Anda di halaman 1dari 2

Beberapa tahun kebelakang, acap kali kita melihat orang tua mengambil sikap lepas

tangan dan membiarkan anak mereka melintasi alam remaja berlaku begitu saja tanpa ingin
mengetahui pergolakan yang dihadapi oleh anak mereka. Orang tua perlu mengetahui bahwa
masa remaja ialah masa peralihan dari alam kanak-kanak menuju ke alam dewasa. Pada masa
ini anak-anak tidak lagi dianggap kanak-kanak dan tidak juga orang dewasa.
Peralihan ini adalah suatu masa yang penting kepada remaja karena pada masa ini
mereka akan menentukan konsep dirinya atau siapakah diri aku atau suatu proses menentukan
konsep jati diri pada dirinya. Banyak perubahan nyata yang terjadi pada masa remaja, antara
lain : perubahan fisikal, perubahan emosi dan fikiran, narsisme, menentang kekuasaan, dan
lain sebagainya. Begitu juga dengan teknologi yang sangat berpengaruh terhadap
perkembangan remaja khususnya sekarang ini.
Maraknya penggunaan gadged berteknologi tinggi seperti Android, Blackberry, I
phone telah menjadi hal yang biasa ditengah-tengah masyarakat. Terlebih lagi, barang yang
mudah dibawa kemana-mana ini, mempunyai banyak sekali keunggulan diantaranya kamera
resolusi tinggi, akses internet HSPDA, dan berbagai macam game yang dapat diunduh
melalui situs maya dengan mudah didapatkan dari telepon seluler ini yang lebih dikenal
dengan Handphone.
Tidak dapat dipungkiri, bahwa gadged ini membuat banyak orang tergiur untuk
menikmati fasilitas yang ada. Ditambah lagi harga yang cukup terjangkau bagi kelas
menengah kebawah. Dengan buged 1-2 juta, HP layar sentuh tersebut sudah berada ditangan
anda. Alternatif lain adalah Andriod yang berasal dari negara cina, walaupun sering dianggap
HP KW dua, namun dari hari ke hari, peminatnya cenderung bertambah karena dengan
bugded dibawah 1 juta pun anda tidak perlu cemas untuk out of date dengan media sosial
seperti Whats up, Blackberry messanger, We chat, dan lain sebagainya. Selain itu,
kemudahan untuk mengakses informasi juga dengan mudah di dapatkan dengan sekali sentuh.
Mencari informasi dengan satu sentuhan membuat gadged ini semakin memukau banyak
orang untuk memilikinya.
Sayangnya, dengan kemudahan akses yang ditawarkan ini sering kali disalahgunakan
mayoritas penggunanya yaitu remaja. Jika direfleksikan, banyak sekali hal-hal yang
seharusnya tidak perlu dilakukan dengan gadged ini. Dulunya handphone digunakan untuk
berkomunikasi, namun seiring berjalannya waktu handphone diliengkapi dengan berbagai
fitur ini menjadi sarana narsisme, curahan perasaan, dan hiburan.
Banyak dari kita yang sebetulnya belum menyadari bahwa banyak sekali niai-nilai
yang bergeser dan menimbulkan dampak negatif yang merugikan. Sebagai contoh, jika
dulunya perasaan, masalah sehari-hari adalah sebuah privasi, maka di era globalisasi ini,
sebut saja si galau bukan hal yang tabu melihat buku dairy si galau ini telah berpindah ke
dunia maya yang dapat dibaca oleh siapapun. Hal tersebut ditunjang dari menjamurnya media
sosial yang dengan sangat mudah diakses kapan saja dan dimana saja oleh pengguna
Android, Blackberry yang mayoritas adalah remaja. Dengan demikian, diakui atau tidak,
keberadaan gadged teknologi tinggi ini telah banyak berkontribusi menaikkan angka
penggunaan media sosial.
Aplikasi yang tidak kalah diunggulkan adalah ratusan bahkan ribuan game menarik
yang dapat diunduh dari internet. Waktu luang seorang siswa yang seharusnya diisi dengan
membantu ibu dirumah, membaca buku atau sekedar bermain dengan teman telah merubah
kebiasaan ini. Rata-rata remaja yang fanatik game atau yang sering dikenal dengan sebutan
gamers, sekarang lebih senang untuk mengkotakkan dirinya sendiri dengan senam jari atau
mungkin hanya senam jempol.
Berkenalan dan chatting dengan orang yang baru dikenal lewat BBM atau facebook,
menjadi sangat lumrah. Berita tentang penculikan dan penipuan karena chatting dengan orang
yang tidak atau baru saja dikenal, tidak menyurutkan rasa keingintahuan seorang remaja
untuk mewujudkan obsesi gaul dan dikenal oleh banyak orang. Ditambah lagi, waktu belajar
menjadi sasaran empuk untuk sebagian besar pelajar
Dengan pemaparan diatas, tidak salah jika muncul sebuah hipotesis bahwa saat ini
kemajuan teknologi sangat mempengaruhi gaya hidup dan pola pikir masyarakat, terutama di
kalangan remaja. Peran orang tua yang menjadi sosok teladan dan teman seharusnya menjadi
kunci