Anda di halaman 1dari 53

BAHARUDDIN DAMMAR

REFERENSI

Paul A. Samuelson & William D. Nordhaus,
Mikro Ekonomi
Sadono Sukirno, Pengantar Mikro Ekonomi,
edisi ke tiga penerbit, PT. Raja Grafindo
Persada, Jakarta
Walter Nicholson, Microeconomics Theory;
Basic Principles and Extension 3th edition
William A. McEachern, Ekonomi Mikro;
diterjemahkan oleh Sigit Triandaru, penerbit,
Salemba Empat.
PENDAHULUAN
Ilmu Ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari
bagaimana memanfaatkan sumberdaya yang
terbatas, untuk memenuhi kebutuhan manusia yang
tidak terbatas.

Dengan demikian, yang menjadi permasalahan
utama ilmu ekonomi adalah keterbatasan atau
kelangkaan sumberdaya (Scarcity).

Akibat keterbatasan ini, masyarakat menghadapi
masalah pengambilan keputusan tentang apa yang
harus diproduksi dan bagaimana cara memproduksi.
PRODUCTION POSSIBILITY FRONTIER (PPF)
( BATAS KEMUNGKINAN BERPRODUKSI )
Barang Modal
Barang Konsumsi
PPF
A
B
C
D
E
F
0
TITIK A, B, C, DAN D, SUATU KONDISI DIMANA SEMUA FAKTOR PRODUKSI HABIS TERPAKAI
(FULL EMPLOYMENT).
TITIK E, SUATU KOMBINASI YANG TIDAK DAPAT DICAPAI KARENA KETERBATASAN
SUMBERDAYA.
TITIK F, SUATU KONDISI DIMANA PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI BELUM SECARA
KESELURUHAN
ADA TIGA PERTANYAAN YANG PERLU DIJAWAB
UNTUK MEMECAHKAN PERSOALAN KELANGKAAN
WHAT : Apa, dan berapa banyak
setiap barang dan jasa yang harus
dihasilkan

HOW : Bagaimana mengalokasikan dan
mengkombinasikan sumberdaya (faktor
produksi) dalam menghasilkan barang
dan jasa.

FOR WHOM : Untuk siapa, atau
bagaimana mendistribusikan barang
dan jasa yang dihasilkan
RUANG LINGKUP EKONOMI MIKRO
Ilmu ekonomi dapat dibagi kedalam dua cabang ilmu

Teori Ekonomi Mikro adalah suatu cabang ilmu ekonomi yang
mempelajari bagian-bagian kecil atau unit-unit kegiatan
ekonomi (secara disaggregate), misalnya, kehidupan suatu
perusahaan, tingkat harga dan upah, pembagian pendapatan,
dan alokasi faktor-faktor produksi, dll.

Teori Ekonomi Makro adalah suatu cabang ilmu ekonomi yang
mempelajari kegiatan-kegiatan ekonomi secara keseluruhan
(secara aggregate), misalnya pendapatan nasional,
kesempatan kerja, pengeluaran konsumsi, tabungan,
investasi, tingkat bunga, jumlah uang beredar, serta neraca
pembayaran.
PERANAN TEORI EKONOMI MIKRO
Setiap pendekatan yang bersifat teoritis, hanya memberi
gambaran yang bersifat universal, dan tidak memberikan
gambaran yang nyata

Demikian pula, pendekatan teori ekonomi mikro yang
menggunakan model-model abstrak untuk melihat bagaimana
terbentuknya harga dari suatu benda, dan bagaimana
mengalokasikan sumberdaya pada berbagai macam
penggunaan.

Teori ekonomi mikro hanya bersifat menerangkan dan dapat
digunakan sebagai dasar untuk peramalan (prediksi), yakni
suatu peramalan yang bersifat kondisional atau ramalan yang
bersyarat, dimana syaratnya adalah asumsi.



PASAR ADALAH SUATU TEMPAT DIMANA PRODUSEN DAN KONSUMEN
BERTEMU UNTUK MENAWARKAN DAN MEMINTA BARANG & JASA ATAU
FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI, DAN BERFUNGSI SEBAGAI BERIKUT:

Pasar menetapkan nilai; Fungsi ini memecahkan persoalan penentuan apa
yang harus dihasilkan dalam suatu perekonomian.

Pasar mengorganisir produksi; Fungsi ini memecahkan persoalan bagaimana
cara menghasilkan barang. (intinya adalah efisiensi)

Pasar mendistribusikan barang; Fungsi ini memecahkan persoalan untuk
siapa barang tersebut dihasilkan. (intinya tingkat pendapatan masyarakat)

Pasar berfungsi menjelenggarakan penjataan; Fungsi ini memecahkan
persoalan keterbatasan jumlah produksi yang tersedia dalam masyarakat
untuk jangka waktu tertentu. (intinya adalah harga).

