Anda di halaman 1dari 10

PROSIDING HIMPUNAN AHLI GEOFISTKA INDONESIA

Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-29, Yoryakarta 5-7 Oktober 2004


ANALISTS DATA MAGNETIK UNTUK MENGETAHUI STRUKTUR BAWAH
PERMUKAANDAERAIIffi
;"ff iir^frffiIilAsDTLERENGUTARA
Boko Nurdiyanto S., Wahyudi, Imam Suyanto
Program Studi Geonsika rurusan .t:tfiu[lliltffi:ff:$ffi:tX,1;n Ilmu Pengerahuan Alam universitas
b-Jrurdiyade@yabae.qam
Abstrak
Kondisi struktur geologi gunungapi Ungaran yang komplek dan terdapatnya manifestasi airpanas di
lereng utara Gunungapi Ungaran, yaitu di Nglimut dan Medini mendorong dilakukannya survei geofisika
dengan metode magnetik. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi struktur bawah permukaan di daerah
ini dan mengetahui struktur yang mengontrol terjadinya manifestasi airpanas tersebut. Penelitian
dilaksanakan selama l0 hari dengan luas area 2 km x 3 km dan spasi pengukuran 100 m menggunakan PPM
dengan gradio dan GPS Trimble 4600 LS sebagai alat pengukur posisi. Pemrosesan data dimulai dengan
koreksi IGRF dan koreksi variasi harian untuk mendapatkan anomali medan magnet total. Kemudian
dilakukan reduksi ke bidang datar di ketinggian 867 m di atas sferoida referensi, kontinuasi ke atas sampai
ketinggian 1300 fn di atas sferoida referensi dan Pemisahan anomali lokal dan regional. Hasilnya kemudian
direduksi ke kutub, ditransformasi psedogravitasi serta dicari gradien horisontalnya. Interpretasi kualitatif
dilakukan dengan menganalisa kontur gradien vertikal medan magnet total, kontur anomali medan magret
total yang telah direduksi ke kutub dan hasil tranformasi pseudogravitasi serta kontur gradien horisontal.
Interpretasi kuantitatif dilalcukan dengan pemodelan benda anomali menggunakan program Mag2DC
for
ll/indows. Hasil dari interpretasi kualitatif adalah posisi horisontal dari benda penyebab anomali, yaitu berada
di antara manifestasi airpanas Nglimut dan Medini serta diketahui bahwa benda penyebab anomali
memanjang dengan arah baratlaut-tenggarayang kemudian diinterpretasikan sebagai sesar dan batas batuan.
Hasil dari interpretasi kuantitatif adalah model sffuktur geologi berupa sesar turun pada endapan piroklastik
dan sesai turun pada batas batuan antara endapan piroklastik
1l:
O,OleS emu) denginbasal (,t: 0,001 emu).
Manifestasi airpanas di daerah Nglimut dan Medini dikontrol oleh adanya sesar turun yang menjadi zona
lemah sehingga mudah diterobos oleh airpanas yang berasal dari reservoar panasbumi gunungapi Ungaran.
Penerobosan airpanas ini menyebabkan penurunan nilai suseptibilitas endapan piroklastik menjadi 0,0020
emu.
Abstract
The geological structure complexity of Ungaran volcano and the existence of hot springs
manifestation in northern tingaran volcano, Nglimut and Medini were the basic considerations of the
geophysical survey by magnetic method. This research has been done to interpret sub-surface structure
condition and the structure which conhol the hot springs manifestation. The research has been finished for
ten days with area size 2 km x 3 km and measurement space of 100 m, using PPM with gradiometer and GpS
Trimble 4600 LS for positioning. Data processing started by correcting IGRF and diumal variation to achieve
anomaly of total magnetic area. Then, it was reduced to a horizontal plane at 867 m height above referential
spheroid, upward continuation to 1300 m height above referential spheroid and regional anomaly correction.
The result would be reduced to pole, transformed to pseudo gravitation and obtained the horizontal gradient.
Qualitative
interpretation has been finished by analyzing the iotal magnetic vertical gradient contour, contour
of total magnetic anomaljz that has been reduced to pole, also the result of pseudo gravity hansformation and
contour of the horizontal gradient.
