Anda di halaman 1dari 41

57

BAB 4
HASIL dan PEMBAHASAN

4.1 Profile PT Mandom Indonesia Tbk
4.1.1 Sejarah dan Perkembangan PT Mandom I ndonesia Tbk Sejarah PT
Mandom Indonesia Tbk
PT Mandom Indonesia Tbk ini didirikan di J akarta pada 5 November 1969.
Pertama kali didirikan dengan nama PT Tancho Indonesia. Bergerak di bidang usaha
industri kosmetika, wangi-wangian, perbekalan kesehatan rumah tangga, toiletries
dan kemasan plastik. Sebagai Perusahaan yang menjalankan usaha di Indonesia, PT
Mandom Indonesia Tbk telah menetapkan komitmennya untuk melayani dan
memberikan kontribusi bagi pasar domestik dengan produk-produk terbaik Mandom.
Setiap Brand PT Mandom Indonesia Tbk secara khusus diciptakan dengan
keunggulan dan keunikan masing-masing yang ditargetkan untuk konsumen yang
berbeda-beda.
Perkembangan PT Mandom Indonesia Tbk
Sejak didirikan pada tahun 1969 sampai saat ini PT Mandom Indonesia Tbk
mengalami perkembangan yang cukup pesat. Terbukti dengan kenaikan penjualan
PT Mandom Indonesia Tbk pada setiap tahunnya dan pada 7 Desember 2007
penjualan PT Mandom Indonesia Tbk mencapai 1 triliun yang sesuai dengan
Rencana Manajemen J angka Menengah Tahap ke-1 (MID-1). Pencapaian ini
merupakan suatu lembaran sejarah tersendiri bagi Perseroan dan merupakan batu
pijakan menuju Perusahaan yang berskala lebih besar.
58
PT Mandom Indonesia Tbk bergerak di bidang usaha industri kosmetika,
wangi-wangian, perbekalan kesehatan rumah tangga, toiletries dan kemasan
plastik. Usaha kosmetika dan toiletries merupakan suatu usaha yang cukup
menjanjikan di era globalisasi terbukti dari peningkatan penjualan yang konsisten
selama 5 tahun terakhir ini, apalagi sekarang ini di Indonesia semakin meningkatnya
kesadaran masyarakat akan merawat tubuh dan penampilan baik laki-laki dan
perempuan. Untuk itu PT Mandom Indonesia Tbk melakukan beberapa program
marketing seperti Launcing produk baru Pixy, Mensponsori acara Lets Dance Contest
yang sesuai dengan segmentasi Gatsby yang memiliki ciri khas Gaya dan Aktif
dan untuk lebih mendekatkan lagi dengan konsumen, Gatsby mensponsori acara
musik dengan konsep baru, yaitu MTV Monday Soundsation yang tayang secara
live. PT Mandon Indonesia Tbk juga melakukan promosi dengan cara Mandom Fair,
dimana PT Mandom Indonesia Tbk memperkenalkan produk-produknya kepada
target market lewat lomba, pameran, atau event.
J enis-jenis merek yang dikeluarkan PT Mandom Indonesia Tbk
1. Gatsby
2. Pucelle
3. Lovillea
4. J ohnny Andrean
5. Spalding
6. Mandom
7. Tancho
59
8. Miratone
9. Pixy
10. La Beaute
PROFILE PERUSAHAAN
Nama Perusahaan : PT Mandom Indonesia Tbk
Bidang dan Kegiatan Usaha : bergerak di bidang usaha industri kosmetika,
wangi - wangian, perbekalan kesehatan rumah
tangga, toiletries dan kemasan plastik
Alamat Kantor : J alan Yos Sudarso, By Pass PO BOX 1072 J akarta
14010, Indonesia.
Berdiri Pertama kali : 5 November 1969
Commersial Operation : 16 April 1971
Go Public : 30 September 1993
Dasar Hukum
Akta Pendirian : oleh Notaris Abdul Latief Akta No.14 tahun 1969,
tanggal 5 November
Akta Perubahan Terakhir : oleh Notaris PSA Tampubolon, SH Akta No.09
tahun 2008, tanggal 10 J uni
Perpajakan
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : 01.000.614.6-092.000
60
Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP) : No.PEM-320-125/PJ /2002
Ijin Operasional
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) : No.119/T/INDUSTRI/2005
Tanda Daftar Perusahaan (TDP) : NO.09.01.1.24.00766
*) PT Mandom Indonesia Tbk adalah perusahaan penanaman modal asing, dan juga bidang
usahanya tidak hanya perdagangan namun bisnis utamanya adalah manufacture / produsen
maka untuk SIUP tidak diperlukan, cukup izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM)
4.1.2 Filosofi dan Misi
Filosofi
Menghadirkan kehidupan yang menyenangkan ditunjang oleh
kesehatan dan keindahan.
Misi
Misi manajemen Group Mandom yang terutama bertujuan untuk
melayani dan memberi manfaat bagi masyarakat.
1. Partisipasi aktif dari karyawan
2. Menciptakan nilai bagi gaya hidup, dengan konsumen, untuk
konsumen
3. Peningkatan pada 3 bidang : Fokus pada gaya hidup, fokus pada
mitra bisnis dan fokus pada merek.
61
4.1.3 Kondisi Bisnis Perusahaan
PT Mandom Indonesia Tbk memastikan tercapainya target penjualan tahun
2007 sebesar Rp 1 triliun. Pada tanggal 7 Desember 2007 itu Perseroan melepas
kontainer yang mewakili terealisasinya target penjualan sesuai dengan Rencana
Manajemen J angka Menengah Tahap ke1 yang dicanangkan Perseroan selama
periode tahun 2005-2007. Dengan tercapainya target Rp 1 triliun diperkirakan
pertumbuhan penjualan dan laba bersih tahun ini dapat melebihi target yang
masing-masing dipatok tumbuh 5%. Pencapaian ini didukung oleh pertumbuhan
penjualan di ketiga segmen utama perseroan, yaitu perawatan rambut, wangi-
wangian, serta produk make-up dan perawatan kulit. Kenaikan terbesar
disumbangkan oleh produk make-up dan perawatan kulit yang mencatatkan
kenaikan tinggi sebesar 20,38%. Kesuksesan ini terutama didukung oleh penjualan
produk renewal Pixy UV Whitening series yang di-launching pada bulan September
2006. Renewal yang diperkaya dengan konsep 24-hours whitening system ini
mendapat respon sangat baik di pasar dan penjualannya terus menunjukkan
peningkatan yang signifikan. Bahkan salah satu kategori produknya yaitu face
powder, selama dua tahun berturut-turut mendapatkan Indonesian Customer
Satisfaction Award (ICSA) dari majalah SWA dan Frontier. Akhir September 2007,
Perseroan membukukan kenaikan penjualan dari Rp 741,22 miliar ke Rp 818,39
miliar atau naik 10,4% dibanding tahun lalu. Laba bersih naik 23,4% dari Rp 87,51
miliar ke Rp 107,98 miliar. Sementara itu, laba bersih per saham naik dari Rp 494
menjadi Rp 597 per lembar saham. Dalam lima tahun terakhir, Perseroan secara
konsisten menunjukkan peningkatan penjualan walaupun kondisi ekonomi Indonesia
menjadi lesu setelah kenaikan harga BBM di bulan Oktober 2005 , ujar Yamashita.
62
Tahun depan Perseroan akan mulai memasuki tahap baru dengan
dimulainya periode MID-2 yaitu tahun 2008-2010. Setelah berhasil mencapai target
MID-1, mulai tahun depan Perseroan akan secara bertahap menuju penjualan
berskala Rp 2 triliun.
4.1.4 Struktur Organisasi dan Uraian Pekerjaan PT Mandom Indonesia
Tbk
Semakin besar perusahaan, maka semakin banyak pula tugas dan tanggung
jawab setiap karyawan yang menjadi bagian dalam perusahaan tersebut. Oleh
karena itu, para pimpinan PT Mandom Indonesia Tbk membagi tugas dan tanggung
jawab ini pada para karyawan dalam tiap divisi yang ada dalam perusahaan, yaitu
Divisi Production dan Divisi Marketing & Resources. Tugas dan tanggung jawab atau
biasa disebut job description (uraian pekerjaan) ini sangat penting dalam sebuah
perusahaan agar setiap karyawan dapat mengerti akan fungsi dan tugasnya masing-
masing dalam perusahaan. Berikut ini dipaparkan struktur organisasi beserta uraian
pekerjaan dalam PT Mandom Indonesia Tbk.










