Anda di halaman 1dari 7

[Makalah Biomekanika (Tuas) Kelompok 2] | 1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Tuas (lever,dalam Bahasa Inggris) atau pengungkit adalah salah satu pesawat
sederhana yang digunakan untuk mengubah efek atau hasil dari suatu gaya. Hal ini
dimungkinkan terjadi dengan adanya sebuah batang ungkit dengan titik tumpu
(fulcrum), titik gaya (force), dan titik beban (load) yang divariasikan letaknya. Contoh
penggunaan prinsip pengungkit adalah gunting,linggis, dan gunting kuku.

pada masa ini, tuas sudah banyak dikembangkan menjadi berbagai alat yang berguna
dalam kehidupan sehari-hari. gunting kuku adalah salah satu alat fisika yang
menggunakan prinsip tuas.

Pada awalnya tulisan mengenai tuas (pengungkit) ada sejak abad ke-3 SM dan
dicetuskan oleh Archimedes. Beri aku tempat untuk berdiri, dan aku akan
menggerakkan bumi adalah catatan dari Archimedes yang secara resmi menyatakan
kebenaran prinsip matematika dari tuas (dikutip oleh Pappus of Alexandria). Di
zaman Mesir kuno, para tukang bangunan menggunakan tuas untuk memindahkan dan
mengangkat obelisk-obelisk.

Tuas juga sangat erat kaitannya dengan sistem gerak tubuh manusia, misalnya saat
mengangkat lengan, menendang dengan kaki menggerakkan kepala dan semua gerak
tubuh yang dilakukan manusia, tentunya semua pergerakan tidak terlepas dari peran
otot sebagai sumber tenaga manusia.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan tuas ?
2. Bagaimana sistem tuas pada tubuh manusia ?

1.3 Prosedur Pemecahan Masalah
Masalah yang telah dikemukakan di atas akan diselesaikan dengan menggunakan
pendekatan teori, secara teori akan menggunakan kajian-kajian pustaka yang relefan,
hasil-hasil penelitian, makalah, jurnal seminar, artikel, Modul dan beberapa buku
penunjang







[Makalah Biomekanika (Tuas) Kelompok 2] | 2

1.4 Sistematika Pembahasan
Secara keseluruhan makalah ini terdiri atas tiga bab. Bab I berisi pendahuluan (latar
belakang masalah, rumusan masalah, prosedur pemecahan masalah dan sistematika
pembahasan). Bab II berisi Pembahasan (pengertian motorik, karakteristik
perkembangan motorik, masalah-masalah perkembangan motorik, metode, manfaat dan
tujuan pembelajaran dan peranan guru) dan Bab III berisi Simpulan.


[Makalah Biomekanika (Tuas) Kelompok 2] | 3

BAB II
PEMBAHASAN



2.1 Pengertian Tuas
Apabila ada 2 (dua) buah gaya yang bekerja pada suatu benda/batang, dan bekerjanya
berlawanan arah terhadap porosnya, maka pada benda tersebut bekerja sebuah tuas,
sehingga dapat didefinisikan Tuas (lever, dalam Bahasa Inggris)
atau pengungkit adalah salah satu pesawat sederhana yang digunakan untuk mengubah
efek atau hasil dari suatu gaya (-http://id.wikipedia.org/wiki/Tuas-), sementara menurut
Mia Kusumawati, M.Pd dalam diktat Biomekanika,Tuas adalah suatu mekanisme
penggerak pada sebuah benda, berupa 2 (dua) buah momen (torque) yang bekerjanya
berlawanan terhadap porosnya .

Jadi apabila pada sebuah benda/batang bekerja dua momen yang sama besar dan
atasnya berlawanan, maka pada batang tersebut bekerja sebuah tuas. Pada poros P
bekerja gaya K dengan momen K x 1k dan gaya B dengan momen B x Ib

Momen K = Momen B
K x Ik = B x Ib

Lk adalah lengan K, yaitu jarak dari P ke K
La adalah lengan B, yaitu jarak dari P ke B

2.1.1 Pembagian Kelas Tuas
Tuas dibedakan atas 3 (tiga) kelas, yaitu :
a. Tuas Kelas 1, yaitu titik tumpu (T) berada di tengah, di antara lengan
kuasa(Lk)dan lengan beban (Lb). Contoh: Palu, gunting,linggis,tang
pemotong rumput,gunting kuku
Gambar 2.1

b. Tuas Kelas 2, Yaitu lengan beban berada di antara titik tumpu dan lengan
kuasa. Contoh: gerobak, pemecah biji, dan pembuka botol.
Gambar 2.2
[Makalah Biomekanika (Tuas) Kelompok 2] | 4

c. Tuas Kelas 3, Yaitu lengan kuasa berada di antara lengan beban dan titik
tumpu.

