Anda di halaman 1dari 22

PENDAHULUAN

BAB I
1.1 Latar Belakang
Saat ini teknologi komunikasi nirkabel atau yang lebih dikenal dengan
Wireless telah mengalami perkembangan yang pesat. Aplikasi teknologi nirkabel
sekarang sudah mampu menjangkau setiap tempat di muka bumi ini. Teknologi
wireless saat ini dipakai dalam berbagai bidang mulai dari industri, universitas,
bahkan rumah tangga. Teknologi nirkabel ini memiliki beberapa keunggulan
antara lain akses data real-time, penempatan node di daerah-daerah sulit dan
fleksibilitas dalam ekspansi sistem dan konfigurasi jaringan komunikasi.
Seringkali kegiatan mengumpulkan informasi dari alam yang dilakukan oleh
sensor harus peroleh dari sejumlah titik secara bersama sama. Dalam kejadian
semacam inilah sensor dirangkai dalam satu jaringan yang bekerja bersama sama
yang kemudian disebut dengan Sensor Network. Media nirkabel sering digunakan
untuk mengirimkan data yang diperoleh sensor ke gateway sensor / data logger
sehingga jaringan ini disebut Wireless Sensor Network (WSN). Pada perancangan
jaringan WSN ini dapat digunakan 802.11 atau zigbee sebagai media pemancar.
Pada tugas akhir ini kami akan mensimulasikan perancangan jaringan WSN
dengan menggunakan modem 802.11 dan zigbee sebagai media pemancar.
Perancangan jaringan tersebut akan dilakukan pada aplikasi Network Simulator 2
(NS2)
1.2 Tujuan Penelitian
1. Merancang simulasi jaringan Wireless Sensor Network menggunakan
802.11 dan zigbee pada NS2
2. Membandingkan Quality of Service jaringan Wireless Sensor Network
menggunakan 802.11 dan zigbee pada NS2
1.3 Rumusan Masalah
1. Bagaimana merancang simulasi jaringan Wireless Sensor Network
menggunakan 802.11 dan zigbee pada NS2
2. Bagaimana membandingkan Quality of Service jaringan Wireless Sensor
Network menggunakan 802.11 dan zigbee pada NS2
1.4 Batasan Masalah
Merancang simulasi jaringan dan membandingkan QoS wireless Sensor
Network dengan menggunakan 802.11 dan zigbee pada aplikasi Network
Simulator 2.
1.5 Sistematika Penulisan
BAB I Pendahuluan
Berisi tentang latar belakang permasalahan, tujuan masalah, rumusan
masalah, batasan masalah, dan sistematika penulisan.
BAB II Tinjaun Pusataka
Berisi teori dasar yang menunjang dan berhubungan dalam penulisan laporan
ini.
BAB III Metode Perancangan
Berisi tantang proses perancangan dan pembuatan alat.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN






















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Wireless Sensor Network
Sensor adalah suatu device yang berfungsi untuk mengkonversi besaran fisis
ke besaran fisis lain seperti listrik. Kumpulan dari beberapa wireless sensor jika
masing-masing diletakkan secara spesial dan diatur konfigurasinya, dapat disebut
dengan WSN (Wireless Sensor Network).
WSN (Wireless sensor network) merupakan jaringan wireless alat yang
menggunakan sensor untuk memonitor fisik atau kondisi lingkungan
sekitar,seperti suhu, suara, getaran, gelombang elektromagnetik, tekanan, gerakan,
dan lain-lain.
Secara umum, menurut Erwin dan Wirawan (2009:2) Jaringan sensor
nirkabel (Wireless Sensor Network) digambarkan sebagai penyebaran suatu
kelompok sensor pintar (Smart Sensor) berukuran kecil secara luas di mana
masing-masing titik sensornya memiliki kemampuan untuk merasakan (sensing),
mengambil data sensing, memproses dan berkomunikasi serta melakukan fungsi
pengawasan (monitoring) terhadap keadaan suatu lingkungan indoor maupun
outdoor secara kolektif.
2.1.1. Konsep Dasar Jaringan Sensor Nirkabel
Teknologi yang terus berkembang sampai hari ini membawa kita untuk
melihat masa depan dari sekumpulan piranti yang memiliki konsumsi daya
rendah, dengan integrasi sensor di dalamnya yang berjalan secara terprogram pada
lingkungan fisik secara bersama-sama pada jaringan nirkabel. Menurut
Hamidjoyo (2010:1) Sensor dapat didefinisikan sebagai piranti yang menerima
dan merespon sinyal atau stimulus.
Tujuan utama dari Wireless Sensor Network adalah untuk melakukan
pengukuran yang berguna untuk jamngka waktu yang lama. Untuk dapat
melakukan hal ini, penggunaan energi diminimalkan dengan cara mengurangi
jumlah komunikasi antara node tanpa mengorbankan tujuan transmisi data Setiap
node dirancang dalam sebuah jaringan yang saling berhubungan yang akan
tumbuh pada menyebarkan-an dalam pikiran. Wireless Sensor Networkyang
sangat dinamis dan rentan terhadap kegagalan jaringan, terutama menjadi-
penyebab lingkungan fisik yang keras bahwa mereka dikerahkan di dan gangguan
konektivitas.
Untuk merancang Wireless Sensor Network sesuai dengan harapan maka
arsitektur harus dikembangkan untuk memantau dan mengontrol komunikasi node
dalam mengoptimalkan dan menjaga kinerja jaringan, memastikan bahwa jaringan
beroperasi dengan baik dan mengontrol / instruksi satu set node tanpa campur
tangan manusia. Dalam rangka mengembangkan arsitektur sistem dengan
karakteristik di atas, kita fokus secara eksplisit pada fungsi dan peran dari WSN..