63









Production Unit Marketing Unit Resources Unit






Gambar 4.1
Struktur Organisasi PT Mandom Indonesia Tbk
Sumber : Annual Report PT Mandom Indonesia Tbk (2007)
SHAREHOLDER MEETING
BOARDOFCOMMISSIONERS
INDEPENDENT COMMISSIONER
BOARDOFDIRECTORS
PRESIDENT DIRECTOR / CEO
AUDITCOMMITTEE
MANAGEMENT MEETING
CORP
SECETAR
INTERNAL
AUDIT
CORP
SECRETARY
LEGAL
AFFAIRS
PR / INV
RELATIONS
INTERNAL
AUDIT
SENIOR DIRECTOR VICE PRESIDENT DIRECTOR VICE PRESIDENT DIRECTOR
SUNTER FACTORY
DIRECTOR
PURCHASE DIRECTOR
LABORATORY
DIRECTOR
RESTRUCTURING OF
PRODUCTION UNIT
DIRECTOR
DOMESTIC SALES
DIRECTOR
PRODUCT
DEVELOPMENT
DIRECTOR
STRATEGIC
PLANNING
DIRECTOR
INTL SALES
DIRECTOR
FINANCE & ACC
DIRECTOR
MANAGEMENT
PLANNING
GENERAL AFFAIR
HRD
64
Untuk melengkapi struktur organisasi di atas, di bawah ini akan dijelaskan
lebih lanjut mengenai tugas dan tanggung jawab dari masing-masing karyawan yang
bekerja di PT Mandom Indonesia Tbk berdasarkan struktur organisasi tersebut.
1. Dewan Komisaris
Komposisi : 5 orang termasuk 2 orang komisaris Independen.
Tugas : Mengawasi Direksi dalam pengelolaan Perseroan
serta memberikan nasehat kepada direksi.
2. Direksi
Komposisi : 11 orang termasuk 5 orang Direktur Tidak
terafisiliasi.
Tugas : Memimpin dan mengurus Perseroan sesuai dengan
tujuan Perseroan serta menguasai, memelihara,
dan mengurus kekayaan Perseroan.
3. Komite Audit
Komposisi : 3 orang (Ketua, Anggota Bidang Akutansi dan
Keuangan, Anggota bidang Hukum)
Tugas : Menunjang tugas Dewan Komisaris
4. Coorporate Secretary
Tugas : Melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan
peraturan Bapepam-LK, Bursa Efek Indonesia dan
peraturan-peraturan terkait lainnya.
65
Potensi pengembangan produk subsitusi
Kosmetik dari bahan alami
Kemungkinan masuknya pesaing baru
Tje Fuk International PTE. LTD ,
PT Senshido Beautyana Semesta
Persaingan antar
perusahaan sejenis
PT Unilever Indonesia tbk,
Martha Tilaar Group
Kekuatan tawar-
menawar
penjual/pemasok
PT New Red & White
PT Chemco Prima
Mandiri
Kekuatan tawar-
menawar
pembeli/konsumen
PT HERO
Supermarket Tbk
Indonesia,
Hypermart
Supermarket
5. Internal Audit
Komposisi : 2 orang
Tugas : membuat Standard Operating Procedure (SOP)
sesuai dengan perubahan tersebut.
4.1.5 Analisis Persaingan Model Lima Kekuatan Porter pada PT Mandom
I ndonesia Tbk
Analisis persaingan ini merupakan pendekatan yang banyak dipakai oleh
perusahaan untuk mengembangkan strateginya. Karena itu PT Mandom Indonesia
Tbk harus memperhatikan kelima elemen kekuatan persaingan dalam industri ini
agar dapat mengantisipasi keadaan dan dalam rangka pengambilan keputusan yang
berkaitan dengan aktivitas perusahaan.





Gambar 4.2
Lima Kekuatan Porter PT Mandom Indonesia Tbk
Sumber: PT Mandom Indonesia Tbk (2009)
66
1. Ancaman Pendatang Baru
Untuk memasuki persaingan, pendatang baru harus menyediakan modal yang cukup besar,
dilain sisi juga, pendatang baru harus mempunyai strategi bisnis yang cukup baik. Dari segi
promosi perusahaan pendatang baru harus bekerja keras dalam pemasaran produk-
produknya. J adi dapat disimpulkan ancaman pendatang baru dibidang ini tidak terlalu
membahayakan bagi perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat penjualan PT Mandom
Indonesia Tbk yang begitu tinggi, dan tingkat promosi yang lebih signifikan dibandingkan
dengan perusahaan pendatang baru.
2. Kekuatan Pembeli
Kekuatan tawar menawar pembeli dalam posisi tinggi karena disesuaikan dengan keinginan
dan kemampuan keuangan yang dimiliki pembeli terhadap produk perusahaan. Bila pembeli
memiliki kemampuan keuangan yang besar maka tentu saja pembeli dapat memilih dengan
lebih leluasa produk apa yang diinginkannya. Produk yang ditawarkan oleh PT Mandom
Indonesia Tbk sangat berangam dan mencakup segala kebutuhan dari pembeli.
3. Produk Subtitusi
Produk substitusi yaitu produk-produk wangi-wangian, kosmetika yang dapat diperoleh dari
alam dan diolah secara tradisional. Contohnya penggunanaan lulur alami dengan
menggunakan buah bengkoang.
4. Persaingan antar perusahaan
Persaingan antar perusahaan yang bergerak di bidang kosmetika dan peralatan perbekalan
kesehatan rumah tangga ini cukup kuat, karena kompetitor di perusahaan yang bergerak di
bidang ini relatif cukup banyak, sehingga persaingannya membahayakan PT Mandom
Indonesia Tbk. Terutama pada PT Unilever Indonesia Tbk yang memproduksi barang yang
sejenis dengan PT Mandom Indonesia Tbk.


67
5. Kekuatan Pemasok
Pemasok bagi perusahaan cukup banyak sehingga kekuatan pemasok lemah bagi
perusahaan, dengan kata lain, perusahaan tidak tergantung hanya pada satu pemasok saja.
Dengan demikian pasokan bahan baku untuk PT Mandom Indonesia Tbk tidak akan terputus,
dan produksi akan terus berjalan.

4.2 Analisa Strategi Bisnis PT Mandom Indonesia Tbk Saat ini
Dampak nyata kenaikan harga bahan bakar minyak 2005 tetap terasa hingga
semester 1 2007. Penurunan daya beli konsumen terlihat jelas, khususnya di pasar
tradisional. Dalam mencapai target pertumbuhan usaha, Perseroan menerapkan kebijakan-
kebijakan dan strategi bisnis yang dituangkan dalam Rencana Manajemen J angka Menengah
3 tahun, yang sekarang telah memasuki tahun ke-2 atau disingkat MID-2. Tema yang
ditetapkan dalam MID-2 adalah Meningkatkan Kecepatan Pertumbuhan dan Menargetkan
menjadi produsen kosmetika terdiversifikasi, dengan target penjualan Rp 2 Triliun setelah
sebelumnya pada tahun 2007 (MID-1) mencapai angka penjualan Rp 1 Triliun. Tercapainya
Rencana Manajemen J angka Menengah tahap ke-1 (MID-1) merupakan suatu lembaran
sejarah tersendiri bagi Perseroan dan merupakan batu pijakan menuju perusahaan yang
bersakala lebih besar.
4.3 Identifikasi Lingkungan Eksternal dan Internal PT Mandom Indonesia Tbk
Data yang diambil untuk penelitian ini merupakan data primer PT Mandom Indonesia
Tbk, yang diperoleh dari beberapa pihak terkait dalam perusahaan. Untuk dapat mengetahui
situasi yang sedang dihadapi oleh perusahaan saat ini, maka diperlukan identifikasi
lingkungan eksternal dan internal perusahaan. Dalam mengidentifikasikan lingkungan
eksternal (peluang dan ancaman), serta lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) PT
Mandom Indonesia Tbk, telah dilakukan wawancara langsung.
68
4.3.1 Faktor Kekuatan dan Kelemahan Internal PT Mandom Indonesia
Tbk
Berikut adalah hasil faktor kekuatan dan kelemahan internal perusahaan.
a. Faktor kekuatan perusahaan (strength)
Tabel 4.1
Faktor Kekuatan Perusahaan

