Anda di halaman 1dari 12

Rangkuman Ekonomi Manajerial

Pratama Rus Ramdhani


BAB 2
KONSEP DEMAND
Demand adalah sejumlah barang/jasa yang ingin dan mampu dibeli konsumen pada kisaran harga,
waktu dan kondisi tertentu.
Intisarinya :
1. Sejumlah barang atau jasa
2. Willingness/ keinginan
3. Ability/ kemampuan/ daya beli
4. Kondisi tertentu
Matrik demand
Keinginan
(Willingness to Pay)
Kemampuan
(ability to Purchase)
Keterangan
Ada
Tidak ada
Tidak ada
Ada
Tidak ada
Ada
Tidak ada
Ada
Potensial demand
Potensial Deman
No demand
Actual demand

Potensial demand adalah orang-orang yang tergolong ke dalam kelompok ini kita anggap sebagai
kelompok yang punya potensi. Mungkin pada suatu saat atau kondisi tertentu kelompok ini berubah
menjadi kelompok yang mengaktualisasikan permintaanya.
Actual demand adalah kelompok inilah yang betul-betul melakukan transaksi di pasar dan kelompok
inilah yg melahirkan total revenue (omzet) bagi perusahaan.









Demand
Unwilling but
able (potential
demand)
Willing but un
able
(potential
demand)
No transaction yet. Except Wait and See
Rangkuman Ekonomi Manajerial
Pratama Rus Ramdhani
Implikasi Manajerial dari Matrik diatas:
1. willing but un able :
a. kemampuan keuangannya?
b. Harga terlalu mahal?
c. Kelebihan uang tetapi melebihi anggaran yang ditetapkan.?
d. Tidak mampu secara tunai cash?
e. Adanya keharusan membayar sejumlah uang muka?
f. Jangka waktu cicilan pendek.
g. Harus kartu kredit bank tertentu?
h. Atau masalah finansial lainnya yg perlu ditelusuri?
2. Unwilling but able :
a. Mungkin Tidak ada kecocokan dengan ukuran,bentuk,warna,model,fiture dll
b. Mungkin Tidak ada jasa delivery
c. Mungkin tidak cocok dengan spek yg dicari
d. Tidak ada garansi
e. Desain tdk sesuai umur.
Problem solving?
Jalan keluar dapat diupayakan dengan melakukan penelusuran selera, baik dengan menggunakan
kuisioner atau wawancara langsung. Sehingga nantinya hasil akhir yang diharapkan adalah membuat
kelompok potential demand menjadi actual demand. Semua itu tentunya memerlukan suatu sikap yang
jelas serta dengan keteguhan hati dan kepiawaian manajerial managerial skill. Kondisi seperti inilah
yang harus dioptimalkan dengan tujuan memperbesar pangsa pasar yang akan bermuara kepada
peningkatan omzet penjualan. Sejalan dengan itu peluang untuk ekspansi lebih besar dan terbuka luas.
B. Faktor-faktor yang memengaruhi sedikit banyaknya jumlah permintaan (QD)
Karena keinginan dan kemampuan di antara konsumen berbeda-beda,maka implikasinya : jumlah
permintaan (qd) juga akan berbeda-beda. Berikut factor yang dapat mendorong mempengaruhi sedikit
banyaknya jumlah permintaan:
1. Harga barang (Px)
Hukum permintaan The law of Demand menyatakan bahwa semakin tinggi harga suatu
barang/jasa (px) maka semakin sedikit jumlah permintaan (Qdx) kana barang/jasa tersebut, dan
sebaliknya semkain rendah harga suatu barang/jasa, semakin banyak jumlah permintaan akan
barang/jasa tersebut, ceteris paribus. Arti Ceteris paribus disini adalah, jumlah permintaan akan
meningkat apabila harga barang/jasa tersebut relative murah dengan catatan tersedia uang
untuk itu, baran/jasa tersebut memang disukai, barang/jasa tersebut lagi trend dipasaran dll.
Maka hokum permintaan berlaku disini.
Jika kebutuhan akan barang/jasa tersebut mutlak, maka harga menjadi nomer dua, artinya
berapapun harga barang/jasa tersebut, maka sikap untuk menerima harga yang berlaku adalah
pasrah dan harus ada. Contoh : butuh tiket pesawat karna ada keluarga meninggal maka
