Anda di halaman 1dari 101

1

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah
Dewasa kini industri hiburan makin banyak rupanya dan semakin digemari
oleh masyarakat. Karena dunia hiburan mempunyai potensi yang besar bagi
masyarakat.
Masyarakat mempunyai jam kerja yang sangat sibuk apalagi khusus di Ibu
kota Jakarta, yang setiap detiknya sangat berarti untuk mencari uang. Dikarenakan
kecenderungan masyarakat yang pasti memiliki titik jenuh dengan rutinitas yang
ada, maka masyarakat membutuhkan sebuah hiburan.
Waktu yang digunakan remaja untuk beraktivas sangat banyak karena
sebagian besar remaja hanya mengisi kegiatan sehari harinya dengan
pendidikan. Sedangkan orang dewasa, menghabiskan setiap harinya dengan
bekerja. Itu yang membuat mengapa masyarakat membutuhkan sebuah hiburan.
Bentuk dari sebuah hiburan yang ada di masyarakat, yang bermanfaat
adalah yang dapat menyegarkan kembali pikiran dan memberikan sebuah inspirasi
ide kreatif.
Film adalah salah satu bentuk hiburan yang banyak diminati dimasyarakat
saat ini. Menonton film adalah kegemaran semua orang di seluruh penjuru dunia,
dari anak anak hingga orang dewasa, bahkan sampai lanjut usia. Namun dari
berbagai kalangan usia dan pekerjaan, masih ada yang kurang mengetahui jenis
film apa yang mereka lihat.
2



Bentuk sebuah film beragam, seperti: action, petualangan, animasi,
biografi, komedi, kejahatan (crime), dokumentasi, drama, keluarga, fantasi, film-
noir, game show, sejarah, horror, musical, misteri, romantic, thriller, perang, dan
western, slasher, eksploitasi sex,dan mockumentary.
Film pendek merupakan sub ragam, dari jenis film. Tanggapan masyarakat
mengenai film pendek yang telah dibuat di Indonesia, sangat disayangkan karena
kurang membawakan pesan moral atau pesan pesan kehidupan yang ada
didalamnya, kurang adanya sentuhan grafis yang diterapkan, seperti tampilan
credit title dan judul.
Drama merupakan sebuah cerita yang klise didalam kehidupan sehari
hari yang biasanya berceritakan tentang kehidupan, percintaan dan dilemma
dalam hidup.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis merancang film pendek
yang berjudul AKU, KAMU & DIA, yang ber-genre drama. Drama itu sendiri
adalah sebuah film yang mengandung sebuah alur dan memiliki tema tertentu
seperti halnya percintaan, kehidupan, dan sosial.
AKU, KAMU & DIA, film pendek yang akan dibuat untuk keperluan
skripsi ini menceritakan tentang seorang pemuda yang memiliki kekasih, dan
ingin memberikan hadiah ketika umur hubungan mereka menginjak satu tahun,
namun dihadapkan dengan pilihan lain yaitu tanggung jawabnya sebagai desainer
dan dituntut untuk menjadi seorang yang professional.



3



I.2 Rumusan Permasalahan
1. Bagaimana merancang film pendek yang menarik dengan menambahkan
sentuhan grafis dan menggunakan teknik cinematic?
2. Bagaimana merancang media promosi yang mendukung film pendek
tersebut agar menarik?

I.3 Batasan Masalah
Sebagai tema tugas akhir.
Sebagai salah satu upaya untuk tetap berkreasi dalam membuat film
pendek.
Adapun perancangan ini sebatas film pendek dengan judul AKU, KAMU
& DIA ini dibuat berdurasi sekitar 15 menit yang ditujukan kepada target
audience yang telah dianalisa.

I.4 Tujuan Perancangan
Dalam setiap perancangan suatu project pasti melahirkan suatu tujuan
yang dapat dinikmati maupun dirasakan dimasyarakat, tujian tersebut meliputi:
1. Memperkenalkan film pendek kepada masyarakat.
2. meningkatkan kreatifitas anak muda dalam membuat sebuah film pendek
dan lebih mencintai karya anak - anak dalam negeri, sehingga masyarakat
dapat tergerak dan mempunyai semangat dalam berkarya.
4



3. Menyampaikan pesan moral kehidupan yang terkandung didalam film
pendek ini, agar menjadi acuan dimata masyarakat.

I.5 Cara pengumpulan Data
a. Wawancara kepada masyarakat untuk mengetahui sejauh mana sentuhan
grafis dalam film pendek dikenal di kalangan masyarakat sebagai salah
satu cara untuk meningkatkan kreatifitas dalam berkarya pada sebuah film
pendek, dengan cara unik seperti penambahan layout dan penentuan
typography, namun belum banyak yang sadar tentang peranan grafis dalam
sebuah film pendek. Kemudian wawancara Kepada produser untuk
mengetahui sejauh mana genre yang sedang berkembang dipasaran.
Wawancara kepada Designer untuk mengetahui tingkat kredibilitas pada
desain, seperti layout dan font yang cocok untuk membuat bumper dan
credit titlle. Fotografer untuk mengetahui direct of photography dalam
menentukan angel yang cocok, serta gaya dan fashion yang cocok untuk
dijadikan content didalam film pendek tersebut.
b. Pengamatan atau observasi pada film pendek sudah ada dimasyarakat
Jakarta.
c. Studi kepustakaan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai teori teori
mengenai film.
I.6 Manfaat Perancangan
Adanya manfaat dari perancangan film pendek yang berjudul Aku,
Kamu, & Dia ini memberikan solusi terhadap masyarakat untuk mengetahui,
5



bahwa membuat sebuah film pendek dengan adanya sentuhan grafis sangat
menarik, membuat kepada setiap yang melihatnya merasa diajak penasaran hingga
di akhir film yang diputar, dan mengghargai film sampai benar-benar selesai
ditayangkan. Karena dengan film pendek ini jangan sungkan untuk tetap
berkreasi.

6



BAB II
TINJAUAN DATA

II.1 Tinjauan Teori
Desain berasal dari kata designare (Latin) yang artinya merencanakan atau
merancang.Selain itu desain berasal dari kata disegno (Italy), dessein (France)
yang artinya gambar.
Desain adalah suatu disiplin atau mata pelajaran yang tidak hanya
mencakup eksplorasi visual, tetapi terkait dan mencakup pula dengan aspek-aspek
seperti cultural social, filosofi, teknis dan bisnis.Aktivitasnya termasuk dalam
desain grafis, desain industri, arsitektur, desain interior, desain produk, dan
profesi-profesi lainya.Desain suatu studi yang bersifat disiplin silang karena
kreatifitas dan evaluasi desain pada umumnya berdasarkan model dan pelajaran
disiplin lainya.
1


II.1.1 Teori Desain Komunikasi Visual
Menurut Prof. Yongki Safanayong definisi Desain Komunikasi
Visual bisa dikatakan sebagai seni menyampaikan pesan (arts of
commmunication) dengan menggunakan bahasa rupa (visual language) yang
disampaikan melalui media berupa desain yang bertujuan
menginformasikan, mempengaruhi hingga merubah perilaku target audience
sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Sedang Bahasa rupa yang dipakai

1
Yongky Safanayong, Desain Komunikasi Visual Terpadu : 12
7



berbentuk grafis, tanda, simbol, ilustrasi gambar / foto / tipografi / huruf dan
sebagainya yang disusun berdasarkan kaidah bahasa visual yang khas
berdasar ilmu tata rupa. Isi pesan diungkapkan secara kreatif dan
komunikatif serta mengandung solusi untuk permasalahan yang hendak
disampaikan (baik sosial maupun komersial ataupun berupa informasi,
identifikasi maupun persuasi).

II.1.2. Teori Multimedia
Multimedia adalah penggunaan sebuah komputer dengan
menyajikan obyek-obyek media seperti teks, gambar, suara, dan video yang
disertai penghubung antar objek tersebut agar user memiliki kemampuan
berinteraksi, bernavigasi, dan membuat sesuatu (Hofstetter, 2001, p2).
Objek-objek multimedia ada lima (Hofstetter, 2001, pp16-27), yaitu:

Teks
Teks memiliki peran yang sangat penting dalam multimedia karena
dapat dengan efektif memberikan instruksi kepada user dan menghubungkan
user dengan perangkat antarmuka sehingga sebuah aplikasi dapat berjalan
dengan baik. Hofstetter (2001, p16) menjabarkan empat jenis teks dalam
multimedia, antara lain:
Printed text
Printed text merupakan teks yang dicetak pada media kertas.
8



Scanned text
Scanned text merupakan teks yang dapat dibaca oleh komputer dari hasil
scan terhadap printed text.
Electronic text
Electronictext merupakan teks yang dapat langsung dibaca oleh komputer
dan dapat dikirim ke komputer lain melalui jaringan.
Hypertext
Hypertext adalah teks yang telah diberikan sebuah alamat link. Saat user
melakukan klik pada hypertext maka user akan berpindah sesuai dengan
alamat link yang terdapat pada hypertext tersebut.

Gambar
Gambar memiliki peran untuk membantu teks agar lebih mudah
dalam memberikan instruksi dan menghubungkan user dengan perangkat
antarmuka sebuah aplikasi. Hofstetter (2001, p18) menjabarkan lima jenis
gambar dalam multimedia, antara lain:
Bitmaps
Bitmap adalah gambar yang disimpan berdasarkan kumpulan pixel yang
sesuai dengan grid titik pada layar komputer.
Vector Images
9



Vectorimage adalah gambar yang berdasarkan dengan kurva, garis, dan
shapes yang telah ditentukan dan diatur oleh algoritma matematika.
Clip Art
Clip Art adalah gambar yang sudah tersedia di dalam clip library dan
dapat dipakai dalam produksi multimedia dengan tujuan untuk menghemat
waktu.
Digitized Picture
Digitized Picture adalah gambar yang didapatkan dengan mengambil
frame yang terdapat dalam video sehingga dapat digunakan dalam
aplikasi multimedia.
Hyperpictures
Hyperpicture adalah gambar yang telah diberikan sebuah alamat link.
Saat user melakukan klik pada hyperpicture maka user akan berpindah
sesuai dengan alamat link yang terdapat pada hyperpicture tersebut.

Suara
Terdapat empat tipe dari objek suara yang digunakan dalam
produksi multimedia yaitu: Waveform Audio, Musical Instrument Digital
10



Interface (MIDI) sound tracks, Compact Disc (CD) audio, dan MP3 files
(Hofstetter, 2001, p22).
Waveform Audio
Waveform Audio adalah tipe objek suara yang didapatkan
denganmengambil suara yang didengar.Setiap suara memiliki waveform
yang memberikan gambaran frekuensi, amplitudo, dan harmoni dari suara
tersebut.File waveform disimpan pada harddisk dengan extension (.wav).
MIDI
MIDI singkatan dari Musical Instrument DigitalInterface yang
menyediakan sebuah cara efisien untuk merekam musik. MIDI tidak
merekam waveform dari suara karena membutuhkan ruang harddisk
yang besar, oleh karena itu MIDI merekam performance information yang
dibutuhkan oleh komputer untuk memainkan musik tetapi tidak
membutuhkan ruang harddisk yang besar. File MIDI disimpan pada
harddisk dengan extension (.mid).
CD Audio
CD Audio dapat merekam suara berkualitas tinggi selama 75
menit.Sampling rate CD Audio mencapai 44.100 sampel per detik
sehingga dapat merekam semua suara yang mampu didengar manusia.


