Anda di halaman 1dari 5

Layanan peta secara bertahap menjadi aspek penting dari layanan web dan aplikasi.

Terutama
dengan popularitas beberapa software 3D bumi virtual seperti Google Earth (GE), World Wind, dan
seterusnya, permintaan pembangunan aplikasi web peta 3D (3D-WMA) semakin lebih dan lebih. Di
antara banyak platform teknologi dan kombinasi, bangunan 3D-WMA berdasarkan GE dan ArcGIS
server adalah pilihan yang baik. Tulisan ini pertama memperkenalkan keuntungan dari GE
geobrowser dan ArcGIS, maka arsitektur sistem yang terdiri dari manajemen profesional data
spasial, jasa peta penerbitan profesional, dan KML beban jasa geobrowser dianalisis. Selanjutnya,
beberapa keterampilan implementasi sistem dan metode termasuk membuat peta dengan
menerbitkan peta sebagai layanan KML, dan menggunakan layanan KML di GE geobrowser
diuraikan. Akhirnya, kasus 3D-WMA yaitu sistem presentasi tur 3D digital diperkenalkan, yang
menunjukkan kepraktisan yang baik untuk membangun aplikasi web peta 3D berdasarkan GE dan
ArcGIS Server. Bahkan, sistem mendirikan modus, arsitektur dapat diterapkan untuk semua
konstruksi 3D-WMA lainnya.



















Using Google Earth for Visualization in
FTTH Network Planning
http://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-642-16295-4_44

ringkasan
Dalam tulisan ini kita menunjukkan bagaimana Google Earth dapat digunakan untuk
memvisualisasikan rencana jaringan, khususnya untuk jaringan FTTH, mendukung perencanaan
berbasis GIS otomatis dengan mengurangi kebutuhan untuk situs mengunjungi secara fisik untuk
memeriksa dan memverifikasi plans.We mengembangkan dan menyajikan prosedur sederhana
untuk mengkonversi data GIS Denmark ke KML / KMZ format dilihat oleh Google Earth, dan
menunjukkan bahwa itu menghasilkan pemetaan yang cukup tepat untuk tujuan perencanaan saat
ini. Dengan alat konversi di tempat, Google Earth mudah digunakan, gratis dan alat yang kuat untuk
menyajikan dan meninjau rencana jaringan. Karena format yang sama dapat digunakan juga untuk
Google Maps dan Google Maps Mobile, adalah mungkin untuk melihat data dari perangkat
genggam, menyediakan alat yang tersedia di tempat selama penyebaran jaringan.

http://www.google.com/intl/id/earth/educators/













Dimulai dari sebuah ide untuk membuat sebuah invetarisasi yang global menyangkut keseniannya itu sendiri,
para pelaku, para penikmat, sebaran, tempat orang, pokoknya segala hal yang menyangkut tentang sebuah
kesenian. Inventarisasi merupakan sebuah sistem pencatatan dukomentasi dari sebuah kesenian apapun yang
terjadi terhadap kesenian tersebut. Walaupun sudah memeliki sistem geografik informasi sistem tapi ternyata
sangat sederhana, pengembangannya akan sulit untuk dilakukan pasti akan membongkar si sistem itu sendiri.
Ingin rasanya memanfaatkan google earth untuk kepentingan pengembagan inventarisasi seni di Bali khususnya
dan Indonesia pada umumnya. Setelah penelusuran di google menemukan sebuah tulisan yang l ayak untuk
dibaca, dan dikemudian saya copy paste kan dari http://ayo-cari.com/blog/2009/06/7-hal-yang-perlu-anda-
ketahui-tentang-%E2%80%9Cgoogle-earth%E2%80%9D/
Gambaran
Sebagai bagian dari sejarah Amerika,, Alexander menuliskan paper tentang ekspedisi yang dilakukan oleh Lewis
dan Clark, memfokuskan pada pengambilan keputusan yang penting. Pada tahun 1805, ketika kru penjelajah
tersebut tiba disisi sungai, mereka percaya bahwa sisi utara sungai merupakan rute perjalanan yang benar.
Tetapi kapten Lewis dan Clark berpendapat perjalanan melalui arah selatan akan membawa mereka sampai ke
Samudera Pasifik. Alexander kemudian mencoba untuk melihat area itu menggunakan Google Earth, yang bisa
membantunya memahami keadaan geografis daerah bagian Montana tersebut.
