Anda di halaman 1dari 12

10/19/2010

1
Bab 2
Fungsi dan Grafik Fungsi
Disusun Oleh:
Dra Noeryanti, M.S.i
E-mail: snoeryanti@yahoo.com
1
2.1 Grafik Suatu Persamaan
2.2 Fungsi dan Grafik Fungsi
2.3 Fungsi Genap dan Fungsi Ganjil
2.4 Penyajian Fungsi
2.5 Jenis-jenis Fungsi
2.6 Operasi Fungsi
2
Pada bab ini bertujuan untuk menggambarkan suatu persamaan.
2.1 Grafik Suatu Persamaan
Grafik suatu persamaan dalam x dan y terdiri atas titik-titik di
bidang yang koordinat-koordinat (x,y) nya memenuhi persaman
yang dimaksud.
0
-2
2 3
y
2
1
-1
1
3
4
-1 -2
Contoh:
Gambarkan grafik persamaan
Penyelesaian:
Ikuti langkah-langkah berikut
Ada 3 langkah dalam prosedur ini, yaitu:
1. Dapatkan bbrp titik-2 koordinatyang memenuhi persaman
2. Rajah titik-2 tersebut di bidang.
3. Hubungkan titik-2 tersebut dengan sebuah kurva mulus.
-3
6
5
-3
x
x y
-3 6
-2 1
-1 -2
0 -3
1 -2
2 1
3 6
2
3 y x
2
3 y x
Tentu saja anda memerlukan akal sehat dan sedikit keyakinan.
Gambar 2.1
Grafik persamaan
2
3 y x
10/19/2010
2
3
Kesimetri-an Grafik
Untuk menghemat kerja, perlu mengenal kesimetrisan grafik.
Lihat grafik
2
3 y x
0
y
x
(x,y)
(-x,y)
x
x
2
2
(-2,1) (2,1)
Pada gambar 2.2
Jika bidang koordinat dilipat
sepanjang sumbu y, kedua
cabang akan berimpit.
Misal
(3,6) berimpit dengan (-3,6)
(2,1) berimpit dengan (-2,1)
Secara umum
(x,y) berimpit dengan (-x,y)
Gambar 2.2
Secara aljabar:
Penggantian x oleh x pada persamaan
menghasilkan persamaan yang setara.
y
x
(x,-y)
(x,y)
Gambar 2.3
Grafik persamaan dikatakan simetris:
1. thd sumbu y, jika (x,y) dan (-x, y)
terletak pada grafik itu (Gambar 2.2)
Contoh lain
2. thd sumbu x, jika (x,y) dan (x, -y)
terletak pada grafik itu (Gambar 2.3)
3. thd titik asal, jika (x,y) dan (-x, -y)
terletak pada grafik itu
contoh
2
3 y x
2
1 + x y
2
y x
3
y x
4
0
2 3
y
8
1
1
27
-1 -2
x
4
3
y x
Contoh: Gambar grafik dari
3
y x
(x,y)
(-x,-y)
Gambar 2.4.a
Simetri terhadap titik asal
Grafik ini akan simetris terhadap titik asal.
x 0 1 2 3 4
y 0 1 8 27 64
Beberapa titik koordinat
3
y x
Dalam menggambar grafik , kita
diperbolehkan memakai skala yang lebih
kecil pada sunbu y daripada sumbu x
3
y x
0
2 3
8
1
27
-1 -2
x
3
y x
(x,y)
(-x,-y)
-3
Gambar 2.4.b
Skala sumbu y lebih kecil dari sumbu x
y
10/19/2010
3
5
Perpotongan Terhadap Sumbu Koordinat
Titik-titik dimana grafik suatu persamaan memotong kedua sumbu
koordinat memainkan peranan penting dalam banyak hal.
Misalnya:
Gambar grafik spersamaan
Penyelesaian:
Kita cari titik potong terhadap sumbu x, berarti
Sehingga
3 2
2 5 6 + y x x x
3 2
1
2
3
2 5 6 0
( 2)( 1)( 3) 0
( 2) 0 2
( 1) 0 1
( 3) 0 3
+
+
+


