Anda di halaman 1dari 15

Pengertian Analog dan digital

Analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa
informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/ karakteristik terpenting
yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Gelombang pada sinyal analog
yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo,
frekuensi dan phase. Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik. Phase adalah besar sudut
dari sinyal analog pada saat tertentu. Analog disebarluaskan melalui gelombang elekromagnetik
(gelombang radio) secara terus menerus, yang banyak dipengaruhi oleh faktor pengganggu.
Analog merupakan bentuk komunikasi elektromagnetik yang merupakan proses pengiriman
sinyal pada gelombang elektromagnetik dan bersifat variable yang berurutan. Jadi sistem analog
merupakan suatu bentuk sistem komunikasi elektromagnetik yang menggantungkan proses
pengiriman sinyalnya pada gelombang elektromagnetik.

Sedangkan

. Teknologi digital memiliki beberapa keistimewaan unik yang tidak dapat ditemukan pada
teknologi analog, yaitu :
1. Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang mengakibatkan informasi
dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.

2. Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan
kuantitas informasi itu sendiri.

4. Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.

5. Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimkannya secara
interaktif.
__Pada saat ini semakin banyak penggunaan teknik analog dan digital dalam suatu system untuk
memanfaatkan keunggulan masing- masing. Tahapan terpenting adalah menentukan bagian mana
yang menggunakan teknik analog danbagian mana yanhg menggunakan teknik digital. Dan dapat
diramalkan di masa depan bahwa teknik digital akan menjadi lebih murah dan berkualitas.
Contoh Sistem Digital:
1. Jam digital

2. Kamera digital
3. Penunjuk suhu digital
4. Kalkulator digital
5. Computer
6. HP
7. Radio digital

Contoh Sistem Analog:
1. Remote TV
2. Spedometer pada motor
3. Pengukur tekanan
4. Telepon
5. Radio analog
Kelemahan dan kelebihan
Teknologi digital memiliki beberapa keistimewaan unik yang tidak dapat ditemukan pada
teknologi analog, seperti :
- Mampu mengirim informasi dengan kecepatan cahaya yang mengakibatkan innformasi
dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
- Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kwalitas dan
kuantitas informasi itu sendiri.
- Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
-Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimkannya secara
interaktif.
PERBEDAAN ANALOG DAN DIGITAL
Perbedaan system analog dan digital telah dibagi atas beberapa perbedaan yang
mana setiap definisi perbedaan itu berbeda-beda, yaitu :
NO ANALOG DIGITAL
1 Teknologi lama Teknologi baru
2 Dirancang untuk voice
Dirancang untuk voice dan opsi opsi
pengujian yang lengkap
3 Tidak efisien untuk data Informasi discreate level
4
Permasalahan noisy dan rentang
eros
Kecepatan lebih tinggi
5 Kecepatan lebih rendah Overhead rendah
6 Overhead tinggi
Setiap signal digital dapat
dikonversikan ke analog

C.1. PERBEDAAN ANALOG DAN DIGITAL MENURUT KARAKTERISTIK.
Karakteristik system digital adalah bahwa ia bersifat diskrit, sedangkan system
analogbersifat continue sehingga pengukuran yang didapat sebenarnya lebih tepat dari system
digital hanya saja banyak keuntungan yang lain yang dimiliki oleh system digital. Masing
masing system tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri tergantung dari untuk
kasus apa system tersebut digunakan.
Beberapa keunggulan dari system digital adalah :
Teknologi digital menawarkan biaya lebih rendah, keandalan (reability) lebih baik,
pemakaian ruangan yang lebih kecil dan konsumsi daya yang lebih rendah;
Teknologi digital membuat kualitas komunikasi tidak tergantung pada jarak;
Teknologi digital lebih bergantung pada noise;
Jaringan digital ideal untuk komunikasi data yang semakin berkembang;
Teknologi digital memungkinkan pengenalan layanan-layanan baru;
Teknologi digital menyediakan kapasitas tranmisi yang besar;
Teknologi digital menawarkan fleksebilitas.
Kelebihan dan Kelebihan Teknologi Analog dan Digital
Teknologi Analog
Kelebihan :
1. Teknologi analog cenderung lebih awet
2. Biayanya lebih murah
Kekurangan :
1. Tidak efisien (terutama dalam segi waktu)
2. Pengoperasiannya lambat

Teknologi Digital
Kelebihan:
1. Dalam penggunaannya relatif lebih mudah
2. Kesalahan dapat diminimalisir
3. Efisien dalam segi waktu
Kelemahan :
1. Membuat kita malas (mengurangi kreatifitas)
2. Rentan rusak.