Gambar 2.3



2.1.2 Perbandingan Lengan dan Gaya
Pada momen yang sama, jika lengannya panjang, gayanya lebih kecil,
sebaliknya jika lengan pendek, gayanya lebih besar.

Gambar 2.4
DP Kecil, Lengan Panjang
BL Besar, Lengan Kecil






Gambar 2.5
DP Besar, Lengan Kecil
BL Kecil, Lengan Panjang




Gambar 2.6
DP = BL
Lengan sama besar





2.1.3 Keuntungan Mekanisme (Mechanical Advantage)
Kalau K = B, berarti KM = 1 (Tidak untung tidak rugi)
Kalau K > B, berarti KM > 1 (Tidak efisien)
Kalau K < B, berarti KM < 1 (Efisien)






[Makalah Biomekanika (Tuas) Kelompok 2] | 5

Contoh kasus penghitungan keuntungan mekanisme :












K x 1k = B x 1B
30 X 15 = B x 4
450 = B x 4
B = 450 / 4
B = 112,5 Kg

KM = B/K
KM = 112,5/30
KM = 3,75

KM = 1k/1B
KM = 15/4
KM = 3,75


2.2 Sistem Tuas Pada Tubuh Manusia

Pada gerak anggota tubuh manusia misalnya saat mengangkat lengan, menendang
dengan kaki, yang terjadi adalah mekanisme tuas kelas 3. Hampir semua gerakan
anggota tubuh manusia merupakan mekanisme tuas kelas 3 dimana otot menjadi
sumber tenaganya.








Gambar 3.1 Gerakan berjalan Gambar 3.2 Jugling


Dari beberapa gerakan yang dapat dilakukan oleh manusia maka dapat diketahui 3
(tiga) unsur tuas pada tubuh manusia, yaitu :






atau
[Makalah Biomekanika (Tuas) Kelompok 2] | 6

a. Poros (P) letaknya pada Persendian atau pada tumpuan / uraian gerak
b. Beban (B) letaknya pada titik dimana beban bekerja atau gaya gravitasi atau pada
tahanan yang melawan (reaksi)
c. Kekuatan (K) letaknya pada insertio (melekatnya) otot yang berkontraksi melawan
beban / tahanan


2.2.1 Perkembangan Teknik Melempar, Memukul & Smash

Gerakan melempar dan memukul itu yang paling esensial adalah kecepatan,
maka timbul suatu upaya agar gerakan dibuat menjadi optimal. Prinsip Roda
dan poros dapat terjadi pada 2 (dua segmen) di tubuh kita misalnya lengan atas
(humerus) dengan lengan bawah (Radius ulna).

Kalau kita ikuti lebih lanjut gerakan pada saat melakukan jumping smash
dipermainan bulutangkis, maka akan kita dapati teknik pukulan yang
memanfaatkan semua segmen dari tubuh sehingga mekanisme ini akan
memperbesar kecepatan gerak dari shuttlecock berlipat-lipat.

Gambar 3.3
Penggunaan poros pada Jump Smash
dalam permainan badminton













[Makalah Biomekanika (Tuas) Kelompok 2] | 7

BAB III
SIMPULAN

Tuas merupakan gaya yang bekerja berlawanan antara Kekuatan (K) dengan beban
(B) terhadap Poros (P). Terdapat 3 Kelas dalam penggolongan sistem Tuas, yaitu : Kelas 1,
Kelas 2 dan Kelas 3

Tuas memiliki fungsi untuk membantu dalam menggerakkan suatu beban sehingga
kekuatan (K) dapat diminimalisir dengan menggunakan teknik keuntungan mekanisme
(Mekanisme Advantage) yang diperoleh dengan memanfaatkan jarak dari Poros (P) ke
kekuatan (K) dan dari Poros (P) ke Beban (B).

Pada sistem tubuh manusia hampir semua gerakan merupakan mekanisme kelas 3,
Tuas pada tubuh manusia bekerja dengan 3 (tiga) unsur, yaitu : Persendian sebagai Poros (P),
Otot sebagai kekuatan (K), dan titik tumpu sebagai Beban (B), dalam perkembangannya
dibuat sebuah usaha untuk meningkatkan kemampuan kekuatan dengan menggunakan teknik
poros.