Anda di halaman 1dari 21

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM

NOMOR DJ.II/ 231 TAHUN 2013


TENTANG
PEDOMAN PENILAIAN KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) KECAMATAN
TELADAN
DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM,
Menimbang :a.bahwa dalam rangka pembinaan aparatur Kantor Urusan
Agama (KUA) Kecamatan yang diarahkan untuk peningkatan
kinerja pelayanan KUA, diperlukan adanya pelaksanaan
pemilihan KUA kecamatan teladan sebagai sarana evaluasi
kemajuan peningkatan kinerja pelayanan KUA;
b.bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a, perlu menyempurnakan Keputusan Direktur
Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor DJ.II/317 Tahun
2012 tentang Pedoman Penilaian Kantor Urusan Agama (KUA)
Teladan;
Mengingat :1.Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan;
2.Keputusan Menteri Agama Nomor 168 tahun 2000 tentang
Pedoman Perbaikan Pelayanan Masyarakat di Lingkungan
Departemen Agama;
3.Keputusan Menteri Agama Nomor 117 tahun 2007 tentang
Pedoman Penilaian Kinerja Unit Pelayanan Masyarakat di
Lingkungan Departemen Agama;
4.Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama;
5.Keputusan Menteri Agama Nomor 13 tahun 2012 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota;
6.Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 38
Tahun 2012 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit Pelayanan
Publik;
7.Peraturan Menteri Agama Nomor 39 Tahun 2012 tentang
Organisasi dan Tata Kerja KUA;
8.Instruksi Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2000 tentang
Pedoman Perbaikan Pelayanan Masyarakat di Lingkungan
Departemen Agama;
9.Instruksi Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2004 Tentang
Peningkatan Pelayanan Pernikahan Pada Kantor Urusan
Agama Kecamatan;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN
MASYARAKAT ISLAM TENTANG PEDOMAN PENILAIAN
KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) KECAMATAN TELADAN.
KESATU : Pedoman Penilaian KUA Kecamatan Teladan sebagaimana
tersebut dalam lampiran Keputusan merupakan bagian yang tak
terpisahkan.
KEDUA : Pedoman Penilaian KUA Kecamatan Teladan sebagaimana
tersebut dalam lampiran keputusan ini untuk dipergunakan
sebagai acuan dalam melaksanakan penilaian unit kerja KUA
Kecamatan Teladan.
KETIGA : Segala pembiayaan akibat pelaksanaan Keputusan ini
dibebankan pada anggaran DIPA masing-masing satuan kerja
secara berjenjang.
KEEMPAT : Dengan diberlakukannya Keputusan Dirjen ini, maka Keputusan
Direktur Jenderal Nomor DJ.II/317 Tahun 2012 tentang
Pedoman Penilaian Kantor Urusan Agama (KUA) Teladan
dinyatakan tidak berlaku lagi.
KELIMA : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
Pada Tanggal, 4 Maret 2013 Maret

LAMPIRAN
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM
NOMOR DJ.II/ 231 TAHUN 2013
TENTANG
PEDOMAN PENILAIAN KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) KECAMATAN TELADAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
KUA Kecamatan sebagai unit teknis terdepan memiliki posisi dan
kedudukan yang sangat penting dalam rangka pencitraan Kementerian
Agama secara menyeluruh di mata masyarakat. KUA merupakan unit
pelaksana teknis Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam pada
tingkat Kecamatan yang memiliki cakupan tugas pelayanan yang sangat luas.
Sebagai salah satu unit pelayanan publik, KUA dituntut mampu
memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal, meliputi
pelaksanaan pelayanan, pengawasan, pencatatan dan pelaporan nikah dan
rujuk; Penyususnan statistik dokumentasi dan pengelolaan system informasi
manajemen KUA; Melaksanakan tata usaha dan rumah tangga KUA;
Pelayanan bimbingan keluarga sakinah, Kemasjidan, bimbingan syariah,
serta penyelenggaraan fungsi lain dibidang agama Islam yang ditugaskan oleh
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
Mengingat besarnya tugas dan fungsi tersebut, KUA harus
meningkatkan profesionalismenya dalam melayani masyarakat, untuk itu
perlu mendapat perhatian dalam pembinaan, evaluasi, dan penilaian kinerja
seluruh unsur yang ada di dalamnya. Sehubungan dengan hal tersebut
dalam rangka meningkatkan kualitas pencapaian pelayanan pada KUA
Kecamatan diperlukan penilaian kinerja KUA Kecamatan secara berjenjang
mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Oleh karena itu
diperlukan pedoman pelaksanaan penilaian KUA Kecamatan Teladan.
