Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tempe merupakan produk olahan kedelai yang tebentuk atas jasa kapang
jenis Rhizopus sp, melalui proses fermentasi. Banyak perubahan yang terjadi
selama proses fermentasi kedelai menjadi tempe, baik yang menyangkut
perubahan fisik, biokimia, maupun mikrobiologi. Selama proses fermentasi
menjadi tempe, terdapat tendensi adanya peningkatan derajat ketidakjenuhan
terhadap lemak, sehingga asam lemak tidak jenuh majemuk (polyunstaturated
fatty acids = !"#$ meningkat jumlahnya. #sam lemak tidak jenuh mempunyai
efek penurunan terhadap kandungan kolesterol darah, sehingga berperan penting
untuk kesehatan.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bah%a zat gizi tempe lebih mudah
dicerna, diserap dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan yang ada dalam kedelai.
&al ini telah dibuktikan pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk dan diare
kronis. 'engan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk
akan meningkat dan diare menjadi sembuh dalam %aktu singkat. engolahan
kedelai menjadi tempe akan menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yaitu
senya%a penyebab timbulnya gejala flatulensi (kembung perut$.
1.2 Rumusan Masalah
(. Bagaimana perkembangan tempe dari masa ke masa)
*. #pa saja khasiat tempe untuk kesehatan)
1.3 Tujuan
(. !ntuk mengetahui perkembangan tempe dari masa ke masa.
*. !ntuk mengetahui khasiat tempe bagi kesehatan.
1
1. Met!"e Pengum#ulan Data
'ata yang dikemukakan dalam makalah ini diperoleh dengan membaca buku+
buku sumber yang ada hubungannya dengan ,-enjaga .esehatan dengan
Tempe/.
2
BAB II
PEMBAHA$AN
2.1 Perkem%angan Tem#e "ar& Masa ke Masa
Rujukan pertama mengenai tempe ditemukan pada tahun (012. 'alam
manuskrip serat 3enthini jilid tiga telah diketemukan kata tempe, yang
menunjukkan bah%a makanan tradisional ini sudah dikenal sejak berabad+abad
lalu, terutama dalam budaya makan masyarakat 4a%a, khususnya di 5ogyakarta
dan Surakarta. Selanjutnya teknik pembuatan tempe menyebar ke seluruh
6ndonesia sejalan dengan penyebaran masyarakat 4a%a yang bermigrasi ke seluruh
penjuru tanah air.
ada tahun (789+an, tempe masih dianggap sebagai bahan pangan inferior
(tidak bergengsi$, yang hanya dikonsumsi oleh lapisan masyarakat menengah ke
ba%ah. 3itra tempe yang inferior dibandingkan makanan lainnya, semakin
menguat dengan adanya ungkapan+ungkapan ironis atau sindiran yang
terlontarkan pada saat itu. .esan inferior tersebut muncul karena pada masa itu
pengupasan kulit dari kedelai yang telah direbus dilakukan dengan cara diinjak+
injak. Teknik seperti itu tentu saja tidak sejalan dengan konsep ,cara produksi
pangan yang baik/ (good manufacturing practies = :-$. .onsep :- sangat
mengedepankan masalah sanitasi dan higinis.
Seiring dengan perkembangan teknologi pangan, maka teknik pengupasan
kulit dari kedelai tidak lagi dilakukan dengan cara diinjak+injak dengan kaki,
tetapi dilakukan secara manual dengan tangan atau dengan bantuan mesin. ;leh
karena itu, perlahan tetapi pasti, kesan inferior yang melekat pada tempe
menghilang dengan sendirinya. .ini, tempe telah menjadi primadona sumber
protein yang murah dan menyehatkan.
3
A. 'IAN P(PULER
'e%asa ini, citra tempe secara bertahap semakin membaik, terutama sejak
diketemukannya beberapa manfaat, baik dari segi gizi maupun khasiat medisnya.
Tempe akhirnya dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat, menembus sekat
status sosial dan ekonomi, serta jadi salah satu budaya pemersatu bagi bangsa
6ndonesia yang sangat majemuk.
