Anda di halaman 1dari 9

ISSN 0216 3128 MV. Purwani, dkk.

PENGARUH HNO
3
DAN KBrO
3
PADA PEMBUATAN KONSENTRAT Ce,
La DAN Nd DARI PASIR MONASIT
MV Purwani dan Suyanti
PPPTM BATAN
ABSTRAK
PENGARUH HNO3 DAN KBrO3 PADA PEMBUATAN KONSENTRAT Ce, La DAN Nd DARI
PASIR MONASIT Telah dilakukan die!"i dan #e$%ua"an L&'a$ Tanah (aran' Hidr&k!ida
) LT(OH * dari #a!ir $&na!i"+ K&n!en"ra" Ce, k&n!en"ra" Nd dan k&n!en"ra" La di#i!ahkan dari
LT(OH den'an ,ara &k!ida!i dan #en'enda#an+ Ha!il "er%aik #e$%ua"an k&n!en"ra" Ce,
k&n!en"ra" Nd dan k&n!en"ra" La di#er&leh #ada #elaru"an u$#an -. 'ra$ LT(OH ha!il &lah
#a!ir $&na!i" dala$ /0 $l HNO3, #er%andin'an %era" LT(OH 1 KBrO3 2 -. 1 3+ Un"uk
$e$#er&leh k&n!en"ra" Ce, laru"an dienda#kan #ada #H 3 dan un"uk $e$#er&leh k&n!en"ra" Nd,
laru"an !i!a dienda#kan #ada #H / dan 4il"ra"n5a dienda#kan den'an a!a$ &k!ala" un"uk
$e$#er&leh k&n!en"ra" La+ Bera" k&n!en"ra" Ce 5an' di#er&leh 6,77.3 'ra$, kadar Ce 2
73,078, e4i!ien!i #en'enda#an Ce 2 63,77 8+ Bera" k&n!en"ra" Nd 5an' di#er&leh 33,/6/9
'ra$, kadar Nd 2 -9,/: 8, e4i!ien!i #en'enda#an Nd 2 63,9-8+ Bera" k&n!en"ra" La 5an'
di#er&leh 3,:9/9 'ra$, kadar La 2 77,0-8, e4i!ien!i #en'enda#an La 2 39 8
ABSTRACT
THE IN;LUENCE O; HNO3 AND KBrO3 ON MAKING Ce, La AND Nd CONCENTRATE
;ROM MONA<ITE SAND+ Die!"i&n &4 $&na=i"e !and and $akin' &4 rare ear"h h5dr&>ide ha?e
%een d&ne+ Ce ,&n,en"ra"e, Nd ,&n,en"ra"e and La ,&n,en"ra"e @ere !e#ara"ed 4r&$ rare ear"h
h5dr&>ide %5 &>5da"i&n @i"h KBrO3 and #re,i#i"a"i&n @i"h NH:OH++ The %e!" 5ield &n $akin' &4
Ce ,&n,en"ra"e, Nd ,&n,en"ra"e and La ,&n,en"ra"e @ere &%"ained a" -. 'ra$ rare ear"h
h5dr&>ide @a! di!!&l?ed in /0 $l HNO3, u!in' "he @ei'h" ra"i& &4 rare ear"h h5dr&>ide and
KBrO3 @a! -. 1 3 Makin' Ce ,&n,en"ra"e, diluen @a! #re,i#i"a"ed a" #H 3 and $akin' Nd
,&n,en"ra"e, diluen @a! #re,i#i"a"ed a" #H / and "he 4il"ra"e @a! #re,i#i"a"ed @i"h &>ali, a,id "&
'e" La ,&n,en"ra"e+ The @ei'h" &4 Ce ,&n,en"ra"e @a! 6,77.3 'ra$, #r&,en"a'e &4 Ce @a!
73,078, #re,i#i"a"i&n e44i,ien,5 &4 Ce @a! 63,77 8+ The @ei'h" &4 Nd ,&n,en"ra"e @a! 33,/6/9
'ra$, #r&,en"a'e &4 Nd @a! -9,/: 8, #re,i#i"a"i&n e44i,ien,5 &4 Nd @a! 63,9- 8+ The @ei'h" &4
La ,&n,en"ra"e @a! 3,:9/9 'ra$, #r&,en"a'e &4 La @a! 77,0-8, #re,i#i"a"i&n e44i,ien,5 &4 La
@a!39 8
PENDAHULUAN
erium (Ce), Lantanum (La) dan Neodimium
(Nd) mempunyai nilai ekonomis yang tinggi
mengingat manfaatnya dalam berbagai industri.
Ketiga unsur ini merupakan unsur-unsur tanah
jarang yang terdapat dalam pasir monasit. Di
ndonesia !asir "onasit merupakan hasil
samping pen#u#ian bijih timah oleh !$ $ambang
$imah yang terdapat di !.%angka dan %elitung .
!asir "onasit ini hanya dibuang dilaut disekitar
pulau pulau tersebut. &elain itu , pasir monasit
juga terdapat di &ingkep, 'irang dan $anah
"erah ( Kalimantan ). "onasit adalah mineral
yang mempunyai bentuk ikatan fosfat yang
mengandung $h dan logam tanah jarang. 'umus
kimia monasit se#ara umum bisa dituliskan sbb.
(L$(, $h)!)
*.
