Anda di halaman 1dari 19

Manfaat Radioisotop

Berdasarkan Nama Unsur


No. Nama Unsur Manfaat / Kegunaan
1. Iodium (I-131) - mencari ketidaknormalan pada tiroid / kelenjar tiroid.
- di bidang hidrologi dapat digunakan untuk mengetahui kecepatan
aliran sungai.
2 Iodium (I-123) -disuntikkan pada pasien untuk mengetahui ada tidaknya gangguan
ginjal.
3 Karbon (C-14) -mencari ketidaknormalan yang berhubungan dengan diabetes dan
anemia.
4 Kromium (Cr-51) -keperluan scanning limpa.
5 Selenium (Se-75) -keperluan scanning pankreas.
6 Teknetium (Tc-99) -keperluan scanning tulang dan paru-paru
-scanning kerusakan jantung
-menyelidiki kebocoran saluran air bawah tanah.
7 Ti-201 -mendeteksi kerusakan jantung, digunakan bersama dengan Tc-99.
8 Galium (Ga-67) - keperluan scanning getah bening.
9 Xe-133 -mendeteksi kesehatan paru-paru.
10 Fe-59 -mempelajari pembentukan sel darah merah.
11 Natrium (Na-24) -untuk deteksi penyempitan pembuluh darah/trombosis
-mendeteksi kebocoran saluran air bawah tanah dan menyelidiki
kecepatan aliran sungai
- di bidang kesehatan digunakan untuk mendeteksi gangguan
peredaran darah.
12 Radioisotop Silikon -perunut radioisotop pada proses pengerukan lumpur pelabuhan atau
terowongan.
13 Fosfor (P-32) -di bidang pertanian ddapat digunakan untuk memperkirakan jumlah
pupuk yang diperlukan tanaman.
-di bidang kesehatan dapat digunakan mendeteksi penyakit mata,
tumor dan hati.
14 Karbon (C-14) -mengukur umur fosil hewan, tumbuhan dan manusia (dengan
pengukuran pancaran sinar beta).
15 Uranium (U-238) -menaksir umur batuan.
16 Uranium (U-235) Reaksi berantai terkendali dalam PLTN.
17 Kobalt (Co-60) -mengontrol pertumbuhan beberapa jenis kanker melalui sinar gamma
yang dihasilkan.
18 Isotop
8
O
15
-menganalisis proses fotosintesis pada tanaman.
19 Isotop O-18 -di bidang kimia dapat digunakan sebagai atom tracer / perunut asal
mula molekul air yang terbentuk.
20 K-40 K-40 digunakan bersama-sama dengan dan Ar-40 stabil untuk
mengukur umur batuan, dengan membandingkan konsentrasi K-40 dan
Ar-40 pada batuan.

Manfaat Fungsi-fungsi lain
-membuat varietas tanaman baru yang tahan penyakit dan produktivitas yang tinggi
-pemandulan /sterilisasi serangga pengganggu tanaman
-mendeteksi pemalsuan lukisan atau keramik.
Manfaat Secara Umum
-Tracer (perunut, pencari jejak) untuk berbagai keperluan
-Sumber Tenaga Listrik/PLTN
-Memanfaatkan sinar-sinar radiasinya untuk berbagai keperluan.
Bahaya Roadioaktivitas:
-dapat merusak sel-sel penting seperti sel tulang sumsum /penghasil sel darah, akibat
radiasi tinggi yang tidak terkendali (termasuk juga radiasi sinar gamma)
-dapat merusak/mematikan jaringan atau sel-sel pada makhluk hidup
-dapat merusak/mengubah struktur DNA makhluk hidup
-dapat mengakibatkan tumor atau kanker
-Radon yang terhirup paru-paru memancarkan alpha dapat menimbulkan kerusakan dan
pertumbuhan kanker
-dapat menimbulkan luka bakar (akibat radiasi dosis tinggi).
Catatan:
Silahkan dieksplore lagi berbagai manfaat maupun bahaya radioisotop / radioaktivitas
dalam kehidupan dari berbagai sumber informasi, buku-buku maupun dari internet .
(Fisika Study Center)
Sumber:


Read more: http://fisikastudycenter.com/skl-un-fisika/79-manfaat-dan-bahaya-
radioisotop#ixzz2xVnME8Jz
Manfaat Radioisotop dalam Kehidupan
Manfaat Radioisotop dalam Kehidupan Radiasi dari peluruhan unsur radioaktif
dapat memengaruhi benda dan makhluk hidup. Partikel alfa, beta, dan gamma dapat
menembus ke dalam materi dan mampu mengionisasi atom atau molekul (lihat Gambar
5.8). Hal ini dapat memengaruhi organ tubuh dan bersifat destruktif. Namun demikian,
dengan pengetahuan yang memadai, radiasi dari unsur radioaktif dapat dimanfaatkan
oleh manusia, terutama dalam bidang kedokteran, pertanian, dan industri.

