Anda di halaman 1dari 8

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi
Infeksi virus dengue merupakan suatu penyakit demam akut yang disebabkan
oleh virus genus Flavivirus, family Flaviviridae, mempunyai 4 jenis serotype
yaitu DEN-I, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4, melalui perantara nyamuk Aedes
aegypti atau Aedes albopictus. Infeksi virus dengue ini dapat asimptomatis atau
simptomatis, dimana pada infeksi virus dengue yang bergejala dibagi lagi menjadi
undifferentiated fever, Dengue Fever (DF), Dengue Haemorrheagic fever (DHF)
dan expanded dengue syndrome.
1
Dengue fever biasa terjadi pada anak, remaja dan orang dewasa. Pada
umumnya ditandai dengan demam yang akut dan mendadak, kadang demam
bifasik dengan sakit kepala yang berat, myalgia, arthralgia, rash, leucopenia dan
trombositopenia mungkin juga dapat diobservasi. Kadang kadang perdarahan
yang tidak biasa seperti perdarahan gastrointestinal, hipermenorrhea, dan
epistaksis yang massif terjadi.
2


B. Gejala Klinis
Setelah periode inkubasi intrinsic yang terjadi rata rata 4-6 hari ( rentang 3-
14 hari ), variasi non spesifik, gejala dasar, dan sakit kepala, nyeri punggung dan
malaise dapat berkembang. Secara tipikal, onset dari gejala DF adalah mendadak
dengan peningkatan suhu tubuh yang naik secara tajam dan kemudian
dihubungkan dengan wajah yang kemerahan dan sakit kepala. Kadang kadang,
mengigigil disertai dengan peningkatan suhu tubuh. Selain itu dapat terjadi juga
nyeri retroorbital pada saat mata digerakkan atau tekanan pada mata, photofobia,
nyeri punggung dan nyeri pada otot atau tulang dan persendian. Gejala lain yang
biasa terjadi adalah termasuk didalamnya anoreksia dan hilangnyan sensasi rasa,
konstipasi, kolik, dan nyeri abdomen, nyeri di daerah inguinal, tenggorokan
sesak, dan depresi umum. Gejala ini biasanya muncul secara persisten dari
beberapa hari sampai beberapa minggu.
2
Karakteristik gejala gejala DF adalah
sebagai berikut
2
:
- Demam : biasanya antara 39 C 40C, demam kemungkinan bifasik, menetap
selama 5-7 hari.
- Rash : kemerahan yang difus mungkin dapat dilihat di wajah, leher, dan dada
selama 1 sampai 3 hari pertama. Rash dapat berbentuk makulopapular atau
rubeliform pada hari ketiga atau keempat. Pada masa akhir demam, rash
memudar dan petechie dapat muncul secara local pada dorsum kaki, tungkai dan
pada tangan. Konvalesen rash ini ditandai dengan petechie yang dikelilingi batas
tak jelas, gatal pada kulit juga sering ditemui.
- Manifestasi perdarahan : perdarahan pada kulit dapat muncul berupa uji
tourniquet yang positif atau adanya petechie. Perdarahan lain seperti epistaksis
massif, hipermenorrhea dan perdarahan gastrointestinal jarang terjadi pada DF,
biasanya diikuti trombositopenia.
Durasi yang relative dan tingkat keparahan dari DF sendiri bervariasi pada setiap
individu di daerah epidemic. Dengue fever dengan manifestasi perdarahan harus
dibedakan dengan DHF.

C. Pemeriksaan Laboratorium
Temuan laboratorium pada DF adalah sebagai berikut
2
:
- WBC total biasanya normal pada awal demam, kemudian leucopenia
berkembang dengan penurunan neutrophil dan menetap selama demam.
- Antal trombosit biasanya normal, sebagaimana juga komponen darah yang
lain, trombositopenia ringan (100.000-150.000) adalah biasa, dan kira kira
stengah dari pasien dengan DF memiliki antal trombosit dibawah 100.000,
namun trombositopenia berat jarang terjadi.
- Peningkatan hematokrit ringan ( ~ 10%) dapat ditemukan sebagai akibat
dari adanya dehidrasi karena demam yang tinggi, muntah, anoreksia dan
masukan makanan yang sedikit.
- Serum biochemistry biasanya normal, namun liver enzim dan AST dapat
meningkat.

D. Diagnosis
Kriteria diagnosis DF menurut WHO adalah sebagai berikut
2
:
Temuan Klinis :
Ditemukan demam dengan diikuti gejala gejala berikut ini :
- Sakit kepala
- Nyeri retro-orbital
- Myalgia
- Arthralgia
- Rash
- Manifestasi perdarahan
- Tidak adanya tanda tanda plasma leakage
Temuan laboratorium :
- Leukopenia (AL 5000 sel/mm
3
)
- Trombositopenia ( < 150.000 sel/mm
3
)
- Peningkatan hematokrit (5%-10%)
- Tidak ada bukti adanya plasma leakage

