Anda di halaman 1dari 16

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. URAIAN TANAMAN
A. Klasifikasi Tanaman
Adapun Tanaman daun jambu biji (Psidium guajava L.) diklasifikasikan
menurut (Van Steenis, 19!) sebagai berikut"
#ingd$m " Plantae
%ivisi " Spermat$p&'ta
Subdivisi " Angi$spermae
#elas " %i($t'led$nae
Sub kelas" )$sidae
*rd$ " +'rtales
,amili " +'rta(eae
-enus " Psidium
Spesies " Psidium guajava Linn..
B. Morfologi Tanaman
.ambu batu (Psidium guajava) atau sering juga disebut jambu biji, jambu
siki dan jambu klutuk adala& tanaman tr$pis 'ang berasal dari /rasil, disebarkan
ke 0nd$nesia melalui T&ailand. .ambu batu memiliki bua& 'ang ber1arna &ijau
dengan daging bua& ber1arna puti& atau mera& dan berasa asam2manis. /ua&
jambu batu dikenal mengandung ban'ak vitamin 3. .ambu biji (Psidium
guajava) adala& sala& satu tanaman &erba bua& jenis perdu, dalam ba&asa
0nggris disebut Lamb$ guava. Tanaman jambu biji merupakan jenis tanaman
perdu, tinggin'a 4215 meter, batang berka'u, bulat, kulit ka'u li(in, mengelupas,
ber(abang, 1arna($klat ke&ijauan. %aun tunggal, bulat telur, ujungn'a tumpul,
pangkal membulat, tepi rata, panjang 621 (m, lebar 726 (m, pertulangan
men'irip, 1arna &ijau kekuningan. %aun muda berbulu abu2abu, daun bertangkai
pendek. /unga tunggal di ketiak daun, ma&k$ta bulat telur, panjang 1,4 (m,
1arna puti& kekuningan. /akal bua& tenggelam, beruang 24, bua& buni bundar,
bentuk bua& peer atau bua& bulat telur, 1arna puti& kekuningan atau mera&
muda, panjang 4 2 8,4 (m (,erdi, 9559).
C. Kandungan Kimia
%aun jambu biji mengandung sen'a1a kimia 'aitu Tanin, :at Samak
Pir$gal$l, +in'ak Lemak, +in'ak Atsiri (eugin$l), Lim$men, #ari$filen, ;uersetin,
%amar, Triterpen$id, Asam +alat, Asam <rs$lat, Asam -uajaverin, Asam
#rateg$lat, Asam *le$n$lat, Asam Psidi$lat, Leuk$sianidin, Amrit$sida dan
Avikularin (-una1an, 9551).
+enurut Ant&$n' 3. %1e(k (9551) bua& jambu biji mengandung
flav$n$id, sap$nin, asam lin$leat dan min'ak atsiri. +in'ak atsiri 'ang paling
ban'ak terkandung dari bua& jambu biji 'aitu =e>anal (64?), @2(ar'$p&'llene
(9,1?) dan ner$lid$l (1!,7?). %aun jambu biji mengandung t$tal min'ak 6?
dan min'ak atsiri 5,764? (/urkill, 199!), 7,14? resin, 8,4? tannin dan
sen'a1a lainn'a seperti g$l$ngan flav$n$id 'aitu ;uer(etin, 72L222
arabin$furan$side (avi(ularin) dan 72L22p'ran$side (/urkill, 1974)
D. Ekologi Tumbuan
1. S'arat Tumbu&
a. 0klim
0klim merupakan sala& satu fakt$r 'ang dapat mempengaru&i
pertumbu&an tanaman, dengan demikian iklim dalam k$ndisi $ptimum
selama peri$de pertumbu&an akan memberikan dampak 'ang baik pada
pertumbu&an dan &asil tanaman. +enurut Adisar1ant$ (9557), fakt$r iklim
'ang sangat berpengaru& ter&adap tanaman jambu mente adala& su&u,
(a&a'a,dan (ura& &ujan (Adisar1ant$, 9557).