Beberapa alasan bahwa sistem analog sulit bahkan mustahil untuk digantikan adalah :

1. 1 Pemrosesan Sinyal dari Alam secara alamiah, sinyal yang dihasilkan alam itu adalah
berbentuk analog. misalnya sinyal suara dari mikrofon, seismograph dsb walaupun
kemudian bisa diproses dalam domain digital, sehingga banyak alat yang mempunyai
bagian ADC dan DAC. nah pembuatan ADC dan DAC dengan presisi dan kecepatan
tinggi, konsumsi daya rendah itu sangat sulit, ini memerlukan orang-orang analog.
2. Komunikasi Digital Untuk mengirim sinyal melalui kabel yang panjang biasanya juga
harus diubah dulu menjadi sinyal analog, memerlukan juga perancangan ADC danDAC.
3. Disk Drive Electronics Data storage> binari (Digital) dibaca oleh magnetic head >
ANALOG (small, few milli Volt, high noise) disini sinyal perlu di
amplified, filtered, and digitized.
4. Penerima nir-kabel (wireless) Sinyal yang diambil/diterima oleh antenna penerima RF
adalah ANALOG (few milli volt, high noise)
5. Penerima Optis mengirim data kecepatan tinggi melalui jalur fiber optic yang panjang
data harus diubah menjadi bentuk cahaya (light) = ANALOG perlu perancangan
rangkaian kecepatan tinggi, dan pita lebar (broad band) oleh orang analog. (saat ini
kecepatan receiver 10-40Gb/s)
6. Sensor Video Camera > citra/image diubah menjadi arus mengunakan larik fotodioda
sistem ultrasonik > menggunakan sensor akustik untuk menghasilkan tegangan yang
proporsional dengan amplitudo accelerometer > mengaktifkan kantong udara ketika
kendaraan menabrak sesuatu, maka perubahan kecepatan diukur sebagai akselerasi itu
adalah kerjaan Analog
7. Mikroprosesor & Memory walaupun sesungguhnya DIGITAL, tapi pada kecepatan tinggi
(high speed digital design), perilakunya mirip analog > dilihat sebagai sinyal analog

Kelemahan Sistem Analog

Perlu pengertian tentang sistem Analog mengapa analog lebih sulit dari sistem digital, yakni :
1. digital hanya mempertimbangkan speed, power dissipation analog harus
memepertimbangkan speed, power dissipation, gain, precission, supply voltage dsb
2. Analog lebih sensitif terhadap derau/noise, crosstalk dan interferensi (kecepatan &
presisi)
3. jarang yang bisa diotomatisasi dalam perancangan seperti digital yang bisa di Lay out dan
sintesis secara otomatis.
4. Modelling & Simulation untuk analog memerlukan pengalaman karena banyak efek dan
perilaku yang aneh
5. Teknologi sekarang banyak digunakan dan dirancang untuk memproduksi produk digital,
karena sulit kalau mau memproduksi yang analog.

Gambar Sistem Digital


Beberapa keunggulan dari sistem digital adalah :
1. Teknologi digital menawarkan biaya lebih rendah, keandalan (reability) lebih baik, pemakain
ruang yang lebih kecil dan konsumsi daya yang lebih rendah
2. Teknologi digital membuat kualitas komunikasi tidak tergantung pada jarak
3. Teknologi digital lebih bergantung pada noise
4. Jaringan digital ideal untuk komunikasi data yang semakin berkembang
5. Teknologi digital memungkinkan pengenalan layanan-layanan baru
6. Teknologi digital menyediakan kapasitastransmisi yang besar
7. teknologi digital menawarkan fleksibilitas Keuntungan lain dari sistem digital yang
pertma ialah amplifier digantikan regenerative repeater. Fungsi repeater selain menguatkan
sinyal, juga membersihkan sinyal tersebut dari noise. Pada sinyal unipolar baseband, sinyal
input hanya mempunyai dua nilai 0 atau 1. Jadi repeater harus memutuskan, mana dari kedua
kemungkinan tersebut yang boleh ditampilkan pada interval waktu tertentu, untuk menjadi nilai
sesungguhnya di sisi terima. Keuntungan kedua dari sistem komunikasi digital adalah bahwa kita
berhubungan dengan nilai-nilai, bukan dengan bentuk gelombang. Nilai-nilai bisa dimanipulasi
dengan rangkaian rangkaian logika, atau jika perlu, dengan mikroprosesor. Operasi-operasi
matematika yang rumit bisa secara mudah ditampilkan untuk mendapatkan fungsi-fungsi
pemrosesan sinyal atau keamanan dalam transmisi sinyal.

