Anda di halaman 1dari 19

1

LAPORAN KASUS
1. IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. SM
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 15 tahun
MRS : 3 september 2014
Alamat : Cijangkar wetan Gg: Setuju RT: 01/006

KELUHAN UTAMA

Keluhan Utama Nyeri perut kanan sejak 2 hari SMRS

ANAMNESA
Anamnesa dilakukan pada tanggal 3 september 2014, pukul 12.00 WIB

Keluhan Tambahan
Pasien menyangkal adanya nyeri saat berkemih maupun adanya batu yang keluar.

Riwayat Penyakit Sekarang
OS datang dengan keluhan nyeri pada perut kanan sejak 2 hari SMRS. Menurut OS
nyeri dirasakan hilang timbul, seperti ditusuk tusuk dan menj al ar s ampai ke
punggung s ebel ah kanan.
Nyer i di r as akan t er ut ama s aat beraktivitas dan berkurang saat istirahat.Nyeri juga dir
asakan makin lama semakin berat. Menurut pasien nyeri pada perut kanannya ini tidak
diawali dengan nyeri di
atas pusat terlebih dulu. OS tidak mengalami demam,penurunan berat badan drastis,mual,mau
pun muntah. Buang air kecil seperti biasa,tidak susah saat memulai,tidak nyeri saatkencing,
urin tidak mengandung darah dan tidak menetes. Buang air besar seperti biasadan feses tidak
berwarna seperti dempul.

RiwayatPenyakitdahulu
P a d a t a h u n 2 0 0 8 O S m e n g a k u p e r n a h m e n g a l a m i k e l u h a n y
a n g s a m a sebelumnya, saat itu OS didiagnosa menderita batu ginjal dan dianjurkan untuk
operasi,namun OS menolaknya. OS memiliki riwayat darah tinggi, sedangkan riwayat
kencingmanis, sakit jantung, riwayat asma, maupun riwayat alergi tidak dimiliki oleh OS.
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada riwayat kecing manis, darah tinggi, penyakit jantung,alergi,
maupunasma dalam keluarga OS.
Riwayat Pengobatan
PEMERI KSAAN FI SI K
Pemeriksaan fisik dilakukan pada 27 Juli 2011,pukul 11.00

Status Generalis1 . Ke a d a a n Umu m

K e s a d a r a a n : C
o m p o s m e n t i s

Kesan sakit : Tampak sakit ringan

2

Status gizi : Baik

S t a t u s e m o s
i : t e n a n g

U m u r m e n u r u t t a f s i r a n : s e s u
a i

S t a t u s g i
z i : b a i k

B e n t u k b a d a n :
a t l e t i k u s

C a r a b e r b a r i n g d a n m o b i l i t a s : a k t i f 2 . T a n d a Vi t a l

T e k a n a n d a r a h : 1 1 0 / 8 0 m m H g

Nadi : 80 x/menit

S u h u : 3 6 , 5
C

Pernapasan : 20 x/menit3 . K u l i t



UROLITHIASIS


1.1 Embriologi
Pada ginjal terdiri dari tiga yaitu pronephros, mesonephros, dan metanephros.
Pronephros
Merupakan tahapan perkembangan ginjal paling awal pada manusia. Terdiri dari 6-
10 pasang tubulus. Terbuka menjadi sepasang saluran primer lalu meluas ke caudal
lalu berakhir dan terbuka ke kloaka. Proses ini akan menghilang pada usia embrio 4
minggu.
Mesonephros
Tubulus mesonefros berkembang dari kaudal intermediet mesodermis sebelum
degenerasi pronepros. Pada tahap ini dibentuk kapsula bowman dan kapiler yang
disebut gromerulus. Tubulus mesonefric memperpanjang sambungannya dengan
3

saluran ginjal yang ada didekatnya untuk bergabung di kloaka. Mesonefro yang
terbentuk awal minggu ke empat mencapai ukuran maksimul pada bulan kedua.
Metanephros
Merupakan tahap akhir dari pembentukan sistem nefron. Berasal dari mesoderm dan
mesonefrik. Berkembang mulai dari embrio 5 6 mm kemudian tumbuh saluran
mesonefrik untuk bergabung dengan kloaka. Pada tahap ini ginjal akan semakin
berkembang, jumlah tubulus semakin meningkat. Gromerulus mencapai puncak
pertumbuhannya saat embrio berumur 36 minggu.