B.Maksud dan Tujuan
1.Maksud :
Pedoman Penilaian KUA Kecamatan Teladan ini dimaksudkan sebagai
acuan bagi tim penilai dalam pelaksanaan penilaian KUA Kecamatan
teladan.
2.Tujuan:
a.Memberikan bimbingan dan petunjuk pelaksanaan penyelenggaraan
penilaian KUA Kecamatan Teladan mulai dari tingkat kabupaten/kota,
provinsi hingga nasional.
b.Terciptanya kesamaan pola penilaian.
c.Terlaksananya penilaian yang objektif dan transparan.
d.Terpilihnya unit pelayanan masyarakat yang representatif.
C.Sasaran
Sasaran pedoman ini adalah terlaksananya penilaian kinerja unit pelayanan
KUA Kecamatan secara efektif sehingga menghasilkan predikat KUA
Kecamatan Teladan dalam rangka meraih penghargaan citra pelayanan
prima.
D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pedoman ini meliputi: Pendahuluan, Pelaksanaan Penilaian
KUA Kecamatan Teladan, Tata Cara Penilaian, Organisasi dan Mekanisme,
Penetapan Juara, Penghargaan dan Pendanaan, serta Pembinaan dan Tutup.
E.Pengertian Umum
Dalam pedoman ini yang dimaksud dengan:
1.KUA Kecamatan adalah unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal
Bimbingan Masyarakat Islam yang bertugas melaksanakan sebagian
tugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota di bidang Urusan
Agama Islam.
2.Tim Penilai KUA Kecamatan Teladan adalah tim yang ditetapkan
Kementerian Agama secara berjenjang dari tingkat Kabupaten/kota,
Provinsi, dan Nasional yang bertugas melakukan penilaian terhadap KUA
Kecamatan.
3.Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka
pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa,
dan/atau pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara
pelayanan publik.
4.Standar Pelayanan adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas
pelayanan sebagai kewajiban dan janji penyelenggara kepada masyarakat
dalam rangka pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau, dan
terukur.
5.Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah serangkaian instruksi
tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan
administrasi pemerintahan, bagaimana dan kapan harus dilakukan,
dimana, dan oleh siapa dilakukan.
6.Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) adalah data dan informasi tentang
tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran
secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam
memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik
dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhannya.
BAB II
PERSYARATAN, KOMPONEN PENILAIAN
A.Persyaratan
1. KUA Kecamatan yang diusulkan belum pernah menjadi pemenang pada
penilaian KUA Teladan tingkat Nasional tahun sebelumnya.
2. Masa jabatan Kepala KUA Kecamatan minimal 2 tahun.
B.Komponen Penilaian
Komponen dan indikator penilaian sebagai berikut:
1.Visi, misi, dan motto pelayanan
Komponen ini berkaitan dengan visi, misi, dan motto pelayanan yang
memotivasi pegawai untuk memberikan pelayanan terbaik.
Indikator penilaian untuk komponen ini meliputi:
a. Adanya visi dan misi yang diimplementasikan dalam pelaksanaan
pelayanan.
b. Penetapan motto pelayanan yang mampu memotivasi pegawai untuk
memberikan pelayanan terbaik.
c. Motto pelayanan diumumkan secara luas kepada pengguna layanan.
2. Standar Pelayanan dan Maklumat Pelayanan
Dalam rangka memberikan kepastian, meningkatkan kualitas, dan
kinerja pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan selaras
dengan kemampuan Penyelenggara sehingga mendapatkan kepercayaan
masyarakat, maka penyelenggara pelayanan perlu menyusun,
menetapkan, dan menerapkan Standar pelayanan.
Indikator penilaian untuk komponen ini meliputi:
a. Penyusunan, penetapan, dan penerapan standar pelayanan yang
mengacu Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik.
b. Maklumat Pelayanan yang dipublikasikan.
3. Sistem, Mekanisme, dan Prosedur
Komponen ini berkaitan dengan sistem dan prosedur baku dalam
mendukung pengelolaan pelayanan yang efektif dan efsien untuk
memberikan kepuasan kepada masyarakat pengguna pelayanan. Sistem
dan prosedur baku meliputi Standar Operasional Prosedur.
