Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

MAKALAH INI DI SUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH SISTEM


INFORMASI MANAJEMEN
Disusun Oleh : Kelompok 3
! "on#n$ L#hi%# &'&(&''
(! )uke A*un%i+o &'&(&'
3! Eni Ri%#,#ni &'&(&'(
-! R#+ih Em, Nu* I! &'&(&'3
.! T*i Ku*ni#lis &'&(&'-
/! Ahl#n S#i%#h &'&(&'.
0! S*i Su*eni &'&(&'/
&! )h#n Ap*i H! &'&(&'0
1! )o$i Su$i+o &'&(&'&
'! Si+i 2ul#n%#*i &'&(&'1
! Flo*en+in# &'&(&-
Kel#s :(!3A!'1
BINA SARANA INFORMATIKA
JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA TAHUN 2009
1
KATA "ENGANTAR
Segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karunia-NYA, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Dalam penyusunan
makalah ini merupakan syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem In!rmasi
"anajemen pada pr!gram pendidikan # tahun $ina Sarana In!rmatika %abang
Y!gyakarta dengan judul Sis+em In3o*m#si Keu#n$#n.
Dengan sepenuh hati penulis menyadari dan merasakan betapa besar bantuan
dari berbagai pihak dan sumber manapun. &leh karena itu, pada kesempatan ini
penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang
terh!rmat'
1. $pk. Ir Naba Aji n!t!seputr!, selaku direktur $SI
(. Ibu )lly "uningsih, S.k!m selaku d!sen mata kuliah Sistem In!rmasi
"anajemen
#. &rangtua ter%inta yang telah memberikan d!r!ngan dan d!anya dalam
penyusunan makalah ini
*. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah
memberikan bantuan kepada penulis sehingga terselesainya makalah ini
Di dalam penyusunan lap!ran ini, penulis menyadari dengan sepenuh hati
akan kurang sempurnanya "akalah ini, mengingat tingkat kemampuan serta
pengalaman penulis belum luas. Namun demikian, penulis akan berusaha keras untuk
menyusun "akalah ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik. &leh sebab itu,
penulis mengharapkan saran dan kritik dari pemba%a. Terimakasih.
Y!gyakarta, 1+ N!pember (,,+
-enyusun
(
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................
i
KATA "ENGANTAR...............................................................................................
ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................
iii
4A4! I "ENDAHULUAN
1.1 .atar $elakang "asalah...............................................................................
1
1.( /umusan "asalah.........................................................................................
(
1.# Tujuan "akalah............................................................................................
(
4A4! II "EM4AHASAN
(.1 Deini Sistem In!rmasi 0euangan.................................................................
#
(.( "!del Sistem In!rmasi 0euangan................................................................
#
(.(.1 Subsistem Input.......................................................................................
*
a. Sistem In!rmasi Akuntansi................................................................
*
b. Subsistem Audit Internal.....................................................................
1
%. Subsistem Intelijen 0euangan.............................................................
1,
(.(.1 Subsistem &utput....................................................................................
11
#
a. Subsistem -aramalan..........................................................................
11
b. Subsistem "anajemen Dana...............................................................
1*
%. Subsistem -engendalian......................................................................
11
4A4! III "ENUTU"................................................................................................
12
DAFTAR "USTAKA...............................................................................................
1+
4A4 I
"ENDAHULUAN
!! L#+#* 4el#k#n$ M#s#l#h
0emajuan TI telah mengubah %ara perusahaan dalam mengumpulkan
data, mempr!ses dan melap!rkan in!rmasi keuangan &leh karena itu audit!r
akan banyak menemukan lingkungan dimana data tersimpan lebih banyak
dalam media elektr!nik dibanding media kertas. Audit!r harus menentukan
bagaimana perusahaan menggunakan systemTI untuk meng-inisiasi, men%atat,
mempr!ses dan melap!rkan transaksi dalam lap!ran keuangan. Sebenarnya
tidak ada perbedaan k!nsep audit yang berlaku untuk system yang k!mpleks
dan system manual, yang berbeda hanyalah met!de-met!de spesiik yang %!%!k
*
dengan situasi system in!rmasi akuntansi yang ada. -emahaman ini diperlukan
dalam rangka mendapatkan pemahaman internal %!ntr!l yang baik agar dapat
meren%anakan audit dan menentukan siat, timing dan perluasan pengujian yang
akan dilakukan.
