Anda di halaman 1dari 23

Setu Abdul Hadi (4001413037)

Agnes Verena (4001413040)


Wahyu Hidayati (4001413042)
Septiani (4001413044)
Inmas Agustin Purnomo (4001413045)









Keanekaragaman Spesies Rumput dan Serangga Tanah di
Taman Kehati Unnes

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah Ekologi
Dosen Pengampu:
1. Sri Ngabekti
2. Erna Nur Safitri, S.Si, M.Pd


DISUSUN OLEH:
Indah Beti Lestari (4001413005)
Izzaturrohmah (4001413013)
Febriana Solikhah (4001413025)
Flabella Rizkiana (4001413026)
Mia Kumalasari (4001413031)
Rizky Agung P (4001413034)


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2014
A. TUJUAN
1. Untuk menentukan indeks diversitas komunitas, indeks kesamarataan, indeks
dominansi, dan indeks sorenson tumbuhan di kawasan Kebun Wisata Pendidikan
Universitas Negeri Semarang
2. Untuk menentukan indeks diversitas komunitas, indeks kesamarataan, indeks
dominansi tumbuhan di komunitas hewan di pembuangan sampah untuk hewan
nocturnal dan ladang terbuka untuk hewan diurnal
3. Mengetahui faktor yang mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan dan hewan
B. TINJAUAN PUSTAKA
Indeks keanekaragaman dapat digunakan untuk menyatakan hubungan kelimpahan
species dalam komunitas.
Keanekaragaman spesies terdiri dari 2 komponen:
o Jumlah species dalam komunitas yang sering disebut kekayaan species
o Kesamaan species. Kesamaan menunjukkan bagaimana kelimpahan species itu (yaitu
jumlah individu, biomass, penutup tanah, dan sebagainya) tersebar antara banyak
species itu.
Indeks kekayaan species (S), yaitu jumlah total species dalam satu komunitas. S
tergantung dari ukuran sampel (dan waktu yang diperlukan untuk mencapainya), ini dibatasi
sebagai indeks komperatif (Yap,1979) . Karena itu, sejumlah indeks diusulkan untuk
menghitung kekayaan species yang tergantung pada ukuran sampel. Ini disebabkan karena
hubungan antara S dan jumlah total individu yang diobservasi, n, yang meningkat dengan
meningkatnya ukuran sampel.
1. Indeks Margalef (1958) R1 =

()

2. Indeks Menhirick (1964) R2 =


Peet (1974) mengatakan jika asumsi bahwa ada hubungan fungsional S dan n dalam
komunitas S = kn, dimana K = konstan harus dapat dipertahankan. Jika tidak indeks
kekayaan akan berubah dengan ukuran sampel. Salah satu alternatif untuk indeks kekayaan
dengan menghitung secara langsung . Jumlah species dalam sampel dalam ukuran yang sama.
Sedangkan untuk sampel dengan ukuran yang berbeda dipakai metode Statistika rafefraction.
Hurlbernt (1971) menunjukkan bahwa jumlah species yang dapat diduga dalam sampel
individu n (ditunjukkan dengan E (Sn) ) menggambarkan penyebaran populasi total individu
N antara S species adalah :
E (Sn) = S {1-[(N-ni )] / ( N ) ]
Dimana, ni jumlah individu dari satu species. Pendugaan jumlah species dalam ukuran
sampel random n sebagai jumlah kemungkinan bahwa setiap species dimasukkan dalam
sampel .Contoh : pada habitat 20 total 38 species(S), total burung 122 (N). pendugaan jumlah
species pada ukuran sampel yang bebeda yaitu, E (Sn), pada n = 120, 110, 100 dan
seterusnya. N menggambarkan parameter populasi.
Bagaimanapun, Peet (1974) menunjukkan bahwa untuk 2 komunitas memiliki perbedaan
jumlah individu dan kelimpahan relatif, rarefraction memprediksikan bahwa ke-2 komunitas
mempunyai jumlah species yang sama pada ukuran sampel yang kecil. Jadi, ketika
menggunakan metode ini , diasumsikan bahwa komunitas yang dipelajari tidak beda
speciesnya hubungan individu (Peet, 1974).
Kekayaan species dan kesamaannya dalam suatu nilai tunggal digambarkandengan
Indeks Deversitas. Indeks diversitas mungkin hasil dari kombinasi kekayaan dan kesamaan
species .Ada nilai indeks diversitas yang sama didapat dari komunitasdengan kekayaan yang
rendah dan tinggi kesamaan kalau suatu komunitas yang sama didapat dari komunitas dengan
kekayaan tinggi dan kesamaan rendah . Jika hanya memberikan nilai indeks diversitas, tidak
mungkin untuk mengatakan apa pentingnya relatif kekayaan dan kesamaan species .Diversitas
dipresentasikan oleh Hill (1973 b) dengan lebih mudah secara ekologi.
NA = S (Pi) 1/(1-A)
Dimana Pi = ukuran individu (atau biomas, dll) yang dimiliki oleh satu species.
Hill menunjukkan bahwa urutan 0, 1, dan 2 dari jumlah diversitas. Jumlah Diversitas
Hill adalah:
Jumlah 0 : N0 = S dimana S adalah jumlah total species
Jumlah 1 : N1 = e H dimana H adalah indeks Shanon
Jumlah 2 : N2 = 1/l dimana l adalah indeks Simpson.
Jumlah diversitas ini dalam unit-unit , jumlah species dihitung disebut oleh Hill sebagai
jumlah species efektif yang ada dalam sampel. Jumlah species efektif ini adalah suatu
hitungan untuk kelimpahan sebanding yang didistribusikan diantara species. Lebih jelasnya ,
N0 adalah jumlah semua species dalam sampel (tanpamemperhatikan kelimpahannya) , N2
adalah jumlah species yang paling melimpah dan N1 adalah jumlah species yang melimpah
(N1 selalu diantara N0 dan N2).
Dengan kata lain , jumlah species efektif adalah suatu hitungan dari jumlah speciesdalam
sampel dimana tiap species dipengaruhi oleh kelimpahannya . Contoh: sampel dengan 11
species dan 100 individu dimana kelimpahan tersebar sebagai 90, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1.
Hanya 1 species yang sangat melimpah, diduga N2 mendekati 1 (N2 = 1,23). N0 = 11 dan N1
= 1,74. Jadi unit Hill,s adalah species yang jumlahnya meningkat : 1) kurang lebar ditempati
species jarang (disebut N0, jumlah yang paling rendah , adalah jumlah semua species dalam
sampel), 2). Nilai lebih rendah dihasilkan dari N1 dan N2, menunjukkan melimpah dan sangat
melimpah dalam
sampel.
Ada 2 indeks yang diperlukan untuk melengkapi diversitas Hill yaitu:
1. Indeks Simpson
l = S Pi2
Dimana: Pi adalah kelimpahan proporsial tiap species dengan Pi = ni, i = 1, 2, 3, . . . . 5
dimana ni adalah jumlah individu pada species itu, N adalah jumlah total inidividu yang
diketahui untuk semua S species dalam populasi itu nilai indeks ini dari 0 1 menunjukkan
kemungkinan bahwa 2 individu yang diambil secara random dari suatu populasi untuk species
yang sama . Jika kemungkinan itu tinggi bahwa ke-2 individu mempunyai species yang sama ,
maka diversitas komunitas sampel itu rendah. Rumus di atas hanya digunakan untuk
komunitas yang terbatas dimana semua anggota dapat dihitung. Untuk komunitas yang tidak
terbatas dibuat pembiasannya:
l =
()
()