11



MP3
Mp3 singkatan dari MPEG audio layer 3 adalah bentuk file suara yang
dapat melakukan kompresi dan dekompresi rekaman suara. MP3 dapat
mengkompres sebuah track CD menjadi file dan bandwith yang lebih
kecil, tetapi tetap dapat memberikan kualitas yang baik jika ditansfer
melalui internet.

Video
Terdapat empat tipe video yang dapat digunakan sebagai objek
dalam produksi multimedia yaitu: live video feeds, videotape, videodisc,
dan digital video (Hofstetter, 2001, p24).
Live Video Feeds
Live video feeds memungkinkan terjadinya perpindahan cepat dari satu
video ke video lainya dengan memanfaatkan aplikasi multimedia.
Videotape
Videotape sebagai media penyimpanan video yang diatur secara manual,
karena sebagian besar pemutar videotape tidak dapat terhubung oleh
komputer.
Videodisc
Videodisc sebagai media penyimpanan video yang dapat diakses dengan
12



cepat menjadikan videodisc sering digunakan untuk memainkan berbagai
aplikasi multimedia.
Digital Video
Digital video sebagai media penyimpanan video yang dapat disimpan
dalam bentuk file pada hard disk, CD-ROM, atau DVD. Digital video
dapat dimainkan melalui akses jaringan komputer, sehingga mengurangi
kebutuhan penggunaan videotape dan videodisc.

Animasi
Animasi yang terdapat pada multimedia menggunakan komputer
untuk dapat menciptakan perubahan gerak objek pada layar. Ada empat
jenis dari animasi tersebut yaitu: frame, vector, computational, dan
morphing (Hofstetter, 2001, p26).
Frame Animation
Frame animation adalah perpindahan lokasi objek berdasarkan dari
serangkaian gambar pada frame yang ditampilkan pada layar.
Vector Animation
Vector animation terdiri dari tiga parameter yaitu garis yang memiliki titik
awal, arah, dan panjang yang digunakan untuk melakukan pergerakan pada
objek.
13



Computational Animation
Computational Animation digunakan untuk melakukan perpindahan objek
pada layar berdasarkan koordinat x dan koordinat y yang telah
ditentukan.
Morphing
Morphing adalah perubahan halus dari satu objek ke objek yang lain
dengan menampilkan serangkaian frame.

II.1.3. Teori Komunikasi
II.1.3.1 Pengertian Komunikasi
Kata komunikasi berasal dari bahasa latin Communis
yang berarti common : umum ; bersama.
Beberapa pengertian komunikasi (Safanayong,2006) :
Komunikasi adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan
yang terjadi antara dua pihak maupun lebih.
Komunikasi adalah suatu kegiatan yang terjadi antara dua pihak,
untuk mendapatkan pengertian yang sama mengenai hal yang sama.
Komunikasi adalah suatu network, atau jaringan system system
pertukaran tanda, isyarat serta lambang yang punya arti, yang terjadi
di dalam suatu masyarakat dalam pemasaran, komunikasi sebagai
suatu proses yang mana individu individu sama sama
14



mengartikan dan membentuk pemikiran secara umum
(commonness)atau perorangan (oneness).
Komunikasi adalah penyampaian informasi dan pengertian dari
seseorang kepada yang lain.
Komunikasi adalah pertukaran, informasi, ide, sikap, pikiran, atau
pendapat.
Komunikasi adalah kegiatan mendorong orang orang lain untuk
menafsirkan suatu ide dengan cara yang diinginkan oleh si pengirim
pesan.
Komunkasi adalah esensi dan dasar dari hal hal persuasi,
perubahan sikap dan tingkah laku serta sosialisai melalui transmisi
informasi.

II.1.3.2 Proses Komunikasi
Beberapa pelopor dan ahli bidang komunkasi dan terori teori
adalah Wilbur Schramm, Marshall McLuhan, Paul Messaris, Claude
Shannon, dan Warren Weaver. Bagian bagian dari proses komunikasi
secara umum sebagai berikut :
1. Pengirim (Encoder / Sender)
2. Pesan (Message)
3. Medium
4. Penerima (Receiver/Decoder)
5. Umpan balik (Feedback)
Pengirim - Pesan- Medium - Penerima - Umpan Balik
Model komunikasi Shannon Weaver

15



Menghilangkan atau mengabaikan salah satu komponen akan
menyebabkan komunikasi tidak dimengerti atau gagal sama sekali.
Dalam kegiatan komunikasi, melibatkan unsur unsur :
Sumber komunikasi (Source/Sender)
Pembuatan kode/penyandian (Encoding)
Pesan (Message)
Saluran/Medium (Channel)
Umpan balik (Feedback)

II.2 Videografi
Videografi adalah teknik teknik yang berhubungan dengan pengambilan
video, yang menyangkut pencahayaan, angle, dan pergerakan, yang bertujuan
untuk menghasilkan gambar yang perofesssional. Ilmu videography biasa didapat
dari ilmu dasar fotografi, tetapidengan teknik yang berbeda. Dan videografi
terbagi dalam berbagai profesi yang berhubungan dengan kamera perekam video,
antara lain; Cameraman, Videographer, dan Cinematografer.

II.2.1 Cameraman
Cameraman adalah suatu profesi yang berhubungan dengan
pengambilan gambar dalam bentuk video, yang biasanya bertujuan untuk
dokumentasi, broadcasting, atau wawancara. Cameraman tidak
membutuhkan kemampuan seperti Videografer, dan Cinematografer,
karena Cameraman hanaya dituntut untuk merekam suatu moment atau
mendokumentasikan sesuatu adalam bentuk video, tidak menggunakan
16



teknik, movement dan konsep dalam profesi ini, hanya sekedar tidak
berlebihan cahaya atau kekurangan cahaya (under & high exposure).

II.2.2 Videografer
Videografer adalah suatu profesi yang berhubungan dengan
pengambilan gambar dalam bentuk video, dimana seorang Videografer
dituntut untuk menguasai teknik kamera yang baik, tentang pencahayaan,
tata letak/angle dan pergerakan/movement, seorang Videografer harus
dapat merealisasikan konsep yang dibuat oleh Cinematografer/Art
Director, yang dapat menghasilkan gambar secara professional.

II.2.3 Cinematografer
Cinematografer adalah suatu profesi yang berhubungan dengan
pengambilan gambar dalam bentuk video, dan juga menjadi seorang Art
Director, Sutradara, dan pembuat konsep. Dimana seorang Cinematografer
adalah ujung tombak kualitas gambar, cerita, dan seni yang dihasilkan
dalam sebuah video. Terkadang Cinematografer disamakan dengan
Director Photography karena sebagain besar perannya menjadi kepala
Videographer, dan terkadang menggantikan posisi Videografer untuk
mengambil gambar yang diinginkan.

17



II.2.4 Teori Cinematografi
II.2.4.1 Dunia Cinematografi
Dunia cinematografi adalah dunia yang berhubungan
dengan seni pengambilan gambar dalam bentuk video, yang bertujuan
untuk menghasilkan visual yang professional dalam sebuah film.
Cinematografi memiliki etika etika, seperti: pencahayaan,
pengetahuan, komposisi, dan kebebasan berekspresi dalam imajinasi,
dalam pola pikir seorang Cinematografer, yang berfikir out of the box
tetapi mengeksekusinya in the box, ynag berarti pola pikir
Cinematografer, berekspresi dan berimajinasi dan dituangkan dalam
sebuah video, tanpa melewati rules atau etika ilmu cinematografi.
Cinematografi mempunyai dunianya sendiri, yaitu dunia
yang dibuat sesuai dengan keinginannya, yang berbentuk dalam
sebuah video, dan dikemas menjadi sebuah film.

II.2.4.2 Dasar Pembuatan Film Pendek
Membuat konsep dasar pengambilan gambar, dengan teknik
Cinematografi. Dalam bentuk storyboard dan storyline, dan
menentukan kualitas, gaya, komposisi, dan durasi dalam showreel.
Kualitas gambar dalam pixel dibagi menjadi beberapa kualitas Low-
resolution hingga High-resolution atau lebih dikenal dengan high-
definition (HD), dan penentuan aspek rasio.
18



Ada beberapa resolusi dalam sebuah video dari low-
reolution hingga high-resolution, untuk low-resolution antara lain :
352x288 dengan perbandingan 350x240 terdapat 200 Line
350x301 dengan perbandingan 330x270 terdapat 250 Line
420x400 dengan perbandingan 400x285 terdapat 300 Line
440x384 dengan perbandingan 440x364 terdapat 340 Line
560x480 dengan perbandingan 540x480 terdapat 420 Line
670x576 dengan perbandingan 640x480 terdapat 500 Line
768x576 dengan perbandingan 720x540 terdapat 520 Line
720x576 dengan perbandingan 720x586 terdapat 520 Line

Dan untuk High-resolution, antaralain :
1024x576 denganperbandingan 864x486 terdapat 720 Line
1280x720 denganperbandingan 1920x1080 terdapat 1080 Line
2K- 2048x1152
3K- 3072x1728
4K- 4096x2304




19



Gambar 2.1 Resolusi Pixel









aspekrasio yang harus dipertimbangkan bila membuat suatu
video dengan klasifikasi tertentu, yaitu antara widescreen atau
standart, dengan perbandingan sebagai berikut: standart 4 : 3 (1,33:1)
dan Widescreen 16 : 9 (1,78 : 1), disesuaikan dengan media yang akan
dipakai untuk menampilkan video, contoh : TV plasma atau Projector.

II.3 Proses
produksi dalam pembuatan show reel Cinematografer, semuanya saling
berhubungan dan mendukung untuk terciptanya sebuah show reel. Adapun tujuan
dan fungsi dari masing masing bagian tersebut adalah proses yang akan
dijelaskan sebagai berikut (Media Informatika, 2004) :



20



Produksi
Proses produksi adalah proses pengambilan gambar yang berbasis
dari persiapan pra-produksi. Dan mempersiapkan gear / peralatan yang
akan digunakan dalam produksi. Adapun alat-alat yang digunakan,
antaralain :

Gambar 2.2 Slider









Slider adalah salah satu alat videografi, yang dapat menghasilkan
video dengan pergerakan slide / bergeser kekiri maupun kekanan, atas
maupun bawah, tergantung tujuan pergerakan yang diinginkan, ini adalah
alat yang paling penting pengganti dollytrack.




21



Gambar 2.3 Steadicam / Glidecam









Steadicam adalah salah satu alat videografi yang berfungs iuntuk
peredam getaran pada saat pengambilan gambar berjalan, dengan
perbandingan derajat kemiringan, dan beban yang diberikan agar kamera
tetap stabil.

