Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN HIV/AIDS DENGAN

KANDIDIASIS
I. KONSEP DASAR PENYAKIT
A. DEFINISI
Kandidiasis adalah penyakit jamur teratas diantara jamur lainnya yang bersifat akut
atau subakut disebabkan oleh spesies Candida, biasanya oleh Candida albicans. dan
Jamur ini dapat menginfeksi semua organ tubuh manusia baik pria maupun anita, Jamur
inidikenal sebagai organism komensal disaluran pen!ernaan damn mukotan dan sering
dikenal sebagai jamur oportunistik yang dapat mengenai mulut, "agina, kulit, kuku,
bronki, atau paru, kadang#kadang dapat menyebabkan septikemia, endokarditis, atau
meningitis$%&ansjoer,'((()
Kandidiasis adalah sebuah penyakit dimana sering juga disebut sebagai*
Dermato!andidiasis, +ron!homiosis, &ioti!"ul"oginitis &ugeuet, Candidosis, &oniliasis
,idiomy!osis ,-rush$
B. E.IDE&I,/,0I
.enyakit ini terdapat di seluruh dunia, dapat menyerang semua umur, baik laki#laki
maupun perempuan$ Jamur penyebabnya terdapat pada orang sehat sebagai saprofit$
0ejalanya berma!am#ma!am sehingga tidak dapat diketahui data#data penyebarannya
dengan tepat$ 1ubungan ras dengan penyakit ini tidak jelas tetapi insiden diduga lebih
tinggi di negara berkembang$ .enyakit ini lebih banyak terjadi pada daerah tropis dengan
kelembaban udara yang tinggi dan pada musim hujan sehubungan dengan daerah#daerah
yang tergenang air$ Kandidiasis oral dapat menyerang semua umur, baik pria maupun
anita$ &eningkatnya pre"alensi infeksi Kandida albikan ini dihubungkan dengan
kelompok penderita 1I234IDS, penderita yang menjalani transplantasi dan kemoterapi
maligna$ ,dds dkk % 566( ) dalam penelitiannya mengemukakan baha dari 7$898
penderita 1I234IDS, sekitar 99$:; adalah penderita kandidiasis$
1
C. E-I,/,0I
<ang tersering sebagai penyebab adalah Candida albi!ans$ Spesies patogenik yang
lainnya adalah C$ tropi!alis C$ parapsilosis, C$ guilliermondii C$ krusei, C$
pseudotropi!alis, C$ lusitaneae$
0enus Candida adalah grup heterogen yang terdiri dari '(( spesies jamur$ Sebagian
besar dari spesies !andida tersebut patogen oportunistik pada manusia, alaupun
mayoritas dari spesies tersebut tidak menginfeksi manusia$ C$ albi!ans adalah jamur
dimorfik yang memungkinkan untuk terjadinya =(#:(; dari semua infeksi !andida,
sehingga merupakan penyebab tersering dari !andidiasis superfisial dan sistemik$
Faktor predisposisi terjadinya infeksi ini meliputi faktor endogen maupun eksogen,
antara lain *
1. Faktor Endogen *
a. .erubahan fisiologik
1) Kehamilan, karena perubahan p1 dalam "agina
2) Kegemukan, karena banyak keringat
3) Debilitas
4) Iatrogenik
5) Endokrinopati, gangguan gula darah kulit
6) .enyakit kronik * tuberkulosis, lupus eritematosus dengan keadaan
umum yang buruk$
b. >mur * orang tua dan bayi lebih sering terkena infeksi karena status
imunologiknya tidak sempurna$
c. Imunologik * penyakit genetik$
2. Faktor Eksogen *
a. Iklim, panas, dan kelembaban menyebabkan perspirasi meningkat
b. Kebersihan kulit
c. Kebiasaan berendam kaki dalam air yang terlalu lama menimbulkan maserasi