&
Kegunaan Ce (&erium) misalnya sebagai
bahan katalis pada penyulingan minyak bumi,
logam paduan yang tahan suhu tinggi dan
korosi, industri ka#a+optik (C'$, kamera),
kapasitor, keramik ber,arna dan #at serta
sebagai bahan pemoles tangki pengemas.
Kegunaan La sebagai bahan baku pembutan
gelas optik dan filamen "%-, sedang kegunaan
Nd antara lain untuk bahan pembuatan magnet
dan superkonduktor.
(.)
!enelitian ini bertujuan membuat konsentrat
Ce hidroksida, Nd hidroksida dan La oksalat
sebagai langkah a,al untuk memperoleh bahan-
bahan yang murni.
(/)

%eberapa tahapan proses yang dilakukan
sebagai berikut 0
Pr!"d"#$ PPI PDIPTN 200%
P&!'"()a#$ Te*#'$" Ma+& BATAN
,$+a*ar(a, 12 ,&'" 200%
194
ISSN 0216 3128 MV. Purwani, dkk.
Pe'e)&ra# -a!"r .#a!"( .e.a*a" H
2
SO
/

$h1(!)
*
)* 2 34
/
&)
*
1$h(&)
*
)/ 2 *41!)*
(.)
/.L$((!)
*
) 2 14
/
&)
*
(L$()/ (&)*) 1 2 /4
1
!)*
(/)
Pe.)&a(a# 0"dr*!"da de#$a# -e'e)&ra#
.e.a*a" NaOH
5ntuk menghilangkan fosfat yang sangat
sulit dan mengganggu proses selanjutnya. garam
rangkap sulfat dilebur dengan Na)4.
(L$()/ (&)*)1 2 3Na)4 /L$(()4) 1 2 *Na
/
&)
* (1)
$h(&)*)/ 2 *Na)4 $h()4)*

2 /Na
/
&)
* (*)
Pe.)&a(a# *#!e#(ra( Ce de#$a# *!"da!"
da# -e#$e#da-a# 1ra*!"#a'
5nsur-unsur logam tanah jarang biasanya
mempunyai 6alensi rangkap. &ifat yang spesifik
dari Ce ialah Ce mempunyai 6alensi rangkap
dan 7, sedang unsur-unsur yang lainnya
umumnya mempunyai 6alensi rangkap dan .
%erdasarkan perbedaan ini , maka jika semua
unsur Ce diubah menjadi 6alensi 7, maka Ce
dapat dipisahkan dari unsur lainnya. %ila
L$()4 dioksidasi, maka unsur-unsur logam
tanah jarang selain Ce akan berubah menjadi
6alensi , sedangkan Ce akan berubah menjadi
6alensi 7. 5ntuk mempermudah terjadinya
oksidasi, L$()4 dilarutkan terlebih dahulu.
!elarutan L$()4 memakai 4N)
1
, disamping
sangat mudah melarutkan, 4N)
1
juga dapat
sekaligus berfungsi sebagai oksidator, sehingga
oksidasi akan semakin mudah. )ksidator yang
dipakai ialah K%r)
1
.
(L$()()4)1 2 14N)1 (L$()(N))1 2 14/) (8)
.9Ce ()4)1 2 194N)1 .9Ce (N)1)1 2 194/) (3)
/K%r)1 K/) 2 %r/

2 8)n (:)
.9Ce (N)1)1 2 .94N)1 2 8)n .9Ce(N)1)*284/) (;)
.9Ce()4)
1
2 *9.4N)
1
2 /K%r)
1
.9Ce(N))
*
2 K
/
) 2
%r
/
2 184
/
) (<)
!emisahan unsur-unsur dengan #ara
pengendapan. !roses pengendapan adalah proses
terjadinya padatan karena mele,ati besarnya
harga hasil kali kelarutan (solubility produ#t)
atau solubility produ#t #onstant (K
&p
), yang
harganya tertentu dan dalam keadaan jenuh.
5ntuk memudahkan, K
&p
diganti dengan pK
&p
= fungsi logaritma = - log K
&p
. merupakan
besaran yang harganya positip dan lebih besar
dari nol, sehingga mudah untuk dimengerti.
(1)
"> - "
2
2>
-
(.9)
K
&p
= ?"
2
@?>
-
@ (..)
(ika harga K
&p
ke#il atau pK
&p
besar, unsur
atau senya,a mudah mengendap. (ika harga K
&p
besar atau pK
&p
ke#il, unsur atau senya,a sulit
mengendap
(*)
.
%erdasarkan perbedaan hasil kali kelarutan
masing - masing unsur dalam bentuk
senya,anya, masing-masing unsur dapat
dipisahkan satu dengan lainnya. 5ntuk
memisahkan Ce dari larutan nitrat dilakukan
pengendapan dengan N4
*
)4 &erium (7)
dalam bentuk hidroksida mempunyai harga K
&p
ke#il, sehingga akan mudah mengendap pada p4
rendah, sedang unsur yang lain mengendap pada
p4 tinggi. !ada 6alensi 7, sifat kebasaan Ce
akan mirip dengan $h, kedua unsur ini akan
mengendap bersama-sama. 'eaksi yang terjadi
sebagai berikut 0
Ce(N)1)
*
2 *N4
*
)4 Ce()4)
*
2 *N4
*
N)
1
(./)
Pe.)&a(a# *#!e#(ra( Nd de#$a# 2ara
-e#$e#da-a# .e.a*a" NH
/
OH
!ada p4 rendah La, Nd dan unsur-unsur
lainnya sukar mengendap atau dengan kata lain
masih berbentuk larutan. Larutan yang
mengandung La, Nd dan unsur- unsur yang lain
ber,arna agak merah jambu yang menunjukkan
,arna Nd. 5ntuk memisahkan Nd , larutan
diendapkan dengan ammonia pada p4 ;.
