Anda di halaman 1dari 7

Pengaruh Pembelahan Sel pada Bagian-bagian Tubuh

Manusia
Chatrine Wijanarko
102012158
Fakultas Kedokteraan Universitas kristen Krida Wacana
Jl.Arjuna Utara No.6 Jakarta 11510
Chatrine.wijanarko@yahoo.com


Pendahuluan
I . Latar belakang
Pembelahan sel adalah suatu proses dimana material seluler dibagi kedalam dua sel
anak. Ada dua macam pembelahan sel, yaitu pembelahan secara langsung amitosis dan
pembelahan secara tidak langsung mitosis dan meiosis. Sel-sel mengalami pembelahan
melalui serangkaian proses yang terjadi berulang kali dari pertumbuhan ke pembelahan, yang
dikenal sebagai siklus sel, siklus sel terdiri atas lima fase utama : G1, S, G2, mitosis, dan
sitokinesis.
Sel-sel tersebut juga memiliki kemampuan yang berbeda-beda melakukan pembelahannya,
ada sel-sel yang mampu melakukan pembelahan secara cepat, ada yang lambat dan ada juga
yang tidak mengalami pembelahan sama sekali setelah melewati masa pertumbuhan tertentu,
misalnya sel-sel germinatikum kulit mampu melakukan pembelahan yang sangat cepat untuk
menggantikan sel-sel yang rusak atau mati. Akan tetapi sel-sel yang ada pada organ hati
melakukan pembelahan dalam waktu tahunan, atau sel-sel saraf pada jaringan saraf yang
sama sekali tidak mampu melakukan pembelahan setelah usia tertentu. Sementara itu
beberapa jenis bakteri mampu melakukan pembelahan hanya dalam hitungan jam, sehingga
hanya dalam waktu beberpa jam saja dapat dihasilkan ribuan, bahan jutaan sel bakteri.
Istilah sel sendiri pertama kali diperkenalkan oleh seorang ilmuawan inggris bernama Robert
hooke pada tahun 1665. Hasil pengamatan Robert hooke menunjukan adanya ruang-ruang
kecil yang strukturnya mirip sarang lebah pada sayatan penampang gabus. Robert hooke
menamai ruang-ruang kecil itu sel (dari bahasa yunani, yaitu cella atau cellula yang berarti
ruang atau kamar yang kecil).
Sebelum Robert hooke, seorang ilmuwan berkebangsaan belanda yang bernama Anthony
Van Leeuwenhoek (1632-1723), merupakan orang yang pertama kali meneliti organisme
mikroskopis pada tetesan air kolam menggunakan mikroskop sederhana. Organisme
mikroskopis itu dinamakan animakula (animalcules). Pengetahuan tentang sel terus
berkembang, bukan hanya mengungkapkan asal usul dan bentuk sel, tetapi juga komponen
sel. Robert brown (1773-1858) menemukan inti di dalam sel tanaman anggrek yang
selanjutnya diberi nama nucleus. Johannes E. Purkiye (1787-1858) memperkenalkan istilah
protoplasma (dari bahasa yunani protos yang berarti pertama dan plasma yang berarti
pembentukan). Tahun 1838, Mathias J. Scheiden (1804-1882), seorang ahli botani
berkebangsaan jerman, menyatakan bahwa tubuh tumbuhan tersusun atas sel. Secara terpisah,
pada tahun 1839, Theodore Schwann (1810-1882), seorang ahli zoology berkebangsaan
jerman menyatakan bahwa tubuh hewan tersusun atas sel. Schwann kemudian mengusulkan
dua asas yang dikenal sebagai teori sel sebagai berikut.
1. Semua organisme terdiri atas sel
2. Sel merupakan unit organisasi kehidupan. Sepuluh tahun kemudian, Rudolf Virchow
(1821-1895) ilmuwan jerman yang mempelajari reproduksi sel, mengusulkan asas
ketiga teori sel.
3. Semua sel berasal dari sel yang telah ada sebelumnya (omnis cellula e cellula).
Tambahan pula, Louis Pasteur (1822-1895) mengemukakan teori biogenesis. Yang
menyatakan bahwa setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya
(omnum vivum e vivo).
Berdasarkan penelitian-penelitian para ilmuwan tersebut dapat diambil keseimpulan bahwa
sel merupakan kesatuan struktural, fungsional, dan herediter makhluk hidup.
1
II . Tujuan
1. Meningkatkan pengetahuan tentang pembelahan sel
2. Mengahui pengaruh pembelahan sel pada tubuh manusia