Gambar 2.4 Shoulder Proaim(RIG)






Shouder pro aim RIG adalah salah satu alat videografi yang
berfungsi sebagai shoulder / penopang kamera DSLR, dan mempunyai
22



pergerakan yang fleksibel, dan bersifat portable dapat dilepas, dipasang,
dan ditambahkan alat pendukung seperti, LCD, follow focus, matte box.

Gambar 2.5 Dollytrack Camera









Dollytrack adalah salah satu alat videografi yang berfungsi untuk
menciptakan pergerakan berjalan tetapi halus, bersifat sliding tetapi dalam
range / jarak yang panjang, dollytrack ini membutuhkan ruang yang luas
dan track untuk pijakan dari dolly berupa rell, dan rell dapat berbentuk
apapun dengan lekukan smooth, seperti, U, S, atau lurus vertical dan
horizontal. Dimana videographer berada diatas dolly bertujuan untuk tetap
menstabilkan objek didalam frame, dan seorang yang mendorong atau
menarik dolly dengan perlahan atau sesuai dengan pergerakan objek.



23



Gambar 2.6 J immy jib / Crane







Jimmy Jib adalah salah satu alat videografi yang berfungsi untuk
mengambil gambar dengan high-angle, dan over-head, alat ini adalah alat
terbesar dan terberat dalam videografi, yang memerlukan tempat yang luas
dalam penggunaannya.

Gambar 2.7 Tripod dan Monopod







Tripod adalah alat dasar dalam penggunaan videografi maupun
fotografi, yang berguna untuk mengambil gambar secara still image.
24



monopod adalah alat dasar videografi maupun fotografi yang
berguna untuk dokumentasi, yang memerlukan waktu yang sempit dalam
pengambilan gambarnya.
Gambar 2.8 Vest Robot Arm. Glidecam








Jaket atau rompi pendukung glidecam berguna untuk menambah
kestabilan dan lebih menguatkan posisi pada waktu berlari maupun
berjalan. Dengan torsi presisi yang dibuat, sehingga alat ini sangat berguna
bagi videografer dalam pengambilan gambar smooth berjalan.





25



II.4 Fotografi
Fotografi atau photography berasal dari bahasa yunani photo dan
graphos yang artinya melukis dengan cahaya. Proton berarti cahaya dan
graphos adalah lukisan atau tulisan. Dengan demikian fotografi berarti melukis
dengan cahaya.

II.4.1 unsur unsur yang berperan dalam fotografi:
1. kamera
2. lensa
3. film / storage
4. cahaya
5. objek
Sekitar abad 10, teknik fotografi sederhana terungkap saat ilmuan
arab bernama Al Hazen menjelaskan cara melihat gerhana matahari
dengan menggunakan ruang gelap, beliau menulis bahwa citra atau image
dapat dibentuk dari cahaya yang melewati sebuah lubang kecil (pinhole).
Penjelasan tersebut diterapkan pada prinsip kerja kamera
obscura.kemudian kamera mengalami perkembangan dilengkapi dengan
diafragma dan rana. Diafragma adalah lubang tempat dimanamasuknya
cahaya untuk mencahayai film. Dan rana adalah tirai yang berfungsi
membuka dan menutup kembali untuk mengatur seberapa cepat cahaya
yang mencahayai film. Pertama kali film negative muncul pada tahun
1960, pada saat itu Anglo Sala melakukan percobaan terhadap campuran
serbuk perak nitrat yang dikenai sinar matahari dan kemudian warnanya
26



berubah menjadi hitam. Setelah itu teknologi filmpun semakin
berkembang. Pada awal 1839, William Henry Fox menerangkan proses
pencetakan gambar yang dikenaldengan system negative positif. Setelah
itu dunia fotografi semakin berkembang berkat George Eastman, beliau
menciptakan roll film yang memberikan banyak kemudahan dan
kepraktisan, yang memungkinkan terciptanya kamera yang praktis, tidak
berat dan tidak mahal.

II.4.2 Jenis jenis kamera
1. Kamera Mekanik
2. Kamera Elektronik
3. Kamera gabungan keduanya (mekanik dan elektronik)
4. Kamera Digital

Lensa adalah merupakan kelengkapan dari kamera dan berfungsi
untuk untuk menagkap, meneruskan dan membiaskan cahaya yang
dipantulkan oleh objek.

II.4.3 Jenis jenis lensa:
1. Lensa Normal
2. Lensa Panjang / Telelens
3. Wide lens
4. Fix lens
5. Makro lens
27



6. Mikro/Micro lens

II.4.4 Tujuan Fotografi
Dilihat dari tujuannya, pemotretan dapat dikelompokan menjadi
beberapa tujuan, yaitu:
1. Pemotretan untuk memberikan penerangan
2. Pemotretan untuk memberikan pendidikan
3. Pemotretan untuk memberikan hiburan
4. Pemotretan untuk memberikan ilmu pengetahuan
5. Pemotretan untuk memberikan dokumentasi
6. Pemotretan untuk memberikan ekspresi diri.

Untuk membuat sebuah foto yang baik merupakan proses yang
kompleks dan merupakan kombinasi dari lima factor utama menurut
AndreasFeininger dalam bukunya The Complete Photographer, faktor -
faktor yang melingkupi adalah:
a. sifat dan sasaran objek yang akan dipotret
b. kepribadian sang pemotret
c. konsep sang pemotret tentang sasaran pemotretnya
d. pelaksanaan teknis pemotretan
e. untuk siapa potret tersebut dibuat atau dimaksudkan

28



komposisi dalam fotografi adalah susunan garis, nada, kontras dan
tekstur yang diatur dalam suatu format. Terdapat tiga cara palng popular
untuk menyusun komposisi, yaitu:
a. Rule of Third atau yang disebut juga dengan Golden
Section.
b. Framing
c. Leading of the line atau perspektif

Juga terdapat sudut sudut pengambilan gambar:
a. Low Angle:
Pengambilan gambar dari sudut bawah untuk memberikan
kesan dramatic

b. High Angle:
Pengambilan gambar dari sudut atas untuk memberikan kesan
artistic

c. Dutch atau Crazy Angle:
Pengambilan gambar dengan kemiringan yang ekstrim untuk
memberikan kesan yang ekstrim.

d. Eye Level:
Pengambilan gambar dari sudut tengah untuk memberikan
kesan wajar seperti apa adanya peranan cahaya dalam fotografi
29



juga sangat penting. Pengertian arah pencahayaan dalam
fotografi adalah bagaimana memposisikan sumber cahaya
terhadap objek yang akan difoto. Sedangkan efek pencahayaan
adalah menyangkut akibat yang ditimbulkan dari
memposisikan sumber cahaya tersebut terhadap objek yang
dipotret.

Arah sumber cahaya dalam fotografi ada lima posisi, yaitu:
a. Front light
b. Side light
c. Top light
d. Bottom light
e. Back light

II.5 Tipografi

Gambar 2.5.1 Contoh Tipografi

30



II.5.1 Pengertian
Tipografi merupakan suatu ilmu dalam memilih dan
menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia,
untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk
mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.
Dikenal pula seni tipografi, yaitu karya atau desain yang menggunakan
pengaturan huruf sebagai elemen utama.Dalam seni tipografi, pengertian huruf
sebagai lambang bunyi bisa diabaikan.
Contoh font : Times New Roman
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
abcdefghijklmnopqrstuvwxyz
1234567890
!@#$%^&*( )_+-=[]{}\|:;<>,.?/

II.5.2 Evaluasi Bahasa Tulis
Bahasa tulis merupakan salah satu indikator yang membedakan antara
masa awal sejarah dan prasejarah.Perkembangan bahasa tulis bermula sejak
sebelum Masehi, di mana awalnya manusia menggunakan bahasa gambar untuk
berkomunikasi.Bangsa Afrika dan Eropa mengawali pada tahun 35000-4000
sebelum Masehi dengan membuat lukisan di dinding gua.Pada masa itu gambar
atau lukisan dijadikan sebagai salah satu sarana utama dalam suatu komunitas,
31



baik sebagai media untuk mentransmisikan informasi maupun media untuk
kegiatan ritual.
Perkembangan cara berkomunikasi melalui tanda dan gambar
berkembang terus. Sekitar tahun 3100 SM, bangsa Mesir menggunakan
pictograph sebagai symbol-simbol yang menggambarkan sebuah objek.
Komunikasi dengan menggunakan gambar berkembang dari pictograph hingga
ideograph, berupa symbol-simbol yang mempresentasikan gagasan yang lebih
kompleks serta konsep abstrak yang lain.
Perpindahan yang mendasar dari bahasa gambar dan tanda yang
dibunyikan hingga bahasa tulis yang dapat dibunyikan dan mempunyai arti (
phonograph setiap tanda atau huruf menandakan bunyi ) dapat disaksikan pada
system alphabet Phoenician pertama yang diperkenalkan pada tahun 1300
sebelum Masehi
Perkembangan yang terpenting dari system alphabet ini adalah penerapan
pola membaca dari arah kiri ke kanan.System alphabet kemudian terus
berkembang hingga akhirnya bangsa Romawi menyempurnakannya ke dalam
bentuk huruf yang sebagaimana kita kenal dan gunakan sekarang.
2

II.5.3 Anatomi Huruf
Langkah awal untuk mempelajari tipografi adalah mengenali atau
memahami anatomi huruf.Seperti halnya tubuh manusia, huruf memiliki berbagai
organ yang berbeda. Gabungan seluruh komponen dari suatu huruf merupakan
identifikasi visual yang dapat membedakan antara huruf satu dengan yang lain.
Apabila kita telah memahami anatomi huruf secara baik, dengan mudah kita

2
Sihombing 2001 : 3
32



dapat mengenal sifat dan karakteristik dari setiap jenis huruf. Berikut ini adalah
terminology yang umum digunakan dalam penamaan setiap komponen visual
yang terstruktur dalam fisik huruf :
1. Baseline
Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas dari
bagian terbawah dari setiap huruf besar.

2. Capline
Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadibatas dari
bagian bawah dari setiap huruf besar.

3. Meanline
Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas dari
bagian teratas dari badan setiap huruf kecil.

4. X-height
Jarak ketinggian dari baseline sampai ke meanline, X-height
merupakan tinggi dari badan huruf kecil.Cara yang termudah
mengukur badan huruf kecil adalah dengan manggunakan huruf
x.




33



5. Ascender
Bagian dari huruf kecil yang posisinya tepat berada diantara
meanline dan capline.

6. Descender
Bagian dari huruf kecil yang posisinya tepat berada di bawah
baseline.
3















3
Sihombing, 2001 : 13
34



BAB III
HIMPUNAN DAN ANALISA DATA

III.1 Data Produk
III.1.1 Jenis Produk
Sebuah film pendek yang menceritakan kehidupan sehari-hari ketika
seseorang harus memilih diantara professionalism dan sosok tanggung jawab,
dibalut dengan sentuhan grafis.

