Anda di halaman 1dari 16
HUBUNGAN STRUKTUR AKTIVITAS TURUNAN AMINOGLIKOSIDA By: Riadhatul Azizah (25131066)
HUBUNGAN STRUKTUR
AKTIVITAS
TURUNAN AMINOGLIKOSIDA
By:
Riadhatul Azizah
(25131066)

Kimia Medisinal

Struktur Kanamisin R 1 NH 2 6' CH 2 4 6 4' NH 2 O 2
Struktur Kanamisin
R 1
NH 2
6'
CH 2
4
6
4'
NH 2
O
2
5
II
I
5'
HO
1 3 O
1
3
O
3'
3'

OH

1' 2'
1'
2'

R 2

O 1" O III 2"
O
1"
O
III
2"

HO

HO

OH

NH 2

RM: C18H36N4O11.H2SO4 BM: 582,60

Sifat – sifat Fisikokimia Kanamisin Sulfat 2. Kelarutan: 1. Pemerian: Larut dalam 8 bagian air; Serbuk
Sifat – sifat Fisikokimia Kanamisin Sulfat
2. Kelarutan:
1. Pemerian:
Larut dalam 8 bagian air;
Serbuk hablur; putih
atau hampir putih; tidak
berbau atau hampir
tidak berbau.
praktis tidak larut dalam
etanol (95%) P; sangat
sukar larut dalam
kloroform P dan dalam
eter P.
Farmakologi Turunan Amoniglikosida Absorbsi Aminoglikosida sebagai polikation bersifat sangat polar. Sangat sukar diabsorbsi melalui saluran cerna.
Farmakologi Turunan Amoniglikosida
Absorbsi
Aminoglikosida sebagai polikation bersifat sangat polar. Sangat
sukar diabsorbsi melalui saluran cerna. Kurang dari 1% dosis
yang diberikan diabsorbsi lewat saluran cerna.

Per oral polikation polaritas ↓ → kelarutanParenteral paling efektif (kecuali Neomisin dan Paranomisin toksik) I.M bentuk garam sulfat paling cepat diabsorbsi

Distribusi Kadar puncak dalam darah rata-rata ½ sampai 2 jam. Pengikatan oleh protein plasma darah hanya
Distribusi
Kadar puncak dalam darah rata-rata ½ sampai 2 jam.
Pengikatan oleh protein plasma darah hanya jelas terlihat

pada streptomisin yaitu ½ dari seluruh aminoglikosid dalam darah. Yang lain praktis tidak diikat oleh protein plasma

Polar masuk sel ↓ → akumulasi di ginjal, endolimf dan perlimf toksik Ke organ lain (pleura, sinivium, menigen, mata) sangat

lambat

Ekskresi Berlangsung melalui ginjal terutama dengan filtrasi glomerulus. Sebagian besar ekskresi terjadi
Ekskresi
Berlangsung melalui ginjal terutama dengan
filtrasi glomerulus. Sebagian besar ekskresi terjadi

dalam 12 jam setelah obat diberikan.