2. Indeks Shannon
Indeks ini didasarkan pada teori informasi dan merupakan suatu hitungan rata-rata yang tidak
pasti dalam memprediksi individu species apa yang dipilih secara random dari koleksi S
species dan individual N akan dimiliki .Rata-rata ini naik dengan naiknya jumlah species dan
distribusi individu antara species-species menjadi sama/merata.Ada 2 hal yang dimiliki oleh
indeks Shanon yaitu ;
1. H=0 jika dan hanya jika ada satu species dalam sampel.
2. H adalah maksimum hanya ketika semua species S diwakili oleh jumlah individu yang
sama, ini adalah distribusi kelimpahan yang merata secarasempurna.
H = -S (Pi LnPi) dimana H adalah rata-rata.
i=1
Tidak pasti species dalam komunitas yang tidak terbatas membuat S* spesies yang
kelimpahan proporsional P1, P2, P3, . . . PS*. S* adan PiS adalah parameter populasi dan
dalam praktek H diduga dari suatu sampel sebagai :
H = *(

) (

)+


Dimana ni adalah jumlah individu tiap S species dalam sampel dan n adalah jumlah total
individu dalam dalam sampel. Jika n lebih besar, biasanya akan menjadi lebih kecil.

I ndeks Kesamaan
Jika semua spesies dalam suatu sampel kelimpahannya sama, itu menunjukkan bahwa indeks
kesamaan maksimum dan akan menurun menuju nol sebagai kelimpahan relatif suatu spesies
yang tidak sama. Menurut Hurlbert (1971) kelimpahan mempunyai kepemilikan jika mereka
dapat diwakili yang lainnya.
V = D
D max
Atau sebagai : V = D D min
D max - Dmin
Dimana D adalah indeks keragaman sedangkan Dmin dan Dmax adalah nilai minimum dan
maksimum secara berurutan bahwa D dapat diperoleh.Untuk perlakuan indeks kesamaan
mengacu pada studi dari Alatalo (1981).
Indeks kesamaan (E1). Umumnya indeks kesamaan yang digunakan adalah
E1 =

()
=
()
()

Ini hampir sama dengan rumus J oleh Pielou ( 1975, 1977), dimana H relatif lebih cepat
diperoleh nilai maksimum bahwa H diperoleh ketika semua spesies dalam sampel tanpa
kesalahan walaupun dengan satu individu per spesies ( Yaitu ln S).
Indeks kesamaan 2 (E2). Indeks kesamaan Sheldon (1969) :
E2 =


Indeks Kesamaan 3 (E3). Indeks kesamaan Heip (1974) :
E3 =


Indeks Kesamaan 4 (E4). Hill (1973b) menunjukkan ratio dari N2 sampai N1 sebagai
suatu indeks kesamaan :
E 4 =


Disini adalah ratio dari jumlah banyak kelimpahan untuk kelimpahan spesies.Kembali ke
bentuk diskusi diatas bahwa keragaman komunitas menunjukkan penurunan, yaitu suatu
spesies dominan , keduanya N1 dan N2akan menuju satu. Dibawah tiap kondisi , E4 dikonver
menuju satu nilai ( Peet 1974).
Indeks Kesamaan 5 (E5). Jika E4 ditulis dalam bentuk Eq. (8.10b), akan
menjadi :
E 5 =
(