Alexander memutuskan untuk menambahkan visualisasi gambar yang ada pada Google Earth ke dalam
papernya. Dia memiliki satu set lengkap peta dari perjalanan Lewis dan Clark dalam format JPEG. Dia dengan
hati-hati menyalin peta diatas gambar Google Earth, ia juga menambahkan tanda untuk suatu tempat/lokasi yang
menunjukkan jarak dari tempat itu ke tempat yang lain. Suatu kali, dia melakukan perjalanan yang diambil
dengan gambar dari satelit, Alexander menciptakan screencast dirinya sedang melakukan penjelajahan melalui
negara menuju pantai, mengikuti rute yang sudah dilewati oleh para penjelajah. Screencast dirinya mendekatkan
pada kejadian dan keadaan yang menuntunnya pada keputusan untuk melewati sisi sungai dekat kota yang
sekarang dikenal dengan kota Great Falls. Gambar tersebut bisa menjelaskan kebingungan yang dialami oleh
kru penjelajah pada saat itu, sehingga pada akhirnya mereka mengambil keputusan yang benar untuk melewati
sisi selatan sungai. Alexander juga menjelaskan hal-hal yang kemungkinan akan ditemui oleh kru penjelajah jika
mereka mengambil menuju arah sisi utara, dia juga menyertakan scenario/gambaran hipotesis tentang kesulitan
yang akan dialami oleh kru penjelajah jika mereka melewati arah utara.
Ketika dia mempresentasikan papernya, Alexander menggunakan Google Earth untuk menunjukkan kepada
teman sekelasnya tentang area yang akan dia jelaskan. Dia memperkecil dan memperbesar gambar itu sehingga
teman-temannya bisa melihat sungai dan perjalanan dalam ekspedisi tersebut. Teman di kelasnya tertarik pada
area yang ditempuh selama perjalanan karena Google Earth menampilkan keadaan topograpinya dalam bentuk
3D. Aplikasi ini juga memberikan kesempatan Alexander untuk mengklik dan menghubungkan ke data internet
sehingga dapat memberikan penjelasan lebih lengkap tentang area-area yang dimunculkan dalam
presentasinya.
Apakah Google Earth itu?
Google Earth adalah aplikasi pemetaan interaktif yang memberikan kesempatan pada para penggunanya untuk
menjelajahi atau terbang ke seluruh dunia, mengamati gambar dari satelit yang menampakkan sketsa dari jalan,
bangunan, keadaan geografis, dan data spesifik mengenai lokasi atau tempat tertentu. Para pengguna juga bisa
menambahkan titik keterktarikan mereka dan membaginya dengan dengan yang lain, chart routes, plot areas,
perhitungan jarak, dan menampilkan gambar yang berbeda diatas aplikasi. Google Earth terhubung langsung
dengan internet, yang akan menyediakan data online berkaitan dengan tempat yang diinginkan. Seperti
misalnya, terbang ke Soldier Field di Chicago, Google Earth menunjukkan lokasi, menghubungkan ke peta
online, pendapat, dan hasil dari pencarian untuk nama lokasi yang dituju. Untuk beberapa lokasi, Google Earth
membuat gambar dan keadaan beberapa lokasi tersebut dalam format 3D, seperti pada the Grand Canyon,
area-area pegunungan, dan bangunan pada daerah metropolitan. Pengguna dapat menampakkan dan
menyembunyikan permukaan yang tersedia dengan berbagai macam kombinasi. Seseorang yang
merencanakan untuk melakukan perjalanan panjang, kemungkinan bisa menampilkan jalan, losmen, dan
restoran tetapi tidak dengan tempat perbelanjaan dan airport. Dengan menggunakan skala dan alat pengukuran,
pengguna bisa menggambar jarak, menemukan tempat untuk makan dan menginap selama perjalanan, dan
menghubungkan ke Website untuk melakukan kontak dengan tempat tersebut.
Siapa saja pengguna Google Earth?