dan memudahkan masuknya jamur$
d. Kontak dengan penderita, misalnya pada thrush, balanopostitis$
2
D. .4-,FISI,/,0I
Faktor predisposisi berperan dalam meningkatkan pertumbuhan Candida albi!ans
serta memudahkan in"asi jamur ke dalam jaringan tubuh manusia karena adanya
perubahan dalam sistem pertahanan tubuh$ +lastospora berkembang menjadi hifa semu
dan tekanan dari hifa semu tersebut merusak jaringan, sehingga in"asi ke dalam jaringan
dapat terjadi$ 2irulensi ditentukan oleh kemampuan jamur tersebut merusak jaringan serta
in"asi ke dalam jaringan$ En?im#en?im yang berperan sebagai faktor "irulensi adalah
en?im#en?im hidrolitik seperti proteinase, lipase dan fosfolipase$
.ada manusia, Candida albi!ans sering ditemukan di dalam mulut, feses, kulit dan di
baah kuku orang sehat$ Candida albi!ans dapat membentuk blastospora dan hifa, baik
dalam biakan maupun dalam tubuh$ +entuk jamur di dalam tubuh dianggap dapat
dihubungkan dengan sifat jamur, yaitu sebagai saproba tanpa menyebabkan kelainan atau
sebagai parasit patogen yang menyebabkan kelainan dalam jaringan$ .enyelidikan lebih
lanjut membuktikan baha sifat patogenitas tidak berhubungan dengan ditemukannya
Candida albi!ans dalam bentuk blastospora atau hifa di dalam jaringan$ -erjadinya kedua
bentuk tersebut dipengaruhi oleh tersedianya nutrisi, yang dapat ditunjukkan pada suatu
per!obaan di luar tubuh$ .ada keadaan yang menghambat pembentukan tunas dengan
bebas, tetapi yang masih memungkinkan jamur tumbuh, maka dibentuk hifa$ @ippon
%56=9) mengemukakan baha bentuk blastospora diperlukan untuk memulai suatu lesi
pada jaringan$ Sesudah terjadi lesi, dibentuk hifa yang melakukan in"asi$ Dengan proses
tersebut terjadilah reaksi radang$ .ada kandidosis akut biasanya hanya terdapat
blastospora, sedang pada yang menahun didapatkan miselium$ Kandidosis di permukaan
alat dalam biasanya hanya mengandung blastospora yang berjumlah besar, pada stadium
lanjut tampak hifa$
1al ini dapat dipergunakan untuk menilai hasil pemeriksaan bahan klinik, misalnya
dahak, urin untuk menunjukkan stadium penyakit$ Kelainan jaringan yang disebabkan
oleh Candida albi!ans dapat berupa peradangan, abses ke!il atau granuloma$ .ada
kandidosis sistemik, alat dalam yang terbanyak terkena adalah ginjal, yang dapat hanya
mengenai korteks atau korteks dan medula dengan terbentuknya abses ke!il#ke!il
berarna keputihan$ 4lat dalam lainnya yang juga dapat terkena adalah hati, paru#paru,
limpa dan kelenjar gondok$ &ata dan otak sangat jarang terinfeksi$ Kandidosis jantung
3
berupa proliferasi pada katup#katup atau granuloma pada dinding pembuluh darah
koroner atau miokardium$ .ada saluran pen!ernaan tampak nekrosis atau ulkus yang
kadang#kadang sangat ke!il sehingga sering tidak terlihat pada pemeriksaan$ &anifestasi
klinik infeksi Candida albi!ans ber"ariasi tergantung dari organ yang diinfeksinya$
Kelainan yang disebabkan oleh spesies kandida ditentukan oleh interaksi yang
komplek antara patogenitas fungi dan mekanisme pertahanan pejamu$55,5' Faktor
