Anda di halaman 1dari 15

Gaya Lorentz

Disusun Oleh :
1. Deri Febrianto (A1E011053)
2. Esra Lenni Waty (A1E011057)
3. Faiza Maizora (A1E011073)
Dosen Pembimbing :
Sutarno,S.si M.si

Asisten Dosen :
1. Jessika Dwi Rodesi (A1E009070)
2. Meky Saputra (A1E010026)

UNIVERSITAS BENGKULU
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
LABORATORIUM PENGAJARAN FISIKA
2013


Kata Pengantar

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmad-Nyalah kami
diberi kesempatan unutuk menyelesaikan buku siswa dan LKS ini guna memenuhi tugas
kami dalam perkuliahan alat ukur ini. Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang
telah membantu kami dalam penyelesaian tugas ini, terima kasih kepada dosen pembimbing
dan asissten dosen yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan perampungan tugas
ini.
Kami penulis berharap supaya buku ini dapat bermanfaat unntuk kita semua,
bermanfaat karena dapat kita pelajari isi yang terkandung didalamnya, dan buku siswa
beserta LKS ini dapat digunakan dalam pembelajaran kita.
Tentunya dalam penyusunan buku ini terdapat banyak kekurangan serta jauh dari kata
sempurna, karena kita masih sama-sama belajar sehingga kami penulis meminta saran dan
kritik yang membangun dari para pembaca yang budiman sehingga dapat menutupi
kekurangan dan kelemahan dari buku ini.sehingga dapat menyempurnakan hasil penulisan
buku ini.
Akhir kata kami para penulis berharap penulisan buku ini dapat bermanfaat bagi
banyak pihak. Dengan segala kerendaha hati, kami para penulis mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari para pembaca. Karena kami sadar bahwa penulisan buku ini jauh
dari kata kesempurnaan. Tiada kesempurnaan dalam diri manusia, karena kesempurnaan
adalah milik Tuhan Yang Maha Esa. Semoga penulisan buku siswa dan LKS ini bermanfaat
untuk kita semua.


Bengkulu, Maret 2013




Penulis




Gaya lorentz

Standar Kompetensi :
Mendemonstrasikan pengetahuannya pada pengukuran gejala-gejala alam dalam
melakukan kerja ilmiah dalam pemecahan masalah sambil mengembangkan sikap ilmiah, dan
berkomunikasi ilmiah.

Kompetensi Dasar :
Memformlasikan hasil percobaan tentang gaya magnet yang terjadi pada muatan
listrik/kawat berarus.

Indikator :
1. Mendeskripsikan induksi magnetik sekitar kawat berarus.
2. Mendeskripsikan gaya magnetik pada kawat berarus dan muatan bergerak.
3. Menerapkan prinsip induksi magnetik dan gaya magnetik dalam teknologi.

Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menerangkan fenomena kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menjelaskan gaya antar-kutub magnet.
3. Menganalisis pengaruh medan magnet terhadap kawat yang dialiri arus listrik
dan terhadap muatan listrik yang bergerak.
4. Menjelaskan pengertian gaya Lorentz.
5. Menjelaskan aplikasi gaya Lorentz pada beberapa produk teknologi..
6. Menganalisis fenomena munculnya medan magnet pada suatu konduktor
berarus melalui hukum Biot-Savart.
7. Merumuskan besarnya medan magnet pada kawat berarus listrik dalam beragam
bentuk geometri.
Magnetik

1. MEDAN MAGNET
a. Medan Magnet di Sekitar Kawat Lurus
Besarnya medan magnet disekitar kawat lurus panjang berarus listrik dipengaruhi oleh
besarnya kuat arus listrik dan jarak titik tinjauan terhadap kawat. Semakin besar kuat arus
semakin besar kuat medan magnetnya, semakin jauh jaraknya terhadap kawat semakin kecil
kuat medan magnetnya seperti terlihat pada gambar 1.1.

Gambar 1.1 . kuat medan magnet terhadap jarak.
Berdasarkan perumusan matematik oleh Biot-Savart maka besarnya kuat medan
magnet disekitar kawat berarus listrik dirumuskan dengan :

B = Medan magnet dalam tesla ( T )
o = permeabilitas ruang hampa
I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m)



Arah medan magnet menggunakan aturan tangan kanan

Gambar 1.2 arah medan magnet menggunakan arah tangan kanan
Medan magnet adalah besaran vector, sehingga apabila suatu titik dipengaruhi oleh
beberapa medan magnet maka di dalam perhitungannya menggunakan operasi vektor.
Berikut ditampilkan beberapa gambar yang menunnjukkan arah arus dan arah medan
magnet.
Arah medan magnet didaerah titik P ( diatas kawat berarus listrik ) menembus bidang
menjauhi pengamat sedang didaerah titik Q dibawah kawat berarus listrik menembus bidang
mendekatipengamat.
Tanda titik menunjukkan arah medan menembus bidang mendekati pengamat.
Tanda silang menunjukkan arah medan menembus bidang menjauhi pengamat.
Tanda anak panah biru menunjukkan arah arus listrik.
Pada sumbu koordinat x, y, z kawat berarus listrik berada pada bidang xoz dan
bersilangan dengan sb. Z negative. Arah arus listrik searah dengan sumbu x positif.
Jarak antara kawat I dengan titik pusat koordinat (O) adalah a maka besarnya medan magnet
dititik (O) tersebut searah dengan sumbu y negative, seperti terlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 1.3 : arah arus dan arah medan magnet
Keterangan gambar:
I = arus listrik
B = medan magnet
Tanda panah biru menunjukkan arah arus listrik
b. Medan Magnet di Sekitar Kawat Melingkar
Besar dan arah medan magnet disumbu kawat melingkar berarus listrik dapat
ditentukan dengan rumus :