Nd(N)1)
1
2 1N4
*
)4 - Nd()4)
1
2 1N4
*
N)
1
(.1)
Pe.)&a(a# *#!e#(ra( La de#$a#
-e#$e#da-a# .e.a*a" a!a. *!a'a(3
&etelah Nd dipisahkan, ke dalam larutan
dimasukkan asam oksalat sampai tidak terbentuk
endapan lagi. -ndapan putih yang terbentuk
adalah konsentrat La oksalat.
La(N)1)
1
2 14/C/)* - La/(C/)*)1 2 14N)
1
(.*)
putih
BAHAN DAN TATA KER,A
Ba0a#
!asir monasit, komposisi 0 Ce = .8,3:A, La-
=:,;*A, Nd=1,1:A, 4N)1 teknis, Na)4 teknis,
K%r)
1
dari "er#k, air suling. N4
*
)4 teknis,
unsur L$( untuk standar analisis,
A'a(
!engaduk pemanas, p4 meter, ayakan,
penggerus, alat gelas, &pektrometer pendar sinar
B
Pr!"d"#$ PPI PDIPTN 200%
P&!'"()a#$ Te*#'$" Ma+& BATAN
,$+a*ar(a, 12 ,&'" 200%
195
MV. Purwani, dkk. ISSN 0216 3128
TATA KER,A
Pe.)&a(a# LT, H"dr*!"da3
!asir monasit .99 gram dilebur dengan /99
ml 4
/
&)
*
teknis pekat, pada suhu /.9
o
C
selama 8 jam. 4asil leburan ditambah air dingin
sampai 6olume menjadi *899 ml. Leburan en#er
ditambah Na)4 sampai p4 menjadi < C .9, pada
kondisi ini akan terbentuk endapan gelatin.
ber,arna putih keabu-abuan. Larutan yang
mengandung endapan dipanaskan sambil diaduk
pada suhu .*9
o
C. &etelah * jam hasil leburan
disaring dan di#u#i dengan air panas sampai p4
netral. !adatan gelatin yang mula-mula ber,arna
putih keabu-abuan kalau terkena udara berubah
menjadi kuning. !adatan dikeringkan dan
ditimbang sampai berat tetap. !adatan ini
merupakan L$( 4idroksida (L$()4).
Pe.)&a(a# *#!e#(ra( Ce
L$( )4 sebanyak /8 gram dilarutkan dalam
19 - <9 ml 4N)
1
teknis ditambah . gram
K%r)
1 .
&ambil diaduk dan dipanaskan selama
19 menit. &esudah dingin ditambah N4
*
)4
teknis sampai p4 ..
Pe.)&a(a# *#!e#(ra( Nd
Larutan sisa pemisahan Ce ditambah
N4
*
)4 teknis sampai p4 ;, endapan yang
terbentuk disaring, dikeringkan dan dianalisis.
Pe.)&a(a# *#!e#(ra( La
Diltrat ditambah asam oksalat sampai tidak
terbentuk endapan lagi. -ndapan disaring,
dikeringkan dan dianalisis3
A .99 E
/8 E L$()4 dalam unsur kadar
konsentrat berat E konsentrat dalam unsur kadar
unsur n pengendapa -fisiensi
(.8)
% unsur n pengendapa efisiensi
> unsur n pengendapa efisiensi
% - > !isah Daktor
(.3)
HASIL DAN PEMBAHASAN
A#a'"!"! 0a!"' LT, H"dr*!"da 4 LT,OH 5
&etelah dilakukan beberapa tahap proses
diperoleh L$( hidroksida yang mempunyai kadar
unsur sebagai berikut 6 $h = 8,;*A, La =
./,8;A, Ce = /<,3*A, Nd = ./,;/A.
Pe#$ar&0 -er)a#d"#$a# )era( LT,OH da#
a!a. #"(ra( 4 HNO
3
-e*a(5
>sam nitrat disamping sebagai pelarut juga
berfungsi sebagai oksidator. >sam nitrat yang
digunakan harus pekat, karena Ce dan $h hanya
akan larut dalam 4N)1 pekat.. Kedua unsur ini
akan mulai mengendap pada p4 9,/8. Fambar .
menunjukkan bah,a dengan bertambahnya
4N)1, berat endapan konsentrat Ce yang
dihasilkan semakin bertambah. Dengan
bertambahnya 4N)1, molaritas 4N)1 semakin
besar, sehingga mempermudah melarutkan L$(
dan mempermudah reaksi oksidasi, sehingga
Ce(7) yang terbentuk juga semakin bertambah.
Gambar 1. Hubungan brat !T"#H $gram% &
'()um HN#* $m)% dngan brat
k(n+ntrat ,
!ada Fambar / dapat dilihat hubungan
antara jumlah 6olume 4N)1 dengan kadar unsur.