penentu patogenitas kandida adalah *
1. Spesies * 0enus kandida mempunyai '(( spesies, 58 spesies dilaporkan dapat
menyebabkan proses pathogen pada manusia$ C$ albi!ans adalah kandida yang
paling tinggi patogenitasnya$
2. Daya lekat * +entuk hifa dapat melekat lebih kuat daripada germtube, sedang
germtube melekat lebih kuat daripada sel ragi$ +agian terpenting untuk melekat
adalah suatu glikoprotein permukaan atau mannoprotein$ Daya lekat juga
dipengaruhi oleh suhu lingkungan$
3. Dimorfisme * C$ albi!ans merupakan jamur dimorfik yang mampu tumbuh dalam
kultur sebagai blastospora dan sebagai pseudohifa$ Dimorfisme terlibat dalam
patogenitas kandida$ +entuk blastospora diperlukan untuk memulai suatu lesi
pada jaringan dengan mengeluarkan en?im hidrolitik yang merusak jaringan$
Setelah terjadi lesi baru terbentuk hifa yang melakukan in"asi$
4. -oksin * -oksin glikoprotein mengandung mannan sebagai komponen toksik$
0likoprotein khususnya mannoprotein berperan sebagai adhesion dalam
kolonisasi jamur$ Kanditoksin sebagai protein intraseluler diproduksi bila C$
albi!ans dirusak se!ara mekanik$
5. En?im * En?im diperlukan untuk melakukan in"asi$ En?im yang dihasilkan oleh
C$ albi!ans ada ' jenis yaitu proteinase dan fosfolipid$
&ekanisme pertahanan pejamu *
1. Saar mekanik * Kulit normal sebagai saar mekanik terhadap in"asi kandida$
Kerusakan mekanik pertahanan kulit normal merupakan faktor predisposisi
terjadinya kandidiasis$
4
2. Substansi antimikrobial non spesifik * 1ampir semua hasil sekresi dan !airan
dalam mamalia mengandung substansi yang bekerja se!ara non spesifik
menghambat atau membunuh mikroba$
3. Fagositosis dan intra!ellular killing * .eran sel .&N dan makrofag jaringan untuk
memakan dan membunuh spesies kandida merupakan mekanisme yang sangat
penting untuk menghilangkan atau memusnahkan sel jamur$ Sel ragi merupakan
bentuk kandida yang siap difagosit oleh granulosit$ Sedangkan pseudohifa karena
ukurannya, susah difagosit$ 0ranulosit dapat juga membunuh elemen miselium
kandida$ &akrofag berperan dalam melaan kandida melalui pembunuhan
intraseluler melalui system mieloperoksidase %&.,)$
4. @espon imun spesifik * imunitas seluler memegang peranan dalam pertahanan
melaan infeksi kandida$ -erbukti dengan ditemukannya defek spesifik imunitas
seluler pada penderita kandidiasi mukokutan kronik, pengobatan imunosupresif
dan penderita dengan infeksi 1I2$ Sistem imunitas humoral kurang berperan,
bahkan terdapat fakta yang memperlihatkan titer antibodi antikandida yang tinggi
dapat menghambat fagositosis$
a. &ekanisme imun seluler dan humoral *
-ahap pertama timbulnya kandidiasis kulit adalah menempelnya kandida pada
sel epitel disebabkan adanya interaksi antara glikoprotein permukaan kandida
dengan sel epitel$ Kemudian kandida mengeluarkan ?at keratinolitik
%fosfolipase), yang menghidrolisis fosfolipid membran sel epitel$ +entuk
pseudohifa kandida juga mempermudah in"asi jamur ke jaringan$ Dalam
jaringan kandida mengeluarkan faktor kemotaktik neutrofil yang akan