Rangkuman Ekonomi Manajerial
Pratama Rus Ramdhani
berapapun harga tiketnya tetap dibeli. Kemudian kebutuhan akan obat untuk penyakit tertentu
seperti cuci darah, kanker dll. Karna sangat dibutuhkan maka berapa pun harganya akan
dibayar, maka keputusan yang diambil tidak mengikuti hokum permintaan lagi.
2. Harga barang lainnya (Py)
3. Tingkat pendapatan income Konsumen (ic)
Tinggi rendahnya tingkat pendapatan konsumen dapat memberikan dampak positif dan
negative kepada jumlah permintaan akan suatu barang. Dampak tersebut dapat dikelompokan
ke dalam Barang normal normal goods dan barang inferior inferior goods.
Apabila Income Qd (ceteris paribus) = Barang normal. Apabila Income Qd (ceteris
paribus)= Barang normal. Sebaliknya Income Qd (ceteris paribus, =inferior goods. Sehingga
normal atau inferiornya suatu barang, tergantung kepada kemampuan keuangan masing-masing
konsumen. Tergantung masing-masing individu. Contoh: karyawan gajinya 3jt dan mampu
membeli tv 14 inch. Setelah gaji naik menjadi 6 jt maka memiliki keinginan membeli tv 21 inch.
Jika karyawan tsb membeli tv tersebut maka dapat disebut barang normal.
4. Ekspektasi harga barang (Pe)
Ekspektasi atau perkiraan ataupun keyakinan seorang konsumen terhadap harga barang x(Px)
dapat memberikan dampak positi atau negative terhadap sedikit banyaknya jumlah permintaan
(Qdx)
5. Iklan (Adx)
iklan memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan jumlah permintaan suatu barang
(Qdx). Dalam hal ini kontribusi iklan terhadap jumlah permintaan haruslah positif, artiinya iklan
tersebut harus mampu meningkatkan jumlah permintaan akan barang yang diiklankan, ceteris
paribus.
6. Toko Penyalur/ Outlet/Retail (O)
Tersedianya took penyalur/ outlet untuk suatu barang akan memengaruhi sedikit banyaknya
jumlah permintaan akan barang tersebut. Hubungan jumlah outlet dengan jumlah permintaan
diestimasikan berkorelasi positif. Semakin banyak outlet dari barang yang akan dipasarkan,
semakin meningkat permintaan akan barang tersebut, ceteris paribus.
7. Pop Penduduk (Pop)
Sedikit banyak jumlah populasi penduduk di suatu lokais akan memengaruhi sedikit banyaknya
jumlah permintaan( Qdx). Dalam hal populasi dapat dipandang sebagai tempat berkumpulnya
konsumen yang potensial. Oleh karena itu besar kecilnya jumlah penduduk di suatu tempat
mendorong perusahaan untuk masuk ke daerah itu untuk memasarkan produknya atau
melakukan investasi di daerah tersebut.




Rangkuman Ekonomi Manajerial
Pratama Rus Ramdhani
Tabel Korelasi Antara Jumlah Permintaan (Qdx) dengan masing-masing Faktor-faktor yang
memengaruhinya
Variable Independen Kondisi Akibatnya
pada Qdx
Keterangan Korelasi

Harga Barang (Px)
Naik Turun Negatif
Turun Naik Negatif


Harga Barang (Py)
Naik Naik Subtitusi Positif
Turun Turun Subtitusi Positif

Naik Turun Komplementer Negatif
Turun Naik Komplementer Negatif

Pendapatan Income Naik Naik Barang normal Positif
Turun Turun Barang normal Positif

Naik Turun Barang inferior Negatif
Ekspektasi Harga (Pe)
Sekarang disbanding
harga yang akan
dating
Mahal Turun Qdx sekarang
berkurang
Negatif
Murah Naik Qdx sekarang
meningkat terjadi
rush
Negatif

Advertising Adx Meningkat Meningkat Positif
Menurun Menurun Positif

Jumlah Outlet O Meningkat Meningkat Positif
Menurun Menurun Positif

Populasi penduduk Meningkat Meningkat Positif
Menurun Menurun Positif



C. Fungsi Permintaan
Fungsi permintaan adalah fungsi yang secara matematika menggambarkan/ menyatakan hubungan
antara jumlah permintaan (Qdx).