x x x
x x x
x x
x x
x x
0 y
x y
0 6
1 0
2 -4
3 0
-1 8
-2 0
1/2 1
8
3
Bilangan-bilangan x=-2, x=1 dan x=3 disebut
perpotongan terhadap sumbu x
Untuk x=0, diperoleh y=6, sehingga bilangan 6
disebut perpotongan terhadap y
0 2 3
4
1
8
-1 -2
x
y
6 3 2
2 5 6 + y x x x
Gambar 2.5
-4
6
Contoh: Sketsakan grafik dari
Penyelesaian:
Perpotongan thd x.
Diberikan y=0, diperoleh x=-6, shg titik perpotongan (-6,0)
2
6 0 + y x y
y
x
(0,-3)
(0,2)
Gambar 2.6
(-6,0)
Perpotongan thd y
diberikan x=0, diperoleh
titik perpotongan (0,-3) dan (0,2)
Grafik diperagakan dalam Gambar 2.6
2
1
2
6 0
( 3)( 2) 0
( 3) 0 3
( 2) 0 2
+
+
+

y y
y y
y y
y y
2
6 0 + y x y
y
x
(-1,4)
-1
Gambar 2.7
(-6,0)
2
-2 1
1
Perpotongan Antar Grafik
Titik-titik potong antara dua grafik diperoleh dengan memecahkan
kedua grafik tersebut secara bersamaan
Cari titik-titik potong garis
dan parabola
y 2x 2 +
2
y 2x 4x 2
Contoh:
Penyelesaian:
Titik-titik potong tersebut adalah
2
2
1
2
2x 2 2x 4x 2
0 2x 2x 4
0 2(x 2)(x 1)
(x 2) 0 x 2
(x 1) 0 x 1
+

+

+
Diperoleh titik-titik potong kedua kurva tersebut adalah
(-1,4) dan (2,-2)
1 1
x 2 y 2
2 2
x 1 y 4
Untuk
10/19/2010
4
7
Gambarlah sketsa grafik dari persamaan berikut dengan memeriksa
simetri dan perpotongan sumbu x dan y
1. 6.
2. 7.
3. 8.
4. 9.
5. 10.
Gambarlah sketsa grafik dari kedua persamaan pada bidang koordi
nat yang sama, cari titik-titik potong antara kedua grafik tersebut
1. dan
2. dan
3. dan
4. dan
Soal-soal Latihan
2
4 + y x
2
4 + x y
2
3 4 0 + x y
2
2 y x x
3
3 y x x
3
1 + y x
2 2
4 9 36 + x y
2 2
16 16 + x y
( 3)( 5) y x x x
2
( 2) y x x
1 + y x
2
2 1 + + y x x
4 + y x
2
2 4 + + y x x
2 1 + y x
2
3 + y x x
3 15 + y x
2
3 3 12 + y x x
8
Definisi:
Sebuah fungsi f adalah suatu aturan yang menghubungkan tiap
elemen x di daerah asal(domain ) dengan elemen y = f(x) di daerah
hasil (ko-domain), lihat Gambar 2.8
Daerah hasil Daerah asal
y = f(x) x
f
A
B
Notasi: f : A B
2.2 Fungsi dan Grafik Fungsi
Gambar 2.8
2
1
0
-1
-2
4
3
2
1
0
2
( ) f x x
Gambar 2.9
Contoh
Daerah asal Daerah hasil
A disebut daerah asal dan B disebut daerah
hasil
2
( ) f x x
Ambil A dan B, dua himpunan bilangan-
bilangan riil. Dimana setiap unsur A
dikaitkan dengan tepat satu unsur dari B.
A B
Misalnya fungsi
Sebuah diagram skematis untuk fungsi
ini diperlihatkan Gambar 2.9
Jika daerah asal dirinci sebagai {-2,-1, 0,
1, 2} maka daerah hasilnya {0, 1, 4}
Notasi fungsi biasanya
menggunakan huruf kecil :
f, g, h,.atau huruf besar
F, G, H
Nilai Fungsi: adalah nilai yang diberikan oleh f kepada x
Jika maka untuk
3
( ) 4 f x x
3
3
2 (2) 2 4 4
1 ( 1) ( 1) 4 5
( ) 4



