Anda di halaman 1dari 3

TUGAS REVIEW JURNAL

MATA KULIAH AKUNTANSI SDM




Menurut Saya Akuntansi Sumber Daya Manusia diperlukan bagi pembuat dan pengguna
laporan keuangan. Mengingat pentingnya sumber daya manusia dalam mencapai tujuan
perusahaan, yang berarti bahwa sumber daya manusia merupakan aset utama perusahaan.
Pencatatan sumber daya manusia sebagai aset yang harus dicantumkan dalam neraca, maka
perlu melakukan langkah-langkah nyata agar akuntansi sumber daya manusia benar-benar
dapat diterapkan. Seperti misalnya, karyawan harus benar-benar berperan sebagai subjek
perusahaan, sehingga karyawan dapat memposisikan diri sebagai aset perusahaan yang sangat
dibutuhkan (mempunyai nilai tawar dalam perusahaan), di satu sisi perusahaan harus benar-
benar menjaga karyawannya, karyawan jangan dianggap sebagai obyek sapi perah
perusahaan.
Seperti yang saya ketahui, Laporan keuangan merupakan salah satu bentuk informasi
keuangan yang disajikan perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, baik yang ada
di dalam maupun di luar perusahaan. Laporan keuangan juga merupakan apa yang telah
dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manjemen atas sumber daya yang
dipercayakan kepadanya.
Akuntansi sumber daya manusia dalam laporan keuangan disajikan dalam sisi aktiva pada
pos investasi sumber daya manusia dan pada sisi kewajiban dan modal pada pos modal
sumber daya manusia sebesar nilai total investasi sumber daya manusia. Sedangkan nilai
amortisasi sumber daya manusia masuk ke dalam Laporan Laba Rugi perusahaan sebagai
pengurang biaya operasional perusahaan yang diakui sebesar jumlah biaya untuk
pengembangan sumber daya manusia dibagi taksiran umur ekonomis sumber daya manusia
pada periode bersangkutan. Tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat suatu tingkatan
ketidakpastian yang berkaitan sejauh mana potensi masa depan dari seorang karyawan akan
benar benar direalisasi. Masalah akuntansi yang timbul adalah bagaimana caranya mengukur
tingkat ketidakpastian dari realisasi jasa karyawan tersebut dalam laporan keuangan.
Praktek akuntansi yang memperlakukan investasi dalam sumber daya manusia sebagai
biaya dari pada sebagai aktiva, berakibat pada perhitungan laba rugi dan neraca menjadi tidak
akurat. Dalam perhitungan rugi laba, nominal yang disajikan sebagai laba bersih menjadi
tidak akurat, karena akuntansi memperlakukan semua pengeluaran yang dilakukan untuk
memperoleh atau mengembangkan sumber daya manusia sebagai biaya selama periode
terjadi, dari pada mengkapitalisasi dan mengamortisasi biaya-biaya tersebut selama masa
manfaatnya. Neraca menjadi tidak akurat karena nominal dari total Aktiva tidak termasuk
aktiva manusia organisasi. Sebab tidak ada indikasi dari investasi aktual organisasi dalam
aktiva manusia. Akuntansi memperlakukan setiap rupiah yang dilakukan oleh manajemen
untuk mendapatkan aktiva manusia sebagai biaya, walaupun masa manfaat melebihi periode
pengeluarannya.
Ketidakakuratan dalam penyajian informasi laporan keuangan diatas menyebabkan tidak
akuratnya pengukuran ROI (Return On Investment). Konsep ROI adalah variabel yang krusial
dalam keputusan rasio laba bersih terhadap aktiva total. Laba bersih dalam analisis ROI
mencerminkan kamampuan pihak manajemen dalam mengelola biaya, penjualan dan
perubahan investasi. ROI menjadi tidak akurat dapat menyebabkan investor melakukan
penilaian yang keliru dalam melihat kinerja pihak manajemen.
Sumber Daya Manusia diakui sebagai aktiva tetap tidak berwujud, alasannya bahwa SDM
biasanya berupa karyawan/ tenaga kerja yang dimiliki perusahaan, akan tetapi secara nyata
yang dimiliki perusahaan bukanlah orangnya kalau orangnya jadinya human trafficking
(perdagangan manusia), yang dimiliki perusahaan adalah skill (keahlian) dari setiap tenaga
kerjannya. Jadi jadi yang diakui dan dinilai adalah skill mereka. Aktiva tetap tidak berwujud
disajikan dilaporan neraca dibagian aktiva tetap dibawah aktiva lancar. Apabila manajemen
belum menerapkan akuntansi sumber daya manusia, maka sumber daya manusianya diakui
sebagai beban yang berarti masuk dalam laporan laba rugi. Contoh dari akuntansi sumber
daya manusia adalah biaya pelatihan atau pendidikan karyawan, seperti mengikutkan
karyawan dalam sebuah seminar atau menyekolahkan karyawan yang dianggap pintar.
Pengukuran sumber daya manusia sebagai aset perusahaan penting dilakukan oleh
perusahaan. Informasi kos pengganti akan memberi informasi kepada pemakai berapa besar
sumber daya ekonomik yang dibutuhkan untuk mempertahankan aset misalnya SDM yang
dikuasai sekarang. Dengan adanya pengukuran aset sumber daya manusia ini perusahaan
dapat mengetahui besarnya investasi terbesar dalam perusahaannya. Pengukuran ini dapat
bermanfaat untuk perhitungan berbagai rasio dan untuk mengambil keputusan ekonomik dan
sosial terutama bagi kepentingan investor dan kreditor. Dengan adanya pengukuran aset
sumber daya manusia ini, perusahaan dapat menentukan lamanya jangka waktu kontrak
dengan memperhitungkan dan mempertimbangkan atas dasar kos yang telah dikeluarkan.
Adapun kelemahan menggunakan metode kos pengganti adalah: Suatu perusahan mungkin
mempunyai seorang karyawan tertentu yang nilainya dirasa lebih besar daripada biaya
penggantinya yang relevan. Kemungkinan tidak ada pengganti yang sepadan bagi suatu aset
yang berupa manusia.
Pengukuran aset sumber daya manusia pada perusahaan, terutama perusahaan yang
memiliki aset sumber daya manusianya cukup besar, dengan pengukuran menggunakan
metode replacement cost (harga pokok) ini perusahaan dapat menentukan besarnya biaya
pengganti yang layak dan sesuai dengan nilai wajarnya. Dengan melakukan pengukuran
berdasarkan metode replacement cost maka kemungkinan timbulnya kesulitan bagi pihak
manajemen dalam melaksanakan penafsiran biaya pengganti akan teratasi.