Isi
Skenario
Pelajaran di sekolah hari ini tentang bagaimana pertumbuhan dann perkembangan yang
terjadi pada tubuh manusia. Novi dan teman-temannya mendapat tugas untuk mengamati
mengapa rambut,kuku, dan bagian tubuh yang lain dapat mengalami pertumbuhan dan
perkembangan. Apakah hubungannya dengan proses pembelahan sel yg terjadi didalam
tubuh.
Rumusan Masalah
Proses pembelahan sel dalam pertumbuhan dan perkembangan rambut,kuku, dan bagian
tubuh lain pada manusia.

1 . Sel Prokariotik
Sel prokariotik adalah sel tanpa membran inti. Sel prokariotik berukuran 1 10 m. Sel ini
memiliki materi genetik berupa DNA yang tidak di bungkus dengan membran inti. DNA
pada sel prokariotik berbentuk sirkuler atau disebut nukleoid. Diluar nukleoid terdapat juga
DNA sirkuler lain dengan ukuran yang lebih kecil yang disebut plasmid. contoh sel
prokariotik adalah Cyanobacteria dan sel bakteri.
2
2 . Sel Eukariotik
Sel eukariotik adalah sel yang memiliki membran inti, sehingga terjadi pemisahan antara inti
sel dan sitoplasma. Kesatuan inti sel dan sitoplasma pada sel eukariotik disebut protoplasma.
Sel eukariotik berukuran 10-100 m. Nateri genetik (DNA) berada di dalam inti sel yang
dibungkus oleh membran inti. Sel eukariotik memiliki sejumlah organel yang masing-masing
memiliki fungsi spesifik. Contoh sel eukariotik yaitu sel hewan dan sel tumbuhan.
2


3 . Deferensiasi sel
Deferensiasi sel dibagi menjadi 2 yaitu
a. Regenerasi sel adalah proses pertumbuhan dan perkembangan sel yang bertujuan untuk
mengisi ruang tertentu pada jaringan atau memperbaiki bagian yang rusak.
b. Deferensiasi sel adalah proses pematangan suatu sel menjadi sel yang spesifik dan
fungsional , terletak pada posisi tertentu didalam jaringan , dan mendukung fifiologis
hewan . mislanya sebuah stem cell mampu berdiferensiasi menjadi sel kulit.

Pengekspresian gen mempengaruhi jumlah sel,jenis sel,bahkan lokasi sel, oleh karena itu
,sel hewan memiliki 4 Proses esensial pengkonstruksian embrio yang di atur oleh ekspresi
gen sebagai berikut:
a. Proliferasi sel : mengahsilkan banyak sel dari satu sel.
b. Spesialisasi sel : menciptakan sel dengan karakteristik berbeda pada posisi yang
berbeda.
c. Interaksi sel : mengkoordinasi perilaku sebuah sel dengan sel tetangganya.
d. Pergerakan sel : menyusun sel untuk membentuk struktur jaringan dan organ.

