Anda di halaman 1dari 31

Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 1



2. Sistem Informasi Geografi
a. Pengertian SIG
Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan system informasi berbasis computer yang
digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis (Aronoff, 1989).
SIG itu sendiri merupakan suatu system yang menggabungkan 5 komponen dasar, yaitu
manuasia, data, perangkat keras, perangkat lunak, dan prosedur (method). Sehingga secara
umum pengertian SIG sebagai berikut :
Suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data dan sumber
daya manusia yang bekerja bersama secara efektifuntuk memasukkan, menyimpan,
memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa
dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis

Komponen dalam SIG
Dengan demikian SIG merupakan system computer yang memiliki enam kemampuan
berikut dalam menangani data yang bereferensi geografis :
1. Memasukkan data,
2. Menyimpan data,
3. Pemanggilan data,
4. Analisis data,
5. Menampilkan data,
6. Keluaran
Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 2

b. Data Spasial
Sebagian besar data yang akan ditangani dalam SIG merupakan data spasial yaitu sebuah
data yang berorientasi geografis, memiliki sistem koordinattertentu sebagai dasar
referensinya dan mempunyai2 bagian penting yang membuat berbeda dari data lain yaitu
informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (attribute) yang dijelaskan berikut ini :
1. Informasi lokasi (spasial), berkaitan dengan suatu koordinat baik itu koordinat
geografi (lintang dan bujur) dan koordinat XYZ, termasuk diantaranya informasi
datum dan proyeksi.
2. Informasi deskriptif (attribute) atau informasi non spasial, suatu lokasi yang memiliki
beberapa keterangan yang berkaitan dengannya, contohnya : jenis,vegetasi, populasi,
luasan, kode pos, dsb.

c. Format data spasial
Dalam SIG, data spasial dapat direprentasikan dalam 2 format, yaitu:
1. Data Vektor
Data vector merupakan bentuk bumi yang direpresentasikan ke dalam kumpulan titik,
garis dan area. Keuntungan utama dari format data vector adalah ketepatan dalam
merepresentasikan fitur titik, batasan dan garis lurus. Hal ini sangat berguna untuk nalisa
yang membutuhkan ketepatan posisi, misalnya pada basis data batas-batas kadaster.
Contoh penggunaan lainnya adalah untuk mendefiisikan hubungan spasial dari berbagai
fitur. Kelemahan data vector yang utama ialah ketidakmampuannya dalam
mengakomodasi perubahan gradual (berangsur-angsur).
2. Data Raster
Data raster (atau disebut juga dengan sel grid) adalah data yang dihasilkan dari
system penginderaan jauh. Pada data raster, objek geografis direpresentasikan sebagai
struktur sel grid yang disebut dengan pixel (picture element).
Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 3

Pada data raster, resolusi (definisi visual) tergantung pada ukuran pixwl-nya. Dengan
kata lain, resolusi pixel menggambarkan ukuran sebenarnya di permukaan bumi yang
diwakili oleh setiap pixel pada citra. Semakin kecil ukuran permukaan bumi yang
direpresentasikan oleh suatu sel, semakin tinggi resolusinya. Data raster sangat baik
untuk mempresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual, seperti jenis tanah,
kelembaban tanah, vegetasi, suhu tanahdan sbg. Keterbatasan utama data raster adalah
ukuurannya yang semakin tinggi resolusi gridnya semakin besar pula ukuran filenya dan
sangat tergantumg pada kapasitas perangkat keras yang tersedia.

Tampilan Data Vektor dan Data Raster

Masing-masing format data mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pemilihan format
data yang dijunakan sangat tergantung pada tujuan penggunaan, data yang tersedia,
volume data yang dihasilkan, ketelitian yang dihaslkan, serta kemudahan analisa. Data
vector lebih ekonomis dala hal ukuran file dan presisi dalam lokasi, tetapi lokasi, tetapi
sangat sulit untuk digunakan dalam komputasi matematik. Sedangkan data raster
biasanya membutuhkan ruang menyimpan file yang lebi besar dan presisi lokasinya lebih
rendah, tetapi lebih mudah digunakan secara matematis.


Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 4

d. Sumber Data Spasial
Salah satu komponen SIG ialah data spasial, yang dapat diperoleh dari beberapa sumber
antara lain:
1. Peta Analog
Peta analog (antara lain peta topografi, peta tanah, dan sbg) yaitu peta dalam format
bentuk cetak. Pada umumnya peta analog dibuat dengan teknik kartografi, kemungkinan
besar memiliki referensi spasial seperti koordinat, skala, arah mata angin dan sebagainya.
Dalam tahapa SIG sebagai keperluan sumber data, peta analog dikonversikan menjadi
peta digital dengan cara format raster diubah menjadi format vector melalui proses
dijitasi sehingga dapat menunjukkan koordinat sebenarnya di oermukaan bumu.
2. Data Sistem Penginderaan Jauh
Data penginderaan jauh (antara lain citra satelit, FU, dansebagainya) merupakan
sumber data yang terpenting bagi SIG karena ketersediannya secara berkala dan
mencakup area tertentu. Dengan adanya bermacam-macam stelit diruang angkasa dengan
spesifikasinya masing-masing, kita bisa memperoleh berbagai jens citra satelit untuk
beraneka ragam tujuan pemakaian. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format
raster.
3. Data Hasil Pengukuran Lapangan
Data hasil pengukuran lapangan yang dihasilkan berdasarkan teknik perhitungan
tersendiri, pada umumnya data ini merupakan sumber data atribut contohnya: batas
administrasi, batas kepemilikan lahan dll.
4. Data GPS (Global Positioning System)
Teknologi GPS memberikan terobosan penting dalam menyediakan data bagi SIG.
Keakuratan pengukuran GPPS tergantung dari GPS itu sendiri. Data ini biasanya
direpresentasikan dalam format vector.

Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 5

e. Proyeksi dan Sistem Koordinat
Pada dasarnya bentuk bumi tidak datar, tapi mendekati bulat. Maka untuk
menggambarkan sebagian muka bumi untuk kepentingan pembuatan peta, perlu dilakukan
langkah-langkah agar bentuk yang mendekati bulat tesebut dapat didatarkan dan distorsinya
dapat dikontrol. Caranya dengan melakukan proyeksi ke bidang datar.
1. Pengelompokkan Proyeksi Peta
- Proyeksi yang mempertahankan sifat asli
a. Luas Permukaan yang tetap (ekuivalen)
b. Bentuk yang tetap (conform)
c. Jarak yang tetap (ekuidistan)

Proyeksi yang mempertahankan sifat asli



- Proyeksi yang menggunakan bidang
a. Bidang datar
b. Bidang kerucut
c. Bidang silinder

Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 6


Proyeksi yang menggunakan bidang


2. Proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM)
Proyeksi UTM dibuat oleh US army sekitar tahun 1940-an, sejak saat itu pryeksi ini
menjadi standar untuk pemetaan topografi.
Sistem Koordinat UTM

Sistem Proyeksi Koordinat UTM (Universal Transverse Mercator) adalah
rangkaian proyeksi Transverse Mercator untuk global dimana bumi dibagi menjadi 60
bagian zona. Setiap zona mencangkup 6 derajat bujur (longitude) dan memiliki meridian
tengah tersendiri. Berbeda dengan koordinat geografi yang satuan unitnya adalah
derajat,koordinat UTM menggunakan satuan unit meter. Setiap zona memiliki panjang x
sebesar 500.000 meter dan panjang y sebesar 10.000.000 meter.

Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 7

Proyeksi ini menjadi dasar koordinat sistem global yang pada awalnya
dikembangkan untuk keperluan militer, namun sekarang sudah dipakai lebih luas.
Sehingga, zona 1 pada koordinat UTM dimulai dari 180
0
BB-174
0
BB, kemudian
dilanjutkan dengan zona 2 yang dimulai dari 174
0
BB-168
0
BB, zona 3 dimulai dari
168
0
BB-162
0
BB, dst sedangkan untuk batas lintang dibagi berdasarkan nilai 8
derajat. Untuk Indonesia yang berada pada posisi 90
0
BT - 144
0
BT dan 11
0
LS - 6
0
LU
terbagi ke dalam 9 zona UTM yaitu zona 46 54.









Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 8

3. Rektifikasi/Georeferencing
Data spasial bentuk raster yang biasanya diperoleh dari hasil scanning peta, foto
udara, dan citra satelit belum berisi informasi referensi spasial , baik yang tersimpan
secara terpisah maupun yang bergabung dengan file tersebut. Sehingga untuk
menggunakan data seperti ini kita harus melakukan proses georeferencingkedalam suatu
system koordinat tertentu yang disebut koreksi spasial/geometri.
Rektifikasi merupakan proses transformasi data, dari data yang belum mempunyai
system koordinat menjadi data yang mempunyai system koordinat (georeferensi). Data
yang sudah direktifikasi selanjutnya dapat diolah lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan.
Data raster hasil dari scan peta analog biasanya sudah memiliki garis lintang maupun
bujur yang saling berpotongan sehingga lebih mudah untuk melakukan georeferensi
ketimbang data raster yang belum memilikinya.
Untuk keperluan rektifikasi citra satelit, dibutuhkan beberapa koordinat titik kontrol
lapangan sebagai bagian dari titik sekutu. Koordinat titik kontrol lapangan ini dapat
diperoleh dari pengukuran langsung di lapangan dengan GPS atau interpolasi dari peta
dasar yang sudah ada. Banyaknya titik kontrol yang harus Anda buat tergantung pada
kompleksitas dari bentuk transformasi polynomial yang akan Anda gunakan untuk
mengubah dataset raster ke dalam koordinat peta. Untuk hasil rektifikasi yang baik, Anda
harus menyebarkan secara merata titik kontrol dibandingkan dengan hanya
memusatkannya dalam satu area.
Georeferencing Peta Analog
Alat dan Bahan
- Peta Analog (contoh Peta RTRW Administrasi Pariaman)
- Program ArcGis



Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 9

Langkah
1. Lakukan konversi data analog menjadi digital dengan menggunakan scanner.
2. Buka ArcMap

Pilih Cancel karena kita akan membuat project baru

Tampilan ArcMap akan muncul







Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 10

3. Add data . Masukkan file hasil scanner tadi Peta Wilayah Administrasi Aceh

Klik Add

4. Aktifkan toolbar Georeferencing. Klik kanan pada toolbar dan pilih Georeferencing.

Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 11

Akan muncul toolbar georeferencing dilayar


5. Tambahkan titik control dari setiap peta analog dengan memasukkan koordinat peta
dari tiap pojok peta analog, dengan menggunakan pada pertemuan X dan Y. Biar
lebih detail lakukan Zoom pada daerah yang akan di letakkan titik control dengan
menggunakan .

6. Cara memasukkan koordinat pada pertemuan X dan Y dengan menggunakan ,
kemudian arahkan pada pertemuan X dan Y dan klik kiri.

Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 12

7. Kemudian klik kanan

Lalu klik Input X and Y atau Input DMS of Lat and Lat, dan masukkan
koordinatnya.
8. Lakukan langkah tersebut untuk setiap pojok
9. Setelah selesai zoom to layer, dan buka view link table (klik )

Tiap koordinat yang telah dimasukkan akan muncul di link tabel. Total RMS Error
menunjukkan tingkat keakuratan posisi peta, semakin besar nilainya maka posisi peta
kurang tepat.
Apabila terjadi salah pengisian koordinat, entri data pada table ini dapat dihapus
sekaligus secara bersamaan, sehingga memudah dalam melakukan koreksi.
10. Update georeferencing dengan klik tombol georeferencing pilih update
georeferencing.

Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 13

11. Simpan hasil data raster yang telah di georeferencing dengan mengklik Rectify
toolbar Georeferencing

12. Selanjutnya akan muncul kotak diagol Save As, dan istilah nama output file hasil
rektifikasi


13. Kemudian klik tombol save untuk menjalankan proses rektifikasi. Tunggu beberapa
saat sampai proses rektifikasi selesai.





Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 14

4. Membuat Data Spasial
Membuat data spasial dilakukan setiap kali kita memerlukan tema baru atas output
yang kita inginkan, satu tema melambangkan satu feature dilapangan, contohnya saja
feature jalan, feature bangunan, feature sawah,semua itu harus dalai tema sendiri-sendiri.
Format data spasial dalam software ArcGis ialah shapefile, yang terdiri atas 6 file yaitu
dbf, prj, sbn, sbx, shp, dan shx. File format ini bisa dibaca dibanyak software GIS dan RS
linnya seperti map info, ILWIS, Global Mapper, ERDAS Imaging, ENVI dsb.
a. Membuat data spasial melalui ArcCatalog
Buka ArcCatalog, pilih folder penyimpanan data setelah itu Klik Kanan >
New > Shapefile

Sesuaikan name, feature type, dan spatial reference. Untuk Spatial
Reference > Description System > Edit > Kemudian pilih referncenya
menggunakan project system atau geographic system.



Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 15




Setelah itu klik OK, maka shapefile siap digunakan.

b. Membuat data spasial melalui ArcToolbox di ArcMap
Buka terlebih dahulu ArcMap, kemudian baru klik icon Arctoolbox ,
maka jendela arctoolbox akan muncul.

Jendela Arctoolbox
Name
Type
Mengganti Coordinate System
Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 16

Setelah itu klik Data Management Tools > Featute Class > Create
Feature Class, kemudian jendela create feature class akan muncul.

Pada Feature Class Location pilih folder penyimpanan, pada Feature
Class Name buat untuk nama filenya, untuk geometry type pilih
berdasarkan data yang akan dibuat, kemudian coordinat systemnya pilih
berdasarkan daerah, dan klik OK. Maka shapefile selesai di buat.

c. Digitasi
Digitasi on screen merupakan suatu tehnik digitasi atau proses konversi
dari data format raster ke dalam format vektor. Pada tehnik ini, peta yang
akan digitasi terlebih dahulu harus dibawa ke dalam format raster baik
itu melalui proses scanning dengan alat scanner atau dengan pemotretan.
Jika peta tersebut merupakan citra hasil foto udara ataupun satelit maka
tinggal dimasukkan ke dalam ArcMap.

Untuk memulai membuat feature pada wadah yang telah kita buat tadi
dengan cara digitasi, terlebih dahulu masukkan data wadah shapefilenya
dan file yang akan didigit, dengan mengklik Add Data
Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 17

Setelah itu klik Editor > Start Editing

Terdapat beberapa tools yang aktif saat kondisi editable (Start Editing)
seperti gambar berikut

Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 18

Dalam memulai digitasi, seleksi terlebih dahulu featue yang akan dibuat
dikotak Create Feature kemudian baru pilih Construction Tools yang
akan digunakan

Kemudian digitasi bisa dimulai.
Setelah digitasi selesai maka simpan dengan cara klik Editor > Save
Editing (untuk menyimpan hasil editing)/ Stop Editing (untuk berhenti
mengedit).














Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 19

5. Editing Data Spasial dan Atribut

a. Editing Data Grafis
Editing fitur adalah dimaksudkan untuk mengedit hasil digitasi melalui
serangkaian aksi editing. Secara umum kegiatan editing mencakup pembuatan fitur
baru dan perbaikan fitur yang telah ada. Properti fitur yang dieditpun tidak hanya
terbatas pada geometry (bentuk) fitur saja,tetapi juga mencakup attribut fitur itu
sendiri.
Umtik memulai mengedit data grafis terlebih dahulu kita Add Data yang
akan diedit, kemudian klik Editor > Start Editing.


Editor Tools

Sketch Tools dan Sketch Component


Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 20

Untuk mengedit data grafis kita menggunakan editor tools.
Edit Tools
Digunakan untuk mengaktifkan feature yang akan diedit.
Edit Annotation tools
Digunakan untuk mengedit notasi berupa huruf pada layar / data frame
Straight
Digunakan untuk membuat feature berupa point dan polyline atau
polygon dengan pola yang tidak beraturan. Tool ini paling sering
digunakan karena polanya bisa dengan baik mewakii bentuk permukaan
bumi.

Straight Tool
Endpoint Arc
Hampir sama dengan Arc Tool, tapi parameter lengkungan kurvanya
ditentukan pada bagian akhir dan dapat menggunakan nilai tertentu
dengan tombol R



Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 21

Midpoint
Digunakan untuk mendapatkan titik tengah antara 2 titik yang dipilih (titik
awal dan akhir)

Right Angle
Digunakan untuk membentukfeature dengan sudut 90 disetiap
belokannya .