Kerugian Sistem Digital

Sistem digital juga mempunyai beberapa kerugian dibandingkan dengan sistem analog, bahwa
sistem digital memerlukan bandwidth yang besar. Sebagai contoh, sebuah kanal suara tunggal
dapat ditransmisikan menggunakan single - sideband AM dengan bandwidth yang kurang dari 5
kHz. Dengan menggunakan sistem digital, untuk mentransmisikan sinyal yang sama, diperlukan
bandwidth hingga empat kali dari sistem analog. Kerugian yang lain adalah selalu harus tersedia
sinkronisasi. Ini penting bagi sistem untuk mengetahui kapan setiap simbol yang terkirim mulai
dan kapan berakhir, dan perlu meyakinkan apakah setiap simbol sudah terkirim dengan benar.


Radio digital
Radio digital adalah teknologi radio yang mengirimkan informasi menggunakan sinyal digital. Radio
digital adalah generasi penerus dari radio analog. Radio ini memiliki banyak kelebihan seperti suara yang
lebih jernih dibanding radio analog, mutu sinyal yang lebih bagus, dan berbagai fasilitas lain seperti
dapat di-pause, di-rewind, atau disimpan sementara apabila ingin mendengarkannya nanti.
Kelebihan Radio Digital
Radio digital memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan radio konvensional.
Suara yang dihasilkannya tahan terhadap gangguan suara dari sinyal radio lain, sehingga
tidak mungkin terdapat tumpang tindih antara saluran yang satu dengan saluran yang
lainnya.
kualitas suara yang dihasilkannya bagus dan jernih, seperti CD.
Radio digital juga dilengkapi dengan layanan yang bersifat interaktif dan ubiquitous yang
berarti kapan saja, dimana saja, dan dengan alat apa saja. Pendengar akan lebih mudah
untuk mengikuti acara voting dan kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan stasiun
radio. Termasuk aktivitas dalam sebuah diskusi maupun [[talk sho
frekuensi pada radio digital memiliki Single Frequency Network, sehingga pada satu
kanal (saluran) dapat diisi oleh lima sampai enam program radio.
spektrum sinyal pada radio digital juga lebih stabil dibanding pada radio konvensional.
radio digital juga memiliki efisiensi daya pancar dan efisiensi infrastruktur, sehingga
dapat meminimalisir biaya produksi.
Penelitian di Jepang menyatakan bahwa sistem digital broadcast ini dapat dimaksimalkan
sebagai alat penyebar informasi potensi bencana, atau Emergency Warning System
(EWS). Dengan sistem ini, semua perangkat digital seperti radio digital, televisi digital,
PDA, komputer yang terkoneksi secara online, penerima pesan di telepon digital, portabel
DVD player digital, bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi mengenai bencana
tersebut kepada masyarakat.
Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan
radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat
lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang
ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).

Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek
bermuatan listrik dimodulasi (dinaikkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam
frekuensi gelombang radio (RF) dalam suatu spektrum elektromagnetik.
Gelombang radio ini berada pada jangkauan frekuensi 10 hertz (Hz) sampai beberapa gigahertz
(GHz), dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.
Ketika gelombang radio dipancarkan melalui kabel, osilasi dari medan listrik dan magnetik
tersebut dinyatakan dalam bentuk arus bolak-balik dan voltase di dalam kabel. Hal ini kemudian
dapat diubah menjadi signal audio atau lainnya yang membawa informasi.

Meskipun kata 'radio' digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan alat penerima gelombang
suara, namun transmisi gelombangnya dipakai sebagai dasar gelombang pada televisi, radio,
radar, dan telepon genggam pada umumnya. Radio Konvensional dengan kebanyakan memakai
gelombang FM / AM memiliki keterbatasan dalam hal izin pendirian, perangkat keras, gedung
dan permintaan jalur frekuensi yang tentu saja tidak murah.

Radio Digital

Radio digital adalah teknologi radio yang mengirimkan informasi menggunakan sinyal digital.
Radio digital adalah generasi penerus dari radio analog. Radio ini memiliki banyak kelebihan
seperti suara yang lebih jernih dibanding radio analog, mutu sinyal yang lebih bagus, dan
berbagai fasilitas lain seperti dapat di-pause, di-rewind, atau disimpan sementara apabila ingin
mendengarkannya nanti.

Penyiaran radio digital mengubah informasi analog menjadi angka-angka biner yang nilainya
selalu berubah sesuai dengan besaran sinyal audio analog yang masuk. Sistem pemancar radio
digital mengubah atau menyandikan (encode) sinyal suara analog yang masuk menjadi bilangan
biner untuk dipancarkan. Proses ini disebut sebagai code atau decode (penginterpretasian sinyal
analog menjadi sinyal digital dan penguraian kembali dari sinyal digital menjadi sinyal analog),
yang selanjutnya disebut CODEC.

