Anda di halaman 1dari 11

PENGETAHUAN LINGKUNGAN

PENGELOLAAN SDA DAN LINGKUNGAN


Sumberdaya adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri dari
sumberdaya manusia, sumberdaya alam, baik hayati dan nonhayati, dan
sumberdaya buatan.
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang
mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia
serta makhluk hidup lainnya.
Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk
melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan
penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan,
pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup.
Sumberdaya alam adalah sumberdaya yang terbentuk karena kekuatan
alam, misalnya tanah, air dan perairan, biotis, udara dan ruang, mineral,
bentang alam (landscape), panas bumi dan gas bumi, angin, pasang
surut, arus laut.
SDA berdasarkan potensi penggunaannya untuk kepentingan
pembangunan ekonomi: (1) SDA Penghasil Energi, (2) SDA Penghasil
Bahan Baku, (3) SDA Lingkungan Hidup (udara dan ruang), perairan,
landscape dan sebagainya.

cem
Permasalahan Sumberdaya Alam
Permasalahan SDA dapat diperinci terkait dengan masalah: (1)
Kependudukan, (2) Produktivitas Lahan, (3) Pencemaran Lingkungan,
(4) Peranserta Masyarakat, (5) Lingkungan Perairan Laut, (6) Tata Guna
SDA dan Lingkungan, (7) Pelestarian Alam, (8) Pengelolaan Lingkungan
Hidup.
Kerusakan SDA dan Lingkungan terkait dengan tingkat pertambahan
penduduk dan pola penyebaran SDA dan daya dukung lingkungan.
Kerusakan tersebut juga merupakan akibat dari pengaturan penggunaan
SDA dan lingkungan hidup yang belum memadai.
Produktivitas lahan. Daerah yang tanahnya kurang subur dan
penduduknya masih mempunyai kebiasaan membuka lahan untuk
perladangan baru akan terus terjadi kerusakan lahan. Pemukiman
kembali para peladang berpindah akan dapat mengurangi kerusakan
hutan dan lahan, dan sekaligus memberikan lapangan usahatani yang
lebih baik. Masalah perladangan tidak hanya merupakan masalah lahan
secara fisik tetapi juga merupakan masalah sosial budaya. Masalah lain
akibat pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis yang belum memadai, yang
disebabkan kurangnya tenaga terampil, bibit, peranserta masyarakat
dan kurangnya pengenalan lahan.
PENGETAHUAN LINGKUNGAN
Pencemaran lingkungan
Masalah utama di lingkungan permukiman dan lingkungan industri
adalah masalah limbah kota dan limbah industri. Bahan berbahaya yang
dihasilkan makin banyak, limbah yang dihasilkan dibuang ke sungai, ke
laut atau ke lapisan bumi yang lebih dalam. Cara pembuangan yang
demikian membahayakan kelangsungan kehidupan.
Kepadatan kendaraan bermotor di perkotaan merupakan sumber
pencemaran udara yang makin meningkat. Akibat negatif dari
pencemaran udara adalah timbulnya penyakit yang diderita masyarakat,
penyakit saluran pernafasan, muntaber, dan infeksi.