4 . Mitosis
Pada mitosis, bahan inti sel terbagi sedemikina rupa sehingga dari satu sel dihasilkan dua
buah sel anakan yang masing-masing memiliki sifat-sifat genetik sama. Mitosis berlangsung
pada semua sel, kecuali pada sel-sel yang akan menjadi sel kelamin. Mitosis dibedakan atas 5
fase ialah interfase, profase, metafase, anafase dan telofase.
Agar supaya kita mudah mengikuti jalannya pembelahan inti, sebaiknya kita menggunakan
sebuah sel yang intinya mengandung 4 kromosom saja, yang semuanya berbentuk batang
lurus. Dua kromosom (yaitu satu panjang dan satu pendek) berasal dari ibu, sehingga
membawa bahan genetik dari ibu. Dua kromosom lainnya yang diarsir (yang satu panjang
dan yang satu pendek)) berasal dari ayah, sehingga membawa bahan genetik dari ayah.
Dua kromosom yang panjang adalah serupa satu sama lain, demikian pula yang pendek. Satu
pasang kromosom yang serupa dinamakan kromosom homolog. Jadi sel yang mengandung 4
kromosom itu memiliki dua pasang kromosom homolog.
4
Pembelaha mitosis menghasilkan dua sel anakan, setiap sel anakan memiliki jumlah
kromosom yang sama dengan sel induknya. Terjadi pada makhluk hidup bersel banyak,
melewati tahapan atau fase, yaitu PMAT (profase, metaphase, anaphase, telofase) sifat sel
anak sama persisi dengan sel induk , dan setiap sel induk menghasilkan 2 sel anak.
5
Tahap-tahap pembelahan mitosis sebagai berikut :
- Interfase : fase ini adalah periode pertumbuhan, ketika sintesis protein terjadi. Pada
akhir interfase , kromosom tereplikasi dalam persiapan untuk mitosis, dalam interfase
sel mengadakan pertumbuhan , aktivitas metabolisme , dan pembelahan kromosom.
Interfase membutuhan waktu 90% dari seluruh waktu reproduksi sel. Interfase dibagi
menjadi 3 tahapan yaitu :
a. Fase G1 (G=gap)
Pada fase ini, sel akan aktif tumbuh. Pertumbuhan sel di tandai oleh
bertambahnya sitoplasma, organela dan sintesis bahan-bahan yang
dibutuhkan untuk fase S.
b. Fase S (S=sintesis)
Pada fase S terjadi replikasi (perbanyakan jumlah DNA dan sintesis). Fase
ini sangat menentukan mitosis akan terulang atau tidak.
c. Fase G2
Pada fasi ini benang-benang gelendong (spindel) disintesis dan jumlah DNA
sudah berlipat setelah interfase selesai akan diikuti oleh mitosis
(kariokinesis) dan pembelahan sel (sitokinesis).
- Profase : Pada permulaan profase kromosom-kromosom menjadi lebih pendek dan
tebal. Pada akhir profase mulai terbentuklah benang-benang gelendong inti pada
masing-masing kutub sel yang letaknya berlawanan. Berikut tahap-tahap terjadinya
profase :
a. Pertama serat-serat kromatin menjadi terkumpar lebih rapat, terkondensasi
menjadi kromosom diskret yang dapat diamati dengan mikroskop
cahaya,nukleolus lenyap .
b. Setiap kromosom terduplikasi tampak sebagai 2 kromatid saudara identik
yang tersambung pada sentromernya dan sepanjang lengannya oleh
kohesin(kohesi kromatid saudara).
c. Gelendong mitotik mulai terbentuk. Gelendong ini terdiri atas sentrosom dan
mirkotubulus yang menjulur dari sentosom.
d. Sentrosom-sentrosom bergerak saling menjauhi, nampaknya didorong oleh
mikrotubulus yang memanjang di antaranya.
- Metafase : Pada fase ini semua kromosom bergerak menempatkan diri di bidang
ekuator (di bagian tengah) dari sel. Dinding inti sel menghilang. Pada akhir metafase
sentromer membelah dan ujung benang gelendong inti mencapai kromosom dan
memegang sentromer.tahap-tahapnya adalah :
a. Sentrosom kini berada pada kutub-kutub sel yang bersebrangan.
b. Kromosom berjejer pada lempeng metafase , bidang khayal yang berada
dipertengahan jarak antara kedua kutub gelendong . sentromer-sentromer
kromosom berada dilempeng metafase.
c. Untuk setiap kromosom , kinetokor kromatid saudara melekat ke
mikrotubulus kinetokor yang berasal dari kutub yang bersebrangan.
- Anafase : Pembelahan sentromer tadi dapat juga berlangsung pada permulaan
anafase. Benang gelendong inti memendek, sehingga pembelahan sentromer masing-
masing bergerak ke kutub sel yang berlawanan dengan membawa kromatid.tahap-
tahap nya sebagai berikut :
a. Sentromer mengganda, sehingga setiap kromatid memiliki sentromer
sendiri-sendiri.
b. Kromatid yang berasal dari satu kromosom kemudian terpisah dan pindah
kekutub bersebrangan
c. Sementara itu ,sel sendiri jadi memanjang menurut poros serat gelendong.
d. Bergeraknya kromatid ke kutub bersebrangan inti diduga oleh peranan
mikrotubul dan mikrofilamen yang memendek dan memanjang.
e. Mikrotubul yang menggantung kromosom memendek,sedangkan yang
menghubungkan kedua kutub memanjang, mengakibatkan sel jadi ikut
panjang pula.
- Telofase : Pada fase ini pembelahan telah selesai, terbentuk lagi dinding inti. Setelah
menjadi dua sel asnakan, masing-masing memiliki inti yang mengandung 4
kromosom dengan bahan genetik yang sama dengan asalnya.tahap-tahapnya:
4