III.1.2 Sinopsis Film Pendek yang Bergaya Cinematic
Film pendek yang berjudul AKU, KAMU & DIA yang mengisahkan
tentang seorang freelance desain grafis, yang bernama Jo. Jo mempunyai angan -
angan ingin memberikan sebuah hadiah kepada Anna pacarnya, pada saat umur
hubungan mereka menginjak 1 tahun. Pada saat itu jo mendapatkan sebuah
tawaran pekerjaan oleh seorang produser, dan dapat menghasilkan angan-
angannya itu. Untuk membuat hal itu nyata, maka Jo pun bekerja keras dan giat
demi mendapatkan penghasilan yang cukup. Tetapi ditengah penggapaian angan-
angannya Jo dihadapkan dengan sebuah keadaan dimana ia harus memilih sebuah
pilihan diantara dua pilihan yang ada, apakah Jo harus bertemu dengan Anna
ataukan Jo tetap memilih pekerjaannya demi mendapatkan apa yang ia angankan?


35



III.1.3 Presentasi Produk
Film pendek yang berjudul AKU, KAMU & DIA ini berdurasi sekitar
15 menit. Pada segi teknis, karakter film dibuat dengan gaya cinematic, dan
kehidupan sehari-hari. Pengambilan gambar menggunakan camera digital, agar
memiliki warna film yang lebih terang, dan memiliki Deep Of Field yang lebih
tajam. Segi layout , credit title dan judul dibuat tidak begitu rapi seperti pada
umumnya, dikarenakan konsep film pendek ini dibuat seperti film yang memiliki
sentuhan dengan desain grafis. Tampilan visual judul dibuat dengan sentuhan
typography yang simple, agar dapat terbaca, namun diberi sedikit efek pada saat
tampilannya gar lebih dinamis.
Kemudian hasil dari film pendek ini dikemas dengan bentuk kepingan
DVD (Digital Video Disc) beserta casenya yang dibuat menggunakan kertas art
carton sebagai kemasannya. Kemudian diberikan gratis poster film pendek
tersebut beserta posternya secara terpisah.

III.1.4 Distribusi
Proses distribusi dan pemasaran, untuk tahap awal akan dipamerkan
disejumlah media social (trailer). Dan tidak menutup kemungkinan untuk dapat
dipamerkan di ajang festival film pendek XXI.




36



III.1.5 Promosi
Untuk mencapai sebuah target, khususnya dalam penjualan sebuah film
tentunya harus melalui beberapa proses panjang dalam merealisasikan target
tersebut. Sama halnya dalam mengeluarkan produk baru, penyampaian
informasinya harus jelas dan tepat sasaran dengan menggunakan beberapa media
iklan / promosi yang baik seperti:
1. Iklan (advertising), promosi dengan menggunakan hightligh yang
akan dipasang dibeberapa media cetak seperti dimajalah dan radio
sesuai dengan target pasar.
2. Memanfaatkan dunia maya seperti beberapa jejaring social serta
forum komunitas film pendek sebagai promosi.
3. Iklan (advertising), promosi dengan menggunakan hightligh yang
akan dipasang dibeberapa media cetak seperti dimajalah dan radio
sesuai dengan target pasar.
4. Memberikan info secara langsung dan memberikan souvenir menarik
kepada audience pada saat launching film pendek.
5. Memanfaatkan media cetak seperti poster sebagai media promosi yang
dapat dilihat oleh masyarakat luas





37



III.2 Data Pasar dan Pesaing
III.2.1 Segmentasi Pasar
Adanya segmentasi pasar sangat penting untuk menentukan target
pemasaran yang sesuai dengan harapan, disini kita perlu mengelompokan
pasar sesuai dengan produk yang ingin kita publikasikan.
Dengan segmentasi pasar yang yang baik, maka kita dapat melihat
dan mengukur kekuatan dari kompetitor produk kita. Oleh dari sebab itu
kita perlu melihat suatu pasar dari berbagai aspek, seperti: Demografi,
sifat-sifatdan karakter penonton (psikografis) dan perilaku.
Dimana pada segi demografis, film pendek AKU, KAMU &
DIA ini akan dipasarkan di Indonesia.
Aspek demografis, rentan usia dari umur lima 15 25 tahun. Tidak
menutup kemungkinan untuk umur diatas 25 tahun bisa menyaksikan film
pendek ini sebagai bahan refrensi. Jenis kelamin, pria dan wanita.
Tinggkat social dari kalangan menenga ke atas (B ke A). status social dari
tingkat pelajar, mahasiswa, dan pekerja. Warna Negara Indonesia.
Film pendek ini ditujukan untuk semua kalangan yang ingin
mengajarkan bertindak dan memilih keputusan secara cepat berdasarkan
tingkat prioritasnya, dan juga yang menyukai film pendek.
Aspek psikografis, menargetkan masyarakat yang memiliki gaya
hidup modern sesuai dengan perkembangan zaman, mempunyai karakter
kreatif, dan memiliki ketertarikan untuk hidup kreatif dan menyukai film.
38



Aspek perilaku, tentunya kepada masyarakatyang menyukai film
pendek, memiliki sifat yang kreatif serta enerjik, suka bereksperimen
mengenai sesuatu yang baru.
Setelah mengetahui segmentasi secara jelas dan tepat, diharapkan
dapat mencangkup pasar yang sesuaidengan target film pendek tersebut.

III.2.2 Potensi Pasar
Potensi pasar sekarang ini dapat dikatakan cukup berpotensi. Hal
ini dikarenakan tingkat kesadaran masyarakat mengenai film pendek di
Indonesia cukup tinggi sehingga tidak heran jika melihat begitu banyaknya
film pendek yang baru dibuat yang di unggah pada jejaring social dengan
genre yang berbeda beda. Melihat potensi pasar mengenai film pendek
yang mengajarkan untuk bertanggung jawab ini cukup baik. Terlebih lagi
dilihat dari peredaran film pendek seperti ini di jejaring social yang tidak
begitu banyak beredar.

III.2.3 Pesaing
Setiap produk kreatif pastinya memiliki pesaing, sama halnya
dalam dunia perfilman. Dalam hal ini film pendek mempunyai pesaing
utama yaitu film film pendek yang di ada pada jejaring sosial seperti
yang kreatif dan memotivasi penontonya. Seperti contoh: film pendek
yang berjudul SERATUS, THE POWER OF WORDS, HELLO
GOOD BYE, dsb.
39



Tidak hanya film yang menjadi competitor, namun ada juga
competitor lain seperti adanya game online dan jejaring sosial sehingga
membuat banyak dari masyarakat yang malas untuk mau tahu tentang
bidang kreatif lainnya seperti film pendek yang ada.

III.3.1 Analisa Keputusan Perancangan
III.3.1.1 S.W.O.T.
Strenght / Kekuatan:
a) Pesan yang tersirat dalam film dapat memberikan motivasi yang
bermakna kepada masyarakat.
b) Pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan lebih baik karena
berupa gambar visual dan audio.
c) Gambar yang dihasilkan tajam dan memiliki Deep Of Field sehingga
hasil yang dihasilkan dinamis.
d) Memiliki dua manfaat yaitu membangun kreatifitas dalam berkarya
khususnya membuat film dan tetap berekspresi dalam karya,
menggambar.
e) Menggunakan tekhnik cinematic dan sentuhan grafis sehingga gambar
yang dihasilkan tidak terkesan datar.




40



Weaknes / Kelemahan:
a) Keterbatasan casting pemain, karena pemain yang di casting bukan
dari pemain yang professional, sehingga menjadikan kurangnya
ekspresi didalam film pendek ini.
b) Berhubung dengan project ini adalah film pendek maka durasi yang
ditentukan juga terbatas.
c) Tidak terdapat teks dalam bahasa inggris difilm pendek ini, sehingga
masyarakat asing akan sedikit kesulitan dalam memahami ceritanya


Opportunity / Peluang:
a) Adanya ajang seperti short movie festival yang diselenggarakan oleh
XXI setiap tahunnya membuat para creator film mendapat wadah
dalam menggapresiasikan karya mereka dan dipertontonkan kepada
masyarakat luas.
b) Dengan adanya gadget yang semakin canggih maka film pendek ini
dapat diakses dengan mudah menggunakan smart phone.





41



Thread / Ancaman:
a) Masih sedikitnya kesadaran masyarakat yang menyadari bahwa
berkreasi tidak hanya dengan kerajinan tangan, tetapi dalam bentuk
membuat film jauh lebih menunjukan sisi kreatif yang digunakan
dalam pembuatan film ini.
b) Cara berpikir masyarakat yang selalu dihadapkan dengan beberapa
pilihan yang ada.
III.3.1.2 Analisa Target Audience
III.3.2.1 Target Usia
15 25 tahun
Biasanya pada anak muda yang berusia dari 15 tahun
mempunyai gejolak yang tidak stabil antara emosi dan logikanya,
dan banyak dari mereka yang kadang salah dalam mengambil
keputusan. Dan pada usia 25 tahun, umumnya orang sedang
mengejar karir, dan ingin mendapatkan apa yang ia inginkan. Maka
film pendek ini dapat dijadikan sebagai salah satu film pendek yang
dapat memotivasi. Tidak menutup kemungkinan untuk umur diatas
25 tahun bisa menyaksikan film pendek ini sebagai bahan refrensi.

III.3.2.2 Demografi
Umur : 15 25 tahun
Jenis kelamin : Pria dan wanita
42



Pekerjaan : Semua pekerjaan
Pendidikan : SMP Universitas
Agama : Universal

III.3.2.3 Geografis
Kebangsaan : WNI
Domisili : Jakarta
Iklim : Tropis dan Sub-Tropis
III.3.2.4 Psikografi
Tingkat sosial : mencangkup semua golongan yang ingin
termotivasi dalam pembuatan film pendek.
kepribadian : para kalangan yang menyukai hal hal
yang baru, kalangan yang memiliki jiwa seni dalam film,
mempunyai passion dibidang film.








43



BAB IV
KONSEP PERANCANGAN

IV.1 Penetapan Perancangan
Film pendek ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari seorang
desainer grafis, yang harus memilih sebuah pilihan diantara professionalisme dan
sosok tanggung jawabnya, kepada seseorang. Film pendek ini dibagi menjadi 8
bagian, dimana pada bagian ke-1 menampilkan karakter utama. Bagian ke-2
menampilkan judul. Bagian ke-3 menampilkan introduce peran. Bagian ke-4
menceritakan apa yang akan dituju. Bagian ke-5 menceritakan masalah. Bagian
ke-6 menceritakan konflik pada pemain. Bagian ke-7 menceritakan bagaimana
cara penyelesaiannya. Dan pada bagian akhir, bagian ke-8 menampilkan credit
title.

Konsep visual film pendek ini mengangkat gaya cinematic seperti film-
film layar lebar pada umumnya seperti, segi warna film, kualitas film, anggle
kamera, cara pengambilan gambar, penataan cahaya, dan film ini di berikan
subtitle inggris, sehingga memudahkan masyarakat luar negeri agar dapat
memahami dengan baik.

Pemilihan film pendek yang didukung oleh naskah sebagai pelengkap
informasi dari unsure\ visual yang ditampilkan ( naskah / script) dengan
presentase 90% visual 10% naskah, yang dimaksudkan agar penonton tidak
44



merasa bosan dan dapat mengerti apa yang sedang terjadi disetiap scene nya
disaat keadaan sekitar sedang tidak kondusif. Sehingga film pendek ini tetap bisa
dinikmati dan dapat menyampaikan informasi secara lengkap dan jelas.
Film pendek ini dapat menjadi pedoman kepada generasi muda sekarang
dan sebagai bentuk ikut berpartisipasi agar tetap berkarya dalam industry film,
agar tradisi ini tetap terus ada dan tidak hilang, melalui film yang berjudul AKU,
KAMU & DIA.