Adapun terdapat tabel dibawah ini yang menjelaskan perbandingan spesifikasi
beberapa teknologi wireless
Tabel 1. Perbandingan spesifikasi beberapa teknologi wireless






2.1.2. Karakteristik Wireless Sensor Network
Wireless sensor network mempunyai beberapa karakteristrik . Contoh
karakteristik pada wireless sensor network antara lain :
- Daya / power yang dapat disimpan sangat terbatas, oleh karena itu sangat
penting untuk menggunakan device yang hemat energi.
- Kemampuan menahan kondisi lingkungan yang keras. Device yang
digunakan kemungkinan diletakkan di daerah yang mungkin saja bersuhu
ekstrim atau di daerah daerah berbahaya, sehingga kemampuan ini sangat
penting menjaga sensor tetap bisa digunakan meskipun kondisi lingkungan
sangat ekstrim.
- Mobilitas dari node dan topologi jaringan yang dinamis. Device yang
digunakan bisa saja lokasinya berpindah pindah, misalkan sensor yang
diletakkan pada armada truck pengiriman barang yang mana digunakan
untuk men-tracking posisi dari armada pengiriman tersebut.
- Adanya kemungkinan kegagalan komunikasi ataupun kesalahan operasi
- Heterogenitas dari node, baik dari segi hardware (ukuran sensor, device
yang digunakan, dan lain-lain) maupun software. Selain itu kemampuan
yang dimiliki oleh device pun juga bisa beraneka ragam.
- Jumlah node dalam wireless sensor network bisa diperbanyak, yang
membatasi jumlahnya adalah bandwidth dari gateway.

Standar WSN
Wireless Sensor menggunakan 2 standar komunikasi wireless, yaitu:
1. IEEE 802.15.4 Protokol IEEE 802.15.4 ini merupakan salah satu macam
dari protokolprotokol padaWPAN (Wireless Personal Area Networks),
salah satu contoh dari WPAN yang lainnya adalah bluetooth.
Protokol IEEE 802.15.4 ini merupakan standar untuk gelombang radio
(RF). Protokol ini bekerja pada data rate yang rendah agar batere bisa
tahan lama, dan sederhana. Suatu device yang menggunakan protokol ini,
dapat terkoneksi dengan baik pada radius maksimal 10 m dan dengan data
rate maksimal 250 Kbit/s dengan alat lainnya. Protokol ini menggunakan 3
pita frekuensi untuk keperluan operasionalnya, seperti:
o 868868.8 MHz untuk daerah Eropa.
o 902928 MHz untuk daerah Amerika Utara.
o 24002483.5 MHz untuk daerah lainnya diseluruh dunia.
ZigBee merupakan salah satu vendor yang mengembangkan layer
layer diatas layer untuk IEEE 802.15.4ini. Pada perkembangannya saat ini,
protokol ini sudah mendukung penggunaan Ipv6, dengan ditandai lahirnya RFC
4919 (Request For Comments 4919) dan RFC 4944 (Request For
Comments 4844).
2. IEEE 802.11 Protokol ini terdiri atas beberapa jenis standar lain
untuk WLAN (Wireless Local Area Networks), saat ini yang paling
populer adalah IEEE 802.11g dan 802.11b. Pada Wireless Sensor
Networkdigunakan protokol IEEE 802.11b/g. Protokol IEEE 802.11 ini
memiliki beberapa channel yang frekuensinya berbeda, agar tidak terjadi
interferensi antar device IEEE 802.11 ini, pembagian frekuensi untuk
tiaptiap channel diatur oleh kebijakan masingmasing negara.