Pasar mempertahankan dan mempersiapkan keperluan di masa yang akan
datang; Tabungan dan investasi dapat terjadi di pasar, dan keduanya
berusaha untuk mempertahankan dan mencapai kemajuan perekonomian.

BAGAN MEKANISME PASAR
RUMAH TANGGA
PERUSAHAAN
P
S
D
Q 0
P
S
D
Q 0
Menawarkan
F. Produksi
Meminta
F. Produksi
Meminta
Brg & Jasa
Menawarkan
Brg & Jasa
Pasar
Brg & Jasa
Pasar
Fak. Produksi
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
( DEMAND AND SUPPLY )
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN

Harga barang itu sendiri (Px)
Harga barang lainnya (Pz)
Pendapatan bersih masyarakat (Y)
Selera (T)
Jumlah penduduk (U)

QDx = f (Px, Pz, Y, T, U)

HUKUM PERMINTAAN : BILA HARGA SUATU BARANG TURUN, MAKA
JUMLAH BARANG YANG DIMINTA BERTAMBAH, DAN BILA HARGA
NAIK, JUMLAH BARANG YANG DIMINTA BERKURANG.
CETERIS PARIBUS (hal-hal lain tidak berubah)
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT HARGA DENGAN
JUMLAH BARANG YANG DIMINTA
HARGA PERMINTAAN
(Px) (QDx)
0 21
1 18
2 15
3 12
4 9
5 6
6 3
7 0


Hubungan antara harga dengan permintaan di atas, dapat diformulasikan
ke dalam sebuah fungsi permintaan : QDx = 21 3P.
Sedangkan kurva permintaan menunjukkan pergeseran disepanjang
kurva permintaan (Change in Quantity Demanded).

Px
Qx
7
21
0
Kurva Permintaan
PERGESERAN KURVA PERMINTAAN
Kurva Permintaan akan bergeser (Shift in Demand) bila terjadi
perubahan variabel lain selain variabel harga barang itu sendiri (Px).
Misalnya, pendapatan masyarakat meningkat, atau jumlah penduduk
bertambah, maka kurva permintaan akan bergeser seperti berikut:
D1
D2
P
Q
0
2
4
6
3 6 9
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN

Harga barang itu sendiri (Px)
Harga barang lainnya (Pz)
Harga faktor produksi (Pr)
Teknologi (T)
Dan lain-lain

QSx = f (Px, Pz, Pr, T, Dll)

HUKUM PENAWARAN : BILA HARGA SUATU BARANG NAIK,
MAKA JUMLAH BARANG YANG DITAWARKAN BERTAMBAH,
DAN BILA HARGA TURUN, MAKA JUMLAH BARANG YANG
DITAWARKAN BERKURANG.
CETERIS PARIBUS (hal-hal lain tidak berubah)

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT HARGA DENGAN JUMLAH
BARANG YANG DITAWARKAN
HARGA PENAWARAN
(Px) (QSx)
0 -4
1 -2
2 0
3 2
4 4
5 6
6 8
7 10

Hubungan antara harga dengan penawaran di atas, dapat difor-
mulasikan ke dalam sebuah fungsi penawaran : QSx = -4 + 2P.
Sedangkan kurva penawaran menunjukkan pergeseran disepanjang
kurva penawaran (Change in Quantity Supply).


-4
0
P
Q
S
2
PERGESERAN KURVA SUPPLY
Kurva Penawaran akan bergeser (Shift in Supply) bila terjadi perubahan
variabel lain selain variabel harga barang itu sendiri (Px). Misalnya, terjadi
perbaikan teknologi dalam suatu proses produksi, maka kurva penawaran
akan bergeser seperti berikut:
2
4
6
4 8
0
P
Q
S1
S2
Harga keseimbangan adalah suatu tingkat harga tertentu yang disepakati antara
produsen dan konsumen, dimana pada tingkat harga tersebut jumlah barang
yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta.
Px QDx QSx Ket.
0
1
2
3
4
5
6
7
21
18
15
12
9
6
3
0
-4
-2
0
2
4
6
8
10




Excess
Demand



Equilibrium

Excess
Suplly
P
Q
D
S
5
6
0
6
4
Excess
Supply
Excess
Demand
E
PENDEKATAN MATEMATIKA
FUNGSI PERMINTAAN QDx = 21 3P
FUNGSI PENAWARAN QSx = -4 + 2P