Tanaman ini dapat tumbu& &ingga 9 meter, merupakan tanaman
pada iklim tr$pis dan dapat tumbu& pada iklim subtr$pis dengan (ura&
&ujan 155529555 mmAta&un pada rentang su&u 9729853 dan pada
ketinggian antara 421955 diatas permukaan laut (=e'ne, 198!).
b. Tana&
.enis tana& lempung berpasir atau ringan pasir. 'ang juga
memungkinkan sistem perakaran berkembang se(ara sempurna dan
mampu mena&an air se&ingga tanaman tetap (ukup lembab pada musim
kemarau atau pada p= 6,72!,7 (3a&'$n$,9554).
9. Baktu tanam
<ntuk bibit 'ang berasal dari persemaian, pembungkus bibit 'ang
berupa plastik, kaleng dan lain2lain'a dilepas pada saat sebelum
penanaman. setela& bibit dimasukkan kedalam lubang 'ang suda& disiapkan
(Cunung, 9555) .
7. Pemeli&araan
Setela& bibit suda& ditanam, maka &al perlu diper&atikan adala&
pemeli&araan. Pemeli&araan dapat menjamin pertumbu&an dan
perkembangan tanaman. Pada saat umur 92 ta&un tanaman jambu mente
biasan'a berada pada ta&apan masa kritis, maka sejak tanaman suda&
ditanam pada umur tersebut membutu&kan pera1atan 'ang intensif. ada
beberapa &al 'ang perlu diper&atikan dalam pemeli&araan tanaman jambu
mente sebagai berikut (Cunung, 9555) "
a. Pen'iangan dan Penggemburan Tana&
Tana& disekitar jambu mente perlu disiangi 'ang bertujuan untuk
memberantas tumbu&2tumbu&an 'ang mengganggu pertumbu&an
tanaman 'ang diusa&akan supa'a tidak terjadi persaingan dalam &al
penggunaan unsur &ara.
b. Pen'ulaman dan Penjarangan
Apabila ada tanaman 'ang mati atau tanaman 'ang pertumbu&ann'a
sangat lambat perlu dilakukan pen'ulaman 'ang bertujuan untuk
memperta&ankan jumla& p$pilasi p$&$n 'ang sesuai dengan 'ang
diinginkan. Pen'ulaman &an'a dapat dilakukan sebelum tanaman jambu
mete lain'ang tumbu& n$rmal berumur 7 ta&un karena setela& melebi&i
umur tersebut pertumbu&an tanaman sulaman mengalami kemunduran.
Penjarangan dilakukan untuk mengurangi jumla& p$pulasi tanaman
'ang juga bertujuan untuk meningkatkan pertumbu&an dan pr$duktifitas
'ang tinggi, Penjarangan dilakukan pada umur tanaman 927 bulan.
(. Pemupukan
Tanaman jambu mente mampu tumbu& dan meng&asilkan bua&
pada tana& kritis tanpa pemupukan, namunmempr$le& tingkat
pertumbu&an dan pr$duksi bua& 'ang memuaskan tanaman ini
memerlukan pupuk sebagai sumber unsur &ara 'ang akan diserap $le&
akar tanaman.
d. Pengairan
/ibit tanaman muda 'ang baru ditanam atau dipinda&kan ke tempat
persemaian sangat membutu&kan air. akan tetapi tanaman jambu mente
tidak bisa jika ada genangan air pada areal penanaman.
e. Pemangkasan
<ntuk membentuk (abang 'ang bagus dan tajuk 'ang luas perlu
dilakukan pemangkasan . Pemangkasan ada dua jenis " 1) Pemangkasan
bentuk 'aitu pemangkasan 'ang dilakukan selama tanaman berupa bibit,
dengan (ara meng&ilangkan tunas2tunas samping se&ingga batang utama
tumbu& tegak. 9) Pemangkasan pemeli&araan 'aitu pemangkasan setela&
tanaman berpr$duksi 'ang bertujuan untuk meng&ilangkan (abang dan
ranting 'ang kering atau 'ang suda& mati.
f. Panen
Tanaman jambu mete biasan'a berbua& pada umur 724 ta&un,
tetapi pr$duksin'a belum memuaskan. Pada saat tanaman suda&
men(apai umur 8215 ta&un pr$duksin'a suda& sangat memuaskan dan
akan terus berbua&.