menimbulkan reaksi radang akut$ /apisan luar kandida mengandung
mannoprotein yang bersifat antigenik sehingga akan mengaktifasi komplemen
dan merangsang terbentuknya imunoglobulin$ Imunoglobulin ini akan
membentuk kompleks antigen#antibobi di permukaan sel kandida, yang dapat
melindungi kandida dari fungsi imunitas tuan rumah$ Selain itu kandida juga
akan mengeluarkan ?at toksik terhadap netrofil dan fagosit lain$
b. &ekanisme non imun *
Interaksi antara kandida dengan flora normal kulit lainnya akan
mengakibatkan persaingan dalam mendapatkan nutrisi seperti glukosa$
&enempelnya mikroorganisme dalam jaringan sel pejamu menjadi syarat
5
mutlak untuk berkembangnya infeksi$ Se!ara umum diketahui baha interaksi
antara mikroorganisme dan sel pejamu diperantarai oleh komponen spesifik
dari dinding sel mikroorganisme, adhesin dan reseptor$ &anan dan
manoprotein merupakan molekul#molekul Candida albi!ans yang mempunyai
aktifitas adhesif$ Khitin, komponen ke!il yang terdapat pada dinding sel
Candida albi!ans juga berperan dalam aktifitas adhesif$ .ada umumnya
Candida albi!ans berada dalam tubuh manusia sebagai saproba dan infeksi
baru terjadi bila terdapat faktor predisposisi pada tubuh pejamu$
E. K/4SIFIK4SI
+erdasarkan tempat yang terkena, kandidiasis dibagi sebagai berikut*
1. Kandidosis selaput lendir *
a. Kandidosis oral %thrush)ABD
b. .erle!he
c. 2ul"o"aginitis
d. +alanitis atau balanopostitis
e. Kandidosis mukokutan kronik
f. Kandidosis bronkopulmonar dan paru
2. Kandidosis kutis *
a. /okalisata *
5)$ daerah intertriginosa$
')$ daerah perianal$
b. 0eneralisata
c. .aronikia dan onikomikosis
d. Kandidiasis kutis granulomatosa$
3. Kandidosis sistemik *
a. Endokarditis
b. &eningitis
c. .ielonefritis
d. Septikemia
F$ 04&+4@4N K/INIS
6
0ambaran klinis yang terlihat ber"ariasi tergantung dari bagian tubuh mana yang
terkena, dapat dilihat sebagai berikut *
1. Kandidiasis intertriginosa * Kelainan ini sering terjadi pada orang#orang gemuk,
menyerang lipatan#lipatan kulit yang besar$ /esi di daerah lipatan kulit ketiak,
lipat paha, intergluteal, lipat payudara, antara jari tangan atau kaki, glans penis
dan umbilikalis, berupa ber!ak yang berbatas tegas, bersisik, basah dan
eritematosa$ /esi tersebut dikelilingi oleh satelit berupa "esikel#"esikel dan
pustul#pustul ke!il atau bula yang bila pe!ah meninggalkan daerah yang erosif
dengan pinggir yang kasar dan berkembang seperti lesi primer$
2. Kandidiasis perianal * /esi berupa maserasi seperti infeksi dermatofit tipe basah$
.enyakit ini menimbulkan pruritus ani$
3. Kandidiasis kutis generalisata * /esi terdapat pada glabrous skin, biasanya juga
pada lipat payudara, intergluteal dan umbilikus$ Sering disertai glositis, stomatitis
dan paronikia$ /esi berupa ek?ematoid, dengan "esikel#"esikel dan pustul#pustul$
.enyakit ini sering terdapat pada bayi, mungkin karena ibunya menderita
kandidiasis "agina atau mungkin karena gangguan imunologik$
4. Paronikia dan onikomikosis * infeksi jamur pada kuku dan jaringan sekitarnya ini
