Anda di halaman 1dari 181

ILMU LINGKUNGAN

PENDAHULUAN
MASALAH LINGKUNGAN
GLOBAL
ERA RENAISANCE
(INDUSTRIALISASI)
KEMISKINAN SDA DIEKPLOITASI
NEGARA-NEGARA EROPA
INGGRIS (EROPA)
AMERIKA
INDUSTRI DI TLK MINAMATA
MINAMATA
DISEASE
AFRICA
SMOG
SDA
JEPANGIND
USTRI BHN
BATUBARA
ILMU LINGKUNGAN
PENDAHULUAN
MASALAH LINGKUNGAN
GLOBAL
ERA RENAISANCE
(INDUSTRIALISASI)
KEMISKINAN SDA DIEKPLOITASI
NEGARA-NEGARA EROPA
INGGRIS (EROPA)
AMERIKA
INDUSTRI DI TLK MINAMATA
MINAMATA
DISEASE
AFRICA
SMOG
SDA
JEPANG
INDUSTRI BHN BATUBARA
PBB (UNEP)
KONFERENSI LINGKUNGAN HIDUP &
PEMBANGUNAN STOCKHOLM, TH
1972PEMBANGUNAN
HARUS BERAASAN
LINGKUNGAN
PEMBANGUNAN BERAASAN LINGKUNGAN ADOPSI
-UU LINGKUNGAN HIDUP NO! " TH 19#2, 2$ TH
1997
-$2 TH
2%%9
-PP NO! 29&19#', AMDAL, (1&199$, 27 TH 1999
DI INDONESIA
MANUSIA
FLORA FAUNA
TERESTRIAL
A)UATIK
LINGKUNGAN *ANG BAIK UNTUK MANUSIA
LINGKUNGAN BIOTIK
(1) IKLIM
ABIOTIK
(2) KUALITAS UDARA (DEBU, UNSURGAS,
KEBISISNGAN)
($) KUALITAS AIR (SIFAT FISIK & KIMIA)
(") HIDROLOGI (DEBIT AIR, SISTEM DAS)
(() TANAH (KESUBURAN, EROSI)
(') OCENOGRAFI
-UDARA (KUALITAS
UDARA)
-SUHU
-CAHA*A
-ANGIN
-CURAH
HUJAN -
KELEMBABAN
-
SOSIAL -EKONOMI
-BUDA*A
-
KEMAS*
ILMU YANG MENDASARI DALAM ILMU
LINGKUNGAN ADALAH
ILMU EKOLOGI
UTAMANYA INTERAKSI ANTARA FAKTOR-FAKTOR
LINGKUNGAN DENGAN MANUSIANYA
DARI SEGI KEPENTINGAN
MANUSIANYA
VARIABLE LINGKUNGAN YANG BANYAK
DIPELAJARI TERUTAMA YANG
BERHUBUNGAN DENGAN
ENER
GI
MATE
RI
RUAN
G
WAKT
U
KEANEKARAGA
MAN
VARIABLE LINGKUNGAN TSB YANG
AKAN BANYAK DIBICARAKAN DIDALAM
ILMU LINGKUNGAN
ADA 14 PRINSIP DASAR ILMU
LINGKUNGAN
SEMUA ENERGI YANG MEMASUKI ORGANISME,
POPULASI EKOSISTEM DAPAT DIANGGAP SEBAGAI
ENERGI TERSIMPAN ATAU TERLEPASKAN.
ENERGI DAPAT DI RUBAH SATU BENTUK KE BENTUK
LAIN, TETAPI TIDAK DAPAT HILANG, DIHANCURKAN
ATAU DICIPTAKAN.
PRINSIP 1 HK.
THERMODINAMIKA 1
W = JH
PRINSIP
DASAR ILMU
LINGKUNGAN
PRINSIP 1
+ KERJA&DA*A
J + JOULE
H + PANAS
SISTEM KEHIDUPAN DAPAT DIANGGAP SEBAGAI
PENGUBAH
ENERGI, MAKA AKAN DIJUMPAI BERBAGAI
STRATEGI UNTUK
MENTRANSFORMASI ENERGI.