B. MET!DE IS!"ASI
%ari identifikasi a1al, maka dapat diamati kandungan sen'a1a dari tumbu&an
se&ingga untuk is$lasi dapat diara&kan pada suatu sen'a1a 'ang lebi& d$minan
dan sala& satu usa&a mengefektifkan is$lasi sen'a1a tertentu maka dapat
dimanfaatkan pemili&an pelarut $rganik 'ang akan digunakan pada is$lasi tersebut,
dimana pelarut p$lar akan lebi& muda& melarutkan sen'a1a p$lar dan sebalikn'a
sen'a1a n$n p$lar lebi& muda& larut dalam pelarut n$n p$lar (=arb$rne, 198!).
a. Simplisia
Simplisia iala& ba&an alamia& 'ang dipergunakan sebagai $bat, 'ang
belum mengalami peng$la&an apapun juga dan ke(uali din'atakan lain, berupa
ba&an 'ang tela& dikeringkan.Simplisia nabati iala& simplisia 'ang berupa
tanaman utu&, bagian tanaman atau eksudat tanaman. Dksudat tanaman iala& isi
sel 'ang se(ara sp$ntan keluar dari tanaman atau isi sel 'ang dengan (ara
tertentu dikeluarkan dari seln'a, atau Eat2Eat nabati lainn'a 'ang dengan (ara
tertentu dipisa&kan dari tanamann'a dan belum berupa Eat murni (%epartemen
#ese&atan )0, 1986).
b. Dktraksi
Dkstraksi adala& pen'arian k$mp$nen kimia atau Eat2Eat aktif daribagian tanaman
$bat, &e1an dan beberapa jenis &e1an termasuk bi$talaut.#$mp$nen kimia 'ang terdapat
pada tanaman, &e1an dan beberapa jenis ikan pada umumn'a mengandung
sen'a1a2sen'a1a 'ang muda&larut dalam pelarut $rganik.Pelarut $rganik 'ang paling
umum digunakanuntuk mengekstraksikan k$mp$nen kimia dari sel tanaman adala&metan$l,
etan$l, kl$r$f$rm, &eksan, eter, aset$n, benEen dan etil asetat (=embing, 199).
(. +aserasi
+et$de maserasi merupakan (ara pen'arian 'ang seder&ana, 'ang
dilakukan dengan (ara merendam serbuk simplisia dalam (airan pen'ari selama
beberapa &ari pada temperatur kamar terlindung dari (a&a'a (Adrian, 9555).
+et$de maserasi digunakan untuk men'ari simplisia 'ang mengandung
k$mp$nen kimia 'ang muda& larut dalam (airan pen'ari, tidak mengandung
benE$in, tiraks dan lilin (Adrian, 9555).
d. ,raksinasi
,raksinasi merupakan pr$ses pemisa&an k$mp$nen2k$mp$nen dalam
ekstrak berdasarkan perbedaan tingkat kep$larann'a. Sala& satu met$de 'ang
dapat digunakan dalam fraksinasi adala& #r$mat$grafi 3air Vakum (#3V)
(-ambar 9).Prinsip dasar #3V ini adala& pemisa&an se(ara ads$rpsi dan partisi
'ang diper(epat dengan bantuan p$mpa vakum (Still, 19!8).