Sistem in!masi keuangan mekanis telah digunakan dalam bisnis selama
seratus tahun atau lebih. "esin kartu berlubang, yang menjadi satu-satunya
altemati bagi pemsahaan besar sebelum adanya k!mputer, digunakan tetutama
dalam ungsi keuangan. 3al yang sama terjadi pada mesin b!!kkeeping
keydri4en. Aplikasi mesin ini terbatas untuk digunakan dalam pemr!sesan data
a%%!unting, dan hanya sedikit penggunaan yang ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan in!rmasi manajer bahkan untuk manajer keuangan. 0etika k!mputer
mun%ul, ia diterapkan dengan %ara yang sama. Tjdak sampai pada pertengahan
tahun 1+5,-an, sistem in!rmasi keuangan diiembangkan dan ia tidak hanya
digunakan untuk menangani tugas a%%!unting dasar. 0ita telah mengetahui
bah6a ungsi keuangan berkaitan dengan ams uang dalam perusahaan. -ada
mulanya harus diper!leh uang untuk mendukung manuaktur, pemasaran, dan
akti4itas yang lain. 0emudian, pendanaan tersebut harus dlk!ntr!l untuk
memastikan bah6a ia digunakan se%ara eekti. Semua manajer dalam
pemsahaan mempunyai tanggung ja6ab keuangan. "ereka diberi anggaran
biaya !perasi seminim mungkin dan diharapkan untuk menjaga pengeluaran
biaya melampau batasan anggaran tersebut. In!rmasi yang men7elaskan arus
uang baik yang dianggarkan maupun yang sebenarnya memungkinkan manajer
untuk melakukan tanggung ja6ab keuangannya. In!rmasi ini diberikan !leh
sistem in!rmasi keuangan. Sistem in!rmasi keuangan mempunyai tiga tugas
p!k!k' 8I9 "engidentiikasi kebutuhan uang yang akan datang, 8(9 membantu
per!lehan dana tersebut, dan 8#9 meng!ntr!l penggunaannya.
!(! Rumus#n M#s#l#h
/umusan "akalah ini menjelaskan tentang '
1. Deinisi Sistem In!rmasi 0euangan
1
(. "!del Sistem In!rmasi 0euangan
#. "a%am subsistem Input
*. "a%am subsistem &utput
!3! Tu5u#n M#k#l#h
1. Agar pemba%a bisa mengerti pengertian Sistem In!rmasi 0euangan.
(. -emba%a mengerti bagaimana "!del Sistem In!rmasi 0euangan
#. -emba%a tahu apa saja ma%am subsistem Input dan &utput pada Sistem
In!rmasi 0euangan
4A4 II
"EM4AHASAN
(! De3ini Sis+em In3o*m#si Keu#n$#n
Sistem In!rmasi 0euangan adalah sistem in!rmasi 8subsistem dari
:$IS9 yang memberikan in!rmasi kepada !rang atau kel!mp!k baik di dalam
perusahaan maupun di luar perusahaan mengenai masalah keuangan perusahaan.
In!rmasi yang diberikan disajikan dalam bentuk lap!ran khusus, lap!ran
peri!dik, hasil dari simulasi matematika, saran dari sistem pakar, dan
k!munikasi elektr!nik.
5
(!( Mo%el Sis+em In3o*m#si Keu#n$#n
Mo%el Sis+em In3o*m#si Keu#n$#n +e*6#$i men5#%i ( 6#$i#n ,#i+u :
(!(! SU4SISTEM IN"UT
Ada tiga subsistem input, yaitu' Subsistem In!rmasi Akuntansi,
Subsistem Audit Internal, dan Subsistem Inteligensi 0euangan.
#! Sis+em In3o*m#si Akun+#nsi 7SIA8
8 "en$e*+i#n
Sistem In!rmasi Akuntansi bertugas menyediakan data
akuntansi yang berupa %atatan mengenai segala sesuatu yang terjadi
dalam perusahaan.
Data akuntansi menyediakan %atatan mengenai segala sesuatu
yang berhubungan dengan keuangan yang terjadi dalam perusahaan.
2
Sistem
Informasi
Akuntansi
Sistem
Informasi
Akuntansi
Subsistem
Audit
Internal
Subsistem
Audit
Internal
Subsistem
Intelegen
Keuangan
Subsistem
Intelegen
Keuangan
D
a
t
a
b
a
s
e
Pemakai
Sumber
Eksternal
Sumber
Internal
Subsistem
Peramalan
Subsistem
Peramalan
Subsistem
Manajemen
Dana
Subsistem
Manajemen
Dana
Subsistem
Pengendalian
Subsistem
Pengendalian
Input Subsistem Output Subsistem
:atatan dibuat untuk setiap transaksi, menjelaskan apa yang terjadi,
kapan terjadinya, siapa yang terlibat dan berapa banyak uang yang
terlibat. Data ini dapat dianalisis dalam berbagai %ara untuk memnuhi
sebagian kebutuhan in!rmasi manajemen.
-engumpulan data di bidang manuaktur diper!leh dari d!kumen
sumber dan dimasukkan ke dalam database dengan menggunakan
terminal atau dalam jaringan yang ditempatkan di seluruh perusahaan.