No. Faktor Kekuatan PT Mandom Indonesia Tbk
1 Harga yang kompetitif
2 J enis barang yang ditawarkan bervariasi
3 Memiliki layanan purna jual yang baik
4 Mempunyai tenaga ahli yang berpengalaman dan bersertifikat
5 Nama baik perusahaan
Sumber: Hasil Wawancara pada PT Mandom Indonesia Tbk (2009)

1. Harga yang kompetitif
PT Mandom Indonesia Tbk menawarkan harga yang lebih murah daripada para
pesaingnya, karena PT Mandom Indonesia Tbk mempunyai hubungan yang kuat
dengan para pemasoknya, sehingga dapat menekan harga jualnya
2. J enis barang yang ditawarkan bervariasi
PT Mandom Indonseia Tbk menjual banyak variasi produk kosmetika dan toiletries
dengan berbagai macam merek. Produk-produk yang ditawarkan PT Mandom
69
Indonesia Tbk seperti : deodorant , cologne, permumed talk, permumed tissue, hand
and body lotion, pewarna rambut, water gloss, treatment hair cream, styling wax,
body shower gel, shaving series, eau de toilette, pomade, shampo, conditioner,
styling foam, styling gel, styling cream, styling spray, revitalizing cream for
creambath dan hair tonic.
3. Memiliki layanan purna jual yang baik
PT Mandom Indonesia Tbk memberikan layanan purna jual seperti program bonus
untuk pembelian dengan jumlah tertentu untuk distributor, serta sebagai kegiatan
promosi untuk konsumen, diadakan penjualan berhadiah langsung, sayembara dan
lain sebagainya.
4. Mempunyai tenaga ahli yang berpengalaman dan bersertifikat
Tenaga ahli merupakan suatu modal penting bagi perusahaan, terutama pada PT
Mandom Indonesia Tbk. Dengan memiliki tenaga ahli yang cukup berpengalaman
dan bersertifikat, kontrol atas produk yang akan dipasarkan terjamin kualitas serta
mutu produk tersebut.
5. Nama baik perusahaan
PT Mandom Indoensia Tbk yang sudah berdiri sejak tahun 1969, memiliki reputasi
yang bagus di mata para pelanggannya. Karena reputasi yang baik tersebut,
perusahaan tetap dapat berdiri sampai sekarang. Nama baik perusahaan ini menjadi
salah satu nilai jual dari perusahaan.


70
b. Faktor Kelemahan perusahaan (weakness)
Tabel 4.2
Faktor Kelemahan Perusahaan
No. Faktor Kelemahan PT Mandom Indonesia Tbk
1 Lokasi perusahaan yang kurang strategis
2 Strategi pemasaran yang belum optimal
3 Sistem persediaan, penjualan dan pembelian yang belum terkomputerisasi
secara optimal
4 Target pasar yang terbatas
5 Manajemen keuangan yang lemah
Sumber: Hasil Wawancara pada PT Mandom Indonesia Tbk (2009)
1. Lokasi perusahaan yang kurang strategis
PT Mandom Indonesia Tbk berlokasi di J alan Yos Sudarso, By Pass PO BOX 1072
J akarta 14010, Indonesia. Membuat PT Mandom Indoneisa Tbk mengalami kesulitan
ketika mengambil bahan baku karena PT Mandom Indonesia Tbk tidak berada di
kawasan industri sehingga menambah biaya transportasi dan waktu pengiriman.
2. Strategi pemasaran yang belum optimal
Strategi pemasaran pada PT Mandom Indonesia Tbk belum berjalan dengan lancar,
pemasaran melalui media elektronik masih dirasakan kurang. Dampaknya minat
konsumen akan produk-produk PT Mandom Indonesia Tbk jadi berkurang, walaupun
PT Mandom Indonesia Tbk sendiri adalah perusahaan besar.
71
3. Sistem persediaan, penjualan dan pembelian yang belum
terkomputerisasi secara optimal
Pada PT Mandom Indonesia Tbk ini sistem komputerisasi belum terlaksana dengan
cukup baik. Pada sistem persediaan, penjualan dan pembelian yang masih
menggunakan beberapa pencatatan manual yang mengakibatkan kesalahan-
kesalahan kecil di bidang pencatatan.
4. Target pasar yang terbatas
Produk-produk yang ditawarkan oleh PT Mandom Indonesia Tbk sangatlah beragam,
tetapi produk-produk tersebut hanya memiliki target pasar yang sangat terbatas,
produk dari PT Mandom Indonesia Tbk di khususkan untuk kalangan remaja, baik
pria maupun wanita pada umumnya.
5. Manajemen keuangan yang lemah
Penggunaan akuntan internal perusahaan untuk mengolah data-data keuangan pada
PT Mandom Indonesia Tbk masih dirasakan sangat kurang, karena data-data
keuangan yang dipegang oleh pihak internal perusahaan belum sepenuhnya dapat
diolah dengan baik. Maka dengan adanya hal tersebut, PT Mandom Indonesia Tbk
menggunakan jasa akuntan publik untuk mengolah data-data keuangan internal
perusahaan.
4.3.2 Faktor Peluang dan Ancaman Eksternal PT Mandom Indonesia Tbk
Berikut adalah hasil rekapitulasi faktor peluang dan ancaman internal
perusahaan.


72
a. Faktor Peluang ekternal perusahaan (opportunity)