Indikator penilaian untuk komponen ini meliputi:
a. Penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP)
b. Penetapan uraian tugas yang jelas
4. Sumber Daya Manusia
Komponen ini berkaitan dengan profesionalisme pegawai, yang meliputi:
sikap dan perilaku, keterampilan, kepekaan, dan kedisiplinan.
Indikator penilaian untuk komponen ini meliputi:
a. Penetapan dan penerapan pedoman kode etik pegawai
b. Sikap dan perilaku pegawai dalam memberikan pelayanan kepada
pengguna layanan
c. Tingkat kedisiplinan pegawai dalam memberikan pelayanan kepada
pengguna layanan
d. Tingkat kepekaan/respon pegawai dalam memberikan pelayanan
kepada pengguna layanan
e. Tingkat keterampilan pegawai dalam memberikan pelayanan kepada
pengguna layanan
f. Penetapan kebijakan pengembangan pegawai dalam rangka
peningkatan keterampilan/ profesionalisme pegawai dengan tujuan
meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna pelayanan
5. Sarana dan Prasarana Pelayanan
Komponen ini berkaitan dengan daya guna sarana dan prasarana
pelayanan yang dimiliki.
Indikator penilaian untuk komponen ini meliputi:
a. Sarana dan prasarana yang dipergunakan untuk proses pelayanan
telah didayagunakan secara optimal
b. Sarana dan prasarana pelayanan yang tersedia memberikan
kenyamanan kepada pengguna layanan (perhatikan: kebersihan,
kesederhanaan, kelayakan dan kemanfaatan)
c. Sarana pengaduan (Kotak pengaduan, loket pengaduan, telepon tol,
email dan lainnya)
6. Penanganan Pengaduan
Komponen ini berkaitan dengan sistem dan pola penanganan pengaduan,
serta bagaimana penyelesaian terhadap pengaduan tersebut sesuai
aturan yang berlaku.
Indikator penilaian untuk komponen ini meliputi:
a. Sistem/prosedur pengelolaan pengaduan pengguna layanan
b. Petugas khusus/ unit yang menangani pengelolaan pengaduan
c. Persentase jumlah pengaduan yang dapat diselesaikan
7. Indeks Kepuasan Masyarakat
Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) diperlukan untuk mengetahui
tingkat kepuasan masyarakat secara berkala dan mengetahui
kecenderungan kinerja pelayanan pada masing-masing Unit Pelayanan
instansi Pemerintah dari waktu ke waktu. Komponen ini berkaitan
dengan pelaksanaan survei IKM, metode yang digunakan, skor yang
diperoleh, serta tindak lanjut dari hasil pelaksanaan survei IKM.
Indikator penilaian untuk komponen ini meliputi:
a. Pelaksanaan survei IKM dalam periode penilaian
b. Survei IKM yang dilakukan yang mengacu Kepmenpan 25 Tahun 2004
dalam periode penilaian
c. Rata rata skor IKM yang diperoleh
d. Tindak lanjut dari hasil survei IKM
8. Sistem Informasi Pelayanan Publik
Komponen ini berkaitan dengan sistem pengelolaan informasi pelayanan,
wujud/bentuk penyampaian informasi, serta tingkat keterbukaan
informasi kepada pengguna layanan.
Indikator penilaian untuk komponen ini meliputi:
a.Penyampaian informasi melalui website
b. Sistem pengelolaan administrasi nikah
c. Tingkat keterbukaan informasi pelayanan kepada pengguna layanan
melalui website
9. Produktivitas dalam pencapaian target pelayanan
Komponen ini berkaitan dengan penentuan target pelayanan serta tingkat
pencapaian target tersebut.
Indikator penilaian untuk komponen ini meliputi:
a.Penetapan target kinerja pelayanan
b. Tingkat Pencapaian target kinerja.
10.Performance KUA meliputi :
1.Test tertulis dan wawancara;
2.Pembacaan dan pemahaman al-Quran, khutbah nikah dan baca kitab
munakahat;
3.Pemahaman hukum positif perkawinan di Indonesia dan peraturan
perundang-undangan yang terkait.