E5 merupakan modifikasi ratio Hills.Alatalo (1981) menunjukan bahwa E5 mendekati nol
jika spesies tunggal menjadi lebih dominan dalam suatu komunitas (tidak seperti E4, dimana
pendekatannya satu).
Indeks kesamaan tidak tergantung pada jumlah individu suatu spesies dalam
suatusampel.Tanpa mempedulikan keberadaan spesies, suatu indeks kesamaan tidak dapat
ditukar.
Peet (1974) menunjukkan bahwa J (E1) dipengaruhi kekuatan dari kekayaan spesies;
Pengaturan spesies langka untuk suatu sampel berisi hanya beberapa spesies ( S rendah) lebih
besar ditukar nilai dari E1. Kepekaan disini diilustrasikan dalam Tabel 8.1., dimana satu
spesies diwakili oleh hanya satu individu diatur untuk satu sampel berisi tiga yang mewakili
satu spesies.
Perlawanan dalam E4 dan E5 relatif tidak berdampak oleh kekayaan spesies.
Keanekaragaman jenis adalah suatu karakteristik tingkatan komunitas berdasarkan
organisasi biologisnya dan dapat digunakan untuk menyatakan struktur komunitas.suatu
komunitas dikatakan mempunyai keanekaragaman jenis tinggi jika komunitas itu disusun oleh
banyak spesies dengan kelimpahan spesies yang sama atau hampir sama.sebaliknya jika
komunitas itu disusun oleh sangat sedikit spesies, dan jika hanya sedikit saja spesies yang
dominan, maka keanekaragaman jenisnya rendah. Konsepkeanekaragaman jenis juga
dapat digunakan untuk mengukur stabilitas komunitas yaitu kemampuan suatu
komunitas untuk menjaga dirinya tetap stabil Walaupun ada gangguan terhadap komponen-
komponennya.
Indeks keanekaragaman merupakan suatu angka yang tidak bersatuan yang besarnya
antara nol dan satu. semakin kecil indeks keanekaragaman maka keanekaragaman suatu
spesies atau genera dalam komunitas semakin kecil pula.
Artinya penyebaran jumlah individu setiap spesies atau genera tidak sama dan ada
kecenderungan suatu spesies mendominasi komunitas. Indeks ini digunakan untuk
menganalisis struktur komunitas. Indeks ini menyatakan suatu hubungan suatu
hubungan antara jumlah individu tiap jenis organisme dengan jumlah indi1idu dalam
komunitas.6pesies atau golongan jenis yang sebagian besar mengendalikan arus
energi dan kuat sekali mempengaruhi lingkungan dari semua jenis lainnya disebut dominan
ekologi. Der aj at di mana domi nans i di pus at kan dal am s at u, beber apa at au
banyak j eni s dapat dinyatakan dengan indeks dominansi yang menjumlahkan
tiap arti nilai spesies dalam hubungannya terhadap komunitas sebagai keseluruhan.
Umumnya jenis dominan adalah jenis-jenis didalam tropik yang mempunyai produkti1itas
terbesar.

PIT FALL TRAP
Hewan tanah adalah hewan yang hidup di tanah, baik yang hidup di permukaan tanah
maupun yang hidup di dalam tanah. Tanah itu sendiri adalah suatatu bentangan alam yang
tersusun dari bahan-bahan mineral yang merupakan hasil proses pelapukan batu-batuan dan
bahan organic yang terdiri dari organisme tanah dan hasil pelapukan sisa tumbuhan dan
hewan lainnya. Jelaslah bahwa hewan tanah merupakan bagian dari ekosistem tanah.Dengan
denikian, kehidupan hewan tanah sangatdi tentukan oleh faktor fisika-kimia tanah, karena itu
dalam mempelajari ekologi hewan tanah faktor fisika-kimia tanah selalu diukur.
Pengukuran faktor fisika-kimia tanah dapat di lakukan langsung di lapangan dan ada
pula yang hanya dapat diukur di laboraturium.Untuk pengukuran faktor fisika-kimia tanah di
laboraturium maka di lakukan pengambilan contoh tanah dan dibawa ke laboraturium.
Dilapangan hewan tanah juga dapat dikumpulkan dengan cara memasang perangkap jebak
(pit fall-trap). Pengumpulan hewan permukaan tanah dengan memasang perangkap jebak juga
tergolong pada pengumpulan hewan tanah secara dinamik.
Perangkap jebak sangat sederhana, yang mana hanya berupa bejana yang ditanam di
tanah.Agar air hujan tidak masuk ke dalam perangkap maka perangkap diberi atap dan agar
air yang mengalir di permukaan tanah tidak masuk ke dalam perangkap maka perangkap
dipasang pada tanah yang datar dan agak sedikit tinggi.Jarak antar perangkap sebaliknya
minimal 5 m. Pada perangkap tanpa umpan, hewan tanah yang berkeliaran di permukaan
tanah akan jatuh terjebak, yaitu hewan tanah yang kebetulan menuju ke perangkap itu,
sedangkan perangkap dengan umpan, hewan yang terperangkap adalah hewan yang tertarik
oleh bau umpan yang diletakkan di dalam perangkap, hewan yang jatuh dalam perangkap
akan terawat oleh formalin atau zat kimia lainnya yang diletakkan dalam perangkap tersebut.
Organisme sebagai bioindikator kualitas tanah bersifat sensitif terhadap perubahan,
mempunyai respon spesifik dan ditemukan melimpah di dalam tanah (Primack, 1998). Salah
satu organisme tanah adalah fauna yang termasuk dalam kelompok makrofauna tanah
(ukuran > 2 mm) terdiri dari milipida, isopoda, insekta, moluska dan cacing tanah (Wood,
1989). Makrofauna tanah sangat besar peranannya dalam proses dekomposisi, aliran karbon,
redistribusi unsur hara, siklus unsur hara, bioturbasi dan pembentukan struktur tanah
(Anderson, 1994). Biomasa cacing tanah telah diketahui merupakan bioindikator yang baik
untuk mendeteksi perubahan pH, keberadaan horison organik, kelembaban tanah dan kualitas
humus. Rayap berperan dalam pembentukan struktur tanah dan dekomposisi bahan organik
(Anderson, 1994). Penentuan bioindikator kualitas tanah diperlukan untuk mengetahui
perubahan dalam sistem tanah akibat pengelolaan yang berbeda. Perbedaan penggunaan
lahan akan mempengaruhi populasi dan komposisi makrofauna tanah (Lavelle, 1994).
Pengolahan tanah secara intensif, pemupukan dan penanaman secara monokultur pada
sistem pertanian konvensional dapat menyebabkan terjadinya penurunan secara nyata
biodiversitas makrofauna tanah (Crossley et al., 1992; Paoletti et al., 1992; Pankhurst,
1994). Mengingat pentingnya peran fauna tanah dalam menjaga keseimbangan ekosistem
tanah dan masih relatif terbatasnya informasi mengenai keberadaan fauna tanah, perlu
dieksplorasi potensi fauna tanah sebagai bioindikator kualitas tanah. Fauna tanah, termasuk di
dalamnya serangga tanah, memiliki keanekaragaman yang tinggi dan masing-masing
mempunyai peran dalam ekosistem.