!ada konsentrat Ce, kadar Ce berkisar antara
3<,98C:/,.;A, kadar $h antara 1,8: C <,.3A,
kadar Nd 9,* C 9,;A dan La tidak terdeteksi
dalam endapan. $h ()4)
*
mempunyai sifat
kebasaan yang sangat kuat dan sangat mudah
mengendap, meskipun kadar $h dalam umpan
ke#il, sehingga kadarnya dalam endapan besar.
4arga pKsp $h ()4)* = **,3, pKsp Ce()4)* =
89,*. &ehingga kedua unsur ini sangat mudah
mengendap. Ce()4)1 mempunyai harga pKsp =
.<,;/, sangat jauh berbeda dengan pKsp
Ce()4)*. (ika oksidasi Ce() menjadi Ce(7)
tidak berlangsung dengan baik, maka tidak akan
terjadi pengendapan yang #epat pada p4 rendah.
Dengan melihat kadar Ce yang tinggi dalam
endapan, menunjukkan bah,a oksidasi terjadi
dengan sangat baik. 4arga pK&p La ()4)1 = //,1
dan pK&p Nd ()4)1 = /1,1, oleh karena itu La
()4)1 dan Nd ()4)1 tidak mudah mengendap.
Dengan demikian kadar unsur La dan Nd sangat
ke#il dalam konsentrat Ce.
Ce(7) mulai mengendap pada p4 rendah
(p4 .), maka sangat mudah untuk membuat
Pr!"d"#$ PPI PDIPTN 200%
P&!'"()a#$ Te*#'$" Ma+& BATAN
,$+a*ar(a, 12 ,&'" 200%
19-
ISSN 0216 3128 MV. Purwani, dkk.
konsentrat Ce atau memisahkan Ce dari unsur
L$( lainnya terutama La dan Nd. Fambar 1
menunjukkan bah,a efisiensi pengendapan Ce
sangat besar dibanding lainnya. &emakin besar
6olume 4N)1, reaksi pelarutan dan oksidasi
yang terjadi semakin sempurna, Ce(7) yang
terbentuk semakin banyak, sehingga efisiensinya
semakin besar.
Gambar.. Hubungan brat !T"#H & '().
HN#* dngan kadar un+ur da)am
k(n+ntrat ,
Gambar *. Hubungan brat !T"#H &'()um
HN#* dngan /i+in+i
0ngnda0an da)am k(n+ntrat
,
Dengan melihat besarnya faktor pisah ( D! )
antara Ce dengan unsur lainnya yang sangat
besar, lebih memantapkan bah,a Ce mudah
dipisahkan dari unsur lainnya, ke#uali dengan
$h. !ada 6ariasi berat L$()4 0 6olume 4N)1 ini
dipilih /8 (gram) 0 ;9 (ml), dengan D! Ce-$h ,
D! Ce-La dan D! Ce-Nd paling besar.
Ta)e' 13 Pe#ar&0 )era( LT,OH 6 7'&.e HNO3 (er0ada- 8P -ada *#!e#(ra( Ce
8a*(r P"!a0 Ce
(er0ada-
LT,OH 4 $ra. 5 6 HNO3 4 .' 5
2% 6 /0 2% 6 %0 2% 6 60 2% 6 90 2% 6 80 2% 6 :0
$h .,8..1 .,<*<; .,33;< /,9/91 /,31<1 1,<.;9
La
Nd 1:,.1;. 3.,:<;/ */,1/1/ 3.,9<1. ::,1< *:,3;<8
&etelah Ce dapat dipisahkan, maka dengan
memperbesar p4 larutan atau filtrat sisa dan
dengan memanfaatkan perbedaan harga pK&p La
()4)1 dan pK&p Nd ()4)1 dapat dibuat
konsentrat Nd dan konsentrat La. Dengan
menambahkan N4
*
)4 teknis ke dalam larutan,
p4 larutan akan menigkat sampai p4 ;
kemudian akan terbentuk rndapan yang ber,arna
merah muda. -ndapan ini adalah konsentrat Nd.
Fambar * menunjukkan berat endapan yang
terbentuk pada berbagai 6olume 4N)1. %erat
konsentrat Nd hampir sama, menunjukkan
bah,a terbentuknya endapan tidak dipengaruhi
oleh 6olume 4N)1, karena akan dinetralkan oleh
adanya N4
*
)4. 4anya N4
*
)4 yang dipakai
akan semakin banyak untuk men#apai p4 ;.
Gambar 4. Hubungan brat !T"#H & '()um
HN#* dngan brat k(n+ntrat Nd
Dilihat dari kadarnya, unsur lain yang paling
banyak terikut dalam konsentrat Nd adalah La,
karena pKsp La harganya sangat mirip dengan
pKsp Nd. &edang Ce yang terikut dalam
konsentrat Nd adalah sisa Ce () yang tidak
teroksidasi menjadi Ce (7). Kadar Ce akan
semakin ke#il dengan bertambahnya 6olume
4N)1, karena oksidasi Ce semakin sempurna
dengan bertambahnya 4N)1, maka Ce lebih
banyak terikut dalam konsentrat Ce dibanding Ce
dalam filtrat yang terendapkan dalam konsentrat
Nd. $orium paling mudah diendapkan, maka $h
sudah banyak terikut pada konsentrat Ce,
sehingga kadar $h dalam konsentrat Nd sangat
ke#il. Kadar Nd berkisar antara /* C /; A,
kadar La = .* C .:A, kadar $h = . C /,;: A
dan kadar Ce = ; C .9A.
