Anda di halaman 1dari 6

Sort Of Monometal Plate (Metal)

Saat ini monometal plate yang mendominasi industri grafika adalah logam aluminium yang
memiliki karakteristik permukaan dari kombinasi proses sederhana dengan penanganan
tanpa kesulitan yang dipergunakan pada mesin cetak offset kecil sampai mesin cetak offset
professional.
Bila dilihat pada beberapa waktu yang lalu pelat cetak offset yang dipergunakan sebagian
besar adalah pelat peka cahaya (sensitized plate) yang harus dilapisi terlebih dahulu
menggunakan bahan peka cahaya sebelum dilakukan proses penyinaran pada alat/mesin
pelapis (coater machine). Saat ini yang banyak beredar adalah jenis pelat prapeka cahaya
(pre sensitized plate) yakni pelat cetak yang sudah diberi lapisan peka cahaya oleh pabrik
pembuat sehingga dapat langsung disinari.
Perbedaan Sensitized Plate dan Pre Sensitized Plate
Perbedaan Sensitized Plate Pre Sensitized Plate
Biaya/harga Lebih murah. Lebih mahal.
Waktu proses Waktu proses lama, karena
pelat harus dilapisi emulsi
terlebih dahulu sebelum
disinari / digunakan.
Waktu proses lebih singkat,
karena pelat bisa langsung
disinari / digunakan.
Permukaan (lapisan coating) Permukaan (lapisan coating)
tidak rata.
Permukaan (lapisan coating)
rata.











Sensitized Plate
Logam Pelat
Emulsi
Logam Pelat dan
Emulsi terpisah
Pre Sensitized Plate Logam Pelat + Emulsi
Logam Pelat sudah
dilapisi Emulsi





Logam yang biasanya digunakan untuk pelat adalah aluminium (Al) dengan keuntungan dan
kelemahan sebagai berikut:
Keuntungan Kelemahan
Ringan Harga 2 kali lipat lebih mahal dari Seng (Zn)
Fleksibel/lentur
Permukaan halus
Anti karat
Stabilitas dimensi ideal

Sebelum Aluminium logam yang digunakan untuk pelat adalah Seng (Zn) tetapi seng diganti
oleh aluminium karena memiliki banyak kelemahan yaitu:
Kelemahan Seng (Zn)
Mudah korosif
Permukaan kasar
Mudah robek/rusak
Stabilitas dimensi
rendah
Kaku/tidak lentur

Pemberian coating pada permukaan pelat:
Wipe On Process
Penyapuan lapisan coating pada permukaan pelat secara manual.
Whirler
Proses pemberian lapisan coating menggunakan mesin.


Al
coating
Proses pelapisan coating
1) Unwinding Rol/gulungan
2) Cleaning Pembersihan
3) Grainning Pengasaran permukaan
4) Anodizing Pelapisan dengan anoda aluminium
5) Coating Pelapisan emulsi
6) Inspection Pengendalian
7) Cutting Pemotongan
8) Packing Pengemasan
Penjelasan:
1) Unwinding Rol/gulungan
Dari gulungan aluminium yang beratnya kira-kira 2-5 ton dimana lapisan ini siap akan
diproses hanya yang perlu dipertimbangkan adalah karakteristik tentang lebar pelat,
ketebalan pelat, kekerasan bahan, tingkat ketegangan dan kerataan permukaan.
2) Cleaning Pembersihan
Tahapan yang pertama adalah logam aluminium dibersihkan dari unsur alkaline
(alkaline: larutan kimia yang mempunyai sifat panas, memiliki nilai keasaman) yang
dipergunakan untuk meningkatkan daya tarik permukaan. Pembersihan permukaan
logam aluminium terutama adalah unsur debu dan lemak yang pada titik akhirnya
dapat menghasilkan permukaan yang halus/lembut.
3) Grainning Pengasaran permukaan
Pada tahapan proses pengasaran permukaan logam aluminium akan menerima
partikel struktur micro yang dipergunakan sebagai penentu akhir proses pencetakan.
Metode yang umumnya dipergunakan biasanya adalah pengasaran secara mekanik
menggunakan sikat kawat/sikat plastik yang dilanjutkan dengan proses pengasaran
secara electronic. Dengan kondisi yang seperti ini permukaan pelat cetak akan
memiliki struktur penerima lapisan dengan baik. Tujuan grainning: agar struktur
lapisan coating dapat melekat dengan baik pada permukaan pelat.