Tidak hanya sekedar menjadi tuan rumah di negeri sendiri, saat ini tempe
pun telah ,go internasional/ merambah ke lima benua. -elalui negeri Belanda,
tempe telah popular di <ropa sejak tahun (7=8. Sebagai gambaran, pada tahun
(70= sudah tercatat (0 perusahaan tempe di <ropa, 2> perusahaan di #merika, dan
0 perusahaan di 4epang. 'i beberapa negara lain, seperti 3ina, 6ndia, Tai%an,
Srilanka, 3anada, #ustralia, #merika ?atin, dan #frika, tempe juga sudah dikenal.
'i 4epang, sejak lama telah terbentuk The Tempe Study Group yang
meneliti tempe dari segala aspeknya. 'i masyarakat Barat, saat ini mulai tumbuh
gejala menyukai tempe. 'i #merika, tempe bahkan sudah dijual di supermarket
besar dan beberapa kios health food.
&arga tempe yang relatif murah, rasanya yang enak, kandungan gizinya
yang tinggi, potensi kesehatannya yang besar, dan kemampuannya untuk diolah
menjadi berbagai bahan makanan, telah menjadikan tempe semakin populer.
esona tempe tidak saja memikat masyarakat 6ndonesia, tetapi juga para ilmu%an
dari berbagai negara. Banyak peneliti @egara asing yang telah melakukan
penelitian mengenai tempe, baik ditinjau dari segi gizi, proses pembuatan,
maupun khasiatnya bagi kesehatan. Berbagai hasil temuan mereka justru semakin
memperkukuh kedudukan tempe sebagai bahan makanan masa depan yang sangat
prospektif dan menyehatkan.
B. INDU$TRI RA')AT
4
'ari berbagai produk olahan kedelai, tempe merupakan produk khas
6ndonesia yang paling populer di dunia. #danya enzim+enzim pencernaan yang
dihasilkan oleh kapang dalam pembuatan tempe, menyebabkan protein, lemak dan
karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna oleh tubuh, dibandingkan
yang terdapat dalam kedelai. ;elh karena itu, tempe sangat baik untuk dikonsumsi
oleh berbagai kelompok umur.
Selain meningkatkan mutu gizi, proses fermentasi kedelai menjadi tempe
juga mengubah aroma kedelai yang berbau langu menjadi beraroma khas tempe.
Tempe segar mempunyai aroma lembut seperti jamur. Semakin lama proses
fermentasinya, maka aroma lembut akan berubah menjadi tajam karena terjadi
pelepasan amoniak.
'i 6ndonesia, industri tempe merupakan industri rakyat. Banyak pengrajin
tempe yang tergolong industri rumahan yang hanya berproduksi dengan
menggunakan 2+(9 kilogram kedelai per hari. #kan tetapi dengan jumlah industri
yang sangat banyak, maka peranannya sangat besar dalam menggerakkan roda
perekonomian masyarakat. 'i masa depan, diperlukan kehadiran industri besar
yang mampu memanfaatkan tempe hasil industri rakyat menjadi berbagai produk
yang mempunyai nilai tambah lebih besar.
*. TI+A +ENERA$I TEMPE
-asalah utama pada tempe segar adalah daya a%etnya yang rendah akibat
kadar airnya yang cukup tinggi (22+82A$, serta adanya mikroba yang terus
tumbuh dan berkembang biak. ;leh karena itu diperlukan berbagai proses
pengolahan tempe untuk memperpanjang daya a%et dan daya gunanya. !paya
untuk melakukan penganekaragaman produk tempe, telah mendorong lahirnya
konsep tempe generasi petama, generasi kedua dan generasi ketiga.