Protokol IEEE 802.11b yang digunakan pada Wireless Sensor,
mempunyai data rate maksimum 11 Mbit/s. Pada kenyataannya, protokol
ini hanya mampu mempunyai data rate maksimum 5,9 Mbit/s dengan
TCP, dan 7,1 Mbit/s untuk UDP (User Datagram Protocol). Hal ini karena
adanya overhead pada CSMA. Protokol IEEE 802.11b ini mampu
beroperasi pada radius jarak 38 m dari device lain, dan memiliki frekuensi
operasi pada 2,4 GHz.
Aplikasiaplikasi WSN
1. Bidang militer
Sejak dahulu, WSN merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
sistem kontrol dari peralatan canggih militer, pengawasan daerah untuk
kepentingan keamanan, modus pengintaian dan targeting system. Di dalam
medan perang, WSN mampu mendeteksi dan menghitung banyaknya
jumlah tank musuh, kendaraan robot, kapal selam, rudal, torpedo dan
pesawat yang tak berawak. Posisi dari semua objek tersebut juga dapat
diketahui dengan detail. Selain itu WSN juga berperan
dalam sensing nuklir dari jarak jauh, mendeteksi adanya senjata kimia di
suatu negara dan bahan peledak yang berbahaya, bahkan WSN bisa
mendeteksi seranganserangan potensial teroris. Terbukti dengan jelas
bahwa WSN akan mengambil peran yang lebih penting dalam tugastugas
militer lainnya, seperti merancang serangan militer di masa depan maupun
bertahan dengan sistem yang cerdas tanpa keterlibatan manusia.
2. Deteksi dan Monitoring Lingkungan
WSN turut ambil bagian dalam memonitor suatu ekosistem yang
kompleks seperti pencemaran udara, air, mendeteksi populasi dan perilaku
hewan serta tumbuhan. Misalnya, untuk meneliti perilaku dari suatu
spesies, sensor disebar pada periode tertentu sebagai sampel sebelum
dimulainya musim reproduksi. Sedangkan contoh untuk beberapa aplikasi
lainnya adalah untuk mengontrol suhu dalam suatu bangunan dan gedung
perkantoran yang besar sehingga perubahan suhu di dalam ruangan dapat
dikontrol sesuai yang diinginkan. Menurut data statistik dari sebuah
perkantoran di Amerika, sekitar 90% total biaya untuk instalasi pengatur
suhu ruangan kantor tersebut dikeluarkan hanya untuk masalah kabel. Jika
masalah kabel dapat diatasi dengan teknologi WSN, maka biaya instalasi
dapat ditekan secara signifikan yakni hanya sebesar 10% saja.
3. Pencegahan dan Bantuan Bencana
WSN memiliki kemampuan untuk menangkap fenomena yang ada di
sekitarnya. Hal ini digunakan untuk mendeteksi adanya kebakaran hutan
dengan adanya fitur temperature sensing. Selain itu, node sensor juga
efektif jika disebar di daerah rawan bencana. Lokasi bencana yang terjadi
dapat diketahui dengan pasti melalui mikrosensor yang tersebar dan
terintegrasi dengan bangunan yang ada di lokasi bencana tersebut.
4. Bidang kesehatan
Kemajuan di bidang medis yang amat pesat tak dapat dilepaskan dari
peran WSN untuk menangani berbagai aplikasi. Contohnya monitoring
virus dari jarak jauh. Metode yang digunakan adalah dengan cara sensor
menangkap gejalagejala yang mirip dengan populasi yang telah terinfeksi
virus tersebut. Atau bisa juga digunakan untuk memprediksi sejak dini
beberapa infeksi penyakit seperti malaria dan SARS dengan menganalisis
informasi epidemiological dari korban. Kemampuan WSN lebih jauh
adalah mampu membawa perubahan pada metode deteksi penyakit kanker
disamping itu juga digunakan untuk memonitortransplantasi organ dalam
manusia.
5. Home Intellegence
WSN juga efektif untuk merekayasa kecerdasan alatalat rumah tangga
sehingga memungkinkan untuk dapat mengontrol pengggunaan listrik, air,
gas serta pengaturan suhu di dapur melalui koneksi nirkabel jarak jauh.
Disamping itu dapat juga diaplikasikan untuk pengaturan content TV,
DVD, atau CD player sesuai dengan kebutuhan keluarga. Salah satu
contoh aplikasi yang menarik adalah sensor dapat mengetahui isi yang
terdapat dalam kulkas dan dapat mengirimkan produk yang kehabisan stok
atau tinggal sedikit ke dalam sebuah perangkat personal digital
assistant (PDA) secara nirkabel ketika berbelanja.
6. Bidang ilmiah
Bidang ilmiah memberikan sumber yang tidak terbatas untuk
bereksplorasi. Aplikasi di dalam WSN turut memberikan andil yang
penting didalam pengukuran kedalaman lautan beserta deteksi biota nya,
serta berperan penting dalam proyek penelitian luar angkasa ke planet
Mars, dimana sensorsensor tersebut ditempatkan untuk mendeteksi
suhu, seismic, kandungan dan komposisi tanah dari planet tersebut.
7. Layanan interaktif
WSN memiliki prospek yang menjanjikan dalam hal penggalian informasi
dari lingkungan fisik dan memberikan timbal balik yang variatif. Dengan
adanya teknologi WSN, saat ini muncul layanan hiburan yang bersifat
interaktif. Contohnya adalah smart kindergarten, yakni suatu taman belajar
kanakkanak yang memungkinkan anak-anak dan mainannya untuk
berkomunikasi dua arah. Dalam dunia nyata. Contoh lainnya adalah
museum Exploratorium yang interaktif di San Francsisco. Di tempat ini
pengunjung dapat berpartisipasi secara aktif dalam eksperimen.
Pengunjung juga mendapat feedback berupa percakapan (speech) dan
sentuhan (touch) dari objek-objek yang dilengkapi sensor.
8. Aplikasi lainnya
WSN juga digunakan di dalam banyak keperluan lainnya, misalnya
instrumentasi pabrik, kontrol robot, memonitor trafik dan sebagainya.








