Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Hipertensi adalah masalah kesehatan masyarakat. Hipertensi yang tidak terkontrol
dapat memicu timbulnya penyakit degeneratif, seperti gagal jantung congestive, gagal
ginjal, dan penyakit vaskuler. Hipertensi disebut silent killer karena sifatnya
asimptomatik dan telah beberapa tahun menimbulkan stroke yang fatal atau penyakit
jantung. Meskipun tidak dapat diobati, pencegahan dan penatalaksanaan dapat
menurunkan kejadian hipertensi dan penyakit yang menyertainya.
Diperkirakan sekitar 8! kenaikan kasus hipertensi terutama di negara berkembang
tahun ""# dari sejumlah $%& juta kasus di tahun ", di perkirakan menjadi ','# milyar
kasus di tahun ""#. (rediksi ini didasarkan pada angka penderita hipertensi saat ini dan
pertambahan penduduk saat ini.
Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor % setelah stroke dan tuberkulosis,
yakni mencapai $,)! dari populasi kematian pada semua umur di *ndonesia. +erdasarkan
,iset -esehatan Dasar .,iskesdas/ "), diketahui hampir seperempat ."0,#!/ penduduk
*ndonesia usia di atas ' tahun mengkonsumsi makanan asin setiap hari, satu kali atau
lebih. 1ementara prevalensi hipertensi di *ndonesia mencapai %',)! dari populasi pada
usia '8 tahun ke atas. Dari jumlah itu, $! penderita hipertensi berakhir pada stroke.
1edangkan sisanya pada jantung, gagal ginjal, dan kebutaan. (ada orang de2asa,
peningkatan tekanan darah sistolik sebesar " mmHg menyebabkan peningkatan $!
risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler.
+erdasarkan 3merican Heart 3ssociation .3H3, "'/, terjadi peningkatan rata4rata
kematian akibat hipertensi sebesar "'! dari tahun '&8& sampai tahun '&&&. 1ecara
keseluruhan kematian akibat hipertensi mengalami peningkatan sebesar 0$!. Data
,iskesdas menyebutkan hipertensi sebagai penyebab kematian nomor tiga setelah stroke
dan tuberkulosis, jumlahnya mencapai $,8! dari proporsi penyebab kematian pada
semua umur di *ndonesia.
3ngka4angka prevalensi hipertensi di *ndonesia telah banyak dikumpulkan dan
menunjukkan, di daerah pedesaan masih banyak penderita yang belum terjangkau oleh
pelayanan kesehatan. +aik dari segi case-finding maupun penatalaksanaan
1
pengobatannya jangkauan masih sangat terbatas dan sebagian besar penderita hipertensi
tidak mempunyai keluhan. (revalensi terbanyak berkisar antara $ sampai dengan '#!
tetapi angka4angka ekstrim rendah seperti di 5ngaran, 6a2a 7engah ',8!8 9embah
+alim (egunungan 6aya :ijaya, *rian 6aya ,$!8 dan 7alang 1umatera +arat '),8!.
-ebanyakan orang merasa sehat dan energik 2alaupun hipertensi. Menurut hasil
,iskesdas 7ahun "), sebagian besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdeteksi.
-eadaan ini tentunya sangat berbahaya, yang dapat menyebabkan kematian mendadak
pada masyarakat. ;leh karena cukup besarnya angka kejadian hipertensi maka, akan
dikaji lebih lanjut mengenai penyakit hipertensi tersebut.
1.2 RUMUSAN MASALAH
+erdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah makalah ini adalah<
'. 3pakah yang dimaksud dengan penyakit hipertensi=
". 3pakah jenis4jenis penyakit hipertensi=
%. Hal4hal apa saja yang dapat menjadi penyebab .faktor resiko/ timbulnya penyakit
hipertensi=
0. +agaimana mekanisme terjadinya penyakit hipertensi=
#. +agaimana cara mencegah terjadinya penyakit hipertensi=
1.3 TUJUAN PENULISAN
7ujuan dari penulisan makalah ini adalah<
5ntuk mengetahui defenisi dari penyakit hipertensi.
5ntuk mengetahui jenis4jenis penyakit hipertensi.
5ntuk mengetahui faktor4faktor penyebab .faktor resiko/ terjadinya penyakit
hipertensi.
5ntuk mengetahui mekanisme terjadinya penyakit hipertensi.
5ntuk mengetahui cara mencegah terjadinya penyakit hipertensi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 DEFENISI HIPERTENSI
2
7he 6oint >ational ?ommunity on (reventation, Detection evaluation and treatment
of High +lood (reassure dari 3merika 1erikat dan badan dunia :H; dengan
*nternational 1ociety of Hipertention membuat definisi hipertensi yaitu apabila tekanan
darah seseorang tekanan sistoliknya '0 mmHg atau lebih atau tekanan diastoliknya &
mmHg atau lebih atau sedang memakai obat anti hipertensi.
(ada anak4anak, definisi hipertensi yaitu apabila tekanan darah lebih dari &# persentil
dilihat dari umur, jenis kelamin, dan tinggi badan yang diukur sekurang4kurangnya tiga
kali pada pengukuran yang terpisah.