HARGA KESEIMBANGAN : QDx = QSx
21 3P = -4 + 2P
-3P 2P = -4 - 21
-5P = -25
P = -25 / -5
P = 5 (HARGA KESEIMBANGAN)

JUMLAH YANG DIMINTA: QDx = 21 3 (5)
QDx = 6

JUMLAH YANG DITAWARKAN : QSx = -4 + 2 (5)
QSx = 6
EXCESS DEMAND DAN EXCESS SUPPLY
BILA HARGA (P) TURUN DARI (5) MENJADI (4), MAKA;

QDx = 21 3P QSx = -4 + 2P
QDx = 21 3 (4) QSx = -4 + 2 (4)
QDx = 9 QSx = 4

AKIBAT DARI TURUNNYA HARGA MAKA TERDAPAT KELEBIHAN
PERMINTAAN (EXCESS DEMAND) SEBESAR 5 UNIT (9 4).

BILA HARGA (P) NAIK DARI (5) MENJADI (6), MAKA;

QDx = 21 3 (P) QSx = -4 + 2 (P)
QDx = 21 3 (6) QSx = -4 + 2 (6)
QDx = 3 QSx = 8

AKIBAT DARI NAIKNYA HARGA, MAKA TERDAPAT KELEBIHAN
PENAWARAN (EXCESS SUPPLY) SEBESAR 5 UNIT (8 3)
Soal Latihan
1. Diketahui pada tingkat harga nol, jumlah barang X yang
diminta sebesar 26 unit, dan yang ditawarkan adalah (-10).
Bila harga naik satu rupiah, maka jumlah barang yang diminta
berkurang 3 unit dan yang ditawarkan bertambah 3 unit.
Tentukan harga keseimbangan dengan menggunakan tabel,
dan buktikan pula secara matematis, serta buat grafiknya.

2. Berdasarkan soal di atas, tentukan besarnya excess demand
maupun excess supply, bila harga naik satu rupiah dari harga
keseimbangan, demikian pula bila harga turun 2 rupiah dari
harga keseimbangan. (sertakan grafiknya).

3. Tentukan harga keseimbangan dan buat grafiknya bila
diketahui fungsi permintaan dan fungsi penawaran ; QDx = 55
2P
2
; serta QSx = -25 + 3P
2

ELASTISITAS
YANG DIMAKSUD DENGAN ELASTISITAS ADALAH
KEPEKAAN PERMINTAAN ATAU PENAWARAN
SUATU BARANG YANG DIAKIBATKAN OLEH
PERUBAHAN FAKTOR-FAKTOR TERTENTU, SEPERTI
MISALNYA PERUBAHAN HARGA BARANG ITU
SENDIRI, PERUBAHAN PENDAPATAN, DAN
PERUBAHAN HARGA BARANG LAINNYA.


ELASTISITAS PERMINTAAN (DEMAND ELASTISITY)
KEPEKAAN PERMINTAAN SUATU BARANG AKIBAT DARI PERUBAHAN
HARGA BARANG ITU SENDIRI, ATAU SUATU ANGKA YANG
MENUNJUKKAN PERBANDINGAN ANTARA PERSENTASE PERUBAHAN
RELATIF JUMLAH BARANG YANG DIMNITA DENGAN PERSENTASE
PERUBAHAN RELATIF HARGA BARANG ITU SENDIRI.
% Perubahan jumlah barang yang diminta
E
D
= ----------------------------------------------------
% Perubahan harga
Q P Q P
1

E
D
= ------- : ------- atau E
D
= ------- x -------
Q
2
P
1
P Q
2
1. E
D
> 1 (ELASTIS) ADALAH PERSENTASE PERUBAHAN JUMLAH BARANG
YANG DIMINTA LABIH BESAR DARIPADA PERSENTASE PERUBAHAN
HARGA.
CONTOH:

Px
(Rp)
Qx
(Unit)
30
20
10
18
Q P
1

E
D
= ------- x -------
P Q
2
18 - 10 30
E
D
= ----------- x -------
20 -30 18

8 30
E
D
= ----- x ----- = 1,3
10 18

D
P
Q
0
ELASTIS : E
D
> 1
30
20
10 18
2. E
D
= 1 (UNITARY ELASTIS) ADALAH PERSENTASE PERUBAHAN JUMLAH
BARANG YANG DIMINTA SAMA DENGAN PERSENTASE PERUBAHAN
HARGA.
CONTOH:
Px
(Rp)
Qx
(Unit)
30
20
10
15
Q P
1

