Anda di halaman 1dari 8

Syaiful Anam Production

Syaiful Anam - Sharing pengetahuan / pelajaran sambil belajar ngeBlog | Nyari duit lewat Blog /
Blogpot | Sharing Motivasi, Bisnis dan lain-lain ^_^
Pages
Home
Blog
Asin Amazon
Motivasi
Pendidikan
Hubungi Saya


Saturday, October 13, 2012
Browse Home Pendidikan , Statistika MEAN, MODUS, MEDIAN
MEAN, MODUS, MEDIAN

A. Rata-rata Hitung (Mean)
Statistik yang paling banyak digunakan ukuran gejala pusat adalah Rata-rata hirung (Mean).
Rata-rata hitung didefinisikan sebagai jumlah semua skor untuk variabel dan kemudian
dibagi dengan jumlah pengamatan. Oleh karena itu, rumus untuk rata-rata hitung adalah
sebagai berikut:

Sebagai contoh, mengambil data yang disajikan dalam Tabel :


Jumlah pengamatan (X) adalah 1 + 5 + 7 + 2 + 10 + 4 + 6 + 5 + 4 + 6 = 50. Lalu, kita
membagi nilai ini dengan n, yang pada contoh ini adalah 10 karena kita memiliki 10
pengamatan. Jadi, 50/10 = 5. Rata-rata hitung untuk set pengamatan ini adalah 5. Software
statistik SPSS menyediakan beberapa cara untuk menghitung rata-rata untuk sebuah
variabel. Perintah Mean dapat ditemukan di bawah Descriptives, kemudian Frequencies,
Explore, dan akhirnya Mean. Selain itu, rata-rata dapat menjadi tambahkan output untuk
perhitungan lainnya,seperti regresi ganda. Output untuk mean Descriptives disajikan pada
Gambar :




Seperti yang terlihat pada output, variabel titik data memiliki total 10 observasi (dilihat di
bawah kolom N), nilai terendah dalam kumpulan data adalah 1, nilai tertinggi adalah 10,
rata-rata adalah 5, dan standar deviasi 2,539.
Ada dua masalah utama yang perlu Anda ketahui ketika menggunakan rata-rata hitung.

1. Rata-rata hitung dapat dipengaruhi oleh outliers, atau data nilai-nilai yang berada di
luar jangkauan mayoritas titik data. Outliers dapat menarik mean menuju daerah
outliers, sehingga menghasilkan nilai Mean yang bias. Sebagai contoh, jika data yang
ditetapkan dalam Gambar 1 termasuk data titik (yang akan pengamatan 11) dari 40,
mean akan menjadi 8.2. Jadi, ketika kumpulan data sangat miring, itu dapat lebih
signifikan untuk menggunakan ukuran gejala pusat yang lain (misalnya, median atau
modus).
2. Rata-rata hitung sulit untuk ditafsirkan ketika variabel yang dihitung adalah variabel
nominal dengan dua tingkatan (misalnya, jenis kelamin) dan tidak signifikan ketika
ada lebih dari dua tingkat atau kelompok untuk suatu variabel (misalnya, etnis).
Mean akan konsisten saat pengukuran dengan pengulangan (repeated measures)
pada variabel yang sama, rata-rata hitung cenderung untuk tidak berubah secara
radikal (selama tidak ada ekstrim outliers dalam kumpulan data).
B. Modus
Modus merupakan fenomena yang paling banyak terjadi. Modus paling banyak digunakan
pada penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif, hal yang paling banyak menyebabkan
suatu keadaan sering di anggap penyebab keadaan tersebut. Misalnya kebanyak kecelakaan
lalulintas disebabkan oleh pengemudi yang mabuk. Pengemudi yang mabuk dalam hal ini
adalah modus. Dalam data berbentuk kuantitatif, modus sangat mudah untuk dideteksi.
Dengan melihat data kita tinggal menentukan angka berapa yang paling sering muncul.
Angka yang sering muncul itulah yang kita sebut dengan modus.
Pada data nilai siswa pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam di atas terlihat bahwa
angka yang paling sering muncul adalah 67 yang muncul sebanyak tiga kali dan tidak ada
yang muncul sebanyak itu dari data yang lain. Akan tetapi pada data yang telah tersusun
dalam tabel frekuensi, modus dapat di cari dengan menggunakan rumus:


Keterangan:

b= batas bawah kelas modus yaitu kelas yang memiliki frekuensi terbanyak

p= panjang kelas modus

b1 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval dengan tanda kelas yang lebih kecil
sebelum tanda kelas modus

b2 = frekuensi kelas modal dikurangi frekuensi kelas interval dengan tanda kelas yang lebih besar
sesudah tanda kelas modus

Misalnya dari tabel frekuensi di atas kita dapat menghitung modusnya. Dengan
memperhatikan tabel kita akan menemukan

b = 70,5

p = 10

b1 = 7 5 = 2

b2 = 7 3 = 4
Dengan memasukkan data tersebut ke dalam rumus akan kita dapatkan

Kembali kita menemukan bahwa menghitung modus pada data berkelompok berbeda
dengan menghitung modus pada data tunggal. Aspek ramalan yang kita gunakan pada
penentuan modus dengan menggunakan data berkelompok turut menentukan hasil modus
yang kita temukan. Ternyata menentukan modus dengan tidak mengelompokkan data lebih
tepat daripada kita mengelompokkan data terlebih dahulu.

C. Median
Median adalah datum yang membagi data menjadi dua kelompok, 50 persen data kurang
dari nilai median dan 50 persen data lebih besar dari median. Pada data tunggal, pencarian
nilai median dilakukan dengan cara mengurutkan data dari nilai terkecil ke nilai terbesar.
Kemudian nilai tengah data yang telah diurutkan itu merupakan nilai median.
Bagaimana menentukan nilai median dari data berkelompok? Bagaimana penurunan
formula nilai median untuk data berkelompok hingga menjadi rumus sebagai berikut:



di mana:
Lo = tepi bawah dari kelas limit yang mengandung median,
Me = nilai median,
n = banyaknya data,
Fk = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang memuat median,
f0 = frekuensi kelas yang memuat median,
c = panjang intreval kelas.
Perhatikan Tabel berikut:




Bentuk histogram dari Tabel Di atas adalah:



Oleh karena banyaknya data 64, maka nilai median jatuh pada data ke-32. Garis merah
horizontal menunjukkan posisi data ke-32 sementara garis hijau muda vertikal
menunjukkan median data berkelompok dari data di atas. Jumlah kumulatif hingga kelas
limit ketiga adalah 22. Berarti, posisi median berada pada data ke-10 (32 22) pada kelas
limit keempat. Bilangan ini diperoleh dari (n/2 Fk).
Median data berkelompok dihitung berdasarkan interpolasi dari posisi data pada kelas limit
yang mengandung median. Secara matematis, persamaannya dapat ditulis sebagai berikut:




Sehingga dengan manipulasi matematik akan diperoleh persamaan:


Di mana: Lu Lo menyatakan panjang interval kelas c dan Fk* Fk menunjukkan
frekuensi kelas limit median f0. Dengan demikian, median data berkelompok yang
dihasilkan sama dengan:


Demikian asal muasal median untuk data berkelompok.


Sumber :

http://vesterstatistics.blogspot.com/2010/02/rata-rata-hitung-mean.html

http://statistikpendidikanii.blogspot.com/2008/04/modus-merupakan-fenomena-yang-
paling.html
INFO: maen facebook dapat uang / pulsa klik di sini
Tweet
Related Posts




Ditulis oleh Anam
Label: Pendidikan, Statistika
Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)


My Kontes
Hosting Terbaik untuk Bisnis Online Profesional

Belajar Video Marketing
1. Dominasi Video di Youtube
2. Membuat Video dg PPT

Entri Populer
MEAN, MODUS, MEDIAN
Belajar Akuntansi I (Pengertian & Pihak-Pihak yang Berkepentingan)
Cara Memasukkan File Microsoft Word, PDF atau PPT ke Postingan Blog
50.000 Pertama dari Bisnis Affiliate Amazon
Hukum Shalawat Nabi dalam Shalat dan Penggunaan kata Sayyidina

Subscribe via email
Enter your email address:

A-6Production en_US
Subscribe

Delivered by FeedBurner

Histats
<a href="http://www.histats.com" target="_blank"><img
src="http://sstatic1.histats.com/0.gif?2444417&amp;101" alt="counter easy hit" border="0" /></a>

Total Pageviews

Copyright 2013 A-6 Production. Template images by fpm. Powered by Blogger.

Bantu saya vote +1 pada tombol google plus di bawah!!
+ Get Widget