'i daerah 4a%a Tengah, tempe biasa diolah dengan cara direbus (tempe
bacem$, disayur (oseng+oseng tempe$, dibusukkan (tempe bosok$, atau
dikeringkan (kering tempe$. ;lahan tempe tradisional lainnya adalah B tempe
goreng, tempe goreng tepung, keripik tempe, sate tempe, botok tempe, sambal
5
goreng tempe dan lain+lain. Tempe yang dikonsumsi dalam bentuk+bentuk ini
disebut tempe generasi pertama. 3iri utama produk tempe generasi pertama adalah
%ujud dan rasanya yang sangat mudah dikenali oleh masyarakat umum. ,*!nt!h
P!la Pengem%angan 'husus Umum-
ada generasi kedua, tempe dapat berbentuk B kerupuk tempe, bola+bola
tempe, burger tempe, sosis tempe, bronis tempe, keik tempe, kukis tempe, biskuit
tempe, kecap tempe, snack tempe, tepung tempe, bubur formula tepung tempe,
susu tempe, es krim tempe dan lain sebagainya. 3iri utama produk generasi kedua
adalah bentuk, sifat dan rasa tempenya sulit dikenali, karena produk yang
dihasilkan merupakan campuran antara tempe dengan bahan+bahan lain.
roduk tempe generasi ketiga dapat berupa senya%a+senya%a bioaktif
yang berguna untuk kesehatan, seperti antioksidan untuk penga%et pangan dan
pencegah kanker, senya%a penurun kolesterol darah, Citamin B(* pencegah
anemia, obat antidiare, serta isoflaCon dan saponin yang mempunyai aktiCitas
antiCirus. .omponen+komponen aktif ini dapat dikapsulkan dan dijual sebagai
makanan sehat atau food supplement. 3iri utama produk generasi ketiga ini adalah
adanya upaya ekstraksi, isolasi dan purifikasi (pemurnian$ dari senya%a+senya%a
bioaktif yang terkandung di dalam tempe.
2.2 'has&at Tem#e Untuk 'esehatan
Selain sebagai sumber zat gizi yang baik, kedelai serta produk olahannya
juga merupakan sumber isoflaCon yang penting karena dapat menyediakan >9+=9
mg isoflaCon setiap sajiannya. 6soflaCon merupakan salah satu senya%a flaConoid
dan banyak dijumpai pada kacang+kacangan, khususnya pada kedelai yang
kandungannya mencapai sekitar 9,*2 A. .adar isoflaCon pada kedelai dan produk
olahannya adalah berkisar (9+299 mgD(99 bahan. .edelai dan produk+produk
olahan kedelai seperti tepung, tahu, tempe, serta susu kedelai masih mengandung
isoflaCon yang cukup berarti. 'engan demikian konsumsi tahu dan tempe perlu
6
lebih digalakkan di masyarakat kita dalam upaya untuk pencegahan berbagai
penyakit.
A. I$(.LA/(N TEMPE MEN*E+AH 'AN'ER
Tingginya tingkat penyakit kronis di kalangan %anita pasca menopause
menyebabkan semakin banyaknya pemakaian terapi sulih hormon (hormone
replacement therapy$, yaitu dengan menggunakan hormon estrogen. Tindakan
sulih hormon estrogen tersebut harus dipikirkan baik+baik, karena sejumlah studi
menunjukkan bah%a kegiatan tersebut dalam %aktu lama akan menyebabkan
resiko berbagai jenis kanker tertentu ,*!nt!h P!la Pengem%angan $e%a%
Ak&%at-
6soflaCon memiliki struktur kimia yang hampir sama dengan estrogen,
serta memiliki kemampuan untuk berikatan dengan reseptor estrogen yang
terdapat di dalam sel. ;leh karena itu, maka isoflaCon sering disebut sebagai
fitoestrogen, yaitu estrogen yang berasal dari nabati. Senya%a isoflaCon telah
dilaporkan memiliki aktiCitas estrogenic. 6tulah sebabnya, mengapa isoflaCon
dapat digunakan sebagai terapi non+hormonal atau sebagai alternatif untuk terapi
sulih hormon estrogen.
SurCei di 4epang yang dilakukan oleh Suzuki tahun (770 menunjukkan
bah%a rendahnya angka kematian akibat kanker payudara, kanker rahim, jantung
coroner dan aterosklerosis dipengaruhi oleh tingginya tingkat konsumsi makanan
asal kedelai, seperti tahu, natto, misso dan susu. &al tersebut diduga oleh peran
isoflaCon kedelai yaitu genistein, daidzein dan glisetein, yang memiliki aktiCitas
biologis sebagai fitoestrogen, antioksidan dan antimutagen.
