Anda di halaman 1dari 11

BAB II

LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Mikroskop
Mikroskop terdiri dari dua kata yang diambil dari bahasa Yunani yakni micros yang
artinya kecil dan scopein yang artinya melihat. Jadi mikroskop adalah sebuah alat yang
digunakan untuk melihat objek berukuran kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Mikroskop ditemukan oleh Antony Van Leuwenhoek, dimana sebelumnya sudah ada Robert
ook dan Marcello Malphigi yang mengadakan penelitian melalui lensa yang sederhana. Lalu
Antony Van Leuwenhoek mengembangkan lensa sederhana itu menjadi lebih kompleks agar
dapat mengamati proto!oa, bakteri dan berbagai makhluk kecil lainnya. "emudian pada sekitar
tahun #$%% an! dan Jansen telah menemukan mikroskop yang dikenal dengan mikroskop
ganda yang lebih baik daripada mikroskop yang dibuat oleh Antony Van Leuwenhoek.
Mikroskop adalah suatu instrumen ilmiah yang terkenal abad ke & #' dan telah
diterapkan secara luas di dalam banyak ilmu pengetahuan. Akan tetapi, seorang geologist sudah
dapat melihat material(material yang terdapat dalam tanah yang biasanya tidak bisa dilihat
langsung di pegunungan tetapi dengan mikroskop. )ada tahun #*+', Edinburgh New
Philosophical Journal dipublikasikan dalam artikel sebanyak dua halaman yang diberi judul
The Nicol Prism oleh William Nicol (1768-181! dosen ,ilsa,at di -dinburgh. )risma ini
dibuat dari dua bagian, yaitu kalsit dan balsam "anada, sebagai penghasil cahaya bidang
polarisasi. .ua tahun yang lalu Nicol mempublikasikan artikel kedua dengan pokok bahasan
tahapan preparasi mineral dan ,osil kayu melalui pemeriksaan mikroskop. .engan dua artikel
William Nicol, menghadirkan sebuah alat geologi yang sekarang diterapkan pada )mikroskop
untuk mempelajari batuan. "orb# menulis buku yang dipublikasikan pada tahun #*/% dan #*$%,
tetapi sedikit diterima di negerinya, namun banyak diminati oleh peneliti di beberapa benua,
khususnya 0 $ir%el& 'ogelsang, dan (osenburgh di Jerman dan )ou*ue dan +ichel ,e-i di
)rancis yang telah mengangkat ilmu petrogra,i pada statusyang dapat diterima oleh para ilmuan
dan menjadi cabang ilmu yang mempelajari batuan secara mikroskopis 1petrogra,i&bab(
i.pengenalan(mikroskop(polarisasi2wingma(narrows.html3.
2.2. Jenis-jenis Mikroskop
Mikroskop yang dipergunakan untuk pengamatan sayatan tipis dari batuan, pada
prinsipnya sama dengan mikroskop yang biasa dipergunakan dalam pengamatan biologi.
"eutamaan dari mikroskop ini adalah cahaya 1sinar3 yang dipergunakan harus sinar terpolarisasi.
"arena dengan sinar itu beberapa si,at dari kristal akan nampak jelas sekali. 4alah satu ,aktor
yang paling penting adalah warna dari setiap mineral, karena setiap mineral mempunyai warna
yang khusus. 5ntuk mencapai daya guna yang maksimal dari mikroskop polarisasi maka perlu
dipahami benar bagian(bagiannya serta ,ungsinya di dalam penelitian. 4etiap bagian adalah
sangat peka dan karenanya haruslah dijaga baik(baik. "alau mikroskop tidak dipergunakan
sebaiknya ditutup dengan kerudung plastik. 6agian(bagian optik haruslah selalu dilindungi dari
debu, minyak dan kotoran lainnya. )erlu diketahui bahwa butir debu yang betapapun kecilnya
akan dapat dibesarkan berlipat ganda sehingga akan mengganggu jalannya pengamatan. Adapun
jenis(jenis mikroskop yaitu sebagai berikut0
2.2.1. Mikroskop a!a"a #Light Microscope$
Memiliki dua jenis lensa yaitu obyekti, dan okuler, sistem kerjanya dibantu dengan cara
pantulan cahaya yang menembus obyek yang diamati dan mampu memperbesar bayangan obyek
hingga #%%% 7 . Merupakan mikroskop yang mempunyai bagian & bagian yang terdiri dari alat(
alat yang bersi,at optik, berguna untuk mengamati benda(benda atau preparat yang transparan.
4uatu 8ariasi dari mikroskop cahaya biasa ialah mikroskop ultra8iolet, karena cahaya ultra8iolet
tak dapat dilihat oleh mata manusia maka bayangan benda harus direkam pada piringan peka
cahaya.