Gambar 5.8 Daya penetrasi sinar alfa, beta, dan gamma terhadap tubuh manusia
1. Manfaat Radioaktif dalam Analisis Kimia
Perunut radioaktif adalah isotop radioaktif yang ditambahkan ke dalam bahan kimia
atau makhluk hidup guna mempelajari sistem. Keuntungan perunut radioaktif yaitu
isotop berperilaku sebagaimana isotop nonradioaktif, tetapi dapat dideteksi dalam
jumlah sangat sedikit melalui pengukuran radiasi yang diemisikannya.
a. Analisis Kesetimbangan Kimia
Tinjau kesetimbangan timbal(II) iodida padat dan larutan jenuhnya yang mengandung
Pb2+(aq) dan I(aq). Persamaannya:
PbI2(s) Pb
2+
(aq) + 2I

(aq)
Ke dalam tabung yang berisi PbI2 padat nonradioaktif tambahkan larutan yang berisi
ion iodida radioaktif hingga jenuh. Kocok campuran dan biarkan beberapa lama. Saring
campuran dan keringkan endapan yang tersaring. Jika dianalisis maka dalam padatan
PbI2 akan terdapat PbI2 yang radioaktif. Hal ini menunjukkan bahwa dalam larutan
jenuh terdapat keadaan setimbang dinamis antara padatan dan ion-ionnya.
b. Mekanisme Fotosintesis
Percobaan menggunakan perunut telah dilakukan sejak tahun 1950 oleh Melvin Calvin
dari Universitas Berkeley untuk menentukan mekanisme fotosintesis tanaman. Proses
keseluruhan fotosintesis melibatkan reaksi CO2 dan H2O untuk menghasilkan glukosa
dan O2.
6CO2(g) + 6H2O(l)
Sinar matahari
C6H12O6(aq) + 6O2(g)
Dalam percobaannya, gas CO2 yang mengandung lebih isotop 14C radioaktif diterpakan
kepada tanaman alga selama satu hari. Selanjutnya, alga diekstrak dengan alkohol dan
air. Senyawa terekstrak dipisahkan dengan kromatografi, selanjutnya diidentifikasi.

Gambar 5.9 Pencacah Geiger Partikel radiasi masuk melalui jendela dan melewati gas
argon. Energi dari partikel mengionisasi molekul gas menghasilkan ion positif dan
elektron yang dipercepat oleh elektrode. Elektron yang bergerak lebih cepat,
menumbuk logam anode dan menimbulkan pulsa arus. Pulsa arus selanjutnya dicacah.
Senyawa yang mengandung 14C radioaktif terdapat dalam zat antara yang dibentuk
selama fotosintesis. Berdasarkan analisis terhadap isotop 14C, Calvin mengajukan
mekanisme atau tahap-tahap reaksi dalam fotosintesis.
c. Titrasi Radiometri
Pada titrasi radiometri, isotop radioaktif dapat digunakan sebagai petunjuk titik akhir
titrasi. Misalnya, pada titrasi penentuan ion Cl

dengan ion Ag
+
membentuk endapan
AgCl. Baik titran maupun cuplikan dapat mengandung komponen radioaktif. Pada awal
titrasi, dalam labu Erlenmeyer yang berisi ion Cl

nonradioaktif tidak terdapat keaktifan.


Setelah ion 110Ag
+
radioaktif ditambahkan ke dalam erlenmeyer dan bereaksi dengan
ion Cl

, membentuk endapan AgCl.


Bagian supernatan (endapan) tidak menunjukkan tanda-tanda keaktifan, tetapi setelah
titik ekuivalen tercapai, kelebihan ion Ag
+
berada dalam larutan, dan secara perlahan
meningkatkan keaktifan. Titik akhir titrasi diperoleh dengan cara ekstrapolasi grafik.
Kelebihan cara analisis titrasi radiometri adalah kepekaannya sangat tinggi. Selain itu,
suhu, pH, kekeruhan, dan yang lainnya tidak memengaruhi penentuan titik akhir titrasi.
d. Analisis Aktivasi Neutron
Analisis aktivasi neutron adalah analisis unsur-unsur dalam sampel yang didasarkan
pada pengubahan isotop stabil oleh isotop radioaktif melalui pemboman sampel oleh
neutron. Untuk mengidentifikasi apakah seseorang itu mati wajar atau diracun dapat
dianalisis berdasarkan runutan unsur dalam rambut. Ini dapat dilakukan dengan cara
menentukan jumlah dan posisi unsur dalam rambut secara saksama sehingga dapat
diketahui penyebab kematian orang itu. Analisis terhadap rambut dapat dilakukan
untuk menentukan zat beracun yang terdapat dalam rambut, misalnya arsen (As). Jika
isotop 75As dibombardir dengan neutron, inti metastabil dari 76Asm akan diperoleh:
33As
75
+ 0n
1
33As
m77

Inti metastabil berada pada keadaan tereksitasi, dan meluruh disertai emisi gamma.
Frekuensi sinar gamma yang diemisikan khas untuk setiap unsur. Selain itu, intensitas
sinar gamma sebanding dengan jumlah unsur yang ada dalam sampel rambut.
Berdasarkan prosedur di atas, dapat diketahui apakah orang itu diracuni arsen atau
mati wajar. Metode ini juga sangat peka sebab dapat mengidentifikasi jumlah arsen
hingga 10
9
g.

Gambar 5.10 Arsen dibombardir dengan neutron menghasilkan arsen metastabil. Untuk
stabil meluruhkan sinar gamma.
2. Manfaat dalam Kedokteran dan Farmasi
Radioisotop pertama yang diterapkan dalam medik adalah untuk terapi penyakit
kanker. Radium226 dan hasil peluruhannya, radon222 digunakan untuk terapi
kanker beberapa tahun setelah penemuan radioaktif, tetapi sekarang radiasi gamma
dari kobalt60 lebih umum digunakan.