C.Metode Penilaian
Dalam melaksanakan penilaian terhadap KUA Kecamatan Teladan digunakan
metode sebagai berikut:
Metode Penilaian meliputi 2 tahapan :
1. Kunjungan lapangan dan penelaahan dukumen :
a)Kunjungan lapangan dimaksudkan untuk melihat secara langsung
penyelenggaraan kegiatan KUA Kecamatan dalam melaksanakan
pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk dokumentasi dan
visualisasi riil.
b)Penelaahan dokumen yaitu meneliti dokumen hasil-hasil pelaksanaan
kegiatan dan profl KUA Teladan yang diselenggarakan oleh tim
tingkat provinsi, kabupaten/kota.
2. Penilaian terhadap Performance KUA melalui wawancara dan test tertulis.
BAB III
TATA CARA DAN BOBOT PENILAIAN
Penilaian terhadap KUA Kecamatan sebagai unit pelayanan masyarakat terbaik
dilakukan oleh Tim Penilai, dengan menggunakan formulir penilaian
(sebagaimana terlampir) dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
A.Cara Penilaian
1.Melakukan verifkasi terhadap KUA Kecamatan secara langsung,
melakukan identifkasi semua komponen pelayanan dan memberikan
apresiasi terhadap kinerja pelayanan yang dilakukan serta wawancara
langsung dengan pemberi dan penerima pelayanan.
2.Melakukan test tertulis, test pembacaan Kitab tentang Munakahat, test
pembacaan dan pemahaman Al-Quran dan membaca khutbah nikah.
3.Mempertimbangkan pendapat, laporan, pengaduan informasi masyarakat,
baik yang disampaikan langsung atau melalui media massa tertentu dan
temuan pemeriksaan.
Mekanisme penilaian dan pengusulan KUA Kecamatan Teladan dilaksanakan
secara berjenjang dengan ketentuan sebagai berikut :
a.Tim Penilai Tingkat kabupaten/kota melaksanakan penilaian terhadap
KUA Kecamatan pada bulan Maret, selanjutnya Kantor Kementerian
Agama kabupaten/kota mengusulkan secara tertulis hasil penilaian
tersebut kepada Kanwil Kementerian Agama.
b.Tim Penilai Tingkat provinsi melaksanakan penilaian terhadap KUA
Kecamatan pada bulan April-Mei yang diusulkan oleh masing-masing
kabupaten/kota. Selanjutnya Kantor Kementerian Agama mengusulkan
secara tertulis hasil penilaian tersebut kepada Direktur Jenderal
Bimbingan Masyarakat Islam Cq. Direktur Urusan Agama Islam dan
Pembinaan Syariah;
c.Tim Penilai Tingkat Kementerian Agama Pusat melaksanakan verifkasi
terhadap KUA Kecamatan yang diusulkan oleh masing-masing Kantor
Wilayah Kementerian Agama pada bulan Juni-Juli.
d.Panitia penilaian tingkat nasional akan mengundang para pemenang
penilaian KUA Kecamatan Teladan tingkat provinsi di Jakarta pada bulan
Agustus 2013.
e.Tim panel ahli melaksanakan test performance Kepala KUA Kecamatan
yang diusulkan oleh tim penilai pusat, dan merekomendasikan 10
peringkat KUA Kecamatan terbaik kepada tim pantuhir untuk ditetapkan
sebagai pemenang.
B. Bobot Penilaian
1. Komponen penilaian lapangan memiliki bobot nilai 70%, terdiri dari :
a.Visi, misi, dan motto pelayanan
b.Standar Pelayanan dan Maklumat Pelayanan
c.Sistem, Mekanisme, dan Prosedur
d.Sumber Daya Manusia
e.Sarana dan Prasarana Pelayanan
f. Penanganan Pengaduan
g.Indeks Kepuasan Masyarakat
h.Sistem Informasi Pelayanan Publik
i. Produktivitas dalam pencapaian target pelayanan
2. Penilaian terhadap performance Kepala KUA memiliki bobot nilai 30%
yang terdiri dari:
a.Test tertulis dan wawancara;
b.Pembacaan dan pemahaman al-Quran, khutbah nikah dan baca kitab
munakahat;
c.Pemahaman hukum positif perkawinan di Indonesia dan peraturan
perundang-undangan yang terkait.