Gambar 5. Hubungan brat !T"#H & '().
HN#* dngan kadar un+ur da)am
k(n+ntrat Nd
Dilihat dari harga efisiensi pengendapannya,
karena kadar dan berat endapan konsentrat Nd
hampir sama, maka pada berbagai 6ariasi 6olume
4N)1, efisiensi pengendapan Nd juga hampir
sama berkisar antara <1 C <; A. Demikian juga
Pr!"d"#$ PPI PDIPTN 200%
P&!'"()a#$ Te*#'$" Ma+& BATAN
,$+a*ar(a, 12 ,&'" 200%
191
MV. Purwani, dkk. ISSN 0216 3128
dengan La, karena faktor 6olume 4N)1 tidak
begitu berpengaruh maka efisiensi
pengendapannya dalam konsentrat Nd hampir
sama sekitar 89 C 39A. 5ntuk Ce, karena sangat
Gambar -. Hubungan !T"#H & '()um
HN#* dngan /i+in+i
0ngnda0an da)am k(n+ntrat
Nd
dipengaruhi oleh 6olume 4N)1, maka dengan
meningkatnya 6olume 4N)1, efisiensi
pengendapan Ce dalam konsentrat Nd semakin
ke#il, karena Ce lebih besar terikut dalam
konsentrat Ce. Ce yang ada dalam konsentreat
Nd tinggal .9 C .;A dibanding Ce dalam
umpan.
$abel / menunjukkan harga D! Nd
terhadap unsur lainnya. Dari $abel / dapat
dilihat bah,a harga D! yang paling besar
adalah harga D! Nd-$h, menunjukkan bah,a Nd
dan $h sangat mudah dipisahkan dengan metoda
ini.
Ta)e' 23 Pe#$ar&0 )era( LT,OH 6 7'&.e HNO3 (er0ada- 8P3-ada *#!e#(ra( Nd
8a*(r P"!a0 Nd
(er0ada-
LT,OH 4 $ra. 5 6 HNO3 4 .' 5
2% 6 /0 2% 6 %0 2% 6 60 2% 6 90 2% 6 80 2% 6 :0
$h <,889* ;,11:* ;,*1:3 3,:8:3 3,*;3; *,*<.<
La .,3<:1 .,8:;9 .,:/88 .,:*:3 .,*:8* .,3/<<
Ce *,<:/3 *,3;11 8,13</ :,3*:/ <,***< :,:/*3
&edang harga D! Nd-Ce semakin besar
dengan bertambahnya 6olume 4N)1, sehingga
reaksi oksidasi harus diperbaiki supaya
pemisahan Nd dan Ce semakin baik. 4arga D!
Nd-La paling ke#il dan harganya relatif sama,
menunjukkan La dan Nd sangat sulit dipisahkan
dengan metoda ini. &ehingga perlu di#oba
dengan metoda yang lain.
Knsentrat La dibuat dengan menambahkan
asam oksalat kedalam filtrat setelah pengendapan
Nd. &emua unsur yang ada dalam larutran,
diendapkan dengan sempurna dalam konsentrat
La )ksalat. Konsentrat La yang terbentuk relatif
sama beratnya, hanya ada sedikit sekali
kenaikan berat dengan bertambahnya 6olume
4N)1. &eperti pada konsentrat Nd, keasaman
tidak mempengaruhi terjadinya endapan
konsentrat Nd, maka sesudah pemisahan Nd, La
yang terbentuk juga relatif sama. ( Fambar : ).
Gambar 1. Hubungan brat !T"#H & '()um
HN#* dngan brat k(n+ntrat !a
!ada Fambar ; dapat dilihat kadar $h, La,
Ce dan Nd dalam konsentrat La. Kadar La yang
diperoleh berkisar antara 3; - :: A, dari segi
kemurnian sudah diperoleh konsentrat yang
relatif baik. $orium tidak terdeteksi dalam
konsentrat La, karena $h sudah terendapkan
bersama Ce pada konsentrat Ce dan sisanya
akan ikut mengendap pada konsentrat Nd.
Dengan demikian $h tidak ada dalam konsentrat
La. &edang Ce masih terikut dalam konsentrat
La, karena Ce yang terikut ini adalah Ce()
yang dalam bentuk hidroksida mempunyai harga
pKsp yang dekat dengan Nd dan La.
Gambar 2. Hubungan brat !T"#H & '().
HN#* dngan kadar un+ur da)am
k(n+ntrat !a
Gambar 9. Hubungan brat !T"#H & '()um
HN#* dngan /i+in+i
0ngnda0an un+ur da)am
k(n+ntrat !a
)leh jarena La paling banyak berada dalam
filtrat, maka pada pembuatan konsentrat La
efisiensinya juga paling besar. "eskipun kadar
La yang diperoleh relatif besar, tetapi karena
Pr!"d"#$ PPI PDIPTN 200%
P&!'"()a#$ Te*#'$" Ma+& BATAN
,$+a*ar(a, 12 ,&'" 200%
192
ISSN 0216 3128 MV. Purwani, dkk.
konsentrat yang diperoleh sedikit jumlahnya
maka efisiensinya juga relatif ke#il sekitar 19 C
*9A ( lebih ke#il dibanding La yang ikut
mengendap dalam konsentrat Nd ).