Gambar 5.11 (a) Perangkat uji radon dapat digunakan di rumah atau perkantoran. (b)
Kobalt-60 digunakan untuk terapi kanker.
Terapi penyakit kanker merupakan salah satu aplikasi berguna dari isotop radioaktif
dalam medik. Kegunaan lain dari isotop radioaktif adalah diagnosis penyakit (Gambar
5.11a), sterilisasi alat-alat kedokteran (Gambar 5.11b), dan penyelidikan efisiensi kerja
organ tubuh.
a. Efisiensi Kerja Organ Tubuh
Isotop radioaktif diterapkan dalam diagnosis dengan dua cara. Pertama, isotop
digunakan untuk mengembangkan citra internal organ tubuh sehingga fungsinya dapat
diselidiki. Kedua digunakan sebagai perunut dalam analisis jumlah zat, seperti
pertumbuhan hormon dalam darah, yang dapat memberikan data kemungkinan kondisi
penyakitnya. Nuklida 99Tc
m
adalah isotop radioaktif yang sering digunakan untuk
mengembangkan citra internal organ tubuh. Isotop tersebut meluruh disertai emisi
sinar gamma menjadi 99Tc keadaan dasar. Citra dibuat dengan men-scan bagian tubuh
oleh emisi sinar gamma dari 99Tc dan dideteksi secara skintilasi (penyinaran). Gambar
5.12 menunjukkan citra tulang kerangka manusia yang diperoleh dengan isotop 99Tc
m
.

Gambar 5.12 Citra tulang rangka manusia menggunakan 99Tcm.
Teknetium yang menerpa bagian tubuh, setelah scanning segera diekresi oleh tubuh
dan sinar gamma meluruh sampai ke tingkat yang dapat diabaikan oleh tubuh sekitar
sejam. Di rumah sakit, isotop teknetium diproduksi dalam generator teknetium
molibdinum99. Generator mengandung ion molibdat radioaktif, MoO4
2
yang terserap
pada butiran alumina. Isotop99Mo radioaktif sendiri dibuat pada reaktor nuklir.
Isotop 98Mo nonradioaktif dibombardir dengan neutron.
42Mo
98
+ 0n
1
42Mo
99

Selanjutnya, Molibdum radioaktif ini diserapkan pada alumina dan ditempatkan dalam
generator, dan dikirim ke rumah sakit. Ion perteknetat diperoleh ketika isotop 99Mo
dalam MoO4
2
meluruh. Persamaan peluruhannya adalah
42Mo
99
43Tc
m99
-1e
0

Setiap hari ion perteknetat, TcO4

harus dicuci dari generator dengan larutan garam


yang tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis dalam darah. Ion perteknetat
diterapkan untuk mengembangkan citra otak, sedangkan senyawa teknetium yang lain
diterapkan untuk mengembangkan citra organ tubuh yang lain. Senyawa kompleks
teknetium tertentu dapat berikatan dan merusak jaringan hati. Senyawa ini diterapkan
untuk mendiagnosis serangan jantung. Saat ini tengah dikembangkan senyawa isotop
radioaktif dari teknetium yang diharapkan dapat melihat fungsi berbagai organ tubuh
yang lain.
b. Radio Immuno Assay (RIA)
Radio mmuno Assay (RIA) adalah teknik pengembangan terkini untuk menganalisis
darah dan cairan tubuh lain, seperti hormon, steroid, dan antigen dalam jumlah sangat
sedikit. Teknik yang dikembangkan ini bergantung pada ikatan antara zat dengan
antibodi. Antibodi diproduksi dalam hewan sebagai proteksi terhadap zat asing.
Antibodi memproteksi dengan mengikat zat dan mencacah aktivitas biologinya. Metode
yang telah diterapkan adalah analisis insulin dalam cuplikan darah pasien. Sebelum
analisis, larutan insulin yang mengikat antibodi dikembangkan dari hewan secara
laboratorium.

Gambar 5.13 Diagnosis dengan instrumen PET (Positron Emision Tomography) untuk
men-scanning otak.
Kemudian, larutan insulin digabungkan dengan insulin yang mengandung isotop
radioaktif, di mana antibodi terikat pada insulin radioaktif. Sampel yang mengandung
sejumlah insulin tidak dikenal ditambahkan kepada campuran antibodi-insulin
radioaktif. Insulin yang bukan radioaktif mengganti beberapa insulin radioaktif yang
terikat pada antibodi. Akibatnya, antibodi kehilangan sejumlah radioaktivitas.
Hilangnya radioaktivitas dapat dihubungkan dengan jumlah insulin dalam sampel
darah.
Teknik RIA juga digunakan secara luas untuk menentukan Human Placenton actogen
(HPL) pada tahap kehamilan. Informasi tersebut sangat penting dalam bidang
ginekologi sehingga dokter dapat membedakan kehamilan yang normal dan abnormal
sejak dini.

Gambar 5.14 Molekul yang ditandai dengan radioisotop iodin-123, digunakan untuk
mempelajari aliran darah ke otak. Emisi dari 123I dideteksi di sekitar otak Pasien.
3. Aplikasi dalam Industri dan Pertanian
Salah satu aplikasi radioisotop dalam bidang pertanian adalah untuk menentukan
pemakaian pupuk optimum. Berapa kadar pupuk yang harus ditambahkan ke dalam
tanah, dan berapa kadar pupuk yang diserap tanaman. Kadar pupuk optimum dapat
ditentukan dengan menambahkan amonium fosfat berlabel 32P yang memiliki aktivitas
tertentu. Selanjutnya, dilakukan pengukuran aktivitasnya pada akar, daun, batang, atau
bagian lain dari tanaman. Total fosfor yang dibutuhkan tanaman ditentukan melalui
analisis kimia dan penambahan pupuk ditentukan oleh keaktifan yang terukur.
Perbedaan dari kedua pengukuran itu menunjukkan fosfor yang terdapat dalam tanah.
Dari hasil penelitian terbukti bahwa hasil panen jauh lebih melimpah jika penambahan
pupuk fosfat dilakukan pada saat benih disemai atau pada saat 60% pertumbuhan akar.
Oleh karena banyak unsur dapat diaktifkan dengan neutron dan emisi radiasinya
memiliki frekuensi tertentu yang khas maka teknik pencarian sumber alam yang
terdapat dalam kerak bumi banyak melibatkan partikel neutron. Contohnya, pencarian
sumber air dan minyak bumi. Alat bor dilengkapi dengan sumber neutron, diharapkan
dapat menginduksi keradioaktifan terhadap unsur-unsur yang terdapat dalam tanah
pada kedalaman tertentu.

