Anda di halaman 1dari 9

Ryski Meilia Novarina

DM FK UMM03
http://www.bluefame.com/style_images/5_bluefame-logo.jpg
Mekanisme terjadinya cedera sel karena gangguan
hemoglobin
Sel darah merah sangat mutlak membutuhkan oksigen , karena sel-sel membutuhkan
oksigen dalam metabolisme sel tersebut. Dalam sel darah merah terdapat hemoglobin
yang berperanan penting dalam transportasi oksigen. Oleh sebab itu jika ada gangguan
dalam transportasi tersebut maka terjadi gangguan pula dalam hal penyedian oksigen
terhadap sel-sel yang disuplai oleh sel darah merah tersebut. Gangguan pada sel dapat
berupa iskemia dan hipoksia pada sel dan jaringan. Hal tersebut dapat menyebabkan
cedera pada sel yang bisa reversibel maupun non reversibel.
edera pada sel bisa non letal yang menyebabkan sel mengalami degenerasi dan cedera
letal yang menyebabkan kematian sel atau nekrosis. Hipoksia adalah penurunan
pemasukan oksigen ke sel atau jaringan sampai di ba!ah tingkat "isiologis meskipun
per"usi darah ke sel atau jaringan memadai. Hipoksia dapat disebabkan karena
kehilangan kapasitas mengangkut oksigen dalam darah seperti pada anemia #hemoglobin
yang menurun$. Sedangkan iskemia adalah kehilangan pasokan aliran darah arteri atau
penurunan drainase vena dalam jaringan.

%adar oksigen yang rendah membuat metabolisme energi terganggu sehingga "os"orilasi
oksidati" terganggu dan produksi energi bergantung pada reaksi glikolisis. Selanjutnya sel
akan mengalami perubahan "ungsi dan strukturnya, sel beserta organelnya akan
membengkak. &ika kerusakan ini berlanjut, maka akan terjadi kerusakan yang irreversibel
yang berakibat sel tersebut akan mengalami mati. %ejadian ini terjadi karena
ketidakmampuan mitokondria untuk ber"ungsi seperti semula dan karena gangguan pada
membran sel. Dalam sel juga terjadi gangguan struktur dari sitoskletal, timbulnya spesies
oksigen reakti", sisa-sisa pemecahan lemak dan hilangnya asam amino intrasel. Membran
sel yang terganggu menyebabkan masuknya kalsium dari ekstrasel sehingga
mengakibatkan berlebihannya kalsium yang kemudian akan ditangkap oleh mitokondria
yang selanjutnya dapat mengganggu en'imatik sel, denaturasi protein, sehingga terjadi
nekrotik koagulati".
HIPOKI!
(ujuan akhir pernapasan adalah untuk mempertahankan konsentrasi oksigen,
karbondioksida dan ion hidrogen dalam cairan tubuh. %elebihan karbondioksida atau ion
hidrogen mempengaruhi pernapasan terutama e"ek perangsangan pusat pernapasannya
sendiri, yang menyebabkan peningkatan sinyal inspirasi dan ekspirasi yang kuat ke otot-
otot pernapasan. )kibat peningkatan ventilasi pelepasan karbondioksida dari darah
Ryski Meilia Novarina
DM FK UMM03
meningkat, ini juga mengeluarkan ion hidrogen dari darah karena pengurangan
karbondioksida juga mengurangi asam karbonat darah.*
+O, darah yang rendah pada keadaan normal tidak akan meningkatkan ventilasi alveolus
secara bermakna sampai tekanan oksigen alveolus turun hampir separuh dari normal.
Sebab dari berkurangnya e"ek perubahan tekanan oksigen pada pengaturan pernapasan
berla!anan dengan yang disebabkan oleh mekanisme yang mengatur karbondioksida dan
ion hidrogen. +eningkatan ventilasi yang benar-benar terjadi bila +O, turun
mengeluarkan karbondioksida dari darah dan oleh karena itu mengurangi tekanan +O,,
pada !aktu yang sama konsentrasi ion hidrogen juga menurun. -erbagai keadaan yang
menurunkan transpor oksigen dari paru ke jaringan termasuk anemia, dimana jumlah total
hemoglobin yang ber"ungsi untuk memba!a oksigen berkurang, keracunan
karbondioksida, sehingga sebagian besar hemoglobin menjadi tidak mampu mengangkut
oksigen, dan penurunan aliran darah ke jaringan dapat di sebabkan oleh penurunan curah
jantung atau iskemi lokal jaringan.