Quantitative
inteqpretation has been done by anomaly modeling using
MaQDC for Windows program. The result of qualitative interpretation is horizontal position of the bocly
causing anomaly which is located between Nglimut and Medini hot springs manifestation, and it stretched
along northwest
-
southwest, which later interpreted as fault and lithology contact. The result of quantitative
interpretation is geological structure model in the form of normal fault in piroklastic sediment and normal
fault in lithology contact between piroklastic sediment (k: 0,0269 emu) and basalt (k
:
0,001 emu). Hot
springs manifestation in Nglimut and Medini is controlled by the normal fault which becomes a weak zone,
easily passed by hot water which comes from Ungaran volcano geothermal reservoir. The hot water pass
causing the piroklastic sediment susceptibility value decrease to 0,0020 emu.
36
I Pendahuluan
I.1. tr atar Belakang Masalah
Di Pulau Jiwa, sebagaimana di semua pulau busur dalam lndonesia banyak terdapat deretan
gunungapi. Salah satu deretan gunungapi yang menarik adalah deretan Ungaran-Telomoyo-Merbabu-Merapi
ii lu*u Tengah, sehingga Uanyat penetitian yang dilakukan untuk rnenyelidiki deretan gunungapi tersebut.
Bemmelen
ig+g)
meng-atakan hal yang sangat menarik tentang deretan gunungapi karena memperlihatkan
lebih dari satu generasi pembentukan. Hal ini disebabkan karena tubuh semua gunungapi ini mengalami
ambrolan tektonik.
Selain penelitian mengenai struktur geologinya, gunungapi Ungaran
juga
menyimpan potensi di
bidang panasbumi. Sistem panasbumi Ungaran berasosiasi dengan volkanisme kuarter dari gunungapi
Ungaran Hal ini memunculkan manifestasi di permukaan dengan adanya
fumarol,
airpanas dan batuan
terilterasi. Daerah prospekfumarolhmryaterdapat di daerah Gedongsongo. Manifestasi airpanas muncul di
daerah Banaran, Nglimut, Diwak dan Kali UIo.
penelitian
geofisika yang dilakukan sebelumnya meliputi daerah gunungapi Ungaran secara luas dan
daerah manifestasi
fumarol
Gedongsongo. Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa kawasan
gunungapi Ungaran dan sekitarnya dikelilingi oleh suatu sesar normal yang cukup kompleks, sedangkan
i.uu. yung besar mempunyai arah umum baratlaut-tenggara. Penelitian ini dilakukan karena belum adanya
peneliiian aengan menggunakan metode magnetik yang menggambarkan kondisi geologi bawah permukaan
bi daerah manifestasi airpanas Nglimut dan Medini yang terletak di lereng utara gunungapi Ungaran.
Metode magretik merupakan salah satu metode geofisika yang sering digunakan untuk survei
pendahuluan pada eksplorasi minyak bumi, gas bumi dan penyelidikan batuan mineral- Metode ini
mempunyai ikurasi pengukuran yang relatif tinggi, peralatan dan pengoperasian di lapangan relatif
sedeihana, mudah dan cepat
jika
dibandingkan dengan metode geofisika lainnya. Sesuai dengan namanya'
metode magrretik bekerja berdasarkan sifat-sifat megnetik batuan yang terdapat di bawah permukaan bumi.
pada
perkanbangan seianjutnya, metode magnetik banyak digunakan di berbagai bidang geofisika lainnya
termasuk unmk penelitian mengenai gunungapi dan struktur bawah permukaan.
Diharapkan dari hasil interpretasi akan diketahui
jenis litologi dan stnrktur bawah permukaan daerah
permukaan. Iiari hasil interpretasi tersebut akan digunakan untuk menganalisa stnrktur yang mengontrol
adanya manifestasi airpanas Nglimut dan Medini.
I.2. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian medan magnetik ini adalah di sekitar sumber air panas Nglimut dan Medini, lereng
utara gunungupi Uogurun yang terletak di Kecamatan Boja, Kendal, Jawa Tenggh. Secara geografis, lokasi
ini tertetak pada posisi 1100 l-8' 57,035" BT hingga I100 20' 34,331* BT dan 70 8' 7,725- LS hingga 70 9'
48,366- LS, luasdaerah penelitian 2 km x 3 krn (Gambar l), sedangkan waktu penelitian medan magnetik
daerah gunungapi Ungaran ini adalah selama l0 hari, yaitu mulai tanggal28 Januari 2003 sampai dengan 6
Februari 2003.