Tabel 4.3
Faktor Peluang Perusahaan
No. Faktor Peluang PT Mandom Indonesia Tbk
1 Meningkatkan daya saing produk kosmetika dalam negeri terhadap produk
kosmetika luar negeri
2 Perubahan trend dan gaya hidup
3 Kemajuan dunia teknologi
4 Dukungan pemerintah dalam pengembangan industri kosmetik, wangi-
wangian, perbekalan kesehatan rumah tangga, toiletries dan kemasan
plastik
5 Tidak ada produk pengganti yang lebih efisien dan praktis
Sumber: Hasil Wawancara pada PT Mandom Indonesia Tbk (2009)
1. Meningkatkan daya saing produk kosmetika dalam negeri terhadap
produk kosmetika luar negeri
Dengan adanya kesadaran dari masyarakat tentang penggunaan dan kecintaan
produk dalam negeri, maka daya saing produk kosmetika dalam negeri akan
meningkat terhadap kosmetika luar negeri. Dengan meningkatnya permintaan akan
produk dalam negeri maka negara dapat menghemat cadagan devisa dan
mengurangi beratnya tekanan depresiasi rupiah belakangan ini.
2. Perubahan trend dan gaya hidup
73
Dengan adanya perubahan dan perkembangan tren pada setiap tahunnya.
Merupakan sebuah peluang bagi PT Mandom Indonesia Tbk dalam menciptakan
produk baru untuk terus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang sesuai
dengan misi PT Mandom Inondesia Tbk.
3. Kemajuan dunia teknologi
Perkembangan dunia teknologi berkembang dengan sangat pesat. Hal ini menjadi
peluang karena perusahaan dapat menerapkannya ke dalam kegiatan perusahaan
seperti memasarkan produknya melalui internet, mengaplikasikan ke dalam kegiatan
operasional perusahaan, seperti pendataan persediaan barang, penjualan dan
pembelian sehingga segala kegiatan perusahaan akan lebih mudah untuk diawasi
dan dikontrol.
4. Dukungan pemerintah dalam pengembangan industri kosmetika,
wangi-wangian, perbekalan kesehatan rumah tangga, toiletries dan
kemasan plastik
Untuk mendorong produktivitas para produsen dalam negeri, maka pemerintah
memberikan insentif pembebasan bea masuk untuk bahan baku dan komponen yang
belum dapat dipasok dalam negeri.
5. Tidak ada produk pengganti yang lebih efisien dan praktis
Industri kosmetika dan toiletries ini tidak memiliki produk pengganti yang lebih
efisien dan praktis, dimana produk-produk tersebut sudah dikemas sedemikian rupa
sehingga dapat digunakan oleh konsumen secara praktis, konsumen tidak harus
mengolah bahan-bahan dasar untuk mendapatkan produk kosmetika. Hal tersebut
yang membuat keberadaannya selalu dbutuhkan.
74
b.Faktor Ancaman perusahaan (Threat)
Tabel 4.4
Faktor Ancaman Eksternal Perusahaan
No. Faktor Ancaman PT Mandom Indonesia Tbk
1 Munculnya pesaing-pesaing baru
2 Melemahnya nilai tukar rupiah
3 Fluktuatifnya harga minyak dunia
4 Tidak stabilnya keadaan sosial, ekonomi dan politik Indonesia
5 Adanya perusahaan-perusahaan yang menyediakan produk sejenis
Sumber: Hasil Wawancara pada PT Mandom Indonesia Tbk (2009)
1. Munculnya pesaing-pesaing baru
Berkembangnya industri ini menarik banyak orang untuk ikut berkecimpung di dalam
industri ini. Hal ini ditambah dengan mudahnya sebuah perusahaan baru untuk
masuk kedalam industri kosmetika dan toiletries ini. Sudah tentu ini akan membuat
intensitas persaingan akan semakin meningkat
2. Melemahnya nilai tukar rupiah
Dengan melemahnya nilai mata uang Rupiah tentunya akan membuat biaya produksi
PT Mandom Indonesia Tbk bertambah. Hal ini dikarenakan PT Mandom Indonesia
Tbk mengambil beberapa bahan baku dari luar negeri, sebab bahan baku tersebut
tidak diproduksi di dalam negeri seperti contohnya pollypropylen (pp), pollyethylen
(pe), alumunium dan alkohol.
75
3. Fluktuatifnya harga minyak dunia
Harga minyak sangat berpengaruh akan permintaan di Industri kosmetika dan
toiletries. Hal ini dikarenakan minyak adalah bahan bakar utama untuk
mengoperasikan mesin-mesin pabrik.
4. Tidak stabilnya keadaan sosial, ekonomi dan politik Indonesia
Keadaan politik di Indonesia yang tidak stabil tentunya membuat para investor ragu
untuk membangun pabrik-pabrik di Indonesia. Belum lagi J uli 2009 nanti akan
pemilu, yang nantinya akan ada pergantian pemerintahan baru lagi hal itu akan
diikuti dengan kebijakan baru. Pergantian kebijakan ini akan menghambat
pertumbuhan industri yang sedang berkembang karena harus menyesuaikan dengan
aturan-aturan baru.
5. Adanya perusahaan-perusahaan yang menyediakan produk sejenis
Saat ini bannyak perusahaan-perusahaan yang memproduksi dan menyediakan
produk sejenis, seperti halnya alat-alat kecantikan (kosmetika), wangi-wangian, serta
perbekalah kesehatan rumah tangga. Sebut saja perusahaan seperti PT Unilever
Indonesia Tbk dan Martha Tilaar Group.
4. 4 Rekomendasi/ Usulan Strategi Bisnis bagi PT Mandom Indonesia Tbk
Untuk mengetahui strategi bisnis yang sebaiknya dijalankan oleh perusahaan di
masa yang akan datang (rekomendasi atau usulan strategi), dilakukan beberapa langkah
pengujian untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal perusahaan, setelah
mengetahui kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman perusahaan, langkah
selanjutnya terbagi menjadi 3 tahap yakni Tahap Masukan, Tahap Pencocokan, serta Tahap
Keputusan dengan teknik analisisnya (matriksnya) masing-masing.
76
4.4.1 TAHAP MASUKAN
4.4.1.1 Hasil Wawancara Pembobotan Faktor Internal dan Eksternal PT
Mandom Indonesia Tbk
Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan kuisioner untuk menilai
pembobotan faktor internal dan faktor eksternal untuk menentukan bobot terhadap
hasil ekstraksi yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah data-data yang dibutuhkan
terkumpul tahap selanjutnya adalah dengan meng-input data-data tersebut ke dalam
tabel penentuan bobot dengan perbandingan berpasangan baik untuk faktor internal
dan faktor eksternal. Kemudian hasil dari tabel penentuan bobot tersebut
dinormalisasi agar dapat diperoleh bobot akhir yang akan digunakan dalam matriks
IFE dan matriks EFE. Berikut ini adalah hasil dari penilaian pembobotan baik untuk
faktor internal (tabel 4.5) dan faktor eksternal perusahaan (tabel 4.6) .









