +1gram CPO didalam Erlenmeyer 250ml
Melarutkan dengan etanol 96% 50ml
Menambahkan 2-3 tetes indicator thymol blue
Menitrasi dengan KOH sampai terjadi perubahan warna dari kuning
bening menjadi kebiru-biruan
Mengulangi masing-masing percobaan 3 kali



VI. DATA PENGAMATAN
1. Standarisasi Larutan Baku KOH dengan Asam Palmitat
No Volume Titran Gram Analit Perubahan Warna
1 39 ml 1 gr Kuning Bening Kebiru-Biruan
2 40 ml 1 gr Kuning Bening Kebiru-Biruan
3 41 ml 1 gr Kuning Bening Kebiru-Biruan

2. Penentuan Kadar ALB pada CPO
No Volume Titran
(KOH)
Gram Analit
(Minyak Kelapa)
Perubahan Warna
1 1,0 ml 1 gr Kuning Bening Kebiru-Biruan
2 1,0 ml 1 gr Kuning Bening Kebiru-Biruan
3 1,0 ml 1 gr Kuning Bening Kebiru-Biruan

No Volume Titran
(KOH)
Gram Analit
(Minyak Curah)
Perubahan Warna
1 1,0 ml 1 gr Kuning Bening Kebiru-Biruan
2 1,2 ml 1 gr Kuning Bening Kebiru-Biruan
3 1,0 ml 1 gr Kuning Bening Kebiru-Biruan

No Volume Titran
(KOH)
Gram Analit
(Minyak Jelantah)
Perubahan Warna
1 1,5 ml 1 gr Kuning Bening Kebiru-Biruan
2 1,7 ml 1 gr Kuning Bening Kebiru-Biruan
3 1,8 ml 1 gr Kuning Bening Kebiru-Biruan