Gambar 1 Peta lokasi penelitian magrretik daerah gunungapi Ungaran
5t
II Tinjauan Pustaka
ll.l. Morfologi gunungapi Ungaran
Morfologi gunungapi Ungaran dapat .dibagi menjadi beberapa satuan morfologi utama yaitu,
m<rfologi Gunung Ungaran Tu4 morfologi Cunung Ungaran Muda (daerah puncak, lereng dan kaki),
kerucut gunungapi, daerah manifestasi panasbumi dan dataran aluvial.
II.2. Struktur geologi gunungapi Ungaran
Strukftrr geologi yang dijumpai di gunungapi Ungaran sebagian besar berupa sesar turun dan kekar
(Cambar 2). Tubuh gunungapi Ungaran terpotong-potong oleh beberapa sesar normal yang memberikan
kesan adanya sesar gelang (ringfault). Yang belum berhasil dicari adalah beberapa besar throw sesar-sesar
tersebut untuk dapat menghitung besar volurne yang terperosok ke dalam lapisan sedimen di bawah
gunungapi tersebut, sehingga.mengakibatkan perlipatan di sebelah utara dalam perbukitan Candi (Zen, 1983).
Pola kelurusan berdasarkan pada kelurusan alur sungai dan bentuk morfologi yang ada didaerah penelitian
berarah baratlaut-tenggara dan utara-selatan.
II.3. Sistem Panasbumi [Jngaran
Budiardjo dkk. (199t menerangkan tentang sistem.panasbumi Gunungapi Ungaran sebagai berikut:
prospek panasbumi Ungaran merupakan hot water dominated system yang berasosasi dengan sistem
gunungapi Kuarter. Kemunculan sistem gunungapi Ungaran secara strukhr dikonhol oleh keberadan kaldera
Ungaran. Fluida reservoar cenderung menempati rekahan-rekahan pada batuan volkanik Kuarter dari pra-
kaldera dan batuan volkanik Tersier. Bagian atas reservoar diisolasi oleh batuan volkanik Kuarter dari post-
kaldera yang sifatnya hampir permeabel.
Daerah Gedongsongo merupakan daerah geothermal resources yang paling utama di daerah prospek
panasbumi Ungaran. Hal ini berkaitan dengan kompleks gunungapi andesitik Gunung Ungamn. Tatanan
stratigrafi daerah gunungapi Ungaran tersusun atas lava andesitik dan perlitik serla batuan piroklastik dari
breksi volkanik setelah pembentukan kaldera Ungaran. Formasi ini terletak di atas batuan volkanik tua yang
terbentuk sebelum pembentukan kaldera Ungaran.
IV Metode Penelitian
IV,l. Peralatan Penelitian
Peralatan utama yang digunakan di dalam penelitian medan magnetik di daerah gunungapi Ungaran
ini adalah
Sedangkan peralatan penunjang yang digunakan di dalam penelitian magnetik ini, meliputi:
Magpick dan IvIagZDCfor windows
Gambar 2.Petageologi tentatif daerah gunung Ungaran dan sekitarnya
(Nugoho dkk., 2003)
38
IV.2. Metode Pengambilan Data
lV.2.l. Pengambilan Data Medan Magnet Total
Pengukuran intensitas medan magnet total dilakukan dengan peralatan PPM yang merupakan portable
magnetometer. Pengukuran di lakukan dengan menggunakan dua buah PPM.
1PPM
dengan satu sensor di
p*ung di basecamp yang berlaku sebagai basestation dan dioperasikan secara otomatis merekam data medan
magnet dengan selang waktu selama dua menit. Tujuan dari pemasangan basestatioq ini adalah untuk
mendapatkan data variasi harian. Sedangkan PPM dengan dua sensor digunakan untuk pemetaan medan
magnet total dan variasi gradien vertikal medan magnet atau disebut rover dengan spasi 100 m.
