Anda di halaman 1dari 30

Keanekaragaman & Klasifikasi

PTERYDOPHYTA
Annisa Dewi S k4313012
Atika Ayu K k4313020
Dian Permata S k4313028
Khoirul Annisa k4313042
Siti Maryatun k4313066
Susana Mega I k4313068
Memiliki jaringan pengangkut (xilem dan
floem)
Secara umum telah dapat dibedakan akar,
batang dan daunnya.
Alat reproduksi aseksual berupa spora
Spora dihasilkan oleh sporofil (daun fertil)
Mengalami metagenesis (Fase sporofit lebih
dominan dari fase gametofit)
Reproduksi ada yang secara seksual
melalui pembentukan sel kelamin jantan
dan betina oleh alat-alat kelamin
(gametangium),
dan secara aseksual yakni dengan stolon
yang menghasilkan gemma (tunas).
Spora
Protalus /
Protalium
Tumbuhan
Gametofit
Arkegonium
Anteridium
ovum
Spermatozoid
Fertilisasi
Dengan bantuan
air
Zigot
Tumbuhan
Sporofit
Sporofil
Leaf pinna
(2N)
Indusium (2N)
Sporangiu
m (2N)
Spora
(1N)
Berdasarkan ukurannya:
Daun mikrofil: ukurannya hanya selebar
selapis sel dan membentuk rambut
Daun makrofil: ukuran besar dan tipis,
sudah memiliki bagian-bagian daun,
seperti tulang daun, tangkai daun, mesofil
dan epidermis

Berdasarkan fungsinya:
Daun tropofil : untuk fotosintesis
Daun sporofil : penghasil spora

Berdasarkan spora yang dihasilkan
Paku homospor/isospor: menghasilkan satu jenis spora
saja dan mempunyai ukuran yang sama besar. Contoh: paku
kawat (Lycopodium clavatum)

Paku heterospor: menghasilkan dua jenis spora yaitu:
mikrospora (jantan) dan makrospora (betina). Contoh: paku
rane (Selaginella wildenowii) dan semanggi (Marsilea
crenata)

Paku peralihan: menghasilkan spora yang bentuk dan
ukurannya sama (isospora) tetapi sebagian jantan dan
sebagian betina. Contoh: paku ekor kuda (Equisetum debile)


Umumnya disebut pakis

Telah dapat dibedakan akar,
batang dan daunnya

Spora dihasilkan pada sporofil,
terutama di bawah daunnya

Daun mudanya tumbuh
menggulung (circinatus)

Contoh: Azolla pinnata (paku
sampan), Marsilea crenata
(semangqi), Adiantum cuneatum
(suplir), dan Asplenium nidus
(paku sarang burung).

Circinatus
Memiliki daun yang berukuran kecil
(mikrofil)

tidak bertangkai, batang menyerupai
kawat dengan akar yang bercabang.

Spora dihasilkan oleh strobilus
(kumpulan sporofil yang berbentuk
kerucut)

Pada selaginella, jenis spora yang
dihasilkan ada 2 macam, yaitu
mikrospora dan megaspora

Mikrospora akan berkembang menjadi
gametofit jantan, sedang megaspora
akan berkembang menjadi gametofit
betina

Contoh: Lycopodium clavatum,
Lycopodium sp. (paku tanduk rusa), dan
Selaginela sp.
Lycophyta strobilus
megaspores
microspores
sporophylls
Selaginella strobillus
Daun mikrofil
Batang bercabang
dikotom, dan berfungsi
dalam fotosintesis
Pada ruas-ruas batang
dihasilkan sporangium
Spora dihasilkan oleh
sporangium
Contoh: Psilotum
nodum, Rhynia major.

Mikrofil
Batang
Batang dikotom
Sporangium
SPHENOPSIDA/ EQUISETINAE
PAKU EKOR KUDA
Ciri-ciri
berdaun kecil (mikrofil), tunggal dan
tersusun melingkar

sporangium terdapat dalam strobilus
(kerucut)

Hidup di daerah sub tropis, terutama rawa
batang keras dan berongga, tumbuh
tegak, dan mengandung silika

Batang memiliki nodus dan internodus
(berbuku-buku)


Anggota
Hanya mempunyai satu kelas yaitu
Calamopsida.
Ordo : Equisetales
Familia : Equesitaceae
Genus : Equisetum
Contoh spesies : Equisetum debile,
Equisetum palustre.
Equisetum debile
NODUS
INTERNODUS
Contoh lain
Equisetum arvense
Equisetum
sylvaticum
MANFAAT
1. Sebagai bahan penghasil obat-obata.
Seperti : Lycopodium clavatum, Aspidium sp,
dan Dryopteris filix
2. Sebagai tanaman sayur
Seperti : Marsilea crenata dan Salvinia natans
3. Sebagai Pupuk Hijau
Seperti: Azolla pinnata yang bersimbiosis
dengan anabaena Azollae (gangang biru)
4. Sebagai tanaman hias
Seperti : Platycerium nidus, Asplenium nidus,
Adiantum cuneatum, dan Selaginella
wildenowii