77
Tabel 4.5
Rekapitulasi Penilaian Bobot Faktor Internal
T
o
t
a
l

B
o
b
o
t

0
.
1
2
2
5
2
5

0
.
1
2
3
6
0
5

0
.
1
6
0
0
1
1

0
.
1
2
0
9
8
8

0
.
1
2
2
2
5
8

0
.
0
4
1
3
2
9

0
.
0
8
5
4
6
4

0
.
0
7
3
9
6
9

0
.
0
6
3
2
3
8

0
.
0
8
6
6
1
2

B
o
b
o
t

R
e
s
p
o
n
d
e
n

5

0
.
0
8
3
9
6
9

0
.
0
8
5
6
6
6

0
.
0
5
5
9
8

0
.
0
7
0
3
9
9

0
.
1
1
0
2
6
3

0
.
0
4
1
5
6
1

0
.
1
4
7
5
8
3

0
.
1
0
9
4
1
5

0
.
1
0
8
5
6
7

0
.
1
8
6
5
9
9

B
o
b
o
t

R
e
s
p
o
n
d
e
n

4

0
.
0
8
1
5
5
7

0
.
1
5
2
9
1
9

0
.
1
5
2
9
1
9

0
.
1
9
4
6
2
5

0
.
1
2
6
0
4
3

0
.
0
5
8
3
8
7

0
.
0
7
5
0
7

0
.
0
5
8
3
8
7

0
.
0
5
8
3
8
7

0
.
0
4
1
7
0
5

B
o
b
o
t

R
e
s
p
o
n
d
e
n

3

0
.
0
7
6
0
3

0
.
1
1
0
8
7
6

0
.
1
7
5
2
9

0
.
1
0
3
4
8
5

0
.
0
7
1
8
0
6

0
.
0
2
9
5
6
7

0
.
1
0
9
8
2

0
.
1
2
9
8
8
4

0
.
0
4
4
3
5
1

0
.
1
4
8
8
9
1

B
o
b
o
t

R
e
s
p
o
n
d
e
n

2

0
.
1
8
3
4
5
3

0
.
1
2
4
1
0
1

0
.
1
8
8
8
4
9

0
.
1
0
7
9
1
4

0
.
1
9
1
5
4
7

0
.
0
3
8
6
6
9

0
.
0
6
2
9
5

0
.
0
2
3
3
8
1

0
.
0
4
7
6
6
2

0
.
0
3
1
4
7
4
8
2

B
o
b
o
t

R
e
s
p
o
n
d
e
n

1

0
.
1
8
7
6
1
7

0
.
1
4
4
4
6
5

0
.
2
2
7
0
1
7

0
.
1
2
8
5
1
8

0
.
1
1
1
6
3
2

0
.
0
3
8
4
6
2

0
.
0
3
1
8
9
5

0
.
0
4
8
7
8

0
.
0
5
7
2
2
3

0
.
0
2
4
3
9

F
a
k
t
o
r

I
n
t
e
r
n
a
l

H
a
r
g
a

y
a
n
g

k
o
m
p
e
t
i
t
i
f

J
e
n
i
s

b
a
r
a
n
g

y
a
n
g

d
i
t
a
w
a
r
k
a
n

b
e
r
v
a
r
i
a
s
i

M
e
m
i
l
i
k
i

l
a
y
a
n
a
n

p
u
r
n
a

j
u
a
l

y
a
n
g

b
a
i
k

M
e
m
p
u
n
y
a
i

t
e
n
a
g
a

a
h
l
i

y
a
n
g

b
e
r
p
e
n
g
a
l
a
m
a
n

d
a
n

b
e
r
s
e
r
t
i
f
i
k
a
t

N
a
m
a

b
a
i
k

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

L
o
k
a
s
i

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

y
a
n
g

k
u
r
a
n
g

s
t
r
a
t
e
g
i
s

S
t
r
a
t
e
g
i

p
e
m
a
s
a
r
a
n

y
a
n
g

b
e
l
u
m

o
p
t
i
m
a
l

S
i
s
t
e
m

p
e
r
s
e
d
i
a
a
n
,

p
e
n
j
u
a
l
a
n

d
a
n

p
e
m
b
e
l
i
a
n

y
a
n
g

b
e
l
u
m

t
e
r
k
o
m
p
u
t
e
r
i
s
a
s
i

s
e
c
a
r
a

o
p
t
i
m
a
l

T
a
r
g
e
t

p
a
s
a
r

y
a
n
g

t
e
r
b
a
t
a
s


M
a
n
a
j
e
m
e
n

k
e
u
a
n
g
a
n

y
a
n
g

l
e
m
a
h

N
o

S
-
1

S
-
2

S
-
3

S
-
4

S
-
5

W
-
1

W
-
2

W
-
3

W
-
4

W
-
5

Sumber: Pengolahan data PT Mandom Indonesia Tbk (2009)

78
Tabel 4.6
Rekapitulasi Penilaian Bobot Faktor External
T
o
t
a
l

B
o
b
o
t

0
.
1
7
7
7
1
2

0
.
1
0
5
3
0
1

0
.
1
5
1
6
1
1

0
.
1
1
3
2
1
7

0
.
0
5
6
4
7

0
.
0
8
6
7
3
3

0
.
0
6
2
8
2
8

0
.
0
7
3
8
6
3

0
.
0
9
3
1
6

0
.
0
7
9
1
0
5

B
o
b
o
t

R
e
s
p
o
n
d
e
n

5

0
.
0
1
5
3

0
.
0
1
5
3

0
.
0
2
2
9

0
.
0
0
1
5

0
.
0
0
8

0
.
0
1
5
3

0
.
0
1
5
2
7

0
.
0
1
5
2
7

0
.
0
0
1
5

0
.
0
0
1
5

B
o
b
o
t

R
e
s
p
o
n
d
e
n

4

0
.
0
2
2
9

0
.
0
2
2
9

0
.
0
2
2
9

0
.
0
0
7
6

0
.
0
1
5

0
.
0
0
1
5

0
.
0
2
2
9

0
.
0
2
2
9

0
.
0
0
2
3

0
.
0
0
1
5

B
o
b
o
t

R
e
s
p
o
n
d
e
n

3

0
.
0
1
5
3

0
.
0
2
2
9

0
.
0
0
7
6

0
.
0
0
2
3

0
.
0
0
2

0
.
0
0
2
3

0
.
0
1
5
2
7

0
.
0
2
2
9

0
.
0
0
1
5

0
.
0
0
2
2
9

B
o
b
o
t

R
e
s
p
o
n
d
e
n

2

0
.
0
0
2
3

0
.
0
0
7
6

0
.
0
0
2
3

0
.
0
0
2
3

0
.
0
0
2

0
.
0
0
1
5

0
.
0
2
2
9

0
.
0
2
2
9

0
.
0
0
2
3

0
.
0
0
1
5

B
o
b
o
t

R
e
s
p
o
n
d
e
n

1

0
.
0
0
7
6

0
.
0
2
2
9

0
.
0
0
1
5

0
.
0
0
2
3

0
.
0
0
2

0
.
0
0
1
5

0
.
0
2
2
9

0
.
0
2
2
9

0
.
0
0
2
3

0
.
0
0
2
2
9

F
a
k
t
o
r

E
k
s
t
e
r
n
a
l

M
e
n
i
n
g
k
a
t
k
a
n

d
a
y
a

s
a
i
n
g

p
r
o
d
u
k

k
o
s
m
e
t
i
k
a

d
a
l
a
m

n
e
g
e
r
i

t
e
r
h
a
d
a
p

p
r
o
d
u
k

k
o
s
m
e
t
i
k
a

l
u
a
r

n
e
g
e
r
i

P
e
r
u
b
a
h
a
n

t
r
e
n
d

d
a
n

g
a
y
a

h
i
d
u
p

K
e
m
a
j
u
a
n

d
u
n
i
a

t
e
k
n
o
l
o
g
i

D
u
k
u
n
g
a
n

p
e
m
e
r
i
n
t
a
h

d
a
l
a
m

p
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

i
n
d
u
s
t
r
i

k
o
s
m
e
t
i
k
,

w
a
n
g
i
-
w
a
n
g
i
a
n
,

p
e
r
b
e
k
a
l
a
n

k
e
s
e
h
a
t
a
n

r
u
m
a
h

t
a
n
g
g
a
,

t
o
i
l
e
t
r
i
e
s

d
a
n

k
e
m
a
s
a
n

p
l
a
s
t
i
k

T
i
d
a
k

a
d
a

p
r
o
d
u
k

p
e
n
g
g
a
n
t
i

y
a
n
g

l
e
b
i
h

e
f
e
s
i
e
n

d
a
n

p
r
a
k
t
i
s

M
u
n
c
u
l
n
y
a

p
e
s
a
i
n
g
-
p
e
s
a
i
n
g

b
a
r
u

M
e
l
e
m
a
h
n
y
a

n
i
l
a
i

t
u
k
a
r

r
u
p
i
a
h

F
l
u
k
t
u
a
t
i
f
n
y
a

h
a
r
g
a

m
i
n
y
a
k

d
u
n
i
a

T
i
d
a
k

s
t
a
b
i
l
n
y
a

k
e
a
d
a
a
n

s
o
s
i
a
l
,

e
k
o
n
o
m
i

d
a
n

p
o
l
i
t
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a

A
d
a
n
y
a

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

-

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

y
a
n
g

m
e
n
y
e
d
i
a
k
a
n

p
r
o
d
u
k

s
e
j
e
n
i
s

N
o

O
-
1

O
-
2

O
-
3

O
-
4

O
-
5

T
-
1

T
-
2

T
-
3

T
-
4

T
-
5

Sumber: Pengolahan data PT Mandom Indonesia Tbk (2009)
79
4.4.1.2 Hasil Wawancara Penilaian Skor Faktor Internal dan Eksternal PT
Mandom Indonesia Tbk
Langkah terakhir dari tahap pengumpulan data adalah ini dengan
memberikan penilaian peringkat/skor terhadap faktor internal dan faktor eksternal.
Data ini didapat dari hasil kuisioner dengan Sales Strategic Meeting (SSM) dari PT
Mandom Indonesia Tbk. Berikut ini adalah hasil dari penilaian peringkat baik untuk
faktor internal (tabel 4.7) dan faktor eksternal perusahaan (tabel 4.8) .
Tabel 4.7
Rekapitulasi Penilaian Skor Faktor Internal
Nomor
Faktor Internal
PT Mandom
Indonesia Tbk
Skor
Responden 1 Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5
Rata -
rata
S-1 Harga yang
kompetitif
4 4 3 4 3 4
S-2
J enis barang
yang ditawarkan
bervariasi
3 3 4 3 4 3
S-3
Memiliki layanan
purna jual yang
baik
4 3 3 4 4 4
S-4
Mempunyai
tenaga ahli
yang
berpengalaman
dan bersertifikat
3 4 4 3 4 3
S-5 Nama baik
perusahaan
3 4 3 3 3 3
W-1
Lokasi
perusahaan
yang kurang
2 1 2 2 1 2
80
Sumber: Hasil Penelitian (2009)
Tabel 4.8
Rekapitulasi Penilaian Skor Faktor Eksternal
Nomor
Faktor Eksternal
PT Mandom
Indonesia Tbk
Skor
Responden 1 Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5
Rata -
rata
O-1
Meningkatkan
daya saing
produk
kosmetika
dalam negeri
terhadap
produk
kosmetika luar
negeri
3
4 2 4 1 3
O-2
Perubahan trend
dan gaya hidup
4
2 2 3 4 3
O-3
Kemajuan dunia
teknologi
2
3 3 4 3 3
strategis
W-2
Strategi
pemasaran yang
belum optimal
1 2 2 1 1 1
W-3
Sistem
persediaan,
penjualan dan
pembelian yang
belum
terkomputerisasi
secara optimal
2 2 1 2 1 2
W-4 Target pasar
yang terbatas
1 2 2 1 2 2
W-5
Manajemen
keuangan yang
lemah
2 1 2 1 2 2
81
O-4
Dukungan
pemerintah dalam
pengembangan
industri kosmetik,
wangi-wangian,
perbekalan
kesehatan rumah
tangga, toiletries
dan kemasan
plastik
2
1 3 2 1 2
O-5
Tidak ada produk
pengganti yang
lebih efesien dan
praktis
2
3 3 2 1 2
T-1
Munculnya
pesaing-pesaing
baru
3
1 2 3 2 2
T-2
Melemahnya nilai
tukar rupiah
1
2 2 3 4 2
T-3
Fluktuatifnya
harga minyak
dunia
3
2 4 3 1 3
T-4
Tidak stabilnya
keadaan sosial,
ekonomi dan
politik Indonesia
1
2 2 1 3 2
T-5
Adanya
perusahaan-
perusahaan yang
menyediakan
produk sejenis
2
1 2 1 1 1
Sumber: Hasil Penelitian (2009)