a. Selama awal telofase, kromosom mulai merenggamg, menjadi massa
kromatin sekali lagi.
b. Fragmen selubung inti yang aslli terpasang kembali disekitar masing-
masing kromatin yang ada.
c. Sebuah anak inti muncul kembali didalam setiap inti.
d. Diluar inti sel, serat-serat gelendong mulai terpecah.
e. Pada akhir telofase , sebagian besar mikrotubul rerpasang kembali
membentuk sitoskeleton.
- Sitokinesis : Sitokinesis atau pembelahan sel, berbeda hasilnya pada sel hewan dan
sel tumbuhan. Struktur protein(mikrofilamen) membentuk cincin disekitar
ekuator,ketika mikrofilamen bergerak , mikrofilamen mengencangkan membran
plasma untuk membentuk kurva atau lipatan diekuator, cekungan terbentuk oleh
invaginasi didaerah bidang ekuator dari kedua sisi yang makin lama makin
dalam,sampai bertemu dengan mikrotubul serat gelendong.cmikrotubul ikut membuat
lipatan bersama mikrofilamen , sementara itu terbentuk vesikula dibidang ekuator
,pada akhir sitokinesis ,lipatan menjadi begitu dalam sehingga membagi membran
plama menjadi setengah , membentuk dua sel baru.

5 . Meiosis
Zigot adalah hasil persatuan dua gamet yang berlainan kelaminnya. Berhubung dengan itu
gamet memiliki separoh dari jumlah kromosom yang dimiliki zigot, sehingga gamet
dikatakan bersifat haploid (memiliki n kromosom) sedangkan zigot bersifat diploid (memiliki
2n kromosom).
Oleh karena jumlah kromosom dari suatu spesies itu akan tetap dari satu generasi ke generasi
berikutnya, maka jumlah kromosom dalam gamet haros diparoh. Sel tubuh manusia memiliki
46 kromosom, sehingga sel kelaminnya hanya memiliki 23 kromosom. Proses pembentukan
sel kelamin ini melalui pembelahan inti secara meiosis.
4

Pembelahan meiosis menghasilkan empat sel anakan yang masing-masing mengandung
jumlah sel separuh dari sel induknya. Pembelahan ini terjadi pada makhluk hidup yang
berkembang biak secara generative. Sifat sel anak berbeda dengan sel induk. Sel induk
bersifat diploid, sedangkan sel anak bersifat haploid. Jumlah sel anak yang dihasilkan
setengah dari sel induk dan melalui dua kali tahapan pembelahan.
2

Meiosis berlangsung dalam dua tingkatan, yaitu meiosis I dan meiosis II.
a.Meiosis I
3