Lensa obyekti, ber,ungsi untuk pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur
serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk
memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai 9apertura: yaitu suatu ukuran daya
pisah suatu lensa obyekti, yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu
menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung
berdekatan dengan mata pengamat, dan ber,ungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan
oleh lensa obyekti, berkisar antara ; hingga +/ kali.
Lensa kondensor, adalah lensa yang ber,ungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan
pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya
pisah maksimal. Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu
dan pembesarannyapun akan kurang optimal.
2.2.2. Mikroskop Lapangan %e&ap #Dark Field Microscope$
Mikroskop ini dilengkapi dengan suatu kondensor yang tidak memungkinkan adanya
intensitas cahaya kuat sehingga dengan demikian bisa terjadi lapangan penglihatan yang kurang
begitu terang 1relati, gelap3. "egunaannya untuk melihat gerakan(gerakan bakteri khususnya
Treponema pallidum. Treponema pallidum memiliki gerakan yang khas, sehingga dapat dibedakn
dari spesies Treponema yang lain. .alam kaitan dengan rapid diagnosis dari penyakit kholera,
mikroskop ini dapat digunakan.
2.2.'. Mikroskop (&)oresen #Fluorescence Microscope$
Mikroskop ini dilengkapi dengan suatu sumber .' ligh/ 1sinar ultra 8iolet3. "egunaannya
untuk mendeteksi agen etiologik 1Ag3 atau respon imun 1Ab3 pada spesimen penderita penyakit
in,eksi yang dicurigai . Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing
atau Antigen 1seperti bakteri, ricketsia, atau 8irus3 dalam jaringan. .alam teknik ini protein
antibodi yang khas mula(mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkaian atau
dikonjungsi dengan pewarna pendar. "arena reaksi Antibodi(Antigen itu besi,at khas, maka
peristiwa pendar akanan terjadi apabila antigen yang dimaksud ada dan dilihat oleh antibodi
yang ditandai dengan pewarna pendar.
2.2.*. Mikroskop +&tra,io&et
4uatu 8ariasi dari mikroskop cahaya biasa adalah mikroskop ultra8iolet. "arena cahaya
ultra8iolet memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari pada cahaya yang dapat dilihat,
penggunaan cahaya ultra 8iolet untuk pecahayaan dapat meningkatkan daya pisah menjadi + kali
lipat daripada mikroskop biasa. "arena cahaya ultra 8iolet tak dapat dilihat oleh mata manusia,
bayangan benda harus direkam pada piringan peka cahaya 1pho/ogra0i Pla/e3. Mikroskop ini
menggunakan lensa kuarsa, dan mikroskop ini terlalu rumit serta mahal untuk dalam pekerjaan
sehari(hari.
2.2.-. Mikroskop (ase .ontras #Contranst phase Microscope$
<ara ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam kadaan alamiahnya, yakni tidak
diberi warna dalam keadan hidup, namun pada jaringan hidup yang mikroskopik 1jaringan hewan
atau bakteri3 tembus cahaya sehingga pada masing(masing jaringan tak akan teramati, kesulitan
ini dapat diatasi dengan menggunakan mikroskop ,asekontras. )rinsip alat ini sangat rumit.
Apabila mikroskop biasa digunakan nuklus sel hidup yang tidak diwarnai dan tidak dapat dilihat,
walaupun begitu karena nukleus dalam sel, nukleus ini mengubah sedikit hubungan cahaya yang
melalui meteri sekitar inti. ubungan ini tidak dapat ditangkap oleh mata manusia disebut ,ase.
=amun suatu susunan 0il/er dan dia,ragma pada mikroskop ,ase kontras akan mengubah
perbedaan ,ase ini menjadi perbedaan dalam terang yaitu daerah(daerah terang dan bayangan
yang dapat ditangkap oleh mata dengan demikian nukleus 1dan unsur lain3 yang sejauh ini tidak
dapat dilihat menjadi dapat dilihat.
2.2./. Mikroskop E&ektron #Elektrone Microscope)
Adalah sebuah mikroskop yang mampu melakuakan peambesaran obyek sampai duajuta
kali, yang menggunakan elektro statik dan elektromagnetik untuk mengontrol pencahayaan dan
tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih
bagus dari pada mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak
energi dan radiasi elektro maknetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.Macam(
macam mikroskop elektron0
#. Mikroskop transmisi elektron 1>-M3
+. Mikroskop pemindai transmisi elektron 14>-M3
?. Mikroskop pemindai elektron
;. Mikroskop pemindai lingkungan electron 1-4-M3
/. Mikroskop re,leksi elektron 1R-M3
1http0@@narabuarante.blogspot.com@+%#?@#+@laporan(mineragra,i(acara(#(pengenalan.html3.
