Anda di halaman 1dari 43

Penyusun : Yogi Oktiandi

NPM : 08310331
Infeksi ruang telinga tengah ini telah menyulitkan
manusia sejak dahulu dan merupakan suatu masalah
kesehatan yang paling mengganggu bagi bayi dan
anak-anak, sekaligus penyebab ketulian terbanyak pada
kelompok usia tersebut.
Pada kenyataannya ditemukan bahwa Otitis Media
menjadi penyebab 22,7% anak-anak pada usia dibawah
1 tahun dan 40% anak-anak usia 4 sampai dengan 5
tahun berkunjung ke dokter anak. (BOIES et al,
1997).


Menurut Casselbrant (1999) dalam Titisari (2005)
menunjukan bahwa 19% hingga 62% anak-anak
mengalami sekurang-kurangnya satu episode OMA
dalam tahun pertama kehidupannya dan sekitar 50-84%
anak-anak mengalami paling sedikit satu episode OMA
ketika ia mencapai usia 3 tahun.
Menurut survei yang dilakukan pada 7 propinsi di
Indonesia pada tahun 1996 ditemukan prevalensi Otitis
Media Supuratif Kronik (atau yang oleh awam sebagai
congek) sebesar 3% dari penduduk Indonesia.
(Cermin Dunia Kedokteran, 2002).
Untuk merumuskan pertanyaan penelitian yaitu
bagaimana Karakteristik Kasus Otitis Media di Rumah
Sakit Dr. H. Abdul Moeloek pada periode bulan Januari
- Juni 2011.

Umum
Untuk mengetahui Karakteristik Kasus Otitis Media di
Rumah Sakit Dr. H. Abdul Moeloek pada tahun periode
bulan Januari - Juni 2011.

Khusus
Untuk mengetahui distribusi frekuensi penderita OMA
dan OMSK.
Untuk mengetahui distribusi frekuensi penderita OMA
dan OMSK berdasarkan umur.
Untuk mengetahui karakteristik predisposisi pada
penderita OMA dan OMSK.
Untuk mengetahui karakteristik gejala klinis pada
penderita OMA dan OMSK.
Untuk mengetahui karakteristik tipe penyakit pada
OMA dan OMSK.
Untuk mengetahui evaluasi kasus pada OMA dan
OMSK.
Bagi Peneliti
Bagi Masyarakat
Instansi Kesehatan
Rumah Sakit Dr. H. Abdul Moeloek yang ada di
wilayah kota yang merupakan rumah sakit rujukan di
Propinsi Lampung

Otitis Media adalah peradangan pada sebagian atau
seluruh mukosa telinga tengah, tuba Eustachius, antrum
mastoid, dan sel-sel mastoid.(Djaafar, 2007).



Otitis Media
Otitis Media
Kronik
Otitis Media Sub
Akut
Otitis Media Akut
Tipe aman,
Tipe bahaya
Resiko Rendah,
Resiko tinggi
Otitis Media Akut (OMA) adalah peradangan telinga
tengah dengan gejala dan tanda-tanda yang bersifat
cepat dan singkat (Kerschner, 2007).
Bakteri
Streptococcus pneumoniae
Haemophilus influenzae
Moraxella catarhalis
Virus
respiratory syncytial virus (RSV)
influenza virus
adenovirus
Umur
Faktor genetik
Lingkungan
Asupan ASI
Imunologi
ISPA
Disfungsi tuba eustachius

Otalgia
Demam
Malaise
Otore
Gangguan pendengaran
1. Oklusi
2. Hiperemis
3. Supurasi
4. Perforasi
5. Resolusi
Medikamtosa
antibiotik
analgesik
efedrin Hcl
Non Medikamtosa
hindari faktor pencetus
Operatif
miringotomi
timpanosintesis
adenoidektomi

OMSK
Otitis Externa
Komplikasi intratemporal

Suatu radang kronis telinga tengah dengan perforasi
membran timpani dan riwayat keluarnya sekret dari
telinga (otorea) lebih dari 2 bulan, baik terus menerus
atau hilang timbul (Soepardi, 2001).
Tipe aman
Tipe tulang/bahaya

Otitis Media yang berulang
Infeksi nasofaring
Fungsi tuba eustachius abnormal

Tipe aman
sekret, gangguan pendengaran konduktif, perforasi
membran timpani, peradangan.
Tipe tulang/bahaya
kolesteatom, sekret bau, gangguan pendengaran
konduktif.
Medikamtosa
Non Medikamtosa
Operatif
mastoidektomi
miringoplasti
timpanoplast
Meningitis
Abses otak
Labirinitis