Profase I
Oleh karena profase dari meiosis I berlangsung lama, maka fase ini di bedakan atas 5
stadia, yaitu leptotema, zigonema, perkhinema, diplema, dan diakinesis. Tiap stadium
ditandai dengan aktivitas kromosom yang berlainan.
1. Leptonema. Kromosom diploid yang jumlahnya 4 tampak sebagai benang panjang,
tunggal dan tipis.
2. Zigonema. Ke empat kromosom itu saling berdekatan dan membentuk pasangan yang
disebut sinapsis.
3. Parkhinema. Kromosom menjadi pendek dan tebal.
4. Diplonema. Masing-masing kromosom membelah memanjang sehingga terbentuk
kromatid. Empat kromatid itu dinamakan tetrad.
5. Diakinesis. Kromatid-kromatid yang tak serupa (artinya dari sentromer yang
berlainan) dapat bersilang. Tempat persilangan ini disebut khiasama (jamak;
khiasamata). Di tempat khiasma itu kromatid akan putus dan segmen dari satu
kromatid akan bersambungan dengan potongan segmen kromatid yang lain. Peristiwa
penukaran segmen dari kromatid yang tak serupa (nonsister chromatids) dalam
kromosom homolog itu dinamakan pindah silang (crossing over). Dengan adanya
pindah silang, maka terjadilah penukaran gen-gen, sehingga terbentuk kombinasi
baru.


Metafase I
Diakinesis dilanjutkan dengan metafe I, dimana kromosom-kromosom yang masih
berpasangan menempatkan diri di bidang ekuator dari sel. Dinding inti menghilang.
Kromosom-kromosom masih dalam keadaan diploid.
Anafase I
Kromosom-kromosom bergerak ke kutub sel yang berlawanan
Telofase I
Terbentuklah dua sel anakan, masing-masing memiliki separoh dari jumlah sel asalnya.
Terjadilah pembelahan reduksi karena setiap sel anakan memiliki satu kromosom dari tiap
pasangan kromosom homolog. Dinding sel timbul kembali.
b.Meiosis II
3

Metafase II
Dinding inti menghilang lagi dan di bagian kutub dari setiap sel anakan terbentuk benang
gelendong inti lagi. Kromosom-kromosom menempatkan diri di bidang ekuator dari sel.
Sentromer membelah dan pasangan kromosom homolog (semula disebut kromatid)
memisahkan diri.
Anafase II
Kromosom-kromosom bergerak ke masing-masing kutub sel.
Telofase II
Ini merupakan fase terakhir dari meiosis II. Terbentuklah 4 inti anakan, masing-masing
memiliki sebuah kromatid dari tiap tetrad, sehingga jumlah kromosomnya haploid. Jadi
selama meiosis II tiada lagi pembelahan reduksi, melainkan berlangsung pembelahan biasa.


Penutup
Kesimpulan
Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada manusia sangat berpengaruh oleh
adanya proses pembelahan sel yang terjadi setiap hari pada manusia seperti rambut,kuku dan
bagian tubuh lainnya, tetapi tidak semua bagian tubuh manusia mengalami pembelahan sel
ada juga beberapa bagian tubuh yang akan berhenti membelah pada usia tertentu.karena
adanya pembelahan sel maka rambut,kuku dan bagian tubuh lainnya dalam manusia dapat
tumbuh terus menerus.


Daftar Pustaka
1. A Kaseng.Biologi,untuk SMA kelas XI IPA. Jakarta:Widya Utama,2008.hal 25-6.
2. Aryulina D, dan Muslim C.Biologi SMA dan MA untuk kelas xi.Jakarta:Esis,2006.hal
6-7.
3. N Campbell dan J reece.Campbell.Jakarta : erlangga.2006.hal 248-55.
4. Suryo. Genetika manusia. Cet. 5. Yogyakarta: Gajah Mada University Press; 2003.
5. Zakrinal dan purnama S. Jago biologi SMA. Cet.1. Jakarta : Media Pusindo;
2009.h.139.