menyebabkan rasa nyeri dan peradangan sekitar kuku$ Kadang#kadang kuku rusak
dan menebal$ 1al ini sering diderita oleh orang#orang yang pekerjaannya
berhubungan dengan air$
5. Diaper rush * sering terdapat pada bayi yang popoknya selalu basah dan jarang
diganti yang dapat menimbulkan dermatitis iritan, juga sering diderita neonatus
sebagai gejala sisa dermatitis oral dan perianal$
6. Kandidisiasis kutis granulomatosa * Kelainan ini merupakan bentuk yang jarang
dijumpai$ &anifestasi kulit berupa pembentukan granuloma yang terjadi akibat
penumpukan krusta serta hipertrofi setempat$ Kelainan ini banyak menyerang
anak#anak, lesi berupa papul kemerahan tertutup krusta tebal berarna kuning
ke!oklatan dan melekat erat pada dasarnya$ Krusta ini dapat menimbulkan tanduk
sepanjang ' !m, lokasinya sering terdapat di muka, kepala, kuku, badan, tungkai,
dan faring$
7. Thrush merupakan infeksi jamur di dalam mulut$ +er!ak berarna putih
menempel pada lidah dan pinggiran mulut, sering menimbulkan nyeri$ +er!ak ini
bisa dilepas dengan mudah oleh jari tangan atau sendok$ -hrush pada deasa bisa
merupakan pertanda adanya gangguan kekebalan, kemungkinan akibat diabetes
7
atau 4IDS$ .emakaian antibiotik yang membunuh bakteri saingan jamur akan
meningkatkan kemungkinan terjadinya thrush$
8. Perlche merupakan suatu infeksi Candida di sudut mulut yang menyebabkan
retakan dan sayatan ke!il$ +isa berasal dari gigi palsu yang letaknya bergeser dan
menyebabkan kelembaban di sudut mulut sehingga tumbuh jamur$
0$ .E&E@IKS44N .EN>NJ4N0
Dalam menegakkan diagnosis kandidiasis, maka dapat dibantu dengan adanya
pemeriksaan penunjang, antara lain *
1. .emeriksaan langsung
Kerokan kulit atau usapan mukokutan diperiksa dengan larutan K,1 5( ; atau
dengan pearnaan gram, terlihat sel ragi, blastospora, atau hifa semu
2. .emeriksaan biakan
+ahan yang akan diperiksa ditanam dalam agar dekstrosa glukosa Sabouraud,
dapat pula agar ini dibubuhi antibiotik %kloramfenikol ) untuk men!egah
pertumbuhan bakteri$ .erbenihan disimpan dalam suhu kamar atau lemari suhu C=
(C, koloni tumbuh setelah '9#9: jam, berupa yeast like !olony$ Identifikasi
Candida albi!ans dilakukan dengan membiakkan tumbuhan tersebut pada !orn
meal agar$
H. .EN4-4/4KS4N44N
.enatalaksanaan untuk kandidiasis antara lain *
1. &enghindari atau menghilangkan faktor predisposisi$
2. -opikal
,bat topi!al untuk kandidiasis meliputi*
a. Larutan ungu gentian !" untuk selaput lendir# !$" untuk kulit#
dioleskan sehari $ kali selama % hari#
b. &istatin' berupa krim# salap# emulsi#
c. (mfoterisin )#
d. *rup a?ol antara lain*
1) &ikona?ol '; berupa krim atau bedak
2) Klotrima?ol 5; berupa bedak, larutan dan krim
3) -iokona?ol, bufona?ol, isokona?ol
8
4) Siklopiroksolamin 5; larutan, krim
5) 4ntimikotik yang lain yang berspektrum luas$
3. Sistemik
a. -ablet nistatin untuk menghilangkan infeksi fokal dalam saluran !erna, obat
ini tidak diserap oleh usus$
b. 4mfoterisin + diberikan intra"ena untuk kandidosis sistemik
c. >ntuk kandidosis "aginalis dapat diberikan kotrima?ol 8(( mg per "aginam