82
4.4.1.3 Matriks IFE
Dalam mariks ini menggunakan data dari hasil perhitungan tabel 4.5 sebagai
bobot dan tabel 4.7 sebagai rating.

Tabel 4.9 MATRIKS IFE
Faktor-faktor internal Bobot (B)
Rating
(R)
B*R
Strenght
Harga yang kompetitif
J enis barang yang dijual bervariasi
Memiliki layanan purna jual yang baik
Mempunyai tenaga ahli yang
berpengalaman dan bersertifikat
Nama baik perusahaan

Weakness
Lokasi perusahaan yang kurang strategis
Strategi pemasaran yang belum optimal
Sistem persediaan, penjualan dan
pembelian yang belum terkomputerisasi
secara optimal
Target pasar yang terbatas
Manajemen keuangan yang lemah
0.122525
0.123605
0.160011
0.120988
0.122258


0.041329
0.08546
0.073969

0.063238
0.086612

4
3
4
3
3


2
1
2

2
2

0.490101
0.370816
0.640044
0.362965
0.366775


0.082658
0.085464
0.147939

0.126476
0.173224

Total 1 2.846461
Sumber: Hasil Penelitian (2009)

Berdasarkan hasil dari tabel IFE di atas, Hal tersebut mengindikasikan posisi internal
PT Mandom Indonesia Tbk saat ini cukup kuat, yaitu 2.846461


83

Nomor Faktor Internal (berdasarkan hasil) B*R
S-3 Memiliki layanan purna jual yang baik 0.640044
S-1 Harga yang kompetitif 0.490101
S-2 J enis barang yang dijual bervariasi 0.370816
S-5 Nama baik perusahaan 0.366775

S-4 Memiliki tenaga ahli yang berpengalaman dan bersertifikat

0.362965
W-5 Manajemen keuangan yang lemah 0.173224
W-3 Sistem persediaan, penjualan dan pembelian yang belum
terkomputerisasi secara optimal

0.147939

W-4 Target pasar yang terbatas

0.126476

W-2 Strategi pemasaran yang belum optimal

0.085464
W-1 Lokasi perusahaan yang kurang strategis

0.082658
Sumber: Hasil Penelitian (2009)

4.4.1.4 Matriks EFE
Dalam mariks ini menggunakan data dari hasil perhitungan tabel 4.6
sebagai bobot dan tabel 4.8 sebagai rating.

84
Tabel 4.10 MATRIKS EFE
Faktor-faktor eksternal Bobot (B) Rating (R) B*R
Oppotrunity
Meningkatkan daya saing produk
kosmetika dalam negeri terhadap
produk kosmetika luar negeri
Perubahan trend dan gaya hidup
Kemajuan dunia teknologi
Dukungan pemerintah dalam
pengembangan industri kosmetik,
wangi-wangian, perbekalan kesehatan
rumah tangga, toiletries dan kemasan
plastik
Tidak adanya barang pengganti yang
lebih efesien dan praktis

Threat
Munculnya pesaing-pesaing baru
Melemahnya nilai tukar rupiah
Fluktuatifnya harga minyak dunia
Tidak stabilnya keadaan sosial,
ekonomi dan politik Indonesia
Adanya perusahaan yang
menyediakan produk sejenis

0.177712

0.105301
0.151611
0.113217


0.05647


0.086733
0.062828
0.073863
0.09316
0.079105
3

3
3
2


2


2
2
3
2
1


0.533137

0.315903
0.454832
0.226434


0.11294


0.173465
0.125656
0.22159
0.18632
0.079105
Total 1 2.429383
Sumber: Hasil Penelitian (2009)

Total nilai untuk matriks EFE adalah 2,429383 . Hal tersebut mengindikasikan bahwa
PT Mandom Indonesia Tbk merespon dengan cukup baik terhadap peluang dan ancaman
yang muncul.




85
Nomor Faktor Eksternal (berdasarkan hasil) B*R
O-1 Meningkatkan daya saing produk kosmetika dalam negeri
terhadap produk kosmetika luar negeri
0.533137

O-3 Kemajuan dunia teknologi

0.454832
O-2 Perubahan trend dan gaya hidup

0.315903

O-4 Dukungan pemerintah dalam pengembangan industri
kosmetik, wangi-wangian, perbekalan kesehatan rumah
tangga, toiletries dan kemasan plastik

0.226434
T-3 Fluktuatifnya harga minyak dunia

0.22159
T-4 Tidak stabilnya keadaan sosial, ekonomi dan politik Indonesia

0.18632
T-1 Munculnya pesaing-pesaing baru

0.173465
T-2 Melemahnya nilai tukar rupiah

0.125656
O-5 Tidak adanya barang pengganti yang lebih efesien dan praktis

0.11294
T-5 Adanya perusahaan yang menyediakan produk sejenis 0.079105
Sumber: Hasil Penelitian (2009)



4.4.2 TAHAP PENCOCOKAN
4.4.2.1 Matriks SWOT
86
KEKUATAN (S)
1. Harga yang kompetitif
2. J enis barang yang ditawarkan
bervariasi
3.Memiliki layanan purna jual yang
baik
4. Mempunyai tenaga ahli yang
berpengalaman dan bersertifikat
5. Nama baik perusahaan

KELEMAHAN (W)
1. Lokasi perusahaan yang kurang
strategis
2.Strategi pemasaran yang belum
optimal
3.Sistem persediaan, penjualan dan
pembelian yang belum
terkomputerisasi secara optimal
4.Target pasar yang terbatas
5.Manajemen keuangan yang lemah
PELUANG (O)
1.Meningkatkan daya saing produk
kosmetika dalam negeri terhadap
produk kosmetika luar negeri

2. Perubahan trend dan gaya hidup

3.Kemajuan dunia teknologi
4.Dukungan pemerintah dalam
pengembangan industri kosmetika,
wangi-wangian, perbekalan kesehatan
rumah tangga, toiletries dan kemasan
plastik
5.Tidak ada produk pengganti yang
lebih efisien dan praktis
STRATEGI SO

Dengan adanya perubahan trend dan
gaya hidup maka PT Mandom
Indonesia Tbk menawarkan jenis
barang yang bervariasi
Pengembangan Produk (S2,O2)
STRATEGI WO

Dengan adanya dukungan
pemerintah dalam pengembangan
industri kosmetika serta kemajuan
teknologi dapat meningkatkan
strategi pemasaran yang belum
optimal dengan cara promosi
dengan media elektronik dan web
(W2,O4,O3)
ANCAMAN (T)
1.Munculnya pesaing-pesaing baru
2.Melemahnya nilai tukar rupiah
3.Fluktuatifnya harga minyak dunia
4.Tidak stabilnya keadaan sosial,
ekonomi dan politik Indonesia
5. Adanya perusahaan-perusahaan
yang menyediakan produk sejenis
STRATEGI ST

Dengan adanya jenis barang yang
bervariasi dan banyak perusahaan
yang menyediakan produk sejenis
Penetrasi Pasar (S2,T5)
STRATEGI WT
Dengan target pasar yang terbatas
dan munculnya pesaing baru
Integrasi Horizontal (W4,T1)
Sumber: Hasil Pengolahan Data (2009)
Gambar 4.3
Matriks SWOT PT Mandom Indonesia Tbk
87

4.4.2.2 Matriks IE (Internal Eksternal)
Berdasarkan data yang telah diolah dengan hasil Matrik IFE dan
Matrik EFE diketahui bahwa nilai IFE adalah 2,846461 dan Matrik EFE adalah
2,429383. Dengan demikian PT Mandom Indonesia Tbk berada pada sel
nomor 5 dimana perusahaan berada dalam kondisi pertumbuhan, paling baik
dikelola dengan strategi pertahankan dan pelihara. Strategi penetrasi pasar
dan pengembangan produk merupakan dua strategi yang umum digunakan
oleh perusahaan.