6soflaCon kedelai juga telah dibuktikan mampu memberikan efek
farmakologis, seperti B (($ mengurangi resiko kanker payudara, oCarium dan
kanker prostat, (*$ menurunkan kadar kolesterol, (>$ menurunkan tekanan darah,
(=$ bersifat antimutagenesis (mencegah mustasi gen$, (2$ mencegah osteoporosis
pada %anita pasca menopause, serta (8$ menghambat kerusakan tulang dan
sekaligus menstimulir pembentuukan tulang.
7
B. EN0IM $(D TEMPE MEN*E+AH 'AN'ER
-asyarakat 4epang yang angka konsumsi kedelainya tertinggi di dunia,
telah terbukti memiliki umur harapan hidup yang lebih panjang dibandingkan
penduduk negara+negara lainnya. 4umlah penderita kanker prostat dan kanker
payudara pada masyarakat 4epang jauh lebih rendah dibandingkan masyarakat
Barat.
.ejadian di atas erat terkait dengan kadar isoflaCon pada kedelai yang
mampu membentuk senya%a kompleks dengan zat besi. roses fermentasi kedelai
menjadi tempe menyebabkan terbentuknya senya%a antioksidan faktor 66 (8,1,=E+
trihidroksi isoflaCon$. Senya%a antioksidan faktor 66 hanya terdapat pada tempe,
tetapi tidak terdapat pada kedelai. Senya%a tersebut memiliki kemampuan kuat
untuk mengikat zat besi. .ompleks tersebut dapat menurunkan peran zat besi
sebagai katalisator, sehingga menghambat proses oksidasi. Terhambatnya proses
oksidasi akan menekan terbentuknya radikal bebas, penyebab aneka kanker.
Radikal bebas juga dapat diatasi dengan cara meningkatkan aktiCitas
enzim antioksidan di dalam tubuh, yaitu enzim superoksida dismutase (S;'$,
enzim katalase dan enzim glutation peroksidase. !ntuk aktiCitasnya, enzim S;'
memerlukan mineral tembaga dan seng, enzim katalase membutuhkan zat besi,
sedangkan enzim glutation peroksidase membutuhkan selenium. Tempe
mengandung tembaga, seng, besi dan selenium dalam jumlah yang memadai.
Selain itu, proses fermentasi kedelai menjadi tempe ternyata dapat meningkatkan
kadar dan aktiCitas enzim S;' yang mampu menangkal serangan radikal bebas.
.onsumsi tempe dalam jumlah cukup yang dilakukan secara rutin,
diharapkan mampu meningkatkan kadar dan aktiCitas S;'. .adar S'; yang
cukup di dalam tubuh akan mampu mencegah kanker.
*. TEMPE MENURUN'AN '(LE$TER(L
8
'i 6ndonesia telah terjadi perubahan pola penyakit akibat perbaikan
program kesehatan, perubahan gaya hidup dan pola makan masyarakat. enyakit
infeksi dan kekurangan gizi telah menurun, sebaliknya penyakit degeneratif dan
penyakit kanker meningkat. 'ari hasil SurCei .esehatan Rumah Tangga (S.RT$
diketahui bah%a penyakit jantung dan pembuluh darah atau yang lazim disebut
sebagai penyakit kardioCaskuler (.F$ merupakan penyebab kematian utama
yang terus meningkat. enyakit jantung sangat erat sekali kaitannya dengan
konsumsi lemak dan kolesterol.
?ipid (lemak$ darah terdiri dari trigliserida, kolesterol dan fosfolipida.
.olesterol yang terdapat di dalam tubuh dapat berasal dari makanan (kolesterol
eksogen$ atau dari dalam tubuh sendiri (kolesterol endogen$.