Sebelum melakukan pengukuran, terlebih dahulu ditentukan arah utara medan magnetik bumi dengan
kompas geologi, sebab selama pengukuran sensor PPM harus mengarah utara-selatan. Pada setiap stasiun
pengukurarL pengukuran intensitas medan magnet total dilakukan pada 5 titik yang berbeda, dimana masing-
masing titik dilakukan 3 kali pembacaan. Jarak antara satu titik dengan titik yang lain dibuat kira-kira 2
meter, hal ini bertujuan untuk mengurangi pengaruh lokal atau noise. Lokasi pengukuran medan magnet
harus diusahakan
jauh
dari gangguan-gangguan seperti logam, pagar kawat
jaringan listrik, rumah, mobil
dan lain sebagainya.
IV,2.2. Pengambilan Data Posisi
Pemeiaan stasiun pengamatan medan magnet totat ini merupakan survei differensial GPS sehingga
dibutuhkan minimal 2 penerima, I dipasang sebagai basestation dan satunya sebagai rover yang mengukur di
tiap-tiap stasiun pengamatan. Metode pengukuran yang digunakan adalah metode Faststatik yang mempunyai
akurasi sedang dan produktifitas sedang. Waktu pengamatan sekitar 5 sampai 20 menit, lama pengamatan ini
tergantung pada panjang baseline,
jumlah
satelit dan geometri satelit. Metode pengolahan data yang
dilalarkan yaihr metode post processing yaitu hasil didapatkan setelah dilalrukan pengolahan data. Komponen
tinggi dari koordinat 3 dimensi yang diberikan oleh GPS adalah tinggi yang mengacu ke permukaan
ellipsoid, yaitu ellipsoid GRS (geodetic Reference System). Semua data mengacu pada datum WGS 84
(world Geodetic System) yaitu system koordinat kartesian terikat bumi denghn pusat system koordinat
berimpit dengan pusat massa bumi (geocenter).
IV.3. Metode Pengolahan Data
Data yang dlperoleh dari lapangan merupakan data mentah, sehingga perlu,dilakukan langkah-langkah
pengolahan data sebelum dilakukan interpretasi lebih lanjut. Metode pengolahan yang dilakukan di dalam
penelitian ini meliputi langkah-langkah seperti terlihat pada gambar 4. i
t.
IV.3.1. Koreksi IGRF dan VariaSi Harian
Koreksi ini dilalcukan untuk menghilangkan pengaruh yang berasal dari medan magnet utama dan dan
medan magnet luar. Karena tujuan dari survei medan magnet ini untuk mendapatkan anomali medan magnet
sedangkan datayang diperoleh dari pengukuran merupakan medan magnet total yang merupakan gabungan
dari medan magnet utama, medan magnet luar dan
:anomali
medari magnet, maka perlu dihilangkan
pengaruh-pengaruhyangberasalselaindarianomalimedanmagnet.
IV.3.2. Reduksi ke Bidang Datar
; t
Anomali medan mignet ini masih berada pada topografi yang iidak rata, sehingga data anomali
tersebut pertu diproyeksikan ke bidang datar dengan ketinggian yang sama. Suatu metode yang dapat
dipergunakan untuk membawa data medan potensial hasil observasi yang masih terdistribusi di bidang yang
tidak horisontal (misalnya bidang topografi) ke bidang horisontal adalah melalui pendekatan deret Taylor
(Taylor series approximation). Deret Taylor menggunakan fungsi turunan pada suatu titik untuk
mengekstrapolasi fungsi kg,sekital titik tersebut. Sehingga deret Taylor dapat digunakan untuk memprediksi
nilai medan potensial pada titiktitik di luar bidang observasi.
i: ...''r't ,r; ir
i't r:,,1 1,,,,:,
, ryi.l. Kontinuasi ke
{tas
,,
,, ,,
Koptinuasi ke atis dilakukan tgrh$?p, q{+ anomali medan magnet total di bidang datar. Secara umum
kontinuasi, ini sangat berguna dan merupakan operasi
1i!te1,,{u1yan
dari kontinuasi ke atas ini untuk
,,
menghilangkan pengaruh lokal yang masih
,ter{apat
pada data
,
dan mencari pengaryrh dari anomali
regionalnyi. Sematin tinggi kontinuasi data, maka informasi lokal sgmakil hilang
lan
informasi regional
semakin
jelas.
Kontinuasi ke atas ini dilakukan dengan menggunakan program MagPick.