BAB IV
ORGANISASI DAN MEKANISME PENYELENGGARAAN PEMILIHAN
A. Organisasi
Organisasi penilaian adalah sebagai berikut:
1. Tim Panitia Penentu Akhir (Pantuhir)
Tim Pantuhir bertugas menetapkan KUA Kecamatan Teladan yang berhak
menerima predikat terbaik dengan Keputusan Direktur Jenderal
Bimbingan Masyarakat Islam berdasarkan rekomendasi tim panel ahli.

2. Tim Panel Ahli
Tim Panel Ahli bertugas melakukan validasi hasil penilaian tim penilai
pusat dan merekomendasikan pemeringkatan kepada tim pantuhir.
3. Tim Penilai
Tim Penilai bertugas melakukan penilaian terhadap KUA Kecamatan
secara langsung dan melakukan tabulasi, evaluasi, dan melaporkan hasil
penilaian. Tim Penilai terdiri dari : Pejabat Kementerian Agama, instansi
terkait, tokoh masyarakat/ulama, LSM dan media massa yang ditetapkan
oleh Keputusan Kementerian Agama. Tim penilai terdiri dari:
a.Tingkat Pusat, melaksanakan penilaian terhadap Kantor Urusan
Agama Kecamatan tingkat Nasional dengan memilih salah satu yang
terbaik hasil penilaian tingkat provinsi berdasarkan kriteria yang
ditetapkan.
b.Tingkat Provinsi, melaksanakan penilaian terhadap Kantor Urusan
Agama Kecamatan yang berada di wilayah provinsi dengan memilih
salah satu yang terbaik hasil penilaian tingkat kabupaten/kota
berdasarkan kriteria yang ditetapkan.
c.Tingkat Kabupaten/Kota, melaksanakan penilaian terhadap Kantor
Urusan agama Kecamatan yang berada di wilayahnya untuk memilih
salah satu yang terbaik berdasarkan kriteria yang ditetapkan.

B.Mekanisme Penyelenggaraan
1.Tingkat Kabupaten/Kota
Penyelenggaraan penilaian KUA Kecamatan Teladan tingkat
Kabupaten/Kota dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
a.Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota merencanakan
penyelenggaraan Penilaian KUA teladan dengan Pemda setempat;
b.Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota membentuk Panitia dan
Tim Penilai KUA Kecamatan Teladan;
c.Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota memberitahukan melalui
surat edaran kepada para KUA Kecamatan tentang kegiatan
dimaksud;
d. Proses penilaian mengacu kepada mekanisme penilaian pada bab II
pedoman ini;
e.Pengukuhan juara diumumkan lebih lanjut;
f.Hasil Penilaian KUA Kecamatan Teladan dilaporkan kepada
Bupati/Walikota dan Kantor kementerian Agama disertai dengan
daftar riwayat hidup para juara;
g.Juara I KUA Kecamatan Teladan menjadi peserta penilaian KUA
Kecamatan teladan Tingkat Provinsi;
h.Profl juara KUA Kecamatan Teladan tingkat kabupaten/kota
dikirimkan kepada Panitia tingkat provinsi.
2. Tingkat Provinsi
Penyelenggaraan Penilaian KUA Kecamatan Teladan Tingkat Provinsi
dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
a. Kanwil Kementerian Agama Provinsi merencanakan penyelenggaraan
penilaian KUA Kecamatan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah
Provinsi;
b. Kanwil Kementerian Agama Provinsi membentuk Panitia dan Tim
Penilai dengan Surat Keputusan Kepala Kanwil Kementerian Agama
Provinsi;
c. Kanwil Kementerian Agama Provinsi memberitahukan seluruh Kantor
Kementerian Agama Kabupaten/kota di wilayah provinsi masing-
masing tentang penyelenggaraan penilaian KUA Kecamatan Teladan
tingkat provinsi;
d. Proses penilaian mengacu kepada mekanisme penilaian pada bab II
pedoman ini;
e. Pengukuhan juara diumumkan lebih lanjut;
f. Hasil penilaian KUA Teladan dilaporkan kepada Gubernur dan Kanwil
Kementerian Agama Provinsi;
g. Juara I KUA Kecamatan Teladan menjadi peserta penilaian KUA
Kecamatan teladan Tingkat Nasional;
h.Profl juara KUA Teladan tingkat provinsi dikirimkan kepada Direktur
Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah.