IV.1.1 Tujuan Pemasaran
Untuk memamerkan film baru dipasaran harus dilakukan promosi
secara cepat dan tepat, seperti iklan dimajalah, siaran melalui radio, upload
video di sosial media, broadcast message, poster, x-banner, dan media
promosi lainnya. Ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai film
pendek yang akan kita pamerkan di masyarakat, sehingga masyarakatt
dapat tertarik dan memiliki gambaran mengenai film pendek yang kita
publikasikan.

IV.1.2 Tujuan Komunikasi
Komunikasi erat hubungannya dengan kehidupan kita sebagai
mahluk sosial baik secara verbal dan nonverbal, dimana komunikasi
bertujuan untuk menyampaikan informasi pesan, ide dan gagasan antara
orang yang satu dengan yang lainnya, sehingga terjadinya interaksi sosial.
Sama halnya dengan komunikasi dalam pemasaran. Dimana komunikasi
45



dalam pemasaran sangat berpengaruh dalam produk yang ingin
dipasarkan.

Seperti halnya dalam tujuan komunikasi yang ingin dicapai melalui
pembuatan film pendek ini, yaitu untuk memotivasi masyarakat dan
meneruskan industry film kepada generasi muda untuk tetap berkreasi.
Selain itu untuk ikut melestarikan tradisi lomba film pendek tahunan agar
tidak hilang dan terancam eksistensinya.

IV.1.3 Strategi Komunikasi
Dalam melakukan pemasaran perlu adanya strategi komunikasi,
tujuan utama digunakannya strategi komunikasi adalah terciptanya
komunikasi efektif yaitu yang mampu melahirkan efek dari komunikasi
seperti mempengaruhi, menyampaikan pesan dan juga menginformasikan
kepada audience (penonton) mengenai film pendek yang ingin kita
publikasikan.

Oleh karena itu, dalam perancangan film pendek AKU, KAMU &
DIA, director menerapkan beberapa pendekatan, yaitu:



46



IV.1.4 Pendekatan Emosional
Tema yang diangkat director dalam film pendek ini merupakan
sebuah gambaran realita kehidupan sehari hari anak muda dan kisah
percintaan anak muda yang klise. Dan merupakan salah satu bentuk
tanggung jawab yang di ambil menurut prioritasnya, yang banyak dari
anak muda saat ini terkadang suka salah mengambil keputusan. Melalui
film pendek ini director ingin memberikan sebuah motivasi kembali
dengan bentuk film pendek AKU, KAMU & DIA mulai dari apa yang
akan dituju, masalah, konflik, dan bagaimana seharusnya ketika semua itu
ada serta mengatasinya, sehingga mereka dapat mengerti mengenai apa
yang akan diambil dalam sebuah keputusan serta tradisi anak muda untuk
tetap berkarya dalam industry film.

IV.1.5 Pendekatan Artistik
Pendekatan artistic berhubungan dengan nilai estetika yang
berhubungan dengan tema yang diangkat suatu film pendek. Karena tema
film pendek ini mengangkat tentang drama yang erat hubungannya dengan
kehidupan anak muda, director menampilkan gaya cinematic pada setiap
scenenya, pemilihan font, grid, kombinasi fotografi, font, dan fotografi
pada cover.



47



IV.1.6 Pendekatan Kreatif
Pada film pendek ini membahas tentang drama kehidupan dan
tanggung jawab seseorang, secara terstruktur, mulai dari timbul
keingingan, cara mendapatkan, terjadi masalah, konflik, tindakan apa yang
diambil, dan cara menyelesaikannya.
Selain itu dalam film pendek ini juga mengkombinasikan element
visual seperti desain grafis, skesta, tipografi, dan elemen visual lainnya,
secara menarik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dengan
pemilihan alat produksi yang baik seperti kamera DSLR dan penambahan
lighting yang baik, serta penggunaan kertas yang baik seperti art paper
pada cover dan penggunaan case sehingga film yang sudah baik, ditambah
dengan pengemasan yang baik menambah kesan yang baik.

IV.1.7 Pendekatan Rasional
Pendekatan rasional ini memberikan informasi yang jelas dan dapat
diterima akal dan pikiran, prosesnya dapat dimengerti sesuai dengan
kenyataan dan realitas yang ada. Disini director memiliki tugas untuk
mempresentasikan idenya pada sebuah karya yang dapat diterima
dimasyarakat, memiliki style yang berbeda, dan berimprovisasi yang
sesuai dengan tema atau ide yang sudah ada. Tidak hanya sampai disitu,
director juga memiliki tanggung jawab pada karya yang mereka buat.


48



IV.1.8 Menentukan Unique Selling Position
Untuk membedakan film pendek yang kita miliki dengan yang
sudah ada dipasaran perlu adanya improvisasi dan perencanaan yang unik
dan kreatif sehingga film pendek yang dihasilkan dapat maksimal. Untuk
menarik minat penonton dipasaran, film pendek yang kita harus miliki
juga harus memiliki keunikan (nilai lebih) tersendiri dibanding pesaing
yang ada.
Keunikan pada film pendek AKU, KAMU & DIA terdapat
sentuhan desain grafis, dimana adanya unsur ilustrasi, sesuai dengan script
yang ada yang membawa kehidupan dunia desain grafis kedalam film
pendek ini.
Pada teknisnya menggunakan pengambilan gambar seperti
cinematic yang mempertahankan tingkat grid, screen, dan anggle
pengambilan gambar sangat diperhatikan.
Pemberian warna pada film ini juga diperhatikan karena akan
bergantung pada tema yang ada pada film pendek tersebut. Film pendek ini
menceritakan tentang drama, maka gaya warna yang digunakan warna
yang soft.

IV.2 Perencanaan Kreatif
IV.2.1 Tujuan Strategi Kreatif
Pada film pendek yang nanti akan dipublikasikan pada masyarakat
harus adanya inovasi-inovasi yang ditampilkan yang menjadi nilai lebih
49



disbanding film pendek lainnya. Perencanaan kreatif film pendek ini
adalah salah satu bentuk ikut berpartisipasi tentang kreativitas yang harus
ada di generasi muda saat ini agar tetap berkarya dan tetap terjaga
eksistensinya film pendek di Indonesia. Pemilihan film pendek
dikarenakan penyajiannya yang simple dan memiliki maksud yang
langsung kena kepada penonton sebagai film yang santai dan bermotivasi.

IV.2.2 Penerapan Kreatif
Pada film pendek ini penerapan kreatif dapat dilihat pada, tampilan
dunia desain yang hampir 50 % berupa kegiatan kegiatan bidang grafis
dan 50% naskah penjelas, cover. Selain itu pemisahan package DVD
diberikan dalam bentuk kreatif seperti penggunaan art carton dan di isi
dengan synopsis dan juga cover film pendek tersebut.

IV.2.3 Key Visual
Key visual yang ditampilkan dari film pendek ini sebagai elemen
utama adalah pesan motivasi yang terkandung didalamnya yang biasa kita
jumpai dalam realita kehidupan sehari hari.
seorang desainer freelance
anak muda
Kehidupan desainer grafis
Gambar / sketsa
50



IV.2.4 Key Word
Dari hasil penelitian penulis mendapatkan beberapa keyword yang
akan dipakai dalam pembuatan tagline, tema, . beberapa keyword tersebut
antara lain:
Drama
Motivasi
Short Movie
Cinematic
Production

IV.2.5 Look, Mood, Tone, Manner
Cinematic
Bermotivasi
Elegant
Oriental

IV.2.6 Key Audio
key audio yang dikeluarkan meliputi instrument music dari gitar
dan pian.

\
51



IV.2.7 I mage
Unsur visual (video) pada film pendek ini merupakan hasil Direct
Of Photography (D.O.P.) secara langsung oleh director dan juga diambil
dari hasil photographer utama pada saat prosesi, yang sudah mendapatkan
izin untuk menggunakannya.

IV.2.8 Tipografi
Untuk kelengkapan informasi yang disajikan selain unsur video
dan fotografi pada cover harus adanya unsure tipografi yang melengkapi,
sehingga menjadi keseimbangan desain yang baik dan mengikat informasi
yang disajikan.
Font yang digunakan dalam film pendek
Judul Cover
Untuk Cover menggunakan font Myriad Pro condensed yang
mewakili kesan yang tegas, dan simple.
Myriad Pro ( Bold Condensed)
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
A b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0





52



Tagline
untuk tagline cover menggunakan font Myriad Pro condensed
yang mewakili kesan yang kuat dan fleksibel.
MYRIAD PRO ( Myriad Pro ) (condensed)
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
A b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0

IV.2.9 Warna
Warna merupakan elemen grafis yang memiliki peranan yang
sangat penting dan dapat memberikan efek psikologis bagi orang yang
melihatnya. Dengan pemilihan warna yang tepat dengan tema film pendek
yang kita buat dapat memunculkan estetika film pendek yang baik dan
pesan maksud yang tersampaikan.
Dalam film pendek ini, director menggunakan white balance dalam
karyanya agar warna yang dihasilkan bisa tetap continuity setiap scenenya.
White balance Kelvin sangat baik dalam pembuatan film pemdek karena
dapat diukur intensitasnya sehingga dapat menghasilkan warna yang sesuai
dengan keinginan.
Warna Kelvin sekitar 5200 5300k dikarenakan dalam film
pendek ini berceritakan tentang drama, dan warna Kelvin itu sendiri
bermakna warna dramatis. Oleh karena itu, film pendek ini bertemakan
tentang drama motivasi, maka warna yang mendominan dalam film
pendek ini kuning keemasan.
53



IV.2.10 Style
Dalam perancangan film pendek, gaya film tidak hanya sebatas
terlihat bagus, tetapi sebuah film pendek yang kreatif harus memiliki style
(gaya) atau karakter yang kuat. Style dramatic inilah yang menjadi ciri
khas dan membedakan film pendek yang saya buat dengan karya orang
lain.

IV.2.11 Layout
Layout atau tata letak dalam sebuah desain seperti dalam membuat
poster memiliki peranan yang sangat penting. Layout juga sebagai
pengatur elemen elemen desain terlihat rapih dan enak dilihat.
Dalam pemilihan layout harus disesuaikan dengan konsep, media
dan tema yang dibawanya. Dalam poster ini penulis menggunakan layout
dengan bentuk pemilihan 3 Grid yang lebih banyak menghasilkan lebih
banyak variasi layout dan semakin fleksibel penempatan elemen elemen
layoutnya.
Layout disini juga dipadukan dengan fotografi dan juga
penambahan judul serta taglinenya, yang sesuai dengan pembahasan.