Gambar 5.15 Teknik pencarian sumber alam (air, minyak bumi)
Neutron penginduksi biasanya bersumber dari (Po + Be) dengan peluruhan sekitar 107
neutron per detik dan dirakit, seperti pada Gambar 5.15. Setelah terjadi induksi
keradioaktifan oleh neutron, unsur-unsur sekitar menjadi bersifat radioaktif, dan
memancarkan radiasi gamma dengan energi yang khas untuk setiap unsur. Radiasi
gamma akan tersidik pada detektor sehingga dapat diketahui macam unsur yang ada
dalam tanah itu. Teknik ini secara luas dikembangkan untuk menentukan keberadaan
sumber air atau minyak bumi. Jika terdapat unsur hidrogen, energi gamma yang tersidik
sekitar 2,2 MeV, unsur oksigen sekitar 6,7 MeV, dan unsur karbon sekitar 4,4 MeV.
4. Aplikasi dalam Kepurbakalaan
Pengukuran umur batuan dapat dilakukan melalui pengukuran peluruhan 14C yang
telah membuka tabir sejarah manusia dan prasejarah sekitar 35.000 tahun silam. Isotop
14C dengan waktu paruh 5.730 tahun dihasilkan secara terus-menerus di atmosfer
akibat sinar kosmik. Sinar kosmik berenergi sangat tinggi menyebabkan terjadinya
reaksi inti berenergi tinggi menghasilkan neutron. Neutron tersebut selanjutnya
bertumbukan dengan inti 14N di atmosfer membentuk 14C.
0 n
1
+ 7 N
14
1H
1
+ 6C
14

Isotop 14C masuk ke atmosfer bumi dan bercampur dengan 12C yang stabil membentuk
senyawa, misalnya H14CO3

dalam lautan, 14CO2 di atmosfer. Senyawa tersebut


selanjutnya dikonsumsi oleh tanaman dan hewan, selanjutnya oleh manusia. Jika
tanaman atau hewan mati (misalnya, jika pohon ditebang), pertukaran karbon dengan
sekitarnya berhenti. Oleh karenanya, jumlah 14C yang terdapat dalam tanaman yang
ditebang mulai meluruh. Setelah ratusan bahkan ribuan tahun, tanaman yang mati
sudah menjadi fosil. Melalui pengukuran aktivitas 14C dalam fosil tanaman, umur fosil
itu dapat diramalkan.
Metode pengukuran dengan 14C dikembangkan oleh .F. Libby yang dikalibrasi terhadap
teknik pengukuran umur batuan yang lain (seperti catatan sejarah yang ditulis) dan
hasilnya cukup konsisten. Namun demikian, pembakaran fosil minyak bumi selama satu
abad terakhir dapat meningkatkan produksi isotop 12C di atmosfer, yang tentu dapat
menimbulkan kesukaran dalam menerapkan metode pengukuran dengan 14C pada masa
yang akan datang.
A. Sebagai Perunut
1. Bidang Kedokteran
Digunakan sebagai perunut untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit, antara
lain(Martin S. Silberberg, 2000: 1066):
a. 24Na, mendeteksi adanya gangguan peredaran darah.
b. 59Fe, mengukur laju pembentukan sel darah merah.
c. 11C, mengetahui metabolisme secara umum.
d. 131I, mendeteksi kerusakan pada kelenjar tiroid.
e. 32P, mendeteksi penyakit mata, liver, dan adanya tumor.
2. Bidang Industri
Digunakan untuk meningkatkan kualitas produksi, seperti pada:
a. Industri makanan, sinar gama untuk mengawetkan makanan, membunuh
mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan pada sayur dan buahbuahan.
b. Industri metalurgi, digunakan untuk mendeteksi rongga udara pada besi cor,
mendeteksi sambungan pipa saluran air, keretakan pada pesawat terbang, dan lain-lain.
c. Industri kertas, mengukur ketebalan kertas.
d. Industri otomotif, mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin
bekerja.
3. Bidang Hidrologi
a. 24Na dan 131I, digunakan untuk mengetahui kecepatan aliran air sungai.
b. Menyelidiki kebocoran pipa air bawah tanah.
c. 14C dan 13C, menentukan umur dan asal air tanah.
4. Bidang Kimia
Digunakan untuk analisis penelusuran mekanisme reaksi kimia, seperti:
a. Dengan bantuan isotop oksigen18 sebagai atom perunut, dapat ditentukan asal
molekul air yang terbentuk.
b. Analisis pengaktifan neutron.
c. Sumber radiasi dan sebagai katalis pada suatu reaksi kimia.
d. Pembuatan unsur-unsur baru.
5. Bidang Biologi
a. Mengubah sifat gen dengan cara memberikan sinar radiasi pada gen-gen tertentu.
b. Menentukan kecepatan pembentukan senyawa pada proses fotosintesis
menggunakan radioisotop C14.
c. Meneliti gerakan air di dalam batang tanaman.
d. Mengetahui ATP sebagai penyimpan energi dalam tubuh dengan menggunakan
radioisotop 38F.
6. Bidang Pertanian
a. 37P dan 14C, mengetahui tempat pemupukan yang tepat.
b. 32P, mempelajari arah dan kemampuan tentang serangga hama.
c. Mutasi gen atau pemuliaan tanaman.
d. 14C dan 18O, mengetahui metabolisme dan proses fotosintesis.
7. Bidang Peternakan
a. Mengkaji efisiensi pemanfaatan pakan untuk produksi ternak.
b. Mengungkapkan informasi dasar kimia dan biologi maupun antikualitas pada pakan
ternak.
c. 32P dan 35S, untuk pengukuran jumlah dan laju sintesis protein di dalam usus besar.
d. 14C dan 3H, untuk pengukuran produksi serta proporsi asam lemak mudah menguap
di dalam usus besar.
B. Sebagai Sumber Radiasi
1. Bidang Kedokteran
Digunakan untuk sterilisasi radiasi, terapi tumor dan kanker.
2. Bidang Industri
Digunakan untuk:
a. Perbaikan mutu kayu dengan penambahan monomer yang sudah diradiasi, kayu
menjadi lebih keras dan lebih awet.
b. Perbaikan mutu serat tekstil dengan meradiasi serat tekstil, sehingga titik leleh lebih
tinggi dan mudah mengisap zat warna serta air.
c. Mengontrol ketebalan produk yang dihasilkan, seperti lembaran kertas, film, dan
lempeng logam.
d. 60Co untuk penyamakan kulit, sehingga daya rentang kulit yang disamak dengan cara
ini lebih baik daripada kulit yang disamak dengan cara biasa.
3. Bidang Peternakan
Digunakan untuk:
a. Mutasi gen dengan radiasi untuk pemuliaan tanaman.
b. Pemberantasan hama dengan meradiasi serangga jantan sehingga mandul.
c. Pengawetan bahan pangan dengan radiasi sinar-X atau gama untuk membunuh telur
atau larva.
d. Menunda pertunasan pada bawang, kentang, dan umbi-umbian untuk
memperpanjang masa penyimpanan.
Artikel lainnya: Manfaat dan Penggunaan Formaldehida Manfaat Kegunaan Latihan
Aerobik bagi Tubuh Contoh Manfaat Penggunaan Metanol Manfaat Kesehatan Klorofil
Bagi ManusiaInfeksi akibat Bakteri Gram Negatif dan Penanggulangannya
Updated: 8 March 2014 21:55