x f
x f
x a f a a
3 3 2 2 2
( ) ( ) 4 3 3 4 + + + + + + x a h f a h a h a a h ah h
10/19/2010
5
9
Jika daerah asal dan daerah hasil dari sebuah fungsi itu merupakan
bilangan riil, maka dapat dibayangkan fungsi itu dengan
menggambarkan grafiknya pada bidang koordinat. Dan grafik
fungsi f adalah grafik dari persamaan y = f(x).
Contoh
Grafik Fungsi
Buat sketsa grafik dari (a) (b)
(c)
2
( ) 2 f x x
3
( ) 2 g x x x
( ) 2 / ( 1) h x x
Penyelesaian:
(a). Domain Untuk f berupa himpunan semua bilangan riil R
(b) Domain Untuk g berupa himpunan semua bilangan riil R
(c) Domain Untuk h berupa himpunan semua bilangan riil R- 1,
sebab untuk x=1 fungsi tersebut tidak terdefinisikan
Kemudian buatlah tabel nilai beberapa titik-titik koordinat yang
sesuai, rajah pada bidang, hubungkan titik-titik dengan sebuah
kurva seperti pada Gambar 2.10, Gambar 2.11 dan Gambar 2.12
0
-2
2 3
y
2
1
-1
1
3
-1 -2
7
-3
x
x y
-3 7
-2 2
-1 -1
0 -2
1 -1
2 2
3 7
2
2 y x
2
2 y x
Gambar 2.10
10
0
-4
2 3
y
2
-2
1
4
-1 -2
6
-3
x
3
2 y x x
Gambar 2.11
-6
0
-4
2 4
y
2
-2
1
4
-1 -2
6
-3
x
2
( 1)

x
y
Gambar 2.12
-6
3
2.3 Fungsi genap dan fungsi ganjil
Untuk memperkirakan kesimetrisansuatu fungsi sering dilakukan
dengan memeriksa bentuk rumus fungsi tersebut.
a. fungsi f(x) dikatakan fungsi genap, jika ;
maka grafik fungsi ini simetri terhadap sumbu y. Fungsi yang
merinci f(x) sebagai jumlah dari pangkat-pangkat genap x adalah
genap
Contoh:
1. adalah fungsi genap, sebab
2. merupakan fungsi genap, sebab
3. adalah fungsi genap, sebab
( ) ( ) f x f x
2
( ) 2 f x x
2 2
( ) ( ) 2 2 ( ) f x x x f x
6 4 2
( ) 3 2 11 5 + f x x x x
6 4 2 6 4 2
( ) 3( ) 2( ) 11( ) 5 3 2 11 5 ( ) + + f x x x x x x x f x
2
4
( )
(1 )

+
x
f x
x
2 2
4 4
( )
( ) ( )
[1 ( ) ] (1 )


+ +
x x
f x f x
x x
10/19/2010
6
11
b. fungsi f(x) dikatakan fungsi ganjil, jika ; grafik
simetri terhadap titik asal. Fungsi yang memberikan f(x) sebagai
jumlah dari pangkat-pangkat ganjil x adalah ganjil.
Contoh:
1. adalah fungsi ganjil, sebab
2. merupakan fungsi ganjil, sebab
3
( ) 2 g x x x
3
4 2
3
( )
3 4
+

+
x x
f x
x x
( ) ( ) f x f x
3 3 3
( ) ( ) 2( ) 2 ( 2 ) ( ) + g x x x x x x x g x
3 3 3 3
4 2 4 2 4 2 4 2
( ) 3( ) 3 ( 3 ) 3
( ) ( )
( ) 3( ) 4 3 4 3 4 3 4
1 + + +
1
+ + + + 1 ]
x x x x x x x x
f x f x
x x x x x x x x
Soal latihan
Selidiki berikut ini fungsi genap, ganjil atau bukan keduanya.
Kemudian gambarkans ketsa grafiknya
1.
2.
3.
4.
3
( 2 )
( )
3
x x
h x
x

