Anda di halaman 1dari 11

Ringkasan

Oleh : Hendricus Irfansyah


Sifat indeks tanah
1. Ukuran partikel tanah
a. Kerikil (gravel), yaitu kepingan batuan yang kadang juga pertikel mineral quartz dan
feldspar
b. Pasir (send), yaitu sebagian besar mineral quartz dan felsper
c. Lanau (selt), yaitu sebagian besar fraksi mikroopis (yang berukuran sangat kecil) dari
tanah yang terdiridari butiran butiran quartz yang sangat halus, dan dari pecahan
pecahan mika.
d. Lempung (clay), yaitu sebagian besar terdiri dari pertikel mikroskopis (berukuran
sangat kecil) dan sub-mikrokopis (tak dapat dilihat, hanya dengan mikroskop).
Lempung adalah tanah yang berukuran lebih kecil dari 2 mikron yang mempunyai mineral
tertentu yang mempunyai sifat plastic bila dicampur dengan air.
Nama dan sifat tanah dipengaruhi oleh : gradasinya (untuk tanah berukuran kasar) dan batas
batas konsistensinya (untuk tnaah berbutir halus). Yang dalam hal ini disebut sifat indeks
tanah. Gradasi adalah sifat yang penting untuk tanah berbutir kasar. Untuk menganalisi
gradasi berbtutir kasar digunakan analisis saringan, untuk tanah berbutir halus digunakan cara
pengendapan.
2. Analisa ukuran partikel
Distribusi ukuran partikel ditentukan dengan metode pengayakan atau sieving. Sedangakn
untuk tanah berbutir halus ditentukan dengan metode sedimentasi pengendapan dengan alat
hydrometer.
a. Metode pengayakan
Cu (coefisien uniformitad) adlah koefisein keseragaman dimana menunjukan kemiringan
kurva dan menunjukan sifat keseragaman (uniform tanah).
Cc (curvature coefisien) adalah koefisien gradasi.
b. Analisa sedimentasi
Alat yang digunakan : hydrometer (alat untuk mengukur berat untuk mngukur berat volume
cairan), jika dicelupkan dalam cairan, jika dicelupkan dalam cairan akan terapung berdiri.
Berat volume terbaca pada skala dipermukaan cairan.
3. Konsistensi dan plastisitas
Konsistensi tanah didefinisikan sebagai suatu kondisi fisis dari suatu tanah berbutir halus
kadar air tertentu. Sedangkan plastisitas merupakan karakteristik dari tanah berbutir halus
(lempung) yang sangat penting. Plastisitas melukiskan kemampuan tanah untuk berdeformasi
pada volume yang tetap tanpa retakan atau remahan.
Atas dasar air yang terkandung didalamnya (konsistensi tanah dibedakan atau dipisahkan
menjadi 4 keadaan dasar: padat, semi padat, plastis, cair.
1. Transisi dari padat ke semi padat disebut batas susut (shrinkage limit)= SL=WS.
Yaitu besar kadar air tanah dimana tanah tersebut mempunyai volume terkecil saat
airnya mongering.
2. Transisi dari semi padat ke plastic disebut batas plastis (plastic limit)=PL=wp. Yaitu
besar kadar ir dimana tanah apabila digulung sampai diameter 3,2 mm tanah akan
retak retak.
3. Transisi dari plastic ke cair disebut bataas cair (liquid limit)=LL=WL. Yaitu kadar air
dimana tanah akan mengaglir akibat berat sendiri.
Kadar air pada kondisi transisi pada masing masing konsistensi disebut batas batas
ATTERBERG. Panjang daerah interval kadar air tanah pada kondisi lastis disebut index
plastis (IP). IP=WL-WP= selisih batas cair dan batas plastis. Setiap tanah mempunyai
WL,WP,WS,IP, yang tidak sama satu dengan yang lain ( plastisitas masing masing tanah
tidak sama).
Plastisitas rendah LL<35%
Plastisitas sedang 35%-50%
Plastisitas tinggi LL >50%
a. Penetuan batas cair di laboratorium
Alat yang digunakan adalah mangkok kuningan (casagrade).
b. Menentukan batas plastic tanah di laboratorium
c. Menetukan batas susut dilaboratorium
Yaitu : kadar air batas, dimana jika tanah dikeringkan tidak susut lagi dan tanah tidak
kenyang air. Disini yang dicari adalah kadar air yang menyebabkan tanah dengan volume
terkecil Vo menjadi kenyang air.
d. Hubungan batas batas konsistensi dengan sifat tanah
WL,WP, WS, dan IP untuk memperkirakan sifat dan mengetahui jenis tanah berbutir halus
1. Tanah dengan Ws makin kecil menunjukan tanah bersifat kembang susut makin besar
2. Dengan tanah WL < 50 % disebut tanah plastisitas rendah
WL > 50 % disebut tanah dengan lastisitas tinggi
3. Jenis tanah dan sifat tanah ditentukan dari WL dan IP dengan menggunakan diagram
(casagrade).