'
7he si@th ,eport of 7he joint national ?ommittee
on (revention, detection, Avaluation and 7reatment of High +lood (resure .6>? B*/
mengklasifikasikan tekanan darah untuk orang de2asa menjadi enam kelompok yang
terlihat seperti pada tabel ' diba2ah.
7abel *. -lasifikasi tekanan darah untuk orang de2asa yang berusia '8 tahun atau
lebih.'
Sumber : The sixth Report of The Joint National Committee on Prevention, etection, !valuation and Treatment of "igh
#lood Pressure, sixth report $JNC %&'( i)utip oleh ebra *( +rummel( ,edical Nutrition Therap- in "-pertension(
alam .( +athleen ,, S-lvia !scoott( +rause/s 0ood, Nutrition, 1 iet Therap-( 2S*: !lsevier3 4556
(enyakit darah tinggi atau Hipertensi adalah suatu keadaan di mana seseorang
mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka
systolic .bagian atas/ dan angka ba2ah .diastolic/ pada pemeriksaan tensi darah
menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa
.sphygmomanometer/ ataupun alat digital lainnya.
>ilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan,
tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah '"C8mmHg. Dalam
aktivitas sehari4hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil.
7etapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat
di2aktu beraktifitas atau berolahraga.
3
+ila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan
dan pengontrolan secara teratur .rutin/, maka hal ini dapat memba2a si penderita
kedalam kasus4kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. 7ekanan darah tinggi
yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja e@tra keras, akhirnya kondisi
ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata.
(enyakit hypertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan
jantung.
2.2 JENIS-JENIS HIPERTENSI
(engelompokan Hipertensi terdiri atas <
".".' (enyakit Hipertensi Menurut -ausanya terbagi atas <
'. Hipertensi (rimer
Hipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui
penyebabnya, disebut juga hipertensi idiopatik. 7erdapat sekitar &#! kasus.
+anyak faktor yang mempengaruhinya seperti genetik, lingkungan,
hiperaktifitas sistem saraf simpatis, sistem renin angiotensin, defek dalam
ekskresi >a, peningkatan >a dan ?a intraseluler dan faktor4faktor yang
meningkatkan resiko seperti obesitas, alkohol, merokok, serta polisitemia.
Hipertensi primer biasanya timbul pada usia % D # tahun.
". Hipertensi 1ekunder
Hipertensi sekunder adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan
tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalamiCmenderita penyakit
lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon
tubuh. 1edangkan pada *bu hamil, tekanan darah secara umum meningkat
saat kehamilan berusia " minggu. 7erutama pada 2anita yang berat
badannya di atas normal atau gemuk.
(regnancy4induced hypertension .(*H/, ini adalah sebutan dalam istilah
kesehatan .medis/ bagi 2anita hamil yang menderita hipertensi. -ondisi
Hipertensi pada ibu hamil bisa sedang ataupun tergolang parahCberbahaya,
1eorang ibu hamil dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami (reeclampsia
dimasa kehamilannya itu.
(reeclampsia adalah kondisi seorang 2anita hamil yang mengalami
hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing, sakit kepala,
4
gangguan penglihatan, nyeri perut, muka yang membengkak, kurang nafsu
makan, mual bahkan muntah. 3pabila terjadi kekejangan sebagai dampak
hipertensi maka disebut Aclamsia.
Hipertensi sekunder atau hipertensi renal terdapat sekitar # ! kasus.
(enyebab spesifik diketahui, seperti penggunaan estrogen, penyakit ginjal,
hipertensi vaskular renal, hiperaldosteronisme primer, dan sindrom cushing,
feokromositoma, koarktasio aorta, hipertensi yang berhubungan dengan
kehamilan, dan lain D lain. -linis sulit untuk membedakan dua keadaan
tersebut, terutama pada penyakit ginjal menahun. +eratnya pengaruh
hipertensi terhadap ginjal tergantung dari tingginya tekanan darah dan
lamanya menderita hipertensi. Makin tinggi tekanan darah dalam 2aktu lama
makin berat komplikasi yang mungkin ditimbulkan.
a( "ipertensi pada pen-a)it gin7al
(enyakit ginjal dapat meningkatkan tekanan darah dan sebaliknya
hipertensi dalam jangka 2aktu yang lama dapat mengganggu ginjal.
Hipertensi pada penyakit ginjal dapat terjadi pada penyakit ginjal akut
maupun penyakit ginjal kronik, baik pada kelainan glumerolus maupun
pada kelainan vaskular. Hipertensi pada penyakit ginjal dapat
dikelompokkan dalam <
'. (enyakit glumerolus akut
Hipertensi terjadi karena adanya retensi natrium yang menyebabkan
hipervolemik. ,etensi natrium terjadi karena adanya peningkatan
reabsorbsi natrium di duktus koligentes. (eningkatan ini
dimungkankan abibat adanya retensi relatif terhadap Hormon
>atriuretik (eptida dan peningkatan aktivitas pompa >a D - D 37(ase
di duktus koligentes.
". (enyakit vaskuler
(ada keadaan ini terjadi iskemi yang kemudian merangsang sistem
renin angiotensin aldosteron.