Kelebihan radio digital

Radio digital memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan radio konvensional.
Suara yang dihasilkannya tahan terhadap gangguan suara dari sinyal radio lain, sehingga
tidak mungkin terdapat tumpang tindih antara saluran yang satu dengan saluran yang
lainnya.
Kualitas suara yang dihasilkannya bagus dan jernih, seperti CD.
Radio digital juga dilengkapi dengan layanan yang bersifat interaktif dan ubiquitous yang
berarti kapan saja, dimana saja, dan dengan alat apa saja. Pendengar akan lebih mudah
untuk mengikuti acara voting dan kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan stasiun
radio. Termasuk aktivitas dalam sebuah diskusi maupun talk show.
Frekuensi pada radio digital memiliki Single Frequency Network, sehingga pada satu
kanal (saluran) dapat diisi oleh lima sampai enam program radio.
Spektrum sinyal pada radio digital juga lebih stabil dibanding pada radio konvensional.
Radio digital juga memiliki efisiensi daya pancar dan efisiensi infrastruktur, sehingga
dapat meminimalisir biaya produksi.
Penelitian di Jepang menyatakan bahwa sistem digital broadcast ini dapat dimaksimalkan
sebagai alat penyebar informasi potensi bencana, atau Emergency Warning System
(EWS). Dengan sistem ini, semua perangkat digital seperti radio digital, televisi digital,
PDA, komputer yang terkoneksi secara online, penerima pesan di telepon digital, portabel
DVD player digital, bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi mengenai bencana
tersebut kepada masyarakat.



TV DIGITAL
elevisi digital atau DTV adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi
untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat
yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital
yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.
Pemicu Perkembangan
Pendorong pengembangan televisi digital antara lain:
Perubahan lingkungan eksternal
o Pasar televisi analog yang sudah jenuh
o Kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel
Perkembangan teknologi
o Teknologi pemrosesan sinyal digital
o Teknologi transmisi digital
o Teknologi semikonduktor
o Teknologi peralatan yang beresolusi tinggi
TV. ANALOG
Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari
sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog.
Sistem televisi analog umum
NTSC
PAL
SECAM
PERBEDAAN tv ANALOG DAN DIGITA;
TV digital mulai mendapatkan penerimaan luas di seluruh dunia, sedangkan TV analog perlahan
menghilang. Perbedaan utama antara kedua jenis TV tersebut adalah sinyal yang bisa diproses.
TV Analog terbatas untuk sinyal analog, sedangkan TV digital dapat memproses sinyal digital
dan sinyal analog.

Karena TV analog hanya dapat memproses sinyal analog, maka cukup rentan terhadap gangguan.
Masalah seperti kebisingan, interferensi, dan tampilan kabur sangat umum terjadi pada TV
analog. Meskipun TV digital masih dapat dipengaruhi oleh masalah ini (jika sinyal analog yang
dipakai), dengan beralih ke sinyal digital hampir menghilangkan masalah tersebut.

Perangkat TV Analog menggunakan tabung katoda sebagai display, sementara TV digital
menggunakan panel layar datar seperti LCD, plasma, atau LED. Akibatnya, TV analog besar dan
tebal dibandingkan dengan TV digital. TV analog juga mengkonsumsi daya yang lebih banyak
dibandingkan dengan TV digital.

Resolusi Perangkat TV digital bisa diatur di angka 480p (SD = Standar Definition) atau bahkan
di 780p atau 1080i / p yang dikenal sebagai HD atau high definition. HD memungkinkan untuk
meningkatkan ukuran TV tanpa mengorbankan kualitas gambar pada layar. TV Analog
menggunakan resolusi SD. Meskipun telah ada upaya untuk mengimplementasikan HDTV untuk
TV analog, akan tetapi persyaratan dalam hal bandwidth yang terlalu besar sehingga tidak
mungkin diterapkan.

TV Analog biasanya terbatas pada ukuran di bawah 30 inci karena membuat ukuran layar lebih
besar menimbulkan tantangan yang lebih besar tanpa keuntungan nyata dalam kualitas gambar.
TV digital telah berkembang sejak mereka dibuat dan layar ukuran lebih dari 50 inci sekarang
biasa.

Masih ada beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh dengan TV analog yang sebagian besar
karena penggunaan dari CRT. Layar analog memiliki waktu respon sangat cepat sehingga unggul
dalam menampilkan video gerak cepat. TV analog juga memiliki kontras yang lebih baik
dibandingkan dengan kebanyakan TV digital. Mungkin masih ada keuntungan untuk TV analog,
tetapi perkembangan teknologi telah mulai memperbaiki kekurangan dari TV digital.