Komponen Penyusun WSN

WSN terbagi atas 5 bagian, yaitu transceiver, mikrokontroler, power suplai,
memori eksternal, dan sensor. Transceiver ini berfungsi untuk
menerima/mengirim data dengan menggunakan protokol IEEE 802.15.4 atau
IEEE 802.11b/g kepada device lain seperti concentrator, modem Wifi, dan modem
RF. Mikrokontroler ini berfungsi untuk melakukan fungsi perhitungan,
mengontrol dan memproses devicedevice yang terhubung dengan
mikrokontroler. Power Source ini berfungsi sebagai sumber energi bagi sistem
Wireless Sensor secara keseluruhan. External Memory berfungsi sebagai
tambahan memory bagi sistem Wireless Sensor, pada dasarnya sebuah unit
mikrokontroler memiliki unit memory sendiri. Sensor berfungsi untuk men
sensing besaranbesaran fisis yang hendak diukur. Sensor adalah suatu alat yang
mampu untuk mengubah suatu bentuk energi ke bentuk energi lain, dalam hal ini
adalah mengubah dari energi besaran yang diukur menjadi energi listrik yang
kemudian diubah oleh ADC menjadi deretan pulsa terkuantisasi yang kemudian
bisa dibaca oleh mikrokontroler.

Standar WSN

Wireless Sensor menggunakan 2 standar komunikasi wireless, yaitu:

IEEE 802.15.4 Protokol IEEE 802.15.4 ini merupakan salah satu macam dari
protokolprotokol pada WPAN (Wireless Personal Area Networks), salah satu
contoh dari WPAN yang lainnya adalah bluetooth. Protokol IEEE 802.15.4 ini
merupakan standar untuk gelombang radio (RF). Protokol ini bekerja pada data
rate yang rendah agar batere bisa tahan lama, dan sederhana. Suatu device yang
menggunakan protokol ini, dapat terkoneksi dengan baik pada radius maksimal 10
m dan dengan data rate maksimal 250 Kbit/s dengan alat lainnya. Protokol ini
menggunakan 3 pita frekuensi untuk keperluan operasionalnya, seperti: 868868.8
MHz untuk daerah Eropa, 902928 MHz untuk daerah Amerika Utara, dan 2400
2483.5 MHz untuk daerah lainnya diseluruh dunia. ZigBee merupakan salah satu
vendor yang mengembangkan layerlayer diatas layer untuk IEEE 802.15.4 ini.
Pada perkembangannya saat ini, protokol ini sudah mendukung penggunaan IPv6,
dengan ditandai lahirnya RFC 4919 (Request For Comments 4919) dan RFC 4944
(Request For Comments 4844).

