Anda di halaman 1dari 2

Karakteristik atau Ciri-ciri Manusia

oleh Ririn Setyaningsih, 1206210925


Judul : Menjadi Cendikiawan Muslim
Penulis : DR. KH. Zakky Mubarak, MA
Data Publikasi : PT Magenta Bhakti Guna, II: 20-28, Jakarta, 2007, 351
Pada dasarnya Allah SWT menciptakan semua makhluknya dalam keadaan yang berbeda.
Manusia berbeda dengan hewan dan tumbuhan, maupun sebaliknya. Perbedaan tersebut
bergantung dari aspek mana kita melihatnya. Secara fisik, manusia memang tidak terlalu
berbeda dengan beberapa jenis hewan primata seperti monyet atau kera. Meskipun demikian,
secara fisik manusia diciptakan oleh Allah SWT dalam keadaan yang lebih sempurna dari
hewan. Manusia dapat berdiri tegak dan berjalan dengan kedua kakinya. Manusia juga dapat
mengharmonisasikan tubuhnya lebih mudah dari hewan, seperti duduk, bersila, berlutut,
bersujud, berlari, menari, dan sebagainya. Selain itu, secara rohaniah manusia juga berbeda
dari hewan dan tumbuhan. Perbedaan-perbedaan itulah yang menjadi karakteristik/ciri
manusia sekaligus sebagai pemicu kali ini.
Menurut DR. KH. Zakky Mubarak, MA, manusia memiliki beberapa sifat. Pertama, manusia
merupakan makhluk yang sempurna dan mulia. Hal ini dikarenakan manusia memiliki
karakteristik yang unik. Manusia diciptakan dari kejadian fisik maupun rohaniah yang
sempurna dan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kejadian fisiknya yang sempurna dapat
dilihat dari harmonisasi bentuk fisiknya dengan tingkah laku dan aktivitasnya. Selain fisik,
secara rohaniah manusia juga memiliki ruh dengan potensi akal, pikiran, jiwa dan kalbu yang
tidak dimiliki oleh makhluk Allah yang lain. Selain itu, Allah SWT juga menciptakan
manusia sebagai makhluk yang memiliki kemuliaan dan keluhuran, seperti yang telah
disebutkan dalam Al-Quran QS. Al-Isra (17): 70 sebagai berikut.


Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan
dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka
dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS.
Al-Isra (17): 70).
Kedua, manusia sebagai makhluk yang bertanggung jawab. Dalam proses penciptaan alam
semesta, manusia menerima amanah dari Allah SWT untuk mengelola alam semesta demi
kesejahteraan semua makhluk yang sebelumnya pernah ditolak oleh makhluk lainnya.
Sebagai makhluk yang sempurna, manusia harus bertanggung jawab atas amanah tersebut.
Hal ini seperti yang dikemukakan dalam hadits shahih riwayat Al-Bukhari: 844 dan Muslim:
3408, yang mengandung makna bahwa sejatinya manusia adalah pemimpin, dan setiap
pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Amanah
inilah yang membuat manusia berbeda dari makhluk Allah SWT yang lain. Ketiga, manusia
sebagai khalifah dan hamba Allah SWT. Allah SWT menjadikan manusia sebagai khalifah
dan hamba-Nya dikarenakan manusia memiliki akal dan kalbu. Karakteristik rohaniah inilah
yang membawa manusia menjadi khalifah yang ditugaskan untuk menjalankan syariat-Nya
di bumi serta mengelola alam semesta bagi sesamanya dan makhluk lain. Karakteristik ini
juga yang menjadikan manusia sebagai seorang hamba yang diperintahkan oleh Allah untuk
beribadah kepada-Nya sebagaimana yang telah diungkapkan dalam QS. Al-Dzariyat (51): 56.
Keempat, manusia merupakan makhluk Allah SWT yang berakhlak. Salah satu ciri yang
membedakan manusia dari makhluk-Nya yang lain adalah akhlak. Akhlak ini yang akan
membawa manusia ke dalam kemuliaan atau kehinaan. Untuk mencapai kemuliaan dan
kedudukan yang tinggi, Allah SWT telah membekali manusia dengan akal dan pikiran yang
membuat manusia dapat membedakan mana hal yang baik dan buruk, mana yang hak dan
yang batil. Apabila akhlaknya baik, manusia akan berada dalam kemuliaan, begitu pula
sebaliknya. Terakhir, manusia merupakan makhluk yang kontroversial. Hal yang menjadikan
manusia kontroversial yakni status dan kedudukan. Manusia yang menggunakan akalnya dan
dapat mengendalikan nafsunya akan mencapai kemuliaan, namun manusia yang mengikuti
hawa nafsunya akan terpuruk dalam kehinaan dan kerendahan, bahkan dapat lebih rendah
dari hewan sekalipun apabila mereka melakukan kejahatan serta menumpahkan darah di
muka bumi.
Melihat pembahasan di atas, terlihat bahwa terdapat beberapa karakteristik yang
membedakan antara manusia dengan makhluk Allah SWT lainnya. Karakteristik tersebut
merupakan unsur rohaniah, diantaranya adalah ruh, akal, pikiran, jiwa, kalbu dan akhlak yang
dapat menentukan manusia berada dalam kemuliaan atau kehinaan dihadapan Allah SWT
yang telah memberikan kesempurnaan dalam diri manusia.