Konsep dasar kontinuasi ke atas berasal dari idqnlitas kqliga
!eo1em3
preen. Teorema ini
menjelaskan bahwq apabila suatu fungsi, f/ adglah harmonik, kontinu din agmpgyii
turunan yang kontinu
,
di
sgpa+jang
daeratr & maka nilai Upada suatu
litili l,{i
dulut daerah R dapgt dinyalakan
(Blakefy,1995):
39
u(P)=
+(!Y-u$rlas
(r)
'
4n
!\r
0n d",
)
dengan S menunjukkan perirukdan daerah R, n menunjukkan arah normal keluar dan r adalahjarak dari titik
P ke suatu titik pada permukaan S. Persamaan (l) menggambarkan secara dasar prinsip dari kontinuasi ke
atas, dimana suahr medan potensial dapat dihitung pada setiap:1itift di dalam suatu daerah berdasarkan sifat
medan pada permukaan yang melingkupi daerah tersebut.
, ,," :,,
ft
&
i .. : :.) .:
TSowE
.. .
:
Gambar 3. Kontinuasi ke atas dari permukaan horisontal
@lakely,l995)
'
Gambar4.Diagramalir peagolahandataanoryalimddanqra{elik,l:tul,
,,,'1,,
.
'
ry3.4. Pemisahan anomali lokal dan regional
Koreksi ini dilakukan dgr.tg* tujuan untuk menghilangkan pengaruh yang'ilisebabkan oleh anomali
regional yang lebih luas. Untuk'mendapatkan anomali iotat yaitu Orog* *ingu*ngi data aribmali medan
magnbt total di bidang datar dengan data anomali medari'magnet total hasil koiitinuasi pada ketinggian
dimana tinggal menyisakan medan magnqt total
iang
berasal dari pengaruh anomali regionai.
pemisatran
ini
dilakukan dengan'menggunakan program MagPick.'
IV.3.5. Reduksi ke kutub magnetik bumi
:
l
:
Data anomali riedan niagret total hasil kontinuasi kemudian direduksilks kutub dengan tujuan dapat
melokalisasi daerah-daerah dengan anomali mbksimum'tepat beiada di atas tubuh benda penyebab anomali,
40
sehingga dapat memudahkan dalam melakukan interpretasi. Reduksi ke kutUb dilakukan dengan cara
membuat sudut inklinasi benda menjadi 900 dan deklinasinya 00. Karena pada kutub magntik arah dari
medan magnet bumi ke bawah dan arah dari induksi magnetisasinya ke bawah
juga. Data hasil reduksi ke
kutub ini sudah dapat dilakukan interpretasi secara kualitatif. Reduksi ini dilakukan dengan menggunakan
program MagPick.
Baranov dan Naudy (1964) tetah mengembangkan metode fansformasi ke kutub untuk
menyederhanakan interpretasi data medan magnetik pada daerahdaerah bertintang rendah dan menengah.
Metode reduksi ke kutub magneik bumi dapat mengurangi salah satu tahap yang rumit dari proses
interpretasi, dimana anomali medan magnetik menunjukkan langsung posisi bendanya.
Proses transformasi reduksi ke kutub dilakukan dengan mengubah arah magrretisasi dan medan utama
dalam arah vertikal, tetapi masih disebabkan oleh sumber yang sama'
IV.3.6. Transformasi pseudogravitasi dan gradien horisontal
Data pseudogravitasi m-erupakan gambaran anologis data gravitasi untuk benda dengan densitas yang
memiliki kesebandiigan dengan magreiisasi. Nilai kesJbandingan yang dipakai adalah l00kg/m3 per A/m
@lakely,
1995). Potensial skalar magretik suatu elemen material magretik dan gaya gravitasi suatu elemen
massa mempunyai kesamaan, keduanya mempunyai besar yang berbanding terbalik dengan
jarak
sumbemya.
Hal ini bisa digunakan untuk menurunkan hubungan antara medan gravitasi dan magnetik.
Mrgnctlc
Af,ofr!ly
Gambar 5. Anomali magnetik, anomali pseudogravitasi dan besar gradien horisontal diatas bidang horisontal
@lakely,
1995)
Besarnya gradien horisontal anomali gravitasi atau anomali pseudogravitasi dinyatakan sebagai
berikut:
Jadi
lh=u
,
ir
rP
,
=-9-&^r,u
tp
o
-
C^l,l-
-
y pt^
dengan,
p = mrisajenis
tetapan gravitasi universal
iI = intensitas magnetisasi
= unit vektor magtetisasi
gr
:
komponen medan gravitasi pada arah magnetisasi
Disini kita asumsikan bahwa ff Aun pkonstan.