Ringkasan:
1. TV analog dapat menerima sinyal analog sedangkan TV digital dapat menerima sinyal digital
dan analog
2. TV analog rentan terhadap kebisingan dan distorsi sedangkan TV digital tidak
3. TV Analog biasanya dibuat dengan menampilkan CRT sedangkan TV digital menggunakan
panel layar datar
4. TV digital dapat di HD TV analog sementara hanya bisa di SD
5. TV Analog dibatasi untuk di bawah 30 inci sedangkan TV Digital di atas 50 inci yang sudah
umum
6. TV analog memiliki keunggulan dibandingkan TV digital yang sebagian besar terkait dengan
CRT
Pengertian TV Digital dan TV Analog
TV Digital
Televisi digital (bahasa Inggris: Digital Television, DTV)atau penyiaran digital adalah jenis
televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video,
audio dan data ke pesawat televisi. TV Digital bukan berarti pesawat televisinya yang digital,
namun lebih kepada sinyal yang dikirimkan adalah sinyal digital atau mungkin yang lebih tepat
adalah siaran digital (Digital Broadcasting). Televisi resolusi tinggi atau high-definition
television (HDTV), yaitu: standar televisi digital internasional yang disiarkan dalam format 16:9
(TV biasa 4:3) dan surround-sound 5.1 Dolby Digital. TV digital memiliki resolusi yang jauh
lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur jelas, dengan warna-warna
matang, dan depth-of-field yang lebih luas daripada biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel
hingga 5 kali standar analog PAL yang digunakan di
TV Analog
Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau
frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog. Sistem
yang dipergunakan dalam televisi analog NTSC (national Television System Committee), PAL,
dan SECAM.
Kelebihan signal digital dibanding analog adalah ketahanannya terhadap gangguan (noise) dan
kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error
correction code ).
2. Perbedaan TV Digital dengan TV Analog.
Di Indonesia agar segera diluncurkan karena Pemerintah juga berpendapat bahwa teknologi
televisi digital lebih efisien dalam penggunaan kanal frekuensi dibandingkan teknologi analog
yang selama ini dipergunakan. Berdasarkan master plan televisi yang tengah disusun,
pemerintah akan mengalokasikan 14 kanal frekuensi. 10 kanal frekuensi kini telah dialokasikan
bagi televisi swasta yang telah beroperasi. Satu kanal untuk TVRI, satu kanal untuk televisi
lokal, dan dua kanal untuk televisi digital. Walaupun televisi digital harus banyak melakukan
adaptasi terhadap jangkauan yang telah dapat dicapai oleh televisi analog. Penerapan siaran TV
digital sebagai pengganti TV analog pada pita UHF dilakukan secara bertahap sampai suatu
batas waktu cut-off TV analog UHF yang ditetapkan (2015 di kota besar dan 2020 secara
nasional).
Wilayah layanan TV digital penerimaan tetap free-to-air DVB-T sama dengan wilayah layanan
TV analog UHF sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No. 76 Tahun 2003. Alokasi kanal
frekuensi untuk layanan TV digital penerimaan tetap free-to-air DVB-T di Indonesia adalah pada
band IV dan V UHF, yaitu kanal 28 45 (total 18 kanal) dengan lebar pita masing masing
kanal adalah 8 MHz. Namun, setiap wilayah layanan diberikan jatah hanya 6 kanal, karena 12
kanal lain digunakan di wilayah wilayah layanan sekitarnya (pola reuse 3 grup kanal
frekuensi). TV digital, katanya, memang menuntut keterlibatan banyak pihak, di antaranya
perusahaan seluler, sedangkan pemerintah berfungsi untuk melindungi produk TV digital dan
sebagai regulator.
Untuk menyusun strategi migrasi ke teknologi digital, pemerintah diusulkan membentuk Komisi
Nasional Televisi yang beranggotakan departemen dan kalangan lembaga penyiaran. Pada 2004
diharapkan Komisi ini sudah terbentuk, sehingga sosialisasi dan uji coba televisi digital dapat
dilakukan.
Perbedaan mendasar antara TV Digital dengan TV Analog
Perbedaan yang paling mendasar antara sistem penyiaran televisi analog dan digital terletak pada
penerimaan gambar lewat pemancar. Pada sistem analog, semakin jauh dari stasiun pemancar
televisi, sinyal akan melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Sedangkan
pada sistem digital, siaran gambar yang jernih akan dapat dinikmati sampai pada titik dimana
sinyal tidak dapat diterima lagi.
Perbedaan TV Digital dan TV Analog hanyalah perbedaan pada sistim tranmisi pancarannya,
kebanyakan TV di Indonesia, masih menggunakan sistim analog dengan cara memodulasikannya
langsung pada Frekwensi Carrier, Sedangkan pada Pada sistim digital, data gambar atau suara
dikodekan dalam mode digital (diskret) baru di pancarkan.
Orang awam pun dapat membedakan dengan mudah, jika TV analog signalnya lemah (semisal
problem pada antena) maka gambar yang diterima akan banyak semut tetapi jika TV Digital
yang terjadi adalah bukan semut melainkan gambar yang lengket seperti kalau kita menonton
VCD yang rusak. Kualitas Digital jadi lebih bagus, karena dengan Format digital banyak hal
dipermudah.
Siaran TV Satelit Dulu memakai Analog. Sekarang sudah banyak yang digital. Tidak semua TV
satelit memakai sistim Digital. Di beberapa satelit Arab banyak yang memakai mode analog.
Sebenarnya untuk menerima siaran digital untuk TV yang analog tidaklah terlalu mahal.
Receiver ini hanya tinggal pasang antena dan kemudian AV nya colokkan ke TV. Untuk siaran
TV satelit namanya DVB-S (Digital Video Broadcasting Satelite). Sedangkan untuk di daratan
namanya DVB-T(Digital Video Broadcasting Terresterial)
Jika anda melihat Indosiar atau Metro TV atau RCTI melalui satelit anda bisa melihat siaran TV
Digital. Tidak Harus plasma, Tidak harus HD, karena stasiun TV Nasional masih memakai
SDTV meskipun mereka memancarkan secara digital lewat satelit Dengan memakai TV 14 inchi
yang paling murahpun anda bisa menonton TV digital. Sedangkan jika anda membeli TV LCD,
hampir semua bisa menerima signal Digital tanpa alat tambahan karena sudah dilengkapi dengan
receiver digital.