3.Tingkat Nasional
Penyelenggaraan Penilaian KUA Kecamatan Teladan tingkat Nasional
dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
a.Pembentukan panitia dan tim penilai ditetapkan melalui surat
keputusan Dirjen Bimas Islam;
b.Penerbitan Surat Edaran Dirjen Bimas Islam kepada Kanwil
Kementerian Agama Provinsi tentang Penyelenggaraan Penilaian KUA
Kecamatan Teladan tingkat Nasional;
c.Pemanggilan para peserta Penilaian KUA Kecamatan Teladan tingkat
Nasional melalui Surat Dirjen Bimas Islam kepada Kanwil Kementerian
Agama Provinsi;
d.Proses penilaian mengacu kepada mekanisme penilaian pada bab II
pedoman ini;
e.Proses Penilaian KUA Kecamatan teladan tingkat Nasional dilaksanakan
pada bulan Agustus;
f.Hasil Penilaian KUA Kecamatan Teladan tingkat Nasional dilaporkan
kepada:
1) Menteri Agama RI;
2) Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

BAB V
PENETAPAN JUARA, PENGHARGAAN, DAN PENDANAAN
A. Juara
1.Penetapan Juara dituangkan dalam Keputusan Tim Penilai dan
dikukuhkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kanwil
Kementerian Agama Provinsi dan Direktur Jenderal Bimbingan
Masyarakat Islam;
2.Juara penilaian KUA Kecamatan teladan pada setiap tingkatan terdiri dari:
a.Juara I
b.Juara II
c.Juara III
d.Juara Harapan I
e.Juara Harapan II
f.Juara Harapan III
B. Penghargaan
Kepada Juara diberikan penghargaan berupa: piala, piagam dan hadiah
lainnya;
C. Pendanaan
Sumber dana bagi pembiayaan penyelenggaraan kegiatan Penilaian KUA
Kecamatan Teladan tingkat Nasional, tingkat Provinsi, tingkat
Kabupaten/Kota dapat bersumber dari:
1.DIPA masing-masing satuan organisasi/kerja;
2.Bantuan Pemerintah Daerah;
3.Dana KUA Kecamatan masing-masing;
4.Bantuan Badan/lembaga lain.
BAB VI
PEMBERDAYAAN
Untuk menjaga keteladanan secara berkesinambungan antara KUA Kecamatan
Teladan dengan masyarakat perlu dilakukan pemberdayaan secara terus
menerus antara lain:
1.Mengikut sertakan KUA Kecamatan Teladan dalam kegiatan-kegiatan yang
diadakan Kanwil Kemenag Provinsi dan Kankemenag Kabupaten/Kota
setempat;
2.Mengikut sertakan KUA Kecamatan Teladan sebagai motor penggerak dalam
pembangunan masyarakat dan agama.
BAB VII
PENUTUP
1. Pedoman Penilaian KUA Kecamatan Teladan ini menjadi acuan dalam
Penyelenggaraan Penilaian KUA Kecamatan Teladan mulai dari tingkat
Kabupaten/Kota, Provinsi/Daerah Istimewa dan tingkat Nasional;
2. Kriteria penilaian peserta dibuat sesuai dengan contoh terlampir, dan
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Pedoman Penilaian KUA
Kecamatan Teladan ini;
3. Ketentuan dan penjelasan lainnya akan dikeluarkan kemudian oleh Panitia
Penilaian KUA Kecamatan Teladan di masing-masing tingkatan.
4. Dengan ditetapkan peraturan ini maka Peraturan Ditjen Bimas Islam Nomor
DJ.II/317 Tahun 2012 dinyatakan tidak berlaku.