Subsistem pemr!sesan data juga mengumpulkan data lingkungan
sebagai hasil dari transaksi bisnis dengan perusahaan lain. 0ita telah
mengetahui bagaimana sistem entri pemesanan dan a%%!unt re%ei4able
mengumpulkan data dan bagaimana sistem pembelian, penerimaan,
dan a%%!unt payable mengumpulkan data pemas!k.
Data internal berungsi sebagai dasar untuk peme%ahan masalah
yang berhubungan dengan segala aspek !perasi perusahaan. Sebagai
%!nt!h menggunakan data yang diper!leh dari pelap!ran kerja, yang
digunakan dasar untuk menyusun atau mere4isi keputusan mengenai
in4entarisasi manajer.
Sinonim dengan Pemrosesan data. Dalam pandangan kita, sistem
pemr!sesan data adalah sama dengan sistem a%%!unting.
(8 Tu5u#n
Tujuan pemr!sesan data adalah untuk menghasilkan dan
memelihara re%!rd pemsahaan yang up-tedate.
38 Tu$#s "okok!
-emr!sesan data mempunyai empat tugas p!k!k, yaitu
pengumpulan data, pengubahan data, penyimpanan data, dan
pembuatan d!kumen.
-8 Si3#+ "em*oses#n D#+#!
-emr!sesan data menjalankan tugas yang penting, se%ara relati
mengikuti pr!sedur standart, memberikan data yang lengkap,
utamanya mempunyai !kus hist!ris, dan memberikan in!rmasi
peme%ahan masalah mini- mal.
;
6! Su6 Sis+em Au%i+ In+e*n#l
8 "en$e*+i#n
Audit!r adalah !rang bertugas memeriksa %atatan akuntansi
untuk menguji kebenarannya.
Auditor intemal adalah pekerja dalam perusahaan, yang biasanya
terlibat dalam pekerjaan peran%angan dan e4aluasi sistem in!rmasi
k!nseptual seluruh perusahaan.
Subsistem audit internal sama dengan subsistem penelitian
pemasaran dan subsistem teknik industri, yakni bah6a mereka ini
diran%ang untuk melakukan studi khusus mengenai !perasi
perusahaan.
Audit!r intemal hams memiliki pengetahuan dan keterampilan
yang dibutuhkan. Ini rneliputi pemahaman k!rnputer dan in!rmasi,
selain kemampuan auditing standart yang dimilikinya. "ungkin
kebalikan dari apa yang anda perkiakan, bah6a audit!r internal tidak
selalu hams dari lulusan perguruan tinggi jurusan a%%!unting, namun
mereka yang bekeja di auditing bisa dari berbagai ma%am disiplin
ilmu. 0!ndisi ini, dan dengan adanya kenyataan hah6a sistem bisnis
bersiat sangat k!mpleks, menyebabkan audit!r intemal hatus
setidaknya menjalani training sekitar empat tahun. Semuanya ini
dimaksudkan agar audit!r intemal, sperti halnya spesialis in!rmasi,
dapat memberikan k!ntribusi yang beragam terhadap pr!yek sistem
berdasarkan disiplin ilmunya dan berdasarkan pengalamannya.
"ungkin tingkat k!ntribusi audit!r ini bisa dipengamhi !leh sikap
manajemen pun%ak. <ika manajemen melihat audit!r hanya sebagai
anjing penga6as yang misi utamanya mendeteksi kelemahan yang
terhadap sistem yang telah diinstal, rnaka k!ntribusinya akan sedikit.
Sebaliknya, bila manajemen melihatnya se%ara p!s!ti yaitu bah6a ia
dapat memberikan masukan atau pengaruh kepada selumh siklus hidup
:$IS, maka tingkat k!ntribusinya akan tinggi.
+
Audit!r internal, seperti halnya insinyur industri, biasanya hanya
terbatas melakukan akti4itas internal. Namun demikian, ada pemikiran
diantara internal, bah6a mereka seharusnya lebih rnernberikan
perhatian pada lingkungan. Dengan lebih banyak melihat lingkungan
pemsahaan, audit!r akan perspekti yang lebih luas untuk
rnernperhatikan sistem pemsahaan dan ia dapat lebih mempunyai
peran dalam tugas k!nsultasinya.
Selama ini tak ada tanda yang menunjukkan bah6a audit!r
internal telah memiliki perspekti yang lebih luas tersebut. Namun,
untuk men%apai p!la yang telah kita terapkan, yaitu sejauh mana :$IS
sehamsnya berungsi, kita telah menyertakan input lingkungan ke
dalam subsistern auditing internal.