e. #r$mat$grafi Lapis Tipis (#LT)
#r$mat$grafi lapis tipis digunakan untuk memisa&kan k$mp$nen2
k$mp$nen atas dasar perbedaan ads$rpsi atau partisi $le& pase diam diba1a&
gerakan pelarut pengembang. Pada dasarn'a #LT sangat mirip dengan
kr$mat$grafi kertas, terutama pada (ara pelaksanaann'a. Perbedaan n'atan'a
terli&at pada fase diamn'a atau media pemisa&n'a, 'akni digunakan lapisan tipis
ads$rben sebagai pengganti kertas./a&an ads$rben sebagai fasa diam dapat
digunakan silika gel, alumina dan serbuk selul$sa. Partikel selika gel
mengandung gugus &idr$ksil pada permukaann'a 'ang akan membentuk ikatan
&idr$gen dengan m$lekul p$lar air. ,ase diam untuk kr$mat$grafi lapis tipis
seringkali juga mengandung substansi 'ang mana dapat berpendarfl$ur dalam
sinar ultra vi$let.,ase gerak merupakan pelarut atau (ampuran pelarut 'ang
sesuai ()udi, 9515).
Ads$rpsi 3&r$mat$grap&' tela& membantu untuk menandai k$mp$sisi
kel$mp$k min'ak menta& dan pr$duk &idr$karb$n sejak permulaan abad ini.
.enis dan sanak keluarga jumla& kelas &idr$karb$n tertentu di (dalam)
a(uanAmatriks dapat tela& a efek dalam pada atas pen(apaian dan mutu dari
pr$duk &idr$karb$n dan dua $rang met$da test standard tela& digunakan
sebagian besar dari ta&un ke ta&un (AST+ %955!, AST+ %19). ads$rpsi
indikat$r Fang berpijar ( ,0A) met$da ( AST+ %1719) tela& mela'ani untuk di
atas 75 ta&un sebagai met$da pejabat dari min'ak tana& industri untuk
mengukur 'ang mengandung parafin, $lefini(, dan isi ba&an bakar pan(aran dan
bensin berbau &arum. Teknik terdiri dari dalam peminda&an a men(i(ip di ba1a&
is$2pr$pan$l memaksa melalui suatu k$l$m tana& kerikil GgelG agar2agar ramaiH
sesak di (dalam) ke&adiran tentang indikat$r berpijar dik&ususkan untuk masing2
masing keluarga &idr$karb$n. %i samping penggunaan tersebar luas n'a,
ads$rpsi indikat$r berpijar mempun'ai ban'ak ( Speig&t, 9556).
#. Kroma$ografi Kolom Kon%&nsional
#r$mat$grafi k$l$m k$nvensi$nal adala& met$de kr$mat$grafi klasik
'ang sampai saat ini masi& ban'ak digunakan. Prinsip dari kr$mat$grafi
k$l$m jenis ini adala& ke(enderungan k$mp$nen kimia untuk terdistribusi ke
dalam fase diam atau fase gerak dengan pr$ses elusi berdasarkan ga'a
gravitasi. #$l$m kr$mat$grafi atau tabung untuk pengal$ran karena ga'a tarik
bumi (gravitasi) atau s'stem bertekanan renda& biasan'a terbuat dari ka(a
'ang dilengkapi dengan kran ()a'm$nd et al, 9556).
#r$mat$grafi k$l$m adala& kr$mat$grafi 'ang menggunakan k$l$m
sebagai alat untuk memisa&kan k$mp$nen2k$mp$nen dalam (ampuran.Alat
tersebut dapat berupa pipa gelas 'ang dilengkapi suatu kran dibagian ba1a&
k$l$m untuk mengendalikan aliran Eat (air. <kuran k$l$m tergantung dari
ban'akn'a Eat 'ang akan dipinda&kan. Se(ara umum perbandingan panjang
dan diameter k$l$m sekitar 8"1, sedangkan jumla& pen'erapn'a adala& 94275
kali berat ba&an 'ang akan dipisa&kan. +eskipun tersedia berbagai ma(am
k$l$m dari ba&an gelas, namun kadang2kadang buret juga dapat digunakan
(=enda'ana, 9515).