;leh karena lemak bersifat tidak larut dalam air, maka didalam plasma
darah, lemak akan berikatan dengan protein spesifik membentuk suatu kompleks
makromolekul yang larut dalam air yaitu lipoprotein. Berdasarkan komposisi,
identitas dan mobilitasnya, lipoprotein dibedakan menjadi kilomikron, Cery lo%
density lipoprotein (F?'?$, lo% density lipoprotein (?'?$ dan high density
lipoprotein (&'?$. -asing+masing mengandung fraksi kolesterol, trigliserida,
fosfolipid dan protein yang berbeda+beda. ,*!nt!h P!la Pengem%angan Umum
'husus-
Beberapa penelitian menunjukkan bah%a protein kedelai dapat
menurunkan trigliserida, kolesterol total dan kolesterol ?'?, serta meningkatkan
&'?. .olesterol ?'? dikenal sebagai kolesterol jahat sedangkan kolesterol &'?
disebut kolesterol baik. Gat+zat dalam tempe yang diduga mempunyai sifat
hipoklesterolemik (menurunkan kolesterol darah$ adalaj B protein, asam lemak
tidak jenuh ganda (!"#$, serat pangan, niasin, Citamin <, karotenoid, isoflaCon
dan kalsium. #sam lemak tidak jenuh yang terdapat pada tempe adalah B asam
oleat, asam linoleat dan asam linolenat.
9
Suatu peneliatian menunjukkan bah%a mengonsumsi tempe minimal (29
gram sehari selama dua minggu dapat menurunkan kadar kolesterol total,
kolesterol ?'? dan rasio kolesterol total terhadap kolesterol ?'?.
-engolah tempe dengan minyak jagung, minyak kedelai atau minyak
yang mengandung asam lemak tidak jenuh lainnya, lebih baik bila dibandingkan
dengan mengolahnya dengan minyak kelapa, minyak sa%it, santan atau minyak
yang mengandung asam lemak jenuh lainnya. ,'al&mat Per%an"&ngan-
D. TEMPE MEN*E+AH ANEMIA
Salah satu dari empat masalah gizi yang kini sedang dihadapi oleh negara+
negara sedang berkembang, termasuk juga 6ndonesia, adalah masalah anemia zat
gizi besi. #nemia zat gizi besi dapat terjadi karena beberapa faktor. "aktor
pertama karena makanan sehari+hari sangat sedikit mengandung zat besi. "aktor
kedua, persentase banyaknya zat besi yang dapat diserap dari makanan, sangat
rendah. Gat besi dari pangan he%ani lebih mudah diserap ((9+*9A$, sedangkan zat
besi dari pangan nabati hanya dapt diserap anatara (+2A. "aktor ketiga, adanya
zat+zat yang dapat menghambat penyerapan besi, seperti asam fitat, asam oksalat
dan tannin, yang banyak terdapat pada serealia, sayuran, kacang+kacangan dan
teh. !ntuk lebh meningkatkan penyerapan zat besi, dianjurkan untuk lebih banyak
mengkonsumsi Citamin 3 dan protein he%ani.
Seseorang dikatakan anemia jika kadar hemoglobinnya lebih rendah dari
(> gramD(99 ml darah untuk pria de%asa, (* gramD(99 ml untuk %anita de%asa,
atau (( gramD(99 ml untuk %anita yang sedang hamil. :ejala yang paling mudah
diamati dari anemia itu adalah cepat lelah, kurang bergairah, kurang selera makan,
pusing kepala, letih, lemas, sesak nafas, mudah kesemutan, merasa mual dan
jantung berdebar+debar.
.ekurangan zat besi akan menurunkan kadar hemoglobin. ;leh karena itu
hemoglobin berfungsi untuk memba%a oksigen ke seluruh jaringan tubuh, maka
menurunnya hemoglobin akan menurunkan kadar oksigen. ;ksigen berfungsi
sebagai zat pembakar karbohidrat, lemak dan protein, untuk menghasilkan tenaga.
10
.ekurangan oksigen tersebut sudah barang tentu akan mempengaruhi jumlah
energi yang dihasilkan (energi menjadi sedikit$. Tenaga yang sedikit itulah yang
menjadi kunci dari munculnya gejala+gejala anemia.
