Anda di halaman 1dari 19

PENGATURAN TENTANG NEIGHBORING RIGHTS

DALAM UUHC INDONESIA


neighboring right = right related to or
neighboring on copy rights
hak yang berkaitan, berhubungan atau
berdampingandengan hak cipta
Dalam UHC Indonesia diterjemahkan
sebagai hak yang berkaitan dengan
hak cipta

1. Persetujuan TRIPs
2. Konvensi Roma
3. Konvensi berner
4. Universal copy right convention
Perlindungan Hukum NR
UU Hak cipta No. 19 Tahun 2002
Rome convention for the protection of
performers, producer of phonograms and
broadcasting organisation (1961)
Geneva convention for the protection of
producers of phonograms against unauthorized
duplications of their phonograms
Brussels convention relative to the distribution of
programme carrying signal transmitted by satelite
2. Konvensi roma
Terbentuk pada tahun 1961, berlaku bagi negara
anggota karena ditunjuk oleh TRIPs
Berisikan pengaturan tentang perlindungan bagi
pelaku pertunjukan, produser rekaman dan
organisasi penyiaran
Perlindungan yang diberikan oleh konvensi sesuai
dengan kebutuhan nasional
Masa waktu perlindungan selama 20 tahun

The rights of performing artists in their
performances
The rights of phonograms in their
phonograms
The rights of broadcasting organizations in
their radio and television broadcast
Pelakon: penyanyi, penari, artis, aktor dsb
Produser rekaman
Lembaga penyiaran : radio, televisi
1. Hak Pelakon atas tampilannya
Tidak terbatas pada penyanyi, aktor/artis saja,
termasuk juga olahragawan yang
pertandingannya disiarkan, penari, pembawa
acara, pembaca berita dsb
Pelakon memperoleh neighboring rights
atas penampilan mereka dan tayangan
ulangnya di radio atau televisi
NR juga terdapat dalam pemanfaatan hak
cipta secara komersil oleh pengusaha hiburan
Masa perlindungan 50 tahun sejak karya tsb
dipertujukan



2. hak Produser rekaman
Hak produser untuk merekam ciptaan dan
memperbanyak dilindungi oleh hak cipta
Produser berhak memperoleh royalti dari NR
apabila hasil produksinya dipergunakan untuk
keperluan komersil oleh konsumen
Misal diputar di hotel, diskotek, iklan dsb
Masa perlindungan 50 tahun sejak karya tsb
selesai direkam

Diperlukan NR dalam hal lembaga penyiaran
membayar royalti kepada pemegang hak
eksklusif
Pemegang hak eksklusif adalah lembaga
penyiaran yang pertama kali menampilkan
acara tsb
Jangka waktu perlindungan berlaku selama
20 tahun sejak pertama kali disiarkan
Hak-hak terkait lembaga penyiaran
1. Hak moral: hak pelakon untuk dicantumkan
namanya dalam siaran mereka dan hak untuk
menolak kerugian yang ditimbulkan akibat
pertunjukan yang mereka siarkan
2. Exclusive rights dalam hal reproduksi, distribusi,
rental dan rekaman suara secara online
3. Hak untuk memperoleh pembayaran yang wajar
terhadap penyiaran ulang siaran mereka

Royalti
Merupakan kompensasi berupa uang yang diberikan
kepada pemegang NR atas pemanfaatan secara
komersil hak mereka oleh pihak lain
Diberikan berdasarkan persentase tertentu dari hasil
penjualan karya cipta atau berdasarkan kesepakatan
pemegang NR dengan penerima hak
PERBEDAAN
Copy rights hanya berada di tangan
pencipta atau produsernya
Neighboring rights berada di tangan
pencipta, produser dan lembaga penyiaran
yang mengumandangkan siaran tersebut
Pasal 49 UHC Indonesia
1. Pelaku memiliki hak eksklusif untuk memberi izin atau
melarang orang lain yang tanpa persetujuannya
membuat,memperbanyak, atau menyiarkan rekaman
suara dan/atau gambar dari pertunjukannya
2. Produser rekaman suara memiliki hak eksklusif untuk
memberikan izin atau melarang orang lain yang tanpa
persetujuannya memperbanyak dan/atau menyewakan
karya rekaman suara atau rekaman bunyi
3. Lembaga penyiaran memiliki hak eksklusif untuk
memberi izin atau melarang orang lain yang tanpa
persetujuannya membuat,memperbanyak dan/atau
menyiarkan ulang karya siarannya melalui transmisi
dengan atau tanpa kabel, atau melalui sistem
elektromagnetik lain

Batasan neighboring rights
Menurut UHC Indonesia sama bunyinya
dengan batasan yang dikemukakan oleh WIPO
(World Intelectual Property Rights) yang
merujuk pada ketentuan Rome Convention
Ketentuan tersebut menyatakan neighboring
rights meliputi hak para pelakon (performers),
produser rekaman dan lembaga penyiaran
Kurangnya pemahaman hukum aparat
penegak hukum tentang aspek juridis
perlindungan neighboring rights
Lemahnya penguasaan materi hukum para
konsultan hukum tentang perlindungan
hukum neighboring rights
Tidak adanya penguasaan secara
substansi mengenai perlindungan hukum
neighboring rights oleh subjek neighboring
rights