E
D
= ------- x -------
P Q
2
15 - 10 30
E
D
= ----------- x -------
20 -30 15

5 30
E
D
= ----- x ----- = 1
10 15

P
D
Q
0
UNITARY ELASTIS : E
D
= 1
20
10 15
30
3. E
D
< 1 (INELASTIS) ADALAH PERSENTASE PERUBAHAN JUMLAH
BARANG YANG DIMINTA LEBIH KECIL DARIPADA PERSENTASE
PERUBAHAN HARGA.
CONTOH:
Px
(Rp)
Qx
(Unit)
30
20
10
13
Q P
1

E
D
= ------- x -------
P Q
2
13 - 10 30
E
D
= ----------- x -------
20 -30 13

3 30
E
D
= ----- x ----- = 0,69
10 13

P
Q
0
D
INELASTIS : ED < 1
30
20
10 13
4. E
D
= 0 (INELASTIS SEMPURNA)
BILA TERJADI PERUBAHAN
HARGA, JUMLAH BARANG
YANG DIMINTA TIDAK
BERUBAH (TETAP)

5. E
D
= (ELASTIS SEMPURNA)
BILA TERJADI PENURUNAN
HARGA, MAKA JUMLAH BARANG
YANG DIMINTA TAK TERHINGGA
BANYAKNYA.
P
Q
0
E
D
= 0
P
Q 0
E
D
=
BENTUK BENTUK KURVA ELASTISITAS PERMINTAAN
E
D
= 0
E
D
> 1
E
D
= 1
E
D
< 1
E
D
=
P
Q
0
ELASTISITAS PENAWARAN (SUPPLY ELASTISITY)
KEPEKAAN PENAWARAN SUATU BARANG AKIBAT DARI PERUBAHAN
HARGA BARANG ITU SENDIRI, ATAU SUATU ANGKA YANG
MENUNJUKKAN PERBANDINGAN ANTARA PERSENTASE PERUBAHAN
RELATIF JUMLAH BARANG YANG DITAWARKAN DENGAN PERSENTASE
PERUBAHAN RELATIF HARGA BARANG ITU SENDIRI.
% Perubahan jumlah barang yang ditawarkan
E
S
= --------------------------------------
% Perubahan harga
Q P Q P
1

E
S
= ------- : ------- atau E
S
= ------- x -------
Q
2
P
1
P Q
2
JENIS-JENIS ELASTISITAS SUPPLY
1. E
S
> 1 (ELASTIS) % PERUBAHAN JUMLAH BARANG YANG
DITAWARKAN LEBIH BESAR DARIPADA PERSENTASE
PERUBAHAN HARGA

2. E
S
= 1 (UNITARY ELASTIS) % PERU-BAHAN JUMLAH BARANG
YANG DI-TAWARKAN SAMA DENGAN % PERUBAHAN HARGA

3. E
S
< 1 (INELASTIS) % PERUBAHAN JUMLAH BARANG YANG
DITAWARKAN LEBIH KECIL DARIPADA PERSENTASE
PERUBAHAN HARGA

4. E
S
= 0 (INELASTIS SEMPURNA) : BILA HARGA NAIK, JUMLAH
YANG DITAWARKAN TETAP

5. E
S
= (ELASTIS SEMPURNA) : BILA HARGA NAIK, MAKA
JUMLAH BARANG DITAWARKAN TAK TERHINGGA.

E
S
= 0
E
S
=
E
S
< 1
E
S
= 1
E
S
> 1
P
Q 0
GRAFIK ELASTISITAS SUPPLY
ELASTISITAS PENDAPATAN (INCOME ELASTISITY)
KEPEKAAN PERMINTAAN KONSUMEN PADA TINGKAT HARGA TERTENTU
YANG DIAKIBATKAN OLEH PERUBAHAN PENDAPATAN.

Q I
E
I
= ------ x ----
I Q

ELASTISITAS PENDAPATAN TERBAGI ATAS TIGA GOLONGAN

1. E
I
> 0 (POSITIF) YAKNI BILA PENDAPATAN KONSUMEN MENINGKAT,
MAKA PERMINTAAN AKAN BARANG TERTENTU MENINGKAT.

2. E
I
= 0 YAKNI BILA PENDAPATAN KONSUMEN MENINGKAT, MAKA
PERMINTAAN AKAN BARANG TERTENTU TIDAK BERUBAH (TETAP)

3. E
I
< 0 (NEGATIF) YAKNI BILA PENDAPATAN KONSUMEN MENINGKAT,
MAKA PERMINTAAN AKAN BARANG TERTENTU BERKURANG.
CONTOH SOAL
BARANG $ 2000 $ 2300
A

