Anda di halaman 1dari 3

Klasifikasi sputum dan kemungkinan penyebabnya menurut Price Wilson

Sputum yang dihasilkan sewaktu membersihkan tenggorokan, kemungkinan berasal dari


sinus, atau saluran hidung, bukan berasal dari saluran napas bagian bawah.
Sputum banyak sekali dan purulen kemungkinan proses supuratif (eg. Abses paru)
Sputum yg terbentuk perlahan dan terus meningkat kemungkinan tanda bronkhitis/
bronkhiektasis.
Sputum kekuning-kuningan kemungkinan proses infeksi.
Sputum hijau kemungkinan proses penimbunan nanah. Warna hijau ini dikarenakan adanya
verdoperoksidase yg dihasikan oleh PMN dlm sputum. Sputum hijau ini sering ditemukan
pada penderita bronkhiektasis karena penimbunan sputum dalam bronkus yang melebar dan
terinfeksi.
Sputum merah muda dan berbusa kemungkinan tanda edema paru akut.
Sputum berlendir, lekat, abu-abu/putih kemungkinan tanda bronkitis kronik.
Sputum berbau busuk kemungkinan tanda abses paru/ bronkhiektasis. (Price Wilson)
3.2. Klasifikasi sputum
Berdarah atau Hemoptisis, sering ditemukan pada tuberculosis
Rusty berwarna - biasanya disebabkan oleh pneumokokus bakteri (dalam pneumonia)
Bernanah - mengandung nanah. Warna dapat memberikan petunjuk untuk pengobatan yang
efektif pada pasien bronkitis kronis.
Warna (mukopurulen) berwarna kuning-kehijauan menunjukkan bahwa pengobatan dengan
antibiotik dapat mengurangi gejala.
Warna hijau disebabkan oleh Neutrofil myeloperoxidase .
Berlendir putih, susu, atau buram sering berarti bahwa antibiotik tidak akan efektif dalam
mengobati gejala. Informasi ini dapat berhubungan dengan adanya infeksi bakteri atau virus,
meskipun penelitian saat ini tidak mendukung generalisasi itu.
Berbusa putih - mungkin berasal dari obstruksi atau bahkan Edema(Wikipedia.org)


Efusi pleura, empiema, dan abses

Anak panah A menunjukkan cairan yang melapisi di dalam dada kanan. Anak panah B
menunjukkan lebarnya paru-paru kanan. Volume paru-paru diturunkan karena pengumpulan
cairan di sekitar paru-paru.
Pada pneumonia, pengumpulan cairan dapat terbentuk di dalam ruang yang mengelilingi
paru.
[58]
Terkadang, mikroorganisme akan menginfeksi cairan ini dan menyebabkan
empiema.
[58]
Untuk membedakan empiema dari efusi parapneumonik yang lebih sederhana
dan biasa, cairan dapat diambil dengan (thorasentis) jarum, dan diperiksa.
[58]
Jika hasilnya
menunjukkan bukti empiema, cairan harus diambil seluruhnya, terkadang memerlukan
drainage cathater.
[58]
Pada kasus empiema parah, dekortikasi mungkin diperlukan.
[58]
Jika
cairan yang terinfeksi tidak dikuras, infeksi akan terus terjadi karena antibiotik tidak masuk
dengan baik ke dalam rongga pleural. Jika cairan tersebut steril, cairan perlu dikeluarkan
seluruhnya hanya jika menimbulkan gejala atau tetap tak terpecahkan.
[58]

Bakteria di dalam paru-paru akan membentuk kantung cairan terinfeksi yang disebut dengan
abses paru-paru.
[58]
Abses paru-paru biasanya dapat dilihat dengan sinar-X namun terkadang
memerlukan pemindaian CT untuk memastikan diagnosisnya.
[58]
Abses biasanya terjadi pada
pneumonia aspirasi, dan seringkali mengandung beberapa jenis bakteri. Antibiotik jangka
panjang biasanya sudah cukup untuk mengobati abses paru-paru, namun terkadang abses
tersebut harus dikeluarkan seluruhnya dengan ahli bedah atau ahli radiologi.
[58]

Kegagalan pernapasan dan sirkulatori
Pneumonia dapat menyebabkan kegagalan pernapasan dengan cara memicu sindrom gawat
napas akut (ARDS), yang diakibatkan oleh kombinasi respons infeksi dan peradangan. Paru-
paru dengan cepat terisi cairan dan menjadi keras. Paru-paru yang mengeras disertai kesulitan
parah untuk mengekstraksi oksigen karena terhambat cairan alveolar akan memerlukan waktu
lama untuk ventilasi mekanik untuk bertahan hidup.
[22]

Sepsis adalah komplikasi yang dapat terjadi karena pneumonia namun biasanya hanya terjadi
pada orang yang kekebalannya rendah atau hiposplenisme. Organisme yang umumnya
terlibat adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae dan Klebsiella
pneumoniae. Penyebab lain dari gejalanya juga perlu diperhatikan seperti myocardial
infarction atau embolisme pernapasan.
[59]

Komplikasi
Atelektasis merupakan kondisi tidak berfungsinya paru-paru karena halangan pada bronkus
(jalur udara menuju paru-paru) atau pada bronkiolus (jalur udara yang lebih kecil
Pleuritis adalah radang pada pleura, yaitu lapisan titpis yang membungkus paru-paru.
[1]

Radang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, tuberkulosis, kanker, atau kondisi lainnya.
[2][3]

Pleuritis ditandai dengan rasa sakit di bagian dada, terutama saat menarik napas panjang atau
batuk.
[4]

empiema adalah keadaan terkumpulnya nanah (pus) didalam ronggga pleura dapat setempat
atau mengisi seluruh rongga pleura.
Pneumothorax merupakan suatu kondisi dimana terdapat udara pada kavum pleura. Pada
kondisinormal, rongga pleura tidak terisi udara sehingga paru-paru dapat leluasa
mengembang terhadaprongga dada.
Abses paru adalah pengumpulan setempat cairan terinfeksi, berupa pus atau jaringan nekrotik
supuratif, dalam suatu kaviti yang terbentuk akibat penghancuran jaringan sekitarnya
(parenkim paru).
Strategi Promosi Kesehatan berdasarkan riwayat perjalanan penyakit, yaitu:
- Strategi Promosi Kesehatan Primer
Tindakan pada fase ini adalah untk mencegah terjadinya kasus penyakit. Berfokus pada
masyarakat yang masih daam keadaan sehat.
- Strategi Promosi Kesehatan Sekunder
Strategi promosi kesehatan sekunder berfokus pada masyarakat yang beresiko untuk
mengalami penyakit.
- Strategi Promosi Kesehatan Tersier
Dala tahap ini, strategi kesehatan difokuskan pada masyarakat yang sudah terkena penyakit.
Focus penanganan yaitu dengan rehabilitasi untuk mencegah kecacatan/ kemunduran lebih
lanjut dari penyakitnya tersebut.