+et$de pemisa&an kr$mat$grafi k$l$m memerlukan ba&an kimia 'ang
(ukup ban'ak sebagai fasa diam dan fasa gerak, bergantung pada ukuran
k$l$m gelas.<ntuk melakukan pemisa&an (ampuran dengan met$de
kr$mat$grafi k$l$m diperlukan 1aktu 'ang relatif lama, bisa berjam2jam &an'a
untuk memisa&kan satu (ampuran.Selain itu, &asil pemisa&an kurang jelas
artin'a kadang2kadang sukar mendapatkan pemisa&an se(ara sempurna
karena pita k$mp$nen 'ang satu bertumpang tindi& dengan k$mp$nen
lainn'a.+asala& 1aktu 'ang lama disebabkan laju alir fasa gerak &an'a
dipengaru&i $le& gravitasi bumi.<kuran diameter partikel 'ang (ukup besar
membuat luas permukaan fasa diam relatif ke(il se&ingga tempat untuk
berinteraksi antara k$mp$nen2k$mp$nen dengan fasa diam menjadi terbatas.
Apabila ukuran diameter partikel diperke(il supa'a luas permukaan fasa diam
bertamba& maka men'ebabkan semakin lambatn'a aliran fasa gerak atau
fasa gerak tidak mengalir sama sekali. Selain itu fasa diam 'ang suda&
terpakai tidak dapat digunakan lagi untuk pemisa&an (ampuran 'ang lain
karena sukar meregenerasi fasa diam (0bnu, 9554).
'. Kroma$ografi Cair (akum
#r$mat$grafi vakum (air merupakan sala& satu jenis dari kr$mat$grafi
k$l$m. #r$mat$grafi k$l$m merupakan suatu met$de pemisa&an (ampuran
larutan dengan perbandingan pelarut dan kerapatan dengan menggunakan
ba&an k$l$m. #r$mat$grafi k$l$m laEim digunakan untuk pemisa&an dan
pemurnian sen'a1a (S(&ill, 19!8).
#r$mat$grafi k$l$m (air dapat dilakukan pada tekanan atm$sfer atau
pada tekanan lebi& besar dari atm$sfer dengan menggunakan bantuan
tekanan luar misaln'a gas nitr$gen. <ntuk keber&asilan praktikan di dalam
bekerja dengan menggunakan kr$mat$grafi k$l$m vakum (air, $le& karena itu
s'arat utama adala& mengeta&ui gambaran pemisa&an (uplikan pada
kr$mat$grafi lapis tipis (=arris, 1989).
#r$mat$grafi vakum (air dilakukan untuk memisa&kan g$l$ngan
sen'a1a metab$lit sekunder se(ara kasar dengan menggunakan silika gel
sebagai abs$rben dan berbagai perbandingan pelarut n2&eksana " etil asetat "
metan$l (elusi gradien) dan menggunakan p$mpa vakum untuk memuda&kan
penarikan eluen (=elfman, 1987).
Adapun (ara kerja kr$mat$grafi (air vakum 'aitu k$l$m kr$mat$grafi
dikemas kering (biasan'a dengan penjerap mutu #LT 1525 Im) dalam
keadaan vakum agar diper$le& kerapatan kemasan maksimum. Vakum
di&entikan, pelarut 'ang kep$larann'a renda& dituangkan ke permukaan
penjerap lalu divakumkan lagi. #$l$m dipisa& sampai kering dan sekarang
siap dipakai (=$stettman, 1986).
#euntungan #3V dibandingkan dengan kr$mat$grafi k$nvensi$nal
terletak pada jumla& fase gerak 'ang digunakan. Pada #3V, k$nsumsi fase
gerak &an'a 85? atau lebi& sedikit dibandingkan dengan kr$mat$grafi
k$nvensi$nal, sedangkan kekurangan met$de ini adala& membutu&kan 1aktu
'ang (ukup lama (Still, 19!8).