1.2 Anatomi
Organ saluran kemih terletak di rongga retroperitonium. Saluran kemih terbagi
menjadi 3 bagian :
upper tract yang terdiri dari ginjal dan ureter
4

middle tract yaitu vesika urinaria
lower tract yang terdiri dari vas deferens, seminal vesicle, prostat dan uretra.

Ginjal
Ginjal merupakan retroperitoneal pada sejajar kedua sisi vertebra thorakalis ke 12
sampai vertebra lumbalis ke 3. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari ginjal kiri,
karena adanya lobus hepatis dexter yang besar. Dalam keadaan normal ginjal
merupakan organ yang berbentuk seperti kacang merah. Berat ginjal dewasa kurang
lebih seberat 150 mg. Lapisan jaringan yang penunjang yang melapisi bagian luar dari
ginjal adalah kapsul ginjal, kapsul adipose, dan fascia renal. Ginjal memiliki tiga
5

bagian penting yaitu korteks, medulla, dan pelvis renal. Bagian paling superfisial
adalah korteks adrenal yang tampak bergranula. Disebelah dalamnya terdapat bagian
lebih gelap yaitu medulla renal, yang berbentuk seperti kerucut disebut pyramid renal,
dengan dasarnya menghadap korteks dan puncaknya disebut apeks atau papilla renal.
Di antara pyramid terdapat jaringan korteks disebut kolum renal.

Ginjal terdiri dari korteks, medula, dan pelvis. Di bagian korteks dan medulla
terdapat nefron yang berfungsi untuk filtrasi dan rearbsorbsi darah, serta augmentasi,
kemudian zat- zat yang tidak dibutuhkan diantarkan ke tubulus lalu dibawa ke calyx
minor dan akan dikeluarkan bersama urine dari pelvis renalis ke ureter.











Fungsi ginjal :
memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun,
mempertahankan suasana keseimbangan cairan,
mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh, dan
mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum, kreatinin dan
amoniak.
6

Proses Pembentukan Urin
1. Proses Filtrasi ,di glomerulus
Terjadi penyerapan darah, yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein.
Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowman yang terdiri dari glukosa, air,
sodium, klorida, sulfat, bikarbonat dll, diteruskan ke tubulus ginjal. cairan yang di
saring disebut filtratsi gromerulus.
2. Proses Reabsorbsi
Pada proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glukosa, sodium,
klorida, fospat dan beberapa ion bikarbonat. Prosesnya terjadi secara pasif
(obligator reabsorbsi) di tubulus proximal. sedangkan pada tubulus distal terjadi
kembali penyerapan sodium dan ion bikarbonat bila diperlukan tubuh. Penyerapan
terjadi secara aktif (reabsorbsi fakultatif) dan sisanya dialirkan pada papilla renalis.
3. Proses sekresi
Sisa dari penyerapan kembali yang terjadi di tubulus distal dialirkan ke papilla
renalis selanjutnya diteruskan ke luar.

7


Vaskularisasi Ginjal
Ginjal mendapatkan darah dari aorta abdominalis yang mempunyai
percabangan arteri renalis, arteri ini berpasangan kiri dan kanan, arteri renalis
bercabang menjadi arteri interlobularis kemudian menjadi arteri akuarta. Arteri
interlobularis yang berada di tepi ginjal bercabang menjadi arteriola aferen
glomerulus yang masuk ke gromerulus. Kapiler darah yang meninggalkan gromerulus
disebut arteriola efferen gromelurus yang kemudian menjadi vena renalis masuk ke
vena cava inferior.