&edang efisiensi unsur lainnya jauh lebih
ke#il. %esarnya efisiensi pengendapan pada
konsentrat La dapat dilihat pada Fambar <.
(ika dilihat D! La terhadap unsur lain pada
$abel 1, D! La -$h tak terhingga, menunjukkan
La sangat mudah dipisahkan dari $h.
Ta)e' 33 Pe#$ar&0 *ea!a.a# (er0ada- 8P -ada *#!e#(ra( La
8a*(r P"!a0 Nd
(er0ada-
LT,OH 4 $ra. 5 6 HNO3 4 .' 5
2% 6 /0 2% 6 %0 2% 6 60 2% 6 90 2% 6 80 2% 6 :0
$h
Ce ;;,.3*/ .*8,.*3: :1,3**< 1:;,/;<. /8:,<<<. <*,/9*/
Nd 3,8.9< 3,*<;< 8,.19< ;,*1:. <,33.< <,;<*;
Demikian juga D! La-Ce sangat besar, hal
ini juga menunjukkan bah,a La dapat
dipisahkan dari Ce. &edang D! La-Nd relatif
paling ke#il, menunjukkan bah,a La dan Nd
lebih sulit dipisahkan dengan metoda ini
dibandingkan pemisahan dari $h dan Ce. Dengan
keasaman ..,/ ", dapat diperoleh D! La-$h tak
terhingga, D! La-Ce = /8:,<<<. dan D! La-Nd =
<,33.< ( paling besar dibanding keasaman lain ).
Pe#$ar&0 -er)a#d"#$a# )era( LT,
0"dr*!"da 6 )era( KBrO
3

Kalium bromat berfungsi sebagai pengahasil
oksigen yang berguna untuk oksidasi Ce()
menjadi Ce(7). !ada 6ariasi perbandingan
L$()4 0 K%r)1 = /8 0 . sudah #ukup baik untuk
sempurnanya reaksi oksidasi seperti pada
persamaan (<). !ada pemakaian K%r)1 yang
lebih banyak ( perbandingan semakin besar ),
konsentrat Ce yang diperoleh hampir sama. 4al
ini dapat dilihat pada Fambar .9.
Gambar 13. Hubungan brat !T"#H & 4Br#*
dngan brat k(n+ntrat ,
Kadar Ce pada konsentrat Ce yang diperoleh
pada perbandingan berat L$()4 0 K%r)1 =
/809,8 sebesar 8:,;.A , kemudian meningkat
pada perbandingan berat L$()4 0 K%r)1 =
/80.,9 sekitar :.A, tetapi pada berbagai 6ariasi
perbandingan berat L$()4 0 K%r)1 diatas
/80.,9, kadar Ce sudah tidak mengalami
peningkatan. Dapat disimpulkan bah,a
pemakaian K%r)1 sebanyak . gram sudah #ukup
untuk oksidasi Ce yang terkandung dalam /8
gram L$()4. 4al ini dapat dilihat pada Fambar
...
Gambar 11. Hubungan brat !T"#H & 4Br#*
dngan kadar un+ur da)am
k(n+ntrat ,
Kadar $h berkisar antara 8,* C :,*A
merupakan unsur terbesar yang terikut dalam
konsentrat Ce karena La tidak terdeteksi dan
kadar Nd 9,* = 9,<A. Dengan hasil yang
diperoleh pada 6ariasi perbandingan berat
L$()4 dan K%r)1 diperoleh kadar $h yang
besar pada konsentrat Ce lebih dapat diyakini
bah,a benar Ce(7) mempunyai sifat mirip
dengan $h.
!ada Fambar ./ dapat dilihat hubungan
perbandingan berat L$()4 dan K%r)1 dengan
efisiensi. -fisiensi pengambilan Ce tentu saja
paling besar dibanding unsur lainnya. "eskipun
kadar $h dalam konsentrat Ce relatif ke#il, tetapi
efisiensinya relatif besar , membuktikan bah,a
sebagian $h sudah mengendap bersama Ce
dalam konsentrat Ce. &edang untuk La, karena
tidak terdeteksi dalam konsentrat Ce,
efisiensinya 9A dan efisiensi Nd berkisar antara
. C 1A.
Pr!"d"#$ PPI PDIPTN 200%
P&!'"()a#$ Te*#'$" Ma+& BATAN
,$+a*ar(a, 12 ,&'" 200%
199
MV. Purwani, dkk. ISSN 0216 3128
Gambar 1.. Hbungan brat !T"#H & 4Br#*
dngan /i+in+i 0ngnda0an
da)am k(n+ntrat ,
5ntuk memantapkan optimasi 6ariasi
perbandingan berat L$()40K%r)1 dilihat juga
D! Ce terhadap unsur yang lain. !ada $abel *
dapat dilihat bah,a pada perbandingan berat
L$()4 dan K%r)1 = /8 0 ., diperoleh D! Ce
terhadap unsur lain yang paling besar dibanding
pada perbandingan berat L$()40K%r)1 yang
lain.