Gradien horisontal tercuram dari anomali gravitasi
&(x,y)
atau anomali pseudogravitasi yang
disebabkan oleh benda batangan cenderung ada pada tepi benda. Tentu saja gradien tercuram akan
terlokalisasi secara langsung di atas tepi benda tenebut. Hal ini oleh Cordell (Suryanto, 1998) dapat
digunakan untuk mengkarakterisasi anomali gravitasi agar melokalisasi perubahan densitas tiba-tiba ke arah
lateral secara langsung dari pengukuran gravitasi. Tehnik ini
juga
dapat diaplikasikan oleh Cordel dan
Grauch (Suryanto, 1998) untuk pengukuran magnetik yang ditansformasi ke anomali pseudogravitasi, yang
mana kasus'gradien horisontai terclu"- akan merefleksikan perubahan lateral secara tiba-tiba dalam
magaetisasi.
Pic!J.mviN
./\s t^nomzit
/-J
Q)
,(",,)=[(%4i.[*-l]'
dengan,
(x,y)
:
Harga gradien horisonlal pada (x,y)
'gr(x,y):Hargiano,malipseudogravitasipdda(x,y)
"
I ii rrj' 1;':'"
'
"
r'.'
(1)
4l
V Hasil dan Pembahasan
V.1. Hasil Pengolahan Data
Gambar 8. Peta kontur gradien vertikal medan
magnetik total
Gambar 10. Peta kontur anomali medan magnetik
total di ketinggian 3 I 00 m dari sferoida referensi
GI
Gambar 9. Peta kontui anomali medan magnetik
total di bidang datar
Gqmbar 11. Peta kontur anomali medan magnetik
total setelah dikurangii anomali regional (anomali
lokal)
Gambar 6. Kontur topografi daerah penelitian
Gambar 7. Peta kontur anomali merlan magnetik
total di topografi
8{X)
704
600
50,0
,tOO
300
200
1m
0
-100
"200
-300
-400
42
Flls
ffiro
Eqr0
=ra Fitm
=4e
F-a
l-s
Ha
l----10
L- l,r
f-{+
HS
..s3 Lls
Ei0
E_14
El-ro
H-im
ffi.*
H-ru
ffi.a
ffi-24
f
F
EilS
Hrm
[:--f
F-JS
Ito
I
l-*1s
L l_,.
tt
f1-''
E-l--
Fjl
H-2$
F:3
H{-m
H
m-m
E64
H
referensi
Gambar 12. Peta kontur anomali medan magnetik
total di ketinggian 1300 meter dari sferoida
Gambar 14. Peta kontur hasi transformasi
pseudogravitasi
V.2. Pembahasan
Gambar 13. Peta kontur anomali medan magnetik
total setelah direduksi ke kutub
Gambar 15. Peta kontur gradien horisontal
transformasi pseudogravitasi
V.2.1. Interpretasi Kualitatif
Dari kontur gradien vertikal medan magnetik total menunjukkan adanya perbedam nilai yang
dimungkinkan adanya suatu anomali, pola ini didukung oleh kontur anomali medan magnetik total hasil
redul6i ke kutub yang menunjukkan kesesuaian dengan kontur pseudo$avitasi mrngenai posisi horisontal
dari benda penyebab anomali yaitu di sebelah timur daerah penelitian atau disekitar sumber airpanas
Nglimut. Poia kelurusan yang ditunjukkan dari kontur gradien vertikal medan magnetik total menunjukkan
bihwa benda penyebab anomali memanjang dengan arah baratlaut-tenggar4 hal ini didukung pola kontur
gradien horisontal medan magnetik totalnya.