Persarafan Ginjal
Ginjal mendapatkan persarafan dari fleksus renalis (vasomotor). Saraf ini
berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf ini berjalan
bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal

Ureter
Ureter memiliki panjang 20 30 cm mulai dari hilus ginjal sampai kandung kemih
yang bermuara pada Ostium Ureteris. Ureter mendapat suplai darah dari beberapa
8

sumber, bagian upper ureter langsung berasal dari percabangan aorta, renal dan arteri
gonadal. Sedangkan lower ureter berasal dari percabangan arteri iliaca interna dan
arteri vesica inferior.
Vesica urinaria
Vesica urinaria merupakan organ otot berongga yang berfungsi sebagai tempat
penyimpanan urin. Kandung kemih orang dewasa biasanya memiliki kapasitas 400-
500 ml. Sphincter internal atau leher kandung kemih dibentuk oleh penebalan serat
otot detrusor dan memotong bagian otot polos distal uretra











Uretra
Merupakan saluran sempit yang berpangkal pada vesica urinaria yang berfungsi
menyalurkan air kemih ke luar.
Pada laki-laki panjangnya kira-kira 13,7-16,2 cm, terdiri dari:
1. Urethra pars Prostatica
2. Urethra pars membranosa ( terdapat spinchter urethra externa)
3. Urethra pars spongiosa.
Urethra pada wanita panjangnya kira-kira 3,7-6,2 cm. Sphincter urethra terletak di
sebelah atas vagina (antara clitoris dan vagina).

9

1.3 UROLITHIASIS
Definisi
Batu saluran kemih adalah penyakit dimana didaptkan masa keras seperti batu
yang terbentuk di sepanjang saluran kemih baik saluran kemih atas (ginjal dan ureter)
dan saluran kemih bawah (vessica urinaria dan uretra) yang dapat menyebabkan nyeri,
perdarahan, penyumbatan aliran kemih, dan infeksi.

Epidemiologi
Penyakit ini mempengaruhi sekitar 1-5 % dari populasi dinegara-negara
industri, angka kejadian tahunan penyakit ini setinggi 1 % pada laki-laki usia
pertengahan suku caucasian.

Paling sering ditemukan batu yang mengandung calcium dan oksalat atau
terjadi kombinasi dengan hydroxyapatite. Batu yang berkapur sekitar 80% dari semua
jenis batu urin,sisanya merupakan 20 % di alam.Pembentukan batu risiko seumur
hidup pada pria dewasa suku kaukasia 20 %, untuk perempuannya 5-10 %.Selain itu,
tingkat kekambuhan urolithiasis dilaporkan setinggi 50 % dalam waktu 5 tahun .
Usia dan gender
Kejadian tertinggi pada kelompok usia 20-50 tahun.sejumlah besar pasien onset
penyakit sebelum usia 20 tahun. Beberapa penelitian melaporkan sama
pembentukan batu pada pria dan wanita.Pria dewasa terpengaruh tiga kali lebih
sering daripada perempuan
Hereditas
Insiden terbesar di dunia terutama kaukasian dan asian.Kelainan turun temurun
membuat pengembangan batu. Termasuk cystinuria, dehydroxyadeninuria, dan
xanthinuria. Metabolic, lingkungan, faktor diet dan jumlah asupan cairan
adalah kontributor besar yang lain untuk pembentukan batu.