). Kroma$ografi "a*is Ti*is Pr&*ara$if
Preparative Thin-Layer Chromatography (PLT3) atau #r$mat$grafi
Lapis Tipis Preparatif (#LTP) merupakan met$de is$lasi 'ang suda& lama
p$pular karena digunakan se(ara universal $le& ma&sis1a dan peneliti
k&ususn'a ba&an alam. P$pularitas met$de ini berkurang setela& mun(ul
high-pressure liquid chromatography (=PL3) dan counter current
chromatography (333) (-ibb$ns, 9556).
Pemisa&an k$mp$nen kimia dengan met$de kr$mat$grafi lapis tipis
preparative pada dasarn'a sama dengan kr$mat$grafi lapis tipis biasa,
namun perbedaan 'ang n'ata iala& pada #LT preparative menggunakan
lempeng 'ang besar (ukuran 95 > 95 (m dan 95 > 5 (m) dengan ketabalan
5,4 9 9 mm (-ibb$ns, 9556).
Lapisan preparatif n$rmaln'a adala& lapisan #LT 'ang lebi& tebaldari
5,4. Seperti aturan umumn'a dimana ketebalan maksimumn'a adala& 9 mm
meskipun beberapa pengerjaan melibatkan penggunaan lempeng
'angtebaln'a men(apai 15 mm. Pembuatan lempeng #LTP &arusla&
resi stenter&adap abrasi. #LTP diba&as dalam beberapa literatur dimana
met$de inimasi & menjadi met$de 'ang p$puler. Ada perbedaan utama
antara #LTPdan #LT k$nvensi$nal (Sastr$&amidj$j$. 1984) "
#. Sampel dit$t$lkan berupa pita, biasan'a bila memungkinkan
dit$t$lkanselebar lempeng.
'. %eteksi dari pemisa&an sen'a1a biasan'a dilakukan dengan
abs$rbansi<V atau fl$uresensi.
). /iasan'a multi elusi diperlukan untuk memper$le& res$lusi
pemisa&an'ang baik dari k$mp$nen sampel.
#arena besarn'a v$lume 'ang diaplikasikan pada #LTP
biladibandingkan dengan #LT, penggunaan alat pen$t$lan seperti
'angdibi(arakan nanti diperlukan untuk keakuratan.Larutan sampel
dapatdit$t$lkan sepanjang lempeng #LTP. 0ni memungkinkan jumla&
maksimum v$lume 'ang dit$t$lkan (v$lume &ingga 455 ml larutan dapat
di(apai denganpenggunaan alat). /agaimanapun juga sangat penting untuk
membiarkansekitar 9 (m dari ujung pita dengan tepi lempeng.0ni dapat
meng&indarkanefek tepi 'ang dapat terjadi selama pengembangan karena
perbedaanketebalan s$rben pada tepi lempeng. #etebalan dari lapisan
dankemampuan sampel untuk melintasi jarak dari lempeng
men'ebabkanmiligram samapi satu berat 'ang sangat renda& dapat
diaplikasikan tetapi sa'angn'a 1aktu pengembangan 'ang panjang tidak
dapat di&indarkan daripenggunaan ga'a kapilaritas n$rmal. /iasan'a
pemisa&an 'ang memakan1aktu 75265 menit pada #LT akan memakan
1aktu beberapa jam pada#LTP dengan lapisan setebal 9 mm. 0ni tidak serta
merta menjadi kerugiandari #LTP karena pemisa&an dapat dilakukan
semalaman dan kr$mat$grafer tidak perlu melakukan ban'ak &al selama
pengembangan. /iasan'apemili&an eluen ditentukan berdasarkan per($baan
#LT sebelumn'a (-ritter ..), dkk. 1991).