C. METODE PENELITIAN
1. WAKTU DAN TEMPAT
Sampling Tumbuhan Area Minimum
Hari, tanggal : Senin, 13 November 2014
Waktu : 11.00-selesai
Tempat : Kebun Biologi FMIPA UNNES
Pit Fall Trap
A. Diurnal
Hari, tanggal : Selasa, 14 November 2014
Waktu : 06:00 18:00
Tempat : Ladang perkebunan kos Binaan Qonaah, Kalimasada
B. Nocturnal
Hari, tanggal : Selasa, 14 November 2014
Waktu : 18:00 06:00
Tempat : Tempat pembuangan sampah, Cempakasari

2. ALAT DAN BAHAN
Alat
a. Tali rafia
b. Penggaris
c. Gunting
d. Tusuk sate
e. Gelas air mineral
f. Kamera/HP
g. Alat tulis
h. Cangkul kecil
i. Lampu Penerangan

Bahan
A. Air
B. Detergen

3. METODE PENGAMBILAN DATA
a. Sampling Area Minimum
1. Melakukan survey area untuk menentukan lokasi pengambilan sample
2. Membuatkuadran berukuran 0,5x0,5 m menggunakan tali rafia yang di ujungnya
di tancapkan tusuk sate.
3. Melakukan identifikasispesies dan menentukan persent coverage masing-masing
spesies pada setiap plot dan mencatat hasilnya pada tabel pengamatan
4. Memperluas kuadran 2X dari semula ke arah area yang terdapat tumbuhan spesies
baru, diperluas terus hingga tidak di temukan sepesies baru.
5. Menganalisis data yang diperoleh selama kegiatan untuk menghitung indeks
kemerataan.
b. Pit Fall Trap
1. Memilih lahan yang tepat untuk pengamatan.
2. Membuat lubangan pada tanah.
3. Menanam gelas aqua yang telah berisi dengan air yang telah diberi sedikit deterjen ke
dalam lubangan tersebut.
4. Membuat jebakan serupa yang dipasang secara acak pada lahan pengamatan sebanyak 11
trap.
5. Memasang perangkap diurnal pada waktu 06:00 (memasang perangkap) 18:00
(mengambil perangkap) dan nocturnal pada waktu 18:00 (memasang perangkap) 06:00
(mengambil perangkap.
6. Mengumpulkan hasil penangkapan.
7. Menghitung hasil pengkapan dengan indeks shorenson untuk membedakan komposisi
spesies.

4. METODE ANALISIS DATA
Indeks keberagaman atau perbedaan suatu spesies dengan spesies lain dalam
komunitasnya. Indeksdiversitas dapat diperoleh dari rumus Shannon-Wienner :




Dimana :
ID = Indeksdiversitas
n = Harga parameter suatuspesies (Dominansi)
N = Harga total parameter dariseluruhspesies
Indeks kesamarataan dapat dihitung dengan rumus :



Dimana :
J = Indeks kesamarataan
H = Indeks keanekaragaman spesies

Indeks dominansi dapat dihitung dengan rumus :
(

)
Dimana :
C = Indeks dominasi
ni = Jumlah individu tiap spesies
N = Jumlah individu semua spesies
Indeks sorenson untuk membedakan komposisi spesies dapat dihitung dengan
rumus :


Dimana :
S = Indeks sorenson
A = Jumlah spesies di A
B = Jumlah spesies di B
C = Jumlah spesies yang sama di tempat A dan B




D. DATA PENGAMATAN
Keanekaragaman Tumbuhan Di Kebun Wisata Pendidikan Unnes
Datasheet Keanekaragaman Tumbuhan Di Kebun Wisata Pendidikan Unnes

No Spesies
Percent Coverage Plot- (%)