4. Klasifikasi tanah

Setiap tanah diberi symbol dua huruf, dan dari symbol tersebut dapat diketahui jenisnya dan
sifatnya.
Sifat indeks (sifat general) yang digunakan untuk mengklasifikasi tanah adalah:
1. Perbandingan butir kasar dan butir halus, banyaknya fraksi kerikil dan pasir
2. Gradasi tanah ( Cu dan Co)
3. Batas kosistensi tanah butri halus (WL dan IP)
4. Sifat organic tanah
Tanah dibagi ataas 3 kelompok besar:
a) Tanah organic jika tampak organic missal humus fan gambut. Langsung diberi
symbol Pt (plat)
b) Tanah berbutir halus. Jika butir halusnya lebuh banyak dari butir kasarnya, (dari
diagram gradasinya atau dilihat dilapangan)
c) Tanah berbutir kasar, jika butir kasarnya lebih kasarnya lebih banyak dari butir
halusnya ( lihat batas ukuran butir halus dan butir kasar).
Tanah butir halus dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu tanah butir halus yang sifat plastisnya
rendah (WL < 50%, dan yang sifat plastisnya tinggi (WL > 50%). Tanah ybutir kasar juga
dibagi menjadi dua bagian yaitu kelompok kerikil jika butir kasarnya fraksi kerikil lebih
besar dari fraksi pasir (G). Dan yang kedua adalah pasir, jika fraksi pasirnya lebih besar dari
fraksi kerikil (S).
Untuk tanah kasar disini ada 3 kemungkinan pertama bersih bila fraksi halusnya <5%, kedua
dianggap campuran jika fraksi halusnya > 12% dan ketiga peralian jika fraksi halusnya antara
5-12%.
1. Tanah butir kasar bersih (fraksi halus <5%), tanah butir kasar yang bersih ini disebut
punya gradasi baik jika Cu >4 dan 1 <cc<3 untuk pasir dan Cu >6 dan 1 <Cc<6, dan
disebut poorly graded (simbul P) jika tidak dipenuhi salah satu criteria diatas.
2. Jika tidak bersih (fraksihalus >12%), tanah ini tidak perlu dicari Cu dan Cc, fraksi
halus dipisahkan dan dicari batas batas konsistensinya (WL dan WP), selanjutnya
dilihat pada diagram casagrade. Jika diatas garis A berarti fraksi halusnya lempung.
(di dapat tanah GC dan SC) bila dibawah garis A berarti lanau maka diperoleh tanah
GM dan SM
3. Jika fraksi halus antara 5 % - 12%.
Pada tanah ini diberika simul ganda. Untuk menetapkan W dan P harus dilihat dulu
Cu dan Cc. Untuk menetapkan apakah termasuk keluarga C dan M maka perlu
diperiksa WL atau IP, maka kemungkina simbul GW-GC,GW-GM,GP-GC,GP-
GM,SW-SC,SW-SM,SP-SWC,SP-SM.
5. Permeabilitas tanah
Permeabilitas merupakan sifat bahan berpori, dia dapat mengalir/ merembes dalam tanah.
(dalam tanah dapat terjadi perkolasi air). Tinggi rendahnya permeabilitas ditentukan ukuran
pori.
a. Pori bersifat sangat permeable = permeabilitasnya tinggi
= bersifat pervius
b. Lempung bersifat impermeabel = permeabilitasnya rendah
= impervious
= rapat air / kedap air
c. Lanau dan yanah campuran pasir lempung permeabilitasnya antara pasir lempung
Koefisien permeabilitas (k)
Nilai k untuk macam macam tanah
Kerikil >10 cm/detik
Pasir 10 10
-2

Lanau 10
-2
10
-5
Lempung <10
-5
cm/ detik
Aliran dalam tanah umunya aliran laminar berlaku hokum darcy
V= k i
Dimana V= kecepatan (cm/detik)
k=koefisien permeabilitas
i= gradien hidrolik h/i=selisih tinggi tekanan diabgi panjang lintasan
dari eumus tersebut dapat didefinisikan k adalah kecepatan aliran bila gradien hidrolik i=1