88
Kekuatan Internal Bisnis
Kuat Rata-rata Lemah
(3.0-4.0) (2.0-2.99) (1.0-1.99)
4.0 3.0 2.0 1.0
Tinggi
(3.0-4.0)

3.0

Sedang
(2.0-2.99)


2.0

Rendah
(1.0-1.99)


PT Mandom
Indonesia Tbk
(2,846461 ;
2,429383)





1.0
Gambar 4.4 Hasil Matrik Internal dan Eksternal
Sumber: Hasil Penelitian (2009)

4.4.3 Tahap Pengambilan Keputusan
Langkah terakhir dalam penelitian ini adalah mengambil keputusan, setelah
melalui tahap pencocokan, dengan menggunakan Matriks SWOT dan Matriks IE.
Dalam tahap ini dipilih 2 strategi alternative yang paling mungkin diterapkan oleh
perusahaan yang kemudian akan ditentukan dengan menggunakan QSPM.
89
4.4.3.1 Matriks Perencanaan Strategi Kuantitatif (QSPM)
Matriks ini termasuk dalam 3 tahap dari kerangka kerja analisis
perumusan strategi. QSPM menggunakkan input dari analisis tahap 1 dan
hasil pencocokan dari analisis tahap 2 untuk menentukan secara objektif di
antara alternatif strategi. Yaitu, Matriks EFE, Matriks IFE, yang membentuk
tahap 1, digabung dengan matriks SWOT dan Matriks IE, yang membentuk
dalam tahap 2, memberikan informasi yang dibutuhkan untuk membuat
QSPM (tahap 3).

Tabel 4.11 Quantitive Strategic Planning Matrix


FAKTOR-FAKTOR KUNCI




BOBOT

STRATEGI-STRATEGI ALTERNATIF
Penetrasi Pasar
Pengembangan
produk
Integrasi
Horizontal
AS TAS AS TAS AS TAS
FAKTOR-FAKTOR KUNCI
EKSTERNAL

Peluang
1. Meningkatkan daya saing
produk kosmetika dalam
negeri terhadap produk
kosmetika luar negeri

0.177712

1

0.177712

1

0.177712

2 0.355424
2. Perubahan trend dan gaya
hidup
0.105301 2 0.210602 3 0.315903 2 0.210602
3. Kemajuan dunia teknologi
0.151611 1 0.151611 3 0.454833 2 0.303222
90
4. Dukungan pemerintah
dalam pengembangan
industry kosmetik, wangi-
wangian, perbekalan
kesehatan rumah tangga,
toiletries dan kemasan
plastik
0.113217 2 0.226434 3 0.339651 4 0.452868
5. Tidak ada produkk
pengganti yang lebih efisien
dan praktis
0.05647 3 0.16941 3 0.16941 2 0.11294
Ancaman
1. Munculnya pesaing-pesaing
baru
0.086733 3 0.260199 2 0.173466 1 0.086733
2. Melemahnya nilai tukar
rupiah
0.062828 1 0.062828 3 0.188484 3 0.188484
3. Flutuaktifnya harga minyak
dunia
0.073863 3 0.221589 3 0.221589 3 0.221589
4. Tidak stabilnya keadaan
social, ekonomi dan politik
Indonesia
0.09316 2 0.18632 3 0.27948 2 0.18632
5. Adanya perusahaan-
perusahaan yang
menyediakan produk sejenis
0.079105 3 0.237315 3 0.237315 3 0.237315
1,00
FAKTOR-FAKTOR
KUNCI INTERNAL

Kekuatan
1. Harga yang kompetitif 0.122525 4 0.4901 4 0.4901 3 0.367575
2. J enis barang yang
ditawarkan bervariasi
0.123605 3 0.370815 4 0.49442 3 0.370815
3. Memiliki layanan purna jual
yang baik
0.160011 3 0.480033 3 0.480033 4 0.640044
4.Mempunyai tenaga ahli
yang berpengalaman dan
bersertifikat
0.120988 4 0.483952 4 0.483952 3 0.362964
5.Nama baik perusahaan 0.122258 4 0.489032 3 0.366774 4 0.489032



91
Kelemahan

1. Lokasi perusahaan yang
kurang strategis
0.041329 1 0.041329 1 0.041329 1 0.041329
2. Strategi pemasaran yang
belum optimal
0.085464 1 0.085464 2 0.170928 1 0.085464
3. Sistem persediaan,
penjualan dan pembelian
yang belum
terkomputerisasi secara
optimal
0.073969 2 0.147938 1 0.073969 2 0.147938
4. Target pasar yang terbatas
0.063238 2 0.126476 2 0.126476 1 0.063238
5. Manajemen keuangan yang
lemah
0.086612 1 0.086612 1 0.086612 2 0.173224
1,00 4.70577 5.372436 5.09712
Sumber: Hasil Penelitian (2009)

Penjumlahan nilai untuk penetrasi pasar yaitu sebesar 4,706 ; untuk penjumlahan
nilai integrasi horizontal yaitu sebesar 5,097 ; dan penjumlahan nilai untuk pengembangan
produk sebesar 5,372 .Dengan demikian, maka strategi pengembangan produk lebih
sesuai jika diterapakan oleh PT Mandom Indonesia Tbk dibandingkan dengan strategi
penetrasi pasar maupun strategi integrasi horizontal.
4.5 Implikasi Hasil Penelitian
Strategi pengembangan produk adalah strategi yang mencari peningkatan penjualan
dengan memperbaiki atau memodifikasi produk atau jasa saat ini. Pengembangan produk
biasa melibatkan biaya penelitian dan pengembangan yang besar.



92
Strategi pengembangan produk dapat dijalankan oleh PT Mandom Indonesia Tbk
dengan cara:
1. PT Mandom Indonesia Tbk membuat barang yang akan membuat pasar baru. PT
Mandom Indonesia Tbk dapat memperkenalkan sesuatu yang baru yang
diperuntukan untuk kelompok tertentu.
2. PT Mandom Indonesia Tbk menambahkan produk ke baris yang ada. Hal ini
dapat berarti wangi baru, warna baru, dan ukuran baru, tergantung pada produk
yang PT Mandom Indonesia Tbk tawarkan ke pasar. Hal ini akan mendorong
pembeli untuk terus menggunakan produk PT Mandom Indonesia Tbk dibanding
produk-produk baru, dan akan memperluas pasar yang ada untuk membawa
lebih banyak penjualan.
3. Perbaikan produk juga bagian dari pengembangan produk. Setelah produk telah
diluncurkan, perkembangannya dapat melanjutkan dengan biaya perbaikan,
estetika dan performa. Dengan cara, meningkatkan yang sudah ada sekarang,
sehingga produk-produk PT Mandom Indonesia Tbk dapat lebih menonjol di
antara pesaing PT Mandom Indonesia Tbk.
4. PT Mandom Indonesia Tbk juga terus memperbaiki produk untuk memuaskan
keinginan pelanggan yang selalu berubah. Maksudnya PT Mandom Indonesia
Tbk memiliki produk kosmetika yang populer untuk harga yang terjangkau,
tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang tidak semua masyarakat
mengetahuinya. Dalam hal ini, PT Mandom Indonesia Tbk dapat pasar manfaat
kesehatan dari kosmetika. Hal ini dapat mengakibatkan sebuah perluasan dari
target pasar, karena produk akan naik banding ke repositioned kepada mereka
yang suka kosmetika serta sadar akan kesehatan.
93
5. PT Mandom Indonesia Tbk telah meluncurkan beberapa produk baru seperti
Pucelle Mist Cologne Flower Season in J apan dan Gatsby Water Gloss Hyper
Solid.
Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan perlunya penambahan
produk baru, yaitu :
1. Harus ada permintaan yang cukup besar
2. Produk harus sesuai dengan standar sosial lingkungannya
3. Produk harus sesuai dengan struktur pemasaran perusahaan yang sedang
berjalan.
4. Gagasan produk sebaiknya sesuai dengan fasilitas produksi, tenaga kerja dan
kemampuan manajemen yang ada.
5. Produk harus layak secara finansial, artinya bisa memberikan laba yang
memadai.
6. Harus tidak ada permasalahan hukum.
7. Manajemen perusahaan memiliki waktu dan kemampuan mengelola produk baru
tersebut.
8. Produk harus sesuai dengan citra dan tujuan perusahaan.