%. Eagal ginjal kronik
Hipertensi yang terjadi karena adanya retensi natrium, peningkatan
sistem ,enin 3ngiotensinogen 3ldosteron akibat iskemi relatif karena
kerusakan regional, aktifitas saraf simpatik yang meningkat akibat
5
kerusakan ginjal, hiperparatiroidis sekunder, dan pemberian
eritropoetin.
0. (enyakit glumerolus kronik
1istem,enin4 3ngiotensinogen4 3ldoteron .,33/ merupakan satu
sistem hormonal enFimatik yang bersifat multikompleks dan berperan
dalm naiknya tekanan darah, pangaturan keseimbangan cairan tubuh
dan elektrolit.
b( "ipertensi pada pen-a)it renovas)ular
Hipertensi renovaskular merupakan penyebab tersering dari hipertensi
sekunder. Diagnosa hipertensi renovaskular penting karena kelainan ini
potensial untuk disembuhkan dengan menghilangkan penyebabnya yaitu
stenosis arteri renalis. 1tenosis arteri renalis adalah suatu keadaan
terdapatnya lesi obstruktif secara anatomik pada arteri renalis. 1edangkan
hipertensi renovaskular adalah hipertensi yang terjadi akibat fisiologis
adanya stenosis arteri renalis.
*stilah nefropati iskemik menggambarkan suatu keadaan terjadinya
penurunan fungsi ginjal akibat adanya stenosis arteri renalis. 6ika terjadi
gangguan fungsi ginjal, kelainan ini akan menetap 2alaupun tekanan
darahnya dapat dikendalikan dengan pengobatan yang meliputi
medikamentosa antihipertensi, revaskularisasi dengan tindakan bedah
ataupun angioplasti.
c( "ipertensi pada )elainan endo)rin
1alah satu penyakit yang disebabkan oleh kerusakan endokrin adalah
aldosteronisme primer .1indrom ?onn/. Hiperaldosteronisme primer
adalah sindrom yang disebabkan oleh hipersekresi aldesteron yang tidak
terkendali yang umumnya berasal dari kelenjar korteks adrenal.
Hiperaldosteronisme primer secara klinis dikenal dengan triad terdiri dari
hipertensi, hipokalemi, dan alkalosis metabolik. 1indrom ini disebabkan
oleh hiperplasi kelenjar korteks adrenal, adenoma atau karsinoma adrenal.
d( Sindrom Cushing
6
1indrom cushing disebabkan oleh hiperplasi adrenal bilateral yang
disebabkan oleh adenoma hipofisis yang menghasilkan 3denocorticotropin
Hormone .3?7H /.
e( "ipertensi adrenal )ongenital
Hipertensi adrenal kongenital merupakan penyabab terjadinya hipertensi
pada anak .jarang terjadi/.
f( 0eo)romositoma
Geokromositoma adalah salah satu hipertensi endokrin yang patut dicurigai
apabila terdapat ri2ayat dalam keluarga. 7anda D tanda yang mencurigai
adanya feokromositoma yaitu hipertensi, sakit kepala, hipermetabolisme,
hiperhidrosis, dan hiperglikemia.
Geokromositomia disebabkan oleh tumor sel kromatin asal neural yang
mensekresikan katekolamin. 1ebagian besar berasal dari kelenjar adrenal,
dan hanya '! terjadi di tempat lain dalam rantai simpatis. '! dari
tumor ini ganas dan '! adenoma adrenal adalah bilateral.
Geokromositomia dicurigai jika tekanan darah berfluktuasi tinggi, disertai
takikardi, berkeringat atau edema paru karena gagal jantung.
g( +oar)tasi aorta
-oarktasi aorta paling sering mempengaruhi aorta pada distal dari arteri
subklavia kiri dan menimbulkan hipertensi pada lengan dan menurunkan
tekanan pada kaki, dengan denyut nadi arteri femoralis lemah atau tidak
ada. Hipertensi ini dapat menetap bahkan setelah reseksi bedah yang
berhasil, terutama jika hipertensi terjadi lama sebelum operasi.
h( "ipertensi pada )ehamilan
Hipertensi pada kehamilan merupakan penyebab utama peningkatan
morbiditas dan mortalitas maternal, janin dan neonatus. -edaruratan
hipertensi dapat menjadi komplikasi dari preeklampsia sebagaimana yang
terjadi pada hipertensi kronik. (erempuan hamil dengan hipertensi
mempunyai risiko yang tinggi untuk terjadinya komplikasi yang berat
seperti abruptio plasenta, penyakit serebrovaskuler, gagal organ, koagulasi
intravaskular. (enelitian observasi pasien hipertensi kronik yang ringan
didapatkan risiko kehamilan preaklampsia 'D"#!, abruptio ,)D',#!,
kehamilan prematur kurang dari %) minggu '"D%0!, dan hambatan
7
pertumbuhan janin 8D'$!. ,isiko bertambah pada hipertensi kronik yang
berat pada trimester pertama dengan didapatnya preaklampsia sampai
#!. 7erhadap janin, mengakibatkan risiko retardasi perkembangan
intrauterin, prematuritas dan kematian intrauterin. 1elain itu risiko
hipertensi seperti gagal jantung, ensepalopati, retinopati, perdarahan
serebral, dan gagal ginjal akut dapat terjadi. 1ampai sekarang yang belum
jelas apakah tekanan darah yang terkontrol secara agresif dapat
menurunkan terjadinya eklampsia.