SISTEM PEMBUKUAN ENERGI
CONTOH :SISTEM PEMISAH ENERGI DALAM TUBUH
HEWAN
ALIRAN ENERGI DALAM TUBUH HEAN
PEMISAHAN $
PEMISAHAN 1
PEMISAHAN 2
HEAN
MAKANENERGI
DIAMBIL
PENGEKPLOITASI
TERBUANG TAK
TERASIMILASI
DIASSIMILASI
MULAI
PEMISAHAN "
PEMISAHAN (
PEMISAHAN '
ENERGI DI
BAKAR HILANG
SEBAGAI PANAS
ENERGI
DISIMPAN
SEBAGAI LEMAK
ENERGI
DIGUNAKAN
UNTUK
MEN*OKONG
BERBAGAI
KEGIATAN ,
LARI,
BERENANG
TUMBUHEN
ERGI
DIGUNAKAN
UNTUK
MEN*OKONG
METABOLISM
EDASAR ,
MISALDEN*U
T
JANTUNGPER
NAPASAN,ME
MPERTAHAN
KANSUHU
TUBUH, DSB!
PEMBIAKAN
PEMISAHAN ENERGI 2 KOMPONEN
JUMLAH ENERGI *ANG MASUK DAN
KELUAR DARI SUATU PROSES PEMISAHAN
PROSES PEMISAHAN ENERGI DALAM
TUBUH HEAN
1PEMISAHAN KARENA ADA ENERGI YANG TAK
TERASSIMILASI
!PEMISAHAN KARENA ADA ENERGI YANG
DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN BAKAR DAN ADA PULA
YANG DIGUNAKAN SEBAGAI " MEMBENTUK MATERI
BAHAN HIDUP #PEMISAHAN ENERGI KARENA ADA YANG DIAMBIL
OLEH HEWAN PENGEKSPLOITASI $PARASIT,
PREDATOR.
4ENERGI TERPISAH MENJADI ENERGI YANG DAPAT
DIGUNAKAN UNTUK TUMBUH DAN BERBIAK $DALAM
BENTUK PROTEIN DAN BAGIAN ENERGI YANG
DISIMPAN SEBAGAI LEMAK UNTUK DIGUNAKAN DI HARI
KEMUDIAN.
%PEMISAHAN ENERGI UNTUK TUMBUH DAN
BERBIAK
&PEMISAHAN ENERGI UNTUK BAHAN BAKAR BERBAGAI
KEGIATAN DAN ENERGI UNTUK MENJALANKAN
METABOLISME DASAR
SETIAP ORGANISME HIDUP MEMPUNYAI
KEMAMPUAN MENYESUAIKAN " ADAPTASI DENGAN
LINGKUNGANNYA DAPAT
DINILAI DARI KEBERHASILAN ORGANISME DALAM
MENGUBAH
BIOMASSA DARI SUATU GENERASI KE GENERASI
BERIKUTNYA.
KALAU BERHASIL BERARTI POPULASINYA
NAIKDAN TIDAK BERHASIL AKANPUNAH.
SETIAP JENIS ORGANISME MEMPUNYAI TAKTIK DAN
STRATEGI TERTENTU DALAM ADAPTASINYA
TERGANTUNG PADA :
& KOEFISISEN
PEMISAHAN
CONTOH : DALAM PEMISAHAN
%
IKAN PAUS BIRUMENYALURKAN ENERGI YANG LEBIH
BANYAK UNTUK TUMBUH, UNTUK BERBIAK SEDIKIT.
UNTUK PERTUMBUHAN KOEFISIEN
PEMISAHAN TUMBUH
',() BERBIAK
','# IKAN PAUS BETINA MELAHIRKAN 1 ANAK " !