(8 Jenis Au%i+
Audit!r dibagi menjadi dua jenis yaitu '
1. Audit!r )kternal ' Audit!r yang bekerja untuk kant!r akuntansi
publik. $iasanya terdapat pada perusahaan ke%il.
(. Audit!r Internal' Audit!r yang dimiliki sendiri !leh perusahaan.
$iasanya pada perusahaan besar mempunyai sta
ini sendiri.
38 "osisi Au%i+ In+e*n#l D#l#m O*$#nis#si
-8 Jenis95enis Au%i+ In+e*n#l :
1,
DEWAN DIREKSI
CHIEF EKSEKUTIF OFFICER
ATAU
CHIEF FINANCIAL OFFICER
DIREKTUR
AUDIT INTERNAL
DEPARTEMEN
AUDIT INTERNAL
Komite Audit
1. Audit 0euangan
"enguji akurasi %atatan keuangan perusahaan. Audit
keuangan melakukan 4eriikasi terhadap keakurangan re%!rd
perusahaan dan merupakan jenis akti4itas yang dilakukan !leh
audit!r eksternal. Audit!r internal juga melakukan audit keuangan
khusus terpisah dari apa yang dilakukan !leh audit!r ekstemal, atau
dapat beketja sama dengan eksternal.
(. Audit &perasi!nal
$ertugas memeriksa eekti4itas pr!sedur. Audit !perasi!nal
tidak dilakukan untuk mem4eriikasi keakuratan re%!rd, namun
untuk mem4alidasi 8mensyahkan9 eekti4itas pr!sedur. Sistem yang
dipelajari hampir semuanya bersiat k!nseptual, bukannya isik,
dan mungkin melibatkan atau tidak melibatkan penggunaan
k!mputer. Dilakukan !leh analis sistem selama tahap analis dari
siklus hidup sistem.
#. Audit 0esesuaian
$ertugas memeriksa eekti4itas pr!sedur se%ara
berkelanjutan. 0esesuaian, merupakan lanjutan dari kegiatan audit
!prasianal. Audit kesesuaian akan berlanjut terus, sehingga
pr!sedur di perusahaan akan terus berajalan dengan baik.
Audit persetujuan 80esesuaian9 adalah sama dengan audit
!perasi!nal ke%uali bah6a audit persetujuan bersiat keluar.
Sebagai %!nt!h, audit!r internal bisa se%ara rand!m menentukan
pekerja dan se%ara per!rangan para pekerja diberi %ek pembayaran,
dan bukannya rnenggunakan pengiriman. 3al ini rnemastikan
bah6a nama pada sistem penggajian menggambarkan pekerja yang
sebenarnya dan bukannya hanya entri kti yang dibuat !leh
super4is!r yang bertanggung ja6ab, yang hanya ingin mendapat
bagian dari pembayaran tersebut.
11
*. /an%angan sistem pengendalian Internal
/an%angan sistem pengendalian Internal merupakan
ren%ana untuk pelaksanaan audit-audit agar berjalan lebih
baik.Audit!r internal berpartisipasi akti dalam pengembangan
sistem. Dalam auditing !perasi!nal dan persetujuan, audit!r
internal mempelajari sistem yang telah ada. Namun, tak heran
kenapa audit!r harus menunggu sampai suatu sistem
diimplementasikan, sehingga ia tak dapat memberikan masukan
terhadap pemasangan sistem itu. Salah satu alasannya adalah akan
lebih terlalu mahal untuk rneng!reksi kesalahan sistem pada 6aktu
sistem itu telah diimplementasikan dari pada melakukan k!reksi
kepadanya selama 6aktu peran%angan. Alasan yang lebih penting
lagi adalah adanya kenyataan bah6a audit!r intemal dapat
menyumbangkan keahliannya untuk meningkatkan kualitas sistem
tersebut.
.8 Si3#+ peke*5##n Au%i+o* In+e*n#l
1. &byekti4itas
-entingnya &byekti4itas. Seperti halnya audit!r ekstemal,
unsur yang berbeda dari pekeja lainnya yang hams dimiliki !leh
audit!r internal adalah !byekti4itas. )4aluasi dan saran yang
diberikannya adalah untuk meng!reksi sistem !rang lain, tidak
pernah untuk sistemnya sendiri. &leh karena itu, ha1 ini akan
menjadi sangat ga6at hila situasi untuk meng!reksi sistemnya
sendiri ini tejadi.
Agar audit intemal selalu dapat menjaga ke!byekti4itasannya, ia
tidak disertakan untuk bertanggung ja6ab atas sistem yang telah ia bantu
dalam pengembangannya. Ia hanya bekeja dalam kapasitasnya sebagai
pemberi saran. Ia membuat rek!mendasi atau saran kepada manajemen
dan membuat keputusan manajemen mengenai apakah
mengimplementasikan rek!mendasi tersebut atau tidak. Dalam hal ini,
audit!r intemal melakukan pekejaannya persis sama dengan analis sistem.