Penyempurnaan produk dapat dilakukan dengan cara :
1. menambah ciri ciri atau model baru
2. mengubah persyaratan atau kebutuhan pemrosesan
3. mengubah kandungan atau unsur unsur produk


94
Usaha pengembangan produk dikatakan sukses jika produk dapat diproduksi dan
dijual dengan menghasilkan laba, namun laba seringkali sulit untuk dinilai secara cepat dan
langsung. Lima dimensi spesifik yang lain, yang berhubungan dengan laba dan biasa
digunakan untuk menilai kinerja usaha pengembangan produk:
1. Kualitas produk
Seberapa baik produk yang dihasilkan dari upaya pengembangan ? Apakah
produk tersebut memuaskan kebutuhan pelanggan ? Apakah produk tersebut
kuat dan andal? Kualitas produk pada akhirnya akan mempengaruhi pangsa
pasar dan menentukan harga yang ingin dibayar oleh pelanggan untuk produk
tersebut.
2. Biaya produk
Apakah yang dimaksud dengan biaya manufaktur dari produk ? Biaya ini
termasuk pengeluaran untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya
produksi setiap unit produk. Biaya produk menentukan berapa besar laba yang
dihasilkan oleh perusahaan pada volume penjualan dan harga penjualan tertentu
3. Waktu pengembangan produk
Seberapa cepat anggota tim menyelesaikan pengembangan produk? Waktu
pengembangan akan menentukan kemampuan perusahaan dalam berkompetisi,
menunjukkan daya tanggap perusahaan terhadap perubahan teknologi, dan
pada akhirnya akan menentukan kecepatan perusahaan untuk menerima
pengembalian ekonomis dari usaha yang dilakukan tim pengembangan.
4. Biaya pengembangan
Berapa biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk mengembangkan
produk? Biaya pengembangan biasanya merupakan salah satu komponen yang
penting dari investasi yang dibutuhkan untuk mencapai profit.

95
5. Kapabilitas pengembangan
Apakah tim pengembang dan perusahaan mempunyai kemampuan yang lebih
baik untuk mengembangkan produk masa depan sebagai hasil dari pengalaman
yang diperoleh pada proyek pengembangan saat ini? Kapabilitas pengembangan
merupakan asset yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk
mengembangkan produk dengan lebih efektif dan ekonomis di masa yang akan
datang.

Empat faktor utama penyebab kegagalan pengembangan produk baru, yaitu :
1. Target pasar yang dituju terlampau kecil, sehingga penjualannya tidak cepat
menutupi biaya riset dan pengembangan, biaya produksi dan biaya pemasaran.
2. Kualitas produk tidak baik.
3. Perusahaan tidak memiliki akses ke distributor dan pasar, misalnya kalah
bersaing dalam mendapatkan tempat ( space) dalam rak -rak supermarket atau
toko pengecer lainnya
4. Timingnya tidak tepat, artinya produk baru diluncurkan terlalu cepat, terlalu
lambat, atau bahkan pada saat selera konsumen telah berubah secara drastis.

Untuk mencapai target yang telah ditetapkan dalam MID 2, PT Mandom Indonesia
Tbk meningkatkan penjualan gencarnya kegiatan marketing, iklan, dan promosi yang
semakin memperkuat posisi produk-produk Perseroan di benak para konsumen. Sepanjang
tahun ini Perseroan terus aktif mengintegrasikan kegiatan iklan dan promosi melalui
sponsorship berbagai acara yang targetnya sesuai dengan target konsumen produk,
kemudian juga menyelenggarakan acara-acara off-air, kerja sama dengan salah satu
universitas di J akarta, dan berbagai kegiatan lainnya.
96
PT Mandom Indonesia Tbk dalam mempertahankan tingkat penjualan menggunakan
bauran pemasaran dengan cara 4p place, price, promotion and product. Peningkatkan
pangsa pasar dilakukan antara lain dengan :
1. PT Mandom Indonesia Tbk melakukan pemasangan iklan, hal ini dapat dilakukan
dengan menggunakan teknologi informasi yaitu internet. Dengan menggunakan
internet PT Mandom Indonesia Tbk dapat mempromosikan produk-produk yang
dijualnya dan memberitahukan di mana letaknya perusahaan ini. Selain itu dapat
digunakan juga media cetak, seperti koran.
2. PT Mandom Indonesia Tbk, memberikan penawaran dan promosi-promosi
menarik kepada pelanggan. Dalam bentuk diskon khusus bagi pelanggan yang
menbeli dalam partai besar dan mempermudah pembayaran.
3. PT Mandom Indonesia Tbk, menambah jumlah tenaga marketing. Hal ini
bertujuan untuk menambah pangsa pasar. Mereka bertugas mencari pembeli-
pembeli baru dan mempromosikan perusahaan kepada masyarakat.
4. PT Mandom Indonesia Tbk meningkatkan pelayanan purna jual
5. Mempermudah cara pembayaran dan pengiriman
Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan internet, selain untuk
mempromosikan produk, internet juga bisa menjadi tempat pemesanan produk
dan sarana pembayaran. Dengan begitu pembeli tidak harus datang ke tempat.
Selain itu PT Mandom Indonesia Tbk juga bisa menawarkan jasa antar barang
pesanan ke tempat tujuan, tentunya dengan biaya tambahan.
Implikasi suatu strategi mengalami kegagalan tanpa adanya pemberdayaan
karyawan, di mana karyawan diberi kebebasan berpikir dan bertindak. Pemberdayaan
merupakan pemberian tanggung jawab dan wewenang terhadap pekerjaan untuk mengambil
keputusan menyangkut semua pengembangan produk dan pengambilan keputusan.
97
Beberapa program pemberdayaan lainnya yang dapat diaplikasikan oleh PT mandom
Indonesia Tbk, antara lain :
1. Penghargaan Kehadiran dan Keselamatan
2. Tanggung jawab Sosial / Program Sosial
3. Hari J adi Karyawan / Perusahaan
4. Saham / Pemilikan
5. Promosi / Tanggung J awab / Visibilitas
6. J alan-J alan / Event Khusus
7. Kontes
8. Program Sistem Point
Dalam pencapaian target, PT Mandom Indonesia Tbk menyatukan target
manajemen, departemen dan individu. Sebagai Perusahaan Publik ada kewajiban-kewajiban
yang harus dipenuhi oleh emiten. Bagi PT Mandom Indonesia Tbk, hal itu bukanlah sekedar
kewajiban, tetapi sebagai komitmen PT Mandom Indonesia Tbk kepada public untuk
menerapkan good coorperate governance. Karena PT Mandom Indonesia Tbk melihat dan
menghargai nilai dan kualitas personal dari setiap karyawan, PT Mandom Indonesia Tbk
mendorong setiap karyawan untuk mengambil peranan aktif dalam setiap segi pekerjaan.
Penerapan sistem manajemen yang mengikutsertakan semua karyawan menciptakan efek
sinergis dalam perusahaan kami. Itulah inti dari arti Human and Freedom.