*. +erubahan tegangan oksigen dan karbondioksida serta perubahan konsentrasi
intraeritrosit dari komponen "os"at organik, terutama asam ,,. bi"os"at #,,.--+G$
men yebabkan pergeseran kurva disosiasi oksigen. -ila hasil hipoksia sebagai
akibat gagal pernapasan, +aO, biasanya meningakat, dan kurva disosiasi
oksigen bergeser ke kanan. Dalam kondisi ini, persentase saturasi hemoglobin
dalam darah arteri pada kadar penurunan tegangan okmsigen alveolar #+aO,$
yang diberikan. )kibat dari hipoksia, terjadinya perubahan pada sistem syara"
pusat. Hipoksia akaut akan menyebabkan gangguan judgement, inkoordinasi
motorik dan gambaran klinis yang mempunyai gambaran pada alkoholisme akut.
%alau keadaan hipoksia berlangsung lama mengakibatkan gejala keletihan,
pusing, apatis, gangguan daya konsentrasi, kelambatan !aktu reaksi dan
penurunan kapasitas kerja. -egitu hipoksia bertambah parah pusat batang otak
akan terkena, dan kematian biasanya disebabkan oleh gagal pernapasan. -ila
penurunan +aO, disertai hiperventilasi dan penurunan +aO,, resistensi serebro-
vasculer meningkat, aliran darah serebral meningkat dan hipoksia bertambah.
Ryski Meilia Novarina
DM FK UMM03
,. +engaruh hipoksia stagnant tergantung pada jaringan yang dipengaruhi. +ada hipoksia,
otak dipengaruhi pertama kali.. Di otak terdapat pusat pernapasan yang merupakan
sekelompok neuron yang tersebar luas dan terletak bilateral #dari kiri ke kanan$ medula
oblongata dan pons. )da tiga kelompok neuron utama/ #*$ kelompok neuron pernapasan
dorsal terletak di bagian dorsal medulla, yang menyebabkan inspirasi, #,$ kelompok
pernapasan ventral yang terletak di ventro lateral medulla yang menyebabkan ekspirasi
atau inspirasi tergantubg pada kelompok neuron yang dirangsang, #.$ pusat
pneumotaksik, terletak di bagian superior belakang pons yang membantu kecepatan dan
pola pernapasan.* neuron-neuron kelompok pernapasan dorsal memegang peranan
penting dalam mengontrol pernapasan.
00.*De"inisi
Hipoksia adalah penurunan pemasukan oksigen ke jaringan sampai di ba!ah tingkat
"isiologik meskipun per"usi jaringan oleh darah mem)dai.1,2
00.,3tiologi
Hipoksia dapat terjadi karena de"isiensi oksigen pada tingkat jaringan akibatnya sel-sel
tidak cukup memperoleh oksigen sehingga metabolisme sel akan terganggu. Hipoksia
dapat disebabkan karena/#*$ oksigenasi paru yang tidak memadai karena keadaan
ekstrinsik, bisa karena kekurangan oksigen dalam atmos"er atau karena hipoventilasi
#gangguan syara" otot$, #,$ penyakit paru, hipoventilasi karena peningkatan tahanan
saluran napas atau compliance paru menurun. 4asio ventilasi 5per"usi tidak sama
#termasuk peningkatan ruang rugi "isiologik dan shunt "isiologik$. -erkurangnya
membran di"usi respirasi, #.$ shunt vena ke arteri #shunt dari 6kanan ke kiri7 pada
jaringan$, #1$ transpor dan pelepasan oksigen yang tidak memedai #inadekuat$. Hal ini
terjadi pada anemia, penurunan sirekulasi umum, penurunan sirkulasi lokal #peri"er,
serebral, pembuluh darah jantung$, edem jaringan, #2$ pemakaian oksigen yang tidak
memedai pada jaringan, misal pada keracunan en'im sel, kekurangan en'im sel karena
de"isiensi vitamin -.
*.Gagal pernapasan dapat akut dapat dide"inisikan sebagai kurangnya +O, dari 28 mmHg
dengan atau tanpa +O, lebih dari 28 mmHg. Hipoksia dapat disebabkan oleh gagal
Ryski Meilia Novarina
DM FK UMM03
kardiovaskuler misalnya syok, hemoglobin abnormal, penyakit jantung, hipoventilasi
alveolar, lesi pirau, masalah di"usi, abnormalitas ventilasi-per"usi, pengaruh kimia misal
karbonmonoksida, ketinggian, "aktor jaringan lokal misal peningkatan kebutuhan
metabolisme, dimana hipoksia dapat menimbulkan e"ek-e"ek pada metabolisme jaringan
yang selanjutnya menyebabkan asidosis jaringan dan mengakibatkan e"ek-e"ek pada
tanda vital dan e"ek pada tingkat kesadaran.9 Gagal napas selalu disertai hipoksia.