54



Gambar 4.1 Contoh Layout Poster Pra event & event


IV.2.3 Proses - Proses Desain
Untuk membuat suatu desain yang menarik dan baik, harus adanya
tahapan tahapan yang jelas sesuai dengan konsep perancangan yang kita akan
kerjakan sehingga hasil yang dicapai akan maksimal dan tepat dengan apa yang
kita rencanakan.
Bagan Proses Pembuatan





55



Gambar 4.2 Bagan Proses Produksi & Desain



56



IV.3 Perencanaan Media
IV.3.1 Tujuan Media
Tujuan perencanaan media adalah menjangkau pasar secara
keseluruhan baik primer maupun sekunder dan sebagai wadah untuk
melakukan promosi untuk pengenalan dan pemasaran suatu produk baru
yang akan dilepas ke masyarakat atau pasar. Dengan perencanaan media
yang baik dan tepat, pesan dan informasi yang kita buat dapat
tersampaikan dan bermanfaat.

IV.3.2 Strategi Media
Berguna untuk menjangkau target pasar yang sesuai dengan tujuan
dan komunikasi, ditentukan program promosi pada beberapa media yang
dekat dengan target pasar. Strateginya adalah degan memasarkan film
pendek secara bertahap, yaitu melalui tahap pengenalan media terlebih
dahulu (pra launching), promo realese, tahap launching, hingga tahap
pasca launching.

IV.3.3 Program Media
Seperti yang sudah disebutkan dalam strategi media diatas,
program media direncanakan dan dilakukan dalam jangka waktu dan pasca
film pendek sudah di launching. Launching yang dilakukan membutuhkan
waktu kurang lebih selama 3 bulan, yaitu:
57



Dengan pemasangan iklan di radio sebagai tahap pengenalan
kepada masyarakat. Dilanjutkan dengan pengunduhan film pendek tersebut
di jejaring sosial seperti pada youtube sebagai trailer film pendek.
Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan poster dan x-banner ketika film
pendek siap untuk diluncurkan, dan pembagian souvenir seperti poster,
DVD, notes dan goodybag ketika film diluncurkan di pasar.

IV.3.4 Tabel Media Promosi
Tabel 4.1 Tabel Program Media

Media

Deskripsi

Frekuansi

Format



Aware

Majalah

1 Halaman

1 Edisi

1 Page

Iklan Radio

Radio Gen Fm

1 Minggu

Spot

unduh
Di
Jejaring
Sosial
Youtube,
Facebook,
Twitter


2 Bulan


TVC,
Trailer
58





Pra event


X-banner
Disebarkan dibeberapa
Universitas & sekolahan,
dan
Beberapa Bioskop XXI
&
Cinema 21

1 Bulan
(sebelum
event)

X-Banner
80cm x 60
cm



Poster

Disebarkan dibeberapa
bioskop XXI &
cinema 21
yang ada di Jakarta dan
beberapa Universitas dan
sekolahan yang ada di
Jakarta

Saat event
berlangsung, &
1 bulan setelah
event, &
dibeberapa
universitas dan
sekolahan.



A2
(42 x 59.4
cm)






Invitation
Card
Dibagikan kepada
beberapa tamu undangan
untuk menghadiri
pemutaran perdana film
pendek

Dibagikan
sebelum hari
pemutaran film
pendek.
A5
(14.8 x 21
cm)
59










Event



Poster

Disebarkan dibeberapa
bioskop XXI &
cinema 21
yang ada di Jakarta dan
beberapa Universitas dan
sekolahan yang ada di
Jakarta

Saat event
berlangsung, &
1 bulan setelah
event, &
dibeberapa
universitas dan
sekolahan.



A2
(42 x 59.4
cm)





X-Banner

Disebarkan dibeberapa
bioskop XXI &
cinema 21
yang ada di Jakarta dan
beberapa Universitas dan
sekolahan yang ada di
Jakarta

Saat event
berlangsung, &
1 bulan setelah
event, &
dibeberapa
universitas dan
sekolahan.



X-Banner
(80cm x
60 cm)
60





Photo
Booth

Dipasang saat event
berlangsung di bioskop
tempat pemutaran
perdana film pendek
Saat event
berlangsung, &
1 bulan setelah
event, &
dibioskop
tempat
pemutaran film



(2 x 3 m)


T- Shirt

Dipakai oleh pemain film
dan crew saat event
berlangsung

Selama event
berlangsung


All size






Reminder

Notes



Goodybag
Poster
DVD
T-shirt

Dibagikan saat event
berlangsung ketika
pengunjung datang ke
booth
Untuk goodybag,
poster, T-shirt, dan DVD
dibagikan ketika
pengunjung melakukan
interaksi atau Tanya





(Event)

A6 (10.5 x
14.8 cm )


(23 x 30
cm)
A2
1 unit
61






jawab mengenai film
pendek tsb.


IV.3.5 Bauran Media
IV.3.5.1 Media Lini Atas
a. Majalah
Ukuran : A6 (space keseluruhan beserta synopsis)
Keterangan : Majalah merupakan media yang digunakan
produser untuk mempromosikan film pendek yang akan di
launching. Dalam artikel dimajalah ini diterangkan mengenai
penjelasan tentang sinnopsis cerita dan mengenai launching film
pendek dan tanggal launching serta tempat berlangsungnya event
launching tersebut.

b. Radio
Format Lisan
Keterangan : Media berupa radio ini berisikan sebuah promosi
bahwa telah direalese sebuah film baru berupa film pendek tentang
motivasi. Produser nantinya akan menggunakan radio Gen Fm
sebagai media promosi degan format lisan. Iklan berisi pengenalan
dan juga launching mengenai film pendek tersebut.

62



Alasan : produser menggunakan media elektronik radio,
karena radio merupakan media yang lebih spesifik untuk
membatasi pasar yang ingin dituju. Produser menggunakan radio
Gen Fm karena radio tersebut merupakan radio anak muda

IV.3.5.2 Media Lini Bawah
a. Poster
Ukuran : A2 (42cm x 59.4 cm)
Keterangan : Poster media ini digunakan produser untuk
mempromosikan produk yang dilauching. Dalam poster ini terdapat
penjelasan mengenai launching film pendek, dan tanggal launching
serta tempat berlangsungnya event launching tersebut.

b. Pengunduhan teaser pada sosial media seperti Youtube, Facebook,
Twitter
Ukuran : Youtube ( HD 1080 x 768 px ) trailer 1 menit
Facebook ( High Resolution 720 x 576 px ) 1
menit
Twitter ( High Resolution 720 x 576 px ) 1 menit
Keterangan : Media berupa jejaring sosial ini berisikan sebuah
promosi bahwa telah diluncurkannya film pendek baru berjudul
Aku, Kamu, & Dia. Produser nantinya akan mengunduh melalui
Youtube, Facebook, Twitter, sebagai media promosi dengan format
63



elektronik. Trailer berisi pengenalan dan juga launching mengenai
film pendek tersebut.
Alasan : produser menggunakan media elektronik karena
jejaring sosial yang dikenal banyak orang dan memiliki ruang
lingkup yang luas. Produser menggunakan jejaring sosial karena
jejaring sosial tersebut merupakan jejaring sosial yang dikenal
dimasyarakat khususnya golongan menengah keatas.

c. X-banner
Ukuran : 80cm x 60 cm
Keterangan : sebagai media promosi dan penarik perhatian
konsumen, yang diletakkan di Bioskop XXI, cinema 21,
universitas, dan sekolahan serta pada saat event berlangsung.

d. T shirt
Ukuran : All size
Keterangan : Media promosi T- shirt eksklusif yang ada dibuat
sebagai souvenir dan wardrobe saat launching film pendek ini
sangat baik karena masyarakat dapat melihat apa yang sedang di
pamerkan




64



e. Gimmick notes
Ukuran : A6 ( 10.5cm x 14.8cm )
Keterangan : Karena notes memiliki tingkat kegunaan dalam
menulis sebuah catatan dengan ukuran yang kecil sehingga dapat
memudahkan untuk dibawa serta fleksibel dalam penggunaannya.
Selain itu dibagikan kepada pengunjung yang mendatangi booth
sebagai souvenir.

f. Goodybag
Ukuran : 23cm x 30cm
Keterangan : Goodybag dibagikan kepada setiap konsumen
yang datang ke booth dan berintteraksi serta melakukan tanya
jawab di booth tersebut.

g. Packaging DVD
Ukuran : 13.2cm x 13.2cm
Keterangan : Media packaging DVD eksklusif yang ada dalam
kemasan unik sebagai souvenir versi eksklusif. Karena film pendek
ini bersinggungngan dengan dunia desain maka packaging DVD
didesain sebagai item yang unik dengan packaging khusus.




65



h. Invitation Card
Ukuran : A5 (14.8 cm x 21 cm)
Keterangan : Media promosi invitation card dibagikan kepada
tamu dan undangan secara eksklusif untuk menghadiri acara
pemutaran perdana film pendek.

i. Photo Booth
Ukuran : (2m x 3m)
Keterangan : photo booth berguna sebagai media promosi yang
disediakan agar audience dapat mengabadikan moment bersama
foto para pemain dan property yang digunakan dalam film pendek
tersebut.

IV.4 Biaya Perancangan
Biaya Perancangan media, kurang lebih adalah sebagai berikut:
IV.4.1 Item Utama
Film pendek
Crew : 5.000.000/ project
Script Writer : 300.000
Story Board : 200.000
: 5.500.000
Sewa alat : 5.000.000
Sewa lokasi (3lokasi) : 1.000.000
66



Property : 500.000
Talent : 3.000.000
Editor : 1.000.000
Packaging + DVD @15.000 x 200 : 3.000.000

IV.4.2 Media Line Atas
Majalah
halaman (FC), Art Paper (105 mm x 148 mm)
@edisi : 7.000.000

Radio
Spot @60 detik prime time @150.000/ day x 7 : 1.000.000


IV.4.3 Media Line Bawah
Poster
A2 (42cm x 59.4 cm) @60.000 x 600 : 36.000.000

x-banner
80cm x 60 cm @60.000 x 200 : 1.200.000

t-shirt
@30.000 x 250 : 7.500.000

67



gimmick notes
A6 ( 10.5cm x 14.8cm ) @ 5.000 x 200 : 1.000.000

goody bag
23cm x 30cm @ 30.000 x 200 : 6.000.000

invitation card
A5 (14.8 cm x 21 cm) @ 5.000 x 50 : 250.000

photo booth
(2m x 3m) @12.000 : 72.000

Biaya tak terduga : 2.978.000
------------------ +
Total 82.000.000









68



IV. 5 ProsesProduksi
Mind Map
Gambar 5.1 Mind Map

69



IV. 6 Synopsis
Synopsis

AKU, KAMU, & DIA


menceritakan tentang seorang laki-laki yang harus memilih prioritas antara
pekerjaan dan janjinya kepada pacarnya.

Jo adalah seorang anak muda yang bekerja sebagai freelance designer. Ia
mempunyai keinginan ketika umur berpacarannya menginjak satu tahun, ia akan
menghadiahkan sebuah cincin kepada pacarnya.
Namun disisi lain ia mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan. Tetapi
disaat itu deadline yang diberikan bertabrakan dengan hari dimana mereka
merayakan anniversary mereka.
Apakah Jo akan menentukan pilihan kepada prioritas pekerjaannya atau
pacarnya?