Peranserta Masyarakat
Kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan mulai
meningkat, tetapi belum cukup tinggi untuk mempengaruhi perilaku
atau menjadi motivasi untuk melahirkan tindakan yang nyata dalam
usaha swadaya perbaikan lingkungan hidup.
Banyak tata nilai tradisional dan kearifan lokal yang sangat jelas
didasarkan atas asas keserasian antara kegiatan manusia dan
lingkungan hidupnya. Tata nilai tradisional yang baik dapat mengalami
kerusakan tanpa adanya tata nilai baru yang lebih baik.
PENGETAHUAN LINGKUNGAN
PENGETAHUAN LINGKUNGAN
Lingkungan Perairan Laut
Lautan Indonesia yang luasnya 5,8 juta km2, terdiri dari 0,3 juta km2
perairan teritorial, 2,8 juta km2 perairan laut nusantara, dan 2,7 juta
km2 zona ekonomi eksklusif.
Bagian paling rawan dari wilayah lautan adalah perairan teritorial
tempat adanya daerah terumbu karang dan hutan bakau. Kerawanan
disebabkan tingkat eksploitasi SDA yang sangat tinggi.
Pengambilan terumbu karang dan pasir laut untuk bahan bangunan
telah melebihi batas yang wajar. Penggunaan bahan peledak dan racun
untuk pengambilan ikan dan karang telah menimbulkan kerusakan
lingkungan. Tindakan tersebut sangat merusak daya dukung lautan,
terutama karena dampaknya terhadap kemampuan produksi SDA hayati.
Pelestarian SDA lautan telah diusahakan dengan pengaturan mengenai
jumlah kapal penangkap ikan, pembatasan dalam jumlah tangkapan,
pelarangan penggunaan bahan peledak dan racun, dan penetapan
daerah suaka alam lautan.
Lingkungan lautan telah mengalami pencemaran logam berat,
pencemaran panas, pencemaran lainnya. Di beberapa tempat terjadi
pencemaran minyak.
PENGETAHUAN LINGKUNGAN
Tata Guna SDA dan Lingkungan
Usaha penanganan kawasan hutan produksi selalu mengalami
berbagai masalah, terutama karena belum jelasnya tata guna
hutan, masih adanya perladangan berpindah, serta perlu adanya
perluasan transmigrasi dan usaha perkebunan serta kegiatan
pertambangan permukaan.
Untuk memenuhi keperluan bahan baku bagi industri perkayuan
dan industri lainnya akan diperlukan hutan produksi yang lebih
luas lagi. Sementara itu akan diperlukan juga peningkatan
kemampuan produksi hutan alam dengan memanfaatkan berbagai
teknologi. Di samping itu masih diperlukan pula hutan lindung
untuk melindungi sistem hidrologi dan pantai, hutan suaka untuk
melindungi plasma nutfah dan ekosistem khusus yang sangat
penting bagi keberlangsungan kehidupan.
Kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan menunjukkan
perlunya suatu tata ruang yang baik dan disiplin terhadap tata
ruang yang ada.
PENGETAHUAN LINGKUNGAN

Pelestarian Alam
Meningkatnya pembangunan fisik memerlukan bahan bangunan
yang meningkat pula serta banyak menimbulkan kerusakan
lingkungan. Kegiatan tersebut mengakibatkan rusaknya sawah
yang subur, terumbu karang, dan sungai di daerah tempat
pembangunan fisik berlangsung.
Hutan lindung dan kawasan khusus yang mempunyai fungsi
perlindungan masih mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh
penggarapan lahan oleh penduduk yang dilakukan tanpa disertai
usaha pelestarian. Hutan suaka alam yang ada juga masih
mengalami gangguan berupa perusakan dan penggarapan lahan
secara liar.
PENGETAHUAN LINGKUNGAN
Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pengelolaan lingkungan hidup belum berjalan sebagaimana yang
diharapkan. Pengaturan lingkungan hidup dalam pelaksanaan
pembangunan masih belum terlaksana dengan baik. Pelembagaan
analisis mengenai dampak pembangunan terhadap lingkungan hidup,
baku mutu limbah, pengaturan mengenai pelestarian lingkungan,
pengaturan mengenai tata ruang dan guna lingkungan, pengaturan
menganai sangsi hukum dan lain-lain, masih harus dituangkan ke dalam
sistem pengaturan yang dapat menjadi pegangan bagi para pelaku
pembangunan di lapangan.
Seringkali ekosistem yang merupakan sistem lingkungan hidup tidak
mengikuti batas administrasi pemerintahan. Oleh karena itu, di samping
benturan antar sektor, seringkali juga terjadi benturan antar daerah
dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Pemisahan antara kepentingan manusia dan kepentingan
pengembangan sistem pelestarian alam tidak akan mewujudkan hasil
pembangunan yang diharapkan. Kawasan pelestarian alam menjadi
rusak sedangkan manusia yang merusaknya tidak menjadi lebih baik
hidupnya. Masalah pengelolaan interaksi antara manusia dan alam
merupakan masalah utama dalam pelestarian alam dan lingkungan
hidup.
PENGETAHUAN LINGKUNGAN
Kebijakan Pemanfaatan SDA
Pemanfaatan SDA perlu memperhatikan hal penting sbb: (1) Daya
guna dan hasil guna yang dikehendaki harus dilihat dalam batas yang
optimtal sehubungan dengan kelestarian SDA, (2) Tidak mengurangi
kemampuan dan kelestarian SDA yang berkaitan dengan ekosistem,
(3) Memberikan kemungkinan untuk mengadakan pilihan penggunaan
dalam pembangunan di masa depan.
Pokok kebijakan di bidang SDA dan lingkungan hidup: (1) Inventarisasi
dan evaluasi SDA perlu terus ditingkatkan dengan tujuan untuk lebih
mengetahui dan dapat memanfaatkan potensi SDA yang ada, (2) Perlu
digunakan teknologi yang tepat sehingga mutu dan kelestarian SDA dan
lingkungan dapat dipertahankan untuk menunjang pembangunan yang
berkelanjutan, (3) Perlu dilakukan penilaian dan pengawasan secara
terpadu terhadap pelaksanaan pembangunan melalui pengembangan
baku kualitas lingkungan hidup, (4) Rehabilitasi lingkungan yang rusak
perlu ditingkatkan melalui pendekatan terpadu daerah aliran sungai dan
wilayah, (5) Pendayagunaan daerah pantai, wilayah laut dan kawasan
udara perlu dilanjutkan dan ditingkatkan tanpa merusak mutu dan
kelestarian lingkungan.
PENGETAHUAN LINGKUNGAN
Pengelolaan SDA
Berdasarkan kemampuan untuk memperbarui diri sesudah mengalami
gangguan, SDA dibagi menjadi: (1) SDA dapat pulih, (2) SDA tidak dapat pulih.
Hubungan antara SDA, jumlah penduduk dan kualitas hidup.