dosis tunggal, sistemik dapat diberikan ketokona?ol ' D '(( mg selama 8
hari atau dengan itrakona?ol ' D '(( mg dosis tunggal atau dengan
flukona?ol 58( mg dosis tunggal$
d. Itrakona?ol bila dipakai untuk kandidosis "ul"o"aginalis dosis untuk orang
deasa ' D 5(( mg sehari selama C hari$
4. Khusus
a. Kandidiasis intertriginosa *
.engobatan ditujukan untuk menjaga kulit tetap kering dengan penambahan
bedak nistatin topikal, klotrima?ol atau mikona?ol ' kali sehari$ .asien
dengan infeksi yang luas ditambahkan dengan flukona?ol oral 5(( mg
selama 5#' minggu atau itrokona?ol oral 5(( mg 5#' minggu$
b. Diaper disease *
&engurangi aktu area diaper terpapar kondisi panas dan lembab$
.engeringan udara, sering mengganti diaper dan selalu menggunakan bedak
bayi atau pasta ?in! oDide merupakan tindakan pen!egahan yang adekuat$
-erapi topikal yang efektif yaitu dengan nistatin, amfoterisin +, mikona?ol
atau klotrima?ol$
c. .aronikia *
.engobatan dengan obat topikal biasanya tidak efektif tetapi dapat di!oba
untuk paronikia kandida yang kronis$ Solusio kering atau solusio antifungi
dapat digunakan$-erapi oral yang dianjurkan dengan itrakona?ol atau
terbinafin$ 0rup a?ole adalah obat antimikosis sintetik yang berspektrum
luas$ -ermasuk ketokona?ol, mikona?ol, flukona?ol, itrakona?ol dan
ekona?ol$ &ekanisme kerja dari grup a?ole adalah menghambat sintesis dari
ergosterol mengubah !airan membran sel dan mengubah kerja en?im
membran$ 1asilnya dalam penghambatan replikasi dan penghambatan
transformasi bentuk ragi ke bentuk hifa yang merupakan bentuk in"asi"e
dan patogenik dari parasit$ Nistatin dan amfoterisin adalah polyene yang
aktif melaan beberapa fungi tapi hanya bekerja sedikit pada sel mamalia
9
dan tidak bekerja pada bakteri$ ,bat ini mengikat membrane sel dan
menghalangi fungsi permeabilitas dan transport$ -erbinafine adalah
alinamine yang merupakan fungisida jangkauan yang luas pada kulit
pathogen$ ,bat ini menghambat epoDidase yang terlibat dalam sintesis
ergosterol dari bagian dinding sel jamur$
II. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN
A. .EN0K4JI4N
.emeriksaan fisik
1. Keadaan umum Kesadaran, status gi?i, personal hygine, -+, ++, suhu, -D, nadi,
respirasi
2. .emeriksaan sistemik Kepala, %mata, hidung, telinga, gigiEmulut), leher %terdapat
perbesaran tyroid atau tidak), tengkuk, dada %inspeksi), genitalia, ekstremitas atas
dan baah%inspeksi)$
3. .emeriksaan penunjang
.emeriksaan laboratorium %dermatologi)
Data objektif*
/esi di daerah lipatan kulit ketiak, lipat paha, intergluteal, lipat payudara, antara
jari tangan atau kaki, glans penis, dan umbili!us, berupa ber!ak yang berbatas
tegas, bersisik, basah, dan eritematosa$ /esi tersebut dikelilingi oleh satelit berupa
"esikel#"esikel dan pustul#pustul ke!il atau bula yang bila pe!ah meninggalkan
daerah yang erosi"e, dengan pinggir yang kasar dan berkembang seperti lesi
primer$
1asil pemeriksaan kerokan kulit didapat !andida
Data sujektif*
@iayat memakai popok 3diaper
mengeluh gatal#gatal