Jakarta, 4 Maret 2013
LAMPIRAN
FORM PENILAIAN KUA KECAMATAN TELADAN TAHUN 2013
FORM A
Nama KUA Kecamatan :
Nama Kepala KUA :
Kabupaten/Kota :
Provinsi :
Telepon :
Fax/Email :
Jumlah Penghulu :
Jumlah Pegawai :
Jumlah Penduduk :
Jumlah Penduduk Muslim :
Data/Jumlah Peristiwa
Nikah Per Tahun :
Luas Tanah & Bangunan :
Status Tanah & Bangunan :
FORM B
STANDARISASI PENILAIAN KINERJA PELAYANAN
1. Visi, misi, dan moto (bobot 5% / nilai maksimum 50);
NO INDIKATOR KONDISI LAPANGAN NILAI
1 Visi dan misi a. Ada dan diimplementasikan dalam
pelaksanaan pelayanan
25
b. Ada dan tidak diimplementasikan
dalam pelaksanaan pelayanan
15
c. Tidak ada tapi diimplementasikan
dalam pelaksanaan pelayanan
10
d. Tidak ada dan tidak
diimplementasikan dalam pelaksanaan pelayanan
0
2 Motto pelayanan
a. Ada, dipahami, dan memotivasi
pelaksana
25
b. Ada, tidak dipahami, dan
memotivasi pelaksana
15
c. Tidak ada 0
3 Publikasi Moto
pelayanan
a. Diumumkan secara luas melalui
berbagai media massa
10
b. Diumumkan terbatas 7
c. Tidak diumumkan 0
2. Standar dan maklumat pelayanan (bobot 25% / nilai maksimum 250);
NO INDIKATOR KONDISI LAPANGAN NILAI
1 Penerapan dalam
Standar Pelayanan
publik
a.Standar Pelayanan untuk semua jenis pelayanan
mengacu UU 25/2009
200
b.Standar Pelayanan tidak semua jenis atau tidak
sepenuhnya mengacu UU 25/2009
100
c.Standar Pelayanan sama sekali tidak mengacu UU
25/2009
50
d.Tidak ada Standar Pelayanan 0
2 Maklumat
Pelayanan
a.Disusun dan dipublikasikan 50
b.Tidak ada Maklumat pelayanan 0
3. Sistem, mekanisme, dan prosedur (bobot 10% / nilai maksimum 100);
NO INDIKATOR KONDISI LAPANGAN NILAI
1 Penetapan Standar
Operasional
Prosedur (SOP)
a.Ada dan diterapkan 50
b.Ada, tidak diterapkan 20
c.Tidak ada 0
2 Penetapan uraian
tugas yang jelas
a.Ada, dan dipampangkan 50
b.Ada, dan tidak dipampangkan 20
c.Tidak ada uraian tugas 0
4. Sumber daya manusia (bobot 17% / nilai maksimum 170);
NO INDIKATOR KONDISI LAPANGAN NILAI
1 Penerapan
pedoman kode etik
Pegawai
a.Ada, dan diterapkan 30
b.Ada, tidak diterapkan 10
c.Tidak ada 0
2 Sikap dan perilaku
pegawai dalam
memberikan
pelayanan kepada
a.Baik 30
b.Cukup 10
c.Kurang 0
pengguna layanan
3 Tingkat
kedisiplinan
pegawai dalam
memberikan
pelayanan kepada
pengguna layanan
a.Disiplin 30
b.Kurang disiplin 10
c.Tidak disiplin 0
4 Tingkat
kepekaan/respon
pegawai dalam
memberikan
pelayanan kepada
pengguna layanan
a.Responsif 30
b.Kurang responsif 10
c.Tidak responsif 0
5 Tingkat
keterampilan
Pegawai dalam
memberikan
pelayanan kepada
pengguna layanan
a.Terampil 25
b.Kurang terampil 10
c.Tidak terampil 0
6 Penetapan
kebijakan
pengembangan
pegawai dalam
rangka
peningkatan
keterampilan/profe
sionalisme pegawai
dengan tujuan
meningkatkan
kualitas pelayanan
kepada pengguna
pelayanan
a.Ada, sesuai kebutuhan 25
b.Ada, tidak sesuai kebutuhan 10
c.Tidak ada 0
5. Sarana dan prasarana pelayanan (bobot 8% / nilai maksimum 80);
NO INDIKATOR KONDISI LAPANGAN NILAI
1 Sarana dan
prasarana
pelayanan
a. Dipergunakan secara optimal 30
b. Dipergunakan, tidak optimal 15
C. Tidak dipergunakan 0
2 Kondisi Sarana
dan prasarana
pelayanan
a. Bersih 30
b. Cukup bersih 15
c. Tidak bersih 0