TAHUN
IKAN HERINGKOEFISIEN PEMISAHAN
',%'
TUMBUH '.4)
'.)' BERBIAK '.#'
'.%#
YANG BETINA BERBIAK SETIAP
MUSIM
TIKUS
DALAM PEMISAHAN &
HEWAN YANG BERGERAK
LAMBAT
$KEONG, KURA-KURA SEDIKIT SEKALI
MENGGUNAKAN ENERGI UNTUK MENGGERAKAN
DAN MENJALANKAN KEGIATANNYA.
TIDAK USAH MAKAN TERLALU BANYAK DAPAT
BERTAHAN DALAM KEADAAN LINGKUNGAN
YANG TIDAK BEGITU KAYA DENGAN MAKANAN.
MANUSIA, BURUNG, TUPAI,
HARIMAU
RELATIF BANYAK MEMERLUKAN BANYAK
MAKANAN SEBAGAI SUMBER ENERGI
SEPERTI BERGERAK, MELONCAT,
BERJALAN, DSB
PRINSIP !
TIDAK ADA SISTEM PENGUBAHAN ENERGI YANG
BETUL-BETUL EFISIEN
HK. THERMODINAMIKA II
MESKIPUN ENERGI ITU TIDAK PERNAH HILANG
DARI ANGKASA RAYA, TETAPI ENERGI AKAN TERUS
DIUBAH-UBAH KEDALAM BENTUK YANG TIDAK
BERMANFAAT.
HEAN
BERLARI,
LOMPAT, DSB
ENERGI LEPAS
TERBUANG
HEAN MAKAN MAKANAN
CONTOH
,PANAS
K*+,*-.-./*
0102.+
K*-03+01$)
(kalori)
P.4-5,505-R1$
/56*41
R1 " PsHa
K.7.4+525-P.
428-
M5258541 4).1 9 1': $.-.4;1 +5258541 <5-;
=5238 /. >3+1
V.;.2501 %:,# 9 1'& :.)% 9 1'& '.1%' '.'1!
H.?5-
8.4>1@*45
%!' 9 1'# 1)' 9 1'# '.&:' '.''4
H.?5-
/54-1@*45
%:!4 %4#4 '.(## '.'!#
ALIRAN ENERGI DALAM EKOSISTEM DARAT
PRINSIP #
MATERI, ENERGI, RUANG, WAKTU DAN
KEANEKARAGAMAN, SEMUANYA ADALAH
KATEGORI SUMBER ALAM.
SUMBER ALAM :
SEGALA SESUATU YANG DIPERLUKAN OLEH
ORGANISME HIDUP, POPULASI ATAU EKOSISTEM
YANG PENGADAANNYA HINGGA KETINGKAT YANG
OPTIMUM ATAU MENCUKUPI, AKAN MENINGKATKAN
DAYA PENGUBAHAN ENERGI.
1%
2%
$%"%T
ON&HA
&TH
MATERI
HASIL PANEN
1% 1%% (% 2%%
- PUPUK UREA
1(% 2(% $%%
1%2%
$%
"%
POPULASI
ENERGI SUHU
. PERKEMBANGAN
1% 1%% (% 2%%
SUHU OC
1(% 2(% $%%
1%
2%
$%
"%
POPULASI
AKTU
PERKEMBANGAN
1% 1%% (% 2%%
. AKTU
1(%2(%
$%%
1%
2%
$%
"%
RUANG
PERTEMUAN JANTAN
DAN BETINA
1% 1%% (% 2%%
UKURAN
RUANG1(%2(%
$%%
KEPADATAN TINGGI
KEPADATAN RENDAH
( PEMBIAKAN)
1%
2%
$%
"%
KEANEKARAGAMAN(H
) JENIS SERANGGA1%
1%% (% 2%%
(H) JENIS POHON
1(% 2(% $%%
PRINSIP #
HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ENERGI
MATAHARI
AAL & PRA SEJARAH BERKEMBANG
PENGGANTIMA
NUSIAKEMBAL
I LAGI

A
K
T
U
AKAN HABIS
MANUSIA
SUMBER
ENERGI
SUMBER
ENERGI
MIN*AK
DAN
GAS
BUMI
MIN*AK
& GAS
BUMI
AKTU
AKTU
NUKLIR
PRINSIP 4
PRINSIP PENJENUHAN :
UNTUK SEMUA KATEGORI SUMBER ALAM $ENERGI,
RUANG, MATERI, WAKTU, DAN KEANEKARAGAMAN,
KALAU PENGADAAN SUMBER ALAM ITU SUDAH
CUKUP TINGGI, PENGARUH UNIT KENAIKANNYA
AKAN MENURUN DENGAN PENAMBAHAN
SUMBERDAYA ALAM TERSEBUT, SAMPAI SATU
TINGKAT MAKSIMUM. BAHKAN AKAN MERUSAK
KARENA KESAN PERACUNAN, KALAU PENGADAAN
SUMBER ALAM TERSEBUT MELAMPAUI MAKSIMUM,
HAL INI MERUPAKAN PRINSIP PENJENUHAN. UNTUK
BANYAK FENOMENA SERING BERLAKU
KEMUNGKINAN PENGHANCURAN YANG
DISEBABKAN OLEH PENGADAAN SUMBER ALAM
YANG SUDAH MENDEKATI BATAS MAKSIMUM.