Rangkuman Ekonomi Manajerial
Pratama Rus Ramdhani
BAB 3
Teori Perilaku Konsumen ( Consumer Behavior Theory)
Perilaku konsumen : adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian,
pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan
dan keinginan.[1] Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat
keputusan pembelian.[2] Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan
keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement)
proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Prinsip Perilaku konsumen: secara rasional setiap konsumen berupaya untuk maximizing ultility(nilai
guna atau nilai kepuasan) and minimizing expenditure(meminimumkan belanjanya).
Dalam memahami konsep perilaku consumer ada 2 hal Penting yang harus dipahami yaitu : consumer
oopportunities dan consumer Preferences
Consumer Opportunities : adalah gambaran tentang jenis produk apa saja yang kemungkinan mampu
dibeli dan dibutuhkan oleh konsumen
Consumer Preferences : adalah produk mana yang lebih disukai dan yang akan dibeli oleh consumer
Sifat Dasar dari perilaku consumer :
1. Sempurna (completeness)
Sifat ini menyatakan hubungan dua buah produk A dan B dimana apabila kepada konsumen
tersebut kita berikan dua buah produk A dan B, maka apabila konsumen tersebut menyatakan
bahwa produk A lebih baik (>) dari B atau produk B lebih baik dari produk A atau antara A dan B
sama saja (=), dalam penulisan notasi dituliskan A>B atau B >A atau A=B
2. Lebih banyak lebih baik ( More is Better)
Sifat ini menyatakan bahwa pada hakikatnya jumlah suatu barang yang lebih banyak lebih
disukai konsumen daripada jumlah yang sedikit. Ingat kondisi produk tersebut adalah dalam
keadaan baik tidak cacat.
3. Transitivity
Sifat ini menyatakan bahwa apabila konsumen lebih menyukai A daripada B, dan B lebih disukai
daripada C, maka secara tidak langsung pilihan A lebih disukai daripada C. dalam notasi
dituliskan jika A>B dan B>C maka A > C.
5 dasar pemikiran dalam memahami perilaku konsumen:
1. Consumer Behavior is purposeful and goal oriented (Perilaku konsumen adalah tujuan dan
sasaran)
Dalam kata lain konsumen berprilaku dengan suatu alas an dan tujuan tertentu, oleh karena itu
apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut konsumen, sehingga langkah terbaik
adalah tindakan kita selayaknya berorientasi kepada keutuhan dan kepuasan konsumen.
Rangkuman Ekonomi Manajerial
Pratama Rus Ramdhani
Disinilah lahirnya sebuah konsep bisnis modern yang mengatakan customer satisfaction
oriented : bisnis yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan. Dan ukuran tersebut harus
ditingkatkan menjadi customer delighting orientation
2. The consumer has a free choice
Artinya konsumen mempunyai kebebasan dalam menentukan pilihan, sehingga dengan
fenomena seperti ini maka salah satu langkah terbaik bagi produsen adalah memberikan
berbagai alternative pilihan. Apakah pilihan dalam desain, ukuran ,warna, cara pembayaran ,
model, rasa, nuansa, ruangan no smoking atau smoking area dll. Ingat customer is king.
3. Consumer behavior is a process
Perilaku konsumen itu harus dilihat sebagai suatu proses yang dinamis dan mudah berubah.
Sehinggak keharusan bagi produsen untuk selalu mengantisipasi pola perubahan perilaku
konsumen tersebut sejalan dengan perubahan waktu, tingkat persaingan, pengaruh globalisasi
yang berubah dan berdampak begitu cepatnya. Perusahaan harus melakukan perbaikan secara
terus menerus Continous improvement
4. Consumer behavior can be influenced
Perilaku konsumen itu dapat dipengaruhi, baik pengaruh dari local, regional bahkan
internasional. Dengan kata lain tidak ada batasan apa yang terjadi dan trendi di tempat lain
dalam hitungan waktu yang relative singkat dapat menjadi acuan di tempat lain yang lokasinya
berjauhan. Fasilitas dunia maya menjadi media percepatan perubahan prilaku konsumen
tersebut.
5. There is a need fo consumer education
Perusahaan jangan hanya sebatas memasarkan produk dan mencapai omset semaksimal
mungkin, akan tetapi proses dan tanggung jawab untuk memberikan pelajaran mendidik
kepada konsumen merupakan sesuatu cara untuk jangka panjang.
B. Pengertian UTILITY (U)
Utility dapat didefinisikan sebagai ukuran seberapa besar nilai guna atau nilai kepuasan yang diperoleh
seseorang sewaktu mengkonsumsi suatu barang/jasa. Nilai kepuasan setiap individu berbeda-beda
tergantung masing-masing individu. Kepuasan itu dapat dinyatakan juga sebagai kesamaan nilai
harapan dengan nilai actual yang diterimanya. Apabila nilai harapan sama dengan nilai actual yang
diterima maka di saat itu ada kepuasan. Bila nilai actual dibawah nilai harapan maka tingkat
penggunaan alat tersebut disebut under utilized.
Konsep ini perlu dipahami karna konsumen berupaya dan berusaha mencapai kepuasan semaksimal
mungkin dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.walau kenyataaanya manusia itu merupakan makhluk
yang tidak pernah merasa puas. Sehingga apabila manusia tersebut tidak diikat dengan norma-norma
agama maka dengan mudah manusia itu akan menjadi makhluk yang serakah.