POSISI INDONESIA
ndonesia memasuki era TV Digital
Kamis, 25 Juli 2013 09:35 WIB

INDONESIA mulai memasuki era penyiaran TV Digital terestrial free-to-air. Sistem penyiaran
televisi digital ini mampu memancarkan sinyal gambar dan suara dengan kualitas penerimaan
yang lebih tajam serta jernih di layar TV dibandingkan siaran analog.

Sejak akhir 2012, infrastruktur TV Digital sudah mulai dibangun dan dioperasikan oleh
penyelenggara multipleksing swasta di Jawa dan Kepulauan Riau. Konten siaran dalam format
digital pun sudah dapat dinikmati masyarakat di wilayah ini. Daerah lain akan menyusul secara
bertahap, seperti Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Pada masa transisi, sinyal analog dan digital dipancarkan secara bersamaan yang dikenal dengan
masa simulcast. Selain untuk tetap menjamin hak masyarakat mendapatkan informasi melalui
media TV, tujuan masa transisi adalah agar masyarakat mulai melakukan peralihan ke siaran
digital. Pada periode ini masyarakat juga bisa melihat perbedaan kualitas siaran analog dan
digital.

Tanpa harus membeli pesawat TV baru, masyarakat dapat menikmati konten siaran format
digital dengan cara menambahkan perangkat converter (yang disebut set top box) pada pesawat
TV lama. Set top box (STB) adalah alat bantu penerima siaran digital yang berfungsi
mengkonversi dan mengkompresi sinyal digital sehingga dapat diterima pada pesawat TV
analog.

STB sebagai receiver sinyal digital harus memiliki standard yang sama dengan sistem pemancar
(transmitter), yaitu DVB-T2. Standard ini diadopsi Indonesia sejak 2012, menggantikan standard
DVB-T (2007) sebagai standard penyiaran TV Digital terestrial penerimaan tetap free-to-air atau
tidak berbayar.

Salah satu perbedaan antara siaran TV analog dan digital adalah pada pemanfaatan spektrum
frekuensi radio sebagai sumber daya alam yang sangat terbatas. Pada sistem penyiaran TV
analog, satu kanal frekuensi digunakan untuk menyalurkan satu program siaran TV. Sementara
pada sistem penyiaran digital DVB-T2, satu kanal frekuensi mampu membawa hingga 12
program siaran standard definition (SDTV). Artinya, terjadi inefisiensi penggunaan spektrum
frekuensi radio pada sistem analog. Sebaliknya, terdapat optimalisasi pemanfaatan kanal
frekuensi pada sistem digital.

Pada penyiaran TV Digital, kualitas gambar dan suara jauh lebih baik dibandingkan siaran
analog. Hal ini dikarenakan pancaran sinyal digital relatif stabil dan tidak menurun. Juga siaran
TV Digital hanya mengenal kondisi diterima (1) atau tidak diterima (0) sinyal. Selama sinyal
bisa diterima receiver, gambar dan suara konten siaran dapat dinikmati. Sedangkan pada siaran
TV analog, kualitas sinyal cenderung menurun ketika lokasi penerimaan semakin jauh dari titik
transmisi sehingga menimbulkan noise atau 'bersemut'. Selain itu juga rentannya sinyal siaran
analog terhadap gangguan cuaca.

