Anda di halaman 1dari 1

Sahabat Sejati

Pada saat ana pulang sekolah, dia melihat sebuah keluarga yang pindah rumah. Ana
melihat seorang anak perempuan yang kelihatan pintar. Ana mencoba menyapa anak itu.
Ana ingin anak itu menjadi temannya, karena sebenarnya ana selama ini dia tidak
mempunyai seorang teman. Saat ana ingin bertanya siapa nama anak itu, anak itu pun lari
ke belakang ibunya. Kelihatannya anak itu sedikit pemalu. Ana pun kembali ke rumahnya
untuk beristirahat.
Keesokan harinya, Ana pun melihat anak itu keluar dari rumahnya. Ana lalu mencoba
lagi untuk berkenalan.
hai, aku ana, siapa namamu? sapa ana
na.. na namaku li lia jaab anak itu dengan gugup karena malu
ooh, lia kita jalan!jalan yuk ajak ana
boleh, tapi aku tanya ibu ku dulu ya" kata lia akrab
oke, tapi jangan lama!lama ya pesan ana
Setelah beberapa detik ana menunggu, dia pun melihat lia keluar dari rumah. #ereka pun
berjalan$jalan menaiki sepeda mereka masing!masing.
Saat di jalan, lia dan ana merasa lapar. untung saja lia membaa uang, jadi mereka bisa
memebeli kue. %api lia tak tahu dimana terdapat penjual kue. Ana pun memperlihatkan
toko kue yang harganya murah. #ereka pun membeli kue disana.
kamu mau kue yang mana? tanya lia
yang ini aja deh, lumayan murah kata ana memilih sebuah kue
nggak apa!apa kok kalau kamu pilih kue yang harganya lebih tinggi dari itu kata lia
menaarkan
makasih, tapi nanti uangmu habis kata ana kasihan
nggak apa!apa yang penting kita bisa jadi sahabat
jadi kamu suka berteman denganku
suka dong, masa nggak sih
#ereka pun membayar roti itu dan memakannya sampai habis. &alu, mereka menaiki
sepedanya masing!masing lalu kembali jalan!jalan. tak kusangka, ternyata aku bisa
bersahabat secepat ini kata Ana dalam hati.
S'&'SA(