PRINSIP 4
YANG MENYEBABKAN ADANYA
OKSILASI DALAM POPULASI
TUMBUHAN DAN HEWAN.
FENOMENA INI DIKENAL
DENGAN :
PENGATURAN POPULASI KARENA FAKTOR YANG
BERGANTUNG KEPADA KEPADATAN POPULASI
$DENSITY DEPENDENT FACTOR
Eutrofkasi
Blooi!" al"a#
R#$ ti$#
C*-2*8 03+>.4 565+ <5-; +.+>.41/5-
,.-;5438 +.4305/
PRINSIP %
ADA DUA JENIS SUMBER ALAM
DASAR YAITU SUMBER ALAM YANG
PENGADAANYA DAPAT MERANGSANG
PENGGUNAAN SETERUSNYA, DAN
ADA PULA SUMBER ALAM YANG
TIDAK MEMPUNYAI DAYA RANGSANG
PENGGUNAAN LEBIH LANJUT.
%2((
%
7(
JUMLAH KEPOMPONG
*ANG DISERANG
1%% 2%% "%%
KEPADATAN KEPOMPONG
$%% (%%
GRAFIK HUBUNGAN ANTARA KEPADATAN DENGAN
JUMLAH KEPOMPONG LALAT M3075 A*+.02175YANG DISERANG
N50*-15@1241,.-10.
JUMLAH MANGSA
%1%%
*ANG DISERANG
(KEPOMPONG SERANGGA)
1(%
2%%
1%%%
2(%
2%%
KEPADATAN KEPOMPONG
#%% "%% '%%
GRAFIK HUBUNGAN ANTARA KEPADATAN DENGANJUMLAH
KEPOMPONG SUATU JENIS SERANGGA YANG DISERANG TIKUS.
PRINSIP &
INDIVIDU DARI SPESIES YANG MEMPUNYAI
LEBIH BANYAK KETURUNAN DARI PADA
SAINGANNYA, CENDERUNG BERHASI
MENGALAHKAN SAINGANNYA ITU.
SUATU SPESIES ATAU KOMUNITAS YANG
DAPAT BERTAHAN DALAM SUATU
KEADAAN LINGKUNGAN TERTENTU
ITU,ADALAH SPESIES YANG DALAM
KESEIMBANGAN ALAM SECARA
KESELURUHAN MEMPUNYAI DAYA
PEMBIAKAN LEBIH TINGGI DARI PADA
SPESIES ATAU KOMUNITAS YANG INGIN
MENCOBA UNTUK MENGAMBIL ALIH.
AA5,2501 +.43,5/5-
+./5-10+. .@*6301
B.4/5125- A.-;5-
/.7.4+525-
,.-A5<5;3-55- .-.4;1
E9: 1/5- >.4>5;51 =.-10 +3632
>343-; >.4>5;51 =.-10 ,5438 A5-
75/54
8.?5- ,5A5-; 43+,32 >.-23/
/5/1
I+,61/501 :
K.7.4+525- A565+ +.+,.4/.-56/5- =.-10
23+>385- 5253 8.?5- /. 03523 2.+,52 5253
?165<58
%allo&ia 'a&o!i(a $J5,5-.0.