Halaupun zat besi pada kedelai mentah terdapat dalam jumlah cukup,
tetapi tubuh kita tidak dapat menggunakannya karena diikat oleh asam fitat. ada
proses fermentasi kedelai menjadi tempe selama =0 jam, terjadi penurunan kadar
asam fitat sebesar 82A, sehingga zat besi menjadi lebih mudah diserap tubuh.
Tempe merupakan bahan pangan yang kadar zat besinya cukup tinggi, = mgD(99 g
tempe basah atau 7 mgD(99 g tempe kering. Selain zat besi, tempe juga
mengandung mineral tembaga dan seng sebanyak *,01 dan 0,92 mgD (99 g tempe
kering.
roses fermentasi dapat meningkatkan kelarutan zat besi, yaitu dari
*=,*7A pada kedelai mentah menjadi =9,2*A pada tempe yang telah
difermentasikan selama =0 jam. -eningkatnya jumlah zat besi yang terlarut akan
meningkatkan daya serapnya didalam tubuh, sehingga dapat diandalkan untuk
membentuk hemoglobin dan mencegah anemia gizi besi. Selain zat besi, untuk
pembentukan hemoglobin juga diperlukan protein. .adar protein pada tempe
sekitar (7 gD(99 g tempe basah. Selain kadarnya yang tinggi, protein tempe juga
lebih mudah dicerna tubuh untuk menghasilkan asam+asam amino pembentukan
hemoglobin.
embentukan hemoglobin pada sumsum tulang belakang juga
membutuhkan kehadiran Citamin B(*, asam folat dan mineral seng. .eberadaan
Citamin B(*, asam folat, protein, zat besi dan seng secara bersama+sama pada
tempe, sangat mendukung tempe dalam pembentukan hemoglobin untuk
mencegah anemia zat giza besi.
11
E. TEMPE MEN*E+AH DIARE
-anfaat tempe terhadap daya tahan tubuh, pertama kali dinyatakan oleh
Fan Feen (tahun (729$, berdasarkan hasil pengamatannya terhadap tahanan ' 66
di pulau 4a%a pada jaman penjajahan 4epang. -ereka yang setiap hari makan
tempe, ternyata tidak terkena disentri ketika %abah disentri berkecamuk. 'ari
pengamatan tersebut dapat disimpulkan bah%a pemakan tempe mempunyai
kemampuan lebih tinggi dalam menolak infeksi amuba dibandingkan mereka
yang bukan pemakan tempe.
Studi yang dilakukan oleh Fan Feen tersebut merupakan bukti ilmiah
pertama di 6ndonesia tentang khasiat tempe untuk kesehatan. #sam amino esensial
yang terkandung didalam tempe dan Citamin B kompleks (asam pantotenat,
pridoksin dan riboflaCin$ mampu meningkatkan kemampuan tubuh untuk
membentuk antibodi guna mela%an serangan antigen penyebab berbagai penyakit.
Salah satu penyebab penyakit adalah terjadinya infeksi oleh
mikroorganisme, berupa bakteri, Cirus, jamur, protozoa atau cacing. .apang
Rhizopus oligosporus yang berperan dalam proses fermentasi kedelai menjadi
tempe, dapat memproduksi senya%a antibiotik yang bermanfaat dalam
menghambat atau memperkecil kejadian infeksi.
Sebuah penelitian menunjukkan bah%a antibiotik pada tempe mampu
menghambat pertumbuhan sembilan jenis bakteri gram positif dan satu bakteri
gram negatif.
.. 'HA$IAT $ERAT PAN+AN TEMPE
Tempe juga merupakan produk olahan kedelai yang kaya serat pangan
(dietary fiber$. Sserat pangan ini berasal dari miselium kapang yang
menghubungkan satu butiran kedelai dengan kedelai lainnya, membentuk suatu
massa pada ber%arna putih, kompak dan utuh. .andungan serat pangan dalam
tempe cukup tinggi, yaitu sekitar 0+(9 gD(99 g. #njuran konsumsi serat pangan
per orang per hari adalah *2+>9 gram. &al ini berarti bah%a konsumsi (99 gram
12
tempe per hari akan menyumbangkan >9A dari jumlah serat pangan yang
dianjurkan dikonsumsi oleh !S @ational 3ancer Research.