Pengembangan dari lempeng #LTP dapat dilakukan beberapa
kali( biasan'a 7 sampai 4 kali) jika diperlukan dengan pengeringan
bersalang.)es$lusi biasan'a ditingkatkan dengan (ara ini. Sering digunakan
(ampuranpelarut sebagai fas gerak 'ang memiliki kep$laran di ba1a& pr$fil
#LTn'a.Pada pengembangan pertama sen'a1a dipisa&kan sampai bergerak
kuranglebi& 9 (m. Pengembangan kedua dan selanjutn'a, p$laritas dari fase
gerakdapat ditingkatkan sedikit untuk menaikkan res$lusi. %alam
#LPT,selanjutn'a akan dipinda&kan sen'a1a 'ang akan dipakai untuk
analisislebi& lanjut atau penggunaan lain. Suatu lempeng ke(il 'ang tajam
dapatdigunakan untuk menandai p$sis lapisan.Selalu diingat ba&1a
penandaandilakukan agak di ba1a& E$na pemisa&an. :$na ini dapat diker$k
denganspatula besi atau alat lain 'ang ($($k. Sejumla& pelarut diperlukan
untukmelarutkan analit.S$rben dapat dipisa&kan dengan pen'aringan dan
pelarutdapat diuapkan untuk memper$le& sen'a1a 'ang diinginkan
(Sastr$&amidj$j$. 1984).
Penentuan jumla& k$mp$nen sen'a1a dapat dideteksi dengan
kr$mat$grafi lapis tipis (#LT) dengan menggunakan plat #LT 'ang suda& siap
pakai. Terjadin'a pemisa&an k$mp$nen2k$mp$nen pada #LT dengan )f
tertentu dapat dijadikan sebagai panduan untuk memisa&kan k$mp$nen kimia
tersebut dengan menggunakan k$l$m kr$mat$grafi dan sebagai fasa diam
dapat digunakan silika gel dan eluen 'ang digunakan berdasarkan basil 'ang
diper$le& dari #LT dan akan lebi& baik kalau kep$laraan eluen pada k$l$m
kr$mat$grafi sedikit diba1a& kep$laran eluen pada #LT (Lenn', 9556)
+. K"T Mul$i Elu&n
+ulti eluen adala& penggunaan eluen atau fase gerak 'ang
berbeda'ang memungkinkan pemisa&an analit dengan berdasarkan
tingkatp$laritas 'ang berbeda (peter,9554).
%alam multi eluen, setela& pengembang tunggal menaik,kr$mat$gram
diangkat dari (&amber dan dikeringkan, biasan'a selama 4215 menit.
#r$mat$gram tersebut kemudian dielusi lagi dalam eluen segar dari pelarut
'ang sama dalam ara& 'ang sama untuk jarak 'ang sama.Pr$ses ini, 'ang
dapat diulang berkali2kali, meningkatkan res$lusik$mp$nen dengan nilai ),
ba1a& 5,4. /eberapa pengembang dilakukandengan pelarut 'ang berbeda
dalam ara& 'ang sama, masing2masing'ang menjalankan jarak 'ang sama
atau berbeda, disebut elusi berta&ap.JSebua& fase kurang p$lar dapat
digunakan pertama, diikuti $le& fase'ang lebi& p$lar, atau sebalikn'a.
Peminda&an material n$np$lar kebagian atas lapisan, meninggalkan Eat
terlarut p$lar terganggu darimana dia berasal. Setela& kering, Eat terlarut
p$lar dipisa&kan $le&pengembang dengan eluen (/ernard K S&erma,1999)
,. KT" Dua Dim&nsi
Sala& satu aplikasi untuk mengeta&ui kemurnian sen'a1a &asil is$lat
dengan met$de ini 'aitu dengan mengelusi n$da pada 9 ara& 'ang berbeda
dan menggunakan eluen 'ang berbeda, is$lat dikatakan murni apabila n$da
'ang dinampakkan adala& tunggal (An$nim, 9517).
Pemisa&an 92% 'ang terbaik TL3 adala& ketika semua k$mp$nen
dipisa&kan dan didistribusikan pada seluru& permukaan dari pelat
kr$mat$grafi. Dstimasi pemisa&an ini dapat dibuat dengan sebua& fungs
$bjektif. <mumn'a, kesepakatan 'ang baik antara evaluasi visual dari
kr$mat$gram dan evaluasi k$mputer menggunakan fungsi $bjektif
adala&meli&at. %i sisi lain., fungsii 'ang diperlukan 'ang dapat memprediksi
nilai )f dari satu k$mp$nen fungsi k$mp$sisi dari fase gerak . Ada
pr$gramuntuk simulasi kr$mat$gram 'ang sebanding dengan 'ang
diper$le&dengan per($baan kr$mat$gram (Satari, 1999).