/-*2?..A
C*-2*8 i!)asi)# s&#(i#s $J.,5-;, or!a#!tal
"ar$#! $E4*,5, &alata*l#
+oro!illa )aria
A,uil#"ia s&
$7*63+>1-.
B5><B0 >4.528 -G.&so&/ila
&a!i(ulata0
C*-2*8 i!)asi)# s&#(i#s $B412108
C*63+>15
A(a(ia !iloti(a
V.72*4 *C 561.- 0,.71.0 1-24*A3721*- 1- 28. B657/ S.5 5-A
7*50256 5D35217 85>1252
PRINSIP )
KEMANTAPAN KEANEKARAGAMAN SUATU
KOMUNITAS LEBIH TINGGI DALAM LINGKUNGAN
YANG STABIL $EMUDAH DI RAMALF
LLINGKUNGAN YANG STABIL SECARA FISIK
MERUPAKAN SEBUAH LINGKUNGAN YANG
TERDIRI ATAS BANYAK SPESIES, DARI YANG
UMUM DIJUMPAI SAMPAI YANG JARANG DIJUMPAI,
YANG DAPAT MELAKUKAN PENYESUAIAN
$SECARA EVOLUSI TERHADAP TINGKAT
OPTIMUM KEADAAN LINGKUNGANNYA.
M3A58 A145+56 5421-<5 2.4A5,52
/.2.452345- <5-; ,5021 ,5A5 ,*65 C5/2*4
61-;/3-;5- A565+ 03523
,.41*A. <5-; 4.6521C 65+5
F63/23501 ,.43>585- C5/2*4
61-;/3-;5- >.4>.A5 3-23/ 215,
85>1252
P.-<.>545- /.,5A525- 0,.01.0
>.4>.A5 3-23/ 215, /*-A101
61-;/3-;5-
P.43>585- C5/2*4
61-;/3-;5- 5/5-
+.+,.-;54381 /.85A145-
0,.01.0V56.-21-. $1(&(:
,5A5 /*+3-1250 C53-5
A5054 6532 A12.+3/5-
/.45;5+5- 0,.01.0
2.4>.054 ,5A5 85>1252 <5-;
03A58 025>16 A565+ /343-
?5/23 <5-; 65+5 S6*>.A/1-
A5- S5-A.40 $1(&(
+.-;1-2.4,4.2501/5- 856 1-1
0.>5;51 ,.-;5438 /.5A55-
61-;/3-;5- <5-; 025>16
2.485A5, 0,.01.0
L1-;/3-;5- <5-; 21A5/ 025>16 85-<5
A183-1 *6.8
0,.01.0 <5-; 4.6521C 0.A1/12 =3+658-<5
A5-
,.-<.>545- /.,5A525- /345-; 6.>18
0.43,5. E9:
8325- ,1-30
A-75+5- /.>5/545- A5- 0.45-;5- 85+5
6.>18 21-;;1 A1>5-A1-;/5- A.-;5- 8325-
24*,10 /54.-5 /.45;5+5- <5-; /345-;
+5-25,
PRINSIP :
SUATU HABITAT $LINGKUNGAN HIDUP DAPAT
JENUH ATAU TIDAK OLEH KEANEKARAGAMAN
SPESIES TERGANTUNG KEPADA NICIA
SPESIES-SPESIES TERSEBUT.