Rangkuman Ekonomi Manajerial
Pratama Rus Ramdhani

1. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya konsumen akan mencari dan mempertimbangkan
barang/ jasa:
Max Utility





a. Fungsi barang atau jasa: untuk apa dibeli? Apa manfaatnya ? seberapa penting kegunaanya
? apakah kebutuhan itu utama (primer) atau bias diganti dengan barang atau jasa lainnya?\
b. Trend : apakah barang atau jasa itu lagi digandrungi orang banyak ? dalam pengertian
apakah barang atau jasa itu memang seang diminati orang banyak?
c. Prestige : apakah barang atau jasa tersebut mampu meningkatkan status social si
konsumen?
d. Jika ke semua pertimbangan itu telah dipenuhi, maka konsumen akan melakukan
pembelian!
2. Upaya setiap konsumen meminimumkan belanjanya ( minimizing expenditure) langkah yang
sering dilakukan konsumen adalah.

Min Expenditure



a. Harga : membandingkan kegunaan atau manfaat dari barang atau jasa tersebut dengan
jumlah uang yang akan dibelanjakan. Dengan kata lain konsumen menilai berapa besar
manfaat ( benefit = B) yang akan diterima kemudian membandingkannya dengan
pengeluaran sejumlah uang ( cost= C) yang akan ditanggung nantinya. Tentunya rasio
yang paling aman adalah di saat B/C =1 artinya besaran benefit seimbang dengan
pengeluar cost yang akan ditanggung.
b. Keterbatasan pendapatan (income) : konsumen akan melakukan asas skala prioritas
terhadap kebutuhan hidupnya bisa jadi suatu barang/ jasa itu masuk kategori prioritas
utama, kedua, ketiga dan seterusnya.
Fungsi Trend Prestige Action
Lim. income Harga Action priority
Rangkuman Ekonomi Manajerial
Pratama Rus Ramdhani
c. Prioritas :konsumen melakukan asas skala prioritas terhadap kebutuhan hidupnya apakah
kebutuhan itu mendesak sekali, bias diundur dan bias lain kali saja.
d. Jika ke semua pertimbangan itu telah dipenuhi, maka konsumen akan melakukan
pembelian!
C. Pengertian TOTAL UTILITY (TU)
Sebagai total nilai guna atau total kepuasan yang diperoleh dari mengonsumsi sejumlah
barang/jasa atau sejumlah atribut-atribut yang melekat pada sebuah barang/jasa.
Contoh :
Atribut Nilai Kepuasan (utility)
1. Kekuatan Mesin 95
2. Interior 96
3. Model 95
4. Warna 98
5. Air Condition (AC) 100
6. Dll
Total kepuasan 484