4 2
( ) 5 2 1 f x x x +
5 3 2
( ) 3 2 g x x x x x +
2
3
1
( )
x
F x
x x
+

12
Contoh:
1. Secara verbal
Biaya pengiriman surat tercatat seberat w ons adalah B(w).
Biaya pengiriman adalah Rp 1.000,00 untuk berat sampai
satu ons, ditambah Rp 250,00 untuk setiap ons tambahan
sampai 5 ons.
2. Secara numerik
Biaya pengiriman surat tercatat ditunjukkan tabel berikut.
Berat w (ons) Biaya B(w) (rupiah)
0 < w 1 1.000
1< w 2 1.250
2 < w 3 1.500
3 < w 4 1.750
4 < w 5 2.000
3. Secara visual
Biaya pengiriman surat tercatat ditunjukkan grafik berikut.
0 1 2 3 4 5
1.000
1.500
2.000
w
B
Ons
R
u
p
i
a
h
2.4 Penyajian Fungsi: beberapa penyajian fungsi diantaranya
a. Secara verbal : dengan uraian kata-kata.
b. Secara numerik : dengan tabel
c. Secara visual : dengan grafik
d. Secara aljabar : dengan aturan/rumusan eksplisit
10/19/2010
7
13
4. Secara aljabar
Biaya pengiriman surat tercatat dinyatakan oleh fungsi
berikut.
1.000, jika 0 1
1.250, jika 1 2
( ) 1.500, jika 2 3
1.750, jika 3 4
2.000, jika 4 5
w
w
B w w
w
w
<

<

<
'

<

<

2.5 Jenis-jenis Fungsi


1. Fungsi linear
Bentuk umum: y = f(x) = ax + b, a dan b konstanta
a = kemiringan garis
b = perpotongan garis dengan sumbu-y
Daerah asal D
f
= dan daerah hasil W
f
=
Grafik:
y
x
b
y = ax + b
2. Polinomial
Bentuk umum:
y = P(x) = a
n
x
n
+ a
n-1
x
n-1
+ + a
2
x
2
+ a
1
x + a
0
dimana: a
n
, a
n-1
, , a
1
, a
0
= konstanta,
n = derajat polinom ( a
n
0)
Daerah asal: D
f
=
Grafik:
Polinom derajat 2: y = P(x) = ax
2
+ bx + c,
D = b
2
- 4ac
14
x
y
c
a < 0, D > 0
a < 0, D = 0 a < 0, D < 0
y = P(x)
y
c y = P(x)
y
c y = P(x)
x x
x
y
c
a > 0, D > 0 a > 0, D = 0 a > 0, D < 0
y = P(x)
y
c
y = P(x)
y
c
y = P(x)
x x
Soal :
Tentukan daerah asal dan daerah hasil dari fungsi berikut.
a. y = x
2
+ 2x - 1 b. y = -2x
2
+ 2x - 4
3. Fungsi pangkat
Bentuk umum: y = f(x) = x
n
, n ! N
Daerah asal: D
f
=
Grafik:
y
y = x
y
y = x
2
0 0
x x
y
y = x
3
0
x
4. Fungsi akar
Bentuk Umum:
Daerah asal dan daerah hasil:
D
f
= [0,!), W
f
= [0, !), jika n genap
D
f
= , W
f
= , jika n ganjil
Grafik:
( ) , 2, 3, 4,...
n
y f x x n
10/19/2010
8
15
y
0
x
y
0
x
2
y x 3
y x
Soal : Tentukan daerah asal dan daerah hasil dari fungsi berikut
a. b. 1 y x
2
2 2 y x x + +
1
y
x