1(
(. Independen
/8 "en$e+#hu#n %#n Ke#hli#n Au%i+o* In+e*n#l
1. -endidikan
(. 0emampuan khusus
#. -engalaman
:! Su6 sis+em In+eli5en Keu#n$#n
Sub sistem Intelijen 0euangan bertugas mengidentiikasi sumber-
sumber terbaik bagi m!dal tambahan dan in4estasi terbaik bagi kelebihan
dana.
Sub sistem Intelijen 0euangan digunakan untuk mengidentiikasikan
sunber = sumber terbaik m!dal tambahan dan in4estasi terbaik. In!rmasi
yang diper!leh berasal dari dua pihak, yakni -emegang saham dan
masyarakat keuangan.
Subsistem inteligensi keuangan mengumpulkan data dari masyarakat
keuangan, yaitu bank, agen pemerintah, pasar pengaman, dan sebagainya.
Subsistem ini mem!nit!r denyut nadi ek!n!mi nasi!nal dan memberikan
in!rmasi kepada eksekuti perusahaan dan analis keuangan mengenai trend
yang dapat mempengaruhi k!ndisi perusahaan. Dalam beberapa tahun yang
lalu, lingkungan yang dim!nit!r subsistem ini telah meluas dari lingkup
nasi!nal menjadi internasi!nal.
(!(!( SU4 SISTEM OUT"UT
#! Su6sis+em "e*#m#l#n
8 "en$e*+i#n
Sub Sistem -eramalan bertugas mempr!yeksikan akti4itas
perusahaan untuk jangka 6aktu sampai sepuluh tahun atau lebih.
1#
Akti4itas tahun yang akan datang terutama dipengangaruhi !leh
permintaan pasar dan hambatan internal, seperti besarnya kapasitas
pr!duksi, dan keuangan yang ada. $ila jangka 6aktu peramalan
tersebut diperpanjang, maka pengaruh lingkungan meningkat.
-erubahan kebutuhan k!nsumen harus diantisipasi, seperti halnya
mengantisipasi iklim ek!n!mi. "!del peramalan telah dikembangkan,
yang meliputi data internal dan lingkungan. Data ini akan memberikan
dasar bagi peren%anaati jangka pendek dan jangka panjang. "!del ini
berungsi sebagai alat DSS untuk meme%ahkan masalah yang menjadi
kurang terstruktur karena adanya perpanjangan jangka 6aktu
peren%anaan. Sistem -eramalan, merupakan salah satu kegiatan
matematis tertua dalam bisnis.
Ada berbagai ma%am teknik peramalan yang dapat digunakan
untuk melihat masa depan. -erusahaan biasanya akan menggunakan
k!mbiiasi dari beberapa teknik, dengan men%ari prediksi masa depan
yang paling baik.
Sebagian besar teknik tersebut bersiat in!rmal dan sangat
tergantung pada pengetahuan, pertimbangan, dan intuisi manajer.
Teknik yang lain menggunakan met!de kuantitati. "et!de kuantitati
telah lama digunakan untuk peramalan sebelum ia d!terapkan untuk
bidang lain dalam !perasi perusahaan.
Sebelum kita membahas %ara melakukan peramalan, kita harus
mengetahui bah6a'
(8 F#k+# D#s#* "e*#m#l#n :
Sebelum kita membahas %ara melakukan peramalan, kita harus
mengetahui bah6a'
#8 Semua peramalan merupakan pr!yeksi dari
masa lalu
1*
Dasar terbaik untuk memprediksi apa yang akan terjadi di
masa datang adalah dengan melihat apa yang telah terjadi di masa
lampau. Semua jenis peramalan mengikuti pendekatan atau %ara ini.
Inilah mengapa data a%%!unting begitu penting untuk peramalan>
yaitu ia memberikan dasar hist!ris.
68 Semua peramalan adalah keputusan semi
terstruktur
0eputusan peramalan adalah %!nt!h jenis semi terstruktur
yang tepat, yang diberikan !leh DSS. 0eputusan didasarkan pada
beberapa 4ariabel yang dapat diukur dan beberapa 4ariabel yang tak
dapat diukur.
:8 Tidak ada peramalan yang sempurna.
-aket peramalan mainrame yang %anggih pun tidak dapat
diharapkan memberikan keakuratan prediisi 1,, persen.
0arena manajer mengetahui akan siat peramalan ini, ia banyak
menggunakan petimbangannya dalam menggunakan !utput untuk
dasar peren%anaan masa yang akan datang.