Bazier
Digunakan untuk membuat lekukan berdasarkan persinggungan di tengah
garis lurus (pusat/tengah menjadi vertex)

Distance-Distance
Tool ini bekerja dengan memanfaatkan titik singgung antara 2 lingkaran
yang ditentukan jarak / radiusnya. Jika kedua lingkaran yang ditentukan
jarak/radiusnya.
Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 22


Intersection
Tool ini digunakan untuk menemukan titik singgung antara 2 garis. Titik
singgung ini kemudian bisa digunakan sebagai vertex untuk kemudian
dijadikan line, polygon tau point.

Arc
Tool ini digunkan untuk membuat garis lengkungan yang membutuhkan 3
parameter yaitu titik awal, tengah, dan akhir. Graris sketsa yang terbentuk
akan selalu melaui ketiga titik tersebut walaupun titik genap (tengah) tidak
terlihat.
Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 23


Tangent Curve tool
Tool ini membuat segmen yang berbentuk tangensial terhadap segmen
sebelumnya. Tool ini digunakan setelah ada segmen yang dibuat dengan
menggunakan tool lain. Tekan tombol R pada keyboard untuk
menentukan radiusnya.

Trace Tool
Digunakan untuk mengikuti jejak/bentuk feature yang telah ada (tracing).
Biasanya digunakan untuk mengisi polygon yang berada didalam/diantara
polygon lainnya.

Edit Vertices
Melaui tools ini, kita dapat mengedit vertex dengan beberapa fasilitas di
dalamnya.

Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 24

Reshape
Tools ini digunakan untuk merubah bentuk feature sesuai dengan jalur
pembuatan segment baru.

Cut Polygons
Tools ini digunakan memotong feature sesuai dengan jalur pembuatan
segment baru

Split
Tools ini digunakan untuk memotong feature line terseleksi disuatu titik






Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 25

b. Editing Data Attributes
Setelah memiliki feature data, dilakukan pemberian atau pengeditan attribute data
yang merupakan tebel berisi keterangan tentang feature data tersebut.

Untuk membuka attribute seperti diatas, klik kanan pada feature data pada layer
ArcMap > Open Attribute table

1. Penambahan dan Pengurangan kolom/Field
Penambahan dan pengurangan Field didalam Attribute Table dapat dilakukan
saat keadaan Stop Editing
Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 26

Penambahan Field dilakukan melalui Table Option > Add Field

Data type pada attribbute

Pengurangan Field dilakukan dengan cara klik kanan judul Field >
Delete Field

Jika hanya ingin menyembunyikan Field , Klik Kanan pada judul Field
> Turn Field Off, dan untuk menampilkan semua Field tersembunyi,
Table Option > Turn All Fields On
Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 27


2. Menghitung Luas, Panjang, Keliling dan Koordinat atau
Memperbaharuinya

Untuk menghitung luas dan keliling ada syarat tertentu yaitu system
koordinat harus proyeksi seperti UTM. Caranya klik kanan pada judul
kolom > Calculate Geometry

Jika untuk luas propetynya Area sedangkan Keliling Parameter
3. Find and Replace
Tool ini digunakan untuk mencari isi dari Attribute Data dan
menggantikannya. Tool ini terdapat pada Table Option > Find and Replace
Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 28


Dalai melakukan find and Replace, feature data harus dalai keadaan Start
Editing.
4. Select By Attribute
Tool ini digunakan untuk meyeleksi feature berdasarkan kesamaan
attributenya. Misalnya kita akan menyeleksi lokasi yang memilki kemiringan
lereng diatas 40%


Setelah dilakukan select by attributes maka data grafisnya akan terseleksi dan
bewarna biru sesuai perintah pada select by attributes
Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 29


5. Merge
Fasilitas ini digunakan untuk menyatukan feature dalam satu shapefile yang
memilki attribute yang sama. Misalnya kita akan menyatukan semua
kelerengan diatas 40%
Editor > Start Editing
Select by Attribute untuk kelerengan 40%
Editor > Merge

Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 30



6. Join Table
Join Table merupakan penggabungan data attribute yang terpisah, Join table
ini bisa dilakukan antar data feature, maupun antara data feature dengan
tabulasi (MS.Excel Format) dengan catatan, field yang akan digabungkan
harus memilki isi kolom atau field yang sama.

Modul Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014

SPATIAL OF MINANGKABAU | Geographic Information Sharing (GIS) Clinic 2014 31