IEEE 802.11 Protokol ini terdiri atas beberapa jenis standar lain untukWLAN
(Wireless Local Area Networks), saat ini yang paling populer adalah IEEE
802.11g dan 802.11b. Pada Wireless Sensor Network digunakan protokol IEEE
802.11b/g. ProtokolIEEE 802.11 ini memiliki beberapa channel yang
frekuensinya berbeda, agar tidak terjadi interferensi antar device IEEE 802.11 ini,
pembagian frekuensi untuk tiaptiap channel diatur oleh kebijakan masing
masing negara. Protokol IEEE 802.11b yang digunakan pada Wireless Sensor,
mempunyai data rate maksimum 11 Mbps. Pada kenyataannya, protokol ini hanya
mampu mempunyai data rate maksimum 5,9 Mbps dengan TCP, dan 7,1 Mbps
untuk UDP (User Datagram Protocol). Hal ini karena adanya overhead pada
CSMA. Protokol IEEE 802.11bini mampu beroperasi pada radius jarak 38 m dari
device lain, dan memiliki frekuensi operasi pada 2,4 GHz.

Karakteristik yang dibutuhkan WSN

Jenis layanan (Type of Service)

Jenis layanan yang diberikan oleh jaringan komunikasi konvensional adalah bit
bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Untuk WSN, bit bergerak hanya sarana
berakhir, tetapi bukan tujuan sebenarnya. Sebaliknya, WSN diharapkan dapat
memberikan makna dari informasi dan tindakan tentang tugas yang diberikan,
"Orang-orang ingin jawaban, bukan angka" Steven Glaser, UC Berkeley. Selain
itu, konsep seperti scoping interaksi ke wilayah geografis atau interval waktu
khusus akan menjadi penting. Oleh karena itu, paradigma baru menggunakan
jaringan tersebut diperlukan, bersama dengan antarmuka baru dan cara berpikir
yang baru tentang layanan jaringan.

Quality of Service

Erat kaitannya dengan jenis layanan jaringan adalah kualitas layanan tersebut.
Kualitas layanan tradisional biasanya datang dari aplikasi multimedia. Seperti
keterlambatan dibatasi atau bandwidth minimum tidak relevan ketika aplikasi
toleran terhadap latency atau bandwidth dari data yang dikirimkan sangat kecil.
Dalam beberapa kasus, hanya sekali pengiriman paket bisa lebih dari cukup,
dalam lain kasus, persyaratan keandalan sangat penting. Dalam kasus lainnya,
delay sangat diperhatihan ketika aktuator harus dikontrol secara real-time oleh
jaringan sensor.


Toleransi kesalahan

Karena node mungkin kehabisan energi atau mungkin rusak, atau karena
komunikasi nirkabel antara dua node dapat terganggu secara permanen, maka
penting bagi WSN secara keseluruhan untuk mampu mentolerir kesalahan
tersebut. Untuk mentolerir kegagalan node, penyebaran node dalam jumlah
banyak diperlukan.


Lifetime

Dalam banyak skenario, node akan harus bergantung pada pasokan energi yang
terbatas (menggunakan baterai). Mengganti sumber-sumber energi di lapangan
biasanya tidak praktis, dan secara bersamaan WSN harus mengoperasikan
minimal untuk waktu misi yang diberikan atau selama mungkin waktunya. Maka
hemat energi dalam pengoperasian WSN sangat diperlukan. Sebagai alternatif
atau suplemen untuk pasokan energi, sumber daya terbatas (sel surya misalnya)
juga mungkin tersedia pada node sensor. Biasanya, sumber-sumber ini tidak
cukup kuat untuk memastikan operasi terus-menerus tetapi dapat memberikan
pengisian baterai. Dalam kondisi seperti itu, masa jaringan idealnya harus tak
terbatas. Masa pakai jaringan juga langsung trade-off terhadap kualitas layanan.


Skalabilitas

Skala WSN bervariasi, maka arsitektur dan protokol harus mampu bekerja dari
skala kecil sampai skala besar. Aplikasi yang berbeda akan memiliki simpul yang
sangat berbeda kepadatannya (jumlah node per luas area). Bahkan dalam sebuah
aplikasi tertentu, kepadatan dapat bervariasi dari waktu ke waktu dan tidak harus
homogen di seluruh jaringan (karena penyebaran tidak sempurna misalnya) dan
jaringan harus beradaptasi dengan variasi tersebut.