1 2 3 4

1 Tanaman Mlanding 15 2 8

2 Tumbuhan Lamoran 82 97 98 92

3
Tumbuhan kacang-
kacangan

1

4 Spesies D 1

1

5
Rumput Malela (Brachiaria
mutica) 1



6 Rumput Teki 1



7 Rumput Kirinyuh 1

c. Keanekaragaman Serangga Tanah di Kawasan Sampah Organik
Data sheet Keanekaragaman Serangga Tanah di Kawasan Sampah Organik (Diurnal)
No. Nama spesies
Jumlah
individu (Ni)
1 Semut merah 50
2 Semut hitam 25
3 Semut krangkang 3
4 Semut kecil 1
5 Lalat 16
Data sheet Keanekaragaman Serangga Tanah di Kawasan Sampah Organik (Nocturnal )
No. Nama spesies Jumlah individu (Ni)
1 Semut merah 50
2 Semut hitam 25
3 Semut krangkang 3
4 Semut kecil 1
5 Lalat 16
Jumlah total (N) 95



E. ANALISIS DATA
ANALISIS PENENTUAN INDEKS DIVERSITAS, INDEKS DOMINANSI DAN
KESAMARATAAN PADA SPESIES TUMBUHAN
Hasil pengamatan Persent coverage individu spesies herba yang hadir pada kuadrat
amatan di area kebun Wisata Biologi Unnes
A. Indeks Diversitas
Plot Spesies Cover(%)
Skala
B-B
Pi ln pi pi ln pi
1
Spesies A 15 2 0,2 -1,609 -0,322
SpesiesB 82 5 0,5 -0,693 -0,346
Spesies D 1 1 0,1 -2,303 -0,230
Spesies F 1 1 0,1 -2,303 -0,230
Spesies G 1 1 0,1 -2,303 -0,230
Jumlah 100 10 H 1,358
2
Spesies A 2 1 0,142 -1,952 -0,277
Spesies B 97 5 0,714 -0,337 -0,241
SpesiesE 1 1 0,142 -1,952 -0,277
Jumlah 100 7 H 0,795
3
SpesiesB 98 5 0,714 -0,337 -0,241
SpesiesC 1 1 0,142 -1,952 -0,277
SpesiesD 1 1 0,142 -1,952 -0,277
Jumlah 100 7 H 0,795
4
Spesies A 8 2 0,285 -1,255 -0,358
Spesies A 92 5 0,714 -0,337 -0,241
Jumlah 90 5 H 0,599
H TOTAL 3,547
H RATA-RATA 0,886

B. INDEKS KESAMARATAAN










Kuadrat (Plot) 1
J =




J =




J =



J =



J =0,653

Kuadrat (Plot) 2
J =




J =




J =



J =



J = 0,382


Kuadrat (Plot) 2
J =




J =




J =



J =



J = 0,382


Kuadrat (Plot) 2
J =




J =




J =



J =



J = 0,288


C. Indeks Dominansi
No. Nama spesies Jumlah individu (

)
1
Tanaman Mlanding
35 x


2 Tumbuhan
Lamoran
1000 x


3 Tumbuhan kacang-
kacangan
3 x


4
Spesies D
4 x


5 Rumput Malela
(Brachiaria
mutica)
3 x


6
Rumput Teki
4 x


7
Rumput Kirinyuh
16 x


Jumlah total (N) 10065 x (

)

Indeks dominansi (C)
C = (

)
2
C = (

)
2
+ (

)
2
+ (

)
2
+ (

)
2

+

(

)
2
+ (

)
2
+ (

)
2

= (1,23 x

) + (9,8 x

) + (4 x

) + (9 x

) +

(4 x

) + (9 x

) + ( 1 x

)

= (1230 x

) + (980000 x

) + (4 x

) + (9 x

) +

(4 x

) + (9 x

) + ( 100 x

)

= 981356 x



= 9,81356 x



D. Iindeks Sorenson
Data A diambil dari spesies tumbuhan yang diperoleh dari kelompok 1 yang
menempatkan kuadran di daerah terbuka bagian tengah Kebun Wisata Pendidikan Unnes.
Untuk data B diambil dari tumbuhan yang diperoleh dari kelompok 3.
DATA KELOMPOK 3
Datasheet Keanekaragaman Tumbuhan Di Kebun Wisata Pendidikan Unnes
No Spesies
Percent Coverage Plot- (%)

1 2 3 4

1 Tanaman Mlanding 15 2 8

2 Tumbuhan Lamoran 82 97 98 92

3 Tumbuhan kacang-kacangan

1

4 Spesies D 1

1

5
Rumput Malela (Brachiaria
mutica) 1



6 Rumput Teki 1



7 Rumput Kirinyuh 1

DATA KELOMPOK 1
Datasheet Keanekaragaman Tumbuhan Di Kebun Wisata Pendidikan Unnes

No Spesies
Percent Coverage Plot- (%)

1 2 3 4

1 Tumbuhan Kacang-kacangan 3

2 Cleome viscose 1

3 Tumbuhan Lamoran 95 80 90 70

4 Kembang Telang 1

5 Rumput Teki 1 3

6 Rumput Kirinyu 2

7 Tumbuhan Mata Tikus 5

8 Rumput Gerinting 2

Diketahui
A : 7
B : 8
C : 4





ANALISIS PENENTUAN INDEKS DIVERSITAS, INDEKS DOMINANSI DAN
KESAMARATAAN PADA SPESIES HEWAN MENGGUNAKAN METODE PIT
FALL TRAP PADA WAKTU DIURAL DAN NOCTURNAL
Hasil pengamatan Persent coverage individu spesies herba yang hadir pada kuadrat
amatan di area ladang perkebunan Kos Binaan Qonaah, Gang Kalimasada pada waktu
diurnal
A. Indeks diversitas
No. Nama spesies
Jumlah
individu (Ni)
Ni / N Log Ni/N
1 Semut merah 50 0,526 -0,279
2 Semut hitam 25 0,263 -0,580
3 Semut krangkang 3 0,031 -1,508
4 Semut kecil 1 0,010 -2
5 Lalat 16 0,168 -0,775
Jumlah total (N) 95