Keterangan:
BP = Induksi magnet di P pada sumbu kawat melingkar dalam tesla ( T)
I = kuat arus pada kawat dalam ampere ( A )
a = jari-jari kawat melingkar dalam meter ( m )
r = jarak P ke lingkaran kawat dalam meter ( m )
= sudut antara sumbu kawat dan garis hubung P ke titik pada lingkaran kawat
dalam derajad ()
x = jarak titik P ke pusat lingkaran dalam mater ( m )
Besarnya medan magnet di pusat kawat melingkar dapat dihitung


B = Medan magnet dalam tesla ( T )
o = permeabilitas ruang hampa = 4 . 10 -7 Wb/amp. m
I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m)
r = jari-jari lingkaran yang dibuat

Arah ditentukan dengan kaidah tangan kanan

Apabila kawat melingkar tersebut dialiri arus listrik dengan arah tertentu maka
disumbu pusat lingkaran akan muncul medan magnet dengan arah tertentu. Arah medan
magnet ini ditentukan dengan kaidah tangan kanan.
Dengan aturan sebagai berikut: Apabila tangan kanan kita menggenggam maka arah
ibu jari menunjukkan arah medan magnet sedangkan keempat jari yang lain menunjukkan
arah arus listrik
Keterangan gambar :

Gambar 1.4 arah medan magnet pada kawat melingkar
c. Medan Magnet pada Solenoida
Sebuah kawat dibentuk seperti spiral yang selanjutnya disebut kumparan , apabila
dialiri arus listrik maka akan berfungsi seperti magnet batang.

Gambar 1.5 Medan Magnet pada Solenoida
Kumparan ini disebut dengan Solenida
Besarnya medan magnet disumbu pusat (titik O) Solenoida dapat dihitung :
Bo=


Bo = medan magnet pada pusat solenoida dalam tesla ( T )
0 = permeabilitas ruang hampa = 4 . 10
-7
Wb/amp. M
I = kuat arus listrik dalam ampere ( A )
N = jumlah lilitan dalam solenoida
L = panjang solenoida dalam meter ( m ) Bo=


Dengan arah medan magnet ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Arah arus
menentukan arah medan magnet pada Solenoida.

Gambar 1.6
Besarnya medan magnet di ujung Solenida (titik P) dapat dihitung:
BP=


Keterangan :
BP = Medan magnet diujung Solenoida dalam tesla ( T )
N = jumlah lilitan pada Solenoida dalam lilitan
I = kuat arus listrik dalam ampere ( A )
L = Panjang Solenoida dalam meter ( m )
permeabilitas ruang hampa udara = 4 . 10
-7
Wb/amp. M

2. GAYA LORENT
Gaya Lorent adalah adalah gaya (dalam bidang fisika) yang ditimbulkan oleh muatan
listrik yang bergerak atau oleh arus listrik yang berada dalam suatu medan magnet B. Arah
gaya ini akan mengikuti arah maju skrup yang diputar dari vektor arah gerak muatan listrik
(v) ke arah medan magnet, B, seperti yang terlihat dalam rumus berikut:


Dimana:
F adalah gaya (dalam satuan/unit newton)
B adalah medan magnet (dalam unit tesla)
q adalah muatan listrik (dalam satuan coulomb)
v adalah arah kecepatan muatan (dalam unit meter per detik)
x adalah perkalian silang dari operasi vektor
Arah medan magnetik di sekitar kawat penghantar lurus berarus listrik dapat
ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Jika arah ibu jari menunjukkan arah arus listrik (I),
maka arah keempat jari yang lain menunjukkan arah medan magnetik (B). Kaidah tangan
kanan ini juga dapat digunakan untuk menemukan arah medan magnetik pada penghantar
berbentuk lingkaran yang dialiri listrik sepertiterlihat pada gambar berikut.