Serat pangan dalam tempe kedelai merupakan komponen karbohidrat yang
sulit dicerna. Serat pangan dapat menurunkan kadar kolesterol plasma melalui
ikatan intraluminal dalam usus antara serat dengan kolesterol dan asam empedu,
yang akhirnya akan dikeluarkan melalui tinja. .eadaan ini akan mengurangi
sirkulasi asam empedu dan meningkatkan perubahan kolesterol menjadi asam
empedu, sehigga kolesterol plasma menurun.
Serat pangan pada tempe dapat mencegah penyakit+penyakit saluran
pencernaan, misalnya B diCertikulosis (tonjolan+tonjolan kecil atau borok pada
usus$, kanker, hernia. Serat pangan yang terdapat pada tempe juga mampu
mencegah penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis$, sehingga mengurangi
resiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi (hipertensi$.
Selain itu serat pangan juga dapat mencegah obesitas, diabetes mellitus, batu
empedu, hemorrhoidsDambeien, usus buntu, sakit gigi dan sebagainya. ,*!nt!h
P!la Pengem%angan "engan *!nt!h-
13
BAB III
PENUTUP
3.1 'es&m#ulan
Tempe merupakan produk olahan kedelai yang tebentuk atas jasa kapang
jenis Rhizopus sp, melalui proses fermentasi. Banyak perubahan yang terjadi
selama proses fermentasi kedelai menjadi tempe, baik yang menyangkut
perubahan fisik, biokimia, maupun mikrobiologi. Tempe sendiri memiliki khasiat
mencegah kanker, menurunkan kolesterol, mencegah anemia, mencegah diare,
mencegah osteoporosis dan lain sebagainya.
3.2 $aran
&endaknya kita menjaga kesehatan dengan cara mengatur gaya hidup
terutama pola makan. -akanlah makanan bergizi yang mengandung karbohidrat,
mineral, Citamin dan protein. Seperti tempe yang banyak mengandung zat+zat
yang berguna bagi tubuh.
14
DA.TAR PU$TA'A
#ffandi, <r%in, -...-ahmud. (70*. engujian #ktiCitas #ntibakteri pada Tempe
terhadap Bakteri enyebab 'iare. ?aporan enelitian uslitbang :izi Bogor.
#rbai, #.-.B. (778. Tempe dan &iperkolesterolemia ('aya &ipolipidemik
Tempe$. 'i dalam Sapuan dan @. Sutrisno (<d.$. Bunga Rampai Tempe 6ndonesia.
5ayasan Tempe 6ndonesia, 4akarta.
#stuti, -. (778. Tempe dan .etersediaan Besi untuk enanggulangan #nemia
Besi. 'i dalam Sapuan dan @. Sutrisno (<d.$. Bunga Rampai Tempe 6ndonesia.
5ayasan Tempe 6ndonesia, 4akarta.
&ermana, -. .armini. (778. engembangan Teknologi embuatan Tempe. 'i
dalam Sapuan dan @. Sutrisno (<d.$. Bunga Rampai Tempe 6ndonesia. 5ayasan
Tempe 6ndonesia, 4akarta.
.armini, -. (778. Tempe dan 6nfeksi. 'i dalam Sapuan dan @. Sutrisno (<d.$.
Bunga Rampai Tempe 6ndonesia. 5ayasan Tempe 6ndonesia, 4akarta.
'irektorat :izi, 'epartemen .esehatan. (77*. 'aftar .omposisi Bahan -akanan.
Bhratara, 4akarta.
#sta%an, -. *99=. .andungan :izi #neka Bahan -akanan. T. :ramedia,
4akarta.
#sta%an, -. *99=. Tetap Sehat dengan roduk -akanan ;lahan. enerbit Tiga
Serangkai, Solo.
#sta%an, -. *99=. .iat -enjaga Tubuh Tetap Sehat. enerbit Tiga Serangkai,
Solo.
#sta%an, - dan #.?. .asih. *990. .hasiat Harna+Harni -akanan. enerbit T.
:ramedia, 4akarta, Solo.
15