2.'. Mikroskop Po&arisasi
Mikroskop polarisasi mempunyai si,at dan penggunaan yang berbeda jika dibandingkan
dengan mikroskop jenis lainnya. Mikroskop polarisasi inipun terbagi atas + 1dua3 bagian, yaitu
jenis mikroskop polarisasi bias dan mikroskop polarisasi pantul. Mikroskop polarisasi yang
digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop polarisasi bias yang menggunakan cahaya
terbias. Jenis mikroskop ini digunakan untuk mengidenti,ikasi si,at(si,at optik mineral ataupun
batuan yang tembus cahaya, setelah disayat setebal %,%? mm. sedang jenis mikroskop polarisasi
pantul digunakan untuk mengamati mineral ataupun batuan yang tidak tembus cahaya 1opaA3.
Bambar. +.#. Bambar Mikroskop )olarisasi
6agian(bagian dan ,ungsi mikroskop polarisasi jenis =ikon0
2.'.1. I&&)0inator
6er,ungsi untuk memperjelas dan meneruskan cahaya dari lampu mikroskop sebagai
sumber cahaya. )ada mikroskop polarisasi jenis =ikon, illuminator terdiri dari cermin dan lensa
yang terletak di kaki mikroskop. Lensa cekung dapat menerima sinar yang lebih banyak dari
suatu sumber cahaya di,usi, kemudian dipantulkan sebagai kerucut iluminasi yang simetris.
4edangkan cermin hanya dapat memantulkan sinar monokromatik yang diterima tetapi tidak
dapat menghasilkan disperse sinar datang.
2.'.2. S)1stage Asse01&"
>erletak di atas illuminator yang terdiri dari lower polar& aper/ure diaphragm dan
condenser lens.
2.'.'. Lo2er Po&ar
>erdiri dari lensa )olaroid yang dapat diputar minimal '%
%
dan umumnya #*%
%
atau ?$%
%
.
6er,ungsi untuk menyerap untuk menyerap cahaya secara selekti, sehingga cahaya yang masuk
hanya bergetar pada satu bidang. 5ntuk mengatur arah getar polarisator, dilakukan dengan
memutar arah polarisasi sehingga sinarnya sejajar pada salah satu benang silang.
2.'.*. Iris Diap!rag0
6er,ungsi untuk mengatur besarnya cahaya yang diteruskan, dan merupakan ,aktor
penting dalam menentukan intensitas cahaya. Cris dia,ragma dioperasikan dengan cara
mengurangu atau menambah besarnya aperture diaphragm. =ilai dari aperture diaphragm
disesuaikan dengan perbesaran obyekti, yang digunakan dan kemampuan optik mata pengamat.
2.'.-. on3ensor Lens #Lensa .on3ensor$
>erdiri dari lensa cembung yang ber,ungsi untuk memusatkan sinar yang datang dari
lensa di bawahnya.
2.'./. A)4i&iar" on3ensor
6er,ungsi untuk mengatur kedudukan kondensor.
2.'.5. Mi6ros6ope Stage
6er,ungsi sebagai tempat untuk meletakkan sayatan tipis dengan batuan + 1dua3 penjepit
sehingga preparat tetap stabil pada waktu digerakkan. )ada bagian yang sejajar dengan penjepit
preparat 1+echanical "/age3, terdapat skala absis dan ordinat yang ber,ungsi untuk menentukan
posisi mineral yang diamati. )ada bagian tepi meja obyek, terdapat 1oniome/er dengan skala %
%
& ?$%
%
, yang dilengkapi dengan nonius 1-ernier3 untuk akurasi perhitungan sudut. Meja obyek
dapat digerakkan dengan menggunakan pengarah ,ocus kasar dan pengarah ,ocus halus
1)ocusing 2nobs3.
2.'.7. O1je6ti,e Lens
.ilengkapi dengan ; 1empat3 buah lensa dengan masing(masing perbesaran /7, #%7, +%7
dan #%%7. 5ntuk memilih perbesaran yang akan dipakai, dipergunakan pemutar lensa obyek
1(o/a/ing Nosepiece3. )ada pemutar lensa obyek, terdapat sekrup pemusat obyek 13b#e%/i-e
4en/ering "crew3, yang terletak di atas masing(masing perbesaran. 4ekrup pemusat obyek
ber,ungsi untuk mengatur agar sumbu putaran meja tepat pada perpotongan benang silang. )ada
masing(masing lensa obyek terdapat tanda besarnya lensa perbesaran, numerical aper/ure dan
panjang tube.
2.'.8. +pper Po&ar
5pper polar sering disebut analisator, terletak di atas lensa obyekti,, terbuat dari lensa
)olaroid, mempunyai arah getar saling tegak lurus terhadap arah getar polarisator. Jika analisator
tidak terpakai maka disebut nikol sejajar, dan jika analisator digunakan, disebut nikol silang.