6. Debit aliran dalam tanah
Q=V A
Q= debit cm
3 /det
A= luas tampang cm
2
V= bukan kecepatan air yang sebenarnya, karena luas tampang air sama dengan luas pori
bukan luas tampang tanah

7. Tekanan total, tekanan efektif dan tekanan pori
a.kondisi kering
b. kondisi ada air tanah
pada kondisi ini dibedakan
a. Tekanan total
b. Tekanan pori ( tekanan air pori= tekanan hidrostatika)
Konsolidasi dan Penurunan
Sebelum mendirikan bangunan perlu diadakan peninjauan terhadap tanah sebagai berikut :
Daya dukung tanah mencukupi
Penurunan akibat konsolidasi tidak membahayakan bangunan, baik penurunan
maksimum maupun penurunan diferensial.
Berat bangunan akan menyebabkan tekanan pada tanah dasar yang menyebar dan semakin
kebawah semakin kecil. Penyebaran tekanan dapat dihitung dengan beberapa metode.
a. Cara pendekatan 2 : 1
Jika di bawah tanah ada lapisan tanah kompresible, tambahan tekanan efektif menyebabkan
tanah berkonsolidasi dan mengalami penurunan. Tanah yang kompresible adalah lempung,
lanau lempung atau lempung lanau yang lunak, medium atau kenyang air. Penurunan dapat
terjadi karena :
1. Penurunan seketika karena elastisitas tanah
2. Karena konsolidasi primer
3. Karena konsolidasi sekunder.

Konsolidasi
Konsolidasi adalah peristiwa mampatnya tanah karena menderita tambahan tekanan efektif.
Pada peristiwa konsolidasi ada dua hal penting :
1. Besarnya penurunan yang akan terjadi, yang ditentukan :
Kompresibilitas tanah.
Tebal tanah kompresibel.
Besarnya tambahan tekanan efektif.
2. Laju konsolidasi, dipengaruhi oleh :
Permeabilitas tanah
Tebal tanah kompresibel
Kondisi drainasi di atas dan di bawah lapisan tanah kompresibel.
Untuk bisa mampat, air yang ada di dalam pori tanah harus dikeluarkan. Kecepatan
pemampatan dipengaruhi oleh proses keluarnya air dari dalam pori tanah dan sifat
kompresibilitas tanah. Pasir adalah tanah yang sangat cepat dan penurunannya kecil.
Lempung yang kenyang air adalah tanah yang rapat air dan bersifat sangat konpresibel
sehingga penurunan yang terjadi bisa bertahun-tahun dan besar.

Konidsi Tanah di Alam
1. Tanah normal
Tanah di alam pada umumnya telah mengalami konsolidasi primer selama bertahun-
tahun karena beratnya sendiri. Bagian tanah di A yang berada pada kedalaman h
telah berpuluh-puluh tahun memikul beban berat sendiri dari tanah yang ada di
atasnya.
2. Tanah prakonsolidasi
Adalah tanah yang pernah mengalami konsolidasi oleh beban yang lebih besar
daripada tekanan efektif yang ada sekarang. Misalnya suatu bukit yang mengalami
longsoran.
3. Tanah teoritis
Adalah tanah yang belum pernah mengalami konsolidasi meskipun oleh beratnya
sendiri.

Nilai Indeks Kompresisi CC)
Adalah nilai parameter suatu tanah Cc dicari dari grafik e-log P berdasarkan hasil percobaan
konsolidasi di laboratorium. Diperoleh dari pengamatan penurunan setelah konsolidasi 11%
pembacaan 24 jam. Bagi setiap tahap beban mula-mula s-P diubah menjadi e-P.
1. Tanah Normal
Nilai Cc adalah kemiringan garis penurunan dari garis konsolidasi tanah teoritis atau
sama dengan garis konsolidasi tanah asli. Garis konsolidasi laboratorium agak lebih
landai dari garis konsolidasi lapangan karena dipengaruhi tidak kesempurnaan
keasliannya misalnya kurang baiknya prosedur pengambilan sampel. Dari penelitian
ditemukan sifat bahwa garis laboratorium dan garis lapangan berpotongan pada garis
e = 0.42 eo. Sifat ini dipergunakan untuk menarik garis kondisi lapangan.
Nilai Cc untuk bermacam-macam tanah :
Jenis Tanah Cc
Pasir padat
Pasir tidak padat
0.0005 0.01
0.025 0.05
Lempung agak
Lempung kenyal
0.03 0.06
0.06 0.15
Tanah organik
Batu / cadas
1.0 4.5
0

Rumus empiris untuk mencari Cc :
a. Rumus Terzhagi
Digunakan apabila diketahui batas cair tanah :
Cc -= 0.009 (WL 10)
WL = batas cair tanah dalam %
b. Rumus Nishida
Cc = 0.54 (eo 0.35)
0 = angka pori tanah lapangan
Cc = 0.0054 (2.6 w 3.5)
W = kadar air tanah lapangan (kenyang air) dalam %
Rumus Nishida hanaya digunakan jika Cc hasil laboratorium dan WL tidak diketahui. Rumus
rumus ini tidak boleh digunakan dalam hal sebaliknya, misalnya jika Cc diketahui tidak
boleh digunakan untuk mencari WL atau eo.