H = -Ni/N x log Ni/N
H = - [(0,526 x -0,279) + (0,263 x -0,580) + (0,031 x -1,508) + (0,010 x -
2) + (0,168 x -0,775)]
H = - [(-0,147 + (-0,152) + (-0,047) + (-0,02) + (0,130)]
H = 0,496

B. Indeks Kesamarataan
J =




J =




J =




J =



J = 0,308
C. Indeks Dominansi
No. Nama spesies Jumlah individu (Ni)
1 Semut merah 50
2 Semut hitam 25
3 Semut krangkang 3
4 Semut kecil 1
5 Lalat 16
Jumlah total (N) 95

Indeks Dominansi (C)

C = (

)
2

C = (0,526)
2
+ (0,263)
2
+ (0,031)
2
+ (0,010)
2
+ (0,168)
2
C = 0,277 + 0,069 + 0,00096 + 0,0001 + 0,028
C = 0,375
Hasil pengamatan Persent coverage individu spesies herba yang hadir pada kuadrat
amatan di area ladang perkebunan Kos Binaan Qonaah, Gang Kalimasada pada waktu
nocturnal
A. Indeks diversitas
No. Nama spesies
Jumlah
individu (Ni)
Ni / N Log Ni/N
1 Semut merah 2 0,086 -1,050
2 Semut hitam 15 0,652 -0,186
3 Semut kecil 5 0,217 -0,663
4 Kecoa 1 0,043 -1,366
Jumlah total (N) 23


H = -Ni/N x log Ni/N
H = - [(0,086x -1,050) + (0,652x -0,186) + (0,217x -0,663) + (0,043x -1,366)]
H = - [(-0,090) + (-0,121) + (-0,144) + (-0,059)]
H = 0,414

B. Indeks Kesamarataan
J =




J =




J =




J =



J = 0,298

C. Indeks Dominansi
No. Nama spesies Jumlah individu (Ni)
1 Semut merah 2
2 Semut hitam 15
3 Semut kecil 5
4 Kecoa 1
Jumlah total (N) 23

Indeks Dominansi (C)

C = (

)
2

C = [(0,086)
2
+ (0,652)
2
+ (0,217)
2
+ (0,043)
2
]
C = 0,0074 + 0,4251 + 0,0470 + 0,0018
C = 0,4975

D. Indeks Sorenson
Diketahui :
A : 4
B : 5
C : 3
Dimana : A : spesies serangga tanah di kawasan sampah organic yang terperangkap
pada trap nocturnal
B : spesies serangga tanah di kawasan sampah organic yang terperangkap
pada trap diurnal
C : spesies serangga tanah di kawasan sampah organic yang terperangkap
pada trap baik diurnal maupun nocturnal





F.PEMBAHASAN
a. Keanekaragaman Tumbuhan Kebun Wisata Pendidikan dengan Metode
Minimum Area Curve
Pada praktikum menentukan indeks diversitas,kesamarataan, dan dominansi tanaman,
kami melakukan praktikum di KebunWisata Pendidikan Universitas Negeri Semarang.
Sebelum praktikum dilaksanakan, terlebih dahulu kami menyurve daerah yang akan dihitung
keanekaraman tumbuhannya menggunakan metode sampling. Setelah tempatnya sudah
ditetapkan kemudian dilakukan persiapan alat dan bahan yang digunakan untuk praktikum .
dalam pembutan kuadran dan pencacahan tumbuhan. Kuadran yang kami gunakan dalam
penentuan Indeks Diversitas adalah berukuran 0,5mx0,5m. Setelah survey tempat kemudian
kita melakukan praktikum. Setelah menetukan area yang akan kita lakukan sampling
kemudian kita meletakkan kuadran dan mengamati jenis-jenis tanaman yang hadir dalam
kuadran, sambil mengamati kita juga mencatatnya dan mengirakan presentase tanaman
tersebut menutupi kuadran ini. Pada area yang telah ditentukan tersebut kita melakukan
sampling yang diambil 4 plot.
Berdasarkan analisis data, diperoleh indeks diversitas rata-rata sebesar 0,886. Dari
hasil perhitungan diperoleh bahwa tingkat keanekaragaman tanaman berada dalam kategori
rendah,hal tersebut disebabkan karena observasi dilakukan pada musim kemarau sehingga
tanaman yang tumbuh di daerah ini ada sebagian yang mengering karena penguapan yang
berlebihan serta kekurangan sumber air yang akhirnya mati sehingga menurunkan tingkat
keanekaragaman tumbuhan, dimana individu yanga mampu tumbuh didaerah kering yang
mampu bertahan pada musim ini yang mana tumbuhan yang mendominasi hidup di Kebun
Wisata Pendikan Unnes ini adalah rumput lamoran.
Berdasarkan analisis data, diperoleh indeks kesamarataan untuk plot 1 sebesar 0,653.
Untuk plot 2 sebesar 0,382, plot 3 sebesar 0,382, dan plot 4 sebesar 0,288. Dari hasil
perhitungan diperoleh bahwa tingkat keanekaragaman tanaman berada dalam kategori rendah.
Berdasarkan analisis data, diperoleh indeks Dominansi rata-rata sebesar 9,81356 x

