Anda di halaman 1dari 1

Kampanye Anti Kekerasan Versi Gerakan Tiro-14

Yogyakarta- Pada suatu kesempatan siang Tim Acehmediart menemui Tu-ngang Iskandar, salah
seorang penggagas Gerakan Tiro-14 yang sedang berada di Yogyakarta. Tiro-14 merupakan
gerakan yang gencar menggalang solidaritas untuk mengkampanyekan anti kekerasan melalui
slogan-slogan damai saat berbagai kekerasan banyak terjadi di Aceh. khususnya yang terjadi saat
penyambutan PEMILU pada
Jika dalam pemilu sebelumnya orang Jawa yang menjadi tumbal politik di Aceh, Kondisi
tersebut telah berubah, berbagai tindak kekerasan yang dipraktekkan telah mengarah pada
penghabisan nyawa dari masyarakat Aceh itu sendiri. Suatu hal yang sangat menggelisahkan kita,
bukan karena orang Aceh memang sudah berkarakter keras setelah iklim konflik yang lama
mencengkram Aceh, namun karena Aceh telah kehilangan sosok kharismatik yang didengarkan
pasca meninggalnya Teungku Hasan Tiro, untuk menyatukan orang Aceh.
Poster ini dibuat atas gelisah yang mengerus energi masyarakat Aceh, dengan menampilkan
kembali sosok Teungku Hasan tiro melalui gambar dan kata-kata untuk menghentikan kekerasan
apapun dan dengan alasan apapun terhadap orang Aceh, karena melebihi apapun Aceh adalah
manusia yang harus dihidupkan, bukan dimatikan oleh nafsu materialisme yang bertopeng
idealisme. Apalagi kekerasan tersebut dilakukan oleh orang Aceh dan terhadap orang Aceh
sendiri (bukan berarti kami menghalalkan nyawa orang-orang non Aceh, karena dalam konteks
ini kami ingin membicarakan mengenai bersatunya orang Aceh dalam iklim politik apapun,
sehingga dapat menjadi contoh bagi orang lain di muka bumi).
Kampanye terhadap kekerasan yang dibuat oleh T-14 (Tiro-2014) ini terkhusus ditujukan bagi
para politisi dan simpatisan fanatik yang berada di bawah bendera partai apapun yang sedang
bermain dengan nyawa orang Aceh dan telah berdiri seperti tentara bayaran yang hanya
mengabdi pada tuannya.
Bagi siapapun yang peduli pada hak hidup tenang dan damai orang Aceh, T-14 ingin mengajak
agar kiranya bersedia menyebarkan poster ini, baik dengan mencetak dan menempelkannya di
tempat-tempat umum dan membagikannya dalam media sosial, dengan harapan Aceh yang
semakin baik. (Tiro-2014).