3 Sarana pengaduan
layanan
a. Ada, dan efektif 20
b. Ada, tidak efektif 10
c. Tidak ada 0
6.Penanganan pengaduan (bobot 10% / nilai maksimum 100);
NO INDIKATOR KONDISI LAPANGAN NILAI
1 Sistem /prosedur
pengelolaan
pengaduan
pengguna layanan
a.Ada, dan dikelola dengan baik 30
b.Ada, tidak dikelola dengan baik 15
c.Tidak ada 0
2 Petugas
khusus/unit yang
menangani
pengelolaan
pengaduan
a.Ada petugas khusus 30
b.Tidak ada petugas khusus 10
3 Persentase jumlah
pengaduan yang
dapat diselesaikan
a.71% - 100% diselesaikan 40
b.51% - 70% diselesaikan 30
c.10% - 50% diselesaikan 20
d.< 10% diselesaikan 10
7. Indeks kepuasan masyarakat (bobot 10% / nilai maksimum 100);
NO INDIKATOR KONDISI LAPANGAN NILAI
1 Pelaksanaan survei
IKM dalam periode
penilaian
a.Dilaksanakan untuk seluruh jenis pelayanan 25
b.Dilaksanakan untuk sebagian jenis pelayanan 10
c.Tidak dilaksanakan 0
2 Survei IKM yang
dilakukan dalam
periode penilaian
a.Ada dan mengacu pada Kepmenpan 25 Tahun 2004 25
b.Ada, tetapi tidak mengacu Kepmenpan 25 Tahun
2004
10
c.Tidak ada 0
3 Rata-rata skor IKM
yang diperoleh
a.75 100 25
b.50 74 10
c.< 50 0
4 Tindak lanjut dari
hasil survei IKM
a.Ada tindak lanjut 25
b.Tidak ada tindak lanjut 0
8. Sistem informasi pelayanan publik (bobot 7% / nilai maksimum 70);
NO INDIKATOR KONDISI LAPANGAN NILAI
1 Penyampaian
informasi melalui
website
a. Ada dan di-update 25
b. Ada dan tidak di-update 10
c.Tidak ada 0
2 Sistem pengelolaan
administrasi nikah
a.Ada aplikasi SIMKAH, berfungsi dan di-update 25
b.Ada aplikasi SIMKAH, tetapi tidak berfungsi 10
c.Tidak ada 0
3 Tingkat
keterbukaan
informasi
pelayanan kepada
a.Sangat terbuka 20
b.Terbuka 10
c.Tidak terbuka 0
pengguna layanan
melalui website
9. Produktivitas dalam pencapaian target pelayanan (bobot 8% / nilai maksimum 80)
NO INDIKATOR KONDISI LAPANGAN NILAI
1 Penetapan target
kinerja pelayanan
a.Ada 40
b.Tidak ada 0
2 Tingkat
Pencapaian target
kinerja
a.Tercapai/Melampaui (> 100%) 40
b.Tidak Tercapai (80% - 99% ) 30
c.Tidak Tercapai (40% - 79 %) 20
d.Tidak Tercapai (<40%) 0
TOTAL NILAI 1000
FORM C
REKAPITULASI NILAI AKHIR PENILAIAN KUA KECAMATAN TELADAN
KUA Kecamatan :
Nama Kepala KUA:
Kabupaten/Kota :
Provinsi :
Telp./Fax :
Email :
1.Untuk Penilaian Lapangan = 70%
NOKomponen
Visi, misi,
dan motto
pelayanan
(K1)
Komponen
Standar
Pelayanan
dan
Maklumat
Pelayanan
(K2)
Komponen
Sistem,
Mekanism
e, dan
Prosedur
(K3)
Komponen
Sumber
Daya
Manusia
(K4)
Komponen
Sarana
dan
Prasarana
Pelayanan
(K5)
Komponen
Penangan
an
Pengadua
n
(K6)
Komponen
Indeks
Kepuasan
Masyaraka
t
(K7)
Komponen
Sistem
Informasi
Pelayanan
Publik
(K8)
Komponen
Produktivi
tas dalam
pencapaia
n target
pelayanan
(K9)
NILAI
TOTAL
KOMPONE
N NTK=
(K1+K2+K3
+
K4+K5+K6
+K7+K8+K
9) X 70%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
2.Untuk Penilaian Performance Kepala KUA = 30%
NO
TEST
TERTULIS
(T)
TEST
WAWANCARA
(W)
TEST
MEMBACA
KITAB
MUNAKAHAT
(BK)
TEST BACA AL
QURAN DAN
KHUTBAH
NIKAH
(BQK)
NILAI TOTAL
KOMPONEN
=
(T1+W+BK+BQ
K) X 30%
1 2 3 4 5 6
Tim Penilai:
1.......................................... NILAI AKHIR PENILAIAN :
2.......................................... NTK = NAPL + NAP :