Anda di halaman 1dari 2

35

BAB III
PENUTUP

Tuberkulosis masih tetap menjadi problem kesehatan dunia yang utama
walaupun pengobatan tuberkulosis yang efektif telah tersedia. Indonesia
merupakan negara dengan prevalensi tuberkulosis ke-3 tertinggi di dunia setelah
China dan India. Setiap tahun terdapat 250.000 kasus baru tuberkulosis dan
sekitar 140.000 kematian akibat tuberkulosis. Di Indonesia tuberkulosis
merupakan pembunuh nomor satu di antara penyakit menular dan merupakan
penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan penyakit pernapasan
akut pada seluruh kalangan usia.
International Standard for Tuberculosis Care (ISTC) merupakan standar yang
melengkapi guideline program penanggulangan tuberkulosis nasional yang consisten
dengan rekomendasi WHO. Tujuan ISTC adalah mendeskripsikan secara luas
pada praktisi, masyarakat bagaimana prosedur penatalaksanaan seseorang yang
memiliki penyakit tuberkulosis maupun yang dicurigai mengidap tuberkulosis. ISTC
sendiri memfasilitasi pada masyarakat bagaimana melayani pasien dengan hasil
sputum positif maupun negatif tuberkulosis, dan tuberkulosis ekstrapulmoner
akibat MDR-TB, tuberkulosis dengan kombinasi infeksi HIV dan faktor
komorbid lainnya.



36



International Standard for Tuberculosis Care (ISTC) terdiri dari 21
standar yaitu 6 standar (Standar 1-6) untuk diagnosis, 7 standar untuk pengobatan
(Standar 7-13), 4 standar untuk penanganan tuberkulosis-HIV (Standar 14-17) dan
4 standar yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat (Standar 18-21).