Ta)e' /3 Pe#$ar&0 Bera( LT,OH 6 KBrO3 (er0ada- 8P Ce
8a*(r P"!a0 Ce
(er0ada-
Bera( LT, 0"dr*!&da 4$5 6 KBrO34$5
2% 6 0,% 2% 6 1,0 2% 6 1,%0 2% 6 1,%0 2% 6 2,%
$h .,31;8 /,31;. .,:8:9 /,*99: .,:911
La
Nd /:,.:** :3,;3.1 *8,::.* 3*,3**/ 1.,8**;
Fambar .1 sampai Fambar .8 menunjukkan
kondisi konsentrat Nd yang diperoleh. %erat
konsentrat Nd sedikit meningkat dengan dengan
bertambahnya perbandingan berat
L$()40K%r)1. %erat konsentrat Nd berkisar
antara .9,/ C ./,; gram ( Fambar .1 ). Kalau
dilihat peningkatan berat konsentart Nd yang
relatif ke#il, maka dapat disimpulkan bah,a
konsentrat Nd yang terbentuk relatif tidak
dipengaruhi 6ariasi perbandingan berat L$()4
dan K%r)1.
Gambar 1*. Hubungan brat !T"#H & 4Br#*
dngan brat k(n+ntrat Nd
)leh karena berat konsentrat Nd sedikit
meningkat, sedang jumlah Nd yang terendapkan
relatif tetap jumlahnya, maka kadar Nd akan
menurun dalam konsentrat Nd yaitu dari /< A
menjadi //A.
Gambar 14. Hubungan brat !T"#H & 4Br#*
dngan kadar un+ur da)am
k(n+ntrat Nd
Kadar La relatif masih besar, krena
mempunyai harga K&p yang hampir sama
dengan Nd, maka akan mengendap bersama Nd.
$h dan Ce yang belum sempurna mengendap
dalam konsentrat Ce akan ikut mengendap
berasama Nd. Kadar Ce dalam konsentrat Ce
menurun dengan bertambahnya perbandingan
berat L$()4 dan K%r)1 sesuai dengan sisa Ce
yang diperoleh pada konsentrat Ce. (Fambar .*).
!ada Fambar .8 dapat dilihat bah,a
efisiensi Nd relatif konstant pada berbagai 6ariasi
perbandingan berat L$()4 dan K%r)1,
membuktikan jumlah Nd yang diendapkan dalam
konsentrat Nd tetap. Demikian juga untuk unsur
C unsur lainnya.
Gambar 15. Hubungan brat !T"#H & 4Br#*
dngan /i+in+i 0ngnda0an
da)am k(n+ntrat Nd
!ada $abel 8 dapat dihat D! Nd terhadap
unsur yang lain. !ada 6ariasi perbandingan berat
L$()4 dan K%r)1, D! Nd terhadap unsur yang
lain ber6ariasi tetapi tidak besar perbedaannya.
!ada perbandingan berat L$()40K%r)1 = /80.,
D! yang diperoleh relatif paling jelek. )leh
karena itu untuk membuat konsentrat Nd
dilkukan modifikasi proses, misalnya dengan
pengendapan bertingkat.
Ta)e' %3 Pe#$ar&0 Bera( LT,OH 6 KBrO3 (er0ada- 8P Nd
8a*(r P"!a0 La
(er0ada-
Bera( LT,OH 4$5 6 KBrO34$5
2% 6 0,% 2% 6 1,0 2% 6 1,%0 2% 6 1,%0 2% 6 2,%
$h .<,;.8; 3,*;3; :,88.; *,/<88 3,81:<
Pr!"d"#$ PPI PDIPTN 200%
P&!'"()a#$ Te*#'$" Ma+& BATAN
,$+a*ar(a, 12 ,&'" 200%
.33
ISSN 0216 3128 MV. Purwani, dkk.
La .,;31< .,*:8* .,89;* .,1::; .,.8**
Ce .1,/;3< <,***< ./,9;9* ..,9*89 .8,.3:3
Fambar .3 sampai Fambar .; menunjukkan
kondisi konsentrat La yang diperoleh. )leh
karena berat konsentrat La sedikit menurun,
sedang jumlah La yang terendapkan relatif tetap
jumlahnya maka kadar La akan meningkat dalam
konsentrat La yaitu antara :*-;*A. Kadar Nd
relatif ke#il, karena Nd sudah terendapkan dalam
konsentrat Nd.
Gambar 1-. Hubungan brat !T"#H &
4Br#* dngan brat k(n+ntrat
!a
Gambar 11. Hubungan brat !T"#H & 4Br#*
dngan kadar un+ur da)am
k(n+ntrat !a
!ada Fambar .; dapat dilihat bah,a
efisiensi La relatif konstant pada berbagai 6ariasi
perbandingan berat L$()4 dan K%r)1,
membuktikan jumlah La yang diendapkan dalam
konsentrat La tetap. Demikian juga untuk unsur
C unsur lainnya efisiensinya relatif tetap. 4arga
efisiensi La paling besar dibanding unsur yang
lain sekitar 89 C39A.
Gambar 12. Hubungan brat !T"#H & 4Br#*
dngan /i+in+i 0ngnda0an
da)am k(n+ntrat !a
5ntuk meningkatkan pengambilan atau
pembuatan La perlu modifikasi proses
pengendapan, sehingga konsentrat La dan Nd
yang diperoleh menjadi lebih murni.
!ada $abel 3 dapat dihat D! La terhadap
unsur yang lain. !ada 6ariasi perbandingan berat
L$()4 dan K%r)1, D! La terhadap unsur yang
lain ber6ariasi tetapi besarnya. !ada
perbandingan berat L$()4 0 K%r)1 = /8 0 ., D!
yang diperoleh sanagt baik yaitu D! La-$h = ,
D! La-Ce = /8<,1<<: dan D! La-$h = <,3:/1.