)ada upper polar terdapat accessor# pla/e sebagai tempat kompensator baji kuarsa, keeping
gypsum dan keeping mika. "ompensator berguna untuk mengetahui posisi indikatrik suatu
mineral.
2.'.19. Bertran3 Lens
Lensa 6ertrand terletak di atas analisator yang penggunaannya dengan cara diputar.
Lensa ini digunakan untuk memperbesar gambar inter,erensi dalam pengamatan konoskop dan
di,okuskan ke lensa okuler.
2.'.11. O6)&ar Lens
Lensa Dkuler merupakan tempat mata melihat obyek, terbuat dari + 1dua3 buah lensa
cembung yang dirangkai dalam # 1satu3 unit. )ada lensa okuler terdapat benang silang yang
saling tegak lurus 1)etrogra,i, +%#;3.
2.*. Dia0eter Me3an Pan3ang
.alam melakukan pengamatan terhadap mineral mikro, salah satu hal yang diperhatikan
adalah ukuran mineral. 5kuran mineral ini berkaitan dengan diameter medan pandang.
)engukuran medan pandang membantu dalam menentukan ukuran mineral, butir, dan lain(lain.
4elain itu, juga dilakukan pengamatan analisator(analisator untuk mengetahui daya arbsorbsi
mineral. 4ebelum melakukan pengamatan diameter medan pandang, yang perlu diperhatikan
adalah menyetringkan mikroskop, pengaturan arah getaran polarisator sejajar dengan salah satu
benang silang, dan pengaturan arah getar analisator agar tegak lurus arah getar polarisator.
<entering penting dilakukan agar pada saat pengamatan dengan menggunakan perputaran meja
objek, mineral yang kita amati tetap berada pada medan pandangan 1tidak keluar dari medan
pandangan3.
)engaturan arah getar polarisator harus dilakukan agar kita tahu persis arah getaran sinar
biasa dan luar biasa yang diteruskan oleh polarisator searah dengan salah satu arah benang
silang, apakah benang tegak 1=(43 atau benang hori!ontal 1-(E3 sehingga memudahkan dalam
penentuan si,at(si,at optik yang berhubungan dengan sumbu(sumbu kristalogra,i dan sumbu(
sumbu sinarnya. )engaturan arah getar analisator harus dilakukan agar benar(benar tegak lurus
menggunakan peraga. Apabila arah getar kedua nikol sudah saling tegak lurus sama sekali karena
cahaya yang tadinya terpilih oleh polarisator sehingga hanya yang bergetar pada satu arah saja
kemudian terserap oleh analisator seluruhnya.. dengan demikian apabila kenampakannya belum
gelap sama sekali, berarti kedudukan analisator belum tegak lurus polarisator dan harus memutar
analisator.
2.-. Ana&isator 3an Po&arisator #Anapo&$
Analisator 1.pper Nicol or 5nal#6er3 adalah suatu bagian yang 8ital terbuat dari
lembaran polaroid atau prisma nikol seperti polarisator. anya saja arah getaran sinar diatur
persis saling tegak lurus, yaitu sejajar dengan benang silang pada arah yang berbeda. =amun
kedudukan analisator dapat diatur atau diputar. .ikatakan kedudukan nikol silang 14rossed
Nichols3 bila arah getarannya tepat saling tegak lurus. Analisator ini mudah dikeluar masukkan
sesuai dengan macam atau metode penelitiannya. 6agian ini dipasang untuk penelitian dengan
ortoskop nikol silang dan untuk penelitian konoskopik.
)olarisator 1,ower Nicol or Polari6er3 yang terdiri dari suatu lembaran )olaroid yang
telah dibuat oleh pabrik, ,ungsinya menyerap cahaya secara memilih dan kuat 1"elec/i-e
5rbsorp/ion3 sehingga hanya cahaya yang bergetar pada satu arah bidang datar saja yang
diteruskan. .idalam mikroskop lembar )olaroid ini diletakkan sehingga arah getar sinarnya
sejajar dengan salah satu arah benang silang =(4 atau -(E 15mar hamid dan Muhammad Akbar,
#'';3
Muh. <haerul. +%#;. Pe/rogra0i. 5ni8ersitas alu Dleo. "endari.
5mar hamid dan Muhammad Akbar. #'';. Pedoman +ineral 3p/i%. 5ni8ersitas asanuddin.
5jung )andang.
http0@@narabuarante.blogspot.com@+%#?@#+@laporan(mineragra,i(acara(#(pengenalan.html. .iakses
pada tanggal +% oktober +%#; pukul ++.;+.
http0@@ petrogra,i&bab (i.pengenalan (mikroskop (polarisasi2wingm a( narrows.htm l. .iakses pada
tanggal +% oktober +%#; pukul ++.;+.