Anda di halaman 1dari 4

BAB 1 : PENDAHULUAN

BAB II : GAMBARAN PERUSAHAAN



BAB III
LANDASAN TEORI

3.1 PENGERTIAN PIUTANG
Transaksi paling umum yang menciptakan piutang adalah penjualan barang dagang atau
jasa secara kredit. Dalam arti luas piutang digunakan untuk semua hak atau klaim atas uang,
barang dan jasa. Bila kegiatan operasional perusahaan pada umumnya bergerak di bidang
penjualan barang atau jasa secara kredit maka piutang-piutang yang timbul merupakan unsur
paling penting dari aktiva lancar. Sehingga dari definisi di atas dapat diketahui bahwa piutang
adalah dana perusahaan pada perorangan atau perusahaan lainnya sebagai konsekuensi penjualan
dalam bentuk kredit/pinjaman yang pada akhir periode dana tersebut kemudian dapat dicairkan
dalam bentuk kas (uang).

3.2 PENYAJIAN PIUTANG MENURUT PSAK
Penyajian Piutang dalam Laporan Keuangan Menurut IAI dalam PSAK (2009 :PSAK 9) :
Perusahaan wajib menyajikan aktiva dan kewajibannya berdasarkan klasifikasi lancar dan tidak
lancar pada waktu menyusun laporan keuangan, kecuali pengklasifikasian lancar dan tidak lancar
untuk aktiva dan kewajiban biasanya tidak dipandang tepat untuk laporan keuangan dari
perusahaan yang periode siklus operasi normalnya tidak dapat ditentukan atau sangat panjang
dan yang diatur secara khusus untuk jenis industri tertentu

3.3 PENGAKUAN PIUTANG MENURUT IKATAN AKUNTANSI INDONESIA ( IAI )
Pengakuan piutang usaha terjadi jika perusahaan menjual produk secara kredit atau
memberi jasa namun belum terjadi pembayaran kepada perusahaan. Istilah pengakuan itu sendiri
mengandung arti proses pembentukan suatu pos yang memenuhi definisi unsur serta kriteria
pengakuan dalam neraca atau laporan laba rugi. (Ikatan Akuntansi Indonesia 2004:19).
Berikut ini adalah pengakuan atau pencatatan ayat jurnal transaksi-transaksi yang
berhubungan dengan piutang :
a. Transaksi penjualan kredit barang dan jasa kepada pelanggan.
Jurnal untuk mencatat transaksi ini adalah :
Piutang usaha xxx
Pejualan/pendapatan jasa xxx

b. Transaksi retur penjualan.
Jurnal untuk mencatat transaksi ini adalah :
Retur penjualan dan pengurangan harga xxx
Piutang usaha xxx

c. Transaksi penerimaan kas dari debitur.
Jurnal untuk mencatat transaksi ini adalah:
Kas xxx
Piutang Usaha xxx

3.4 PERLAKUAN AKUNTANSI PIUTANG
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang menyangkut
piutang adalah:
Jurnal Penjualan, catatan ini digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang dari
transaksi penjualan kredit
Jurnal Retur Penjualan, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat berkurangnya
piutang dari transaksi retur penjualan.
Jurnal Penerimaan Kas, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat berkurangnya
piutang dari transaksi penerimaan kas dari debitur.
Kartu Piutang, catatan akuntansi ini digunakan untu mencatat mutasi dan saldo piutang
kepada debitur.

3.5 RESIKO PIUTANG
Dalam pelaksanaannya perusahaan dihadapkan pada beberapa resiko. Ketika sebuah
perusahaan menjual barang dan atau jasa secara kredit, maka beresiko menimbulkan kegagalan
dalam penagihan piutang tepat waktu atau mungkin menimbulkan kegagalan menagih piutang
tepat jumlah. Berikut ini merupakan resiko-resiko yang berkaitan dengan piutang, adalah :
Kegagalan untuk menagih pelanggan
Kesalahan dalam penagihan
Kesalahan dalam memasukan data ketika memperbarui piutang usaha
Pencurian kas
Kehilangan data
Kinerja yang buruk

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Sistem Pengendalian Intern atas Piutang
Pengendalian intern terhadap piutang dimulai dari penerimaan order penjualan terus ke
persetujuan atas order, persetujuan pemberian kredit, pengiriman barang, pembuatan faktur,
verifikasi faktur, pembukuan piutang, penagihan piutang, yang akhirnya akan mempengaruhi
saldo kas atau bank. Dalam hal ini harus diperhatikan pula retur penjualan secara periodik harus
dibuat perincian piutang menurut golongan usianya untuk menentukan tindakan apa yang perlu
dilakukan dan menilai apakah bagian kredit dan bagian inkaso telah bekerja dengan efisien.
Adapun sistem pengendalian intern atas piutang secara keseluruhan antara lain sebagai
berikut :
Memisahkan fungsi pegawai atau bagian yang menangani transaksi penjualan (operasi)
dari Fungsi Akuntansi Untuk Piutang
Pegawai yang menangani akuntansi piutang, harus dipisahkan dari fungsi penerimaan
hasil tagihan piutang
Semua transaksi pemberian kredit, pemberian potongan dan penghapusan piutang, harus
mendapatkan persetujuan dari pejabat yang berwenang
Piutang harus dicatat dalam buku-buku tambahan piutang (Accounts Receivable
Subsidiary Ledger) Perusahaan harus membuat daftar piutang berdasarkan umurnya
(Aging Schedule)

4.2 Analisis Umur Piutang
Analisis umur piutang mendasarkan perhitungannya pada konsep adanya resiko piutang
yang tidak dapat ditagih kepelanggan karena beberapa alasan. Piutang yang diragukan tidak
dapat ditagih ini semakin lama semakin menumpuk maka salah satu tindakan yang dapat
dilakukan perusahaan adalah dengan menyusun kriteria lamanya piutang yang sampai saat ini
belum dapat ditagih. Piutang yang tidak dapat tertagih ini karena beberapa sebab, antara lain
karena adanya kemungkinan perusahaan terlalu mudah dalam pemberian piutang dalam arti
persyaratan yang ditetapkan terlalu longgar.
Menurut Ismayana (2006): Umur piutang adalah pengelompokkan saldo piutang pada
saat tertentu menurut golongan umur dan tabel yang menunjukan sampai berapa lama piutang itu
dibayar. Jumlah cadangan dinaikkan sampai suatu jumlah yang dihitung dengan menganalisa
umur piutang. Metode ini disebut analisa umur piutang.
Piutang masing-masing langganan dibagi dua kelompok, yaitu belum menunggak dan
sudah menunggak. Yang dimaksud dengan menunggak adalah sudah melebihi jangka waktu
kredit. Piutang yang menunggak dikelompokkan berdasarkan lamanya waktu menunggak.
Selanjutnya dari masing-masing tunggakan ditetapkan persentase kerugian piutangnya. Jumlah
kerugian piutang yang dihitung dengan cara ini sesudah mempertimbangkan saldo rekening
cadangan kerugian piutang merupakan jumlah kerugian piutang
Berdasarkan kelompok umur piutang dan persentase yang telah ditetapkan penulis akan
membuat estimasi perhitungan kerugian piutang :
Jika diketahui adanya kemungkinan tidak dilunasi maka harus dibuatkan cadangan kerugian
piutang