, berdasarkan analisis data hasil observasi dapat diketahui tumbuhan yang mendominasi
pada area ini adalah rumput lamoran.
Dari hasil perbandingan keanekaragaman spesies pada area yang berbeda yang bertujuan
untuk mengethui kesamaan spesies dalam dua area tersebut. Untuk mengetahui tingkat
kesamaan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan indeks sorenson. Setelah
dibandingkan dengan lokasi kelompok 2 yang meletakkan kuadran di tempat terbuka di
tengah Kebun Wisata Pendidikan Unnes didapat nilai Indeks Sorenson 53 %, dari hasil
analisis ini menunjukan bahwa lokasi A dan Lokasi B dianggap sama karena lebih dari 50 %.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan pada daerah yang
kami observasi diantaranya, Rendahnya tingkat keanekaragaman di area ini dapat disebabkan
oleh beberapa faktor abiotik disekitar lingkungan hidup tumbuhan, diantaranya :
Suhu
Seperti saat pengamatan,suhu rata-rata di Kebun Wisata Pendidikan Unnes
sekitar 37
0
C. Suhu tersebut berada tepat pada suhu optimum sehingga
pertumbuhan tanaman akan terganggu. Hal tersebut yang menyebabkan
keanekaragaman tumbuhan di Wisata Pendidikan Unnes rendah.
Intensitas cahaya
Intensitas cahaya merupakan faktor yang penting dalam pertumbuhan
tumbuhan karena digunakan dalam fotosintesis. Pada daerah dimana kami
melakukan praktikum area yang dihitung termasuk erae terbuka dimana intensitas
cahaya yang diperoleh tumbuhan yang hidup disana cukup banyak, namun
rendahnya tingkat kenekaragaman tumbuhan ditempat ini disebabakan karena
adanya kompetisi dalam memperoleh sinar matahari dimana tumbuhan cover yang
mendominasi kebun lah yang paling banyak mendapatkan sinar matahari dan
karena pertumbuhannya yang pesat dapat menghalangi spesies kecil lain yang
hidup disekitarnya untuk tumbuh.
Kelembapan
Kondisi kelembapan di area pengamatan kering karena pengamatan ini dilakukan
pada musim kemarau di area ini tidak ditemukan spesies tumbuhan yang hidup di
lingkungan lembap. Sehinngga dapat dikatakan kelembapan juga berpengaruh
sebagai faktor pembatas yang mengakibatkan keanekaragaman tumbuhan di area
ini rendah.
b. Keanekaragaman Serangga dengan Metode Pit Fall Trap
Pada praktikum menentukan indeks diversitas,kesamarataan, dan dominansi hewan yaitu
serangga. praktikum dilakukan dengan metode PitT fall trap. Jebakan yang kami buat ada 11
jebakan yang nantinya akan dipasang pada jam 06.00 WIB 18.00 WIB untuk diurnal dan
jam 18.00-06.00 WIB untuk nocturnal.
Dari percobaan yang telah dilakukan dan setelah melalui proses pengamatan dan
perhitungan, maka diperoleh hasil Indeks Dominansi (D) untuk perhitungan hewan diurnal
yaitu pada setiap spsies berbeda dari spesies semut merah sebesar 0,277; semut hitam
sebesar 0,069 semut krangkang sebasar 0,0001 semut kecil sebesar 0,028. Dengan indeks
dominasi rata-rata sebesar 0,375. Sedangkan indeks dominasi hewan nocturnal nya adalah
untuk masing-masing spesies adalah 0,04975. Jumlah dari masing-masing spesies berbeda,
jumlah semut merah adalah 2, jumlah semut hitam adalah 15, jumlah semut kecil adalah 5,
jumlah kecoa adalah 1. Total jumlah spesies sebesar 23. Indeks dominasi dari masing-masing
spesies juga berbeda, Indeks dominasi semut merah adalah 0,0074, Indeks dominasi semut
hitam adalah 0,4251, Indeks dominasi semut kecil adalah 0,0470, dan Indeks dominasi kecoa
adalah 0,0018. Jadi untuk jumlah total keseluruhan dari Indeks dominasi adalah 0,4975.
Jumlah indeks diversitas dari spesies nocturnal adalah 0,414, dan jumlah indeks kesamarataan
adalah 0,298
Dan untuk nilai Indeks Shanon-Wiener (H) setelah melalui proses pengamatan dan
perhitungan, maka diperoleh hasil indeks diversitas rata-rata untuk hewan diurnal sebesar
0,496. Sedangkan pada hewan nocturnal sebesar 0,414.
Nilai Indeks Sorenson dimana dilakukan dengan membandingkan antara hewan nocturnal
dan diurnal diperoleh nilai sebesar 67% hal ini menunjukkan bahwa hewan nocturnal dan
diurnal di daerah sekitar kampus Unnes yaitu sekaran umumnya relatif sama karena nilainya
lebih dari 50%.
Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut dimana indeks keanekargaman dan
kesamaraataan yang rendah dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa lingkungan tempat
pengambilan sampel tersebut masih kurang stabil, artinya lingkungan tempat pengambilan
sampel sudah terpengaruh oleh hal-hal yang bisa membuat populasi serangga di tempat itu
berkurang, pencemaran yang terjadi di sekitar kampus Unnes Sekaran Gunungpati sudah
memberi pengaruh yang cukup berarti pada serangga yang berada disekitar daerah kampus.
Lingkungan tempat pengambilan sampel menjadi habitat yang tidak cocok untuk serangga-
serangga tersebut, sehingga jumlah spesies serangga yang ada cenderung dalam jumlah yang
banyak ada pula sedikit. Pada percobaan ini tentang indeks keanekaragaman serangga di
lingkungan kampus, menggunakan alat yaitu pitt fall traps (perangkap sumuran) yang terbuat
dari cangkir aqua, yang berfungsi sebagai alat untuk menangkap serangga.
Populasi merupakan kelompok individu dari spesies yang sama yang secara morfologis
dan biokimia relative sama yang menempati suatu tempat pada waktu tertentu. Populasi
tersebut akan membentuk suatu komunitas, dimana komunitas adalah suatu kumpulan
berbagai macam organisme (hewan, tumbuhan, dan mikroba) yang hidup bersama dengan
saling berhubungan dan berinteraksi di dalam suatu daerah, dimana nantinya komunitas akan
membentuk suatu ekosistem, merupakan suatu sistem di alam dimana organisme terdapat
hubungan timbal balik anatara organisme dengan organisme lainnya, juga dengan
lingkungannya yang terhimpun dalam suatu habitat.
Keanekaragaman organisme di suatu tempat dipengaruhi oleh beberapa faktor tersebut
adalah faktor udara, tanah, organisme, dan beberapa faktor stabil, yaitu ketinggian, lintang,
letak, dan pH. Jumlah spesies dalam komunitas adalah penting dari segi ekologi karena
keanekaragaman spesies akan bertambah bila habitat, stabil atau sesuai dengan komunitas
bersangkutan.
Faktor lain berasal dari lingkungan biotik bagi hewan tanah adalah organisme lain yang
juga terdapat di habitatnya seperti mikroflora, tumbuh-tumbuhan dan golongan hewan lainya.
Pada komunitas itu jenis-jenis organisme itu saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.
Interaksi itu bisa berupa predasi, parasitisme, kompetisi dan penyakit.
Dengan keadaan lingkungan yang relatif stabil, serangga masih dapat menambah atau
memperbesar jumlah populasinya serta memperbanyak variasi individunya. Tetapi tidak
menutup kemungkinan suatu saat nanti populasi dari serangga akan berkurang begitu pula
dengan keanekaragamannya karena dipengaruhi oleh berbagai faktor misalnya pencemaran
lingkungan, aktivitas manusia yang dapat mempersempit habitat serangga tersebut serta
makanan yang tersedia mulai berkurang sehinnga tingkat kompetisi antara serangga menjadi
tinggi sehingga serangga banyak yang melakukan emigrasi. Berdasarkan pengamatan yang
dilakukan ditemukan bahwa indeks keanekaragaman serangga di daerah sekitar kampus
Unnes tepatnya di daerah cempaka sari bagian tempat pembuangan sampah untuk praktikum
penangkapan hewan nocturnal dan ladang perkebunan kos Binaan Qonaah Sekaran,
dikategorikan rendah karena diakibatkan oleh faktor lingkungan dan serangga tidak mampu
beradaptasi karena lokasi pengamatan itu yang tidak memiliki sumber makanan yang
melimpah sehingga mengakibatkan populasi serangga disekitar kampus terganggu.
A. SIMPULAN
Dari praktikum mengenai indeks diversitas dapat diambil kesimpulan :
a. Nilai indeks keanekaragaman tumbuhan di Kebun Wisata Biologi Universtas Negeri
Semarang dengan metode minimum area curve adalah 0.886 dengan indeks
kesamarataan untuk plot 1 sebesar 0.653, untuk plot 2 sebesar 0.382, plot 3 sebesar
0.382, dan plot 4 sebesar 0.288 dan dominansi sebesar 9.81356 x