Programmability

Tidak hanya akan diperlukan oleh node untuk memproses informasi, tetapi juga
untuk bereaksi fleksibel pada perubahan tugas-tugas mereka. Node ini harus
diprogram, dan program mereka harus berubah selama operasi ketika ada tugas
baru yang penting.

Maintainability

Karena lingkungan WSN dan WSN sendiri selalu berubah (baterai habis, gagal
node, tugas-tugas baru) maka sistem harus beradaptasi. Hal ini untuk memantau
kesehatan sendiri dan status untuk mengubah parameter operasional atau untuk
memilih berbagai trade-off (misalnya untuk menyediakan lebih rendah kualitas
ketika sumber daya energi menjadi langka). Dalam hal ini, jaringan harus
memelihara sendiri, tetapi juga bisa dapat berinteraksi dengan mekanisme
pemeliharaan eksternal untuk memastikan pengoperasian yang lebih lama pada
kualitas yang diperlukan. Untuk mewujudkan persyaratan ini, mekanisme inovatif
untuk jaringan komunikasi harus ditemukan, serta arsitektur baru, dan konsep
protokol baru. Sebuah tantangan khusus di sini adalah perlu mencari mekanisme
yang cukup spesifik untuk keunikan dari aplikasi yang diberikan dan mendukung
kualitas layanan tertentu, dan life time.


2.1.3. Penerapan Wireless Sensor Network
Teknologi WSN banyak memberikan inspirasi dalam penerapan dan
penggunaan untuk segala bidang. Beberapa contoh penerapannya:
Monitoring lingkungan.
Target tracking.
Pipeline (air, minyak, gas) tracking.
Monitoring pertanian.
Supply chain management.
Traffic management.
Setiap node WSN akan mengirim data sensor ke suatu base, dan hasil
kumpulan data semuanya akan diolah sehingga akan memberikan suatu informasi

.
2.1.4. Arsitektur Wireless Sensor Network
Setiap node WSN umumnya berisi sistem sensing, processing, communication
dan power yang dapat diilustrasikan seperti pada gambar di bawah.

Gambar 1. Arsitektur wireless sensor network
Bagaimana menggabungkan sistem-sistem tersebut adalah hal yang harus
diperhatikan ketika kita melakukan perancangan. Sistem processor merupakan
bagian sistem yang terpenting pada WSN yang dapat mempengaruhi performance
ataupun konsumsi energi.
Beberapa pilihan untuk processor dapat memilih antara lain:
1. Microcontroller
2. Digital signal processor
3. Application-specific IC
4. Field programmable gate array
Arsitektur WSN terdiri dari data acquisition network dan data distribution
network. Monitoring dan sistem kontrol dilakukan oleh management center.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan
3.1.1 Lokasi Penelitian
Pelaksanaan perancangan ini kami lakukan pada lokasi Laboratorium
Komunikasi Data Program Studi Teknik Telekomunikasi jurusan Teknik Elektro
Politeknik Negeri Ujung Pandang.
3.1.2 Time Schedule
No Kegiatan Bulan
April Mei Juni Juli
1 Studi Pustaka
2 Pengumpulan
Materi

3 Seminar
Proposal

4 Perancangan
Jaringan

5 Pengujian
6 Penyusunan
Laporan


3.2 Metode Penelitian
Adapun tahap tahap yang dilakukan pada perancangan jaringan Wireless
Sensor Network ini adalah sebagai berikut :
1. Studi pustaka
Studi pustaka dilakukan untuk mempelajari beberapa referensi yang terkait
dengan judul atau tema yng akan dibahas. Sekaligus untuk mengumpulkan
materi yang akan digunakan dalam proses pensimulasian perancangan
jaringan. Serta untuk mengetahui dan mempelajari fungsi dari aplikasi
yang digunakan.
2. Perancangan jaringan
Perancangan jaringan dilakukan pada aplikasi Network Simulator 2. Yaitu
dengan membuat 2 buah jaringan WSN menggunakan 802.11 dan zigbee.
3. Pengujian jaringan
Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah data berhasil terkirim.
Apabila pada pengiriman data terdapat kesalahan atau gagal, dapat
dilakukan proses perbaikan. Selain itu pada tahap ini akan dilakukan
pengukuran QoS dari tiap jaringan yang dibuat.
4. Penyusunan laporan
Laporan sebagai bentuk pemaparan proses dari awal sampai akhir
perancangan jaringan ini.