Membangun jaringan infrastruktur TV Digital memang membutuhkan investasi yang besar.
Operator multipleksing TV Digital harus membangun infrastruktur di wilayah-wilayah layanan
dalam zona layanannya sesuai komitmen pada saat seleksi penyelenggaraan multipleksing.
Namun infrastruktur eksisting dapat tetap dimanfaatkan seperti bangunan, SDM dan lain-lain.
Nantinya operator multipleksing tersebut dapat menyewakan sebagian kapasitas yang dimilikinya
kepada lembaga penyiaran yang menyediakan program siaran.

Jadi, penyedia konten tidak harus membangun infrastruktur sendiri semacam pemancar, antena,
tower, dan sebagainya. Penyedia konten cukup menyewa slot siaran sesuai ketentuan kepada
operator multipleksing untuk menyalurkan konten siarannya kepada masyarakat di suatu wilayah.
Model bisnis ini merupakan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah dengan tetap
mengedepankan prinsip open access dan non discriminatory antara penyelenggara jaringan
dengan penyedia konten siaran.

Proses transisi dari analog ke digital menuju pada saat dihentikannya siaran analog (analog
switch-off). Analog Switch Off (ASO) sudah dilakukan secara total di banyak negara, antara lain
Amerika Serikat (12 Juni 2009), Jepang (24 Juli 2011), Kanada (31 Agustus 2011), Inggris dan
Irlandia (24 Oktober 2012), Australia (2013). Indonesia menetapkan ASO secara nasional pada
2018. Namun demikian, ASO akan dilakukan sebelumnya secara bertahap di kota-kota besar
yang telah lebih dulu tercover siaran TV Digital. Seperti kota-kota di Jawa, rencananya ASO
dilaksanakan pada 2015 setelah hampir seluruh populasi terjangkau dan sudah menonton siaran
digital.

Berjalan mulus tidaknya proses migrasi hingga ASO tergantung pada dukungan seluruh
pemangku kepentingan. Kesadaran masyarakat mau membeli STB sendiri untuk berpindah dari
menonton siaran TV analog ke digital sangatlah penting. Operator multipleksing TV Digital
memang menyediakan STB sebagai bentuk komitmennya mendukung program migrasi sistem
penyiaran dari analog ke digital. Namun jumlahnya terbatas dan pembagiannya juga
membutuhkan waktu yang cukup lama serta kriteria penerima harus sesuai ketentuan.
Pemerintah juga mendorong pabrikan set top box lokal untuk memproduksi STB yang
berkualitas dengan harga jual terjangkau masyarakat luas.

Pemerintah memiliki peran bukan hanya sebagai regulator tetapi juga melakukan sosialisasi TV
Digital. Pemerintah telah melakukan sosialisasi dan menyiapkan berbagai sarana untuk
membangun awareness dan kesiapan masyarakat menyambut era penyiaran TV Digital.
Billboard TV Digital sudah tersebar di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Bandung dan
Surabaya. Sosialisasi juga dilakukan melalui media sosial twitter dengan mem-follow
@TVDigital_IDN juga Fan Page Facebook TVdigital.Kominfo. Selain itu, sudah beroperasi
selama 24 jam layanan call center Halo TV Digital di nomor 500801 untuk melayani masyarakat
yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang program TV Digital. (info)

Bagaimana Pendapat tentang Prospek masa depan penyiaran televisi dikaitkan dengan
adanya digitalisasi system siaran televisi
Dengan adanya kemajuan dalam teknologi di Indonesia, sudah seharusnya kita merasa bangga.
Karena tidak ada lagi kata ketertinggalan dalam segi teknologi. Namun transisi dari perpindahan
TV Analog ke TV Digital tidak mudah, banyaknya tanggapan dari masyarakat atau pengguna
yang berbeda-beda.
Transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian
perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran
digital, diperlukan pesawat TV digital. Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat televisi
analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut kotak konverter
(Set Top Box). Ketika menggunakan pesawat televisi analog, sinyal penyiaran digital akan
dirubah oleh kotak konverter menjadi sinyal analog. Dengan demikian pengguna pesawat televisi
analog tetap dapat menikmati siaran televisi digital. Pengguna televisi analog tetap dapat
menggunakan siaran analog dan secara perlahan-lahan beralih ke teknologi siaran digital tanpa
terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.
Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang
dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa informasi
mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum
masyarakat mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima
siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.
Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun infrastruktur televisi digital
terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi
analog. Operator televisi dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya
selama ini seperti studio, bangunan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya apabila operator
televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV digital. Penerapan pola
kerja dengan calon penyelenggara digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak
dihadapkan pada risiko yang berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi
digital dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan, serta penyedia isi.