38 Jenis95enis pe*#m#l#n
1. -eramalan jangka panjang
(. -eramalan jangka pendek
-8 Me+o%e "e*#m#l#n
1. "et!de 0uantitati
$agian keputusan terstruktur dapat ditangani dengan met!de
kuantitati yang berjangkauan dari yang paling sederbana sampai yang sangat
k!mpleks. Salah satu teknik yang tetap p!puler selama dua puluh lima tahun
atau lebih adalah regresi. Ia melibatkan hubungan akti4itas yang menjadi
ramalan, seperti penjualan, dengan beberapa akti4itas lainnya, seperti jumlah
tenaga penjual.
11
(. "et!de N!n 0uantitati
-endekatan n!n-kuantitati tidak melibatkan penghitungan
data. "anajer melakukan penalaran, seperti, ?0ami menjual dua ribu
unit pada tahun la1u dan kami harus dapat meningkatkan penjualan
tersebut. "aka, saya pikir kami akan menjual dua ribu lima ratus pada
tahun yang akan datang.? /amalan seperti ini hanya mempunyai
sedikit dasar atau bahkan tidak sama sekali, atau ramalan tersebut
dapat dihasilkan dari pengalaman penglihatan bisnis yang telah
bertahun-tahun. $anyak manajer yang dapat melakukan pendekatan
n!n-kuantitati ini dengan sangat baik.
$eberapa perusahaan telah menetapkan sistem !rmal yang
men%akup met!de kuantitati. Ada tiga met!de, yaitu k!nsensus panel
Delphi dan /apat elektr!nik '
a. Tehnik 0!nsensus -anel
Teknik k!nsensus panel terdiri atas kel!mp!k ahli yang
se%ara terbuka membahas akt!r yang berhubungan dengan masa
depan dan melakukan sebuah pr!yeksi yang didasarkan pada input
k!mbinasi.
b. "et!de Delphi
"et!de Delphi melibatkan sekel!mp!k ahli yang tidak
bertemu se%ara per!rangan, namun mereka memberikan resp!n
kepada serangkaian @uesi!ner yang dibuat !leh se!rang k!!rdinat!r.
Setiap putaran kuesener menggabungkan input dari putaran
sebelumnya. Dengan demikian, sedikit demi sedikit isinya tersaring
terus.
%. /apat elektr!nik
15
/apat elektr!nik dilakukan para ahli membahas akt!r-akt!r
penunjang masa depan menggunakan bantuan berupa alat elektr!nik.
6! Su6sis+em M#n#5emen D#n#
8 "en$e*+i#n
Subsistem "anajemen Dana bertugas mengatur A mengel!la
arus uang.
Subsistem manajemen dana menggunakan pr!yeksi akti4itas
perusahaan untuk menentukan arus uang masuk dan keluar
perusahaan. "anajer dapat mensimulasi beberapa strategi yang
diran%ang untuk men%apai keseimbangan yang terbaik mengenai arus
masuk dan arus keluar selama jangka 6aktu yang akan datang,
misalnya tahun yang akan datang, misalnya tahun yang akan datang.
Arus yang seimbang mengurangi kebutuhan yang tidak
penting mengenai m!dal !perasi pinjaman yang tidak diperlukan dan
meningkatkan per!lehan kembali dana surplus yang diin4estasikan.
"!del %ash l!6 dapat dibuat dengan menggunakan bahasa pr!sedur,
bahasa pem!delan, bahasa generasi keempat atau menggunakan
spreadsheet elektr!nik. Ini merupakan bidang yang %!%!k untuk
penerapan eBpert system.
0ita telah mengetahui bah6a ungsi keuangan menggambarkan
arus uang dalam perusahaan. Subsistem manajemen dana adalah bagian
dari sistem in!rmasi keuangan yang mempunyai pengaruh yang sangat
kuat pada arus tersebut.
(8 Tu5u#n '
1. "emastikan bah6a arus uang yang masuk melalui pendapatan
lebih besar dari arus uang yang keluar melalui biaya
(. "emastikan bah6a keadaan ini akan stabil sepanjang tahun
:! Su6sis+em "en$en%#li#n
12
8 "en$e*+i#n
-enggunaan dana yang ada dikendalikan !leh subsistem
pengendalian. Subsistem ini terutama terdiri atas pr!gram yang
menggunakan data yang dikumpulkan !leh subsistem pemr!sesan
data, guna untuk menghasilkan lap!ran yang menunjukkan bagaimana
uang tersebut digunakan. .ap!ran tersebut biasanya membandingkan
penampilan keuangan yang sebenarnya dengan anggaran. Sementara
bisnis lebih menjadi k!mpetiti dan biaya !perasi meningkat, maka
dibutuhkan penampilan anggaran yang baik. Subsistem peng!ntr!lan
memungkinkan manajer untuk akti4itas peng!ntr!lan biaya.
Ada lebih banyak s!t6are aplikasi tertulis untuk bidang
keuangan yang telah dikembangkan dari pada untuk bidang yang lain.