i( "ipertensi a)ibat dari penggunaan obat 8 obatan(
(enggunaan obat yang paling banyak berkaitan dengan hipertensi adalah
pil kontrasepsi oral .;?(/ dimana #! perempuan mengalami hipertensi
sejak mulai penggunaan. (erempuan usia lebih tua .H%#tahun/ lebih
mudah terkena, begitupula dengan perempuan yang pernah mengalami
hipertensi selama kehamilan. (ada # ! tekanan darah akan kembali
normal dalam %D$ sesudah penghentian pil. (enggunaan estrogen
pascamenopause bersifat kardioproteksi dan tidak meningkatkan tekanan
darah. ;bat lain yang terkait dengan hipertensi termasuk siklosporin,
eritopoietin, dan kokain.
"."." Menurut Eangguan 7ekanan Darah
a. Hipertensi Diastolik .diastolic hypertension/
Iaitu peningkatan tekanan diastolic tanpa diikuti peningkatan tekanan sistolik.
+iasanya bentuk hipertensi ini ditemukan pada anak4anak dan de2asa muda.
b. Hipertensi 1istolik .isolated systolic hypertension/
Iaitu peningkatan tekanan sistolik tanpa diikutu peningkatan tekanan diastolik.
5mumnya bentuk hipertensi ini ditemukan pada usi lanjut.
c. Hipertensi ?ampuran .sistol dan diastole yang meninggi/
Iaitu peningkatan tekanan darah pada sistol dan distol.
".".% Menurut berat atau tingginya peningkatan tekanan darah
a. Hipertensi ringan yaitu jika pada pengukuran tekanan darah, tekanan darah
sistolik berada diantara '04'#&mmHg dan tekanan darah diastolic berada
diantara &4&&mmHg.
b. Hipertesi sedang yaitu jika pada pengukuran tekanan darah, tekanan darah
sistolik berada diantara '$4')&mmHg dan tekanan darah diastolic berada
diantara '4'&mmHg.
8
c. Hipertensi berat yaitu jika pada pengukuran tekanan darah, tekanan darah
sistolik H'8mmHg dan tekanan darah diastolic ''mmHg.
2.3 GEJALA HIPERTENSI
Hipertensi diduga dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius dan
bahkan dapat menyebabkan kematian. 1eringkali hipertensi disebut sebagai silent killer
karena dua hal, yaitu<
Hipertensi sulit disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak memiliki gejala
khusus. Eejala ringan seperti pusing, gelisah, mimisan, dan sakit kepala biasanya
jarang berhubungan langsung dengan hipertensi. Hipertensi dapat diketahui dengan
mengukur tekanan darah secara teratur.
(enderita hipertensi, apabila tidak ditangani dengan baik, akan mempunyai risiko
besar untuk meninggal karena komplikasi kardiovaskular seperti stroke, serangan
jantung, gagal jantung, dan gagal ginjal.
6ika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut<
1akit kepala
-elelahan
Mual
Muntah
1esak nafas
Eelisah
(andangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata,
jantung dan ginjal.
1ering buang air kecil terutama di malam hari
7elinga berdenging
-adang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma
karena terjadi pembengkakan otak. -eadaan ini disebut ensefalopati hipertensif, yang
memerlukan penanganan segera
9
2.4 FAKTOR RISIKO HIPERTENSI
Hipertensi disebabkan oleh faktor4faktor yang dapat dimodifikasi atau dikendalikan
serta faktor yang tidak dapat dimodifikasi.
a. Gaktor yang tidak dapat dimodifikasi atau dikendalikan
'. Eenetik
3danya faktor genetik pada keluarga tertentu akan menyebabkan keluarga
tersebut mempunyai resiko menderita hipertensi. *ndividu dengan orangtua
hipertensi mempunyai resiko dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi
daripada individu yang tidak mempunyai keluarga dengan ri2ayat hipertensi.
(ada )48! kasus Hipertensi primer, didapatkan ri2ayat hipertensi di dalam
keluarga. 3pabila ri2ayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua, maka
dugaan Hipertensi primer lebih besar. Hipertensi juga banyak dijumpai pada
penderita kembar monoFigot .satu telur/, apabila salah satunya menderita
Hipertensi. Dugaan ini menyokong bah2a faktor genetik mempunyai peran
didalam terjadinya Hipertensi.
". 5mur
*nsidensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan usia. *ndividu yang
berumur di atas $ tahun, #4$! mempunyai tekanan darah lebih besar atau
sama dengan '0C& mmHg. Hal itu merupakan pengaruh degenerasi yang
terjadi pada orang yang bertambah usianya.
%. 6enis -elamin
9aki4laki mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita hipertensi lebih a2al.
9aki4laki juga mempunyai resiko yang lebih besar terhadap morbiditas dan
mortalitas kardiovaskuler. 1edangkan di atas umur # tahun hipertensi lebih
banyak terjadi pada perempuan.