-eberapa kasus umum gagal pernapasan adalah/ #*$ syara" pusat, segala sesuatu yang
menimbulkan depresi pada pusat napas akan menimbulkan gangguan napas misalnya
obat-obatan#anestesia, narkotik, tran:uiliser$,trauma kepala, radang otak, strok,
neoplasma. #,$ syara" tepi/
a. &alan napas, sumbatan jalan napas akan menganggu ventilasi dan oksigenasi, tetapi
setelah sumbatan jalan napas bebas masih tetap ada gangguan ventilasi maka harus di cari
penyebab yang lain.
b. +aru, kelainan di paru seperti radang, aspirasi, atelektasis, edem, contusio, dapat
menyebabkan gangguan napas.
c. 4ongga pleura, normalnya rongga pleura kosong dan bertekanan negati", tetapi biula
sesuatu yang menyebabkan tekanan menjadi positi" seperti udara #pneumothorak$, cairan
#"luidothorak$, darah #hemothorak$ maka paru dapat terdesak dan timbul gangguan napas.
d. Dinding dada, patah tulang iga yang multipel apalagi segmental akan menyebabkan
nyeri !aktu inspirasi dan terjadinya "lail chest sehingga terjadi hipoventilasi sampai
atelektasis paru, scleroderma, kyphoscoliosis.
e. Otot napas, otot inspirasi utama adalah dia"ragma dan interkostal eksternus. -ila ada
kelumpuhan otot-otot tersebut misal karena sisa obat pelumpuh otot, myastenia gravis,
akan menyebabkan gangguan napas. (ekanan intra abdominal yang tinggi akan
menghambat gerak dia"ragma.
Ryski Meilia Novarina
DM FK UMM03
". Syara", kelumpuhan atau menurunnya "ungsi syara" yang mengnervasi otot interkostal
dan dia"ragma akan menurunkan kemampuan inspirasi sehingga terjadi hipoventilasi.
Misalnya/ -lok subarachnoid yang terlalu tinggi, cedera tulang leher, Guillain -arre
Syndrome, +oliomyelitis.
#.$ +ercabangan neuromuscular misalnaya otot yang relaksasi, keracunan organophospat.
#1$ +ost operasi misal bedah thorak, bedah abdomen.;,<
Dalam anestesi, gagal pernapasan=sumbatan jalan napas dapat disebabkan oleh tindakan
operasi itu sendiri misalnya karena obat pelumpuh otot, karena muntahan,=lendir, suatu
penyakit,#koma, stroke, radang otak$, trauma=kecelakaan #trauma maksilo"asial, trauma
kepala, keracunan$.<
00.. Macam Hipoksia
Hipoksia di bagi dalam 1 tipe / #*$ hipoksia hipoksik #anoksia anoksik$, dimana +O,
darah arteri berkurang, #,$ hipoksia anemik, dimana +O, darah arteri normal tetapi
jumlah hemoglobin yang tersedia untuk mengangkut oksigen berkurang, #.$ hipoksia
stagnant atau iskemik, dimana aliran darah ke jaringan sangat lambat sehingga oksigen
yang adekuat tidak di kirim ke jaringan !alaupun +O, konsentrasi hemoglobin normal,
#1$ hipoksia histotoksik dimana jumlah oksigen yang dikirim ke suatu jaringan adalah
adekuat tetapi oleh karene kerja 'at yang toksik sel-sel jaringan tidak dapat memakai
oksigen yang disediakan..
00.1 Diagnosis
Setiap keluhan atau tanda gangguan respirasi hendaknya mendorong di lakukannya
analisis gas-gas darah arteri. Saturasi hemoglobin akan oksigen #SaO,$ kurang dari >8?
yang biasanya sesuai dengan tegangan oksigen arterial #+aO,$ kurang dari 98 mmHg
sangat mengganggu oksigenasi O, arterial #+aO,$ hingga lebih dari 12-28 mmHg
mengandung arti bah!a ventilasi alveolar sangat terganggu. %egagalan pernapsan terjadi
karena +aO, kurang dari 98mmHg pada udara ruangan, atau pH kurang dari ;,.2
Ryski Meilia Novarina
DM FK UMM03
dengan +aO, lebih besar dari 28mmHg. Dimana daya penyampaian oksigen ke jaringan
tergantung pada/ #*$ sistem pernapasan yang utuh yang akan memberikan oksigen untuk
menjenuhi hemoglobin, #,$ kadar hemoglobin, #.$ curah jantung dan microvascular, #1$
mekanisme pelepasan oksihemoglobin.