B

C
10

10

10
12

10

7
JENIS PENDAPATAN
EI > 0 : terjadi pada barang-barang sekunder (barang istimewa)
EI = 0 : terjadi pada barang-barang pelengkap
EI < 0 : terjadi pada barang-barang inferior ( tuna nilai )
ELASTISITAS SILANG (CROSS ELASTISITY)
KEPEKAAN PERUBAHAN PERMINTAAN SUATU BARANG TERTENTU
AKIBAT ADANYA PERUBAHAN HARGA BARANG LAINNYA

Qx Py
1

E
C
= ------- x ------
Py Qx
1


CROSS ELASTISITY TERBAGI ATAS DUA GOLONGAN

E
C
> 0 (POSITIF); NILAI CROSS ELASTISITAS INI, MENUNJUKKAN
BAHWA BARANG X DAN BARANG Y MEMPUNYAI HUBUNGAN
SUBTITUSI ATAU KEDUA JENIS BARANG TERSEBUT SALING
MENGGANTI.

E
C
< 0 (NEGATIF) NILAI CROSS ELASTISITAS INI, MENUNJUKKAN
BAHWA BARANG X DAN BARANG Y MEMPUNYAI HUBUNGAN
KOMPLEMENTER ATAU KEDUA JENIS BARANG TERSEBUT SALING
MELENGKAPI.
PENETAPAN PAJAK DAN SUBSIDI
PENGARUH PAJAK TERHADAP HARGA KESEIMBANGAN
JUMLAH PAJAK (BCE
2
F)
BEBAN KONSUMEN (ABE
2
G)
BEBAN PRODUSEN (ACFG)
P
Q
0
D
S
1

S
2

A
B
C
Q
1
Q
2

E
1

E
2

F
G
E
D
> 1
D
S
1

S
2

P
Q
0
A
B
C
E
1

E
2

F
G
Q
1
Q
2

JUMLAH PAJAK (BCE
2
F)
BEBAN KONSUMEN (ABE
2
G)
BEBAN PRODUSEN (ACFG)
E
D
< 1
PENDEKATAN MATEMATIKA
BILA DIK : QDx = 21 3P ; QSx = -4 + 2P
MAKA : P = 5 ; QDx = 6 & QSx = 6
(LIHAT CONTOH SEBELUMNYA).

BILA BARANG X DIKENAI PAJAK Rp 2,
MAKA : QSx = f (P - Tx)
QSx = -4 + 2 (P Tx)
QSx = -4 + 2 (P 2)
QSx = -4 + 2P - 4
QSx = -8 + 2P

HARGA KESEIMBANGAN SETELAH PAJAK
QDx = QSx = 21 3P = -8 + 2P
-3P 2P = -8 21
-5P = -29
P = -29 : -5 = 5,8

QDx = 21 3(5,8) = 3,6


Dari Jumlah Pajak Rp 2,
Beban Konsumen : 5,8 5 = 0,8
Beban Produsen : 2 0,8 = 1,2
P
Q
D
S
1

S
2

5
6 3,6
3,8
0
3,8 DIPEROLEH DARI (5 1,2)
E
1
E
2
5,8
P
0 Q
S
1

D
S
2

E
1

E
2

A
B
C
F
G
JUMLAH SUBSIDI (ACE
1
F)
KEUNTUNGAN KONSUMEN (ABE
1
G)
KEUNTUNGAN PRODUSEN (BCFG)
Q
1
Q
2

E
D
> 1
Q
1
Q
2

P
0 Q
S
1

S
2

E
1

E
2

D
A
B
C
F
G
JUMLAH SUBSIDI (ACE
1
F)
KEUNTUNGAN KONSUMEN (ABE
1
G)
KEUNTUNGAN PRODUSEN (BCFG)
E
D
< 1
PENDEKATAN MATEMATIKA
BILA DIK : QDx = 21 3P ; QSx = -4 + 2P
MAKA : P = 5 ; QDx = 6 & QSx = 6
(LIHAT CONTOH SEBELUMNYA).

BILA BARANG X DIBERI SUBSIDI Rp 3,
MAKA : QSx = f (P + Sb)
QSx = -4 + 2 (P + Sb)
QSx = -4 + 2 (P + 3)
QSx = -4 + 2P + 6
QSx = 2 + 2P

HRG. KESEIMBANGAN STL. SUBSIDI
QDx = QSx = 21 3P = 2 + 2P
-3P 2P = 2 21
-5P = -19
P = -19 : -5 = 3,8

QDx = 21 3 (3,8) = 9,6
DARI JUMLAH SUBSIDI Rp 3,
KONSUMEN : 5 3,8 = 1,2
PRODUSEN : 3 1,2 = 1,8

P
0 Q
S
1

D
S
2

E
1

E
2

5
3,8
6 9,6
2
2 DIPEROLEH DARI ( 3,8 1,8 )
Px QDx QSx
10
15
20
25
30
14
12
9
6
6
4
10
15
18
18
1.
SOAL LATIHAN
Tentukan elastisitas permintaan dan
elastisitas penawaran, dan buat
masing-masing grafiknya untuk
setiap kenaikan harga dari data yang
tersedia dalam tabel tersebut.