0. Atnis
Hipertensi lebih banyak terjadi pada orang berkulit hitam daripada yang berkulit
putih. +elum diketahui secara pasti penyebabnya, namun dalam orang kulit
hitam ditemukan kadar renin yang lebih rendah dan sensitifitas terhadap
vasopresin lebih besar.
#. (enyakit Einjal
Einjal mengendalikan tekanan darah melalui beberapa cara<
6ika tekanan darah meningkat, ginjal akan menambah pengeluaran garam
dan air, yang akan menyebabkan berkurangnya volume darah dan
mengembalikan tekanan darah ke normal.
10
6ika tekanan darah menurun, ginjal akan mengurangi pembuangan garam
dan air, sehingga volume darah bertambah dan tekanan darah kembali ke
normal.
Einjal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkan enFim
yang disebut renin, yang memicu pembentukan hormon angiotensi, yang
selanjutnya akan memicu pelepasan hormon aldosteron.
Einjal merupakan organ penting dalam mengendalikan tekanan darah, karena itu
berbagai penyakit dan kelainan pda ginjal bisa menyebabkan terjadinya tekanan
darah tinggi. Misalnya penyempitan arteri yang menuju ke salah satu ginjal
.stenosis arteri renalis/ bisa menyebabkan hipertensi. (eradangan dan cedera
pada salah satu atau kedua ginjal juga bisa menyebabkan naiknya tekanan darah.
$. ;bat4obataan
(enggunaan obat4obatan seperti beberapa obat hormon .(il -+/, -ortikosteroid,
1iklosporin, Aritropoietin, -okain, dan -ayu manis .dalam jumlah sangat besar/,
termasuk beberapa obat antiradang .anti4inflammasi/ secara terus menerus .sering/
dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Minuman yang mengandung alkohol juga
termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi.
). (reeklampsi pada kehamilan
(reeklampsia dalam kehamilan adalah apabila dijumpai tekanan darah '0C&
mmHg setelah kehamilan " minggu .akhir tri2ulan kedua sampai tri2ulan
ketiga/ atau bisa lebih a2al terjadi. (reeklamsi terjadi sebagai akibat dari
gangguan fungsi organ akibat penyempitan pembuluh darah secara umum yang
mengakibatkan iskemia plasenta .ari4ari/ sehingga berakibat kurangnya pasokan
darah yang memba2a nutrisi ke janin.
8. -eracunan timbal akut
7imbal bisa menyebabkan lesi tubulus proksimalis, lengkung henle, serta
menyebabkan aminosiduria, sehingga timbul kelainan pada ginjal .(eradangan
dan cedera pada salah satu atau kedua ginjal/ bisa menyebabkan terjadinya
tekanan darah t!"".
b. Gaktor yang dapat dimodifikasi atau dikendalikan
'. 1tress
1tres akan meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer dan curah jantung
sehingga akan menstimulasi aktivitas saraf simpatetik. 3dapun stres ini dapat
berhubungan dengan pekerjaan, kelas sosial, ekonomi, dan karakteristik
personal. Mekanisme hubungan antara stress dengan Hipertensi, diduga melalui
11
aktivasi saraf simpatis. 1araf simpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita
beraktivitas, saraf parasimpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita tidak
beraktivitas.
(eningkatan aktivitas saraf simpatis dapat meningkatkan tekanan darah secara
intermitten .tidak menentu/. 3pabila stress berkepanjangan, dapat
mengakibatkan tekanan darah menetap tinggi. :alaupun hal ini belum terbukti,
akan tetapi angka kejadian di masyarakat perkotaan lebih tinggi dibandingkan
dengan di pedesaan. Hal ini dapat dihubungkan dengan pengaruh stress yang
dialami kelompok masyarakat yang tinggal di kota.
". ;besitas
(enelitian epidemiologi menyebutkan adanya hubungan antara berat badan
dengan tekanan darah baik pada pasien hipertensi maupun normotensi. (ada
populasi yang tidak ada peningkatan berat badan seiring umur, tidak dijumpai
peningkatan tekanan darah sesuai peningkatan umur. ;besitas terutama pada
tubuh bagian atas dengan peningkatan jumlah lemak pada bagian perut.
%. >utrisi
1odium adalah penyebab penting dari hipertensi esensial, asupan garam yang
tinggi akan menyebabkan pengeluaran berlebihan dari hormon natriouretik yang
secara tidak langsung akan meningkatkan tekanan darah.
3supan garam tinggi yang dapat menimbulkan perubahan tekanan darah yang
dapat terdeteksi adalah lebih dari '0 gram per hari atau jika dikonversi kedalam
takaran sendok makan adalah lebih dari dua sendok makan.
0. Merokok
(enelitian terakhir menyatakan bah2a merokok menjadi salah satu faktor risiko
hipertensi yang dapat dimodifikasi. Merokok merupakan faktor risiko yang
potensial untuk ditiadakan dalam upaya mela2an arus peningkatan hipertensi
khususnya dan penyakit kardiovaskuler secara umum di *ndonesia.
#. -urang olahraga
Eaya hidup yang tidak aktif .malas berolah raga/ bisa memicu terjadinya
hipertensi pada orang4orang memiliki kepekaan yang diturunkan.