Gambar 2.1 : kaidah tangan kanan
Untuk mengetahui letak kutub utara dan kutub selatan yang terbentuk pada kumparan
berarus listrik, dapat dilakukan dengan cara:
1. Perhatikan arah listrik yang mengalir pada kumparan.
2. Ujung kumparan yang pertama kali mendapat arus listrik dijadikan sebagai pedoman
untuk menentukan letak kutub-kutub magnet.
3. Kemudian genggam ujung kumparan yang pertama kali teraliri arus listrik dengan
posisi jari tangan kanan sesuai dengan letak kawan pada inti besi
.
Gambar 2.2 :cara mengenggam ujung kumparan.
4. Apabila kawat itu berada di depan inti besi, letakkan telapak tangan menghadap ke
depan, kemudian genggam kumparan yang berinti besi.
5. Letak kutub utara magnet ditunjukkan oleh arah ibu jari, sedangkan arah sebaliknya
menunjukkan kutub selatan.
6. Jika kawat penghantar yang pertama kali teraliri arus listrik berada di belakang inti
besi, maka hadapkan telapak tangan ke belakang, kemudian genggam kumparan
kawat itu.
7. Dengan cara yang sama kita dapat juga menentukan letak kutub utara, dan kutub
selatan magnet.
Ternyata penghantar berarus listrik yang ditempatkan dalam medan magnet juga
mengalami gaya magnet. Hal ini ditemukan pertama kali oleh Hendrik Antoon Lorentz. Gaya
Lorentz terjadi apabila kawat penghantar berarus listrik berada di dalam medan magnetik.
Besar gaya Lorentz bergantung pada besar medan magnetik, panjang penghantar, dan besar
arus listrik yang mengalir dalam kawat penghantar. Untuk arah aliran arus listrik tegak lurus
terhadap arah medan magnet, gaya Lorentz dapat dinyatakan dengan:
F = B x I x l
Keterangan:
F = gaya Lorentz pada kawat (N)
B = medan magnet (Tesla)
I = arus listrik (A)
l = panjang kawat (m)

LEMBAR KERJA SISWA

A. Tujuan Percobaan
Mengamati arah gaya lorent pada kawat berarus

B. Alat dan Bahan
1. Magnet tapal kuda
2. Ampere meter
3. Batang statif pendek 2 buah
4. Dasar statif 2 buah
5. Balok pendukung 2 buah
6. Kabel penghubung 6buah
7. Resistor 47
8. Catu daya
9. Seutas kawat serabut
10. Papan rangkaian



C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana arah gaya lorent yang terjadi pada kawat berarus ?
2. Bagaimana hubungan besar arus dengan gaya lorent?

D. Hipotesis (Dugaan Sementara)



E. Langkah-langkah percobaan

Kegiatan 1.




1. Rangkai alat sesuai gambar diatas kawat sedikit dikendorkan
2. Kemudian buatlah saklar dalam posisi terbuka, untuk pertama arah medan magnet
dari utara ke selatan, dan arah arus mengalir dari timur ke barat ,amatilah arah
gerak kawat. Catat hasil pengamatan.
3. Dalam posisi yang sama dengan rangkaian pertama, kita balik posisi magnet (
selatan ke utara), dan buka saklar, perhatikan arah gerak kawat, catat hasil
pengamatan
4. Untuk posisi kedua , kita ubah arah arus dari barat ke timur , dengan cara
memindahkan kabel penghubung positif ke negative, posisi magnet yaitu utara ke
selatan, buka saklar dan amati gerak kawat. Catat hasil pengamatan
5. Dengan posisi kedua , kita ubah posisi magnet selatan ke utara, buka saklar , amati
gerak kawat , dan catat hasil pengamatan.


PERTANYAAN
1. Bagaimana arah gerak kawat dari hasil pengamatan kalian mulai langkah 2 sampai 4
Jawab:
Langkah Arah arus Arah medan magnet Arah gaya
lorent
1 Timur ke Barat Utara ke Selatan
2 Timur ke Barat Selatan ke Utara
3 Barat ke Timur Utara ke Selatan
4 Barat ke Timur Selatan ke Utara
2. Apakah percobaan diatas , untuk menentukan arah gaya lorent sesuai dengan
hipotesis anda?
Jawab: ............................................................................................................
............................................................................................................
............................................................................................................
............................................................................................................
........................................................................................................... .

3. Bagaimana kesimpulan yang anda dapat dari percobaan?
Jawab : ............................................................................................................
............................................................................................................
............................................................................................................
............................................................................................................
............................................................................................................


kegiatan 2
langkah-langkah percobaan
1. Rangkailah alat- alat seperti gambar rangkaian pada kegiatan 1.
2. Ubahlah besarnya arus besar nya tegangan pada catu daya. yaitu 6V, 9V dan 12 V.
3. Amatilah gerak kawat dari setiap besarnya arus, amati besarnya simpangan gerak
kawat.
4. Catat hasil pengamatan.


PERTANYAAN
1. Bagaimana pengamatan anda dari gerak kawat pada setiap besarnya arus?
Jawab :

No Besar tegangan Simpangan gerak kawat
1 6V
2 9V
3 12 V

2. Bagaimana hubungan antara besar arus dengan simpangan gerak kawat (gaya lorent)
Jawab : ........................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................

3. Bagaimana kesimpulan anda?
Jawab: .........................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................






















DAFTAR PUSTAKA

Giancoli, douglas.2001.fisika.jakarta:erlangga

Yuliza.1999.fisika dasar 2.Jakarta: Pusat pengembangan bahan ajar-UMB

Anonim.2012.zakapedia.com. ( diakses 24 februari 2013)

Anda mungkin juga menyukai