Informasi geologi yang aiperoteh menunjukkan bahwa posisi dari benda penyebab anomali medan
magnetik total tersebut merupakan daerah manifestasi panasbumi yaitu ditandai dengan ditemukannya
uitf** dipermukaan, serta ditemukannya sesar dan kontak litologi antara endapan piroklastik dengan basalt
(gambar Z). Sesar dan kontak litologi yang ada mempunyai strike baratlaut-tenggara mnunjukkan
kisesuaian arah kelurusan pola kontur graaien horisontal dan pola kontur gradien vertikal medan magnetik
total. Bila mengacu ke informasi geologi daerah penelitian, benda penyebab anomali medan magnetik total
ini merupakan iuatu sesar dan kontatc litologi yang memaqjang dengan arah baratlaut-tenggara' Jadi bentuk
topograd daerah Nglimut dan Medini ini dikontrol oleh adanya sesar. Dan dimungkinkan air panas yang
munJul dipermukaan berasal dari reservoar panasbumi gunungapi Ungaran yang meresap melalui sesar dan
batas litologi yang merupakan zona lemah.
43
V.2.2. lnterpretasi kuantitatif
Interpretasi kuantitaif dilakukan dengan pemodelan benda anomali menggunakan metode Talwani
yang dibuat dalam suatu paket program Mag2DC
for
l{indows. Untuk keperluan pemodelan ini dibuat
sayatan pada kontur anomali medan magnetik total di ketinggian 1300 m (gambar 16) dan sayatan pada
penampang 3D dari topografi sebagai referensi (gambar l7). pembuatan sayatan ini berdasarkan hasil
interpretasi kualitatif mengenai posisi horisontal dari benda penyebab anomali'
Hasil dari pemodelan dengan Mag2DC
for
ll/indows diperoleh 5 buah poligon (gambar 18) dengan
tingkat kesalahan 3,99o/o. Poligon I dan V (warna biru) mempunyai nilai suseptibilitas 0,0014 emu. Poligon II
dan IV (warna hijau) mempunyai nilai suseptibilitas 0,0269 emu sedangkan poligon III (warna merah)
mempunyai nilai suseptibilitas 0,0020 emu.
Sedangkan dari informasi geologi di daerah penelitian (gambar 2) menunjukkan adanya sesar dan
batas batuan yang trsesarkan
juga.
Tetapi hanya terdiri dari dua macam batuan, yaitu endapan piroklastik
dan basalt. Di daerdr tersebut
juga
menunjukkan adanya manifestasi panasbumi berupa airpanas di Nglimut
dan Medini.
Dengan membandingkan kedua informasi tersebut maka bisa disimpulkan bahwa batuan dengan
suseptibilitas 0,0014 emu merupakan basalt (Telford, 1976) dan batuan dengan suseptibilitas 0,0269 emu
merupakan endapan piroklastik. Sedangkan untuk batuan dengan suseptibilitas 0,0020 emu diinterpretasikan
sebagai endapan piroklastikjuga tetapi sudah terpengaruh oleh panas sehingga harga suseptibilitasnya turun.
Hal ini didukung oleh informasi geologi bahwa di permukaan ditemukan sumber air panas.
Gambar 16. Sayatan pada kontur anomali medan
magnetik total di ketinggian 1300 m
Gambar 18. Model penampang verlikal dengan
program Mag2DC
Gambar V17. Sayatan pada penampang 3D dari
topografi sebagai referensi
180
160
140
120
100
s0
60
40
20
0
-20
40
40
-80
-'100
-12n
-140
{60
-180
-200
-na
-240
TT
0 5000 10000 l50O m
5Fh&86 Etl@ lftddm dxlnt &ut,
Sumber airpanas
Medini
0 500 1000 lJoo m
ffi EndapanPiroklastik
,'
;
Basalt
Zona Panas
Gambar 19, Model penampang vertikal Geologi
44
t
lt
Sesar yang ditemui merupakan sesar turun yang terjadi pada endapan piroklastik dan batas batuan'
Karena merupakan sesai turun maka ,zona sesar ini kemudian menjadi zona lemah yang.mudah untuk
diterobos, dafim trat ini yaitu air yang berasal dari reservoar pa1asbumi
-gunungapi
Ungaran, sehingga di
permukaan ditemukan sumber air panas.
Untuk lebih menggambarkan struktur bawah permukaan di daerah manifestasi airpanas Nglimut dan
Medini dibuat gambar p"na*puog. vertikal geglogi (gambq 19)
lerdasarkan
pemodelat Mag2DC
for
Windows sertadariinformasigeologi.yangada. .,::
,
., r,
,
r ,l
"
VI Penutup
VI.1. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan metode Magretik di daerah manifestasi airpanas
Nglimut dan Medini bisa disimpulkan bahwa:
-
l. , Anomali di daerah survei merupakan struktur geolgei berupL seyr da1 batas batuan bisa diketahui
dari peg kontur anomali medan magnetik total, dengan ditunjukkan adanya pasangan klgsur,positif
dan negatif.