http://smakita.net/manfaat-radioisotop-dalam-kehidupan/

B. Manfaaat Radioaktif Dalam Bidang Industri
Manfaat radioaktif dalam bidang industri diantaranya yaitu :

1. Untuk mendeteksi kebocoran pipa.
Radioisotop digunakan untuk mendeteksi kebocoran pipa yang ditanam di dalam tanah
atau dalam beton. Isotop dimasukannya ke dalam aliran pipa, maka kebocoran pipa dapat
dideteksi tanpa penggalian tanah atau pembongkaran beton. Radioisotop yang digunakan
sebagai perunut untuk menguji kebocoran cairan/gas dalam pipa misalnya sedikit
garam
24
NaCl di masukkan kedalam aliran pipa, selanjutnya detektor geiger-Muller
digerakkan mengikuti aliran pipa. Selanjutnya Detektor akan menangkap radiasi pada pipa
yang mengalami kebocoran.

2. Untuk menentukan kehausan atau keroposan yang terjadi pada bagian pengelasan atau
logam.
Jika bagian pengelasan atau logam ini disinari dengan sinar gamma dan dibalik bahan itu
diletakkan film foto maka pada bagian yang terdapat kehausan atau kekeroposan akan
memberikan gambar yang tidak merata.

3. Untuk mengetahui adanya cacad pada material
Pada bidang industri aplikasi baja perlu dianggap bahwa semua bahan selalu
mengandung cacad. Cacad dapat berupa cacad bawaan dan cacad yang terjadi akibat
penanganan yang tidak benar. Cacad pada material merupakan sumber kegagalan dalam
industri baja. Penyebab timbulnya cacad pada material, meliputi desain yang tidak tepat,
proses fabrikasi dan pengaruh lingkungan. Desain yang tidak tepat meliputi pemilihan bahan,
metode pengerjaan panas yang tidak tepat dan tidak dilakukannya uji mekanik. Proses
fabrikasi meliputi keretakan karena penggrindaan, cacad proses fabrikasi dan cacad
pengelasan. Kondisi operasi lingkungan meliputi korosi. Untuk mengetahui adanya cacad
pada material maka digunakan suatu pengujian material tak merusak yang salah satunya
adalah dengan metode radiografi sinar gamma.
Teknik radiografi merupakan salah satu metode pengujian material tak-merusak yang
selama ini sering digunakan oleh industri baja untuk menentukan jaminan kualitas dari
produk yang dihasilkan. Teknik ini adalah pemeriksaan dengan menggunakan sumber radiasi
(sinar-x atau sinar gamma) sebagai media pemeriksa dan film sebagai perekam gambar yang
dihasilkan. Radiasi melewati benda uji dan terjadi atenuasi dalam benda uji. Sinar yang akan
diatenuasi tersebut akan direkam oleh film yang diletakkan pada bagian belakang dari benda
uji. Setelah film tersebut diproses dalam kamar gelap maka film tersebut dapat dievaluasi.
Bila terdapat cacad pada benda uji maka akan diamati pada film radiografi dengan melihat
perbedaan kehitaman atau densitas.
Pemilihan sumber radiasi berdasarkan pada ketebalan benda yang diperlukan karena daya
tembus sinar gamma terhadap material berbeda. Pada sumber pemancar sinar gamma
tergantung besar aktivitas sumber. Sedangkan pemilihan tipe film sangat mempengaruhi
pemeriksaan kualitas material. Film digunakan untuk merekam gambar material yang
diperiksa. Pemilihan tipe film yang benar akan menghasilkan kualitas hasil radiografi yang
sangat baik. Pada umumnya kita mengenal dua macam jenis film, yaitu film cepat dan film
lambat. Pada film cepat butir-butirannya besar, kekontrasan dan definisinya kurang baik.
Sedangkan pada film lambat butir-butirannya kecil, kekontrasan dan definisinya lebih baik.
Penentuan jarak sumber ke film (SFD) juga mempengaruhi hasil kualitas film radiografi.
Penghitungan SFD yang tidak benar mempengaruhi tingkat kehitaman atau density hasil film
radiografi sehingga akan mempengaruhi tingkat sensitivitas atau tingkat ketelitian.