Jenis penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif
retrospektif yaitu suatu metode penelitian yang
dilakukan dengan tujuan utama membuat gambaran
atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif
dengan melihat ke belakang (backword looking)
(Notoatmodjo, 2002).
Di bagian rekam medik Rumah Sakit Dr. H. Abdul
Moeloek Bandar Lampung, yang dilaksanakan pada
bulan Desember 2011 sampai dengan Januari 2012.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien
yang datang berkunjung ke Rumah Sakit Dr.H.Abdul
Moeloek dan didiagnosa sebagai penyakit Otitis Media
selama periode bulan Januari sampai dengan Juni 2011.
Jumlah populasi dalam penelitian adalah sebanyak 548
pasien.
OMA = 286
= 286
1 + 286 (0,05)
= 286
1 + 0,715
= 286
1,715
= 166,7
= 166.

OMSK = 262
= 262
1+ 262 (0,05)
= 262
1 + 0,655
= 262
1,655
= 158,3
= 158.

Teknik pengambilan sampel yang dilakukan oleh
penyusun yaitu dengan teknik random sampling, boleh
digunakan apabila setiap unit atau anggota populasi itu
bersifat homogen.
Variabel Terikat
a) Otitis Media Akut
b) Otitis Media Supuratif Kronik

Variabel Bebas
a) Umur
b) Predisposisi
c) Gejala klinis
d) Tipe OMA/OMSK
e) Evaluasi kasus

Editing
Entry
Tabulating
Cleaning
Analisis univariat
Adalah analisis yang bertujuan untuk menjelaskan dan
mendeskripsikan karakteristik setiap variabel
penelitian. (Notoatmojo, 2002).

American Academy of Pediatrics and America Academy of Family Physicians, 2004.
Diagnosis and Management of Acute Otitis Media. Pediatrics 113(5):1451-1465.

Behrman, Robert M. Kliegman, Ann M. Arvin, 2000. Nelson Ilmu Kesehatan Anak.
Edisi ke-15. Jakarta. EGC 2000.

Bluestone, C.D., Klein, J.O., 1996. Otitis Media, Atelektasis, and Eustachian Tube
Dysfunction. In Bluestone, Stool, Kenna eds. Pediatric Otolaryngology. 3
rd
ed. London:
WB Saunders, Philadelphia, 388-582.

Commisso, R., Romero-Orellano, F., Montanaro, P.B., Romero-Moroni, F., Romero-
Diaz, R., 2000. Acute Otitis Media: Bacteriology and Bacterial Resistance in 205
Pediatric Patients. Int. J. Pediatr. Otorhinolaryngol. 56: 23-31.

Djaafar, Z.A., Helmi, Restuti, R.D., 2007. Kelainan Telinga Tengah. Dalam: Soepardi,
E.A., ed. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher. Edisi
ke-6. Jakarta. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 64-86.

Fauci, Braunwald, Kasper, Hauser, Longo, Jameson, Loscazo. 2008. Harrisons Principles of Internal Medicine.
17
th
ed.

Hassan, R., 1985. Usaha Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA). Dalam: Hassan, R., ed. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan
Anak. Jakarta. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 49-58.

Hassan, R., 1985. Usaha Kesejahteraan Sekolah. Dalam: Hassan, R., ed. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak.
Jakarta. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 59-62.

Kerschner, J.E., 2007. Otitis Media. In: Kliegman, R.M., ed. Nelson Textbook of Pediatrics. 18
th
ed. USA. Saunders
Elsevier, 2632-2646.

Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Cet. ke-2, Mei. Jakarta.
Rineka Cipta, 2003.

Titisari, H., 2005. Prevalensi dan Sensitivitas Haemophilus Influenzae pada Otitis Media Akut di PSCM dan RSAB
Harapan Kita. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Vernacchio, L., Lesko, S.M., Vezina, R.M., Corwin, M.J., Hunt, C.E., Hoffman, H.J., Mitchell, A.A., 2004.
Racial/Ethnic Disparities in the Diagnosis of Otitis Media in Infancy. Int. J. Pediatr. Otorhinolaryngol. 68: 795-804.

(http://www.scribd.com/doc/13607134/Otitis-Media-Kronik)
Kalbe Farma. 2002. Cermin Dunia Kedokteran. http//www.kalbe.co.id