S!t6are tersebut kebanyakan berupa paket pemr!sesan data, seperti
payr!ll 8penggajian9, in4entarisasi, dan %!unt re%ei4able.
Sistem in!rmasi keuangan memberikan in!rmasi dalam tiga
bentuk utama yaitu lap!ran berkala, lap!ran khusus, dan hasil simulasi
matematis. Yang penting dari asilitas !utput ini adalah bah6a ia
digunakan !leh per!rangan dan !rganisasi di luar maupun di dalam
pemsahaan. -emegang saham perusahaan, angg!ta masyarakat
keuangan, pemerintah, dan pemas!k membutuhkan jenis in!rmasi
untuk menjelaskan k!ndisi keuangan perusahaan yang berbeda-beda.
<uga, sebagian in!rmasi keuangan ditujukan kepada kel!mp!k dan
!rganisasi yang belum pernah dan belum akan dias!siaslkan dengan
pemsahaan se%ara langsung, yaitu keamanan, pendidik, dan in4est!r
yang p!tensial.
Anggaran !perasi!nal adalah sejumlah uang yang tersedia
untuk digunakan dalam memenuhi tujuan !perasi!nal.
(8 "*oses pem6u#+#n #n$$#*#n:
1. -endekatan dari atas ke ba6ah 8pendekatan t!p-d!6n9
1;
$ila dilakukan pendekatan t!p-d!6n, eksekuti pemsahaan
menentukan jumlah anggaran yang kemudian penentuannya
dibebankan kepada tingkat di ba6ahnya. /asi!nalisasi pelaksanaan
pendekatan ini adalah bah6a eksekuti mempunyai pemahaman yang
paling baik mengenai tujuan jangka panjang perusahaan dan dapat
mengal!kasikan dana yang dapat digunakan !leb perusahaan untuk
men%apai tujuan tersebut. Namun demikian, anggaran seperti itu
mungkin dipandang !leb manajer tingkat ba6ah sebagai tujuan yang
tidak realistis. Di sini penyusunan anggaran dilakukan !leh !rang yang
tidak tahu situasi yang sebenarnya.
(. -endekatan dari ba6ah ke atas 8pendekatan b!tt!m-up9
$ila dilakuka pendekatan b!tt!m-up, pr!ses penyusunan
anggaran dimulai dari tingkat !rganisasi!nal paling ba6ah dan naik ke
atas. .!gikanya adalah bah6a !rang yang berada pada tingkat ba6ah
adalah yang paling dekat dengan tindakan dan paling dapat
menentukan kebutuhan sumbemya. Namun demikian, l!gCia ini
biasanya tidak dapat diterima !leh eksekuti perusahaan, karena
manajer tingkat ba6ah ini mungkin akan meminta anggaran dalam
jumlah yang tidak realistis.
#. -endekatan partisipasi
0arena adanya kelemahan dari pendekatan t!p-d!6n dan
b!tt!m-up tersebut, maka yang paling umum dilakukan adalah pr!ses
penyusunan anggaran partisipati. Yaitu, !rang yang akan menerima
dana turut ambil bagian dalam penyusunan jumlah dana tersebut. Ini
adalah pendekatan give and take, yakni bah6a manajer pada berbagai
tingkat melakukan neg!isasi untuk menyusun anggaran agar semuanya
mendapatkan kepuasan. "anajer tingkat menengah berperan p!k!k
dalam pr!ses ini, yaitu dengan memberikan pandangan jangka panjang
1+
kepada eksekuti dan memberikan pandangan mengenai kehutuhan
jangka pendek bagi manajer tingkat ba6ah.
(,
MODEL PERAMALAN
PERAMALAN
PENJUALAN
MANAJEMEN
PUNCAK
RAMALAN PENJUALAN
YG DISETUJUI
PERENCANAAN
SUMBER DAYA
KEBUTUHAN
JASA INFO.
KEBUTUHAN
MANUFAKTUR
KEBUTUHAN
PEMASARAN
KEBUTUHAN
KEUANGAN
KEBUTUHAN
SDM
MANAJER
JASA INFO.
MANAJER
MANUFAKTUR
MANAJER
PEMASARAN
MANAJER
KEUANGAN
MANAJER
SDM
ANGGARAN
JASA
ANGGARAN
MANFAKTUR
ANGGARAN
PEMASARAN
ANGGARAN
KEUANGAN
ANGGARAN
SDM
MANAJEMEN
PUNCAK
ANGGARAN
OPERASI AKHIR
Anggaran !perasi untuk sebuah unit, seperti departemen atau di4isi, terdiri
atas jumlah untuk tiap item pengeluaran p!k!k 8gaji, telep!n, se6a, pemas!k, dan
sebagainya9. Item pengeluaran ini biasanya dial!kasikan per bulan sepanjang tahun
iskal agar sesuai dengan tingkat luktuasi akti4itas. Setiap manajer yang mempunyai
tanggung ja6ab anggaran ini menerima lap!ran bulanan, yang menunjukkan
pengeluaran sebenamya dari tiap unit dibandingkan dengan anggaran .