2. Bila diketahui fungsi demand dan fungsi supply ; QDx = 21 3P & QSx = -7 +
4P maka tentukan besarnya harga keseimbangan, dan tentukan pula harga
keseimbangan yang baru bila pemerintah mengenakan pajak sebesar Rp 3 per
unit, serta buat grafik dari hasil perhitungan tersebut.

3. Berdasarkan soal no. 2, tentukan harga keseimbangan yang baru, serta buat
grafiknya bila pemerintah memberi subsidi sebesar Rp 2 per unit.

TEORI KONSUMSI
1. THE UTILITY FUNCTION APPROACH (PENDEKATAN NILAI GUNA)


DIKEMBANGKAN PADA TAHUN 1870-AN ; OLEH
WILLIAM STANLEY JEVONS (INGGRIS)
KARL MANGER (AUSTRIA)
LEON WALRAS (PERANCIS)

PENDEKATAN INI DIKEMBANGAKAN DENGAN ASUMSI:
KONSUMEN MENGKONSUMSI SUATU BARANG, KARENA BARANG
TERSEBUT BERGUNA BAGINYA
BARANG YANG DIINGINKAN KONSUMEN BUKAN HANYA SATU MACAM,
TETAPI BANYAK DAN BERBAGAI MACAM
BARANG YANG DIINGINKAN TERSEBUT MENUNJUKKAN NILAI GUNA
YANG BERBEDA-BEDA, YAKNI NILAI TINGGI, SEDANG, DAN RENDAH
NILAI GUNA DARI BERBAGAI MACAM BARANG TERSEBUT, DINYATAKAN
SECARA KARDINAL.
HUBUNGAN ANTARA NILAI GUNA SUATU BARANG
DENGAN JUMLAH BARANG YANG DIKONSUMSI
Q TU MU
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
17
32
44
53
59
62
62
59
53
44
15
12
9
6
3
0
-3
-6
-9
TU, MU
TU
MU
0 Q
U = f (Qx)
TU meningkat, MU > 0 (+)
TU maksimum, MU = 0
TU turun, MU < 0 ( - )
TU
MU = ------
---
Q

CONTOH:
Bila diketahui fungsi Utility : U = 54Q 3Q
2

Besarnya Q sehingga TU max adalah pada saat

U
MU = ---- = 0
Q

MU merupakan turunan pertama TU sehingga
fungsi utility menjadi :
54 6Q = 0
-6Q = -54
Q = 54 : 6
Q = 9

Jadi Total Utility maksimum bila Q dikonsumsi
sebanyak 9 unit.

TU = 54 (9) 3 (9)
2
TU = 486 243
TU = 243

TU, MU
TU
0 Q
MU
9
243
PENDEKATAN MATEMATIKA
PERILAKU KONSUMEN (CONSUMER BEHAVIOR)
PADA DASARNYA KONSUMEN MENGKONSUMSI SUATU BARANG, SELALU
BERTINDAK RASIONIL UNTUK MENCAPAI KEPUASAN TERTINGGI,
NAMUN TINGKAT PENDAPATAN DAN HARGA SUATU BARANG YANG
MENJADI KENDALA DALAM PEMENUHAN KEPUASAN TERSEBUT.

KEPUASAN MAKSIMUM SEORANG KONSUMEN TERCAPAI BILA
PENDAPATANNYA HABIS DIKONSUMSI.

KEPUASAN MAKSIMUM DAPAT DIFORMULASI SBB:

P = XH
X
+ YH
Y
P XH
X
YH
Y
= 0

DIMANA :
P = PENDAPATAN
X & Y = JUMLAH BARANG X DAN Y YG DIKONSUMSI
H
X
= HARGA BARANG X
H
Y
= HARGA BARANG Y
CONTOH:
Dengan pendapatan 200, konsumen akan memaksimumkan kepuasannya
terhadap barang X dan Y. Bila harga X = 8 dan harga Y = 10, maka:
XH
X
+ YH
Y
= P
8X + 10Y = 200
10Y = 200 8X
Y = 200/10 8X/10
Y = 20 O,8X