Indeks Kompresi Untuk Tanah Prakonsolidasi
Tanah ini tidak pernah mengalami konsolidasi dengan tekanan prakonsolidasi Pc yang lebih
besar dari pada tekanan lapanganyang ada sekarang Po. Kondisi prakonsolidasi dapat
diketahui jika titik A ada di kanan A.
Tanah prakonsolidasi mempunyai dua nilai indeks kompresi yaitu :
Cr = yang berlaku untuk tekanan P diantara Po dan Pc.
Cc = yang berlaku untuk tekanan P yang lebih besar dari pada Pc.

Penurunan pondasi
Penurunan yang di akibatkan oleh lapisan tanah kompresif yang mengalami konsolidasi
karena adanya tambahan tekanan efektif perlu dihitung jika dijumpai lapisan kompresibel
yang terdapat di bawah pondasi diantara dasar pondasi sampai kedalaman sekitar dua kali
lebar pondasi. Tambahan tekanan efektif dihitung berdasarkan teori penyebaran tekanan.
Untuk tanah dengan luas tampang datar 1 satuan luas, pada waktu terjadi penurunan yang
berkurang adalah volume porinya sehingga angka pori berkurang. Karena luas datar A satu
satuan laus, maka pada gambar V menajdi H, Vs = hs, dan
Vv = hv. Angka pori mula- mula EO = V
vo
/ V
s
= h
vo
/ h
s

Waktu Proses Konsolidasi dan Derajat Konsolidasi
Akibat adanya tambahan tekanan tanah efektif pada lapisan tanah kompresif, tanah
mengalami konsolidasi yang prosesnya berlangsung lambat dan berlangsung dalam waktu
yang lama. Kecepatan konsolidasi dipengaruhi oleh :
Koefisien konsolidasi tanah
Tebal lapisan tanah kompresif
Drainasi tanah

Soal pilihan ganda
1. tanah yang berukuran lebih kecil dari 2 mikron yang mempunyai mineral tertentu
yang mempunyai sifat plastic bila dicampur dengan air disebut
a. lempung
b. pasir
c. kerikil
d. lanau
2. tanah yang sangat cepat dan penurunannya kecil disebut..
a. lempung
b. pasir
c. kerikil
d. lanau
3. Untuk menganalisi gradasi berbtutir kasar digunakan analisis..
a. Penyerapan
b. Saringan
c. Pengendapan
d. Pemanasan
4. . Untuk menganalisi gradasi berbtutir halus digunakan analisis..
a. Penyerapan
b. Saringan
c. Pengendapan
d. Pemanasan
5. untuk tanah berbutir halus ditentukan dengan metode sedimentasi pengendapan
dengan alat..
a. motorlistrik
b. hydrometer
c. psikometer
d. aerometer
6. suatu kondisi fisis dari suatu tanah berbutir halus kadar air tertentu, disebut
a. konsistensi tanah
b. plastisitas
c. permeabilitas tanah
d. lengas tanah
7. karakteristik dari tanah berbutir halus (lempung) yang sangat penting, disebut
a. konsistensi tanah
b. plastisitas
c. permeabilitas tanah
d. lengas tanah
8. bahan berpori, dia dapat mengalir/ merembes dalam tanah. (dalam tanah dapat terjadi
perkolasi air) disebut..
a. konsistensi tanah
b. plastisitas
c. permeabilitas tanah
d. lengas tanah