.ap!ran ini biasanya mempunyai dampak yang besar pada manajer. Dalam
beberapa perusaham, ren%ana k!mpensasi manajemen sebagian didasarkan pada
penampilan anggaran. "ungkin perusahaan akan memberikan b!nus jika
penampilannya tidak melen%eng dari anggaran. Tujuannya adalah untuk memenuhi
jumlah keseluruhan yang dianggarkan selama setahun. "anajer bekerja untuk
men%apai tujuan tersebut dengan %ara melakukan m!nit!ring terhadap lap!ran
bulanan dan meresp!n 4arian yang melen%eng. Teknik drill-d!6n dapat dijadikan %ara yang
eekti untuk mendapatkan 4arian se%ara lebih lengkap.
(1
4A4 III
"ENUTU"
Kesimpul#n
Dari makalah yang telah kami susun, kami dapat menarik
kesimpulan bahwa Sistem In!rmasi 0euangan adalah sistem in!rmasi
8subsistem dari :$IS9 yang memberikan in!rmasi kepada !rang atau kel!mp!k baik
di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan mengenai masalah keuangan
perusahaan.
In!rmasiyang diberikan disajikan dalam bentuk lap!ran khusus, lap!ran
peri!dik, hasil dari simulasi matematika, saran dari sistem pakar, dan k!munikasi
elektr!nik.
1. Input
a9 Sistem In!rmasi Akuntansi, Data akuntansi menyediakan %atatan mengenai
segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan yang terjadi dalam
perusahaan. :atatan dibuat untuk setiap transaksi, menjelaskan apa yang terjadi,
kapan terjadinya, siapa yang terlibat dan berapa banyak uang yang terlibat. Data
ini dapat dianalisis dalam berbagai %ara untuk memnuhi sebagian kebutuhan
in!rmasi manajemen.
b9 Subsistem Audit Internal, terdapat ( jenis Audit!r yaitu 819 eksternal, biasanya
terdapat pada perusahaan ke%il. 8(9 internal, biasanya pada perusahaan besar
mempunyai sta ini sendiri. Ada empat jenis dasar kegiatanaudit internal '
((
19 0euangan, menguji akurasi %atatan perusahaan dan merupakan jenis kegiatan
yang dilakukan !leh audit!r eksternal.
(9 &perasi!nal, dilakukan untuk memeriksa eekti4itas pr!sedur. Dilakukan
!leh analis sistem selama tahap analis dari siklus hidup sistem.
#9 0esesuaian, merupakan lanjutan dari kegiatan audit !prasianal. Audit
kesesuaian akan berlanjut terus, sehingga pr!sedur di perusahaan akan terus
berajalan dengan baik.
*9 /an%angan Sistem -engendalian Internal, merupakan ren%ana untuk
pelaksanaan audit-audit agar berjalan lebih baik.
%9 Subsistem Intelijen 0euangan, digunakan untuk mengidentiikasikan sumber =
sumber terbaik m!dal tambahan dan in4estasi terbaik. In!rmasi yang diper!leh
berasal dari dua pihak, yakni -emegang saham dan masyarakat keuangan.
(. &utput
a9 Sistem -eramalan, merupakan salah satu kegiatan matematis tertua dalam bisnis.
Ada tiga akta dasar dalam pemikiran peramalan ' 819 Semua peramalan
merupakan pr!yeksi dari masa lalu 8(9 Semua peramalan terdiri dari keputusan
semistruktur 8#9 Tidak ada teknik peramalanyang sempurna.
Terdapat dua jenis peramalan 819 -eramalan <angka -endek, dilakukan !leh area
ungsi!nal. 8(9 -eramalan <angka -anjang, dilakukan !leh suatu area selain
pemasaran 8suatu kel!mp!k khususyang hanya mempunyai tanggung ja6ab
peren%anaan9.
Terdapat dua met!de peramalan, antara lain '
19 "et!de peramalan n!nkuantitati, tidak meliibatkan perhitungan data tetapi
didasarkan pada penaksiran subyekti.
(9 "et!de 0uantitati, melibatkan pembuatan suatu hubungan antara kegiatan
yang akan diramal.
b9 Subsistem "anajemen Dana, bertugas untuk mengel!la arus uang,menjaganya
agar tetap seimbang dan p!siti.
%9 Subsistem -engendalian, memudahkan manajer untuk menggunakan se%ara
eekti semua sumber daya yang tersedia.
(#
(*