Google Earth telah menjadi sarana paling digemari oleh banyak orang karena bisa memberikan kemudahan
dalam menunjukkan lokasi, seperti pada perusahaan penambangan yang menggunakan Google Earth dalam
presentasinya untuk menunjukkan lokasi yang masih baru dan potensial. Para pendidik menggunakan Google
Earth untuk membantu siswanya memahami subjek mulai dari ilmu pengetahuan sampai liberal arts. Ahli geologi
dapat membawa imajinasi siswanya ke area yang sedang dipelajari, menunjukkan pada mereka keadaan
topografi dan daerah sekitarnya, memperkecil gambar dengan cepat dan membawa mereka terbang menuju
tempat yang lain. Para ilmuwan membuat gambar subjek bahan yang diteliti, seperti permukaan batu,
menggunakan materi seperti yang terdapat di dunia nyata. Fakultas seni menampilkan lokasi dari kejadian terkini
dan menghubungkan dengan data tentang kejadian-kejadian tersebut, atau memberikan tour ke tempat-tempat
bersejarah. Beberapa petugas administrasi juga menganggap bahwa Google Earth sangat bermanfaat untuk
meningkatkan penggunaan materi oleh siswa, seperti penggunaan peta interaktif dan pengenalan kampus.
Bagaimana cara kerja Google Earth?
Google Earth bisa didownload dan diinstall secara gratis. Pengguna bisa menjelajahi atau terbang ke lokasi di
seluruh dunia hanya dengan menuliskan alamat, nama, landmarks atau ciri, koordinat latitude dan longitude dari
daerah tersebut. Pengguna juga bisa mencari dengan menggunakan cirri spesifik sebagai kata kunci untuk
mencari daerh yang diinginkan. Seperti contohnya, anda bisa mencari pizza di New Heaven dan melihat secara
langsung di peta interaktif semua lokasi yang berhubungan dengan ciri yang disebutkan. Memperbesar dan
memperkecil gambar dapat menentukan jumlah dan macam-macam ciri atau lokasi yang digambarkan sebagai
perubahan. Jika anda men-zoom lebih dekat ke area tersebut, misalnya jalan-jalan kecil dan kemudian nama itu
akan menghilang. Lokasi pada peta bisa di klik langsung, yang kemudian a pop-up window akan terbuka dan
menampilkan informasi tentang lokasi, terhubung ke data yang terkait dengan lokasi, foto-foto, atau informasi
lain. Pengguna bisa mengubah arah jarum kompas dalam peta dan menyesuaikan aspek-aspek didalamnya
sehingga peta dapat dilihat dari semua angle, dari atas ke arah horizontal. Untuk area yang ditampilkan dalam
format 3D, penyesuaian aspek-aspeknya memberikan kesan pergeseran melalui ruang yang nyata. Pengguna
dapat menambahkan placemarks (tanda yang menunjukkan suatu tempat) yang merupakan indikator lokasi
tertentu yang bisa di klik, dan menciptakan struktur menggunakan SketchUp yang merupakan aplikasi desain 3D
yang terdapat dalam Google Earth. Struktur yang diciptakan dengan menggunakan SketchUp dapat dikirimkan
ke pengguna lain dan memberikan informasi untuk organisasi.
Mengapa penggunaan Google Earth berpengaruh besar?
Dengan Google Earth, para siswa dan universitas dapat menggunakan data-data yang terdapat didalamnya
dengan mudah. Google Earth mampu menerbangkan siswa dari the Great Pyramid of Khufu ke menara Eiffel
kemudian Sydney Opera House memberikan pengetahuan yang luas tentang daerah-daerah. Visualisasi gambar
yang terdapat dalam Google Earth mampu membuktikan bahwa Google Earth sangat bermanfaat, seperti
contohnya bisa digunakan untuk meneliti berbagai macam gaya arsitektur. Secara individu, siswa dapat
menggunakan google earth untuk meneliti tempat-tempat yang sedang mereka pelajari. Karena Google Earth
adalah aplikasi interaktif yang mendorong para pengguna untuk tetap menggunakan Google Earth untuk
menjelajahi tempat yang baru, misalnya tempat yang mungkin pernah mereka tinggali atau mereka berharap
untuk tinggal di tempat itu suatu hari, gambaran dari kejadian di berita, atau bagian-bagian di dunia yang
mungkin belum pernah mereka kunjungi secara pribadi. Lebih dari sekedar peta, Google Earth memberikan
kesempatan kepada pengguna untuk membuat dan berbagi data pribadi. Browsing dan exploring lokasi -lokasi
dapat meningkatkan kontribusi dari pengguna lain untuk mendapatkan kesempatan menarik untuk menemukan
dan belajar. Pemberian anekdot, cerita dan sejarah akan memberikan kesempatan kepada pengguna untuk
berkomunikasai dalam konteks geografi.
Apakah kelemahan Google Earth?