Posisi Indonesia
1. Orang
Manusia Dalam Posisi Teknologi Analog dan Digital
Perkembangan teknologi dalam sejarah manusia selalu berkembang seturut dengan
ditemukannya sebuah penemuan, teknologi yang pada dasarnya merupakan perpanjangan dari
panca indra kita untuk lebih memudahkan kehidupan (McLuhan, 1964) pada sekarang ini telah
kehilangan prinsip dasarnya. Mengapa saya katakan demikian karena manusia telah tergantung
pada teknologi itu sendiri, sering kita mendengar atau mengalaminya sendiri seperti di saat kita
ketinggalan membawa sebuah handphone, kita akan merasa minder atau tidak bisa
berkomunikasi lagi. Sedangkan sesuai dengan prinsip teknologi yang benar adalah teknologi
diciptakan untuk mempermudah kehidupan kita bukannya malah membuat kita malahan tidak
dapat berfungsi.
Pada awalanya teknologi yang ada hanyalah bersifat sederhana seperti pada jaman dahulu suku
di indian berkomunikasi dengan membakar kayu lalu berasap yang dikebulkan di udara, pihak
lain yang menerima pesan tersebut akan menanggapi kebulan asap tersebut inilah proses
komunikasi yang memanfaatkan sarana media. Pada zaman yang lebih maju lagi manusia
membuat system teknologi yang lebih muktakhir yaitu dengan analog. Apa itu analog suatu
sistem informasi yang didalamnya terdapat berbagai gelombang yang stabil dan tidak berubah
dengan jangkauan transmisi yang luas (Rilandika, 2010). Untuk lebih gampangnya mengerti
tentang sistem analog ini adalah seperti penggunaan radio atau penyiaran televisi pada era
sebelum 90an, atau juga seperti Walkman yang menggunakan sarana kaset. Tetapi pada
perkembangannya di temukan sistem digital yang pada sekarang ini marak di aplikasikan pada
alat-alat teknologi muktahir. Lalu apa itu sistem digital, yaitu sistem informasi yang menggunakan
biner angka 0 dan 1 dan menggunakan prisip matematis yang lebih memudahkan. Hal in terlihat
seperti adanya penggunaan handpone generasi 3g atau 4g ataupun sistem tv berlanggan
dengan satelit. Pada teknolgi digital suatu alat komunikasi misalnya akan semakin dapat
melakukan berbagai macam fungsi pada satu alat.
Menurut saya teknologi analog dan digital menunjukan perkembangan manusia dalam berpikir
guna mempermudah cara hidup, karena bayangkan zaman dahulu di era teknologi analog
sebuah komputer akan sangat begitu besar sedangkan pada era sekarang ini sudah begitu kecil
dan tipis, malahan dapat beroperasi sedemikian canggih untuk memudahkan tugas-tugas kita
sehari-hati. Namun menurut Arnold Pacey dalam bukunya Technology in world civilization, kita
hanya mengetahui dan terlalu membahas mengenai aspek teknologi dalam cakupan tekniknya
saja. Sebuah teknologi itu dapat sebuah ide, peradaban, system moral, suatu ekonomi dan politik
(Pacey, 1991). Teknologi membentuk suatu sistem nilai oleh karena itu marilah kita berpikir luas
mengenai teknologi jangan hanya pada aspek tekniknya saja seperti tentang ukurannya,
kecepatan data yang dapat dihasilkan tetapi kita harus kaji lebih dalam bahwa teknologi itu sudah
ada dari zaman duhulu yaitu sistem moral dan nilai itu sendiri.
Tetapi menurut pandangan saya mengacu pada teori atau pandangan Arnlod Pacey bahwa
teknologi lebih dari aspek teknis tersebut adalah bagus tetapi tidaklah menyeluruh benar, sistem
nilai atau kebudayan manusia itu adalah dari Tuhan sendiri yang menanamkan karena sifat
manusia serupa dan segambar dengan Tuhan penciptanya, saya katanya tidak benar secara
menyeluruh adalah sistem pemikiran dari pacey akan membuat kita lupa akan kekuasaan dari
Tuhan pencipta dan menempatkan teknologi sebagai pusatnya. Manusia lah yang menciptakan
teknologi tersebut sebagai respon dari anugrah Tuhan dengan mengektensi panca indranya, jika
terjadi hal seperti sekarang dimana manusia mulai bergantung pada teknologi secara artinya
teknisnya itu sudah salah. Karena kita lah penguasa akan teknologi tersebu

1. Peranti
2. Regulasi
3. pasar