E. Diagnosis Banding
Adapun diagnosis banding pada demam dengue adalah
2
:
- Arbovirus : chikungunya
- Penyakit akibat virus : Measles, Rubella dan exanthema viral lainnya,
hepatitis A
- Penyakit akibat bakteri : meningococcemia, leptospirosis, typhoid,
melioidosis, rickettsial disease, scarlet fever
- Penyakit akibat parasit : malaria

F. Terapi
Terapi cairan intravena diberikan hanya jika pasien tidak mau makan minum
atau terjadi peningkatan hematokrit dan disertai warning sign. Pada pasien dengan
adanya tanda tanda syok segera dilakukan resusitasi. Pada umumnya, jika tidak
ada syok, terapi cairan maintenance adalah dapat melalui oral maupun IV, dimana
kebutuhan cairan dihitung dari kebutuhan cairan per hari ditambah 5% dari
kebutuhan cairan, terapi ini diberikan selama 48 jam. Cairan yang digunakan
adalah kristaloid. Untuk mengatasi demam yang ada dapat diberikan antipiretik.
1,2
Berikut adalah tanda tanda kesembuhan :
- Vital sign yang normal dan stabil
- Suhu normal
- Tidak ada perdarahan
- Nafsu makan kembali
- Tidak ada muntah atau nyeri perut
- Urine output yang adekuat
- Hematokrit dalam batas normal dan stabil
- Terdapat konvalesen rash disertai gatal, terutama di ekstremitas
Kriteria memulangkan pasien :
- Demam hilang dalam waktu minimal 24 jam tanpa menggunakan antipiretik
- Kembalinya nafsu makan
- Perkembangan klinis yang nyata
- Urine output yang adekuat
- Tidak ada distress pernapasan
- Antal trombosit > 50.000/mm
3


G. Kompikasi
DF dengan perdarahan dapat terjadi dalam hubungannya dengan penyakit
dasar seperti peptic ulcer, trombositopenia yang berat dan trauma.
2


























BAB III
ANALISIS KASUS

Diagnosis dengue fever dengan perdarahan pada pasien didapat berdasarkan
anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang dilakukan. Dari
anamnesis, pasien datang karena demam tinggi sudah 4 hari, badan terasa lemas
diikuti munculnya bintik-bintik merah di tangan dan juga mimisan. Dari pemeriksaan
fisik didapatkan uji torniquete positif serta tidak adanya tanda tanda plasma leakage
seperti hepatomegali atau ascites. Dari pemeriksaan penunjang laboratorium pada
saat pasien datang ke IGD didapatkan adanya leucopenia dengan AL 3,8 ribu/l,
trombositopenia 106 ribu/l, dan juga peningkatan hematokrit sebanyak 10% dari
angka normal hematokrit anak usia 16 tahun yaitu 36%, sedangkan pada pasien
adalah 40%. Dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
tersebut di atas, sesuai criteria WHO maka pasien didiagnosis dengan dengue fever
dengan perdarahan. Kemudian pasien dirawat di RSDM karena pasien susah makan
dan minum karena mual. Selain itu adanya manifestasi perdarahan menjadi salah
pertimbangan.
Adanya manifestasi perdarahan pada pasien harus dibedakan apakah
perdarahan yang terjadi merupakan komplikasi dari DF atau merupakan suatu gejala
dari DHF, namun pada dasarnya perdarahan yang terjadi pada kedua penyakit
tersebut adalah karena adanya trombositopenia. Untuk membedakan apakah
perdarahan tersebut DF dengan perdarahan atau DHF perlu dilihat juga hasil
pemeriksaan yang lain. Pada DHF terjadi hemokonsentrasi dengan terjadi
peningkatan Hct 20% diikuti dengan peningkatan Hb, selain itu yang terpenting
adalah adanya tanda tanda plasma leakage yang berupa hepatomegali, ascites atau
efusi pleura. Pada pasien ini tidak ditemukan adanya tanda tanda plasma leakage.
Selain itu gejala klinis dan pemeriksaan fisik dan laboratorium pada pasien tidak
memenuhi criteria WHO untuk DHF.

DAFTAR PUSTAKA

1. Pudjiadi AH, et al. (2010). Pedoman pelayanan medis. IDAI : 141.
2. WHO. (2011). Comprehensive guidelines for prevention and control of
dengue and dengue haemorrhagic fever. 32-50.
























HALAMAN PENGESAHAN

Presentasi kasus ini disusun untuk memenuhi persyaratan kepaniteraan klinik Ilmu
Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret/RSUD DR
Moewardi Surakarta. Presentasi kasus dengan judul :

SEORANG BAYI LAKI-LAKI 5 BULAN DENGAN MENINGITIS
BAKTERIALIS, ANEMIA MIKROSITIK HIPOKROMIK e.c PROSES
INFEKSI DAN GIZI BAIK


Hari/tanggal : 23 September 2014



Oleh:
Nilam Hesti Ariyani G.99122083/H.02.2014
Yeny Ristaning B. G.99122111/H.03.2014


Mengetahui dan menyetujui,
Pembimbing Presentasi Kasus



Pudjiastuti, dr., Sp. A(K)
NIP. 19600110 198712 2 001