>
00.2 +ato"isiologi
+ada keadaan dengan penurunan kesadaran misalnya pada tindakan anestesi, penderita
trauma kepal=karena suatu penyakit, maka akan terjadi relaksasi otot-otot termasuk otot
lidah dan sphincter cardia akibatnya bila posisi penderita terlentang maka pangkal lidah
akan jatuh ke posterior menutup oro"aring, sehingga menimbulkan sumbatan jalan napas.
Sphincter cardia yang relaks, menyebabkan isi lambung mengalir kembali ke oro"aring
#regurgitasi$. Hal ini merupakan ancaman terjadinya sumbatan jalan napas oleh aspirat
yang padat dan aspirasi pneumonia oleh aspirasi cair, sebab pada keadaan ini pada
umumnya re"lek batuk sudah menurun atau hilang.
%egagalan respirasi mencakup kegagalan oksigenasi maupun kegagalan ventilasi.
%egagalan oksigenasi dapat disebabkan oleh/ #*$ ketimpangan antara ventilasi dan
per"usi. #,$ hubungan pendek darah intrapulmoner kanan-kiri. #.$ tegangan oksigen vena
paru rendah karena inspirasi yang kurang, atau karena tercampur darah yang mengandung
oksigen rendah. #1$ gangguan di"usi pada membran kapiler alveoler. #2$ hipoventilasi
alveoler. %egagalan ventilasi dapat terjadi bila +aO, meninggi dan pH kurang dari ;,.2.
%egagalan ventilasi terjadi bila 6minut ventilation@ berkurang secara tidak !ajar atau bila
tidak dapat meningkat dalam usaha memberikan kompensasi bagi peningkatan produksi
O, atau pembentukan rongga tidak ber"ungsi pada pertukaran gas #dead space$.
%elelahan otot-otot respirasi =kelemahan otot-otot respirasi timbul bila otot-otot inspirasi
terutama dia"ragma tidak mampu membangkitkan tekanan yang diperlukan untuk
mempertahankan ventilasi yang sudah cukup memadai. (anda-tanda a!al kelelahan otot-
otot inspirasi seringkali mendahului penurunan yang cukup berarti pada ventilasi alveolar
yang berakibat kenaikan +aO,. (ahap a!al berupa pernapasan yang dangkal dan cepat
Ryski Meilia Novarina
DM FK UMM03
yang diikuti oleh aktivitas otot-otot inspirasi yang tidak terkoordinsiberupa alterans
respirasi #pernapasan dada dan perut bergantian$, dan gerakan abdominal paradoAal
#gerakan dinding perut ke dalam pada saat inspirasi$ dapat menunjukan asidosis respirasi
yang sedang mengancam dan henti napas.>
&alan napas yang tersumbat akan menyebabkan gangguan ventilasi karena itu langkah
yang pertama adalah membuka jalan napas dan menjaganya agar tetap bebas. Setelah
jalan napas bebas tetapi tetap ada gangguan ventilasi maka harus dicari penyebab
lain.penyebab lain yang terutama adalah gangguan pada mekanik ventilasi dan depresi
susunan syara" pusat. Bntuk inspirasi agar diperoleh volume udara yang cukup
diperlukan jalan napas yang bebas, kekuatan otot inspirasi yang kuat, dinding thorak yang
utuh, rongga pleura yang negati" dan susunan syara" yang baik.-ila ada gangguan dari
unsur-unsur mekanik diatas maka akan terjadi hipoventilasi yang mengakibatkan
hiperkarbia dan hipoksemia. Hiperkarbia menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah otak
yang akan meningkatkan tekanan intrakranial, yang dapat menurunkan kesadran dan
menekan pusat napas bila disertai hipoksemia keadaan akan makin buruk. +enekanan
pusat napas akan menurunkan ventilasi. Cingkaran ini harus dipatahkan dengan
memberikan ventilasi dan oksigensi. Gangguan ventilasi dan oksigensi juga dapat terjadi
akibat kelainan di paru dan kegagalan "ungsi jantung. +arameter ventilasi / +aO, #D/
.2-12 mmHg$, 3(O, #D/ ,2-.2mmHg$, parameter oksigenasi / +a O, #D/ <8-*88
mmHg$, Sa O, #D/ >2-*88?$.