4. Pemeriksaan tanpa merusak.
Radiasi sinar gamma dapat digunakan untuk memeriksa cacat pada logam atau
sambungan las, yaitu dengan meronsen bahan tersebut. Tehnik ini berdasarkan sifat bahwa
semakin tebal bahan yang dilalui radiasi, maka intensitas radiasi yang diteruskan makin
berkurang, jadi dari gambar yang dibuat dapat terlihat apakah logam merata atau ada bagian-
bagian yang berongga didalamnya. Pada bagian yang berongga itu film akan lebih hitam.

5. Mengontrol ketebalan bahan
Ketebalan produk yang berupa lembaran, seperti kertas film atau lempeng logam
dapat dikontrol dengan radiasi. Prinsipnya sama seperti diatas, bahwa intensitas radiasi yang
diteruskan bergantung pada ketebalan bahan yang dilalui. Detektor radiasi dihubungkan
dengan alat penekan. Jika lembaran menjadi lebih tebal, maka intensitas radiasi yang diterima
detektor akan berkurang dan mekanisme alat akan mengatur penekanan lebih kuat sehingga
ketebalan dapat dipertahankan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Radioisotop sebagai unsur yang mempunyai sifat memancarkan radiasi memang berpotensi
berbahaya bagi manusia apabila penanganannya tidak mengikuti aturan dan ketentuan tentang
proteksi radiasi. Namun apabila radioisotop ini didayagunakan, maka akan memberikan
manfaat bagi manusia dalam berbagai bidang salah satunya dalam industri, misalnya
radioaktif digunakan untuk mendeteksi kebocoran pipa, menentukan kehausan atau
keroposan yang terjadi pada bagian pengelasan atau logam, mengetahui adanya cacad pada
material, dan mengontrol ketebalan bahan.
Pengenalan radioisotop bagi kehidupan umat manusia dimaksudkan untuk kesejahteraan
manusia, dan bukan untuk mengancam kehidupan manusia.


DAFTAR PUSTAKA

Ahmad,h. Kimia Unsur dan Radiokimia(ed). Pt.Cipta Adtya Bakti. Bandung (2005), hal. 215
http://ferdianaelektromekanik.2007.blogspot.com/2011/detektor-geiger-muller-tujuan
pada.html

www.google.com/aplikasiradioaktifdalambidangindustri

http://anitapartupeker.blogspot.com/2013/09/radioaktif-dalam-bidang-
industri.html

3. PENERAPAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
A. Di bidang Kedokteran
Di bidang kedokteran teknologi ini telah lama dimanfaatkan. Radioisotop
Teknesium-99m (Tc-99m) merupakan radioisotop primadona yang mendekati ideal
untuk mencari jejak di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan radioisotop ini memiliki waktu
paro yang pendek sekitar 6 jam sehingga intensitas radiasi yang dipancarkannya
berkurang secara cepat setelah selesai digunakan. Radioisotop ini merupakan pemancar
gamma murni dari jenis peluruhan electron capture dan tidak memancarkan radiasi
partikel bermuatan sehingga dampak terhadap tubuh sangat kecil. Selain itu, radioisotop
ini mudah diperoleh dalam bentuk carrier free (bebas pengemban) dari radioisotop
molibdenum-99 (Mo-99) dan dapat membentuk ikatan dengan senyawa-senyawa
organik. Radioisotop ini dimasukkan ke dalam tubuh setelah diikatkan dengan senyawa
tertentu melalui reaksi penandaan (labelling). Di dalam tubuh, radioisotop ini akan
bergerak bersama-sama dengan senyawa yang ditumpanginya sesuai dengan dinamika
senyawa tersebut di dalam tubuh. Dengan demikian, keberadaan dan distribusi senyawa
tersebut di dalam tubuh yang mencerminkan beberapa fungsi organ dan metabolisme
tubuh dapat dengan mudah diketahui dari hasil pencitraan. Pencitraan dapat dilakukan
menggunakan kamera gamma. Radioisotop ini dapat pula digunakan untuk mencari
jejak terjadinya infeksi bakteri, misalnya bakteri tuberkolose, di dalam tubuh dengan
memanfaatkan terjadinya reaksi spesifik yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
Terjadinya reaksi spesifik tersebut dapat diketahui menggunakan senyawa tertentu,
misalnya antibodi, yang bereaksi secara spesifik di tempat terjadinya infeksi. Beberapa
saat yang lalu di Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR) BATAN telah berhasil
disintesa radiofarmaka bertanda teknesium-99m untuk mendeteksi infeksi di dalam
tubuh. Produk hasil litbang ini saat ini sedang direncanakan memasuki tahap uji klinis.
Dengan menyuntikkan oksida Tc-99, unsur radioaktif ini akan mengalir
mengikuti darah. Bagian tubuh yang tidak terdapat tumor tidak akan menyerap unsur
itu, sedangkan bagian tubuh yang terkena tumor akan menyerap unsur itu. Dengan
begitu di daerah yang terdapat tumor, keaktifan radioisotop lebih besar dibandingkan
dengan daerah lain yang sehat. Hal ini menyebabkan daerah yang terdapa tumor mudah
dilacak atau dirunut.
Radioisotop sebagai perunut juga digunakan untuk mencari bagian yang
mengalami penyempitan pada pembuluh darah yang disebut trombosit. Pasien yang
akan diperiksa disuntik dengan radioisotop natrium. Darah akan mengalirkan isolop ini
ke selurun bagian tubuh. Bagian yang mengalami penyempitan darah akan mempunyai
jumlah natrium yang berbeda dengan bagian lain yang sehat. Dengan menggunakan
detektor radioaktif dapat diketahui bagian yang terkena penyempitan.
Radioisotop juga dapat digunakan untuk mempelajari kecepatan penyerapan suatu
unsur oleh kelenjar misalnya kelenjar gondok yang ada dalam tubuh. Unsur yang
digunakan adalah iodium yang bersifat radioaktif sebagai radioisotop.