9. Tanah dibagi ataas 3 kelompok besar, kecuali..
a. Tanah organic
b. Tanah berbutir kasar
c. Tanah berbutir sedang
d. Tanah berbutir halus
10. peristiwa mampatnya tanah karena menderita tambahan tekanan efektif, disebut
a. permeabilitas tanah
b. platisitas tanah
c. penurunan
d. konsolidasi
11. Besarnya penurunan yang akan terjadi, yang ditentukan olrh, kecuali
a. Kompresibilitas tanah.
b. Tebal tanah kompresibel.
c. Besarnya tambahan tekanan efektif.
d. Kondisi drainasi di atas dan di bawah lapisan tanah kompresibel.
12. Laju konsolidasi, dipengaruhi oleh :
a. Permeabilitas tanah
b. Tebal tanah kompresibel
c. Kondisi drainasi di atas dan di bawah lapisan tanah kompresibel.
d. Besarnya tambahan tekanan efektif.
13. Penurunan dapat terjadi karena, kecuali..
a. Penurunan seketika karena elastisitas tanah
b. Karena konsolidasi primer
c. Karena konsolidasi sekunder
d. Karena konsolodasi tersier
14. Berdasarkan kondisi, tanah dialam dibagi menjadi 3 antara lain, kecuali...
a. Tanah normal
b. Tanah abnormal
c. Tanah prakonsolidasi
d. Tanah teoritis
15. tanah yang pernah mengalami konsolidasi oleh beban yang lebih besar daripada
tekanan efektif yang ada sekarang disebut
a. Tanah normal
b. Tanah abnormal
c. Tanah prakonsolidasi
d. Tanah teoritis
16. tanah yang belum pernah mengalami konsolidasi meskipun oleh beratnya sendiri
disebut..
a. Tanah normal
b. Tanah abnormal
c. Tanah prakonsolidasi
d. Tanah teoritis
17. nilai parameter suatu tanah Cc dicari dari grafik e-log P berdasarkan hasil percobaan
konsolidasi di laboratorium disebut
a. nilai indeks kompresisi
b. nilai indeks berat
c. nilai indeks volume
d. nilai indeks kepadatan
18. kemiringan garis penurunan dari garis konsolidasi tanah teoritis atau sama dengan
garis konsolidasi tanah asli
a. nilai MC
b. nilai Cc
c. nilai Pc
d. nilai Wc
19. kadar air tanah dimana tanah tersebut mempunyai volume terkecil saat airnya
mongering disebut
a. batas susut
b. batas cair
c. batas plastic
d. batas padat
20. besar kadar ir dimana tanah apabila digulung sampai diameter 3,2 mm tanah akan
retak retak disebut
a. batas susut
b. batas cair
c. batas plastic
d. batas padat
soal menjodohkan
1. kepingan batuan yang kadang juga a.Tanah berbutir halus
pertikel mineral quartz dan feldspar
2. sifat yang penting untuk tanah b. Kerikil
berbutir kasar
3. koefisein keseragaman dimana c. gradasi
menunjukan kemiringan kurva dan
menunjukan sifat keseragaman
(uniform tanah).
4. Transisi dari plastic ke cair d. Batas cair
5. ditentukan dengan metode e. Cu
sedimentasi pengendapan
dengan alat hydrometer.


Kunci jawaban
1. b
2. c
3. e
4. d
5. a

soal essay
1. Apa perbedaan konsistensi dan plasitisitas?
Konsistensi tanah didefinisikan sebagai suatu kondisi fisis dari suatu tanah berbutir
halus kadar air tertentu. Sedangkan plastisitas merupakan karakteristik dari tanah
berbutir halus (lempung) yang sangat penting. Plastisitas melukiskan kemampuan
tanah untuk berdeformasi pada volume yang tetap tanpa retakan atau remahan.
2. Sebutkan Sifat indeks (sifat general) yang digunakan untuk mengklasifikasi tanah!
1) Perbandingan butir kasar dan butir halus, banyaknya fraksi kerikil dan pasir
2) Gradasi tanah ( Cu dan Co)
3) Batas kosistensi tanah butri halus (WL dan IP)
4) Sifat organic tanah
3. Jelaskan 2 kelompok tanah butir halus!
Tanah butir halus dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu tanah butir halus yang sifat
plastisnya rendah (WL < 50%, dan yang sifat plastisnya tinggi (WL > 50%). Tanah
ybutir kasar juga dibagi menjadi dua bagian yaitu kelompok kerikil jika butir kasarnya
fraksi kerikil lebih besar dari fraksi pasir (G). Dan yang kedua adalah pasir, jika fraksi
pasirnya lebih besar dari fraksi kerikil (S).
4. Sebutkan faktor yang mempengaruhi kecepatan konsolidasi!
1) Koefisien konsolidasi tanah
2) Tebal lapisan tanah kompresif
3) Drainasi tanah
5. Sebutkan faktor yang mempengaruhi laju konsolidasi!
1) Permeabilitas tanah
2) Tebal tanah kompresibel
3) Kondisi drainasi di atas dan di bawah lapisan tanah kompresibel.