Karena Google earth menampilkan gambar berdasarkan data dari satelit, pengguna akan melihat gambar yang
tidak begitu jelas pengambilan dalam waktu yang cepat. Jika suatu bangunan ditambahkan didalam suatu
pemandangan atau torn down, perubahan tersebut tidak akan secara langsung dapat direfleksikan dalam
aplikasi itu. Lebih jauh lagi, gambar yang dihasilkan oleh satelit tidak ditampilkan dengan ukuran gambar yang
sama untuk semua lokasi. Dalam beberapa kota, pengecilan gambar sampai jarak cukup dekat bisa
menampilkan orang-orang yang sedang berjalan di sisi jalan. Untuk tempat yang lain, gambar yang ditampilkan
mungkin hanya memperlihatkan bangunan atau mobil yang kurang jelas. Ukuran gambar yang lebih besar sering
ditampilkan di berbagai negara bagian di Amerika, hasilnya Google Earth menampilkan gambar Amerika secara
diagonal, kesan yang kurang baik itu muncul karena kebanyakan gedung dalam format 3D berada di kota-kota
besar di Amerika. Hal lain yang menjadi perhatian utama adalah Google Earth menjadi aplikasi yang dimiliki oleh
perusahaan komersial, hal ini bisa membuat beberapa akademi tidak bisa dengan mudah bergantung pada alat
itu. Google Earth juga menggunakan kapasitas memory dan bandwidth yang cukup besar serta kemampuan
menghasilkan gambar yang baik. Pada komputer-komputer yang sudah ketinggalan zaman atau komputer yang
kemampuan loadingnya lama, pengalaman dalam penggunaan aplikasi ini akan sangat tidak menyenangkan dan
kemungkinan juga bisa melambatkan kerja aplikasi lain. Beberapa orang sudah mengatakan bahwa Google
Earth dapat menyebabkan resiko terhadap keamanan pribadi karena aplikasi ini menawarkan akses gambar
yang jelas dari tempat tinggal atau kantor dan juga daerah sekelilingnya.
Bagaimanakah perkembangan Google Earth?
Google Earth akan lebih berkembang, dengan fitur-fitur tambahan, akan memperindah gambar yang dihasilkan.
Jumlah dari lokasi yang ditampilkan dengan gambar 3D bisa bertambah banyak. Pemandangan dan kemampuan
program bisa mengembangkan komunitas penggunanya untuk membuat isi, koleksi simbol/tanda untuk topik
tertentu, dengan struktur 3D tersedia untuk yang lain. Berperan sebagai infrastuktur secara teknikal, Google
Earth memberikan kebebasan kepada penggunanya untuk berbagi pengalaman bersejarah mereka. Simbol-
simbol geografi dapat ditemukan pada banyak topik untuk tempat-tempat berbeda, dan penggabungan dengan
aplikasi lain yang sudah ada. Google Earth diposisikan untuk menjadi bentuk kumpulan data berupa fakta dan
ilmu pengetahuan. Pendidik sudah mulai menggunakan blog, user group, dan forum, dimana mereka bisa
berbagi ide-ide dan pengalaman menggunakan Google Earth di kelas sebagaimana latihan-latihan yang sudah
mereka buat dengan aplikasi tersebut. Sebagai alat, Google earth bisa mengirim data ke aplikasi lain, seperti
video files, instruktur bisa memberikan tugas pada siswa untuk membuat proyek dengan menggunakan aplikasi
tersebut dan mendiskusikan proyeknya dengan siswa lain.
Apakah implikasi Google Earth dalam belajar dan pengajaran?
Google earth adalah salah satu dari aplikasi yang sedang berkembang sekarang ini yang mampu memindahkan
ide dari sebuah halaman buku ke dalam imaginasi siswa. Pengalaman untuk terbang ke Tripoli dan Brussel,
setelah itu membuat perbandingan desain kedua kota itu. Siswa mengharapkan teknologi menjadi bagian dalam
pendidikan, dan Google Earth merupakan salah satu cara yang bisa dimanfaatkan oleh institusi pendidikan untuk
menyediakan komponen-komponen didalam alat yang sudah dikenal oleh siswa sehingga mereka merasa
nyaman menggunakan alat tersebut. Google Earth menyediakan media bagi para pendidik untuk
mengembangkan kemampuan visual siswa. Google Earth juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk
melihat setiap sisi yang ada didunia. Google Earth membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman
tentang jarak dan perbedaan kebudayaan di seluruh dunia.
http://blog.isi-dps.ac.id/hendra/?p=293
http://www.gstatic.com/generate_204