II." Pe#atalaksa#aa#
+enilaian dari pengelolaan jalan napas harus dilakukan dengan cepat, tepat dan
cermat. (indakan ditujukan untuk membuka jalan napas dan menjaga agar jalan napas
tetap bebas dan !aspada terhadap keadaan klinis yang menghambat jalan
napas.+enyebab sumbatan jalan napas yang tersering adalah lidah dan epiglotis,
muntahan, darah, sekret, benda asing, trauma daerah maksilo"asial. +ada penderita yang
mengalami penurunan kesadaran maka lidah akan jatuh ke belakang menyumbat
hipo"arings atau epiglotis jatuh kebelakang menutup rima glotidis. Dalam keadaan seperti
ini, pembebasan jalan napas dapat dilakukan tanpa alat maupun dengan menggunakan
Ryski Meilia Novarina
DM FK UMM03
jalan napas buatan. Membuka jalan napas ta#pa alat dilakukan dengan cara $hi# lift
yaitu dengan empat jari salah satu tangan diletakkan diba!ah rahang ibu jari diatas dagu,
kemudian secara hati-hati dagu diangkat ke depan. -ila perlu ibu jari dipergunakan untuk
membuka mulut=bibir atau dikaitkan pada gigi seri bagian ba!ah untuk mengangkat
rahang ba!ah. Manuver hin li"t ini tidak boleh menyebabkan posisi kepala
hiperekstensi. ara %aw &h'ust yaitu dengan mendorong angulus mandibula kanan dan
kiri ke depan dengan jari-jari kedua tangan sehingga barisan gigi ba!ah berada di depan
barisan gigi atas, kedua ibu jari membuka mulut dan kedua telapak tangan menempel
pada kedua pipi penderita untuk melakukan immobilisasi kepala. (indakan ja! thrust
buka mulut dan head tilt disebut air!ay manuver.
&alan napas o'ofa'i#geal. )lat ini dipasang le!at mulut sampai ke "aring sehingga
menahan lidah tidak jatuh menutup hipo"arings. &alan napas #asofa'i#geal. )lat di
pasang le!at salah satu lubang hidung sampai ke "aring yang akan menahan jatuhnya
pangkal lidah agar tidak menutup hipo"aring. Bntuk sumbatan yang berupa muntahan,
darah, sekret, benda asing dapat dilakukan dengan menggunakan alat penghisap atau
suctio#. )da , macam kateter penghisap yang sering digunakan yaitu 'igi( to#sil (e#tal
suctio# tip atau soft cathete' suctio# tip. Bntuk menghisap rongga mulut dianjurkan
memakai yang rigid tonsil dental tip sedangkan untuk menghisap le!at pipa endotrakheal
atau trakheostomi menggunakan yang so"t catheter tip. &angan menggunakan so"t catheter
tip le!at lubang hidung pad penderita yang den gan "raktur lamina cribosa karena dapat
menembus masuk rongga otak. Harus diperhatikan tata cara penghisapan agar tidak
mendapatkan komplikasi yang dapat "atal. -enda asing misalnya daging atau patahan gigi
dapat dibersihkan secara manual dengan jari-jari. -ila terjadi tersedak umumnya
6nyantol@didaerah subglotis, dicoba dulu dengan cara back blo!s, abdominal thrust.
)!*&!+ P,&!K!
*. Guyton, *>>1.,+ernapasan, 6+engangkutan Oksigen dan %arbondioksida di dalam
Darah dan airan (ubuh,+engaturan +ernapasan@, hal/ *<*-,8;, -uku )jar Eisiologi
%edokteran, ed.;, -ag.00, et.0., 3G, &akarta.
Ryski Meilia Novarina
DM FK UMM03
,. %urt &.0 et all, *>>>.,@Hipoksia, +olisitemia dan Sianosis@, hal/ ,8<-,*,, Horrison,
+rinsip-prinsip 0lmu +enyakit Dalam, Fol. 0, 3G, &akarta.
.. Ganong M.D., *><<, +enyesuaian +ernapasan +ada Orang Sehat dan Sakit, 6Hipoksia@,
hal/ 2<9-2>;,Eisiologi %edokteran,ed.*8,et.0F,3G, &akarta
1. 4ima dkk., *>>9, 6Hipoksia@, %amus %edokteran Dorlan, hal/ <><, cet.00, 3G,
&akarta.
2. Sylvia ).+., Corraine M.G., *>>2, (anda dan Gejala +enyakit +ernapasan,
6Hiperkapnea dan Hipokapnea@, hal/ 9<2, Eisiologis +roses-proses +enyakit, ed. 1, -uku
00, 3G, &akarta.
9. arolyn M.H., -arbara M.G., *>>2, 6Gagal +ernapasan )kut@, hal/ 29., %epera!atan
%ritis, +endekatan Holistik, ed.F0, Fol. 0, 3G, &akarta.