1
, 0
x
y x
y
0
x
5. Fungsi kebalikan
Bentuk umum:
Daerah asal dan daerah hasil: D
f
= - {0}, W
f
= - {0}
Grafik:
6. Fungsi rasional
Bentuk umum: dimana: P, Q adalah polinom
Daerah asal: D
f
= - { x | Q(x) = 0}
Contoh: Tentukan daerah asal dari fungsi rasional berikut
a. b.
( )
( )
P x
y
Q x

1
1
x
y
x
+

2
2
1
x
y
x

7. Fungsi aljabar
Definisi:
Fungsi f disebut fungsi aljabar jika fungsi tersebut dapat
dibuat dengan menggunakan operasi aljabar, yaitu:
penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan
penarikan akar, yang dimulai dengan polinom.
16
8. Fungsi trigonometri
8.1 Fungsi sinus
Bentuk umum: y = f(x) = sin x, x dalam radian
Daerah asal dan daerah hasil: D
f
= , W
f
= [-1,1]
Grafik:
0 -"
-1
1
x
y
y = sin x
8.2 Fungsi cosinus
Bentuk umum: y = f(x) = cos x, x dalam radian
Daerah asal dan daerah hasil: D
f
= , W
f
= [-1,1]
Grafik:
0
-1
1
y
y = cos x
x
-2" 2" "
-2"
-"
"
2"
8.3 Fungsi tangen
Bentuk umum:
Daerah asal : D
f
= - {"/2 + n" | n }
Daerah hasil: W
f
=
sin
( ) tan , dalam radian
cos
x
y f x x x
x

Contoh:
a. b.
Catatan:
Fungsi linear, polinom, fungsi pangkat, fungsi akar, fungsi
balikan dan fungsi rasional adalah fungsi aljabar.
1
( )
1
x
f x
x
+

3
2
2
( ) ( 2) 1
1
x
f x x x
x

+ +

10/19/2010
9
17
Grafik:
0 -
-1
1
x
y
y = tan x
8.4 Fungsi trigonometri lainnya
Bentuk umum:
1
( ) sec , dalam radian
cos
1
( ) cosec , dalam radian
sin
1
(
a.
) cot , dalam radian
t
b.
c.
an



y f x x x
x
y f x x x
x
y f x x x
x
8.5 Beberapa sifat fungsi trigonometri
a. -1# sin x # 1 b. -1 # cos x # 1
c. sin x = sin (x + 2") d. cos x = cos (x + 2 ")
e. tan x = tan (x + ")
-" "
2" -2"
18
x
y
0 1
1
y = a
x
, a > 1
x
y
0 1
1
y = a
x
, 0 < a < 1
10. Fungsi logaritma
Bentuk umum : y = f(x) = log
a
x, a > 0
Daerah asal dan daerah hasil: D
f
= (0, ) , W
f
=
Grafik:
y
0 1
1
y = log
a
x
x
9. Fungsi eksponensial
Bentuk umum: y = f(x) = a
x
, a > 0
Daerah asal dan daerah hasil: D
f
= , W
f
= (0, )
Grafik:

11. Fungsi transenden


Definisi: Fungsi transenden adalah fungsi yang bukan fungsi
aljabar. Himpunan fungsi transenden mencakup fungsi
trigonometri, invers trigonometri, eksponensial dan
logaritma.
10/19/2010
10
19
0 1
( ) 2 1 2
0
2.
2
x x
f x x x
x
<

< <
'

>

y
0 1
y = f(x)
x
2
3. Definisikan x= bilangan bulat terbesar yang lebih kecil
atau sama dengan x.
f(x) = x=
0 0 1
1 1 2
2 2 3
3 3 4
x
x
x
x
<

<

'
<

<

0 1 2 3
1
2
3
x
y
4
y = f(x)
Catatan:
1. f(x) = |x| , f disebut fungsi nilai mutlak
2. f(x) = x, f disebut fungsi bilangan bulat terbesar
12. Fungsi yang terdefinisi secara sepotong-sepotong
(piecewise function)
Definisi:
Fungsi yang terdefinisi secara sepotong-sepotong adalah
fungsi dengan banyak aturan, dimana setiap aturan berlaku
pada bagian tertentu dari daerah asal.
Contoh:
0
( ) | |
0
1.