Ta)e' 63 Pe#$ar&0 Bera( LT,OH 6 KBrO3 (er0ada- 8P La
8a*(r P"!a0 La
(er0ada-
Bera( LT, 0"dr*!&da 4$5 6 KBrO34$5
2% 6 0,% 2% 6 1,0 2% 6 1,%0 2% 6 1,%0 2% 6 2,%
$h
Ce /98,.9;1 /8<,1<<: //.,3..1 .:,<9:* :1,9*<<
Nd .9,9./3 <,3:/1 ;,.:;. 3,;/.* //,1;9<
KESIMPULAN
4asil terbaik pembuatan konsentrat Ce,
konsentrat Nd dan konsentrat La diperoleh pada
pelarutan umpan /8 gram L$()4 hasil olah
pasir monasit dalam ;9 ml 4N)1, perbandingan
berat L$()4 0 K%r)1 = /8 0 .. 5ntuk
memperoleh Ce, larutan diendapakan pada p4 .
dan untuk memperoleh konsentrat Nd larutan
sisa diendapakan pada p4 ; dan filtratnya
diendapkan dengan oksalat untuk memperoleh
konsentrat La. %erat konsentrat Ce yang
diperoleh <,::81 gram, kadar Ce = :.,9:A,
efisiensi pengendapan Ce = <1,:: A,. berat
konsentrat Nd yang diperoleh ..,;<;3 gram,
kadar Nd = /3,;* A, efisiensi pengendapan Nd =
<1,3/ A ,. berat konsentrat La yang diperoleh
.,*3;3 gram, kadar La = ::,9/A, efisiensi
pengendapan La = 13 A. 5ntuk meningkatkan
kadar Nd dalam konsentrat Nd dan kadar La
dalam konsentrat La perlu dilakukan modifikasi
proses pengendapan.
DA8TAR PUSTAKA
.. %>'F45&-N, (.(., and &"5$G, ".,
!ro#essing of "onaHite &and, >mes
Laboratory, o,a &tates College >mes,
o,a ( .<8; )
Pr!"d"#$ PPI PDIPTN 200%
P&!'"()a#$ Te*#'$" Ma+& BATAN
,$+a*ar(a, 12 ,&'" 200%
.31
MV. Purwani, dkk. ISSN 0216 3128
/. !'>K>&4, &., >d6an#ed Chemestry of
'are -larth -lements, &.Cham#. I Co
(!7$) ($), 'am Nagar, Ne, Delhi,
..9988, * th, (.<:8).
1. L)5'-, J., >ide "emorie de Chemi#
>nalyiKui, edition "' , "os#o,, (.<:8).
*. 7)F-L, $eEtbook )f Luantitati6e
norgani# >nalysis, Longman Froup 5K
Limited, London, (.<:;)
8. $!$)N, C'., 'ea#tor 4and %ook, 6ol.., /
nd, %etelle "emorial nstitute, (.<3:)
TAN;A ,A<AB
Tun5ung 6ndrati
M&h&n #enela!an $en'enai udul dan
ke!i$#ulan 5an' "ern5a"a a'ak k&n"radik"i4,
$en'in'a" i!"ilah k&n!en"ra" haru! !e!uai
den'an k&n!en"ra!i "er"en"uA
M=3 P&r>a#"
(udul penelitian sesuai dengan tujuan
penelitian, yaitu pembuatan konsentrat Ce,
konsentrat Nd dan konsentrat La. !ada
berbagai a#uan definisi konsentrat adalah
senya,a atau unsur yang terkandung *9 C
89A. 4asil yang diperoleh adalah (pada
kondisi optimum)
Konsentrat Ce dengan kadar :.,9:A
(unsur Ce bukan senya,a).
Konsentrat La dengan kadar ::,9/A.
Konsentrat Nd dengan kadar /3,;*A.
5ntuk konsentrat La dan konsentrat Ce sudah
sesuai dengan definisi. &edang untuk konsentrat
Nd, ,alaupun diperoleh jumlah yang banyak,
tetapi kadarnya memang belum memenuhi target.
4al ini kemungkinan disebabkan karena 0 .)
senya,a konsentrat Nd merupakan senya,a
Nd()4)1 yang masih basah, karena Nd()4)1
sangat higroskopis (mengandung air yang
banyak) sehingga sukar dikeringkan. (ika
Nd()4)1 kering, maka kadarnya 0 %" Nd()4)1 +
%" Nd E kadar Nd = .<8+.** E /3,;*A =
13,18A. Dalam keadaan kering kadarnya akan
lebih besar lagi, kemungkinan dapat men#apai
atau memenuhi syarat sebagai konsentrat
Nd()4)1. /) "emang belum ter#aai target
sebagai konsentrat Nd. "eskipun demikian hal
yang diperoleh tersebut, meski tidak memenuhi
target, tetapi tidak begitu jelek. Konsentrasi atau
kadar Nd dalam konsentrat Nd dapat
ditingkatkan lagi dengan modifikasi proses
pengendapan. (uga D! Nd dengan $h dan Ce
relatif bagus.
Pr!"d"#$ PPI PDIPTN 200%
P&!'"()a#$ Te*#'$" Ma+& BATAN
,$+a*ar(a, 12 ,&'" 200%
.3.