sehingga
kawasan ini keanekaragamannya dikategorikan rendah.
b. Nilai indeks keanekaragaman serangga tanah di kawasan sampah organic dengan
metode pit fall trap dominansi pada hewan diurnal 0.375 dan hewan nocturnal 0.04975
sedangkan untuk jumlah total keseluruhan dari Indeks dominasi adalah 0.4975. Indeks
diversitas rata-rata untuk hewan diurnal sebesar 0.496 sedangkan pada hewan
nocturnal sebesar 0.414, dan jumlah indeks kesamarataan adalah 0.298. Nilai Indeks
Sorenson sebesar 67% sehingga kawasan ini keanekaragamannya dikategorikan
rendah.
c. Keanekaragaman berkaitan dengan perubahan faktor lingkungan misalnya intensitas
cahaya, suhu, kelembaban, pH dan ketinggian tanah.

B. SARAN
a. Memilih kuadran yang memiliki pusat distribusi yang paling banyak spesies nya
sebagai kuadran pertama
b. Sebelum melakukan praktikum sebaiknya mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis
rumput agar mudah untuk melakukan pendataan




DAFTAR PUSTAKA
Usman, Nuhman. Kelimpahan dan Keanekaragaman serta Dominansi Plankton Di Tambak
Darat.http://www.academia.edu/5690387/Kelimpahan_dan_Keanekaragaman_serta_Domina
nsi_Plankton_Di_Tambak_Darat
Irwan. 2013. Keanekaragaman Spesies.diakss melalui situs
http://irwantoforester.wordpress.com pada hari Selasa, 14 Oktober 2014 pukul 13.00
Anonim. 2013. Teori Pitt fall trap. Diakses melalui situs http://sig-kehutanan.blogspot.com
pada hari selasa, 14 Oktober 2014 pukul 13.30

Anda mungkin juga menyukai