Khusus neomisin yang tidak diabsorbsi di usus

utuh dalam feses

Mekanisme Kerja Aminoglikosida Aminoglikosid berdifusi lewat kanal air yang dibentuk oleh porin protein pada membran luar
Mekanisme Kerja Aminoglikosida
Aminoglikosid berdifusi lewat kanal air yang dibentuk oleh porin
protein pada membran luar bakteri gram negatif masuk ke ruang
periplasmik. Sedangkan transfort melalui membran sitoplasma
membutuhkan
energi..fase
transpor yang tergantung energi ini
bersifat rate limiting, dapat diblok oleh Ca++ dan Mg ++,
hiperosmolaritas, penurunan pH dan anaerobis.
Setelah masuk sel, aminoglikosida terikat pada ribosom 30S dan
menghambat sintesis protein. Terikatnya aminoglikosida pada
ribosom ini mempercepat transpor aminoglikosid ke dalam sel diikuti
dengan kerusakan membran sel sitoplasma dan disusul dengan
kematian sel.
HUBUNGAN STRUKTUR AKTIVITAS R 1 NH 2 6' CH 2 4 6 4' NH 2 O
HUBUNGAN STRUKTUR AKTIVITAS
R 1
NH 2
6'
CH 2
4
6
4'
NH 2
O
2
5
II
I
5'
HO
1'
1
3
2'
3'
O
OH
O
R 2
HO
1"
O
III
HO
OH
2"
NH 2
1. Modifikasi pada cincin I a. Gugus-gugus amino pada 6’ dan 2’ berhubungan dengan kekuatan antibakteri.
1.
Modifikasi pada cincin I
a.
Gugus-gugus amino pada 6’ dan 2’ berhubungan dengan kekuatan antibakteri.
Kanamisin A yang mengandung kedua gugus tersebut lebih aktif dibanding
kanamisin B (6’-amino,2’-hidroksil) atau kanamisin C (6’-hidroksil,2’-amino).
R 1
NH 2
6'
CH
2
4
6
4'
NH 2
O
2
5
II
I
5'
HO
1'
1
3
2'
3'
O
OH
R1
R2
O
R 2
HO
NH2
OH
1"
O
III
NH2
NH2
Kanamisin A
Kanamisin B
HO
OH
2"
OH
NH2
Kanamisin C
NH 2
Modifikasi pada cincin I… .. b. Metilasi pada posisi C-6’ menyebabkan senyawa tahan terhadap proses asetilasi
Modifikasi pada cincin I… ..
b. Metilasi pada posisi C-6’ menyebabkan senyawa tahan
terhadap proses asetilasi enzimatik dari gugus 6’-amino tanpa
menurunkan aktivitas antibakteri secara bermakna.
R 1
NH 2
6'
CH 2
4
6
4'
NH 2
O
2
5
II
I
5'
HO
1'
1
3
2'
3'
O
OH
O
R 2
HO
1"
O
III
HO
OH
2"
NH 2
Modifikasi pada cincin I… .. c. Hilangnya gugus 3’-hidroksil atau 4’-hidroksil atau keduanya tidak menurunkan kemampuan
Modifikasi pada cincin I… ..
c. Hilangnya gugus 3’-hidroksil atau 4’-hidroksil atau keduanya tidak
menurunkan kemampuan antibakteri kanamisin. Gentamisin, netilmisin dan
sisomisin tidak mengandung gugus-gugus tersebut, sehingga tidak diinaktifkan
oleh enzim fosfottransferase, tetapi kemampuan antibiotika untuk mengikat
ribosom bakteri berkurang.
R 1
HN
R
2
NH 2
6'
CH
2
NH
4
2
6
R
CH
1
4'
4
NH 2
6
O
2
4'
5
II
I
O
5'
HO
2
5
1'
II
I
1
5'
3
1'
2'
3'
1
O
3
OH
O
3' 2'
O
R 2
O
OH
HO
1"
O
HO
III
1"
O
III
HO
OH
2"
HO
O
2"
NH 2
NH
2
Gentamisin
2. Modifikasi pada cincin II a) Asetilasi pada gugus 1-amino dari kanamisin, menghasilkan amikasin, tidak menyebabkan
2. Modifikasi pada cincin II
a) Asetilasi pada gugus 1-amino dari kanamisin, menghasilkan
amikasin, tidak menyebabkan hilangnya aktivitas.
NH 2
NH 2
6'
CH 2
4
6
4'
NH 2
O
2
5
II
I
5'
HO
1'
1
3
2'
3'
O
OH
O
OH
HO
1"
O
III
HO
OH
NH 2
2"
NH 2
O
NH 2
CH 2
H
Kanamisin A
NH
C
C
CH 2 CH 2 NH 2
O
II
HO
I
OH
O
OH
O
OH
HO
O
III
HO
OH
NH 2
Amikasin
Modifikasi pada cincin II…. b) N-asetilasi dari sisomisin, menghasilkan netilmisin, memperpanjang masa kerja senyawa induk karena
Modifikasi pada cincin II….
b) N-asetilasi dari sisomisin, menghasilkan netilmisin,
memperpanjang masa kerja senyawa induk karena

tahan terhadap penginaktifan oleh beberapa enzim

endogen.

c) Hilangnya atom O dari gugus 5-hidroksil sisomisin,

menghasilkan 5-deoksisisomisin, menyebabkan senyawa tahan terhadap enzim yang mengasetilasi gugus 3-amino.

3. Modifikasi pada cincin III gugus-gugus fungsional pada cincin III dapat diganti tanpa menimbulkan penurunan aktivitas
3. Modifikasi pada cincin III
gugus-gugus fungsional pada cincin III dapat diganti tanpa
menimbulkan penurunan aktivitas yang bermakna.
R 1

HO

CH 2

NH 2

6'

4 6 4' NH 2 O 2 5 II I 5' 1' 1 3 2' 3'
4
6
4'
NH 2
O
2
5
II
I
5'
1'
1
3
2'
3'
O
OH
O
R 2
HO
1"
O
III
HO
OH
2"
NH 2
Modifikasi Struktur Turunan Aminoglikosida Turunan aminoglikosida adalah antibiotika dengan spektrum luas, efektif terhadap basil gram-negatif, seperti
Modifikasi Struktur Turunan Aminoglikosida
Turunan aminoglikosida adalah antibiotika dengan spektrum luas, efektif
terhadap basil gram-negatif, seperti E.coli, Enterobacter sp., Klebsiella sp.,
Proteus sp., Salmonella sp., Shigella sp., dan Serratia sp. Beberapa
diantaranya seperti streptomisin dan kanamisin efektif terhadap
Mucobacterium tuberculosis.
Efek samping: dapat menimbulkan toksisitas pada kedua cabang saraf
kranial VIII dan kemungkinan menyebabkan ketulian yang tak
terpulihkan. Efek samping lainnya adalah nefrotoksik, pemblok saraf oto,
reaksi alergi, kelainan darah dan menimbulkan suprainfeksi.