10

Etiologi
Mineralisasi di seluruh sistem biologi menjadi latar belakang terjadinya kristal dan
matriks yang saling terkait. Batu salurah kemih tidak terkecuali, terdapat agregasi
polikristalin yang terdiri dari berbagai jumlah dari matriks kristaloid dan organik.
Pembentukan batu saluran kemih membutuhkan superaturasi. Keadaan supersaturasi
tergantung pada pH urin, kekuatan ion, konsentrasi zat terlarut, dan kompleksasi. Kekuatan
ion ditentukan terutama oleh konsentrasi relatif dari ion monovalen. Seiring dengan
peningkatan kekuatan ion, terjadi penurunan aktivitas koefisien. Koefisien aktivitas mewakili
ketersediaan ion tertentu.
Peran konsentrasi zat terlarut jelas: Semakin besar konsentrasi 2 ion, semakin besar
kemungkinan mereka untuk mengendap. Rendah konsentrasi ion menghasilkan saturasi
rendah dan kelarutan meningkat. Seperti peningkatan konsentrasi ion, produk aktivitas yang
mencapai titik tertentu disebut produk kelarutan (Ksp). Konsentrasi di atas titik ini mampu
memulai pertumbuhan kristal dan nukleasi heterogen. Sebagai solusi menjadi lebih
terkonsentrasi, produk aktivitas akhirnya mencapai pembentukan produk (Kfp). Tingkat
supersaturasi melampaui titik tersebut tidak stabil dan dapat terjadi nukleasi homogen
spontan.
Kompleksasi juga mempengaruhi ketersediaan ion tertentu. Sebagai contoh, kompleks
natrium dengan oksalat dan penurunan pembentukan ion bebas, sedangkan kompleks sulfat
dengan kalsium. Pembentukan kristal dapat diubah oleh berbagai zat antara lain yang
ditemukan di saluran kemih, termasuk magnesium, sitrat, pirofosfat, dan berbagai jejak
logam.
Teori Nukleasi
Menunjukkan bahwa batu saluran kemih berasal dari kristal atau benda asing yang
mengendap di urine. Batu terbentuk di dalam urine karena adanya inti batu sabuk batu
(nukleus). Partikel-partikel yang berada dalam larutan yang terlalu jenuh (supersaturated)
akan mengendap di dalam nukleus itu sehingga akhirnya membentuk batu. Inti batu dapat
berupa kristal atau benda asing di saluran kemih.
Teori kristal inhibitor
Menyatakan bahwa batu terbentuk karena ketiadaan atau rendahnya konsentrasi
inhibitor batu alami. Urine orang normal mengandung zat penghambat pembentuk kristal,
11

antara lain : magnesium, sitrat, pirofosfat, mukoprotein dan beberapa peptida. Jika kadar
salah satu atau beberapa zat itu berkurang, akan memudahkan terbentuknya batu di dalam
saluran kemih.
a) Komponen Kristal : Batu terdiri atas suatu komponen dari kristal yang ukuran cukup
dan transparan mudah diidentifikasi di bawah mikroskop polarisasi. Difraksi sinar-X
lebih disukai untuk menilai arsitektur dan ilmu ukur suatu batu. Beberapa tahap yang
terjadi pada pembentukan kristal meliputi nukleasi, pertumbuhan,dan agregasi.
Nukleasi menginisiasi terjadinya pembentukan batu dan mengurangi pembentukan
substansi yang bervariasi meliputi matrix protein, kristal, zat asing jaringan partikel
yang lain.
b) Komponen matrix: dalam bentuk noncrystalline, komponen matriks dari berbagai
macam tipe batu saluran kemih berat umumnya berkisar 2-10%. Yang tersusun atas
dominasi kandungan protein dalam bentuk kecil dari hexose dan hexosamin. Pada tipe
yang jarang disebut kalkulus matriks yang berkaitan dengan pembedahan ginjal
sebelumnya atau infeksi kronik saluran kemih yang mempunyai textur gelatin. Peran
matrix dalam menginisiasi pembentukan batu tidak diketahui. Hal ini mungkin terjadi
karena agregasi kristal atau penempelan alami kristal kecil dan dengan demikian
menyumbat jalur traktus urinarius. Singkatnya, peran matrix menghambat terjadinya
pembentukan batu.
Ion di dalam urin:
Kalsium: Kalsium adalah ion utama yang terdapat dalam kristal urin. 50% kalsium
plasma terionisasi di filtrasi di gromerulus, lebih dari 95 % kalsium di filtrasi di
gromerulus lalu diserap kembali di tubulus proksimal dan tubulus distal dan
jumlahnya terbatas dalam tabung pengumpul. Kurang 2 % diekskresikan dalam urin.
Banyak faktor yang mempengaruhi ketersediaan kalsium dalam larutan, kompleksasi
sitrat, fosfat dan sulfat. Peningkatan monosodium urat dan penurunan pH urin lebih
lanjut, ini akan mengganggu
Oxalate : Merupakan metabolisme normal dan relatif tidak larut. Biasanya 10-15 %
oksalat ditemukan dalam urin. Setelah diserap dari usus kecil, oksalat tidak
dimetabolisme dan diekskeresikan oleh tubulus proksimal. Adanya kalsium dalam
lumen usus akan mempengaruhi jumlah oksalat yang diserap. Ekskresi normal
berkisar 20-45 ml/hari, tidak ada perubahan yang signifikan dengan usia.
12