2.# MEKANISME HIPERTENSI
Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin ** dari
angiotensin * oleh angiotensin *4converting enFyme .3?A/. 3?A memegang peran
fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. Darah mengandung angiotensinogen
12
yang diproduksi di hati. 1elanjutnya oleh hormon, renin .diproduksi oleh ginjal/ akan
diubah menjadi angiotensin *. ;leh 3?A yang terdapat di paru4paru, angiotensin * diubah
menjadi angiotensin **. 3ngiotensin ** inilah yang memiliki peranan kunci dalam
menaikkan tekanan darah melalui dua aksi utama. 3ksi pertama adalah meningkatkan
sekresi hormon antidiuretik .3DH/ dan rasa haus. 3DH diproduksi di hipotalamus
.kelenjar pituitari/ dan bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin.
Dengan meningkatnya 3DH, sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh
.antidiuresis/, sehingga menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya. 5ntuk
mengencerkannya, volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan dengan cara menarik
cairan dari bagian intraseluler. 3kibatnya, volume darah meningkat, yang pada akhirnya
akan meningkatkan tekanan darah. 3ksi kedua adalah menstimulasi sekresi aldosteron
dari korteks adrenal.
3ldosteron merupakan hormon steroid yang memiliki peranan penting pada ginjal.
5ntuk mengatur volume cairan ekstraseluler, aldosteron akan mengurangi ekskresi >a?l
.garam/ dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. >aiknya konsentrasi >a?l akan
diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume cairan ekstraseluler yang pada
gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah.
2.$ PEN%EGAHAN HIPERTENSI
Hipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik seperti konsumsi
makanan kaya serat, kurangi konsumsi garam dan
pola diet rendah lemak jenuh, total lemak dan kolesterol serta aktivitas fisik yang cukup.
Hindari kebiasaan lainnya seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol yang diduga
berpengaruh dalam meningkatkan resiko hipertensi, 2alaupun mekanisme timbulnya
belum diketahui pasti. Disarankan untuk mengurangi konsumsi natriumCsodium. 1umber
natriumCsodium yang utama adalah natrium klorida .garam dapur/, penyedap masakan
.monosodium glutamat J M1E/, dan sodium karbonat. -onsumsi garam dapur
.mengandung iodium/ yang dianjurkan tidak lebih dari $ gram per hari, setara dengan
satu sendok teh. Dalam kenyataannya, konsumsi berlebih disebabkan oleh budaya masak4
memasak masyarakat kita yang umumnya boros menggunakan garam.
*ndra perasa kita sejak kanak4kanak telah dibiasakan untuk memiliki ambang batas
yang tinggi terhadap rasa asin, sehingga sulit untuk dapat menerima makanan yang agak
13
ta2ar. -onsumsi garam ini sulit dikontrol, terutama jika kita terbiasa mengonsumsi
makanan di luar rumah .2arung, restoran, hotel, dan lain4lain/.
1umber natrium yang juga perlu di2aspadai adalah yang berasal dari penyedap
masakan .M1E/. +udaya penggunaan M1E sudah sampai pada taraf yang sangat
mengkha2atirkan. Hampir semua ibu rumah tangga, penjual makanan, dan penyedia jasa
katering selalu menggunakannya. (enggunaan M1E di *ndonesia sudah begitu bebasnya,
sehingga penjual bakso, bubur ayam, soto, dan lain4lain, dengan seenaknya
menambahkannya ke dalam mangkok tanpa takaran yang jelas.
+eberapa bentuk pencegahan penyakit hipertensi antara lain <
a. (encegahan primordial
b. (romosi kesehatan
c. (roteksi dini < kurangi garam sebagai salah satu faktor risiko
d. Diagnosis dini < screening, pemeriksaanCcheck4up
e. (engobatan tepat < segera mendapatkan pengobatan komperhensif dan kausal a2al
keluhan
f. ,ehabilitasi < upaya perbaikan dampak lanjut hipertensi yang tidak bisa diobati
+3+ ***
(A>575(
3.1 KESIMPULAN
Definisi Hipertensi <
14
Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang tekanan sistoliknya
'0 mmhg atau lebih atau tekanan diastoliknya & mmhg atau lebih atau sedang
memakai obat anti hipertensi.
Gaktor ,esiko Hipertensi
a. Gaktor yang tidak dapat dimodifikasi, seperti <
'. Eenetik
". 5mur
%. 6enis -elamin
0. Atnis
#. (enyakit Einjal
$. ;bat4obataan
). (reeklampsi pada kehamilan
8. -eracunan timbal akut
b. Gaktor yang dapoat dimodisikasi atau dikendalikan
'/ 1tress
"/ ;besitas
%/ >utrisi
0/ Merokok
#/ -urang ;lahraga
6enis4jenis Hipertensi
'/ Menurut -ausanya
a. Hipertensi (rimer
b. Hipertensi 1ekunder
a/ Hipertensi pada ginjal
b/ Hipertensi pada penyakit renovaskular
c/ Hipertensi pada kelainan endokrin
d/ 1indrom cushing
e/ Hipertensi adrenal konginetal
f/ -oarktasi aorta
g/ Geokromositoma
h/ Hipertensi pada kehamilan
i/ Hipertensi penggunaan obat4obatan
"/ Menurut gangguan tekanan darah
a. Hipertensi Diastolik
b. Hipertensi 1istolik
c. Hipertensi ?ampuran
Mekanisme 7erjadinya (enyakit Hipertensi
Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin ** dari
angiotensin * oleh angiotensin *4converting enFyme .3?A/. 1elanjutnya oleh hormon,
renin .diproduksi oleh ginjal/ akan diubah menjadi angiotensin *. ;leh 3?A yang
terdapat di paru4paru, angiotensin * diubah menjadi angiotensin **. 3ngiotensin **
inilah yang memiliki peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah melalui dua aksi
15
utama. 3ksi pertama adalah meningkatkan sekresi hormon antidiuretik .3DH/ dan
rasa haus. 3ksi kedua adalah menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal.