orang tua mengeluh anaknya reel$
+$ 4N4/IS4 D4-4
10
N
N,
D4-4
KE&>N0KIN4N
.EN<E+4+
&4S4/41
55
5
5
DS* 4nak mengatakan 0atal#gatal pada
lipatan paha
Ibu mengatatakan anaknya mengalami
gatal#gatal sejak ' hari lalu
D,* /ipatan paha klien tampak kemerahan,
-ampak lesi pada daerah lipatan paha
Kelembapan kulit yang
berlebihan
Kerusakan
Integritas Kulit
'
'
DS* 4nak mengatakan nyeri pada sudut
bibirnya Ibu mengatakan anaknya sulit
makan karena adanya lesi pada mulutnya
D,* tampak ada plak berarna putih di sudut
bibirnya,mulut tampak kering, /esi
didaerah sudut bibir
Immunosupresi Kerusakan
membrane
mukosa oral
C
C
DS* 4nak mengatakan nyeri didaerah mulut
D,*4nak tampak reel,Skala nyeri C
4gen Injuri +iologis Nyeri 4kut
9
9
DS* 4nak mengatakan nyeri disudut
bibirnya,Ibu mengatakan anaknya sulit
makan
D,* -ampak lesi pada sudut bibirnya, makan
habis 53C porsi
Ketidakmampuan dalam
memasukan makanan
oleh karena adanya trust
Ketidakseimba
ngan nutrisi
kurang dari
kebutuhan
tubuh
C$ DI40N,S4 KE.E@F4-4N <4N0 &>NC>/ .4D4 4SKE. K4NDIDI4SIS
1. Kerusakan membrane mukosa oral berhubungan dengan Immunosupresi$
2. Nyeri 4kut berhubungan dengan 4gen Injuri +iologis
11
3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
Ketidakmampuan dalam memasukan makanan oleh karena adnya trust
4. Kerusakan Integritas Kulit berhubungan dengan Kelembapan kulit
D$ .E@ENC4N44N
1. Kerusakan membrane mukosa oral berhubungan dengan Infeksi3Immunosupresi3
imunokompromise
Tujuan * setelah dilakukan 4suhan keperaatan selama 5D'9 jam diharapkan
kerusakan membrane mukosa dapat berkurang s3d hilang
Kriteria +asil *
a. &enunjukan membrane mukosa utuh, berarna merah jambu, bebasdari
ulserasi dan inflamasi
b. &enunjukan teknik memperbaiki3mempertahankan keutuhan mukosa oral$
Inter"ensi *
a. Kaji membran mukosa oral3lesi oral perhatikan keluhan nyeri, bengkak,
sulit mengunyah3menelan
b. +erikan peraatan oral setiap hari dan setelah makan
c. @en!anakan diet untuk menghindari garam, pedas, gesekan dan
makanan3minuman asam
d. Dorong pemasukan oral sedikitnya '8(( ml3hari
e. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat anti jamur dan
pemeriksaan spe!imen !ultur lesi
2. Nyeri 4kut berhubungan dengan 4gen Injuri +iologis
Tujuan * Setelah dilakukan 4suhan keperaatan selama 'D'9 jam diharapkan
Nyeri dapat berkurang s3d hilang3 terkontrol
Kriteria +asil *
a. &engatakan tidak nyeri lagi
b. Ekspresi ajah tampak relaD
c. Skala nyeri (#5
Inter"ensi *
a. Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi, intensitas%Skala 5#5(), frekensi
dan aktu
b. +erikan peraatan oral setiap hari
c. +erikan aktifitas hiburan misalnya* menonton -2, &enggambar3mearnai
12
d. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat analgetik
3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
Ketidakmampuan dalam memasukan makanan oleh karena adnya trust
Tujuan * setelah dilakukan 4suhan keperaatan selama 5D'9 jam diharapkan
kebutuhan nutrisi klien dapat terpenuhi se!ara adekuat
Kriteria +asil *
a. &enunjukan pemasukan nutrisi se!ara adekuat