Bila Persamaan tersebut dikalikan
dengan X maka :
U = 20X 0,8X
2

Jadi jumlah barang X yang dikonsumsi
agar tercapai kepuasan max adalah
MU = U/X = 0 == 20 1,6X = 0
-1,6X = -20
X = 20/1,6 = 12,5
SEDANGKAN BARANG Y YG
DIKONSUMSI ADALAH

8X + 10Y = 200
8 (12,5) + 10Y = 200
100 + 10Y = 200
10Y = 200 100
Y = 100 : 10 = 10

PEMBUKTIAN :
8 (12,5) + 10 (10) = 200
200 = 200

DAYA SUBTITUSI MARGINAL (DSM)
DSM
XY
ADALAH UNTUK MEMPEROLEH TAMBAHAN SATU UNIT X,
BERAPA Y YANG DIKORBANKAN. (ADA PERBEDAAN NILAI GUNA
ANTARA BARANG X DENGAN BARANG Y). FORMULASINYA
ADALAH
DSM
XY
= H
X
/H
Y
= MU
X
/MU
Y
ATAU
H
X
. MU
Y
= H
Y
. MU
X
CONTOH SOAL:
DENGAN PENDAPATAN $500, ALI INGIN MEMAKSIMUMKAN
KEPUASANNYA TERHADAP BARANG X & Y ;
FUNGSI UTILITY X & Y ADALAH U
X
= 9X X
2
; U
Y
= 6Y Y
2
.
BILA HARGA X = $14 DAN HARGA Y = $7, MAKA BESARNYA X &
Y YG DIKONSUMSI AGAR KEPUASAN MAKSIMUM TERCAPAI
ADALAH:


Jawab:

( I ) 14X + 7Y = 500
( II ) H
X
. MU
Y
= H
Y
. Mu
X

H
X
= $14 DAN H
Y
= $7
MU
X
= U/X = 0 ; 9 2X = 0
MU
Y
= U/Y = 0 ; 6 2Y = 0

JADI PERSAMAAN ( II ) ADALAH:
14 ( 6 2Y) = 7 ( 9 2X )
84 28Y = 63 14X
14X 28Y = 63 84
14X 28Y = -21 ( II )

( I ) 14X + 7Y = 500
( II ) 14X 28Y = -21 -
35Y = 521
Y = 521 : 35 = 14,89

Sedangkan barang X yang
dikonsumsi adalah:
14X + 7 (14,89) = 500
14X + 104,23 = 500
14X = 500 104,23
X = 395,77 : 14
X = 28,27

PEMBUKTIAN

14X + 7Y = 500
14 (28,27) + 7 (14,89) = 500
395,78 + 104,23 = 500
500,01 = 500
SOAL LATIHAN:

DENGAN PENDAPATAN $350, SI BADRUN INGIN
MEMAKSIMUMKAN KEPUASANNYA TERHADAP
BARANG X & Y ;
FUNGSI UTILITY X & Y ADALAH U
X
= 7X X
2
;
U
Y
= 5Y Y
2
.
BILA DIKETAHUI HARGA X = $12, SERTA DSMxy =
1,5, MAKA TENTUKAN BESARNYA X & Y YG
DIKONSUMSI AGAR KEPUASAN MAKSIMUM
TERCAPAI.
2. THE INDIFFERENCE CURVE APPROACH
( PENDEKATAN INDIFERENS)
INDIFFERENCE CURVE adalah suatu kurva yang menghubungkan
beberapa buah titik kombinasi antara dua jenis barang yang
menunjukkan tingkat kepuasan yang sama.
Y
X
0
A
B
C
Y
1

Y
2

Y
3

X
1
X
2

X
3

IC
CIRI-CIRI INDIFFERENCE CURVE

1.IC. MEMPUNYAI SLOPE
NEGATIF

2.IC. CONVEX TO THE ORIGIN
(CEMBUNG TERHADAP TTK. NOL)

3.DUA BUAH IC. TIDAK DAPAT
BER-POTONGAN SATU DGN YG
LAINNYA
BUDGET LINE ADALAH SEBUAH GARIS YANG MENUNJUKKAN
BATAS UNTUK MENGKONSUMSI SEORANG KONSUMEN DARI
SEJUMLAH UANG YANG DIMILIKI.
Y
X 0
A
B
C
D
E
.F
Y
1

Y
2

X
1
X
2

BUDGET LINE
KOMBINASI TTK. A, B, C, D,
PENDAPATAN HABIS DIKON-
SUMSI

KOMBINASI TTK. E, PENDA-
PATAN TDK HABIS (TERSISA)

SEDANGKAN TTK. F, TIDAK
DAPAT TERPENUHI.