70



IV. 7 Script
AKU, KAMU, & DIA

SHORT MOVIE

Draft 03

Cerita KEPONG

Script

CAMELIA JESSICA


1. Ext Jalan Raya Day

Established Suasana jalan raya yang lenggang.

Motor merah Jo melaju santai, tampak tak bersemangat.

INTERCUT

Artist:
Jo

Props:
Motor merah
helm


2. Ext Parkiran Motor Coffee Shop Day

Jo memarkir motornya. Dia benarkan letak topinya, ransel, kemudian masuk
ke dalam coffee shop.

CUT TO

Artist:
Jo

Props:
Motor merah
Topi
Ransel
helm

71




3. Int Coffee Shop Day

Established Suasana coffee shop di siang hari. Tak begitu ramai. Hanya ada
beberapa orang yang duduk dan tenggelam dalam kegiatan masing-masing.

Jo masuk ke dalam coffee shop. Dia melewati kasir sambil mengacungkan
jari telunjuknya untuk menunjukan seolah barista sudah tau maksud Jo.

Note : Erwin cukup tampak belakang sedang memesan minuman, biar
penonton menduga dia cuma figuran.

Jo melihat ke sekeliling sambil menaik turunkan hp yang sedari tadi
digenggamnya.

Terdengar suara hp Erwin. Dia berkata halo, lalu mengambil tempat duduk.

Barista mengantarkan pesanan Jo. Jo memberikan selembar uang Rp.50.000.-.
barista berjalan menuju bar. Terlihat suasana caf.

CUT TO

Artist:
Jo
Erwin
barista

Props:
Hp jo
Hp Erwin
Kursi
Cangkir kopi
Uang Rp. 50.000.-
tas


4. Int Coffee Shop Day

Erwin tampak gelisah. Sesekali dia menggaruk ujung kepalanya yang tak
gatal. Hp masih berada di telinganya.

Erwin :
Gimana? Semua oke kan?
(tegang)

Erwin mendengarkan orang di sebrang telpon dengan seksama. Dia
mengambil cangkir kopi, lalu menyeruputnya.

72



CUT TO

Artist:
erwin

Props:
Hp Erwin
Cangkir kopi
Kunci mobil erwin


5. Int Coffee Shop Day

Jo sibuk dengan hpnya. Tiba-tiba terdengar suara Erwin tersedak.

CU Wajah heran Jo.

POV Erwin yang terbatuk-batuk karena tersedak.

ERWIN :
(mengatur laju nafas)
Kacauuuuuuu!!
(marah)
Nggak ada yang punya alternatif lain?!

Erwin tampak kesal sekali. Tanpa sadar, Jo masih menatapnya dengan heran
dari tempat kasir. Pandangan mereka bertemu. Jo salah tingkah, kemudian
langsung mengalihkan pandangan. Demikian dengan Erwin.

CUT TO
Artist:
Jo
erwin

Props:
Hp jo
tas




6. Int Coffee Shop Day

Jo duduk di meja yang jaraknya tak jauh dari Erwin. Mata Jo masih tertuju
pada layar hp.

Note : Biar saat Erwin ingin keluar dari coffee shop, dia bisa melihat sketsa
yang Jo gambar.
73




Jo masih sibuk dengan hpnya sambil sesekali tersenyum dan menyeruput
minumannya.

Jo sudah menaruh hpnya di atas meja bersama dengan beberapa pensil dan
alat gambar. Dia memegang buku sketsa yang sudah tampak sedikit goresan
pensil.

CUT TO

Artist:
Jo
erwin

Props:
hp
minuman jo
pensil, alat gambar & sketch book(yang sudah ada coretan2
gambar)
tas


7. Int Coffee Shop Day

Erwin merebahkan kepalanya. Hpnya kembali berdering. Dengan malas, dia
mengangkatnya.

Sesaat kemudian Erwin bergegas pergi melewati meja Jo.
INTERCUT
Artist:
Erwin
Jo

Props:
Hp Erwin
tas




8. Int Coffee Shop Day

Jo masih asyik menggambar.

Erwin masuk kembali. Tampak terburu-buru. Dia mengambil kunci mobil
yang tertinggal.

74



Note : Erwin out frame, lalu in frame lagi dan langsung memperhatikan Jo
menggambar.

Erwin mendekat ke Jo. Dia perhatikan setiap goresan pensil Jo. Tiba-tiba dia
tersentak karena Jo berteriak senang.

JO :
Yuhuuu, kelar!
(senang)

CU Erwin yang jadi salah tingkah.

Hp Erwin berbunyi lagi. Jo pun ikut menoleh. Dia tampak kaget ada Erwin di
belakangnya, lalu tersenyum canggung pada Erwin dan memilih kembali
menatap gambarnya.

Erwin tampak senang.

POV Punggung Jo yang duduk tak nyaman.

CU Jo melirik curiga ke arah Erwin yang ada di belakang.

CUT TO

Artist:
Jo
Erwin
Props:
Alat gambar, & sketch book (yang sudah ada beberapa goresan)
Kunci mobil Erwin
Hp Erwin
tas


9. Int Coffee Shop Day

Erwin sudah duduk berhadapan dengan Jo. Suasana curiga sudah mencair.
Dia melihat-lihat buku sketsa yang tadi Jo pegang.

ERWIN :
Gambar kamu oke-oke juga!
(tersenyum penuh harap)

Erwin melihat sketsa landscape yang dibuat oleh jo.

ERWIN :
Kamu bisa sketsa wajah?

75



JO :
Bisa pak!

Erwin :
Bisa gambar wajah saya?

JO:
Buat apa pak?

ERWIN:
Saya butuh desainer poster film bertemakan sketsa wajah, tapi
saya ingin lihat goresan skesta kamu.

Suasana hening sejenak

ERWIN :
gimana?
(menutup buku sketsa)
Kamu setuju kan buat bantu saya? Waktu udah mepet banget
soalnya.

Jo tampak berpikir. Tiba-tiba hpnya bergetar. Chat masuk dari Ana. AKU
UDAH SELESAI. KAMU GIMANA? Jo menatap sebentar nama Ana di
layar dan segera menggambar sketsa wajah erwin

Jo selesai menggambar sketsa wajah Erwin dan menyerahkannya. Erwin
mengangguk dan tersenyum.

ERWIN:
Saya ingin membuat film tentang sepasang kekasih yang ditentang
oleh ayahnya. Kamu buat skestanya.



Erwin mengeluarkan kartu nama.

ERWIN :
Saya tunggu 2 hari lagi di kantor.

CU Wajah Jo yang tampak gembira sambil memegang kartu nama.

CU tangan jo mengetik reminder di hpnya dan memasukan nama Erwin di
kontak hpnya.

CUT TO

Artist:
Erwin
76



jo

Props:
alat gambar, alat tulis, dan sketch book (yang sudah ada beberapa
coretan)
hp jo
kartu nama
tas


10. Ext Jalan Raya Day

Jo mengendarai motornya santai. Ekspresinya begitu senang.

CUT TO
Artist:
jo

Props:
motor merah
tas
helm


11. Ext Trotoar didepan Tempat Tinggal Jo Day

Jo berjalan santai ditrotoar.

CU tangan memegang kotak cincin.

Jo membuka kotak berisi cincin yang baru saja ia beli.memandanginya
sambil tersenyum.
CUT TO
Artist:
jo

Props:
kotak cincin
cincin
price tag
tas
helm





77



12. Int Kamar Kost Jo Night

Established Suasana kamar Jo yang tak terlalu besar. Di sana sini tampak
pensil berserakan. Di meja ada laptop dan beberapa buku yang juga
berantakan. Dimonitor leptop yang terbuka, tertempel note deadline yang
lain.

Jo masuk ke dalam kamar kost dan jo menandai kalender (20 april 2014)
langsung tenggelam dalam kesibukan menggambar.

JUMP CUT

I. Jo sedang menggambar dan jam menunjukan pk.23.00
II. Jo mengantuk & jam meunujukan pk.01.00
III. Jo tertidur dimeja & jam menujukan pk. 04.00

Artist:
Jo

Props:
Beberapa pensil
Meja
Leptop
Buku-buku
Beberapa note dead line
Sketch book
Jam
Tas
Kalender
helm





13. Int Kamar Kost Jo Day

Pk. 07.00 Jo masih dalam keadaan mengantuk berppindah untuk melajutkan
tidur di kasur.

Jo masih tertidur pulas. Hpnya bergetar. Karena reminder yang tertera di
hpnya. Jo berjalan lunglai menuju meja untuk mengangkat telpon &
berusaha membuka mata lebar-lebar karena jam di hp menunjukan pk.13.00

Jo tersentak. Dia buka mata.

JO :
(menepuk dahinya)
78



DAMN!

Jo langsung membuang hpnya ke tempat tidur. Dia loncat menuju ke lemari.
Mengambil pakaian, lalu keluar kamar.

Jo masuk kembali ke dalam kamar, mengambil kembali hpnya

Jo keluar dari kamar dengan santai.

CUT TO

Artist:
Jo

Props:
Jam
Kasur
Hp jo
Lemari + beberapa pakaian
Tas
helm
14. Int Coffee Shop Day

Jo sudah berkutat dengan pensil dan buku gambar. Dia mendesain sambil
sesekali menyeruput minumannya. Jo tampak serius sekali.

FADE To BLACK

Artist:
jo


Props:
sketch book
minuman jo
tas


15. Int Ruang Kerja Erwin Day

Established Suasana ruang kerja Erwin. Di atas meja kerja ada laptop,
berkas-berkas dan juga bingkai foto Ana yang menghadap ke arahnya.
Kalau bisa ditempelkan poster-poster film.

Erwin memutar balik kursinya. Dia tampak menelpon seseorang da
khawatir.
Terdengar suara pintu diketuk. Erwin mengarah pada pintu.

79



ERWIN :
Ya, masuk!
(agak galak)

Jo masuk ke dalam ruangan.

ERWIN :
(sumringah)
Nah, ini dia orangnya!

Erwin menaruh hp di atas meja, dan menyambut kedatangan jo.

Erwin mempersilahkan jo untuk duduk.

ERWIN :
Gimana posternya? (bersemangat)

Jo membuka tas, mengambil buku skesta dan memperlihatkan desainnya.

JO :
Ini hasilnya, Pak. (tersenyum)

Erwin tampak menimbang-nimbang.

ERWIN :
Hmm... (sambil terus melihat desain Jo) ini bagus, tapi saya tes
kamu kemarin dengan sketsa close up wajah saya. Jadi ya, seperti
itu yang saya butuhkan.

Jo menatap Erwin dengan wajah serius.

ERWIN :
Tolong direvisi dan saya tunggu besok pagi, bisa?

JO :
(kaget) besok?

ERWIN :
Iya! Saya minta kamu gambar 3 wajah pasangan kekasih &
ayah. Saya yakin kamu bisa. Ada yang mau disampaikan?

Jo tampak berpikir sebentar dan melihat ke kalender (memikirkan besok
hari besarnya dengan Ana), kemudian menggeleng. Erwin tersenyum puas.

CUT TO

Artist:
Erwin
80



Jo

Props:
Meja
Leptop
Berkas-berkas
Bingkai foto ana
Poster-poster film
Kursi
Hp Erwin
Tas
Sketch book
kalender


16. Int Kamar Kost Jo Night

Jo masuk ke kamar dengan lemas. Dia langsung merebahkan diri di kasur.
Dan tertidur pulas.