b. &empertahan berat badan
Inter"ensi *
a. Kaji kemampuan untuk mengunyah,menelan
b. -imbang ++ sesuai kebutuhan
c. +erikan peraatan mulut setiap hari, hindari obat kumur yang
mengandung al!ohol
d. @en!anakan diet dengan klien atau orang terdekat, sediakan makanan yang
sedikit tapi sering berupa makanan padat nutrisi yang tidak bersifat asam
dan juga minuman yang disukai pasien$
e. Kolaborasi dengan ahli gi?i tentang diet klien
4. Kerusakan Integritas Kulit berhubungan dengan Kelembapan kulit
Tujuan * setelah dilakukan 4suhankeperaatan selama 5D'9 jam diharapkan
integritas kulit kembali normal$
Kriteria +asil *
a. &enunjukan tingkah laku3teknik untuk men!egah kerusakan kulit
b. &enunjukan kemajuan pada luka3 penyembuhan lesi
Inter"ensi *
a. Kaji kulit setiap hari,!atat arna, turgor, sirkulasi, sensasi, gambaran lesi
dan amati perubahan
b. +antu atau instruksikan dalam kebersihan kulit misalnya membasuh dan
mengeringkan dengan hati#hati dan melakukan masase dengan
menggunakan lotion atau krim
c. +ersihkan area perianal dengan membersihkan menggunakan air dan air
mineral, hindari penggunaan kertas toilet jika timbul "esikel
d. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat#obatan topi!al 3 sistemik
sesuai indikasi
e. Kolaborasi untuk pemeriksaan kultur dari lesi kulit terbuka
13
D4F-4@ .>S-4K4
+runner = Suddarth "ol C , '(('$ Kepera,atan -edikal )edah, Jakarta * E00
14
Conny @iana -jampakasari$ Karakteristik Candida albi!ans$ Dalam * Cermin Dunia
Kedokteran, 2ol$585, '((7 G CC#8
Dermatomikosis superfisialis$ +alai .enerbit FK>I$ Jakarta, '((8 G 88#77
Doenges & E$ 5666$ .encana asuhan Kepera,atan untuk perencanaan dan
dokumentasi pera,atan pasien edisi C , Jakarta * E0C
Fatta &adani$ Kandidosis, Dalam * &arali 1arahap$ Ilmu .enyakit Kulit$ Cetakan I,
1ipokrates, Jakarta, '((($ .p*:5#'
1asan @usepno '((8 , /lmu Kepera,atan (nak , Jakarta * FK>I
Kusadji$ Kandidosis$ Dalam * Djuanda 4$, 1am?ah &$, 4ishah S$, Ilmu .enyakit Kulit
dan Kelamin$ Edisi I2, +alai .enerbit Fakultas Kedokteran >ni"ersitas Indonesia,
Jakarta, '((7$ .p*5(C#7
/ies &arlysa @amali, Sri Fardani$ Kandidiasis Kutan dan &ukokutan$ Dalam* 1arahap
&arali '((( , /lmu Pen0akit Kulit , Jakarta * 1ipokrates
Sandy S Suharno$ -antien Nugrohoati, E"ita 1$ F$ Kusmarinah$ &ekanisme
.ertahanan .ejamu pada Infeksi Kandida$ Dalam * &edia Dermato#"enereologi!a
Indonesiana, Jakarta, '((( G 5:=#6'
S&F Ilmu Kulit Kelamin Fakultas Kedokteran >ni"ersitas 4irlangga$ 4tlas .enyakit
Kulit dan Kelamin$ 4irlangga >ni"ersity .ress, '((=$ .p*:7#6'
KEPERAWATAN HIV/AIDS
/4.,@4N .END41>/>4N
15
D4N 4SKE. -E,@I K4NDIDI4SIS .4D4 1I234IDS
OLEH KELOMOPOK 4 TINGKAT III.3
REGULER :
NI F4<4N DE4 -E@4NI .(=5'((5'5(8
NI K,&4N0 4<> SE.I4NI
.(=5'((5'5(7
K4DEK 4DI FI0>N4 .(=5'((5'5(=
D$4$ S4NISI4 S4>C4 $.$ .(=5'((5'5(:
.>-> DEFI FIDI4S->-I .(=5'((5'5(6
NI />1 K>@NI4F4-I .(=5'((5'55(
NI $F<$ .@I-I &>/<4NIN0SI1 .(=5'((5'555
KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN D-III KEPERAWATAN
TAHUN 2014
16

Anda mungkin juga menyukai