PENENTUAN TINGKAT KEPUASAN MAKSIMUM
Y
X 0
A
B
IC
1

IC
2

IC
3

C
D
E
F
KEPUASAN MAKSIMUM (EQUILIBRIUM CONSUMEN)
DAPAT DITENTUKAN MELALUI GRAFIK SBB:

KEPUASAN MAKSIMUM
(EQUILIBRIUM CONSUMEN)
TERCAPAI PADA TITIK E,
YAKNI PADA SAAT
INDIFFERENCE CURVE (IC)
MENYINGGUNG BUDGET LINE
(GARIS AB).

FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI EQUILIBRIUM CONSUMEN
A. KASUS BARANG X & Y YANG MENUNJUKKAN E
I
> 0 ( + )
1. Perubahan Pendapatan
Y
X
0
A
B
A
1

B
1

X
1
X
2

Y
1

Y
2

ICC
IC
1

E
E
1

IC
2

GRAFIK TERSEBUT, MENUNJUKKAN
BAHWA DENGAN MENINGKATNYA
PENDAPATAN, MAKA BUDGET LINE
AB BERGESER KE A
1
B
1
,
EQUILIBRIUM BERGESER DARI E
KE E
1
. HAL INI TERJADI KARENA
X & Y MEMPUNYAI E
I
> 0,
SEHINGGA DENGAN
MENINGKATNYA PENDAPATAN,
PERMINTAAN KEDUA BARANG
TERSEBUT MENINGKAT.

Y
X
A
B
0
IC
1

IC
2

A
1

B
1

Y
1

X
1
X
2

E
1

E
ICC
Y
X
A
B
IC
1

IC
2

A
1

B
1

E
1

E
ICC
Y
1

X
1
X
2

Y
2

0
B. Elastisitas Pendapatan X > 0 dan
Elastisitas Pendapatan Y = 0
C. Elastisitas Pendapatan X > 0 dan
Elastisitas Pendapatan Y < 0
2. Perubahan Harga
X
1

Y
2

PCC
IC
1

E
1

X
0
A
B
A
1

B
1

X
2

Y
1

Y
IC
2

E
GRAFIK TERSEBUT MENUNJUKKAN
BAHWA DENGAN MENURUNNYA HARGA
X & Y, MENYEBABKAN BUDGET LINE
AB BERGESER KE A
1
B
1
. SELANJUTNYA
KONSUMEN MEMILIH KEPUASAN PADA
TTK. E
1
, YAKNI BARANG X & Y
PERMINTAANNYA BERTAMBAH PADA
SAAT HARGANYA TURUN.
X
Y
0
A
B
A
1

B
1

IC
E
E
1

GRAFIK TERSEBUT MENUNJUKKAN
BAHWA DENGAN MENURUNNYA HARGA
X & HARGA Y NAIK, MENYEBABKAN
BUDGET LINE AB BERGESER KE A
1
B
1
.
SELANJUTNYA KONSUMEN MEMILIH
KEPUASAN PADA TTK. E
1
, YAKNI BARANG
X PERMINTAANNYA BERTAMBAH DAN
BRG Y BERKURANG (DISUBTITUSI)
A. Harga X & Y Turun B. Harga X turun & Y Naik
C. Harga X Turun & Harga Y Tetap
X
Y
A
B B
1

0
X
1

Y
2

X
2

Y
1

E
1

E
IC
1

IC
2

E
D
> 1
PCC
X
Y
A
B
B
1

Y
1

Y
2

X
1
X
2

IC
2

IC
1

PCC
E
E
1

0
E
D
< 1
A
B B
1

X
Y
PCC
0
X
1

X
2

Y
1

E
D
= 1
IC
1

IC
2

E
1
E
X
Y
Y
1

Y
2

A
B B
1
X
2
X
1

0
HASIL PENELITIAN
ROBERT GIFFENS
A
A
1

B
B
1

B
2

X
Y
0
PENDAPAT SLUTZKY
IC
1

IC
2

E
E
1

PCC
C
E
D
IC
1

IC
2

HASIL PENELITIAN INI DINAMA-
KAN GIFFEN PARADOX, YAKNI
PADA SAAT HARGA X TURUN,
PERMINTAANYA BERKURANG.
SLUTZKY BERPENDAPAT BAHWA BILA
KONSUMEN MENGALAMI KENAIKAN
PENDAPATAN RIIL, MAKA MEREKA
AKAN MEMILIH APAKAH KEPUASAN-
NYA DITINGKATKAN ATAU DIPER-
TAHANKAN.