D. Pengertian Marginal Utility (Utilitas Marjinal)
Marginal utility (MU) adalah perubahan terhadap total utility setiap terjadi pertambahan unit
barang/ jasa dikonsumsi. Secara sederhada dapat dituliskan dengan rumus :




Pengertian The Law diminishing Marginal Utility : adalah Hukum yang menyatakan bahwa marginal
utility dari suatu barang yang dikonsumsi secara terus-menerus akan cenderung menurun. Hukum ini
akan lebih mudah dipahami apabila kita memperhatikan persyaratan agar hokum ini dapat diterima oleh
logika yaitu :
a. Barang/jasa yang dikonsumsi sama ( monoton)
b. Interval waktu mengonsumsi relative pendek





Rangkuman Ekonomi Manajerial
Pratama Rus Ramdhani
Maximizing Utility / Minimizing Expenditure



Melalui gambar diatas dapat kita pahami dan kita lihat sendiri kadang konsumen itu mencoba-coba (trial
and error). Dalam masa mencoba ini andaikan pengalaman bagus yang didapatkan maka akan
menimbulkan rasa puas (satisfie). Consumer yang sudah merasakan puas akan mencoba selalu membeli
barang/jasa tersebut. Manakala kepuasan yang dirasakan semakin membaik dari sebelumnya maka
dapat kita katakana konsumen merasakan sesuatu yang berbeda dari pilihan-pilihan yang ada dan
konsumen merasa sangat terpuaskan delighted. Konsumen-konsumen yang sudah sampai pada taraf
delighted inilah yang akan menjadi pelanggan setia loyality customer.
E. Konsep kurva kepuasan sama (Indifferent curve)
Kurva kepuasan sama atau indifferent curve adalah sebuah kurva atau garis yang menyatakan tempat
kombinasi beberapa barang/jasa 2 buah barang/jasa yang memberikan kepuasan yang sama. Kurva ini
menyatakan preferensi/kesukaan/pilihan konsumen atas beberapa alternative yang ada.
F. Konsep garis anggaran (budget line)
Garis Anggaran ( budget Line) adalah garis yang menyatakan tempat kombinasi beberapa barang/jasa 2
buah barang/jasa yang dapat diperoleh/ dibeli dengan anggaran yang sama.
G. Keseimbangan Konsumen (Consumen Equilibrium)
Dengan dasar bahwa konsumen selalu berupaya mencari kepuasan semaksimum mungkin dengan
penggunaan income expenditure sekecil mungkin maka dapat dinyatakan bahwa : keseimbangan
konsumen menyatakan kondisi di mana kepuasan maksimum terpenuhi dan anggaran belanja yang
minimum juga terpenuhi. Kondisi itu tercapai pada saat kurva kepuasan sama (indifferent curve) tepat
bersinggungan dengan garis anggaran (budget line)
N. Konsep Pelanggan
Dalam bisnis modern, pelanggan dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu pelanggan internal yaitu
semua individu yang berada dalam lingkaran dalam mulai dari pemimpin hingga karyawan paling
rendah. Pelanggan intermediate (perantara) yaitu orang-orang atau instansi terkait yang ada hubungan
kerja serta pelanggan external (user) yaitu orang luar sebagai pengguna barang/jasa yang kita hasilkan.
Semua harus dipandang sebagai bagian yang harus dipuaskan. Dalam bahasa lain gabungan ketiga
kelompok pelanggan inilah yang kita sebut juga sebagai stakeholder.
Jika timbul sebuah pertanyaan, pelanggan manakah yang harus dipuaskan terlebih dahulu? Pelanggan
internal kah, pelanggan intermediate kah, atau pelanggan eksternal kah? Jawaban yang tepat adalah,
Trial and eror
Satisfied