B. Di bidang Industri
Di bidang industri, radioisotop sebagai pencari jejak dimanfaatkan di berbagai
pengujian. Kebocoran dan dinamika fluida di dalam pipa pengiriman gas maupun cairan
dapat dideteksi menggunakan radioisotop. Zat yang sama atau memiliki sifat yang sama
dengan zat yang dikirim diikutsertakan dalam pengiriman setelah ditandai dengan
radioisotop. Keberadaan radioisotop di luar jalur menunjukkan terjadinya kebocoran.
Keberadaan radioisotop ini dapat dicari jejaknya sambil bergerak dengan cepat,
sehingga pipa transmisi minyak atau gas bumi dengan panjang ratusan bahkan ribuan
km dapat dideteksi kebocorannya dalam waktu relatif singkat. Radioisotop dapat
digunakan pula untuk menguji kebocoran tangki penyimpanan ataupun tangki reaksi.
Pada pengujian ini biasanya digunakan radioisotop dari jenis gas mulia yang inert (sulit
bereaksi), misalnya Xenon-133 (Xe-133) atau Argon-41 (Ar-41), agar tidak
mempengaruhi zat atau proses kimia yang terjadi di dalamnya.
Di Pusat Radioisotop darn Radiofarmka BATAN telah berhasil dibuat Argon-41
untuk perunut gas, Brom-82 dalam bentuk KBr untuk perunut cairan berbasis air dan
brom-82 dalam bentuk dibromo benzena untuk perunut cairan organik.
Radioisotop dapat juga dimanfaatkan untuk menemukan bagian pipa-pipa air
yang bocor. Cara yang digunakan adalah dengan memasukkan unsur radioaktif ke dalam
aliran air. Di daerah yang bocor, air akan mengumpul, begitu juga dengan unsur
radioaktif yang dilewatkan air.

C. Di bidang Pertanian
Aplikasi radioisotop si pencari jejak ini di bidang pertanian tidak kalah
menariknya. Radioisotop dapat digunakan untuk merunut gerakan pupuk di sekitar
tanaman setelah ditabur. Gerakan pupuk jenis fosfat, dari tanah sampai ke dalam
tumbuhan dapat ditelusuri dengan mencampurkan radioisotop fosfor-32 (P-32) ke
dalam senyawa fosfat di dalam pupuk. Dengan cara ini dapat diketahui pola penyebaran
pupuk dan efektifitas pemupukan.
Radioisotop dapat juga digunakan untuk membuat benih tumbuhan dengan sifat
yang lebih unggul dari induknya. Penyinaran radioaktif ke tanaman induk akan
menyebabkan ionisasi pada berbagai sel tumbuhan. lonisasi ini menyebabkan turunan
berikutnya mempunyai sifat yang berbeda dengan induknya. Kekuatan radiasi diatur
sedemikian rupa agar diperoleh sifat turunan yang unggul.

D. Di bidang Arkeologi
Di bidang arkeologi, radioisotop memiliki peran yang masih sulit digantikan oleh
metode lain. Radioisotop berperan dalam menentukan usia sebuah fosil. Usia sebuah
fosil dapat diketahui dari jejak radioisotop karbon-14. Ketika makhluk hidup masih
hidup, kandungan radioisotop karbon-14 dalam keadaan konstan, sama dengan
kandungan di atmosfer bumi yang terjaga konstan karena pengaruh sinar kosmis pada
sekitar 14 dpm ( disintegrations per minute) dalam 1 gram karbon. Hal ini dikarenakan
makhluk hidup tersebut masih terlibat dalam siklus karbon di alam. Namun, sejak
makhluk hidup itu mati, dia tidak terlibat lagi ke dalam siklus karbon di alam. Sebagai
akibatnya, radioisotop karbon-14 yang memiliki waktu paro 5730 tahun mengalami
peluruhan terus menerus. Usia sebuah fosil dapat diketahui dari kandungan karbon-14
di dalamnya. Jika kandungan tinggal separonya, maka dapat diketahui dia telah berusia
5730 tahun.