/
/
/
/
/
/
/
/
/
/
//
NICIA TUMBUHAN
LINGKUNGAN
LINGKUNGAN
NICIA BURUNG
SERANGGA RELATIF SEMPIT NICIA
TUMBUHAN RELATIF SEMPIT NICIA
BURUNG MEMPUNYAI NICIA
YANG LEBIH LUAS
$STUKTUR KOMUNITAS TUMBUHAN
DAN MEMPUNYAI KESAMAAN
AKAN JENIS MAKANANNYA
N1715 +.+1058/5-
25/0*-
W81225/.4 $1(&(:
R.5/01 -1715 $4.63-; >343-;
6.>18 2.485A5, 01C52 0243/234 /*+3-1250
<5-;
4.6521C 6350
K.05+55- =.-10
+5/5-5-
H1A3, A565+ 61-;/3-;5- <5-; 6350
A5- 0,.01.0 /345-;
>.45;5+
T3+>385- A5-
0.45-;;5:
R.0,*-01C 2.485A5,
61-;/3-;5- +1/4*
S.A1/12 ,.43>585- A565+ 61-;/3-;5-,
4.0,*- A5,52 >.4/.+>5-; 2.430
+.-.430
,.4>.A55- ;.-.21/
+.-1-;/52/5- /.45;5+5- 81A3, A565+
>.4>5;51 -1715
PRINSIP (
KEANEKARAGAMAN KOMUNITAS SEBANDING
DENGAN BIO MASSA DIBAGIPRODUKTIVITAS
B
H G2 = K
P
KECERMATAN PENGGUNAAN ALIRAN
ENERGI DALAM SISTEM BIOLOGI AKAN
MENINGKAT DENGAN MENINGKATNYA
KOMPLEKSITAS ORGANISME DALAM SISTEM
BIOLOGI DALAM KOMUNITAS TERSEBUT.
B = >1* +5005
2 = ?5/23
P = ,4*A3/21H250
K = /*.H01.- 2.25,5-
PRINSIP 1'
PERBANDINGAN ANTARA BIOMASSA
DENGAN PRODUKTIFITAS $B"P NAIK
DALAM PERJALANAN WAKTU PADA
LINGKUNGAN YANG STABIL HINGGA
MENCAPAI MAKSIMUM $ASYMTOT
KELANJUTAN DARI PRINSIP )
DAN (
B
H
HG WAKTU TERTENTU RELATIF STABIL
P
KECERMATAN " EFISIENSI PENGGUNAAN
ENERGI
B DEASA
H
AKTU
AMUDA
H3/3+ B.4<+5-:
H.?5- /ooit#risA541 61-;/3-;5- >.41/61+
A1-;1- 7.-A.43-; 6.>18 >.054 3/345--<5 $R501*
6350 ,.4+3/55- A5- >.452 <5-; 6.>18 4.-A58
A1>5-A1-;/5- A.-;5- 0.43,5 A1 A5.458 <5-;
6.>18 85-;52
H3/3+ A66.-:
T.4A5,52 /.7.-A.43-;5- ,.+.-A./5- 5-;;*25
23>38 A1>5-A1-;/5- A.-;5- >.452 23>38 >5;1
8.?5- <5-; 81A3, A1 A5.458 A1-;1-
$+.-343-/5- 4501* 6350 ,.4+3/55- A5- >.452
23>38
D565+ /.-<5255- A1 565+ , 4501*
>1*+5005 2.485A5, ,4*A3/21@1250
+.-1-;/52 ,5A5 03/0.01 <5-; 03A58
65-=32, /54.-5 ,.425+>585- 0,.01.0 A5-
2.4=5A1
02452121H/501 /*+3-1250 23+>385-
I+,61/501:
K*+3-1250 A1>352 2.25, +3A5
A.-;5-+.+,.465/3/5- I3/23501
F1/61+F 5253 E73575F <5-; 25/ 2.45234
P.+3-;325- 85016 ,5-.- A541
/*+3-1250
T.4=5A1-<5 >5-=14
565+1
M54;56.C $1(&::
H.?5- <5-; 2.4A5,52 A1 3=3-; 45-251
+5/5-5- 6.>18 .H01.- A565+
+.+5-C552/5- .-.4;1 A541,5A5 <5-; A1
,5-;/56 45-251 +5/5-5-F5/2*4 ,.-<.>5>:
H.?5- A1 3=3-; 45-251 +5/5-5-
>.423>38 >.054
H1A3, 6.>18 65+5 A.-;5- /.025>165-
2.42.-23
L.>18 2585- 2.485A5, I3/23501
61-;/3-;5-
M.+5-C552/5- .-.4;1 A.-;5-
7.4+52
PRINSIP 11
SISTEM YANG SUDAH MANTAP $DEWASA
MENGEKSPLOITASI SISTEM YANG BELUM MANTAP.