Jenis proses pengasaran:
a) Ball Grainning dan Marble Grainning
Ball Grainning dan Marble Grainning diimplementasikan pada perusahaan-
perusahaan kecil, tetapi tetap saja konsistensi dari kualitas menjadi perhatian
utama. Tahapan prosesnya: permukaan pelat digesek menggunakan gundu-
gundu kecil sehingga seolah-olah akan menghasilkan cekungan pada
permukaan pelat.
b) Sand Blasting
Sand blasting adalah proses pengasaran permukaan pelat menggunakan
partikel pasir yang ditembakan menggunakan alat penembak yang memiliki
kecepatan tinggi. Hasil dari proses grainning seolah-olah permukaan pelat
berlubang. Pasir yang umumnya digunakan adalah pasir Bangka. Banyaknya
pasir yang ditembakan dapat diatur dengan nozzle (nozzle: alat yang
dipergunakan untuk mengatur kerataan keluarnya pasir dari alat penembak).
c) Dry Brushing
Dry brushing adalah proses pengasaran permukaan pelat menggunakan sikat
kawat dimana permukaan pelat digosok dengan sikat kawat secara berputar.
d) Wet Brushing
Wet brushing adalah proses pengasaran permukaan pelat menggunakan sikat
nilon yang dilengkapi dengan menggunakan bahan larutan yang memiliki
partikel abrasive (amplas).
e) Chemical Grainning
Proses pengasaran permukaan pelat menggunakan bahan kimia yang
memiliki kemampuan mengikis. Contohnya: larutan yang memiliki keasaman
yang tinggi.
f) Electronical Grainning/Electrochemical Grainning
Proses pengasaran permukaan pelat menggunakan metode kimia elektrik
dimana pada tahapan prosesnya menggunakan bahan elektrolit yang diberi
muatan listrik lemah yang memungkinkan bahwa lapisan coating dapat
melekat dengan baik.


4) Anodizing Pelapisan dengan anoda aluminium
Pada tahapan ini, kita melapisi permukaan pelat dengan partikel logam aluminium
dimana tahapan prosesnya pelat direndam didalam alkaline panas (alkaline panas
memiliki nilai keasaman yang tinggi) yang diberi muatan listrik. Pada saat direndam
akan menghasilkan oksida aluminium. Setelah dianodizing pelat memiliki daya
resistensi yang prima artinya bahwa pelat tidak mudah rusak akibat adanya gejala
fisik dan kimia.













5) Coating Pelapisan emulsi
Proses pemberian lapisan peka cahaya keatas permukaan logam berdasarkan pada
kriteria kerja pelat positif atau negatif. Bila pelat kerjanya positif maka lapisan
coating yang dipergunakan diazo coumpound, sedangkan bila pelatnya bekerja
secara negatif maka lapisan coating yang dipergunakan adalah photo polimer.







Galvano Electro Plating
Al
Al
2
SO
4

SO
4
- -
Al
++
Anoda (+) Katoda (-)
Bad (Baki)
Pelat
Karakteristik Kerja Pelat Positif dan Pelat Negatif.
Positif Negatif
Developer Developer positif Developer negatif
Film Film positif Film negatif
Yang tersinari Akan larut Akan mengeras
Korektor Positif (pasta) Negatif (cair)
Pelindung Gum Gum
Daya tahan Diberi protection ink Fixer
Coloring Bluish Greenish

6) Inspection Pengendalian
Proses pengendalian kualitas dari pelapisan coating diatas permukaan pelat yang
berhubungan dengan flatness, thickness, sensitivity apakah memiliki standar baku
yang telah ditentukan.
7) Cutting Pemotongan
Proses pemotongan berdasarkan ukuran pelat yang ditentukan dengan toleransi 0,5
mm dan untuk panjang 1 mm dimana ukuran yang dipotong berdasarkan
standarisasi mesin yang dipergunakan.
8) Packing Pengemasan
Pengemasan, dimana pelat dimasukan kedalam box dengan kapasitas tertentu dan
diantara pelat harus disisipkan lembaran kertas agar tidak terjadi gesekan,
selanjutnya ditutup dengan masking foil (masking foil: foil penutup yang memiliki
kemampuan menyerap/menahan UV). Masking foil hitam akan menyerap UV dan
masking foil kuning akan menahan UV.