E. Di bidang Pertambangan
Radioisotop memberikan manfaat besar pula di bidang pertambangan. Pada
pertambangan minyak bumi, radioisotop membantu mencari jejak air di dalam lapisan
batuan. Pada pengeboran minyak bumi biasanya hanya sebagian dari minyak bumi yang
dapat diambil dengan memanfaatkan tekanan dari dalam bumi. Jika tekanan telah habis
atau tidak cukup, diperlukan tekanan tambahan untuk mempermudah pengambilannya.
Penambahan tekanan ini dapat dilakukan dencan cara membanjiri cekungan minyak
dengan air yang dikenal dengan flooding. Air disuntikkan ke dalamnya melalui
pengeboran sumur baru. Pada proses penyuntikan air ini perlu kepastian bahwa air yang
dimasukkan ke dalam lapisan batuan benar-benar masuk ke cekungan minyak yang
dikehendaki. Di sini lah radioisotop memainkan peran. Radioisotop kobal-57, kobal-58
dan kobal-60 dalam bentuk ion komplek hexacyanocobaltate merupakan solusinya. Ion
ini akan bergerak bersama-sama dengan air suntikan sehingga arah gerakan air tersebut
dapat diketahui dengan mendeteksi keberadaan radioisotop kobal tersebut. Radiosotop
kobal-60 dalam bentuk hexacyanocobaltate telah berhasil dibuat di Kawasan Puspiptek
Serpong Tangerang dan siap untuk didayagunakan.


F. Di bidang Kimia
Radioisotop telah memberikan kontribusi pula di bidang penelitian kimia,
utamanya dalam menelusuri mekanisme reaksi. Radioisotop-radioisotop dari unsur
hidrogen, karbon, nitrogen dan sebagainya telah memainkan peran dalam menjelaskan
berbagai mekanisme reaksi pada reaksi-reaksi senyawa organik.

G. Di bidang Kesenian
Radioisotop dapat juga digunakan untuk mengetahui pemalsuan lukisan. Seorang
pemalsu akan menggunakan cat yang dibuat pada abad sekarang. Dengan mengetahui
banyaknya unsur radioaktif pada cat akan diketahui umur lukisan tersebut sebenarnya.

4.DAMPAK NEGATIF
Kita telah mengetahui beberapa kegunaan radioisotop bagi kesejahteraan
manusia, karena radioisotop juga memiliki dampak negatif.
Radiasi yang dipancarkan oleh sinar radioaktif dapat merusak sel, menyebabkan
kelainan pada sel, dan bahkan mematikan sel mahluk hidup Beberapa efek negatif
radiasi unsur radioaktif terhadap manusia sebagai berikut :
1. Radiasi unsur radioaktif dapat merusak jaringan sel
2. Radiasi unsur radioaktif dapat menurunkan kekebalan tubuh terhadap penyakit
3. Radiasi unsur radioaktif dapat menyebabkan kerusakan kulit dan sistem saraf.
http://ulumuddin-fahmi.blogspot.com/2012/05/radioisotop.html
Dampak Negatif Penggunaan Radioisotop
Lagaida A. Ratri No comments
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Radiasi yang dipancarkan oleh unsur radioaktif dapat menyebabkan beberapa kerusakan pada organ
tubuh manusia, misalnya :

1. Kerusakan karena efek somatik
Efek somatik akibatnya akan tampak dalam kurun waktu yang relatif dekat. Yang termasuk di
dalamnya antara lain kerusakan pada sistem saraf, sistem pencernaan, sumsum tulang/sel-sel darah,
organ reproduksi, kelenjar thyroid, mata, paru-paru, dan ginjal.

2. Kerusakan karena efek tertunda
Efek tertunda, atau sering disebut dengan efek stokastik, memerlukan waktu yang lama untuk dapat
diketahui akibatnya. Karena tenggang waktu yang lama, maka tidak mudah untuk menentukan
apakah kelainan yang terjadi pada organ tubuh tersebut merupakan akibat dari radiasi atau karena
sebab lainnya.

Beberapa bentuk efek tertunda akibat radiasi antara lain neoplasma (perubahan bentuk atau
perubahan pertumbuhan sel karena radiasi), katarak yang dipengaruhi pula oleh faktor usia dan dosis
radiasi, kemandulan, baik kemandulan permanen maupun kemandulan parsial, berkurangnya usia
harapan hidup, dan hambatan pada pertumbuhan (besarnya hambatan dipengaruhi oleh faktor umur
janin dan dosis radiasi yang diterima).

3. Kerusakan karena efek genetik
Efek genetik disebut juga dengan heredity effects. Efek radiasi, khususnya radiasi nuklir,
menyebabkan terjadinya mutasi gen. Hal ini sesuai teori yang mengatakan bahwa kromosom dalam
sel memang dapat berubah atau mengalami mutasi.
http://hellomyinterest.blogspot.com/2012/12/dampak-negatif-penggunaan-radioisotop.html


Dampak dan Pemanfaatan Radioisotop
Kerusakan karena efek somatic
Akibatnya akan tampak dalam kurun waktu yang relatif dekat.
Seperti kerusakan sistem saraf, sistem pencernaan, sumsum tulang/sel-sel darah, organ
reproduksi, kelenjar thyroid, mata, paru-paru, dan ginjal.
Kerusakan karena efek tertunda
Merupakan ganguan bentuk efek tertunda akibat radiasi
Neoplasma
katarak
Kemandulan
berkurangnya usia harapan hidup
hambatan pada pertumbuhan
Kerusakan karena efek genetika
Menyebabkan terjadinya mutasi gen, sesuai teori yang mengatakan bahwa kromosom dalam
sel memang dapat berubah atau mengalami mutasi.

http://yuninurmilasarilifestory.blogspot.com/2013/06/radioisotop.html