KELANJUTAN PRINSIP % DAN
(
ENERGI, MATERI DAN KEANEKARAGAMAN
MENGALIR MELALUI GRADASI YANG MENUJU
KEDAERAH YANG KOMPLEKS $ORGANISASI
KOMPLEKS " LENGKAP ATAU SUBSISTEM
YANG KEANEKARAGAMANNYA TINGGI.
PRINSIP 1!
KESEMPURNAAN ADAPTASI SEBAGAI SUATU SIFAT
ATAU TABIAT YANG BERGANTUNG KEPADA
KEPENTINGAN RELATIFNYA DALAM SUATU
LINGKUNGAN
MERUPAKAN KELANJUTAN PRINSIP &
DAN ) J INDIVIDU $BANYAK BERHASIL MENGALAHKAN
SAINGANNYA
KEMANTAPAN $H KOMUNITAS LINGKUNGAN.
STABIL $SUSAH DIRAMAL
IMPLIKASI STRATEGI EVALUASI YANG
TERBAIK DAN MANDIRI, LEBIH
BERGANTUNG KEPADA KEADAAN LINGKUNGAN
$FISIK
POPULASI DALAM EKOSISTEM YANG BELUM MANTAP
KURANG BEREAKSI TERHADAP PERUBAHAN
LINGKUNGAN FISIKOKIMIAWI DIBANDINGKAN DENGAN
EKOSISTEM YANG SUDAH MANTAP.
KALAU ADA PERUBAHAN YANG DRASTIS EKOSISTEM
TELAH MANTAP AKAN LEBIH TERANCAM BAHAYA,
KARENA SECARA GENETIK POPULASINYA SANGAT
KAKU TERHADAP PERUBAHAN.
PRINSIP 1#
LINGKUNGAN YANG SECARA FISIK STABIL
MEMUNGKINKAN TERJADINYA PENIMBUNAN
BIOLOGI $DALAM EKOSISTEM YANG MANTAP
DEWASA YANG KEMUDIAN DAPAT
MENGALAHKAN KESTABILAN KEPADA POPULASI.
KELANJUTAN PRINSIP ),1!
DAN (
JANE JACABE $1((& PENTING UNTUK
MEMPERLUAS RUANG LINGKUP EKOLOGI
$TUMBUHAN, HEWAN MENJADI ILMU
LINGKUNGAN YANG MENJADI BATAS LEBIH LUAS.
PRINSIP 14
DERAJAT POLA KETERATURANNYA NAIK
TURUNNYA POPULASI BERGANTUNG
KEPADA JUMLAH KETURUNAN DALAM
SEJARAH POPULASI SEBELUMNYA, YANG
NANTI AKAN MEMPENGARUHI POPULASI
ITU.
TIDAK ADANYA KEANEKARAGAMAN YANG
TINGGI PADA RANTAI MAKANAN DALAM
EKOSISTEM YANG BELUM MANTAP
MENIMBULKAN DERAJAT
KETIDAKSTABILAN POPULASI YANG
TINGGI.
KETIDAKSTABILAN POPULASI BURUNG ELANG
BERADA DALAM PENGARUH PERPANJANGAN
WAKTU DA ENERGI

POPULASI
ELANG NAIK
POPULASI
(PADAT)TETAP
TUMBUHAN
SPECIES TTT
JENIS TANAH
UNSUR TTT
TIKUS
TANAH
BURUNG
ELANG
KELAPARAN
TUMBUHAN
MENINGKAT
POPULASI TIKUS
MENURUNPO
PULASI
TIKUS NAIK
0 1 "
0
0 1 $
0 1 (
0 1 '
0 1 1
0 1 10