#LT dua ara& atau dua dimensi ini bertujuan untuk meningkat
kanres$lusi sampel ketika k$mp$nen2k$mp$nen s$lute mempun'ai
karakteristik kimia 'ang &ampir sama, karenan'a nilai )f juga &ampir sama
sebagaimana dalam asam2asam amin$. Selain itu, dua sistem fasegerak
'ang sangat berbeda dapat digunakan se(ara berurutan
se&inggamemungkinkan untuk melakukan pemisa&an analit 'ang
mempun'aitingkat p$laritas 'ang berbeda (-andjar.9559).
C. URAIAN BA-AN
1. #l$r$f$rm (%irjen P*+, 19!9)
Cama resmi " 3=L*)*,*)+
Cama lain " #l$r$f$rm
Pemerian " (airan tidak ber1arna, muda& menguap, bau k&as, rasa
manis dan membakar
#elarutan " larut dalam lebi& kurang 955 bagian air, muda& larut
dalam etan$l mutlak P, dalam eter P, dalam sebagian
besar pelarut $rganik, dalam min'ak atsiri dan dalam
min'ak lemak.
Pen'impanan " dalam 1ada& tertutup baik
#egunaan " sebagai pelarut
9. +et&an$l (%irjen P*+, 19!9)
Cama )esmi " +etan$l
Pemerian " (airan tidak ber1arna, jerni&, bau k&as
#elarutan " dapat ber(ampur dengan airm membentuk (airan jerni&
tidak ber1arna
Pen'impanan " dalam 1ada& tertutup baik
#egunaan " sebagai (airan pen'ari pada ekstraksi dengan met$de
maserasi dan juga sebagai eluen
7. Dtil asetat (%irjen P*+, 19!9)
Cama )esmi " Dtil Asetat
Pemerian "3airan, tidak ber1arna, muda& menguap, sangatmuda&
terbakar
#elarutan " Larut dalam 14 bagian air, dapat ber(ampur
denganetan$l (94?) P dan dengan eter P
Pen'impanan " dalam 1ada& tertutup baik
#egunaan " sebagai eluen
. C2&eksan (%irjen P*+, 19!9)
Cama )esmi " =eksana
Pemerian " berupa (airan tidak ber1arna, stabil, sangat
muda&terbakar
Pen'impanan " dalam 1ada& tertutup baik
#egunaan " sebagai (airan pen'ari pada saat partisi met$de
ekstraksi padat2(air dan juga sebagai eluen
4 . %PP= (&ttp"AAsa1itt$ku.bl$gsp$t.($mA9517A57Ajual2dpp&L98.&tml)
S'n$n'm " 1,12%ip&en'l292pi(r'l&'draE'l radi(al, 9,92%ip&en'l212
(9,,62trinitr$p&en'l)&'draE'l, %PP=
)umus +$lekul " 3
18
=
19
C
4
*
6

)umus struktur "

+$le(ular Beig&t "79.79
.enis Lain "9,92%i(2tert2$(t'lp&en'l)212pi(r'l&'draE'l, free radi(al
#elarutan " baik menggunakan pelarut metan$l atau etan$l dan
kedua pelarut ini tidak mempengaru&i dalam reaksi
antara sampel uji sebagai anti$ksidan dengan %PP=
sebagai radikal bebas
#egunaan " berguna dalam berbagai pen'elidikan seperti in&ibisi
atau radikal p$limerisasi kimia, penentuan sifat
anti$ksidan amina, fen$l atau sen'a1a alami (vitamin,
ekstrak tumbu&2tumbu&an, $bat $bat2$batan) dan untuk
meng&ambat reaksi &$m$litik.