x x
f x x
x x


'
<

y
0
1
1
y = |x|
x
-1
20
14. Fungsi naik dan fungsi turun
Definisi: 1. Fungsi f disebut naik pada selang I jika
f(x
1
) < f(x
2
) untuk setiap x
1
< x
2
di I.
2. Fungsi f disebut turun pada selang I jika
f(x
1
) > f(x
2
) untuk setiap x
1
< x
2
di I.
x
1
y
f(x
1
)
x
y = f(x)
x
2
f(x
2
)
Fungsi f naik
x
1
y
f(x
2
)
x
y = f(x)
x
2
f(x
1
)
Fungsi f turun
15. Fungsi Baru dari Fungsi Lama
Cara membentuk fungsi baru:
1. Transformasi fungsi: pergeseran, peregangan dan pencerminan
2. Operasi aljabar fungsi: penambahan, pengurangan, perkalian
dan pembagian
3. Komposisi fungsi
1. Transformasi fungsi
a. Pergeseran (translasi)
Misalkan c > 0, diperoleh 4 macam grafik:
1. y = f(x) + c, geser y = f(x) sejauh c satuan ke atas
2. y = f(x) - c, geser grafik y = f(x) sejauh c satuan ke bawah
3. y = f(x - c) , geser y = f(x) sejauh c satuan ke kanan
4. y = f(x + c) , geser y = f(x) sejauh c satuan ke kiri
10/19/2010
11
21
b. Peregangan (dilatasi)
Misalkan c > 1. Untuk memperoleh grafik:
1. y = cf(x), regangkan grafik y = f(x) secara tegak dengan faktor c.
2. y = (1/c)f(x), mampatkan grafik y = f(x) secara tegak
dengan faktor c.
3. y = f(cx), mampatkan grafik y = f(x) secara mendatar
dengan faktor c.
4. y = f(x/c), regangkan grafik y = f(x) secara medatar
dengan faktor c.
0
" 2"
-1
1
y
y = cos x
2
-2
y = 2 cos x
y = cos x
x
0
" 2"
-1
1
y
y = cos x
2
-2
x
y = cos x
y = cos 2x
y = f(x)
c
y
x
c
c
c
y = f(x-c)
y = f(x+c)
y = f(x) - c
y = f(x) + c
22
c. Pencerminan
Untuk memperoleh grafik:
1. y = -f(x), cerminkan grafik y = f(x) terhadap sumbu-x
2. y = f(-x), cerminkan grafik y = f(x) terhadap sumbu-y
y
x
y = f(x)
y = -f(x)
x
y = f(x) y = f(-x)
y
x -x x
f(x)
f(x)
-f(x)
10/19/2010
12
23
2.6 Operasi Pada Fungsi
Definisi:
Misalkan f dan g adalah fungsi dengan daerah asal D
f
dan
D
g
. Fungsi f+g, f-g, fg dan f/g didefinisikan sebagai berikut
1. (f + g)(x) = f(x) + g(x)
2. (f - g)(x) = f(x) - g(x)
3. (fg)(x) = f(x) g(x)
4. (f/g)(x) = f(x)/g(x)
Contoh:
Tentukan f+g, f-g, fg dan f/g beserta daerah asalnya, jika
2
( ) 1.
2
( )
( ) 1 . ( ) 1

+
f x x g x x
f x x g x x
Komposisi fungsi
Definisi:
Misalkan f dan g adalah fungsi dengan daerah asal D
f
dan
D
g
. Fungsi komposisi f o g didefinisikan sebagai berikut:
(f o g)(x) = f(g(x))
di mana D
f o g
= {x D
g
| g(x) D
f
}
D
f g f W
f W
g
D
g
x
g(a)
f(g(x))
a
g(x)
f g
Soal :
Tentukan f o g, g o f dan f o f beserta daerah asalnya, jika
2
1.
2.
( ) ( )
1
( ) ( ) 1

+
f x x g x x
f x g x x
x