Hyperoxalaluria dapat terjadi pada pasien gangguan usus, khususnya penyakit radang
usus, reseksi usus. Oksalat yang terikat adalah yang mudah diserap.
Fosfat : Fosfat merupakan penyangga dan kompleks yang penting dengan kalsium
dalam urin. Ekskresi fosfat pada orang dewasa normal terkait dengan jumlah fosfat
makanan (terutama daging, produk susu dan sayuran). Dalam jumlah kecil fosfat
filtrasi di glomerulus dan di reabsorbsi di tubulus proximal ,paratiroidhormon
menghambat reabsorbsi ini.pada keadaan lebih dominan ditemukan pada keadaan
hyperparathyroidism
Asam urat : Adalah hasil metabolisme purin. Meningkatnya pH maka asam urat juga
akan meningkat hasil metabolism purin. Sekitar 10 % asam urat yang disaring keluar
melalui urin. Gangguan metabolisme purin dapat menyebabkan penyakit batu kemih.
Peningkatan xanthin dan penumpukan dalam urin menghasilkan pembentukan batu.
Sodium : Diet tinggi sodium akan meningkatkan ekskresi kalsium dalam urin akan
mengurangi kemampuan urin untuk menghambat kalsium oksalat. Efek ini karena
sodium bikarbonat meningkat serum bikarbonat menurun dan sebaliknya. Penurunan
diet sodium membantu mengurangi nefrolitiasis kalsium berulang
Sitrat : Sitrat adalah faktor yang mempengaruhi perkembangan kalsium.
Kekurangannya dikaitkan dengan pembentukan batu pada diare kronis atau asidosis
tubular ginjal. Estrogen meningkatkan ekskresi sitrat dan mungkin merupakan faktor
yang menurunkan kejadian batu pada wanita
Magnesium : Diet kekurangan magnesium dikaitkan dengan peningkatan penyakit
batu kemih. Magnesium komponen dari batu struvite. Kurangnya diet magnesium
dikaitkan dengan meningkatnya kalsium pembentukan batu oksalat dan kalsium
oksalat kristaluria.
Sulfat : Sulfat yang terkandung di dalam urin dapat mencegah timbulnya batu saluran
kemih.
Macam Macam Batu Saluran Kemih
Batu kalsium
hiperkalsiuria absorptif
hiperkalsiuria resorptif
13

hiperkalsiuria renalis
hiperurikosuria kalsium
hiperoxaluria kalsium
hipositraturia kalsium
Batu non kalsium
Struvit
Asam urat
Sistin
Xanthin
Indinavir

Faktor Resiko
Kristaluria
Kristaluria merupakan faktor risiko untuk terjadinya batu. Pembentuk batu, terutama
mereka dengan batu kalsium oksalat, yang sering mengeluarkan kristal kalsium
oksalat lebih banyak, dan kristal-kristal lebih besar dari normal> 12 m.
Faktor sosial ekonomi
Batu ginjal lebih sering terjadi masyarakat sosial ekonomi menengah ke atas.
Diet
Diet mungkin memiliki dampak yang signifikan terhadap kejadian batu saluran
kemih. Fakta ini telah menjadi data, bahwa diet yang mengandung lemak minimal
dan protein mengakibatkan insiden penurunan batu. Vegetarian mungkin memiliki
insiden penurunan batu kemih.
Pekerjaan
Pekerjaan dapat berdampak pada timbulnya batu kemih. Individu yang terkena suhu
tinggi dapat meningkatkan konsentrasi zat terlarut yag lebih tinggi karena dehidrasi,
yang mungkin berdampak pada insiden terjadinya batu.
Iklim
Individu yang tinggal di iklim panas rentan terhadap dehidrasi, yang menghasilkan
sebuah peningkatan kejadian batu kemih, terutama batu asam urat.
14

Riwayat keluarga
Mereka dengan riwayat keluarga batu mengalami peningkatan kejadian beberapa
kambuh dan awal, ini mungkin berhubungan dengan faktor lingkungan atau makanan.