INTERCUT

Artist:
jo

Props:
kasur
tas
helm


17. Int Kamar Kost Jo Day

Jo tiba-tiba tersentak bangun.


JO :
(teriak histeris) POSTERRRRR!!!

Jo langsung menuju ke meja kerjanya, lalu memulai menggambar.

Tiba-tiba chat Ana masuk di hp. AKU UDAH SAMPAI DI JAKARTA,
DARI PAGI JO! *tanda love*

ANA: (SMS masuk)
Jo kamu kemana aja, aku telfon gak diangkat? Gak lupa kan ntar?
Gak lupa kan ntar jam 3?
81




Jo membalasnya. CANT WAIT, SAYANG!. Kemudian kembali berkutat
menggambar dengan penuh semangat.

Jo serius mengerjakan gambarnya.

CU Jam menunjukkan pukul 11 pagi.

Time laps jam 3 (terdenganr suara jo sendang mendengkur)

INTERCUT

Artist:
Jo

Props:
Beberapa pensil
Meja
Leptop
Buku-buku
Beberapa note dead line
Sketch book
Jam
Tas
Kalender
Hp jo
helm


18. Ext Taman Day

Ana Menunggu kedatangan Jo disebuah Bangku taman. Namun hingga 1
jam lamanya jo tidak dating juga. Ana pun beranjak dari bangku taman dan
pergi.

INTERCUT

Artist:
ana

Props:
Bangku taman
Jam tangan




82



19. Int Tangga Kos Nigth

Jo berlari keluar kamar, menuruni anak tangga sambil membawa helm &
kunci.

Artist:
Jo

Props:
Helm
Kunci
Helm


20. Ext Jalanan Night

Jo mengendarai motor.

Artist:
Jo

Props:
Motor merah



21. Ext Taman Night

Jo sampai di taman dengan tergopoh-gopoh. Ana tak ada di sana. Dia duduk
lemas dan menatap sekelilingnya.
Fade To Black

Artist:
Jo

Props:
Bangku taman


22. Int Ruang Kerja Erwin Day

CU Wajah Erwin yang tampak cemas.

Erwin menatap gambar Jo, tampak menimbang-nimbang. Matanya
kemudian beralih ke Jo yang duduk di hadapannya dengan serius.
ERWIN :
OK! bungkus! (sumringah)

83



Jo tersenyum canggung. Hatinya masih tak karuan karena semalam.
Wajahnya murung.

ERWIN:
Kamu harus kenal anak saya, dia baru datang ke Jakarta
kemarin.

Erwin tersenyum sambil menunjukan foto dimejanya.

CU Wajah Jo terkejut, lalu tersenyum.

Artist:
Erwin
Jo

Props:
Meja
Leptop
Berkas-berkas
Bingkai foto ana
Poster-poster film
Kursi
Hp Erwin
Tas
Sketch book
Kalender

- CREDIT TITLE










84



IV.8 Story Line
Scene1 :Established Suasana jalan raya yang lenggang.
Scene2 : Jo memarkir motornya.
Scene3 : Established Suasana coffee shop di siang hari.
Scene4 : Erwin tampak gelisah.
Scene5 : Jo sibuk dengan hpnya
Scene6 :Jo duduk di meja yang jaraknya tak jauh dari Erwin.
Scene7 : Erwin merebahkan kepalanya.
Scene8 : Jo masih asyik menggambar
Scene9 : Erwin sudah duduk berhadapan dengan Jo.
Scene10 : Jo mengendarai motornya santai.
Scene11 : Jo berjalan santai ditrotoar.
Scene12 : Established Suasana kamar Jo yang tak terlalu besar.
Scene13 : Pk. 07.00 Jo masih dalam keadaan mengantuk berppindah
untuk melajutkan tidur di kasur.
Scene14 : Jo sudah berkutat dengan pensil dan buku gambar.
Scene15 : Established Suasana ruang kerja Erwin.
Scene16 : Jo masuk ke kamar dengan lemas
Scene17 : Jo tiba-tiba tersentak bangun.
Scene18 : Ana Menunggu kedatangan Jo disebuah Bangku taman.
Scene19 : Jo berlari keluar kamar, menuruni anak tangga sambil
membawa helm & kunci.
Scene20 : Jo mengendarai motor.
Scene21 : Jo sampai di taman dengan tergopoh-gopoh.
85



Scene22 : Erwin menatap gambar Jo, tampak menimbang-nimbang.























86



IV.9 Storyboard























87



BAB V
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL
V. 1 Hasil Produksi
V. 1. 1 Judul
AKU, KAMU & DIA
Memilih 1 diantara 2 pilihan


Judul menggunakan font Myriad Pro untuk menampilkan kesan
yang simple dan mudah terbaca oleh masyarakat. Dan mengaitkan kesan
yang simple seperti cerita yang telah dibuat dalam filmnya.
Pada bagian tagline menggunakan font myriad pro condensed yang
lebih kecil untuk membantu audience dalam memperkirakan film yang ada
didalamnya.
Warna yang digunakan dalam judul tidak 100% hitam melainkan
90%, dikarenakan terlalu mencolok dan terlalu pekat sehingga tidak
memberikan kesan yang nyaman dalam keterbacaan.









88



V. 1. 2 Media Utama
Film Pendek
Gambar 5.1 Scene Jalanan

Angle : Eye level
Teknik pengambilan : till down - steady
Efek : judul muncul sound ambience - musik

Gambar 5.2 Scene Coffe Shop

Angle : Eye level
Teknik pengambilan : till down steady
Efek : in fokus out fokus sound ambience -
musik




89



Gambar 5.3 Scene Trotoar

Angle : low anggle
Teknik pengambilan : close up steady inframe out frame
Efek : in fokus out fokus flare musik

Gambar 5.4 Scene Apartement

Angle : low anggle eye level
Teknik pengambilan : moving - follow tilt down
Efek : adjust colour music ambience voice





90



Gambar 5.5 Scene Taman

Angle : eye anggle
Teknik pengambilan : close up steady inframe out frame
Efek : ambience voice - musik

Gambar 5.6 Scene Kantor

Angle : eye anggle low anggle
Teknik pengambilan : close up steady close up out frame
Efek : lighting side





91



V. 1. 3 Media Pendukung
V. 1. 3. 1 Majalah
Media : Kertas
Ukuran : halaman (10.5 cm x 14.8 cm)
Bahan : (FC), Art Paper

Gambar 5.7 Contoh Layout Majalah



V. 1. 3. 2 Iklan Radio
Media : Elektronik
Durasi : 60 detik
Spot : prime time jam 13.00 19.00




92



V. 1. 3. 3 Teaser
Media : Elektronik
Media Sosial : Youtube, Path, Instagram, Facebook, Twitter
Durasi : 1 menit





Gambar 5.8 youtube




Gambar 5.9 facebook




Gambar 5.10 twitter

93



V. 1. 3. 4 Poster
Bahan : Albatros 180
Ukuran : A2

Gambar 5.11 Poster Pra Event & Event


94



V. 1. 3. 5 X- Banner
Bahan : Albartos
Ukuran : 60 x 160 cm

Gambar 5.12 Banner Pra Event & Event






95



V. 1. 3. 6 T- shirt
Media : T- shirt
Ukuran : All size
Bahan : cotton combat 100%

Gambar 5.13 Contoh Desain Baju Event









96



V. 1. 3. 7 Gimmick Notes
Bahan Cover : art paper 150 gsm
Isi : HVS 70/80 gsm
Ukuran : A6 (10.5 cm x 14.8 cm)

Gambar 5.14 Gimick Notes











97



V. 1. 3. 8 Goodybag
Bahan : Canvas
Ukuran : 23 x 10 x 30 cm
Gambar 5.15 Goody Bag














98



V. 1. 3. 9 Packaging DVD
Bahan : Art paper 210 gsm
Ukuran : 13.2 x 13.2 cm
Gambar 5.16 Packaging DVD


99



BAB VI
SIMPULAN & SARAN

Berdasarkan seluruh penelitian hasil produksi yang telah dilaksanakan,
maka dapat disimpulkan bahwa: pembuatan film pendek yang berjudul AKU,
KAMU & DIA yang bertemakan tentang drama seorang anak muda dengan
mengangkat kehidupan desainer grafis freelancer yang mempunyai angan- angan
terhadap pasangannya, namun dihadapkan oleh keadaan dimana ia harus memilih
salah satu keputusan dari dua pilihan yang ada dan memilih untuk fokus apa yang
ingin ia dapatkan, mengenai bagaimana nanti yang akan terjadi yang terpenting
adalah tujuan mengapa ia fokus ingin mendapatkan sesuatu yang ia kejar.
Film pendek yang bertemakan seorang anak muda memiliki pengaruh yang
besar karena selalu dikelilingi oleh problematika hidup.
Sebuah film pendek diharapkan tak hanya menjadi sebuah hiburan semata,
melainkan menjadi sebuah pembelajaran yang menarik yang dapat dijadikan
contoh dalam memilih sebuah keputusan. Yang tentunya memiliki tujuan positif
untuk mengembangkan berbagai aspek kehidupan sosial yang diinginkan bersama.
Saran dari penulis jika ingin membuat sebuah karya dibidang film pendek,
maka banyak aspek yang harus dipersiapkan dari:
Tema
Script
Meeting
100



break down script
break down timeline produksi hingga
biaya untuk produksi
penentuan lokasi
pemilihan crew
cast pemain
tahap edit
pada saat sebelum launching
launching
setelah launching.

Semuanya harus dipikirkan secara matang dan dilakukan secara teliti agar
saat produksi semuanya berjalan dengan lancar. Menjalin hubungan dengan
pemain dan crew serta komunitas yang mencangkupi bidang perfilman sangat
berguna ilmunya, karena banyak dari ilmu yang dibagikan atau dibahas pada
forum tersebut biasanya tidak ada di buku panduan.






101



DAFTAR PUSTAKA
(Hofstetter, 2001, p2). Objek-objek multimedia ada lima (Hofstetter, 2001,
pp16 - 26)
(Media Informatika, 2004).
Dastbaz, Mohammad. (2003), Designing Interactive Multimedia System.
New York: McGraw-Hill.
Dharsito, Wahtu. (2012), Basic Photography : Perfect Shoot, Elexmedia
Komputindo, Jakarta.
Fred T, H. (2001). Multimedia Literacy (Third Edition ed.). USA: McGraw-
Hill,Inc.
Freddy, Rangkuti (2009), Strategi Promosi yang Kreatif dan Analisis Kasus
Intergrated Marketing Comunication, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Jefkins, Frank. (1994), Periklanan, Catakan ke -3, Erlangga, Jakarta.
Johntefons. (2013), Johntefons RAW : Fundamental of Adobe Camera
RAW. Elexmedia Komputindo, Jakarta.
Safanayong, Yongki. 2006. DesainKomunikasi Visual Terpadu. Jakarta: Art
Intermedia.
Rustan, Surianto. 2010. Font danTipografi .Jakarta :Gramedia.