?ara (encegahan (enyakit Hipertensi
Hipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik, serta aktivitas
fisik yang cukup seperti olahraga secara teratur. 1elain itu dengan menghindari
kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol, serta konsumsi
natriumCsodium yang berlebih seperti garam dapur yang berlebihan, penyedap rasa
.M1E/. 1elain itu, dengan melakukan diagnosis dini sebagai cara pencegahan.
3.2 SARAN
Dalam upaya pencegahan penyakit hipertensi, hendaknya seseorang menerapkan pola
hidup sehat. +aik dari segi penerapan pola makan, mencakup menghindari makanan yang
berisiko meningkatkan tekanan darah, hindari pemicu stress .stressor/, serta asupan
nutrisi yang seimbang. 1elain itu aktifitas fisik seperti olahraga secara teratur, agar tidak
terjadi obesitas. Hindari kebiasaan yang berakibat buruk seperti merokok serta konsumsi
alkohol. Dalam pencegahan hipertensi pada usia de2asa, hendaknya pencegahan dimulai
sejak dini. Di sinilah perlu peranan aktif orang tua dalam mengontrol pola konsumsi
anaknya masing4masing.
16
DAFTAR PUSTAKA
3nonym. 7anpa tahun. Pen-a)it arah Tinggi $"ipertensi'( 222.2%.org
3rmila2aty, dkk.."). "ipertensi dan 0a)tor Resi)o dalam +a7ian !pidemiologi( Makassar <
G-M 5nhas.
+ustan, M.>. "). !pidemiologi Pen-a)it ,enular( 6akarta < ,ineka ?ipta
1urya, 3ndari. 7anpa tahun. ,a)alah "ipertensi. 222.scribd.com
7ohaga, Ad2in. 7anpa tahun. "ipertensi, 9e7ala dan +ompli)asi( :ordpress.com
http<CCid.2ikipedia.orgC
17
La&'ra! K(!)(!"a! R(*ah
(uskesmas 9oji
-unjungan pada tanggal "" 1eptember "'0
Data R+a,at K-.(ar"a
I. Id-!tta/ Pa/-!
a. >ama < 7n. 3
b. 5mur < )% tahun
c. 6enis kelamin < 9aki4laki
d. (endidikan < tidak tamat 1D
e. 3lamat < -p.?idoro " ,70C" Desa ?igunungsari -ecamatan
7egal2aru
II. R+a,at B'.'"/ K-.(ar"a
a. -eadaan kesehatan sekarang < -urang
b. -ebersihan perorangan < -urang
c. (enyakit yang sering diderita < *1(3
d. (enyakit keturunan < Hipertensi
e. (enyakit kronisC menular < 7idak ada
18
f. -ecacatan anggota keluarga < 7idak ada
g. (ola makan < -urang +aik
h. (ola istirahat < +aik
i. 6umlah anggota keluarga < " orang
III. P/0'.'"/ K-.(ar"a
a. -ebiasaan buruk < meludah sembarangan, batuk tidak
ditutup, tidak mencuci tangan sebelum makanCminum
b. (engambilan keputusan < Diri 1endiri .sebagai kepala rumah
tangga/
c. -etergantungan obat < 7idak ada
d. 7empat mencari pelayanan kesehatan< (uskesmas
e. (ola rekreasi < -urang
I1. K-adaa! R(*ah2 L!"0(!"a!
a. 6enis bangunan < >on (ermanen
b. 9antai rumah < 1emen
c. 9uas rumah < '$ m
"
.0m @ 0m/
d. (enerangan < -urang
e. -ebersihan < -urang
f. Bentilasi < -urang
g. Dapur < 3da
h. 6amban keluarga < 7idak ada
i. 1umber air minum < air sungai yang dimasak kembali
j. 1umber pencemaran air <tidak jauh dari rumah terdapat sungai
yang cukup besar.
k. (emanfaatan perkarangan < 7idak ada
l. 1istem pembuangan air limbah < 7idak ada
m. 7empat pembuangan sampah < 3da
n. 1anitasi lingkungan < +uruk
1. S&rt(a. K-.(ar"a
a. -etaatan beribadah < +aik
b. -eyakinan terhadap kesehatan < -urang +aik
1I. K-adaa! S'/a. K-.(ar"a
a. 7ingkat pendidikan < ,endah
b. Hubungan antar anggota keluarga < +aik
c. Hubungan dengan orang lain < +aik
d. -egiatan organisasi sosial < -urang
e. -eadaan ekonomi < -urang
1II. K(.t(ra. K-.(ar"a
a. 3dat yang berpengaruh < 1unda
b. 9ain4 lain < 7idak ada
1III. A!""'ta 0-.(ar"a
19
-eterangan<
'. ;s .)% tahun/
". *stri ;s .$) tahun/
I3. K-.(ha! Uta*a
1akit kepala sejak " hari lalu.