Obat-obatan
Obat antihipertensi triamterene ditemukan sebagai komponen dari beberapa obat,
termasuk Dyazide, yang dikaitkan kejadian batu dengan meningkatnya frekuensi
kencing. Jangka panjang penggunaan antasida yang mengandung silika telah dikaitkan
dengan perkembangan batu silikat.


Tanda dan Gejala
Batu saluran kemih biasanya menyebakan rasa sakit. Karakter rasa sakit
tergantung lokasinya. Batu yang agak kecil bisa sampai ke ureter dan mengalami
kesulitan di percabangan uteropelvic.
A. Nyeri
Nyeri ginjal terdiri dari dua, yaitu:
Kolik : Disebabkan karena peregangan ureter
Non kolik : Disebakan distensi kapsul ginjal
Obstruksi kandung kemih yang menyebabkan kolik.Kolik ginjal tidak selalu
datang atau menghilang saat kolik usus,tetapi konstan. Adanya mekanisme lokal
menyebabkan nyeri pada pasien. Seperti: peradangan,edema,hyperperistaltik, iritasi
mukosa yang menyebabkan nyeri pada pasien batu ginjal
Calyc Renal
Batu pada calyc ginjal menyebabkan obstruksi dan kolik ginjal. Rasa sakit
dirasakan dalam, nyeri tumpul pada panggul atau belakang yang intensitasnya hilang
timbul dari berat hingga ringan.
Pelvis renal
Batu di dalam pelvis renalis berdiameter > 1 cm umumnya mengahalangi
percabangan uteropelvic, dan menyebabkan rasa sakit yang berat di costovertebral,
lateral otot sacrospinalis tepat di bawah tulang rusuk ke 12.
15

Ureter atas dan tengah
Rasa sakit lebih berat dan hilang timbul, jika batu turun kebawah ureter akan
menyebabkan obstruksi intermiten. Nyeri pada bagian atas batu ureter kemudian
menjalar kedaerah lumbal dan panggul. Rasa sakit dapat seperti apendiksitis akut.

Ureter bagian distal
Kalkuli dibawah ureter menimbulkan rasa sakit yang menjalar ke pangkal paha
atau testis pada laki-laki dan pada labia mayora pada perempuan.







B. Hematuri
Urinalisis lengkap membatu mengkonfirmasi diagnosis dari batu saluran kemih
dengan nilai hematuria dan kristaluria dan hasil pH urin. Pasien sering mengaku
gross hematuri kadang-kadang urin berwarna seperti teh (darah tua). Kebanyakan
pasien microhematuria minimal.
C. Infeksi
Batu magnesium amonium fosfat (struvite) identik dengan batu infeksi. Umumnya
terkait dengan Proteus, Pseudomonas,Klebsiella, dan staphylococcus. Jarang
berhubungan dengan infeksi E.coli. Batu kalsium fosfat adalah variasi kedua batu
yang terkait dengan infeksi . batu kalsium fosfat dengan pH urine < 6,6 sering
disebut batu brushite. Sedangkan pH > 6,6 jarang.
D. Demam
Asosiasi batu saluran kemih merupakan keadaan darurat yang relative.
E. Mual dan muntah
16