2. Dari peta kontur pseudogravitasi dan reduksi ke tutub dikeFhui posisi.hori.sonJal anomali yaitu di
daerah manifestasi airpJnas Nglimut spdangkan dari, peta kontur gradien horisontal dan vertikal '
medan magnetiktotat ditcetahui pola keturusan anomali memanjang dengan arah baratlau!-tgnBqarat
3. Srruktur giologi bawah pennukaan di daeralr penelitian merupakan se.sar t9ry1
pada'e1$1!an
piroklastik dan batas-batuan yang tersesarkT *tg^:idapan
piroklastik dengan nilai sus-eptibilitas
0,0269 emu dan basalt dengan nilai suseptibilitas 0,0014 emu.
4. Sumber
"ir
p;;;;e1.iilp":i ar-#; nctirnut iar. uedini beiasal dari ieservpm'llunringapi
Ungaran yang *enltobos meialui zona lemah yaitu sesar turun pada endapan piroklastik dan sesar
turun pada batas antara endapan piroklastik dan basalt.
5. Penerobosan air panas ini bisa menurunkan nilai suseptibitas endapan piroklastik menjadi 0,0020
emu.
I
,,,t.,,:.::
.,,,t..:
,.;]t:
VI.2. Saran
:
l. Mempeduas daerah penelitian ke,arah selatan atau menuju ke puncak gunungapi Ungaran untuk
mengikutimahdaripenerobosanairpanassampaikereseryoar. .: , r, ,,
2. Mengadakan penelitian di tempat yang sama dengan metode yang lain untuk memperkual hasil
,
interpretasi. r ,,
'
. :
rl
. . . ,
Daftar Pustaka
Baranov, V., 7964, A New Methodfor Interpretation of Aeromagnetic Maps: Pseudogravimetric Anomqlies,
Geophysiscs v.22,359-83 :.:., .,
i i
Baranov and Naudy, H., lg(/,, Numerical Calcalation of The Formula of Reduction to The Magnetic Pole,
Geophysics 53, I 592-1600
Bemmelen, R.W.',Van, 1970, The Geologt of Indonesia,, Vol. lA, General Ggologt of Indonesia and
AdjacentArchipelago,2ndEdition,Martinus,NilhofiThqHaque.York. : :, :,: :
Blakely, R.J., 1995, Potential Theory in Gravity and Magnetic Applications, Cambridge University Press"
USA,
Budiardjo, 8,, Nugroho,'Budihardi, M., 199'7, Resource Characteristic of the Ungaran Field, Central Java,
'
'Indonesia,
Proceedings of the National , Seminar ,Of fluman
Resources Geqlogist, ,Qeological
Engineering Mineral Technology Faculty, UPN
*Veteran",
Yogyakarta. :
r ,
Nugroho,iS.D., S6etoto,,Utami,
p.,
2b03, niirpretasi Kontrot Strilaur dan Komponsrt-kamriinei Sis1em
', ''
Panasbumi Gunung:(Jngaran Jawa Tengah Berdasarkan Citra Landsat Thematic Mapper,
Proceedings of Joint Convention Jakarta 2003, Jakarta ,
:'
Suryanto, W., 1998, Pendugaan Kantong Magma Cunung Merapi dan Merbabu Berdasarkan Survei
Magnetik,SkripsiFMlPAUGM,Jogjakarta :,, :1. , ,,.,,,, , !: :
:i i,
Telford, W.M., Geldart, L.P., and Sheriff, R.8., 1990, Applied Geophysics, second edition, Cambridge
'
UniversityPress,London '.
1.,!
' .,t .,. ,,;.,, t.::,. .,:ii..,
Zen, M.T.; Sjarif M.A., Simatupang, S.H., Yuniarto, G4 l9&3,.Tehogenesa Gayaberat dan Daur Mogma
,
Sepanjang Deretan Gunungapi
(Jngaran-Merapi
di Jawa Tengah, Proceedings PIT XII Ilcatan Ahli
Geologi lndonesia, Yoryakarta. , ".
t,
45