3. K-.(ha! Ta*4aha!
7angan dan kaki sering terasa kesemutan
3I. R+a,at P-!,a0t S-0ara!"
;s datang ke (uskesmas 9oji dengan keluhan nyeri kepala sejak " hari lalu.
-eluhan ini dirasakan sering kambuh sejak ' tahun yang lalu, namun tidak
dikeluhkan oleh ;s. 5ntuk meredakan keluhan, ;s hanya mengonsumsi obat 2arung
saja. -eluhan lain yang dirasa ;s yakni 7angan dan kaki seringkali terasa kesemutan.
-eluhan lain seperti hidup berdarah, ri2ayat jatuh, dan kehilangan keseimbangan
disangkal oleh ;s. 1elama " hari ini, tidak dirasakan perbaikan, maka ;s pergi
berobat ke (uskesmas 9oji
3II. R+a,at P-!,a0t Dah(.(
Hipertensi
3III. P-*-r0/aa! F/0
1tatus Eeneralisasi
-eadaan umum< +aik
-esadaran< compos mentis
7ekanan darah< "C'" mmHg
Grekuensi nadi< &" @Cmenit, ireguler
Grekuensi napas< " @Cmenit
1uhu< %)K?
(emeriksaan umum
-epala < ,ambut putih tumbuh sedikit, tidak mudah dicabut
Mata < -onjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, pupil bulat dan isokor
7elinga< 1ekret tidak ada, membran timpani utuh.
Hidung < septum deviasi .4/, sekret .4/
Mulut < caries .4/, bibir kering, tonsil 7"47"
9eher < +entuk normal, kelenjar getah bening tidak teraba membesar, kaku
kuduk tidak ada.
7oraks <
20
(aru4paru
*nspeksi < 7ampak simetris dalam keadaan statis dan dinamis
(alpasi < fremitus taktil simetris dalam keadaan statis dan dinamis
(erkusi < sonor di semua lapang paru
3uskultasi< 1uara napas vesikuler, ronki basah kasar 4C4, :hee;ing 4C4
6antung
*nspeksi < 7ampak pulsasi iktus kordis
(alpasi < 7eraba pulsasi iktus kordis
(erkusi < 7erdapat pembesaran jantung kiri ba2ah.
3uskultasi < +unyi jantung * dan ** ireguler, murmur .L/ grade ",
gallop .4/
3bdomen
*nspeksi < tidak dilakukan
(alpasi < tidak dilakukan
(erkusi < tidak dilakukan
3uskultasi < tidak dilakukan
3nus dan rektum < 7idak dilakukan.
Akstremitas < 3kral hangat, edema .4/
-elenjar getah bening < 7idak ada pembesaran kelenjar getah bening.
,efleks < ,eflek fisiologis dan patologis tidak tampak kelainan.
3I1. Da"!'// &-!,a0t
Hipertensi emergensi
31. Da"!'// K-.(ar"a
7idak ada
31I. A!)(ra! P-!ata.a0/a!aa! P-!,a0t
a. (romotif< Memberikan penyuluhan kepada pasien tentang penyakit hipertensi.
b. (reventif< Mengurangi makanan4makanan yang mengandung garam dan
mengurangi faktor stress.
c. -uratif<
7erapi medikamentosa
'. 3mlodipin tab '@' malam hari, selama # hari
". H?7 tab '@' pagi hari, selama # hari
%. (ropanolol tab '@'C" pagi hari, selama # hari
d. ,ehabilitatif< 4
31II. Pr'"!'//
a. (enyakit< +onam
b. -eluarga< +onam
c. Masyarakat< +onam
31III. R-/(*-
21
1eorang 9aki4laki berusia )% tahun dengan keluhan nyeri kepala sejak " hari
yang lalu, yang sebelumnya sering dirasakan sejak ' tahun yang lalu. +iasanya, ;s
hanya mengonsumsi obat 2arung untuk mengatasi nyeri kepala yang dirasakan ;s. ;s
juga merasa tangan dan kaki ;s sering terasa kesemutan. (ada pemeriksaan fisik
didapatkan tekanan darah "C'"mmHg, dengan frekuensi nadi dan auskultasi
jantung ireguler. ,umah pasien tergolong rumah tidak sehat karena tidak didapatkan
jamban keluarga, bahkan sumber air didapatkan dari air sungai yang dimasak kembali.
(encahayaan dan ventilasi dalam rumah sangat kurang, serta terdapat kebiasaan buruk
dari ;s dan istrinya yakni meludah sembarangan, tidak mencuci tangan sebelum
makanCminum, dan batuk tidak ditutup.
22
La*&ra!
23
24
25
26