Pemeriksaan Penunjang
CT Scan
CT Scan Noncontras spiral sekarang menjadi pilihan pada pasien kolik ginjal
akut. Gambaran menunjukkan struktur peritoneal dan retroperitoneal dan dapat
membantu ketika diagnosis belum dipastikan.
Intravenous pyelography
Intravenous pyelography dapat memberikan gambaran nephrolitiasis dan anatomi
bagian atas.
Tomography
Berguna untuk mengidentifikasi kalkuli dalam ginjal ketika dengan posisi obliq
tidak membantu. Ginjal terlihat pada bidang koronal pada jarak tertentu dari tabel
X Ray.
Retrograde pyelography
Kadang-kadang diperlukan untuk menggambarkan anatomi dan menentukan
lokasi batu.
Nuclear Scintigraphy
Marker bifosfat dapat mengidentifikasi bahkan batu kecil yang sulit dilihat
dengan KUB konvensiona
2.1. Penatalaksanaan
Konservatif
Sebagian besar batu ureter tidak membutuhkan intervensi. Sebagian dapat terjadi
spontan tergantung pada ukuran batu, bentuk, lokasi, dan edema ureter terkait.
batu saluran kemih <5 mm memiliki kesempatan 50% keluar spontan. Sebaliknya,
batu > 6 mm memiliki kesempatan kurang dari 5% bisa keluar spontan.
Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy(ESWL)
Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) adalah prosedur yang paling
sering digunakan untuk pengobatan batu ginjal. ESWL merupakan prosedur yang
dilakukan tanpa melalui tindakan invasif dan tanpa pembiusan. Pada ESWL,
17

gelombang kejut dibuat di luar tubuh kemudian masuk melalui kulit dan jaringan
tubuh sampai mengenai batu padat. Kemudian batu dipecah menjadi fragmen-
fragmen kecil sehingga mudah dikeluarkan melalui saluran kemih. Tidak jarang
pecahan-pecahan batu yang sedang keluar menimbulkan perasaan nyeri kolik dan
menyebabkan hematuria. Namun sebelum dilakukan prosedur ESWL harus
dipastikan terlebih dahulu bahwa tidak terdapat obstruksi atau sumbatan di daerah
lain yang bisa menghambat pengeluaran batu yang telah dipecahkan.
Ekstraksi ureteroscopic
ureteroscopy mungkin dibutuhkan untuk batu yang berada lebih rendah dari
ureter.
Perkutaneus nefrolitotomi
Perkutan nephrolithotomy dianjurkan untuk menghilangkan batu ketika batu
cukup besar (> 2,5 cm) atau di lokasi yang tidak memungkinkan penggunaan
efektif ESWL.
Endourologi
Adalah tindakan invasif minimal untuk mengeluarkan batu saluran kemih yang
terdiri atas memecah batu, dan kemudian mengeluarkannya dari saluran kemih
melalui alat yang dimasukkan langsung kedalam saluran kemih . Alat itu
dimasukkan kedalam urethra atau melalui insisi kecil pada kulit (perkutan).
Proses pemecahan batu dapat dilakukan secara mekanik , dengan memakai energi
hidraulik , energi gelombang suara, atau dengan energi laser.Beberapa tindakan
endourologi:
1. PNL (Percutaneus Nephro Litholapaxy)
Adalah usaha mengeluarkan batu yang berada didalam saluran ginjal dengan
cara memasukkan alat endoskopi ke sistem kaliks melalui insisi pada kulit.
Batu kemudian dikeluarkan atau dipecah terlebih dahulu menjadi fragmen-
fragmen kecil.
2. Litotripsi
18

Adalah memecah batu buli-buliatau batu uretra dengan memasukkan alat
pemecah batu (litotriptor) kedalam buli-buli. Pecahan batu dikeluarkan
dengan evakuator ellik.
3. Ureteroskopi atau Uterorenoskopi
Adalah Dengan memasukkan alat uteroskopi per-uretram guna melihat
keadaan ureter atau sistem pielokaliks ginjal. Dengan memakai energi
tertentu, batu yang berada didalam ureter maupun sistem pelvikaliks dapat
dipecah melalui tuntunan uteroskopi/ureterorenoskopi.
4. Ekstraksi Dormia
Adalah mengeluarkan batu ureter dengan menjaringnya melalui alat keranjang
Dormia.




















19

DAFTAR PUSTAKA

Emil A. Tanagho, MD , Jack W. McAninch, MD. Smiths General Urology, 16th Edition.
2003,chapter 16.
Schwartz : Principles of Surgery 8
th
ed. New York. McGraw-Hill Companies.2007, chapter
39.
Faiz, omar. Anatomy at Glance. USA: Blackwell Science.2002.pg.48