Delighted Ultimate Goals
Rangkuman Ekonomi Manajerial
Pratama Rus Ramdhani
benahi dulu bagian dalam perusahaan/instansi/institusi dengan benar sehingga semua individu-individu
yang ada dan berada di dalam organisasi itulah yang harus diperhatikan aspek kinerjanya. Kinerja
karyawan akan muncul dan meningkat jika organisasi itu mampu memberikan rasa kepedulian, rasa
tanggung jawab, kesejahteraan yang sesuai dengan kompetensi karyawan dan sebagainya. Sehingga
dengan membenahi dan menimbulkan hal-hal positif bagi karyawan dengan sendirinya rasa memiliki
sense of belonging, rasa tanggung jawab sense of responsibility akan tumbuh tanpa ada paksaan.
Dengan kata lain, mana mungkin akan menggapai intermediate dan external cutomer kalau di dalam
perusahaan sendiri kacau balau. Kondisi seperti membangun serta mencirikan diri melalui corporate
culture yang tangguh dan berperikemanusiaan itulah yang mencirikan sebuah perusahaan melaju ke
papan atas dalam era persaingan.
O. Upaya yang harus dilakukan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan?

How to make your customer satisfied/delighted








Langkah no.1 (eksternal)
Cari tahu siapa saja pelanggan kita sesungguhnya (segmentasi):
Usia (balita,remaja, dewasa, tua)
Gender (laki atau perempuan)
Income (tingkat bawah, menengah, atas)
Status (menikah,tidak menikah)
Pekerjaan (anak sekolah, mahasiswa, karyawan)
Jabatan(staf,manajer atau CEO)
Lokasi tempat tinggal (kota besar atau kota kecil)
Langkah No. 2 (eksternal)
Action
1.segmentasi 2. identify need and want
3. 5 M analysis
4. produksi
5.distribusi
6.feed back
Rangkuman Ekonomi Manajerial
Pratama Rus Ramdhani
Identifikasi apa saja kebutuhan dan keinginan mereka yang telah kita segmentasikan tadi
sebagai target pasar kita. Buat daftar prioritas keinginan mereka yang tertinggi sampai yang
terendah (data base).
Langkah no.3 ( internal decision)
Evaluasi keberadaan 5M yang ada (man, money, machine ,methods dan materials)
Siapkan sumberdaya manusia untuk itu
Analisisi uraian tugas untuk menjawab dan memenuhi keinginan mereka
Lakukan kegiatan studi banding benchmarking
Siapkan rancangan pekerjaan system kualitas untuk itu
Siapkan dana yang memadai
Buat kelompok kerja, lakukan sosialisasi berkala
Berikan pelatihan kepada segenap karyawan
Laksanakan keputusan yang sudah diambil
Langkah No.4 (implementasi)
Laksanakan keputusan dengan memproduksi barang/jasa yang akan ditawarkan ke pasar.
Lakukan evaluasi berkala
Lakukan perbaikan terus-menerus
Terpakan reward dan punishment program
Bekerjala secara team bukan individu
Jangan merasa benar sendiri
Lakukan program perubahan (change) sesegera mungkin
Langkah no. 5 (operasional)
Segera distribusikan baran/ jasa yang telah dihasilkan. Pola distribusi dbebagai cara, apakah
melakukan kerjasama dengan pihak lain atau membuat beberapa mata rantai pemasaran.
Dalam pendistribusian ini sudah mencaukp upaya-upaya melakukan promosi. Yang paling
penting dilakukan adalah jangan sampai membuat akses konsumen untuk barang/ jasa tersebut
menjadi sulit. Buatlah semudah mungkin sehingga konsumen akan merasakan benefit dari
barang/ jasa tersebut.
Langkah No.6 (check and balance)
lakukan monitoring dan evaluasi dari langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan
umpan balik feed back buat langkah kita selanjutnya. Jika itu berupa barang lakukan lah
stock opname agar kita mendapatkan realisasi dari program kerja yang sudah kita lakukan. Jika
itu berupa jasa , lakukan juga evaluasi tentang keberadaan penilaian konsumen terhadap jasa
yang kita tawarkan. Lakukan lah upaya-upaya perbaikan atau peningkatan kualitas di semua
tahapan yang kita lakukan.

Rangkuman Ekonomi Manajerial
Pratama Rus Ramdhani