M

Makin rendah nilai Rkh maka makin rendah pula kualitas hidup manusia.
Perbandingan nilai Rkh potensial dan aktual dapat membantu arah dan
kemampuan pembangunan ekonomi suatu daerah atau negara. Jika perbedaan
keduanya makin kecil maka peningkatan kualitas hidup hanya mungkin
dilakukan melalui pembatasan jumlah penduduk dan penghematan konsumsi.
Pemilihan peruntukan SDA didasarkan pada: (1) Efisiensi dan efektivitas
penggunaan yang optimal dalam batas kelestarian, (2) tidak mengurangi
kemampuan dan kelestarian SDA yang lain yang berkaitan dalam ekosistem,
(3) memberikan kemungkinan untuk mempunyai pilihan penggunaan di masa
depan, sehingga perombakan ekosistem tidak dilakukan secara drastis.


Jumlah SDA yang dapat dikelola
Rkh = --------------------------------------------------
Jumlah penduduk X konsumsi per kapita
PENGETAHUAN LINGKUNGAN
Tanah Sebagai SDA
Tanah merupakan kumpulan materi di tubuh alam di atas
permukaan Bumi yang mengandung benda hidup dan mampu
mendukung pertumbuhan tanaman. Sebagai benda alami yang
heterogen tanah terdiri dari fase padat, cair dan gas yang bersifat
dinamik, dan sebagai suatu sistem, tanah merupakan sistem yang
terbuka.
Manusia berasal dari tanah, hidup dari dan di atas tanah,
kemudian kembali menjadi tanah.
Hubungan antara manusia dan tanah sangat tergantung
keperluan, pengertian atau hadirnya tanah tersebut di antara
manusia.
4 Penyusun Tanah: mineral (45%), bahan organik (5%), air
(25%) dan udara (25%).

PENGETAHUAN LINGKUNGAN
Air Sebagai SDA
Daur hidrologi. Secara alamiah sumber air merupakan kekayaan alam
yang dapat diperbarui dan yang mempunyai daya regenerasi, yaitu yang
selalu dalam sirkulasi dan lahir kembali mengikuti suatu daur yang
disebut Daur Hidrologi. Air dari sumbernya mengalir ke laut, air hujan
turun ke Bumi, sebagian meresap ke tanah. Air permukaan dan air yang
ada pada makhluk hidup menguap menjadi awan, yang bila terkena
dingin akan mengembun dan turun sebagai hujan. Hujan yang langsung
turun ke laut disebut daur pendek, yang jatuh ke daratan ada yang
tertahan oleh vegetasi, ada yang sampai ke permukaan tanah melalui
akar batang.
Penyebaran Air di Bumi. Air di Bumi (1.360.000.000 km3): Air Asin
(1.322.600.000 km3 97,25%), Air Tawar (37.400.000 km3 2,75%)
Air Tawar: Air Atmosfer (13.000 km3 0,035%), Air Permukaan
(374.000 km3 1%), Air Tanah (8.963.000 km3 23,96%), Salju
(28.050.000 km3 75%).